cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN MANAJEMEN SISTEM INFORMASI TERHADAP PENGENDALIAN BIAYA, MUTU DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA SURAKARTA Novita Anggraeni; Widi Hartono; Delan Soeharto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37500

Abstract

Kelancaran suatu proyek pembangunan antara lain tergantung kepada informasi yang lengkap sejak dari awal perencanaan pembangunan sampai tahapan konstruksi di lokasi proyek serta pemanfaatan hasil pekerjaan konstruksi yang telah dilakukan. Tujuannya agar pelaksanaan proyek tersebut mencapai suatu hasil akhir yang sesuai dengan rencana dan batasan-batasan biaya, mutu dan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada penelitian ini proses pengumpulan data dilakukan dengan metode survey dan menyebarkan kuisioner kepada responden dengan menggunakan metode random sampling. Pengolahan data ini menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 17.00. Dari hasil analisis ini diketahui bahwa dalam uji T terhadap masing- masing variabel bebas terdapat dua variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat, yaitu variabel Pengolahan Data dan variabel Komitmen Perusahaan. Sedangkan melalui uji F diketahui bahwa variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Variabel bebas yang mempunyai pengaruh paling utama dibandingkan dengan variabel bebas lainnya terhadapvariabel terikat secara bersama- sama (simultan) adalah variabel Pengolahan Data menjadi informasi dengan nilai Beta sebesar 0,795.
Penjadwalan Waktu Dan Sumber Daya Manusia Proyek Showroom Dan Bengkel Nissan Magelang Sugiyarto Sugiyarto; Dimitrij Dimas Adhika; Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36989

Abstract

Pada pelaksanaan proyek baik milik pemerintah atau swasta, setiap proses pelaksanaannya memerlukan tindakan pengendalian, pengawasan dan koordinasi, sehingga dapat terlaksana kea rah yang benar dengan mengurangi resiko-resiko penyimpangan yang mungkin terjadi. Umumnya pada proyek-proyek yang melibatkan banyak unsur dalam jumlah besar memiliki time schedule untuk mengetahui hubungan antara waktu pelaksanaan dengan prestasi kerja yang telah dicapai. Pada penelitian ini peneliti menggunakan jaringan kerja dalam penjadwalan proyek konstruksi. Peneliti menggunakan Precedence Diagram Methode (PDM) dan dibantu dengan program komputer Microsoft Office Project Profesional 2013 maka didapatkan perhitungan yang tepat dan akurat dalam perencaan. Dari hasil analisis dalam penjadwalan waktu dan sumber daya manusia dapat ditarik kesimpulan bahwa Program komputer Microsoft Office Project Profesional 2013 dapat digunakan sebagai data penjadwalan waktu proyek, yaitu berupa jaringan kerja, bagan balok dan kurva S, dalam hal ini didapatkan umur proyek rencana adalah 78 hari kerja. Penjadwalan umur proyek pada penelitian ini lebih singkat daripada penjadwalan umur proyek yang sebenarnya sebesar 84 hari kerja. Berdasarkan sifat kegiatan proyek yang dinamis mengakibatkan jumlah keperluan tenaga kerja berubah-ubah selama umur proyek, untuk mengatasi hal ini dilakukan tindakan perataan sumber daya (resource levelling), dengan hasil histogram keperluan tenaga kerja dengan fluktuasi yang tajam menjadi berkurang dan kebutuhan tenaga kerja telah memenuhi penggunaan maksimum unit tenaga kerja per hari.
PEMENUHAN KRITERIA BETON MEMADAT MANDIRI DENGAN VARIASI METAKAOLIN TERHADAP KAJIAN KUAT TEKAN TINGGI DAN MODULUS ELASTISITAS Sains Satria Nurkhasan; Wibowo Wibowo; Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41518

Abstract

Pemanfaatan beton dalam dunia konstruksi sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sehingga diperlukan inovasi beton untuk meningkatkan mutu dan kualitasnya. Salah satunya adalah beton mutu tinggi memadat mendiri yang dalam rancang campur beton penambahan bahan tambah pada kadar tertentu yang bersifat pozolan dapat menigkatakan kualitas beton. Penelitian ini menggunakan metakaolin yang termasuk bahan tambah yang bersifat pozolan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan metakaolin terhadap parameter SCC, kuat tekan, dan modulus elastisitas beton HSSCC.Penelitian ini menggunakan metakaolin sebagai pengganti sebagian semen portland pada campuran beton untuk memahami pengaruh dari subtitusi semen terhadap workabilitas, kuat tekan, dan modulus elastisitas dari beton tersebut. Kadar metakaolin yang digunakan pada penelitian adalah 12,5%; 15%; 17,5%; 20%; dan 22,5% dengan superplasticizer MasterEase 3029 dengan kadar 1,9%. Pengujian workabilitas pada penelitian ini meliputi uji slump flow untuk mengukur filling ability, uji V-funnel untuk mengukur passing ability, dan uji L-box untuk mengukur segregation resistance. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15cm dan tinggi 30cm. Pengujian dilakukan dengan memberikan dail ring pada selimut beton dan memberikan tekanan aksial ke permukaan beton menggunakan Compression Testing Machine sampai beban maksimum.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT DAN FLY ASH PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KINERJA HUBUNGAN BALOK KOLOM DENGAN PEMBEBANAN STATIK (UMUR BETON 90 HARI) Bahreisi Mahfud; Edy Purwanto; Bambang Santosa
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37516

Abstract

Besarnya potensi gempa yang terjadi di Indonesia menyebabkan banyak bangunan dan infrastruktur yang mengalami kerusakan dari tingkat ringan, sedang, sampai berat. Berdasarkan data kerusakan struktur bangunan akibat gempa, didapat fakta bahwa kerusakan struktur yang dominan terjadi adalah pada bagian hubungan balok kolom (HBK), sedangkan balok dan kolom diluar sambungan masih menunjukkan kinerja yang baik dan hanya terdapat retak di daerah dekat sambungan balok kolom. Kinerja HBK dapat diperbaiki dengan jalan memberi penambahan serat dan fly ash pada adukan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat dan fly ash terhadap kinerja hubungan balok kolom. Beton dengan tambahan fly ash memiliki kuat tekan yang rendah di umur awal, dan akan memiliki kuat tekan yang kurang lebih sama dengan beton normal pada umur 90 hari. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan benda uji yang berupa hubungan balok-kolom dengan ukuran balok 150 mm x 200 mm dengan panjang 1000 mm dan kolom ukuran 150 mm x 150 mm dengan panjang 1500 mm untuk uji pembebanan statik pada umur 90 hari. Total benda uji HBK sebanyak 6 buah dimana, 3 buah benda uji HBK Serat+fly ash dengan penambahan serat baja DRAMIX sebesar 10 kg/m3, fly ash sebanyak 25 % dari berat semen dan 3 buah berupa HBK beton normal. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat dan fly ash memiliki beban maksimum dan daktilitas yang lebih tinggi dari beton normal. Beban maksimum HBK serat+fly ash mengalami peningkatan 5,08 % dan daktilitas mengalami peningkatan 3,887 % dibandingkan benda uji HBK beton normal. Penambahan serat dan fly ash juga dapat mengurangi lebar retak pada HBK serat+fly ash yaitu dari 0,63 cm pada HBK normal menjadi 0,5 cm.
ANALISA KARAKTERISTIK DAN PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP FASILITAS PARKIR SOLO GRAND MALL SURAKARTA Yoas Armaditya Ricky Pratama; Budi Yulianto; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37021

Abstract

Manusia dituntut untuk menggunakan sarana transportasi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Jumlah pengguna kendaraan bermotor semakin bertambah berarti akan semakin banyak pula lahan parkir yang harus disediakan. Demikian halnya dengan pusat perbelanjaan seperti Solo Grand Mall. Tujuan penelitian adalah mengetahui kapasitas ruang parkir, memperoleh pendapat pengunjung terhadap sistem pelayanan ruang parkir, mengetahui alasan pengunjung mengapa memilih ruang parkir on street, dan mengetahui tingkat kesesuaian desain parkir dengan standar yang ditetapkan. Metode analisa yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index ( CSI), dan analisa deskriptif. Variabel yang digunakan terdiri dari karakteristik dimensional dan karakteristik kualitatif. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode Slovin. Pemilihan sampel berdasarkan metode simple random sampling. Analisa deskriptif digunakan dalam penilaian karakteristik ruang parkir dan kapasitas ruang parkir. Pembagian kuesioner juga digunakan dalam penilaian persepsi pengunjung terhadap pemilihan parkir on street dengan sistem ranking. Akumulasi parkir mencapai 312 kendaraan sedangkan kapasitas parkir yang tersedia ialah 660 kendaraan, ini berarti kapasitas ruang parkir sudah memadai. Satuan ruang parkir, lebar gang parkir, kemiringan ramp, dan pencahayaan belum memenuhi standar yang ditetapkan. Hasil analisa CSI sebesar 67,8 % yang menunjukkan bahwa pengunjung merasa puas. Melalui hasil IPA, pengelola parkir perlu memperhatikan kemiringan ramp, lebar ramp, dan ventilasi/pertukaran udara. Hasil survei dengan sistem ranking, pengunjung memilih untuk parkir di Jl. Slamet Riyadi dengan alasan utama yaitu merasa kurang nyaman dengan fasilitas parkir yang disediakan Solo Grand Mall. Diikuti secara berurutan yaitu kemudahan parkir, tarif parkir, jarak, dan waktu.
UJI BALOK BETON BERTULANG MEMADAT SENDIRI HIGH VOLUME FLY ASH 50% BEDA SENGKANG Agus Setiya Budi; Stefanus Adi Kristiawan; Vicktoreza Fatah Firdana
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.45190

Abstract

Fly ash adalah limbah hasil pembakaran batu bara pada tungku pembangkit listrik tenaga uap yang berbentuk halus, bundar, dan bersifat pozolanik (SNI, 2002). Penggunaan fly ash serta penambahan superplasticizer dapat meningkatkan kemudahan kerja dan daya tahan beton sehingga beton dapat mengalir mengisi ruang yang ada dan memadat dengan sendirinya yang dikenal dengan High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA – SCC). Penelitian ini akan mengkaji mengenai perilaku geser lentur balok beton bertulang High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA – SCC) dengan kadar fly ash 50 % dan membandingkannya dengan balok beton normal. Benda uji yang digunakan berupa balok beton bertulang dengan dimensi penampang 10 cm x 15 cm dan panjang 130 cm. Pada penelitian ini pengujian menggunakan alat loading frame dengan 2 titik pembebanan berjarak 20 cm ditengah bentang. Pada pengujian ini akan didapatkan grafik hubungan beban-lendutan serta perhitungan kapasitas geser balok beton HVFA-SCC 50% dan balok beton normal. Berdasarkan hasil penelitian ini kapasitas geser pengujian balok beton HVFA-SCC 50% memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kapasitas geser hasil pengujian balok beton normal yang diuji pada umur 28 hari yakni sebesar 49,83 kN untuk HVFA-SCC 50% dan 48,625 kN untuk beton normal.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT, ABU SEKAM PADI DAN BESTMITTEL TERHADAP KUAT TEKAN, MODULUS OF RUPTURE DAN KUAT KEJUT PADA BETON Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; RA Dinasty Purnomosari
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37037

Abstract

Perkembangan dalam bidang kontruksi semakin berkembang, sehingga banyak tuntutan kebutuhan fasilitas infrastruktur yang maju. Struktur demikian membutuhkan beton yang memiliki kuat tekan lebih besar dari 6000 psi atau 41,4 MPa yang digunakan menopang komponen struktur dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat, abu sekam padi dan bestmittel terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, modulus of rupture dan kuat kejut (impact). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, Benda uji berbentuk balok dengan dimensi 10 cm x 10 cm x 50 cm untuk pengujian modulus of rupture dan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 5 cm untuk pengujian kuat kejut (impact). Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat kawat bendrat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk pengujian kuat tekan, Bending Testing Machine untuk modulus of rupture dan Impact Drop Weight untuk pengujian ketahanan kejut (impact). Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian ini didapat kesimpulan bahwa penambahan serat kawat bendrat sebesar 1% dari berat beton, abu sekam padi dan bestmittel memberikan nilai optimum pada kuat tekan sebesar 42,14 MPa, modulus of rupture sebesar 2,65 MPa dan kuat kejut (impact) sebesar 3749,382 J (retak pertama); 4167,288 J (runtuh total).
KAJIAN PENGARUH VARIASI KOMPOSISI SILICA FUME TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DENGAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Sherli Pramudhita Hapsari; Wibowo Wibowo; Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36924

Abstract

Beton mutu tinggi yang mampu memadat mandiri (high strength self compacting concrete-HSSCC) merupakan salah satu inovasi beton yang dapat diaplikasikan pada banyak pekerjaan konstruksi. Penambahan silica fume yang memiliki butiran lebih halus jika dibandingkan dengan semen bertujuan untuk meningkatkan kuat tekan, sedangkan superplasticizer jenis Viscocrete 1003 digunakan untuk memberikan workabilitas yang baik pada beton. Nilai w/b pada penelitian kali ini dijaga konstan sebesar 0,27, kadar superplasticizer adalah 1,7%, dan variasi kadar silica fume sebesar 0%, 8%, 9%, 10% dan 11%. Pengujian beton segar dilakukan dengan 3 metode, yaitu flow table test, l-box test, dan v-funnel test. Dari hasil pengujian tersebut, silica fume dengan kadar 8% memberikan hasil terbaik yang mana memenuhi seluruh persyaratan dari masing-masing metode. Semakin tinggi kadar silica fume maka workabilitas beton semakin berkurang. Hal ini terjadi karena sifat silica fume yang menyerap air. Pengujian beton keras dilakukan pada umur 14 hari dan 28 hari. Hasil kuat tekan terbaik didapatkan pada kadar silica fume sebesar 9% dengan kekuatan 76,02 MPa. Sementara itu dari hasil analisis data menunjukkan bahwa kuat tekan optimum terjadi pada kadar silica fume sebesar 9,34%.
ANALISIS KEHILANGAN AIR PADA PIPA JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM KECAMATAN BAKI, KABUPATEN SUKOHARJO Kharina Hardiana Dewi; Koosdaryani Koosdaryani; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37302

Abstract

Air merupakan salah satu elemen alam yang sedikit banyak mempengaruhi setiap peranan penting dalam kehidupan manusia dan makhluk lainnya di alam ini. Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi manusia sehingga menjadi hal yang utama jika sektor air bersih mendapat prioritas dalam penanganan dan pemenuhannya. PDAM sebagai perusahaan daerah pengelola air bersih seharusnya mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan sistem distribusi pipa yang ada, PDAM diharapkan mampu untuk mendistribusikan dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dengan baik dan merata. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih pelanggan PDAM Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 dan mengetahui tingkat kehilangan air serta penurunan tekanan yang terjadi di pipa distribusi. Sehingga PDAM Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo dapat melayani agar aliran air bersih mampu terdistribusi secara merata, guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif evaluatif. Penelitian untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih pelanggan PDAM, tingkat kehilangan air serta penurunan tekanan dilakukan untuk lingkup Kecamatan Baki dengan menganalisis dengan menggunakan program Epanet 2.0. Dari hasil analisis diperoleh kebutuhan pelanggan air bersih PDAM Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo untuk tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 adalah 95,80 lt/det, 96,70 lt/det, 97,87 lt/det, dengan kebutuhan total pelanggan terbanyak pada tahun 2012 adalah 97,87 lt/det. Persentase angka kenaikan rata-rata kehilangan air yang terjadi pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 sebesar 28,81%. Hasil analisis simulasi pressure dengan program Epanet 2.0 diperoleh untuk jam puncak pemakaian air pada jam 04:00 AM, pressure tertinggi yaitu 268,69 m sedangkan pressure terendah yaitu 238,94 m. Adapun untuk jam terendah pemakaian air pada jam 02:00 AM, pressure tertinggi yaitu 140,60 m sedangkan pressure terendah yaitu 71,46 m.
PENGARUH DOSIS, ASPEK RASIO, DAN DISTRIBUSI SERAT TERHADAP KUAT LENTUR DAN KUAT TARIK BELAH BETON BERSERAT BAJA Ahmad Saifudin; Sholihin As'ad; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37189

Abstract

Beton memiliki kuat tekan yang besar namun memiliki kuat tarik yang kecil dan bersifat getas. Kelemahan ini dapat dikurangi, salah satunya dengan menggunakan serat sebagai micro reinforcement. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dosis, aspek rasio, dan distribusi serat terhadap kuat lentur dan kuat tarik belah beton berserat baja. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Benda uji beton serat yang digunakan berjumlah 54 buah. Benda uji kuat lentur menggunakan balok dengan ukuran 10 cm x 10 cm x 40 cm, sedangkan benda uji kuat tarik belah menggunakan silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Jenis serat yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat baja Dramix tipe RC 80/60 BN dan RC 65/35 BN. Dosis serat yang digunakan sebesar 20 kg/m3, 40 kg/m3, 60 kg/m3, dan 80 kg/m3. Beton diuji setelah berumur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat baja dengan berbagai dosis dapat meningkatkan kuat lentur dan kuat tarik belah. Peningkatan terbesar terjadi pada penggunaan dosis 80 kg/m3 yang mengalami peningkatan kuat lentur hingga 77,02% dan kuat tarik belah hingga 44,62%. Serat dengan aspek rasio besar memberikan kinerja yang lebih baik dalam hal kuat lentur dan kuat tarik belah dibandingkan serat dengan aspek rasio kecil. Kinerja beton serat juga dipengaruhi oleh distribusi serat dan jumlah serat di daerah retakan. Kinerja beton serat cenderung mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya jumlah serat.