cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS POLA ALIRAN PERMUKAAN SUNGAI DENGKENG MENGGUNAKAN HYDROLOGIC ENGINEERING CENTER - RIVER ANALYSIS SYSTEM (HEC-RAS) Amiroh Lina Fauziyyah; Suyanto Suyanto; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37318

Abstract

Sungai merupakan sumber air yang terbuat dari alam dan mempunyai fungsi serba guna bagi kehidupan manusia. Namun, apabila tidak ada penanganan dan pemeliharaan secara khusus, sungai dapat menimbulkan bahaya yang merugikan manusia seperti banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya hal tersebut dengan cara mengetahui pola aliran permukaan sungai dan back water. Pola aliran yang diketahui dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dan pengaturan sungai serta pertimbangan untuk pembangunan bangunan air. Penelitian ini akan dilakukan pada salah satu sungai yang selalu terancam bahaya banjir yaitu Sungai Dengkeng. Sungai Dengkeng adalah anak Sungai Bengawan Solo yang terletak di Kabupaten Klaten. Analisis pola aliran permukaan sungai akan dilakukan menggunakan program Hydrologic Engineering Center - River Analysis System (HEC-RAS) dan metode tahapan standar. Debit yang digunakan dalam perhitungan adalah debit maksimum yang terjadi pada Sungai Dengkeng dan Sungai Bengawan Solo selama tahun 2002-2013. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai kedalaman air pada bagian hilir lebih besar daripada kedalaman air pada bagian hulu. Hal tersebut disebabkan karena aliran berakhir pada sungai yang lebih lebar. Sungai Dengkeng termasuk pada penggolongan pola aliran permukaan landai / profil M (Mild) karena kemiringan dasar sungai lebih besar dibandingkan kemiringan kritis dan nilai yn lebih besar daripada yc pada setiap bulan. Nilai yn maksimum terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar 5,00 m dengan nilai yc lebih kecil yaitu sebesar 2,464 m. Pola aliran ini terjadi karena ujung hilir dari Sungai Dengkeng yang landai terendam dalam Sungai Bengawan Solo yang kedalaman airnya lebih besar. Hasil perhitungan back water menunjukkan bahwa back water paling besar terjadi pada Bulan Januari sepanjang 18906 m. Berdasarkan hasil analisis program HEC-RAS, dapat dilihat bahwa back water yang terjadi lebih tinggi dibandingkan dengan tanggul. Oleh karena itu, harus diadakan perbaikan tanggul yang ada pada sepanjang Sungai Dengkeng sehingga adanya banjir yang terjadi akibat back water dapat dihindari.
STUDI KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIKTENAGA AIR (PLTA) KALIBEBER KABUPATEN WONOSOBO Vika Arini; Siti Qomariyah; Agus Hari Wahyudi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37205

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik mendorong Pemerintah untuk bekerjasama dengan pihak swasta dalam program percepatan produksi listrik, dengan membangun sumber energi alternatif jangka panjang, dalam hal ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Studi kelayakan pembangunan PLTA Kalibeber pada Sungai Serayu, Desa Kalibeber, Kabupaten Wonosobo perlu dilakukan guna mengetahui apakah PLTA Kalibeber memenuhi kriteria kelayakan ekonomi untuk dilaksanakan. Metode penelitian yang dilakukan didalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan adalah harga satuan upah, bahan, dan pekerjaan, dan jumlah produksi energi listrik per tahun. Rencana anggaran biaya dihitung berdasarkan gambar perencanaan data yang diperoleh, membuat diagram aliran kas, kemudian melakukan analisis kelayakan investasi berdasarkan jumlah biaya investasi yang dikeluarkan dan manfaat tahunan yang diperoleh. Biaya investasi yang dikeluarkan pada perencanaan pembangunan unit pembangkit listrik tenaga Air (PLTA) Kalibeber adalah Rp 58,547,804,000,00. Nilai sekarang bersih (NPV) yang diperoleh adalah Rp (73,156,781,000,00) dengan tingkat arus pengembalian sebesar 63.48% dan rasio perbandingan biaya dan manfaat sebesar 0,2414, hasil tersebut menunjukan rencana pembangunan unit PLTA Kalibeber Kabupaten Wonosobo secara ekonomi tidak layak untuk dilaksanakan. Jika subsidi pemerintah dimasukkan untuk mencapai titik impas, besarnya subsidi yang diberikan selama 30 tahun adalah sebesar Rp 11,141,777,750,00 per tahun.
STUDI OBSERVASI VARIASI AGREGAT SLURRY SEAL (TINJAUAN UJI KEDALAMAN TEKSTUR DAN ANALISA BIAYA) Amirudin Akhmad; Ary Setyawan; Djoko Sarwono
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37334

Abstract

Slurry seal adalah campuran aspal emulsi, agregat halus, mineral filler, air, dan bahan tambah lainnya dicampur secara merata tanpa pemanasan dan dihampar di atas permukaan perkerasan jalan dengan ketebalan maksimum 10 mm. Penggantian komposisi agregat dan filler slurry seal berpengaruh terhadap harga satuan pekerjaan. Jumlah penggunaan semen (Portland Cement) sebagai filler dikurangi dengan penambahan fly ash agar harga satuan pekerjaan lebih murah. Penggunaan batu basalt dan batu kapur untuk mendapatkan alternatif agregat yang dapat digunakan pada slurry seal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kedalaman tekstur dan nilai kekesatan yang dihasilkan dari modifikasi agregat dan filler slurry seal berdasarkan uji kedalaman tekstur metode sand patch. Penelitian ini juga menghitung harga satuan pekerjaan (HSP) dari modifikasi agregat dan filler slurry seal. Slurry seal yang dibuat menggunakan agregat batu basalt filler semen OPC, agregat batu kapur filler semen OPC, dan agregat batuan standar dengan filler komposisi semen OPC : HCFA (High Calcium Fly Ash) 50%:50%. Slurry seal meningkatkan nilai kedalaman tekstur dan kerataan permukaan jalan. Peningkatan kedalaman tekstur akan menambah kekasaran permukaan jalan. Kekasaran permukaan jalan berhubungan dengan skid resistance sehingga kekasaran akibat peningkatan kedalaman tekstur akan meningkatkan kekesatan permukaan jalan. Slurry seal agregat batu basalt memiliki kedalaman tekstur terbesar yaitu 1,837 mm sehingga memberikan peningkatan skid resistance paling besar. Kedalaman tekstur slurry seal agregat batu kapur sebesar 1,767 mm yang berarti skid resistance meningkat. Slurry seal agregat batuan standar memiliki kedalaman tekstur 1,673 mm yang menggambarkan peningkatan skid resistance paling kecil diantara slurry seal agregat batu basalt maupun batu kapur. Slurry seal dengan Harga Satuan Pekerjaan (HSP) paling murah adalah slurry seal agregat batu kapur Rp. 44.817,00/m2 dibandingkan agregat batu basalt Rp. 45.085,00/m2 dan batu standar campuran filler semen & fly ash Rp. 44.914,00/m2.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT DAN FLY ASH DENGAN BAHAN TAMBAH BESTMITTEL PADA BETON MUTU TINGGI TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Slamet Prayitno; Endang Rismunarsi; Isti'anah Isti'anah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37221

Abstract

Disebabkan perkembangan zaman, struktur bangunan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhirnya. Dalam pembuatan benda uji, metode yang digunakan adalah metode ACI. Benda uji berupa silinder 15cm x 30cm untuk pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas. Alat yang digunakan untuk pengujian adalah CTM (Compression Testing Machine). Hasil penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton mutu tinggi setelah ditambah serat bendrat pada kadar 1% dari berat volume dengan bahan tambah fly ash dan bestmittel. Penambahan kadar serat sebesar 1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 13,31%; 44,38%; dan 69,09% dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.
KEKUATAN DAN KETAHANAN LAPIS PADA TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS DENGAN RETONA BLEND 55 Galih Fajar Sujatmiko; Ary Setyawan; Sanusi Sanusi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37358

Abstract

Pertumbuhan ekonomi menyebabkan pergerakan masyarakat semakin meningkat. Sebagian besar pergerakan masyarakat ditempuh melalui jalur darat sehingga pemeliharaan secara berkala dibutuhkan untuk mempertahankan kondisi perkerasan yang layak. Pemeliharaan lapis permukaan jalan pada saat ini umumnya dikerjakan dengan ketebalan yang cukup tinggi sehingga menimbulkan persoalan baru. Untuk itu dibutuhkan adanya inovasi yang salah satunya dengan lapis tipis campuran aspal panas. Lapis tipis campuran aspal panas merupakan lapis permukaan yang sangat tipis seperti permukaan dressing dan slurries, lapis permukaan tipis ini memiliki ketebalan dari 25 mm sampai 40 mm. Dari sisi penggunaan aspal digunakan retona blend 55. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan dan ketahanan pada lapis tipis campuran aspal panas dengan retona blend 55 ditinjau dari uji kuat tarik tidak langsung, uji kuat tekan bebas dan uji permeabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Jalan Raya, Jurusan Teknik Sipil, UNS. Pembuatan campuran menggunakan gradasi North Carolina. Pengujian campuran meliputi pengujian kuat tarik tidak langsung, kuat tekan bebas dan permeabilitas pada kondisi kadar aspal optimum. Selain aspal retona blend 55 digunakan aspal penetrasi 60/70 sebagai pembanding. Hasil analisis terhadap benda uji, campuran yang menggunakan aspal retona blend 55 dengan kadar aspal optimum 5,87%, pada pengujian kuat tarik tidak langsung menghasilkan nilai ITS 260,4511 KPa atau mengalami peningkatan sebesar 21,9% dibandingkan menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan kadar aspal optimum sebesar 5,81%. Pada pengujian kuat tekan bebas pada campuran dengan kadar aspal optimum, benda uji yang menggunakan aspal retona blend 55 menghasilkan nilai UCS 1062,1402 KPa atau mengalami peningkatan sebesar 21,24% dibandingkan menggunakan aspal penetrasi 60/70. Pada pengujian permeabilitas pada campuran dengan kadar aspal optimum, benda uji yang menggunakan aspal retona blend 55 menghasilkan koefisien permeabilitas sebesar 8,367 x10-4 cm/detik atau mengalami penurunan kekedapan sebesar 30,53% dibandingkan menggunakan aspal penetrasi 60/70.
KORELASI ALOKASI WAKTU KEGIATAN MAHASISWA DI KAMPUS DAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR SEPEDA MOTOR DENGAN METODE ANALISIS REGRESI (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNIK UNS) Achmad Bagus Asngad; Dewi Handayani; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37237

Abstract

Penggunaan sepeda motor oleh mahasiswa di Universitas Sebelas Maret berpengaruh pada kebutuhan parkir di kampus. Selama berkegiatan di kampus, mahasiswa memarkir sepeda motor pada fasilitas parkir kampus, maka ingin diketahui korelasi alokasi kegiatan mahasiswa di kampus dan kebutuhan ruang parkir, dengan studi kasus di Fakultas Teknik UNS. Metode yang digunakan adalah metode analisis regresi, sehingga didapatkan model persamaan regresi yang paling baik untuk menghitung kebutuhan ruang parkir, yaitu Y = 4,954 - 0,009X? - 0,011X? - 0,009X? - 0,009X?, dengan R² = 0,799. Adapun X1 adalah durasi kegiatan kuliah, X2 adalah kegiatan selama jeda antar jam kuliah, X3 adalah durasi kegiatan organisasi, dan X4 adalah durasi mengerjakan tugas di kampus. Persamaan tersebut dapat digunakan juga untuk membandingkan nilai slot yang dibutuhkan jika memperhitungkan nilai jeda antar jam perkuliahan dan tanpa nilai jeda antar jam perkuliahan. Hasil perbandingan tersebut menunjukkan selisih jumlah kebutuhan ruang parkir sebesar 63%, sehingga direkomendasikan untuk mengurangi durasi jeda antar jam perkuliahan.
PENGGUNAAN SHEET PILE UNTUK PERKUATAN LERENG DI DESA TAMBAKMERANG KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI Kurniawan Diliaristianto; Niken Silmi Surjandari; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36874

Abstract

Kabupaten Wonogiri terletak pada 7° 32' - 8° 15' Lintang Selatan dan 110° 41' - 111° 18' Bujur Timur, posisi Kabupaten Wonogiri sangat strategis karena terletak di ujung selatan Provinsi Jawa Tengah dan diapit oleh Provinsi Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi alamnya sebagian besar berupa pegunungan berbatu gamping, terutama di bagian selatan yang termasuk jajaran Pegunungan Seribu, kondisi ini sangat rawan terjadi bencana tanah longsor terutama pada daerah di lereng pegunungan. Oleh karena itu dilakukan analisis perkuatan lereng menggunakan sheet pile untuk menanggulangi longsor. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan analisis stabilitas lereng berdasarkan kondisi eksisting di Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, dengan ketinggian 14 m dan kemiringan sebesar 60°. Analisis stabilitas lereng menggunakan bantuan program komputer. Perencanaan perkuatan menggunakan sheet pile dengan variasi ketinggian 1/2H, 1/3H, dan 1/4H dari ketinggian lereng. Berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng sebelum diberi perkuatan nilai keamanan lereng <1,25 menunjukan bahwa kondisi lereng tersebut kritis (longsor). Perencanaan sheet pile menggunakan variasi ketinggian 1/2H, 1/3H, 1/4H untuk stabilitas lereng memiliki angka keamanan >1,25 berarti lereng tersebut relatif stabil.
ANALISIS KARAKTERISTIK ON STREET PARKING DI RUAS JALAN BRIGJEND SLAMET RIYADI (SIMPANG EMPAT GLADAG – SIMPANG EMPAT PASAR PON) KOTA SURAKARTA David Yudo Anggoro; Budi Yulianto; Amirotul MH Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36574

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan kendaraan pribadi menimbulkan berbagai masalah pada lalu lintas perkotaan, khususnya pada Jalan Brigjend Slamet Riyadi (Simpang Empat Gladag – Simpang Empat Pasar Pon) yang merupakan kawasan Central Business District (CBD) di Kota Surakarta. Upaya manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurangi permasalahan lalu lintas yaitu dengan penerapan sistem contra flow. Sistem contra flow direncanakan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta dari Gladag sampai Gendengan (Suharno, 2016). Namun kendaraan yang bisa contra flow di jalan utama tersebut hanya bus Batik Solo Trans (BST). Dengan demikian, maka masyarakat yang berasal dari wilayah timur tidak perlu lagi kesulitan saat naik BST yang melawan arus untuk menjangkau daerah barat menggunakan kendaraan umum. Untuk merealisasikan sistem contra flow, maka perlu dilakukan analisis karakteristik on street parking di ruas Jalan Brigjend Slamet Riyadi bagian utara jalan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parkir dan permasalahan yang ada, sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan manajemen parkir. Karakteristik on street parking berupa volume, akumulasi, durasi, kapasitas statis,  indeks parkir, turn over, kapasitas dinamis, indeks aktifitas parkir (IAP), dan V/C ratio. Berdasarkan hasil analisis karakteristik on street parking, kondisi pelayanan parkir saat ini masih belum optimal. Hal ini dapat diketahui dari nilai indeks parkir dan V/C ratio > 1, durasi parkir > 2 jam, dan banyaknya ilegal parkir. Dengan penerapan contra flow, kondisi karakteristik parkir menurun. Hal ini disebabkan karena perubahan sudut parkir yang awalnya 38° menjadi 0°, sehingga ruang parkir berkurang. Solusi manajemen parkir dengan melakukan pembatasan durasi parkir maksimal 2 jam. Dengan asumsi pegawai dan pemilik toko akan beralih menggunakan angkutan umum BST ataupun sistem antar jemput.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEMBAGA PADA BETON MUTU TINGGI METODE DREUX TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Rahmat Budiyanto; Slamet Prayitno; Endang Rismunarsi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37294

Abstract

Disebabkan perkembangan zaman, struktur bangunan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat tembaga yang berasal dari bahan limbah kabel listrik atau daur ulang yang tidak bermanfaat, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat tembaga terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhirnya. Benda uji berupa silinder 15cmx30cm untuk pengujian kuat tekan, kuattarik belah dan modulus elastisitas.Alat yang digunakan untuk pengujian adalahCTM (Compression Testing Machine).Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton mutu tinggisetelah ditambah serat tembagapada kadar 1% dari berat volume.Penambahan kadar seratsebesar 1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 11,56%; 49,37%; dan 17,15% dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNS UNTUK MENDUKUNG PROGRAM GREEN CAMPUS Oscar Bintang Rustomo; Dewi Handayani; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37180

Abstract

UNS menerapkan program Green Campus dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi di lingkungan kampus. Dalam menerapkan program Green Campus ini UNS menyediakan alternatif moda antara lain berjalan kaki, sepeda dan bis kampus untuk memfasilitasi mahasiswa menuju gedung perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menjadi prioritas mahasiswa dalam memilih moda dan potensi mahasiswa FT UNS dalam memilih moda jalan kaki, sepeda dan bis kampus menuju gedung kuliah. Potensi pemilihan moda berdasarkan empat atribut terpilih yaitu aman, nyaman, biaya dan waktu .Analisis dilakukan berdasarkan respon mahasiswa dengan metode Analytical Hierarchy Process pada Microsoft Excel. Data yang didapatkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner sebanyak 311 responden melalui wawancara secara langsung. Data sekunder diperoleh dari Kantor Pendidikan Fakultas Teknik UNS.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor waktu (30,41%) menjadi faktor terpenting menurut responden dalam melakukan perjalanan menuju gedung kuliah dengan moda bis kampus (39,246%), sepeda (38,157) dan dengan berjalan kaki (22,597%).