cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK PADA TANAH EKSPANSIF Himamul, Himamul; Setiawan, Bambang; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.778 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36898

Abstract

Tanah ekspansif adalah tanah bermasalah yang memiliki kekuatan yang rendah dan potensi kembang susut tinggi karena perubahan kadar air tanah. Tanah ekspansif akan menyusut jika kadar airnya berkurang, dan mengembang jika kadar air bertambah. Perbaikan tanah dibutuhkan untuk mengurangi potensi kembang susut tanah dan meningkatkan kekuatannya. Salah satu metode perbaikan yang digunakan adalah menggunakan bahan tambah sebagai pengisi. Plastik merupakan bahan perbaikan yang mulai banyak digunakan dalam teknik sipil. Penelitian ini mencoba memperbaiki tanah ekspansif menggunakan plastik. Pengaruh penambahan plastik pada tanah ekspansif diketahui dari variasi penambahan plastik sebanyak 0%, 0,5%, 0,75%, dan 1% berdasarkan berat tanah. Plastik yang ditambahkan berjenis polypropylene (PP) berdimensi ±5 mm x ±15 mm. Variasi kadar air juga digunakan sebagai faktor yang mempengaruhi kembang susut tanah. Variasi kadar air yang digunakan adalah kondisi kadar air kering optimum dan kadar air optimum. Kondisi kadar air kering optimum yang digunakan ialah pada penambahan air sebanyak 350 ml dan 450 ml. Kadar air awal pada sampel tanah adalah ±10%. Pengujian yang dilakukan menggunakan uji swelling, swelling pressure, dan California Bearing Ratio (CBR). Hasil penelitian didapatkan penambahan plastik pada tanah ekspansif paling optimum berdasarkan parameter ujinya didapatkan pada penambahan kadar plastik sebesar 0,5%. Penambahan kadar plastik 0,5% menghasilkan nilai swelling dan swelling pressure yang rendah. Nilai swelling yang dihasilkan meningkat sebesar 0,39% dan nilai swelling pressure-nya turun sebesar 24,07%. Nilai CBR-nya mengalami penurunan namun tidak terlalu besar. Nilai CBR terendam dan tidak terendam yang didapatkan turun sebesar 0,219 % dan 9,879%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan penambahan plastik dapat menurunkan nilai potensi pengembangan tanah ekspansif sedangkan nilai CBR-nya juga mengalami penurunan.
ANALISIS KONDISI FUNGSIONAL JALAN DENGAN METODE PSI DAN RCI SERTA PREDIKSI SISA UMUR PERKERASAN JALAN STUDI KASUS : JALAN BATAS KOTA WATES - MILIR Nugraheni, Novia Ayu; Setyawan, Ary; Suryoto, Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.304 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36602

Abstract

Pertumbuhan ekonomi memberi dampak pada meningkatnya kebutuhan pergerakan barang dan jasa melalui jalur darat. Ini juga terjadi pada Jalur Selatan Pulau Jawa terutama di ruas Batas Kota Wates - Milir yang mengalami kerusakan lebih cepat dari umur rencana. Langkah awal untuk mencegah penurunan kondisi jalan tersebut adalah dengan melakukan inspeksi untuk menilai kondisi jalan. Dari nilai kondisi jalan tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk memprediksi sisa umur perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi fungsional jalan berdasarkan indeks permukaan (PSI) dan indeks kondisi jalan (RCI), serta memprediksi sisa umur perkerasan pada ruas jalan Batas Kota Wates - Milir. Pada penelitian ini dilakukan penilaian kondisi jalan dengan analisis nilai kondisi fungsional jalan berdasarkan tingkat kerataan jalan (International Roughness Index, IRI) yang didapatkan dari data P2JN Yogyakarta. Parameter kondisi jalan yang dianalisis antara lain Indeks Permukaan (Present Serviceability Index, PSI) untuk fungsi pelayanan jalan dan Indeks Kondisi Jalan (Road Condition Index, RCI) untuk kondisi permukaan. Sedangkan untuk prediksi sisa umur perkerasan menggunakan data lalu lintas dengan Metode AASHTO 1993 dari sumber data yang sama. Berdasarkan analisis penilaian kondisi jalan didapatkan hasil rata-rata nilai PSI sebesar 1,79 yang menunjukkan fungsi pelayanan kurang, sedangkan rata-rata nilai RCI sebesar 7,51 menunjukkan kondisi permukaan yang sangat baik. Hasil analisis terhadap umur perkerasan jalan menyatakan bahwa untuk tahun 2017, perkerasan jalan masih memiliki porsentase umur sisa sebesar 14,35% dan umur sisa jalan diprediksi akan berakhir pada tahun ke 6 yaitu pada tahun 2018.
Pemanfaatan Air Hujan melalui PAH dan Biopori Dalam Mereduksi Beban Drainase Pada Kawasan Pemukiman (Studi Kasus: Kawasan Banjir di Kelurahan Kedung Lumbu, Surakarta) Febrina R Meliala; Siti Qomariyah; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.154 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37140

Abstract

Tingginya curah hujan di Kota Surakarta telah menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Salah satu bentuk pemanfaatan air hujan adalah melalui tangki penampung air hujan (PAH) dan biopori yang dapat menjadi sumber air baku alternatif dan juga dapat mereduksi beban drainase. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kapasitas tangki PAH, mengetahui jumlah lubang resapan biopori (LRB) yang dapat dibuat serta mengetahui besarnya reduksi beban drainase dari pemanfaatan tangki PAH dan Biopori. Penelitian ini dilakukan dengan metode Deskriptif Kuantitatif, dengan mengumpulkan data kemudian menganasilis dan menyimpulkan hasil penelitian. Objek penelitian adalah kawasan banjir Kelurahan Kedung Lumbu, Surakarta. Data hujan yang digunakan dalam ananlisis hidrologi yaitu tahun 1992 - 2013 dari stasiun hujan Pabelan. Hasil penelitian ini didapatkan kapasitas tangki PAH adalah sebagai berikut ; RT 02/RW I = 1900 m3, RT 03/RW I = 1900 m3, RT 01/RW III = 600 m3, RT 02/RW III = 1350 m3, RT 03/RW III = 2020 m3 , dan RT 04/RW III = 650 m3. Sedangkan Lubang Resapan Biopori (LRB) yang dapat dibuat di daerah rawan banjir kelurahan Kedung Lumbu adalah sebanyak 4939 LRB dengan ø 10 cm dan kedalaman 100 cm. Beban drainase yang dapat tereduksi adalah sebesar 50,4% atau sebesar 18,632 m3/det dari debit hujan yang jatuh di seluruh wilayah (Qwilayah = 36,957 m3/det).
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI SERAT BENDRAT PADA BETON MUTU TINGGI TERHADAP KUAT GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN ABU SEKAM PADI DAN BESTMITTEL SEBAGAI BAHAN TAMBAH. Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; Edwin Bahtiar
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.168 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37028

Abstract

Kuat geser adalah kekuatan suatu komponen struktur atas penampang yang berfungsi untuk meningkatkan kekakuan struktur dan menahan gaya-gaya lateral. Pengaruh-pengaruh geser yang timbul merupakan akibat dari torsi dan kombinasi torsi dengan lentur. Adanya ide penambahan abu sekam padi, serat bendrat, dan bestmittel ditujukan untuk meningkatkan mutu dan memperbaiki sifat-sifat beton itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi, serat bendrat, dan bestmittel terhadap nilai P geser saat retak leleh awal dan P geser maksimum serta kapasitas geser pada beton. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat geser. Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah pada uji tekan dan 3 buah untuk 1 variasi kadar serat bendrat pada uji geser. Persentase serat bendrat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk kuat tekan dan BMT (Bending Test Machine) untuk kuat geser. Perhitungan analisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Dari analisis hasil penelitian didapatkan peningkatan nilai kuat tekan dengan kadar serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 37,64 MPa; 41,50 MPa; 45,47 MPa; 35,71 MPa; dan 30,02 MPa. Kadar optimum penambahan abu sekam padi, serat bendrat, dan bestmittel adalah pada kadar 0,77% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat tekan sebesar 43,22 MPa. Nilai kuat geser beton dengan kadar serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah sebesar 16,25 kN; 17,92 kN; 22,50 kN; 15,00 kN; dan 14,58 kN. Kadar optimum penambahan abu sekam padi, serat bendrat, dan bestmittel adalah pada kadar 0,87% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat geser sebesar 19,66 kN.
KAJIAN PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN BAHAN RETARDER TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DENGAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Nindya Annisa Sabrina; Wibowo Wibowo; Supardi Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.973 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36915

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang semakin pesat menyebabkan timbulnya permintaan pembangunan pada bidang konstruksi, Bersamaan dengan meningkatnya permintaan beton, maka meningkat pula permasalahan yang harus dihadapi. Beberapa masalah yang terjadi di lapangan antara lain berkaitan dengan mutu beton dan kemudahan pengerjaan beton. Beton Mutu Tinggi Memadat Mandiri (HSSCC) memberikan solusi baru dalam teknologi beton karena memiliki keunggulan workabilitas, durabilitas dan kekuatan tinggi, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik dilapangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di labolatorium dengan benda uji berupa silinder beton dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Dalam penelitian ini digunakan admixture Viscocreete-1003 (Superplasticizer) dengan kadar tetap sebesar 1,7% dari berat semen dan Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder) masing-masing sebesar 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5% dari berat semen. Untuk mengkaji pengaruh Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder) pada beton dilakukan pengujian sifat segar beton dengan menggunakan alat Slump Cone, L-Shaped Box dan V-funnel, sedangkan tes kuat tekan beton dilakukan pada umur 14 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan admixture Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder) dengan kadar 0,3% dari berat semen memberikan nilai kondisi SCC yang baik yaitu dengan nilai slump, blocking ratio, waktu V-funnel masing-masing sebesar 755 mm, 0,93, 8.25 detik dan kuat tekan maksimum sebesar 54,14 Mpa. Beton segar semakin membaik seiring dengan bertambahnya dosis Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder), namun penggunaan diatas kadar 0,3% mengakibatkan terjadinya bleeding. Kuat tekan yang dihasilkan mengalami penurunan pada penambahan kadar sebesar 0,4% dan 0,5% dari berat semen. Dari hasil perhitungan didapat kuat tekan optimum pada umur 28 hari berada pada kadar 0,32%.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT, PADA BETON MUTU TINGGI METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUTE (ACI) TERHADAP KUAT GESER BETON Prabowo, Ahmad Pandhu; Prayitno, Slamet; Supardi, Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.416 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36701

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, tower, jalan beton dan bangunan air. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat bendrat pada beton segar yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh penambahan serat bendrat pada beton mutu tinggi dengan menggunakan metode American Concrete Institute (ACI) terhadap kuat geser beton. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujiankuat tekan, balok dengan ukuran 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat geser. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%;1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat Loading Frame. Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas kuat geser beton menggunakan program Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat geser beton setelah dibandingkan dengan perhitungan analisis. Peningkatan nilai kuat geser beton dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah sebesar 84,09 %; 116,50 %; 171,15%; 110,66%; 100,84%.
PENGARUH KADAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN PADA HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA-SCC) BENDA UJI SILINDER D 7,5 CM X 15 CM USIA 14, 28 DAN 90 HARI Satria, Rinzano Genta; Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.537 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i3.36492

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi mempengaruhi perkembangan teknologi beton menjadi lebih pesat seperti membuat beton berkemampuan memadat mandiri. Penambahan fly ash dalam jumlah besar (high volume fly ash) dan penambahan bahan superplasticizer BASF-8851 mampu membuat beton lebih padat, memiliki nilai kuat tekan yang tinggi dan memiliki kemampuan kerja yang baik. Pengujian kali ini menggunakan variasi kadar fly ash sebesar 0%, 55%, 60%, 65% dan 70% dari berat semen. Jenis pengujian dibagi menjadi dua jenis, yaitu pengujian beton segar dan beton kering. Pengujian beton segar memiliki tiga jenis pengujian, antara lain flow table test, l-box test dan v-funnel test. Pengujian beton kering dilakukan dengan melakukan uji kuat tekan melalui alat Universal Testing Machine (UTM). Benda uji dibuat dalam bentuk silinder berukuran diameter 7,5 cm dengan tinggi 15 cm. Berdasarkan hasil penilitian didapat bahwa hanya kadar fly ash 70% yang memenuhi seluruh persyaratan pengujian beton SCC. Berikutnya terdapat nilai kuat tekan beton optimum terhadap variasi kadar fly ash terdapat pada umur 90 hari pada kadar fly ash 65,08%. Selanjutnya telah didapat suatu kadar fly ash yang memenuhi parameter beton mutu tinggi dan beton memadat mandiri (SCC) pada umur uji 14 hari, 28 hari dan 90 hari yaitu pada kadar fly ash 70%.
ANALISIS POTENSIAL DEMAND PADA SEKOLAHAN SERTA BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) PADA BATIK SOLO TRANS (BST) KORIDOR EMPAT DI SURAKARTA Setoadi Hutomo; Budi Yulianto; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.456 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37044

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota besar yang sedang mengalami perkembangan transportasi. Untuk itu, maka peningkatan pelayanan angkutan umum menjadi sebuah kebutuhan penting bagi Kota Surakarta. Pergerakan perjalanan yang relatif besar menimbulkan permasalahan lalu lintas (kemacetan, kecelakaan, polusi, dan lain-lain) di Kota Surakarta. Berdasarkan data dari Dishubkominfo Kota Surakarta pada Tahun 2012, pertumbuhan kendaraan yang mencapai 7,5 persen per tahun. Selain itu, adanya pelanggaran lalu lintas di Kota Surakarta mengenai banyaknya siswa/siswi di bawah umur yang menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor. Penelitian dilakukan dengan menganalisis potensial demand bus BST koridor empat di sekolahan yang ditunjukan kepada siswa dan mahasiswa dengan menggunakan metode survei (Slovin, 1966). Penelitian ini mengambil 400 sampel dengan nilai (e) pada penelitian ini sebesar 5%. Penelitian ini juga menghitung nilai Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dengan menggunakan metode Departemen Perhubungan serta menghitung pendapatan dari load factor rencana sebesar 70% dan Break Even Point (BEP) dari adanya penambahan potensi demand pada sekolah. Hasil penelitian ini adalah jumlah potensial demand pada sekolah sebesar 20 orang siswa dan 98 orang mahasiswa per bus per hari. Nilai BOK sebesar Rp. 346.836.000,-/bus-tahun jika bus beli dan Rp. 297.528.000,-/bus-tahun jika bus hibah.
STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 1 DAN 1.25 DENGAN SEMEN MENGGUNAKAN SOIL CEMENT MIXING SKALA LABORATORIUM Yusep Muslih Purwana; Niken Silmi Surjandari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.468 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36931

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki karakteristik pada tanah bermasalah. Tanah lempung plastisitas tinggi termasuk dalam tanah bermasalah karena mempunyai daya dukung rendah. Salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung adalah stabilisasi tanah lempung menggunakan semen. Penelitian ini menggunakan tanah lempung plastisitas tinggi dari daerah Sukoharjo yang dikontrol kadar airnya pada Indeks Likuiditas (LI) 1 dan 1.25. Stabilisasi tanah ini berfokus pada peningkatan daya dukung tanah dengan variasi semen:tanah (15%, 20% dan 25% terhadap berat kering tanah) dan variasi Faktor Air Semen/FAS (35%, 45%, 55% dan 65% terhadap berat semen kering yang dibutuhkan). Pencampuran semen dan tanah menggunakan soil cement mixing skala laboratorium. Pengujian Unconfined Compressive Strength (UCS) dilakukan pada 7 hari saat kondisi tak-terendam dan terendam. Data pengujian digunakan sebagai input data analisis untuk mendapatkan kuat tekan tanah yang dihasilkan. Hasil pengujian UCS didapat grafik hubungan antara kuat tekan dengan proporsi semen:tanah, proporsi FAS, keadaan tak-terendam dan terendam, dan perbandingan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tanah meningkat dengan meningkatnya proporsi semen:tanah; FAS 35% adalah FAS paling optimum, dan meningkatnya kuat tekan silinder setelah dilakukan pencampuran bahan stabilisasi menggunakan soil cement mixing skala laboratorium. Pada kadar air LI = 1 dan kondisi tak-terendam kuat tekan yang dihasilkan lebih tinggi dari pada LI = 1.25 dan kondisi terendam. Ini terbukti bahwa penggunaan semen dengan variasi FAS dapat meningkatkan kekuatan tanah pada tanah lempung plastisitas tinggi
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SARINGAN SISTEM KERING DAN SISTEM BASAH Arif Budiarto; Djoko Sarwono; R. Ardi Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.506 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44176

Abstract

Filler merupakan material yang sangat penting pada proses perancangan campuran aspal. Hal ini dikarenakan jumlah filler di dalam campuran dibatasi oleh spesifikasi yakni antara 4-9%.Terlalu sedikit filler di dalam campuran menyebabkan aspal mudah retak, sementara terlalu banyak filler menyebabkan aspal beresiko mengalami bleeding. Di Indonesia selama ini pendeteksian filler dalam merancang campuran aspal kurang mendapatkan perhatian, dikarenakan untuk mendeteksi sebaran ukuran material pada saat merancang campuran aspal masih menggunakan analisis saringan sistem kering. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan nilai Marshall Properties campuran AC-WC  antara menggunakan analisis saringan sistem kering dan basah . Aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 60/70. Kadar aspal yang digunakan adalah 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; 7%. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian Marshall dan penguujian volumetrik. Hasil penelitian menunjukan perubahan nilai karakteristik Marshall, bahwa benda uji sistem basah memiliki nilai stabilitas yang lebih besar dibandingkan dengan sistem kering yakni sebesar 1282,876 dan 1313,63 terdapat perbedaan sebesar 2,3%. Nilai VIM untuk sistem basah cenderung mengecil dibandingkan sistem kering yakni sebesar 4,245 dan 3,553, terdapat perbedaan sebesar 1,3%. Sementara untuk nilai flow benda uji sistem basah memiliki nilai flow yang lebih besar dibandingkan dengan sistem kering yakni 3,47 dan3,78, terdapat perbedaan 0,31%