cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN DAN KAPASITAS LENTUR MAKSIMUM BALOK BETON BERTULANG PADA BETON MUTU TINGGI Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Deny Wijaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.455 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37092

Abstract

Salah satu struktur konstruksi yang masih banyak dipakai untuk konstruksi bangunan gedung, struktur pondasi, perkerasan jalan dan jembatan adalah beton. High strength concrete yaitu beton dengan kekuatan yang cukup tinggi atau diatas kekuatan standar yang dipengaruhi dari beberapa hal, seperti FAS (faktor air semen), kualitas agregat, bahan tambah dan kontrak kualitas dari pembuatan beton tersebut. Beton serat adalah beton yang tersusun dari semen hidrolis, agregat dan sejumlah kecil serat sebagai bahan tambahan yang tersebar secara merata berorientasi random dan dengan proporsi tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan data diolah menggunakan excel. Pengujian kuat tekan dilakukan pada silinder berukuran 15 cm x 30 cm dan kuat lentur dilakukan pada balok berukuran 8 cm x 12 cm x 100 cm dengan variasi persentase serat 0%; 0,5%; 1%; 1,5%, dan 2% berjumlah 3 buah per persentase serat. Mutu beton yang direncanakan adalah beton mutu tinggi. Pengujian kuat tekan dan kuat lentur balok bertulang dilakukan pada umur 28 hari dengan metode rancang campur American Concrete Institute. Nilai kuat tekan tertinggi dengan penambahan serat bendrat dan abu sekam padi adalah 50,06 MPa. Kapasitas lentur maksimum tertinggi hasil pengujian dengan penambahan serat bendrat dan abu sekam padi adalah 8,423 kNm. Penambahan serat bendrat 1% merupakan penambahan yang memberikan hasil optimum.
Analisis Potensi Demand, Abillity to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) BST Koridor 1 dengan Adanya Sistem Contra Flow di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Pada Instansi Pemerintah Marhamah Rosyidah; Budi Yulianto; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.429 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36979

Abstract

Permasalahan kemacetan saat ini tidak dapat diselesaikan dengan cara pelebaran jalan. Cara paling efektif untuk mengatasi kemacetan saat ini adalah dengan menerapkan system transportasi berkelanjutan. Bus Rapit Transit (BRT) merupakan salah satu penerapan system transportasi berkelanjutan yang sudah diterapkan di kota Solo sejak tahun 2011 dengan nama BST (Batik Solo Trans). Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui potensi demand dan nilai Ability to Pay (ATP) serta Willingness to Pay (WTP) pada pegawai instansi pemerintah di sepanjang jalan Brigjen Slamet Riyadi.Data penelitian dibagi menjadi 2 yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan penyebaran kuisioner langsung kepada pegawai instansi pemerintah disetiap instansi sedangkan data sekunder diperoleh dari penelitian sebelumnya yang mendukung penelitian ini dan instansi-instansi yang terkait dengan BST koridor 1 seperti Gesundheits Informasi Zentrum (GIZ), Dinas Perhubungan dan PT. DAMRI.Hasil analisis didapat potensi demand BST koridor 1 pada pegawai instansi pemerintah sebesar 573 perjalanan selama 5 hari kerja. Nila ATP lebih tinggi dibanding nilai WTP. Sedangkan tarif saat ini lebih kecil dari nilai ATP dan lebih besar dari nilai WTP.
EVALUASI TINGGI MUKA AIR KALI MUNGKUNG SRAGEN TERHADAP ELEVASI BANJIR SUNGAI BENGAWAN SOLO Risdiyanto, Yudi; Ikhsan, Cahyono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.483 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36866

Abstract

Kali Mungkung merupakan anak sungai yang bermuara ke Sungai Bengawan Solo. Jika ketinggian muka air sungai utama lebih tinggi dari anak sungai maka akan terjadi pembendungan terhadap saluran anak sungai. Kondisi ini mengakibatkan aliran anak sungai kembali ke hulu atau disebut backwater. Penelitian ini dilakukan di ruas Kali Mungkung dengan pertemuan Sungai Bengawan Solo. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan besarnya debit banjir rencana periode ulang untuk Kali Mungkung. Tinggi muka air pada pertemuan sungai digunakan data dari hasil studi terdahulu pada DAS Bengawan Solo Hulu oleh BBWS Bengawan Solo. Analisis hidrolika dilakukan dengan melakukan simulasi dengan program HEC-RAS. Simulasi pertama yaitu kondisi penampang eksistig Kali Mungkung. Kondisi ke dua yaitu simulasi dengan penampang normalisasi. Kondisi ke tiga yaitu simulasi dengan mereduksi debit banjir rencana untuk penampang normalisasi (penerapan sumur resapan). Dari analisis hidrologi didapatkan debit banjir Kali Mungkung periode ulang Q5 = 375 m3/det, Q10 = 408 m3/det dan Q50= 480 m3/det. Hasil simulasi hidrolika kondisi eksisting terjadi limpasan banjir pada 22 titik. Hasil simulasi hidrolika dengan penampang normalisasi mampu mengurangi limpasan banjir menjadi 15 titik. Reduksi debit banjir rencana sebesar 20% dengan penerapan sumur resapan untuk penampang normalisasi mampu mengurangi limpasan banjir menjadi 10 titik.
Kajian Kuat Tarik Langsung dan Kuat Tarik Belah Beton Memadat Mandiri dengan Kadar Fly Ash 50%, 60%, dan 70% sebagai Pengganti Binder Terhadap Beton Normal Agus Setiya Budi; Purwanto Purwanto; Ardha Teo Istanto
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.561 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i2.54418

Abstract

Dunia konstruksi terus berkembang semakin pesat, berbagai inovasi dilakukan dengan prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satu inovasi beton ramah lingkungan yang dilakukan adalah menggunakan material fly ash sebagai pengganti semen pada beton SCC yang dapat mengalir sendiri melewati celah besi tulangan yang rapat dan memenuhi ruangan tanpa memerlukan bantuan. Penelitian ini mengkaji bagaimana perbandingan besarnya nilai kuat tarik langsung, kuat tarik belah, dan kuat tekan pada beton HVFAC-SCC dibandingkan dengan beton normal. Pengujian kuat tarik langsung menggunakan benda uji balok 10 x 10 x 25 cm sedangkan pada pengujian kuat tarik belah dan kuat tekan berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kuat tarik langsung dan kuat tarik belah sama-sama memiliki nilai lebih kecil dari kuat tekan, nilai perbandingan kuat tarik langsung sebesar 11% dari kuat tekan, dan kuat tarik belah sebesar 8% dari kuat tekan beton.  
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN GREY WATER RUMAH TANGGA DENGAN LAHAN BASAH BUATAN DAN PROSES PENGOLAHANNYA Siti Qomariyah; Koosdaryani Koosdaryani; Ruth Dias Kusumasari Fitriani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.985 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37103

Abstract

Kekurangan pasokan air baku di wilayah perkotaan pada musim kemarau terjadi baik secara kuantitas maupun kualitas. Mencari alternatif sumber air yang baru telah menjadi isu global. Salah satu alternatif sumber air adalah dari limbah domestik tipe greywater. Tulisan ini menguraikan manfaat pengolahan (recycling) dan pemanfaatan kembali (reuse) limbah greywater bagi keperluan non-potable seperti menyiram tanaman/irigasi, membilas toilet, mencuci kendaraan, dan keperluan out-door lainnya. Kebutuhan air tersebut tidak membutuhkan kualitas air setinggi kualitas air minum dan memasak. Teknologi lahan basah buatan merupakan sistem pengolahan limbah yang didesain menggunakan proses alami dengan melibatkan tanaman air, pasir, kerilik serta mikroorganisme untuk mengolah air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kualitas lingkungan dengan cara meminimalisir pencemar yang bersumber dari limbah domestik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen. Lahan basah buatan ini terdiri dari tiga kolam yaitu kolam 1 untuk menampung limbah grey water dengan kapasitas 0,7425 m3. Kolam 2 adalah bangunan utama lahan basah buatan dengan kapasitas 0,875 m3. Kolam 3 berfungsi sebagai menampung air hasil olahan, dengan kapasitas mencapai 0,66 m3. Rancangan anggaran biaya untuk pembuatan lahan basah buatan yaitu Rp. 4.142.000 Kata-kata kunci : limbah domestik rumah tangga, lahan basah buatan, pengolahan air untuk keperluan non-potable, pengolahan, pemanfaatan kembali
SISTEM PEMELIHARAAN ASET BERBASIS ANDROID UNTUK BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS EVALUASI GEDUNG IV FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA) Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto; Lilik Kurniawan
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.367 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36991

Abstract

Mengingat betapa pentingnya kegiatan pemantauan dan pemeliharaan aset bangunan gedung, sudah selayaknya kegiatan ini dikembangkan dengan bantuan teknologi informasi tentang berbagai metode untuk mengetahui tingkat kerusakan aset sebagai dasar dalam pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan. Untuk merealisasikan keinginan tersebut tentunya pihak terkait membutuhkan aplikasi dan sistem penunjang yang efektif untuk memastikan proses pemantauan secara keseluruhan dapat dikelola dengan baik. Penelitian ini diajukan untuk membuat suatu aplikasi pemantauan aset yang terintegrasi dengan sistem, mudah dioperasikan, praktis, cepat, dan murah.Penelitian ini menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk membantu proses pengolahan data. Penelitian dilakukan terhadap obyek penelitian yang terdiri dari ruangan-ruangan yang ada di dalam bangunan Gedung IV Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Data yang digunakan untuk proses pengolahan lebih lanjut didapatkan dari hasil survey langsung ke lapangan dengan menggunakan alat ukur dan perangkat berupa smartphone yang telah terinstal aplikasi berbasis android serta terintegrasi dengan sistem untuk mengukur dan meng-input data kerusakan elemen bangunan gedung. Hasil kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari beberapa ruangan di Gedung IV Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah disurvey memiliki nilai Indeks Kondisi Ruangan Rata-Rata sebesar 94,21.
Analisis Kinerja Simpang Tiga Sriwedari Menggunakan Program Simulasi PTV VISSIM Sonia Aprilya; Budi Yulianto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.757 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.54779

Abstract

Analisis Kinerja Simpang Tiga Sriwedari Menggunakan Program Simulasi PTV VISSIM merupakan penelitian untuk mengatahui kinerja Simpang Tiga Sriwedari menggunakan Program PTV VISSIM dengan mengkalibrasi hasil permodelan menggunakan metode GEH serta memvalidasi hasil permodelan menggunakan Uji T dan Test Perbedaan Relatif.
HUBUNGAN PENINGKATAN KEBISINGAN, PENURUNAN KECEPATAN DAN DIMENSI LEBAR SPEED BUMPS DI PERMUKIMAN (Studi Kasus beberapa Speed Bumps di Surakarta) Dewi Handayani; Galih Setyo Hadi; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.438 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37119

Abstract

Speed bump merupakan salah satu alat pengendali kecepatan vertikal yang sering ditemui di ruas jalan permukiman. Speed Bumps berfungsi untuk mengendalikan kecepatan kendaraan bermotor yang melintas. Dilain sisi pemasangan speed bumps dapat meningkatkan kebisingan di daerah sekitar saat dilintasi kendaraan bermotor. Dimensi lebar speed bumps yang beragam dapat mempengaruhi kecepatan dan kebisingan yang beragam pula. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier dan menggunakan SPSS versi 17 dengan metode enter dan stepwise. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi dimensi lebar APKV/speed bump (X1, cm) dan peningkatan kebisingan (X2, dBA) serta penurunan kecepatan pada sepeda motor dan mobil (Y, km/jam). Berdasarkan hasil analisis model yang terbaik untuk sepeda motor adalah Y = -0,896 + 0,186X1 dengan R2 = 0,406 dan untuk mobil Y = -2,067 + 0,176 X1 dengan R2 = 0,502, X1 merupakan dimensi lebar speed bump. Kebisingan rata-rata sepeda motor sebelum melintasi speed bumps 71,09 dBA dan kebisingan rata-rata saat melintasi speed bumps 74.19 dBA. Untuk mobil kebisingan rata-rata sebelum melewati speed bumps 66,51 dBA dan kebisingan rata-rata saat melintasi speed bumps 69,34 dBA.
PENGARUH ELEKTROOSMOSIS PADA TANAH TANON DITINJAU DARI PARAMETER KONSOLIDASI TANAH DENGAN PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU Nur Sahid Kusriyanto; Niken Silmi Surjandari; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.676 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37007

Abstract

Perbedaan penurunan muka tanah dapat mengakibatkan struktur kontruksi menjadi tidak stabil atau rusak. Permasalahan yang diakibatkan penurunan tanah seperti terlihat di daerah Tanon, Sragen, antara lain pada musim hujan bersifat lembek dan daya dukung menjadi rendah, retak-retak pada dinding rumah, jalan bergelombang serta penurunan badan jalan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh elektroosmosis pada tanah lempung tanon ditinjau dari parameter Indeks kemampatan (Cc), koefesien konsolidasi (Cv), mengetahui pengaruh variasi beda potensial dan mengetahui waktu optimum kinerja elektroosmosis. Metode elektroosmosis merupakan metode drainase menggunakan listrik arus searah yang bertujuan mengurangi kandungan air dalam tanah. Pada pengujian ini menggunakan model fisik berbentuk box kaca berukuran 40 x 30 x 15 cm dan lempengan tembaga sebagai penghantar arus listrik. Sampel model dialiri listrik searah (DC) dengan beda potensial 0; 4,5; 9 dan 12 volt serta dilakukan penerapan tanpa preloading dan dengan preloading. Bahan tambah yang digunakan adalah abu ampas tebu sebanyak 10% dari berat sampel tanah. Hasil dari analisis menunjukan tanpa elektroosmosis nilai Cc sebesar 0,262 dan Cv sebesar 0,035. Sedangkan dengan metode elektroosmosis Nilai Cc pada tegangan 4,5 volt; 9 volt dan 12 volt berturut-turut 0,209; 0,203; 0,198 dan Nilai Cv pada tegangan 4,5 volt; 9 volt dan 12 volt berturut-turut 0,0486; 0,050; 0,0505. Pada metode elektroosmosis dengan penambahan abu ampas tebu dapat digunakan untuk perbaikan tanah lempung .
Perilaku Pelat Beton Di Atas Tanah Ekspansif Melalui Simulasi Analisis Beams On Elastic Foundation Prasetyo Widhy Utomo; Bambang Setiawan; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.275 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55322

Abstract

Tanah yang berperan sebagai penopang konstruksi dapat menimbulkan sejumlah masalah apabila memiliki kembang susut yang besar. Perilaku pengembangan dan penyusutan (fluktuatif) tanah dapat mempengaruhi perilaku perkerasan beton yang ada di atasnya. Penelitian ini menganalisis perilaku perkerasan beton di atas tanah ekspansif sewaktu mengalami pengembangan dan penyusutan menggunakan metode BoEF (Beams on Elastic Foundation). Metode analisis diterapkan dalam simulasi model 2 Dimensi dengan modulus subgrade tanah ekspansif 30000kN/m2, dan swelling pressure 175 Kpa. Model simulasi pelat terdiri atas 12 variasi berdasarkan ketebalan pelat dan nilai pembebanan garis yang diterapkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lendutan terbesar terjadi pada pelat tebal 15 cm dengan perilaku lendutan setiap penambahan ketebalan pelat sebesar 10 cm pelat beton akan mengalami lendutan sebesar 10 %. Perilaku lendutan akibat penambahan beban setiap 100 kN untuk fase pengembangan maksimum pada ujung pelat ketebalan 15 cm, 25 cm, dan 35 cm masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0.73 %; 1.41 %; dan 0.85 % sedangkan pada tengah pelat masing-masing akan berturut-turut turun sebesar 7.54 %; 5.44 %; dan 4.44 %.