cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS SISTEM DRAINASE UNTUK PENANGANAN GENANGAN DI KECAMATAN MAGETAN BAGIAN UTARA Mamok Suprapto; Adi Yusuf Mutaqin; Agelbilal Seretora Prilbista
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36616

Abstract

Genangan pada saat musim penghujan menyebabkan kerugian di berbagai aspek. Agar penanganan dapat dilakukan secara efektif maka diperlukan analisis sistem drainase secara menyeluruh yang kemudian akan digunakan sebagai dasar penetuan penanganan genangan. Untuk menganalisis kapasitas sistem drainase eksisting dalam menampung debit hujan digunakan simulasi dengan software SWMM (Storm Water Management Model). Pemilihan konsep penanganan didapatkan melalui simulasi ulang kapasitas saluran drainase agar dapat menampung debit rencana. Berdasarkan hasil simulasi menunjukkan kapasitas saluran drainase eksisting cukup baik namum terdapat 5 saluran yang melebihi daya tampung debit aliran yaitu C01, C09, C25, C26 dan C38. Kelima saluran tersebut mengalami kelebihan kapasitas selama 1 jam pada saat puncak debit yang terjadi pada jam ke 2. Konsep perbaikan yang dilakukan berupa penambahan kapasitas saluran drainase dengan cara penambahan lebar dan kedalaman saluran. Konsekuensi dari penambahan kapasitas pada saluran C25 dan C26 menyebabkan meluapnya saluran C27. Sehingga terdapat 6 saluran yang memerlukan penambahan kapasitas saluran
PENGARUH PELANGGARAN LALU LINTAS TERHADAP POTENSI KECELAKAAN PADA REMAJA PENGENDARA SEPEDA MOTOR Dewi Handayani; Rahma Ori Ophelia; Widi Hartono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36710

Abstract

Kecelakaan lalu lintas sebagian besar diakibatkan oleh pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Dari jumlah korban kecelakaan, urutan pertama paling banyak dialami oleh para remaja dan dewasa muda (Yogatama, 2013). Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik remaja pengendara sepeda motor dan mengetahui pengaruh pelanggaran lalu lintas terhadap potensi kecelakaan pada remaja pengendara sepeda motor. Metode penelitian menggunakan analisis jalur dengan program AMOS 18.0. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala likert yang diberikan kepada responden. Responden terdiri dari 360 remaja pengendara sepeda motor yang merupakan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terdaftar sebagai Sekolah Pelopor Keselamatan di Kota Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan remaja pengendara sepeda motor di Kota Surakarta yang memiliki SIM C hanya 23.33%. Sebesar 94.44% remaja telah mengendarai sepeda motor sebelum usia 17 tahun. Faktor yang berpengaruh terhadap potensi kecelakaan lalu lintas yaitu faktor kecepatan tinggi sebesar 13.69%, pelanggaran lampu dan rambu sebesar 39.51%, dan perilaku berbahaya yang tidak lazim sebesar 14.10%. Perilaku berkendara memegang peranan penting terhadap potensi kecelakaan lalu lintas sehingga diperlukan suatu kebijakan agar pengendara sepeda motor lebih tertib dan taat pada aturan lalu lintas.
KAJIAN KUAT DESAK DAN MODULUS ELASTISITAS BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH SILICA FUME MENGGUNAKAN ANALISIS MIKROSTRUKTUR Wibowo Wibowo; Supardi Supardi; Markus Koko Nur Budianto
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i3.36501

Abstract

Perkembangan teknologi serta kebutuhan beton yang terus meningkat memicu adanya tantangan untuk menciptakan kualitas beton yang baik, salah satunya adalah beton mutu tinggi. Namun di sisi lain, beton yang memiliki kualitas tinggi akan lebih memerlukan bahan pengikat (binder) yaitu semen dalam komposisi campurannya. Maka dari itu, perlu adanya penelitian-penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan bahan tambah (admixtures) sebagai alternatif pengganti material dalam pembuatan beton mutu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kuat desak, modulus elastisitas beton mutu tinggi dengan bahan tambah silica fume pada kadar maksimum (9%) menggunakan analisis mikrostruktur pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari terhadap beton normal. Benda uji yang berupa silinder dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini meliputi uji kuat desak dan modulus elastisitas menggunakan Universal Testing Machine, serta uji porositas menggunakan alat Surface Area Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan persentase peningkatkan kuat desak beton dengan silica fume terhadap beton normal pada umur ke 7, 14, 21 dan 28 hari adalah -6,614%, 0,577%, 13,739%, 17,539%. Persentase peningkatkan nilai modulus elastsitas pada umur ke 7, 14, 21 dan 28 hari adalah -3,415%, 0,274%, 6,651%, 8,398%. Persentase penurunan nilai volume pori pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari adalah 10,345%, 25%, 37,5%, 50%.  
APLIKASI WEB PERHITUNGAN TARIF TAKSI BERDASARKAN BOK METODE DIREKTORAT JENDRAL PERHUBUNGAN DARAT 2002 (STUDI KASUS : BOYOLALI TAKSI) Bayu Budi Satriya; Agus Sumarsono; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36726

Abstract

Transportasi telah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia untuk menunjang semua kegiatan, , Boyolali Taksi yang melayani untuk sebagian kawasan di Kabupaten Boyolali dan sekitarnya, dimana nilai tarif taksi sangat di pengaruhi oleh beberapa nilai BOK yang selalu berubah - ubah menyesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia, maka dibutuhkan sebuah alat hitung tarif yang mudah dan cepat dalam pengoprasiannya untuk penyesuaian dengan nilai BOK yang ada , Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan alat hitung berupa Apliksi berbasis Web Perhitungan tarif berdasarkan BOK menggunakan metode Direktorat Jendral Perhubungan Darat 2002. Data pada penelitian ini adalah data sekunder berupa komponen BOK pada tahun 2013 - 2016, didapat dengan cara mewawancarai langsung pihak Boyolali Taksi dan mencari beberapa nilai data dari pedagang onderdil sesuai rujukan dari pihak Boyolali Taksi. Hasil perhitungan diketahui bahwa besaran tarif Boyolali Taksi dengan kedua cara yang tersedia di dalam aplikasi memiliki perbedaan, Pada tahun 2016 pada saat harga BBM Rp 6.550,- untuk cara pertama, perhitungan memasukan semua komponen BOK di dapat nilai tarif dasar Rp 4.186,- ,tarif awal Rp 5.232,- dan tarf waktu Rp 25.113,- perjam, Sedangkan untuk cara perhitungan yang kedua perhitungan yang dibantu beberapa nilai regresi linier yang memiliki pengaruh positif dengan nilai harga BBM di dapat hasil nilai tarif dasar Rp 4.153,- ,tarif awal Rp 5.191,- dan tarif waktu Rp 24.918,- .
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS: PROYEK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA) Rizki Mega Andriani; Sugiyarto Sugiyarto; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36527

Abstract

Teknik Rekayasa Nilai atau lebih dikenal dengan nama VE adalah suatu proses pembuatan keputusan yang sistematis dan terstruktur dalam sebuah tim yang bertujuan untuk mencapai nilai terbaik bagi sebuah proyek dengan mendefinisikan fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai terbaik dan menyampaikan fungsi-fungsi tersebut pada harga yang minimal (biaya umur bangunan atau penggunaan sumber daya), konsisten dengan kualitas dan kinerja yang diharapkan (Hammersley, 2002). Data primer diperoleh dari PT. Waskita Karya sebagai kontraktor, yaitu berupa rencana anggaran biaya dan design struktur. Data sekunder diperoleh dengan wawancara terstruktur kepada kontraktor sebanyak 4 orang. Kuisioner survey dikelompokan menjadi 3 bentuk, yaitu halaman pertama berisi data responden kemudian halaman kedua berisi opini dari responden mengenai alternatif yang dipilih oleh penulis pada pekerjaan struktur tangga. Dan halaman ketiga berisi opini dari responden mengenai alternatif yang dipilih oleh penulis pada pekerjaan struktur pelat lantai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alternatif yang penulis gunakan sudah terbukti aman dengan perhitungan kekuatan struktur. Kemudian melalui alternatif tersebut memperoleh cost saving sebesar Rp 596.026.946,34.Value engineering (VE) adalah aplikasi metodologi nilai (value methodology) pada sebuah proyek atau layanan yang telah direncana-
PENGHITUNGAN OPTIMASI BAJA TULANGAN PADA PEKERJAAN PELAT DAN BALOK DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL DAN AUTOCAD (Studi Kasus Pembangunan Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya) Visaretri Pramuktia Purwosri; Widi Hartono; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36744

Abstract

Dalam suatu proyek konstruksi, material baja tulangan merupakan komponen yang menghasilkan sisa material paling tinggi. Tingginya nilai sisa material baja tulangan ini perlu mendapat perhatian penting karena dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya yang tak terduga (hidden cost) mengingat tingginya harga baja tulangan di pasaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, studi ini mencoba bar bending schedule mengkombinasikan program Microsoft-Excel dan juga AutoCAD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif yaitu dengan melakukan penghitungan bar bending schedule stuktur pelat dan balok menggunakan metode linear programming dengan bantuan program Microsoft Excel dan AutoCAD kemudian membandingkan hasil dari program tersebut dengan jumlah penggunaan baja tulangan di lapangan. Lokasi penelitian dilakukan pada Proyek Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya. Hasil analisis diperoleh bahwa penggunaan program bantu Add-in Solver mampu mengoptimasi sisa material baja tulangan dengan cukup baik serta menghasilkan waste baja tulangan minimum. Presentase rata-rata penghematan baja tulangan pada masing-masing diameter yaitu pada ø8 sebesar 25,99%, D10 sebesar 5,15%, D13 sebesar 19,09%, D16 sebesar 27,268%, D19 sebesar 17,03%.
PEMBEBANAN TUNGGAL MODEL CAKAR AYAM MODIFIKASI (CAM) POLA SEGIEMPAT PADA VARIASI JARAK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Andani Rias Sandi S; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36543

Abstract

Tanah lunak memiliki daya dukung rendah dan mudah mengalami penurunan. Kadar air yang tinggi akan menyebabkan sulitnya melakukan pembangunan di atas tanah lunak. Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya yaitu dengan menggunakan pondasi cakar ayam modifikasi (CAM). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak antar cakar dengan pola segiempat terhadap defleksi, momen maksimum dan gaya lintang yang ditimbulkan akibat beban tunggal dengan menggunakan metode elemen hingga (MEH). Variasi jarak antar cakar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2,25 m , 2,50 m, dan 2,75 m. Pelat dengan cakar juga akan dibandingkan dengan pelat tanpa cakar. Hasil nilai defleksi dengan cakar dan tanpa cakar memiliki selisih 7,41% hingga 18,23%, dengan nilai defleksi maksimum pada sistem dengan cakar terjadi pada beban di tepi ujung perkerasan sebesar -0,537 mm. Nilai defleksi terbesar terjadi pada variasi jarak 2,50 m. Variasi jarak yang paling efektif pada pemodelan cakar ayam modifikasi yaitu pada jarak antar cakar 2,25 m.
OPTIMASI POTENSI ENERGI AIR TERJUN GEULIS CISURU SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK Heriyanto Heriyanto; Mamok Suprapto; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36859

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat, sementara cadangan energi fosil semakin menipis. Hal ini menyebabkan diperlukannya inovasi sumberdaya alam terbarukan yang ramah lingkungan untuk menghadapi krisis energi listrik. Air merupakan sumberdaya alam terbarukan untuk alternatif pembangkit energi listrik yang memanfaatkan aliran air dan tinggi jatuh. Air Terjun Geulis Cisuru yang terletak di Desa Cisuru, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap dipilih menjadi lokasi penelitian, karena memiliki cukup tinggi jatuh dan tersedianya debit sepanjang tahun. Parameter dan variabel terpenting dalam penelitian ini adalah tinggi jatuh dan debit andalan. Metode Mock dan Metode Weibull digunakan untuk menghitung debit dan probabilitas keandalan yang dihasilkan. Untuk memaksimalkan potensi energi yang dihasilkan pada lokasi penelitian, maka diperlukan skenario peningkatan. Skenario yang dilakukan adalah perencanaan tata letak komponen PLTMH, penambahan tinggi jatuh, dan pengulangan jatuh air. Pengulangan jatuh air memerlukan komponen tambahan yakni pompa untuk menaikkan air pada ketinggian maksimalnya dan menjatuhkan kembali di turbin ke-2 dan seterusnya. Kapasitas pompa menentukan besarnya potensi energi listrik yang dihasilkan pada pengulangan jatuh air. Energi yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menghitung benefit dan dianalisis kelayakannya secara ekonomi teknik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa skenario penambahan tinggi jatuh tanpa pengulangan jatuh air menghasilkan potensi energi paling maksimal. Skenario ini menghasilkan daya 2.827,3 kW dan energi listrik 67.856 kWh/tahun. Sedangkan skenario pengulangan jatuh air justru menurunkan daya dan energi menjadi 2.522,91 kW dan 53.470,53 kWh/tahun. Hal ini disebabkan kapasitas pompa menghasilkan output daya yang lebih kecil daripada input daya untuk menjalankan pompa. Berdasarkan analisis kelayakan teknis perencanaan tata letak komponen, PLTMH ini layak untuk direalisasikan. Akan tetapi berdasarkan analisis ekonomi teknik menghasilkan nilai NPV < 0, BCR = 0,74 < 1, dan IRR = 0,46% < bunga awal 6,5% sehingga realisasi PLTMH ini tidak layak.
PENGARUH KADAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN PADAHIGH VOLUME FLY ASH-SELFCOMPACTING CONCRETE (HVFA-SCC) BENDA UJI D 15 CM X 30 CM USIA 28 HARI. Isnadia Nurul Fatimah; Agus Setiya Budi; Senot Sangadji
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36559

Abstract

Dalam upaya mengurangi efek global warming akibat limbah CO2 hasil pembakaran semen ditelitilah fly ash sebagai bahan subtitusi semen. Kandungan senyawa silika ditambah alumina akan mengikat senyawa sisa hasil hidrasi semen (kalsium hidroksida,Ca(OH)2) yang tidak mempunyai kemampuan mengikat, menjadi senyawa baru yang mempunyai sifat cementitious (mengikat) sehingga meningkatkan kekuatan beton yang dihasilkan. Fly ash juga memiliki sifat ball bearing effect yang meningkatkan workability. Pada penelitian  ini akan dianalisis pengaruh kadar fly ash terhadap kuat tekan yang dihasilkan masing masing kadar High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Fly Ash sebagai subtitusi semen pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA SCC) memiliki kadar mulai dari 50%. Pengujian beton dilakukan dengan sample diameter 15 cm x 30 cm pada 28 hari. Pada penelitian ini dibandingkan 3 variasi kadar fly ash yaitu 50%, 60%, 70% dan beton normal. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan HVFA-SCC semakin besar kadar fly ash semakin rendah kuat tekan yang dihasilkan. Kuat tekan yang dihasilkan untuk kadar fly ash 50%, 60%, 70% dan beton normal adalah 60.58 MPa, 45.86 MPa, 38.21 MPa, 62.47 MPa.
ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI STRUKTUR BORE PILE PADA PROYEK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Monica Tanskanovia Magna; Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36875

Abstract

Kegiatan proyek tidak hanya struktur konstruksi gedung melainkan infrastruktur umum seperti konstruksi bendungan. Konstruksi ini merupakan konstruksi yang relatif besar dan fungsional sehingga membutuhkan pondasi sebagai media penahan tanah. Struktur bore pile termasuk jenis pondasi tiang dalam dimana proses pembuatannya dilakukan dengan mengebor tanah. Dalam pelaksanaannya, diperlukan analisis risiko untuk mengetahui berbagai faktor risiko dominan dan besar level risiko yang terjadi berdasarkan waktu dan biaya. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dan penyebaran kuisioner terhadap 5 responden, diantaranya project manager, site commercial, site engineering, pengawas utama, dan pengawas lapangan dari pihak kontraktor. Analisis yang dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mencari bobot risiko, selanjutnya dilakukan perhitungan tingkat risiko (R) pada tiap-tiap sub risiko dengan hasil terbesar merupakan risiko dominan. Hasil analisis tersebut menghasilkan risiko dominan berdasarkan waktu dan biaya yaitu: hujan, produktivitas tenaga kerja tidak sesuai perkiraan, longsor, keruntuhan tanah permukaan disekeliling lubang bor, subkontraktor kurang berkualitas, jalan akses kerja, tidak adanya informasi pengendalian waktu untuk memantau dan menganalisa kesalahan estimasi schedule yang mempengaruhi kinerja proyek, dan sistem pengendalian biaya yang lemah.