cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA PABRIK DI KELURAHAN PURWOSUMAN, SIDOHARJO, SRAGEN, JAWA TENGAH Ria Miftakhul Jannah; Syafi'i Syafi'i; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37538

Abstract

Pabrik merupakan salah satu jenis tata guna lahan yang mempunyai daya tarik cukup besar bagi masyarakat di Kota Sragen. Penelitian ini dilakukan untuk membuat model yang dapat digunakan untuk memperkirakan besar tarikan pergerakan ke pabrik serta untuk mengetahui tingkat validitas dari model tersebut berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2). Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung jumlah pergerakan kendaraan yang memasuki area pabrik tersebut. Analisis model dilakukan dengan analisis model regresi linear berganda metode stepwise dan enter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling mempengaruhi adalah jumlah karyawan. Hasil perhitungan tarikan pergerakan didapat persamaan Y = 26.698 + 0.051 X1 dengan Y adalah total jumlah tarikan ke pabrik (smp/jam) dan X1 adalah jumlah karyawan. Tingkat validitas pada model berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,905; sehingga persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi nilai variabel terikat.
STUDI PERBANDINGAN BEBERAPA RUMUS EMPIRIS INDEKS KOMPRESI (Cc) Terta Nugrahanto; Niken Silmi Surjandari; Amirotul Musthofiah Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37424

Abstract

Pada saat parameter tanah untuk keperluan desain tidak diperoleh secara langsung, maka digunakan korelasi antar parameter tanah. Salah satu korelasi parameter tanah adalah mencari indeks kompresi. Terdapat rumus-rumus empiris yang dapat digunakan untuk memudahkan dalam mencari nilai indeks kompresi (Cc) yang telah dibuat oleh para peneliti dahulu antara lain Terzaghi dan Peck (1967) Cc = 0,009 (LL -10), Naccl et al. (1975) Cc = 0,02 IP + 0,014 dan Bowles (1989) Cc = 0,54(e0-0,35). Dalam penelitian yang mereka lakukan menggunakan tanah dari daerah eropa yang mungkin mempunyai sifat, jenis dan perilaku yang berbeda dari tanah di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mencari persamaan indeks kompresi (Cc) dengan batas cair (LL), angka pori (e0), dan indeks plastisitas (IP) dengan menggunakan tanah dari pulau Jawa dan Kalimantan dan dibandingkan dengan rumus yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan metode statistika, yaitu dengan mencari persamaan regresi linier indeks kompresi (Cc) dan pengujian statistik meliputi uji R2 , uji variansi (uji F), uji signifikansi (uji t), dan uji validalitas. Sampel tanah dibatasi untuk nilai indeks plastisitas lebih dari 17 dengan kata lain tanah yang mempunyai sifat plastisitas yang tinggi, berjenis tanah lempung dan juga kohesif. Hasil analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Cc = 0,2706(LL) + 0,1311, Cc = 0,02564(IP) - 0,200 and Cc = 0,1899( (e0) + 0,1191. Pengujian validitas menunjukan R2 yang sama antara persamaan model dengan persamaan milik Terzaghi dan Peck, Naccl et al. dan Bowles dengan nilai R2 berturut-turut 0,9158, 0,9348 dan 0,9154. Komparasi menunjukan perpotongan pada model dan rumus empiris terletak pada nilai 47 untuk LL, 38 untuk IP dan 0,9 untuk e0. Nilai Cc pada model lebih besar dibandingkan dengan rumus empiris pada LL kurang dari 47, IP lebih dari 38 dan e0 kurang dari 0,9 sebaliknya nilai Cc pada model lebih kecil dibandingkan dengan rumus pada LL lebih dari 47, IP kurang dari 38 dan e0 lebih 0,9.
Kajian Kuat Tekan Uniaksial Beton Memadat Sendiri dengan Kadar Fly Ash 50% Agus Setiya Budi; Senot Sangadji; Ridlo Dwi Kurniawan
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i3.45468

Abstract

AbstrakMeningkatnya permintaan terhadap semen sebagai salah satu material pokok dalam pembuatan beton. Sedangkan gas karbondioksida yang dihasilkan dari proses produksi semen cukup tinggi dan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam beberapa penelitian terakhir, terdapat inovasi baru yaitu dengan menggabungkan beton yang berjenis scc dengan fly ash berkadar tinggi. Inovasi tersebut dikenal dengan High Volume Fly Ash -Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Fly ash menggandung senyawa pozzolan silika dan alumina yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti semen. Untuk memperoleh hasil kepadatan yang maksimum, maka dibutuhkan hasil beton segar yang mempunyai daya alir tinggi dan dapat memadat sendiri. Penggunaan fly ash dan agregat yang kecil akan menciptakan daya alir beton yang tinggi, karena gesekan yang terjadi antar partikel material semakin kecil. Hal tersebut dapat mengurangi kadar air pada formula beton dan dapat menghasikan beton dengan kuat tekan tinggi. Pada penelitian ini, kadar fly ash yang digunakan adalah 50% dari total volume semen pada beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh yang dihasilkan dari penggunaan fly ash kadar 50% sebagai pengganti semen pada beton SCC. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu secara ekperimental, dimana pembuatan rancang campur beton menggunakan fly ash sebagai pengganti 50% dari volume semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran 30cm x 15cm. Pengujian terhadap beton Produksi segar dilakukan dengan 3 metode pengujian, yaitu pengujian flow table, pengujian l-box, dan pengujian v-funnel. Pengujian terhadap beton keras dilakukan dengan memberikan tekanan pada benda uji menggunakan alat uji kuat tekan beton pada umur 28 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian semen menghasilkan beberapa pengaruh terhadap karakteristik beton. Penelitian ini mengindikasikan bahwa HVFA-SCC kadar 50% menghasilkan beton segar yang memiliki tingkat kelecakan yang baik dan dapat diaplikasikan pada pembuatan rancang campur beton. Nilai dari hasil kuat tekan setiap benda uji sebagai berikut, HVFA.50.A = 44,1390 MPa ; HVFA.50.B = 32,8200 MPa.Kata Kunci : Fly Ash, High Volume Fly Ash, Self Compacting Concrete, Kuat Tekan.
APLIKASI VALUE ENGINEERINGDENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) TERHADAP STRUKTUR KOLOM DAN BALOK (STUDI KASUS : HOTEL AZIZA SOLO) Resti Artha Mahestika; Widi Hartono; Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37192

Abstract

Value Engineering adalah upaya pendekatan yang sistematis, rapi, dan terorganisir dalam menganalisa nilai (value) dari pokok permasalahan terhadap fungsi atau kegunaannya namun tetap konsisten terhadap kebutuhan akan penampilan, reabilitas, kualitas dan pemeliharaan dari proyek yang dianalisa. Tujuan dilakukannya penelitian Value Engineering ini untuk mengetahui alternatif desain struktur kolom dan balok khusunya kolom dan balok atap pada proyek pembangunan Hotel Aziza Solo dan mengetahui perbandingan biaya yang telah direncanakan dengan biaya setelah dilakukan analisis Value Engineering. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan studi kasus Hotel Aziza Solo. Data yang dipakai meliputi data primer yaitu redesign gambar bestek, harga satuan pekerjaan dan upah wilayah Surakarta tahun 2013 serta hasil kuisioner dari beberapa responden (kontraktor, konsultan, dan regulator). Adapun tipe kolom dan balok yang dibandingkan adalah tipe konvensional (existing), precast, baja, dan komposit. Analisis Value Engineering dilakukan berdasarkan pembobotan kriteria kuantitatif hasil perhitungan yang dinormalisasi dan kriteria kualitatif hasil kuisioner responden yang kemudian dilakukan perbandingan berpasangan dibantu dengan software Expert Choice.Hasil analisis, desain kolom dan balok atap yang terpilih yaitu tipe kolom dan balok precast. Penggunaan tipe kolom dan balok precast yang direkomendasikan dalam pekerjaan item kolom dan balok dapat menghemat biaya sebesar Rp 57.207.336,34 atau sebesar 9,66 % dari desain awal, dan terhadap biaya total proyek memiliki perbedaan sebesar 0,19 %.
ANALISIS PERUBAHAN IKLIM (HUJAN) DI KAWASAN KABUPATEN BOYOLALI Muttiara Said; Siti Qomariyah; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37321

Abstract

DAS Cemoro merupakan salah satu DAS di Kabupaten Boyolali yang bermuara di Sungai Bengawan Solo. Isu pemanasan global ditengarai berdampak pada perubahan iklim. Hujan merupakan salah satu parameter dari iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas data hujan, mengetahui adanya indikasi perubahan iklim terhadap curah hujan dan hujan wilayah di DAS Cemoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui validitas data hujan adalah metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums). Karakteristik hujan dan perubahan distribusi hujan dianalisis dengan uji statistik, yaitu uji rata-rata dengan uji-t, uji kesamaan jenis varian sampel dengan uji-Barlett Chikuadrat, dan uji varian populasi dengan uji-F. Data hujan diambil dari Stasiun Andong, Stasiun Karanggede, Stasiun Gisik Banyudono dan hujan wilayah DAS Cemoro.Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ketiga stasiun hujan adalah panggah. Rata-rata curah hujan tahunan antara periode 1 dan 2 di masing-masing stasiun hujan dan hujan wilayah menunjukkan tidak ada beda nyata. Namun pada uji kesamaan jenis varian sampel menunjukkan bahwa Stasiun Karanggede, Gisik Banyudono, dan hujan wilayah mempunyai beda nyata, hanya Stasiun Andong yang tidak mempunyai beda nyata. Hasil analisis varian populasi menunjukkan bahwa varian curah hujan antar ketiga stasiun mempunyai beda nyata. Hasil analisis statistik dengan menggunakan curah hujan total tahunan, bulan basah (DJF), bulan kering (JJA), dan bulan peralihan (MAM & SON) menunjukkan bahwa terjadi perubahan distribusi curah hujan yang cukup signifikan berdasarkan nilai rata-rata dan varian.
KARAKTERISTIK MINERALOGI TANAH ENDAPAN PYROCLASTICS SURGE DI LERENG GUNUNGAPI LAMONGAN, JAWA TIMUR Brilian Budi Prakosa
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i4.47947

Abstract

Endapan seruakan piroklastik (pyroclastics surge) seringkali berasosiasi dengan erupsi preatomagmatik dan  preatik yang banyak melibatkan adanya air permukaan dan bawah permukaan. Di Indonesia, endapan pyroclastics surge yang sudah teridentifikasi salah satunya berada di lereng Gunungapi Lamongan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik mineralogi dari tanah endapan jenis tersebut, selain itu juga bisa untuk mengetahui proses mekanisme pengendapan yang terjadi pada saat pembentukan material ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan geologi daerah penelitian,pengamatan fisik makroskopik, kemudian dilakukan analisis petrografi dan SEM EDX untuk mengetahui komposisi mineraloginya sekaligus untuk mengetahui tipe erupsi maupun mekanisme pengendapannya.Kondisi geologi di daerah penelitian mempunyai morfologi pegunungan dan perbukitan vulkanik berlereng terjal, litologinya dominan tersusun  oleh endapan vulkanik hasil erupsi Gunungapi Lamongan dengan jenis batuan andesit, basalt, serta  endapan hasil letusan maar. Komposisi mineralogi batuan penyusunnya berdasarkan analisis petrografis dan SEM-EDX didominasi oleh plagioklas tipe andesin, ortopiroksen hipersten, dan klinopiroksen augit sebagai fenokris, serta untuk massa dasarnya tersusun oleh mikrolit plagioklas, mineral opak (magnetit), dan gelas vulkanik.Tipe erupsi pembentuk maar atau ranu di sekitar Gunungapi Lamongan adalah jenis freatomagmatik, dibuktikan dari kenampakan fisik dan struktur batuannya yang mengindikasikan adanya pengaruh air yang signifikan dan aliran berdensitas rendah.Kata Kunci : seruakan piroklastik, mineralogi, gunungapi
ANALISIS STABILITAS LERENG DI DAS TIRTOMOYO WONOGIRI DENGAN METODE SIMPLIFIED BISHOP AKIBAT HUJAN PERIODE ULANG Febrian Rizal Trisatya; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37208

Abstract

Tanah longsor adalah bencana alam yang disebabkan banyak faktor. Salah satu faktor penting yang menyebabkan terjadinya tanah longsor adalah infiltrasi air hujan. Air hujan dapat mengubah ?b menjadi ?sat sehingga menurunkan kualitas tanah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis besarnya potensi longsor di Dusun Simpangan, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri akibat hujan periode ulang. Penelitian ini menggunakan data hujan dari tahun 2011 sampai 2012 dan berasal dari 3 stasiun hujan, yaitu Balong, Ngancar dan Watugede, hujan periode ulang menggunakan analisis frekuensi Log Pearson III. Hujan periode ulang yang didapat kemudian dikonversi menjadi tebal lapisa tanah jenuh menggunakan metode SCS-CN sesuai dengan tutupan lahan yang ada. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengambil sampel tanah di dusun Simpangan dengan metode bor dangkal, kemudian diuji di laboratorium untuk mendapatkan data parameter tanah yang dibutuhkan. Metode analisa stabilitas lereng yang digunakan adalah Bishop yang Disederhanakan (Simplified Bishop Method). Lereng dimodelkan ke dalam 3 sudut yaitu 30?, 45? dan 60?. Hasil analisa stabilitas lereng tanpa pengaruh infiltrasi hujan pada sudut 30?, 45? dan 60? menghasilkan angka keamanan (SF) berturut-turut adalah 3,46, 2,05 dan 1,59. Hasil analisa menunjukan bahwa lereng di lokasi penelitian cukup aman karena tingginya angka keamanan. Hasil analisa stabilitas lereng akibat beban hujan, yaitu dengan pengaruh hujan periode ulang menggunakan metode Bishop yang Disederhanakan menghasilkan angka keamanan (SF) yang kurang lebih sama pada masing-masing sudut kemiringan yaitu pada sudut 30? adalah 3,19 ,pada sudut 45? adalah 1,89, dan pada sudut 60? adalah 1,47. Hasil tersebut menunjukan bahwa beban hujan periode ulang menyebabkan penurunan angka keamanan lereng meskipun tidak menyebabkan terjadinya longsor di lokasi penelitian.
Kajian Kuat Tarik Belah Dan Modulus of Rupture Beton Normal Dengan Bahan Tambah Abu Vulkanik Dan Serat Aluminium Antonius Mediyanto; Supardi Supardi; Arditiya Pratama
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37085

Abstract

Pada saat ini perkembangan zaman dan teknologi menuntut kemajuan tak terkecuali dalam bidang material bangunan. Penelitian material tersebut tidak hanya pada penentuan komposisi campuran material yang tepat, tetapi juga mencari berbagai alternatif lain seperti penambahan bahan tertentu dan penggantian suatu komponen dengan komponen lainnya. Reaksi kimia antara semen dan air menghasilkan produk hidrasi yang disertai pelepasan panas. Kondisi ini mengandung resiko besar terhadap penyusutan beton yang berakibat pada keretakan beton, sehingga perlu adanya perbaikan salah satunya dengan penambahan abu vulkanik dan serat aluminium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan serat aluminium sebesar 0%; 0,5%; 1%; dan 1,5% dari volume beton dan abu vulkanik sebesar 0% dan 20% dari berat semen terhadap kapasitas kuat tarik belah dan modulus of rupture beton yang dihasilkan dengan variasi campuran yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan dengan penelitian eksperimental laboratorium. Dalam penelitian ini menggunakan benda uji berupa silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk uji kuat tarik belah dan balok dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 10 cm untuk uji modulus of rupture dengan masing-masing kadar penambahan abu vulkanik sebesar 0 % dan 20 % dan serat aluminium sebesar 0%; 0,5%; 1%; dan 1,5%. Proses pengujian meliputi uji bahan, uji kuat tarik belah, dan uji modulus of rupture. Hasil pengujian beton yaitu sebagai berikut dimana nilai kuat tarik belah beton normal dengan bahan tambah serat almunium dan abu vulkanik pada penelitian ini mencapai nilai tertinggi pada kadar serat almunium 1,10% dan abu vulkanik 20% dengan dengan kuat tarik belah sebesar 2,59 MPa. Kemudian untuk pengujian modulus of rupture mencapai nilai nilai tertinggi pada kadar serat aluminium 1,15% dan abu vulkanik 20% dengan modulus of rupture sebesar 3,409 MPa.
ANALISIS EKONOMI GEDUNG PARKIR MOBIL TERPUSAT DI KAMPUS UNS Raffel Muna Prawira; Dewi Handayani; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36972

Abstract

Universitas Sebelas Maret sedang melakukan pembenahan untuk mengatasi permasalahan parkir pengguna mobil yang ada permasalahan yang utama yang menjadi permasalahan parkir adalah terus meningkatnya jumlah pengendara pengguna mobil dibandingkan dengan jumlah parkiran yang tersedia di UNS dan juga hasil dari gas buang yang terjadi dari pengendara pengguna mobil tersebut dan dalam renstra green campus UNS direncanakan akan dibangun gedung parkir sebagai penyelesain masalah. Penelitian ini menganalisis kebutuhan parkir kendaraan khususnya penggunamobil yang nantinya digunakan untuk analisis kelayakan ekonomi gedung parkir yang rencananya akan di bangun di dua lokasi. Data parkir didapat dari survey kordon dan dari survey kuisioner untuk potensi pemilihan gedung parkir.Data sekunder rencana biaya pembangunan gedung, biaya operasional dan perawatan diambil dari pedoman harga bangunan pembangunan gedung Negara nomor 50 tahun 2014 dan lokasi parkir.Perhitungan manfaat (benefit) gedung parkir dilakukan untuk menganalisis kelayakan dengan metode,Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate Of Return, akan dibuat dua skenario untuk tarif dan akan dibuat dua cara pembangunan yaitu dari gedung parkir depan terlebih dahulu setelah itu baru gedung parkir belakang dan sebaliknya. Dari hasil analisis kebutuhan parkir yang dilakukan untuk mendesain gedung parkir dengan menggunakan akumulasi tertinggi sebesar 860 kendaraan. Dari hasil analisis kelayakan ekonomi, diketahui bahwa, alternatif I untuk gedung parkir depan didapat Net Present Value> 0, Benefit Cost Ratio> 1, Internal Rate Of Return 11,176% dan Break Event Point ditahun ke-18 alternatif I gedung parkir depan Layak dan alternatif I untuk gedung parkir belakang didapat Net Present Value> 0, Benefit Cost Ratio> 1, Internal Rate Of Return 11,136% dan Break Event Point ditahun ke-14 alternatif I gedung parkir belakang Layak.Untuk Alternatif II gedung parkir depan didapat Net Present Value< 0, Benefit Cost Ratio< 1 tidak ada Break Event Point alternatif II gedung parkir depan tidak layak dan untuk alternatif II gedung parkir belakang didapat Net Present Value< 0, Benefit Cost Ratio< 1 tidak ada Break Event Point alternatif II gedung parkir belakang tidak layak.
PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN LEWATAN TULANGAN BAJA POLOS TERHADAP KUAT LENTUR PADA BALOK KANTILEVER BETON BERTULANG Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Kartika Ambarsari Pudyastuti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37101

Abstract

Beton bertulang merupakan gabungan antara beton dengan tulangan baja. Tulangan yang diperlukan sering kali lebih panjang dari tulangan yang tersedia. Hal ini diakibatkan oleh panjang tulangan yang diproduksi pabrik dibatasi ukurannya. Untuk mengatasi hal ini maka harus dilakukan penyambungan tulangan.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang sambungan lewatan tulangan baja polos pada balok kantilever terhadap pengujian kuat lentur. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Pengujian kuat tekan beton menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM) dan pengujian kuat lentur menggunakan alat Bending Testing Machine. Benda uji berupa silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm berjumlah 4 buah untuk pengujian kuat tekan dan berupa balok kantilever dengan dimensi penyangga bawah 8 x 20 x 60 cm, kolom 8 x 12 x 60 cm, dan balok 8 x 12 x 50 cm untuk pengujian kuat lentur. Benda uji balok kantilever menggunakan variasi panjang sambungan lewatan 250 cm, 275 cm, 300 cm, 325 cm, 350 cm, dan tulangan utuh dengan jumlah 2 benda uji untuk tiap variasi. Perhitungan yang digunakan adalah analisis berdasarkan SNI dan analisis statistik ditunjukkan dengan regresi linear menggunakan program Microsoft Excel. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan kuat tekan (f'c) 24,545 MPa dan kuat tarik baja (fy) 238,735 MPa. Dari pengujian balok kantilever mendapatkan hubungan antara momen nominal kuat lentur pada kondisi retak pertama dan panjang sambungan lewatan berdasarkan hasil regresi linier menghasilkan persamaan y = 0,528 x + 1,5026. Hubungan antara momen nominal kuat lentur pada kondisi runtuh dan panjang sambungan lewatan berdasarkan hasil regresi linier menghasilkan persamaan y = 0,384x + 3,3746. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin panjang sambungan lewatan yang digunakan maka akan meningkatkan nilai momen nominal kuat lentur.