cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
RANCANGAN PROGRAM PENGERJAAN BAR BENDING SCHEDULE PENULANGAN PILE CAP DAN KOLOM BAWAH DENGAN VISUAL BASIC 6.0 Widi Hartono; Hartanty Utami; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37193

Abstract

Pekerjaan Bar Bending Schedule masih dilakukan secara manual, sehingga memakan waktu cukup lama. Diperlukan sebuah inovasi untuk mengatasinya, salah satunya dengan membuat sebuah program bantu pengerjaan Bar Bending Schedule penulangan. Rancangan Program bantu ini memuat antara lain, identifikasi dan proses hitungan kebutuhan tulangan sesuai input, output berupa gambar pola penulangan dilengkapi jumlah kebutuhan tulangan dalam meter dan kilogram. Penelitian ini mencoba membuat rancangan program bantu pengerjaan Bar Bending Schedule penulangan struktur pile cap dan kolom bawah berpenampang segi empat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan data yang dibutuhkan (seperti data pokok proyek, gambar kerja, rancana kerja struktur), desain rancangan program, running program, melakukan analisa dari hasil running program, kemudian menarik simpulan dan saran. Analisa pada penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil hitungan program bantu dengan hasil hitungan manual. Berdasarakan analisa yang dilakukan disimpulkan bahwa hasil dari program bantu pengerjaan Bar Bending Schedule akurat, dengan selisih 0,00.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DAN OPTIMALISASI KOMPOSISI JUMLAH TIPE RUMAH UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN OPTIMUM PADA PERUMAHAN TIRTASANI RESIDENCE KARANGANYAR Mutalif Imam Suseso; Fajar Sri Handayani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37043

Abstract

Tujuan mengoptimalkan keuntungan biasanya dihubungkan dengan skala waktu jangka pendek, yaitu bagaimana mendayagunakan kapasitas dari suatu perusahaan yang telah tersedia saat ini seoptimal mingkin. Berdasarkan komposisi dari Perumahan Tirtasani Residence yang terletak di Jl. Raya Solo-Tawangmangu Km.11,5 Jati, Jaten, Karanganyar analisis investasi pada nilai sekarang menunjukan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 20.287.913.040,-. Tujuan optimalisasi ini untuk mengetahui apakah komposisi jumlah unit rumah yang dibangun pada perumahan Tirtasani Residence dapat memberikan keuntungan lebih berdasarkan permintaan pasar. Evaluasi ini membahas beberapa aspek yaitu perhitungan harga jual minimum rumah, aspek analisis kelayakan investasi (metode : Net Present Value (NPV), Annual Equivalen (AE), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B/C), dan optimalisasi dengan metode simpleks menggunakan program Quantitative System for Busines (QSB). Penelitian ini menghasilkan jumlah komposisi optimum untuk rumah tipe 50/120 sebanyak 58 unit, tipe 70/150 sebanyak 53 unit dan tipe 90/225 sebanyak 4 unit. Analisis investasi berdasarkan komposisi hasil optimalisasi tersebut menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 21.717.783.000,-, dengan demikian komposisi hasil optimalisasi memberikan NPV yang lebih baik.
ANALISIS UKURAN BUTIRAN SEDIMEN PADA DAERAH HULU DAN HILIR SUDETAN WONOSARI SUNGAI BENGAWAN SOLO Pury Mregawati; Cahyono Ikhsan; Koosdaryani Koosdaryani
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36930

Abstract

Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin. Pada saat pe- ngikisan terjadi, air membawa batuan mengalir ke sungai, danau, dan akhirnya sampai di laut. Pada saat kekuatan pengangkutannya berkurang atau habis, batuan diendapkan di daerah aliran air, karena itu pengendapan ini bisa terjadi di sungai, danau, dan di laut. Analisis distribusi ukuran butiran sedimen senantiasa berkaitan dengan angkutan sedimen yang terjadi dan dibutuhkan dalam perencanaan bangunan air. Diantara beberapa sifat butiran sedimen, ukuran butiran sedimen merupakan salah satu sifat yang penting dan banyak digunakan dalam bidang teknik sedimen. Ukuran butiran sangat mempengaruhi mudah tidaknya serta banyak sedikitnya sedimen yang ditranspor. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui distribusi ukuran butiran sampel sedimen untuk mencari D50 yang selanjutnya bisa digunakan untuk menentukan besarnya angkutan sedimen yang terjadi pada daerah hulu dan hilir Sudetan Wonosari. Analisis saringan menunjukan rata-rata sampel sedimen dari daerah hulu sudetan mempunyai D50 sebesar 0,276 mm sedangkan daerah hilir 0,446 mm. Perhitungan angkutan sedimen menggunakan metode Ackers-White menunjukkan angkutan sedimen pada daerah hulu sudetan Wonosari sebesar 118,831 kg/tahun, dan pada daerah hilir sudetan Wonosari sebesar 91,476 kg/tahun.
KAJIAN KUAT LEKAT DAN KUAT LENTUR BALOK BERTULANGAN BAMBU ORI PADA BETON NORMAL Nugroho Yulistanto; Agus Setiya Budi; Supardi Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37322

Abstract

Betonbertulang baja merupakan komponen yang sering digunakan pada struktur bangunan, dimana beton memiliki kuat tekan yang tinggi dan baja memiliki kuat tarik yang tinggi, keduanya merupakan kombinasi yang saling melengkapi untuk konstruksi struktur bangunan. Namun semakin banyaknya peningkatan kebutuhan tulangan baja dalam setiap pembangunan akan menimbulkan kendala yaitu harga yang semakin tinggi dan merupakan produk hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis. Untuk mengatasi kendala tersebut, sebagai alternatif pengganti tulangan baja, maka dimamfaatkanlah bambu, bambu merupakan produk alam yang renewable, diperoleh dengan mudah, murah, dan memiliki kuat tarik yang tinngi.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kuatlekatdankuat tarik leleh bambu Ori yang digunakan untuk perhitungan secara analisis, kapasitas lentur balok bertulangan bambu Ori. Benda uji yang digunakanadalahbalok sebanyak 9 buah dengan ukuran 11 cm x 15 cm x 170 cmdanuntukpengujiankuatlekat Benda ujisilinderdenganø 15 cm dantinggi 30 cm sebanyak 9 buah. Tiga ditanam tulangan bambu Ori Selanjutnya tiga ditanam tulangan baja ø 8 mmdan tiga tanpa tulangan sebagai pembanding. Sedangkanuntukpengujiankuatlekat 3 silinderdiberitulanganbambubernodiadengantulanganpanjang 70 cm, lebar 2 cm dantebal 0,52 cm. Tigadiberitulanganbambuoritanpanodiadengandimensi yang sama. Dan tigadengantulanganbajaø 8 mmdigunakansebagaipembandingtulanganbambu.Mutubetondirencanakandenganf'c = 17,5MPa.pengujiandilakukan pada umur beton 28 haridilakukan di Laboratorium Struktur, FT UNS,Pengujiankuatlenturdengan memberikan dua titik beban terpusat pada jarak 1/3 bentang balok dari tumpuan.sedanguntukbendalekatdilakukandenganalatUniversal Testing Machine (UTM).Berdasarkan analisis dan hasil pengujian dapat diambil kesimpulan, Untukperencanaanbaloktulanganbambu, kuat tarik leleh bambu Ori direduksisebesar 52% ,didapatnilaikuatlelehsebesar 132,749 N/mm2. Untuk kapasitas lentur hasil pengujian, Momen nominal hasil uji experimen Pada benda uji balok bertulangan bambu Ori didapat rerata sebesar 0,316 tonm, untuk balok bertulangan baja ø 8 mm didapat momen nominal hasil pengujian rerata sebesar 0,516 tonm. Dari 9 buah balok yang diuji. Dan darihasilpengujiankuatlekattulanganpadasesar0,25 mm ,didapatkuatlekatbetondengantulanganbajaø 8 mmsebesar 0,3029 MPa ,NilaikuatlekatbetondenganTulanganBambuOrisebesar 0,1473 MPa.
Kajian Ketersediaan Air dan Potensi Daya Listrik Yang Dihasilkan Pada Rencana Pembangunan PLTMH Kebongembong Kabupaten Kendal Muji Rifai
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i4.48087

Abstract

Potensi sumber daya air yang melimpah di Indonesia karena banyak terdapatnya hutan hujan tropis dapat diolah, bila hal ini dapat dikembangkan, konversi air menjadi energi listrik lebih baik dan efisien. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan alternatif sumber energi listrik bagi masyarakat. Dalam upaya ikut berpartisipasi pada sektor ketenagalistrikan nasional maka akan membangun PLTMH yang berada di Desa Kebongembong Kecamatan Pageruyung. Secara teknis, PLTMH memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator. Air yang bisa digunakan untuk harus mempunyai kapasitas aliran serta tinggi jatuh air (head) tertentu, karena tinggi jatuh air dan kapasitas air berpengaruh pada daya listrik yang dihasilkan, karena prinsip kerja PLTMH adalah memanfaatkan beda tinggi dan jumlah debit yang ada pada aliran. Untuk perhitungan ketersediaan air Sungai Lampir  (lokasi rencana PLTMH Kebongembong), dalam kajian ini mengambil titik kontrol yaitu di rencana bangunan pengambilan/bendung Kebongembong. Dalam merencanakan PLTMH, debit yang diperlukan yaitu debit yang konstan agar pasokan tenaga listrik dari turbin yang digerakan oleh air dapat berjalan secara kontinyu. Sehingga dalam menghitung potensi daya listrik yang dapat dihasilkan akan menggunakan debit terkecil dari Q-90 yaitu sebesar 1,2 m3/detik. Sehingga dengan menghitung berdasarkan debit, beda tinggi (head) serta efisiensi alat, maka besarnya potensi daya listrik yang dapat dihasilkan oleh PLTMH Kebongembong yaitu sebesar 370 kW.
EVALUASI KINERJA JARINGAN DRAINASE KELURAHAN GANDEKAN, JEBRES, SURAKARTA (SUB SISTEM DAS KALI PEPE HILIR) Apriliana Kurniasari; Sobriyah Sobriyah; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37209

Abstract

Sistem drainase dirancang untuk mengalirkan debit aliran tertentu pada suatu kawasan, terutama pada saat musim hujan. Artinya kapasitas sistem drainase sudah diperhitungkan untuk dapat mengalirkan debit air yang terjadi. Namun fakta dilapangan menunjukkan sering terjadi permasalahan drainase di suatu kawasan akibat tidak terpenuhinya kondisi tersebut yang pada akhirnya mengakibatkan banjir dan genangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kinerja jaringan drainase di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Surakartaberdasarkan parameter penilaian kondisi fisik dan partisipasi dari pihak terkait (dalam hal ini masyarakat di lokasi penelitian dan lembaga terkait). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 96 responden,wawancara dan survey langsung ke lokasi penelitian untuk mengumpulkan data primer kondisi fisik jaringan drainase di Kelurahan Gandekan.Analisis data dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap kondisi fisik di lapangan berdasarkan hasil observasi langsung (data primer). Selain itu analisis data juga dilakukan untuk menilai tingkat partisipasi pihak terkait berdasarkan hasil kuesioner. Penilaian kuesioner dalam penelitian ini menggunakan skala Guttman dan Linkert. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi fisik jaringan drainase Kelurahan Gandekan saat ini adalah 61,90% masuk dalam kategori cukup,dan telah terjadi kerusakan/penurunan kondisi infrastruktur jaringan drainase sebesar 38,10%. Tingkat partisipasi lembaga terkait sebesar 75,83% masuk kategori sedang, dan tingkat partisipasi masyarakat sebesar 81,28% masuk kategori tinggi. Kinerja jaringan drainase Kelurahan Gandekan dinilai berdasarkan kondisi fisik, partisipasi lembaga terkait dan partisipasi masyarakat adalah sebesar 67,65% masuk katagori cukup.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL Suci Indah Suryani; Agus Setiya Budi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37059

Abstract

Beton bertulang merupakan struktur komposit yang berasal dari penggabungan dua bahan yaitu beton (agregat halus + agregat kasar + PC) dan baja sebagai tulangan. Penggunaan beton bertulang yang semakin meningkat menyebabkan penggunaan baja meningkat dan menimbulkan kekhawatiran semakin menipisnya ketersediaan bahan baku pembuatan baja. Para ahli struktur telah meneliti adanya kemungkinan penggunaan material lain dengan menggunakan bambu sebagai tulangan beton. Bambu merupakan sumber daya alam yang mudah didapat, murah, mudah ditanam, dan memiliki kuat tarik cukup tinggi yang mampu bersaing dengan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat lentur pada balok beton tulangan bambu petung vertikal ukuran 10x5 mm. Benda uji berjumlah 14 buah terdiri dari 8 buah tulangan bambu dan 6 buah tulangan baja D 8 mm. Dimensi balok yang digunakan adalah panjang 1700 mm, lebar 110 mm dan tinggi 150 mm sedangkan dimensi bambu yang digunakan adalah panjang 1650 mm, lebar 10 mm dan tebal 5 mm. Mutu beton minimal yang direncanakan adalah fc'=17 MPa. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode two point loading. Nilai kuat lentur analisis hasil pengujian laboratorium adalah 3,98 N/mm2 untuk balok bertulangan bambu dan 12,3693 N/mm2 untuk balok bertulangan baja.
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN BRONJONG MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSLOPE DI DESA TAMBAKMERANG, GIRIMARTO, WONOGIRI Elok Fajar Sagita; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36946

Abstract

Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yang memiliki kondisi topografi cenderung curam, terdiri dari banyak bukit dan lereng. Kondisi ini menyebabkan daerah tersebut berpotensi longsor cukup tinggi. Hal ini diperkuat dengan adanya peristiwa pada tahun 2007 silam, dimana bencana tanah longsor terparah terjadi dan menelan banyak korban jiwa serta rusaknya infrastruktur, sehingga untuk meningkatkan keamanan dilakukan pemasangan bronjong yang berguna menahan lereng dari kelongsoran atau gerusan erosi tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai stabilitas lereng sebelum dan sesudah diberi perkuatan bronjong di Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, dengan ketinggian 14 m dan kemiringan sebesar 60°. Ada empat variasi pemasangan bronjong yang dianalisis dalam perhitungan. Pemasangan bronjong disusun secara berundak dan menahan tanah. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan software Geoslope. Berdasarkan hasil penelitian, stabilitas lereng sebelum diberi perkuatan bronjong akibat beban sendiri dengan menggunakan software Geoslope didapatkan safety factor (SF) sebesar 1,17. Dalam perencanaan pemasangan bronjong dengan semua variasi dapat meningkatkan stabilitas lereng, sehingga tepat digunakan untuk mengatasi kelongsoran. Bronjong dengan variasi II dengan nilai SF 1,47 merupakan variasi yang paling tepat digunakan pada lereng tersebut. Stabilitas lereng setelah diberi perkuatan bronjong dapat dinyatakan aman karena memiliki nilai faktor keamanan > 1,25.
ANALISIS INDIKASI PERUBAHAN IKLIM (HUJAN) DI WILAYAH KOTA SURAKARTA Dyah Khoirun Nisa; Siti Qomariyah; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37338

Abstract

Perubahan iklim hujan merupakan salah satu faktor perubahan iklim. Kota Surakarta merupakan kota yang sering mengalami genangan/banjir di setiap musim hujan. Penelitian terhadap perubahan curah hujan di wilayah kota Surakarta ini menggunakan data dari 4 stasiun, yaitu : Bandara Adi Soemarmo, Pabelan, Weru, dan Mojolaban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas data hujan, mengetahui adanya pengaruh perubahan iklim terhadap curah hujan di masing-masing stasiun dan di wilayah kota Surakarta. Penelitian ini meggunakan metode uji varian antar stasiun, uji varian masing-masing stasiun, dan uji varian hujan wilayah. Semua metode tersebutdilakukan dengan cara Uji-F. Uji nilai rata-rata masing-masing stasiun dan hujan wilayah menggunakan Uji-t. Uji musim dilakukan dengan melihat perubahan curah hujan dalam satu tahun. Uji kepanggahan data hujan dilakukan dengan menggunakan metode RAPS. Hasilnya adalah pada uji varian menunjukkan bahwa stasiun Pabelan dan Mojolaban terdapat perbedaan varian yang signifikan. Uji varian antar stasiun menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan di semua stasiun. Untuk uji nilai rata-rata menunjukkan bahwa hanya Pabelan yang tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata. Dan di uji musim menunjukkan bahwa di uji varian menunjukkan bahwa DJF, JJA, MAM-SON dan Total Tahunan tidak terdapat perbedaan. Uji nilai rata-rata menunjukkan bahwa MAM-SON dan total tahunan terdapat perbedaan nilai rata-rata yang signifikan. Dan kualitas data hujan dari ke-empat stasiun tersebut dan di wilayah kota Surakarta sudah memenuhi uji kepanggahan/konsistensi. Kata kunci : Perubahan Iklim, Hujan, Surakarta
STUDI DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN GUDANG DAN KANTOR PT. WISMILAK GROUP DI JALAN RAYA SOLO SRAGEN Bustami Reza Ardhana; Amirotul M.H. Mahmudah; DJoko Sarwono
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37225

Abstract

PT.Wismilak merupakan salah satu usaha di bidang rokok. Pembangunan gudang dan kantor di Surakarta ini memiliki letak yang strategis karena yang terletak di Jalan Solo-Sragen km 7 sebagai jalan utama penghubung antara Kota Surabaya - Surakarta dan memiliki luas lahan ±2700 m2. Pembangunan PT. Wismilak di Surakarta digunakan sebagai tempat distribusi untuk wilayah Surakarta dan sekitarnya. Adanya aktivitas kegiatan pemasaran yang keluar dan masuk kantor akan berpengaruh terhadap kelancaran dan jaringan jalan di sekitar kawasan PT.Wismilak, sehingga perlu dilakukan studi dampak lalu lintas akibat pembangunan Gudang dan Kantor PT.Wismilak. Data primer meliputi data area pemasaran, data tempat tinggal, data parkir dan data tarikan pergerakan lalu lintas, sedangkan data sekunder meliputi data geometrik jalan, data karateristik gudang dan data lalu lintas simpang tak bersinyal Ngringgo pada Sta.7 ±050 dan ruas Jalan Solo Sragen pada Sta.6±000 s/d Sta 6 ±850. Penelitian yang dilakukan berdasarkan pada analisis data bangkitan dan tarikan yang diasumsikan sama dengan gudang dan kantor lama, analisis kinerja ruas jalan dan persimpangan, analisis penanganan dampak lalu lintas, analisis kebutuhan parkir dan analisis penataan secara internal maupun eksternal PT.Wismilak. Analisis perhitungan ruas jalan dan persimpangan berdasarkan analisis kinerja simpang dan ruas jalan serta Degree of Saturation (DS) sebagai parameter dalam analisis kinerja. Berdasarkan analisis perhitungan kinerja simpang dan ruas jalan pada kondisi eksisting tahun 2014 dan kondisi setelah pembangunan gudang dan Kantor PT.Wismilak tahun 2015 masih dalam kondisi stabil (DS<0,8). Namun diperhitungkan untuk 5 tahun mendatang tahun 2020, derajat kejenuhan simpang tak bersinyal menjadi sebesar 0,93 sehingga pada studi ini diperlukan salah satu solusi penanganan yaitu dengan merubah simpang tak bersinyal menjadi simpang bersinyal dengan 3 fase sinyal dan menghasilkan DS sebesar 0,711 sehingga kondisi lalu lintas dapat dikatakan stabil dan diperlukan penataan eksternal pada simpang yaitu penambahan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan pada simpang.