cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
TINJAUAN DEBIT BANJIR KALA ULANG TERHADAP TINGGI MUKA AIR WADUK KRISAK KABUPATEN WONOGIRI Sobriyah Sobriyah; Aditya Rully Indra Setiawan; Siti Qomariyah
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37075

Abstract

Waduk Krisak yang terletak di Kecamatan Selogiri dibangun pada tahun 1943. Pada tahun 1985 Waduk Krisak mengalami rehabilitasi dengan penambahan tinggi mercu bendungan sebesar 1,00 m. Sejalan dengan usia waduk, fungsi dari waduk ada kecenderungan semakin menurun. Selain faktor dari bangunan waduk itu sendiri, faktor dari luar seperti perubahan tata guna lahan jelas akan mempengaruhi terhadap debit banjir yang terjadi. Debit banjir tersebut menjadi tidak sesuai dengan kondisi saat perencanaan waduk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa debit dan tinggi muka air waduk dengan kala ulang (Q rencana) 2, 5, 10, 25, 50, 100 dan 1000 tahun sehingga diketahui pada debit kala ulang 1000 tahun apakah akan terjadi luapan pada tubuh bendungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode ini berupa pengumpulan data, analisis data dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan dan kesimpulan. Debit banjir dianalisis menggunakan metode HSS Nakayasu dan tinggi muka air waduk dianalisis dengan metode Flood Routing. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa debit kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, dan 1000 tahun frekuensi data hujan berturut-turut adalah sebesar sebagi berikut: 26,658 m3/dt; 32,691 m3/dt; 37,002 m3/dt; 42,815 m3/dt; 47,410 m3/dt; 52,237 m3/dt; 70,382 m3/dt. Tinggi muka air waduk pada debit kala ulang Q rencana hasil penelusuran banjir berturut-turut sebesar: +113,739 m.dpl; +113,787 m.dpl; +113,818 m.dpl; +113,860 m.dpl; +113,895 m.dpl; +113,929 m.dpl; +114,057 m.dpl. Elevasi muka air waduk pada debit kala ulang 1000 tahun tersebut lebih rendah dibandingkan elevasi tubuh bendungan +115,50 m.dpl. Oleh karena itu tidak terjadi luapan pada tubuh bendungan
ANALISIS STRUKTUR BENDUNGAN (STUDI KASUS KONSTRUKSI EMBUNG GAMANG) Raka Setiyanto; Noegroho Djarwanti; Agus Prawito Rahmadi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37362

Abstract

Embung adalah waduk kecil yang memiliki tinggi puncak kurang dari 15 meter, dan berkapasitas tampungan kurang dari 1 juta m3. Embung sendiri berfungsi sama dengan waduk pada umumnya sebagai penampung air dan keperluan irigasi. Meskipun memiliki spesifikasi fisik bangunan yang lebih kecil dari waduk biasa, tetap harus direncanakan, diperhitungkan dan dibangun sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bersifat teoritis, analisis dilakukan dengan cara manual dan dengan bantuan program komputer yaitu GeoStudio 2007.Metode yang digunakan berdasarkan acuan dari KP 02-Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama dan KP 06-Kriteria Perencanaan Bagian Parameter Bangunan, serta Pd T-14-2004-A Analisis Stabilitas Bendungan Tipe Urugan Akibat Gempa. Analisis yang dilakukan adalah analisis rembesan di bawah pondasi embung dan stabilitas bangunan embung itu sendiri. Diasumsikan pada kondisi normal, banjir, dan kosong. Disertakan pula asumsi dengan gempa dan tanpa gempa. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada kondisi terburuk yaitu pada saat banjir dan gempa untuk badan embung Gamang dan pelimpah dinyatakan aman dari kegagalan struktur baik dengan hitungan manual maupun dengan hitungan GeoStudio, dengan masing-masing nilai FK (Faktor Keamanan) 4.2071 dan 4.31 untuk hitungan manual, serta 3.26 dan 2.73 untuk hitungan GeoStudio. Untuk analisis rembesan pada badan embung dan pelimpah pada saat kondisi banjir dan gempa baik hitungan manual dan hitungan Geostudio menyatakan tidak aman dari bahaya piping, dengan masing-masing nilai angka keamanan sebesar 0.6485 dan 1.31 dengan syarat angka Lane > 1.8 untuk hitungan manual, serta 2.29 dan 0.94 dengan syarat angka keamanan > 4 untuk hitungan Geostudio.
ANALISIS KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAMBU PETUNG TAKIKAN TIPE U JARAK 15 CM, PADA LEBAR TAKIKAN 2 CM TERHADAP TULANGAN BAJA Agus Setiya Budi; Reidha Arif Dianata; Slamet Prayitno
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37241

Abstract

Penggunaan beton bertulang dalam pembangunan membutuhkan biaya yang tinggi. Pembangunan dengan biaya yang lebih terjangkau dan tidak mengurangi kekuatan bangunan menimbulkan fenomena yang cukup menarik untuk diteliti. Bahan-bahan yang unggul menjadi prioritas utama dalam penggunaanya sebagai bahan bangunan sehingga mengakibatkan ketersediaannya yang terbatas dan mahal. Tulangan baja merupakan salah satu material yang didapat dari hasil tambang dan suatu saat ada kemungkinan material tersebut akan sulit didapat. Selain itu dengan berkembangnya jaman, harga tulangan baja selalu meningkat. Beberapa ahli struktur dunia telah meneliti adanya penggunaan bahan lain, salah satu material yang digunakan yaitu material bambu digunakan sebagai tulangan beton pengaanti besi baja.HH Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 15 buah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm. Lima buah menggunakan tulangan baja, 10 buah menggunakan tulangan bambu petung dengan dimensi 1650 x 20 x 5,2 mm menggunakan takikan tipe "U" dengan jarak takikan 15 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode three point loading. Ditinjau dari kapasitas lenturnya, momen hasil pengujian balok bertulangan bambu petung takikan tipe U dengan jarak takikan 10 cm lebar 10 mm setara 48,55% sedangkan balok bertulangan bambu petung takikan tipe U dengan jarak takikan 15 cm lebar 20 mm pun setara 39,95% terhadap balok dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Pola keruntuhan pada balok beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu petung tipe "u" dengan jarak takikan 15 cm pada lebar takikan 1 cm dan 2 cm terletak antara 1/3 bentang tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur.
PEMODELAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR PADA RUMAH MAKAN (RESTAURANT) DI KOTA SURAKARTA M. Zuhdi Fadhli; Dewi Handayani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36864

Abstract

Fasilitas parkir pada rumah makan (restaurant) merupakan suatu kewajiban yang harus dimiliki oleh pengelola agar tidak akan menimbulkan gangguan terhadap lalu lintas yang lewat di sekitar lokasi. Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 75 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas rumah makan dengan minimal 100 tempat duduk harus memiliki Analisis Dampak Lalu Lintas. Pemodelan kebutuhan parkir ini sebagai pertimbangan atau dasar bagi pemerintah untuk menentukan jumlah minimal satuan ruang parkir (SRP) yang harus disediakan agar tidak mengganggu lalu lintas disekitar. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model kebutuhan ruang parkir sepeda motor dan model kebutuhan ruang parkir mobil pada rumah makan (restaurant) di Kota Surakarta. Variabel yang digunakan dalam penelitian berupa akumulasi parkir maksimum mobil dan sepeda motor sebagai variabel terikat (Y) didapatkan dari survei kendaraan dengan metode kordon survei. Variabel bebas terdiri dari luas bangunan (m2) (X1), jumlah kursi (buah) (X2), dan jumlah karyawan (orang) (X3). Penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan bantuan software SPSS dalam pembentukan dan pengujian model. Penelitian model dilakukan dengan dua cara, cara pertama seluruh sampel (6 lokasi) dibuat model dan dimodelkan terhadap salah satu model terbaik. Cara kedua, model dibuat dari 5 lokasi dan dimodelkan 1 lokasi untuk simulasi model.. Dari hasil analisis didapatkan model terbaik untuk cara pertama yaitu sepeda motor Y = 24,341 + 0,084X1 dengan R2 = 0,914 dengan nilai selisih rata-rata sebesar 7,2%, untuk mobil Y = -20,413 + 0,275X2 dengan R2 = 0,608 dengan nilai selisih rata-rata sebesar 16,90%. Untuk model terbaik dengan cara kedua didapatkan model untuk mobil Y = 5,7070 + 0,022X1 dengan R2 = 0,824 dengan nilai selisih 33,87%, untuk motor Y = 22,869 + 0,087X1 dengan R2 = 0,930 dengan nilai selisih 8,58%. Kedua model tersebut dipilih berdasarkan uji-uji signifikan, simultan, normalitas, linieritas, multikolinieritas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model memenuhi kriteria BLUE (Best Linier Unbias Estimator).
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI SILICA FUME TERHADAP KUAT LEKAT BETON MUTU TINGGI MEMADAT MANDIRI Wibowo Wibowo; Sunarmasto Sunarmasto; Delvi Maulana
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36564

Abstract

Perkembangan dunia konstruksi melahirkan inovasi beton mutu tinggi memadat mandiri. Beton ini memiliki kuat tekan tinggi dan dapat memadat tanpa bantuan penggetar. Kuat lekat beton merupakan salah satu sifat penting dalam struktur beton bertulang. Kehilangan kekuatan lekat beton dapat menyebabkan keruntuhan total dalam struktur beton bertulang. Silica fume dalam penelitian ini digunakan sebagai substitusi semen dan material pengisi untuk meningkatkan mutu beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dan parameter yang dikaji adalah karakteristik beton segar beton memadat mandiri dan kuat lekat beton. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dimensi 15cm x 15cm x 15cm dengan tulangan tertanam baja tulangan berprofil ulir berdiameter 13mm. Berdasarkan penelitian, silica fume meningkatkan kuat lekat beton pada umur 28 hari. Pada kadar silica fume 9% kuat lekat mencapai titik maksimum. Peningkatan kuat lekat beton seiring dengan peningkatan mutu beton. Penambahan silica fume menurunkan workabilitas dan campuran beton menjadi kental, substitusi semen dengan silica fume kadar 8% memenuhi keseluruhan syarat beton memadat mandiri berdasarkan EFNARC.
OPTIMASI SITE LAYOUTMENGGUNAKAN METODE MULTI-OBJECTIVES FUNCTION PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SUPERMARTKET SUPERINDO, SEMARANG. Fitria Nur Laili; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36880

Abstract

Kegiatan proyek erat kaitannya dengan fasilitas yang mampu menunjang keberlangsungan proyek atau sering disebut fasilitas proyek. Perencanaan Site Layout bertujuan untuk menempatkan fasilitas-fasilitas sementara proyek pada lokasi yang optimal agar jarak tempuh antar fasilitas satu dengan yang lain dapat minimal, sehingga Site Layout yang optimal dapat meningkatkan efektifikas dan produktifitas dari suatu proyek. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Yang termasuk dalam data primer adalah data gambar Layout proyek, jarak riil antar fasilitas, frekuensi perjalanan, dan nilai keamanan dalam proyek. Metode optimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis multi - objectives yaitu analisis Travelling Distance (jarak tempuh perjalanan) dan analisis Safety Index (nilai keamanan). Semakin kecil nilai nilai Travelling Distance (TD) maka akan semakin dekat jarak tempuh perjalanan pekerja dan semakin kecil nilai Safety Index maka keamanan proyek akan semakin optimal. Nilai TD dan SI akan ditotal dengan menggunakan proporsi yang sudah ditentukan sehingga dapat diketahui Site Layout paling optimal. Pada penelitian ini dilakukan beberapa skenario pemindahan fasilitas, dan skenario yang memiliki nilai total TD dan SI paling rendah adalah Site Layout yang paling optimal. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai TD paling minimum terdapat pada skenario 3 yaitu sebesar 6902,70 dengan penurunan sebesar 19,76 % dari kondisi eksisting. Sedangkan nilai SI paling minimum terdapat pada skenario 4 yaitu sebesar 21241,18 dengan penurunan sebesar 7,08% dari kondisi eksisting. Dan setelah dilakukan penggabungan didapat bahwa skenario 4 merupakan Site Layout yang paling optimal dalam proyek pembangunan Gedung Supermarket Superindo Semarang dengan nilai 14007,31.
ANALISIS SISTEM JARINGAN PERPIPAAN PENYALUR AIR LIMBAH DI KAWASAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Agung Pangestu Nugroho; Budi Utomo; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36580

Abstract

Air limbah domestik yang timbul dikawasan Universitas Sebelas Maret Surakarta mendorong dibangunnya suatu sistem pengolahan yang dapat mengolah air limbah tersebut sehingga tidak menimbulkan pencemaran. Jaringan perpipaan penyalur air limbah diperlukan untuk mengalirkan air limbah menuju instalasi pengolahan secara gravitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui total debit air limbah yang timbul di kawasan kampus UNS dan apakah desain jaringan pipa yang mengalirkan air limbah menuju IPAL sudah optimal bila didasarkan pada syarat yang telah ditentukan. Desain eksisting kemudian dibandingkan dengan desain variasi kecepatan dan kemiringan, yaitu kecepatan minimum 0.3 m/det – 1.2 m/det dengan kemiringan 0.1% - 0.5%, kecepatan medium 1.3 m/det – 2.2 m/det dengan kemiringan 0.5% - 3.5 % dan kecepatan maksimum 2.3 m/det – 3 m/det dengan kemiringan 1% - 10%. Analisis dilakukan secara manual dan dengan bantuan software. Hasil analisis desain rencana didapatkan nilai debit puncak sebesar 218.0806 liter/detik. Terdapat beberapa saluran pipa rencana tidak memenuhi persyaratan dan sebagian besar saluran debitnya melebihi desain rencana saat terjadi debit puncak. Hasil analisis desain dengan variasi kecepatan dipilih desain dengan kecepatan medium sebagai desain yang paling optimal dibanding desain lain karena desain dengan kecepatan medium mampu memenuhi syarat yang telah ditentukan.
POTENSI BANJIR BERDASARKAN PERIODE ULANG 5 TAHUNAN DI DAS WURYANTORO Nuansah Fidiawan; Raden Roro Rintis Hadiani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36896

Abstract

Banjir merupakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun di berbagai wilayah di Indonesia. Meluapnya aliran sungai yang mengakibatkan terjadinya banjir tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tingginya intensitas curah hujan dan lamanya durasi hujan yang terjadi di kawasan tersebut. Data BNPB tahun 1995-2015 menunjukkan daerah yang sering mengalami banjir adalah Propinsi Jawa tengah. Berdasarkan penelitian Prema Mulyani tahun 2013, DAS Wuryantoro yang terletak di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah berpotensi terjadi banjir periode ulang 5 tahunan (Q5) yang diakibatkan oleh hujan 2 harian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pada bulan apa terjadi banjir yang meleihi Q5, (2) mengetahui pada tahun berapa terjadi banjir yang melebihi Q5, (3) mengetahui prediksi pada bulan apa terjadi banjir yang melebihi Q5 dari tahun 2015-2018, (4) mengetahui prediksi tahun berapa terjadi banjir yang melebihi Q5 dari tahun 2015-2018, (5) Mengetahui cara pengaplikasian system informasi geografis yang diterapkan pada DAS Wuryantoro untuk mengetahui kawasan berpotensi banjir. Perhitungan debit banjir menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik Soil Conservation Service (SCS). Simulasi prediksi banjir dilakukan dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropagation menggunakan software Matlab. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi banjir yang melebihi Q5 terjadi pada tahun 2003, 2004, 2006, 2007, 2009, 2010, 2012 dan 2013 dengan debit masing-masing sebesar 325,248 m3/detik, 324,558 m3/detik, 412,322 m3/detik, 471,225 m3/detik, 422,566 m3/detik, 343,175 m3/detik, 514,735 m3/detik dan 414,865 m3/detik. Debit bulanan yang berpotensi banjir melebihi Q5 terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, November dan Desember dengan debit masing-masing sebesar 553,175 m3/detik, 478,859 m3/detik, 349,537 m3/detik, 323,334 m3/detik, 333,637 m3/detik, 506,416 m3/detik. Hasil prediksi menunjukkan bahwa potensi banjir yang melebihi Q5 terjadi pada tahun 2015 dan tahun 2017 dengan debit masing-masing sebesar 415,719 m3/detik dan 372,423 m3/detik. Prediksi debit bulanan yang berpotensi banjir melebihi Q5 terjadi pada bulan Januari, Februari, April, Mei, November dan Desember dengan debit masing-masing sebesar 540,209 m3/detik, 523,220 m3/detik, 386,191 m3/detik, 368,809 m3/detik, 397,626 m3/detik, 603,010 m3/detik.
PENGARUH KOLOM KARBIT TERHADAP POTENSI MENGEMBANG DAN KONSISTENSI TANAH EKSPANSIF DENGAN PENGALIRAN DARI KOLOM KE TANAH Muamar Rifai; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36600

Abstract

Tanah ekspansif merupakan tanah yang memiliki potensi kembang-susut akibat perubahan kadar air. Tanah jenis ini akan mengalami pengembangan jika kadar airnya tinggi dan mengalami penyusutan jika kadar airnya rendah. Perilaku tersebut dapat membahayakan apabila di atas tanah akan didirikan bangunan. Penggunaan kolom yang diisi dengan zat aditif seperti karbit dilakukan guna mengurangi dampak negatif akibat perilaku tanah ekspansif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolom karbit terhadap tanah ekspansif. Pengamatan dilakukan terhadap pengembangan dan penyebaran karbit dalam tanah. Karbit atau Kalsium Karbida merupakan senyawa kimia dengan rumus CaC2. Senyawa tersebut akan menghasilkan gas asetilen dan panas ketika bereaksi dengan air. Penelitian ini menggunakan kolom karbit yang berjumlah 7 buah. Kolom karbit dengan diameter 5 cm dan tinggi 20 cm dipasang ke dalam tanah dengan jarak antar kolom 8,75 cm. Pembasahan dilakukan melalui pipa pada pusat kolom karbit selama 20 hari. Pengamatan dilakukan terhadap tanah ekspansif tanpa kolom karbit dan tanah ekspansif dengan kolom karbit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom karbit dapat mengurangi persentase mengembang sebesar 4,42 %. Pembasahan melalui pusat kolom karbit dapat membantu menyebarkan karbit ke dalam tanah. Hasil uji kandungan tanah menunjukkan bahwa dalam sampel tanah ekspansif terdapat 54,78 % senyawa penyusun karbit yaitu Kalsium Oksida (CaO). Penggunaan kolom karbit juga dapat menurunkan tingkat ekspansifitas tanah ditinjau dari nilai indeks plastisitas dan indeks susut.
MENGISI DATA HUJAN YANG HILANG DENGAN METODE AUTOREGRESSIVE DAN METODE RECIPROCAL DENGAN PENGUJIAN DEBIT KALA ULANG (STUDI KASUS DI DAS BAKALAN) Riswandha Dwi Kurniawan; Raden Roro Rintis Hadiani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36912

Abstract

Ketersediaan data curah hujan masih rendah, masih kurang lengkap dan kurang akurat, dalam praktik sesungguhnya sering ditemukan data yang tidak lengkap karena adanya kekosongan/kehilangan data hujan. Kelengkapan data hujan merupakan bagian terpenting dalam perencanaan dan perancangan bangunan-bangunan hidraulik, perencanaan manajemen keairan dan manajemen sumber daya air. Maka dari itu perlu dilakukan model hidrologi untuk mengisi data hujan yang hilang. Pada penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bakalan yang terletak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Diawali dengan eliminasi data dengan metode sampling, kemudian melakukan pengisian data hujan kembali dengan metode Reciprocal dan model Autoregressive. Parameter untuk menilai model dengan melihat debit banjir kala ulang hasil perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan korelasi rata-rata data hujan asli dengan data hujan tiruan metode Reciprocal dan model Autoregressive sebesar 0,806 dan 0,786. Debit banjir maksimum kala ulang 5 tahun (Q5), 20 tahun (Q20), 50 tahun (Q50) berturut-turut sebesar 253,383 m3/dt, 340,709 m3/dt, 411,614 m3/dt. Korelasi debit banjir maksimum dengan data hujan tiruan metode Reciprocal dan model Autoregressive sebesar 0,999 dan 0,998. Dengan pengujian debit bajir kala ulang diketahui bahwa metode Reciprocal merupakan metode paling sesuai untuk model pengisian data hujan, karena mendekati perhitungan data hujan asli.