cover
Contact Name
Erwin Sondakh
Contact Email
ehb_sondakh@unsrat.ac.id
Phone
+6285256923230
Journal Mail Official
jzootek@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Kampus Bahu Manado, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
ZOOTEC
ISSN : 08522626     EISSN : 26158698     DOI : https://doi.org/10.35792/
Zootec is a scientific periodical journal published by the Faculty of Animal Sciences, Sam Ratulangi University in 1995 with the print ISSN number 0852 – 2626. The focus of articles on Animal Sciences includes 1. livestock production, 2. Animal Feed and Nutrition, 3. Livestock Socio-Economics, 4. Animal Product Technology, 5. Animal Health, and 6. Potential pet wildlife Animal. Since its publication in Volume 38 number 1 of January 2018, it has been accredited with Rank 5 at the Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic of Indonesia, Number SK 28/E/KPT/2019 with eISSN number 2615-8698. Starting Volume 41 No 2 of July 2021 the Zootec Journal has changed the writing template from the previous writing template. The Zootec journal has been indexed by Google Scholar, SINTA, Crossref, Garuda. Article authors can send articles in Indonesian or in English via email: jzootek@yahoo.com to be considered for publication.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 42 No. 2 (2022)" : 30 Documents clear
Tingkat pemenuhan kebutuhan nutrien pada sapi peranakan ongole (PO) yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat Y.L.R. Tulung; M.R. Waani; D. Anggara; A.F. Pendong; N.W.H. Tuwaidan
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.223 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemenuhan hijauan segar, bahan kering dan bahan organik sapi Peranakan Ongole (PO) yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan menggunakan 20 ekor sapi peranakan ongole (PO) berumur antara 2 – 4 tahun. Penelitian ini dilakukan 5 tempat pengambilan sampel dalam setiap areal satu lingkaran dimana ternak sapi Peranakan Ongole diikat, setiap tempat dilakukan pengambilan rumput lapang dengan ukuran satu meter bujur sangkar (m²) dengan mempertimbangkan kondisi lahan, pakan atau rumput yang dikonsumsi ternak sapi PO dan kemudahan untuk dijangkau yang menggunakan tali rafia yang membentuk lingkaran. Berdasarkan hasil penelitian rerata bobot hidup sapi PO   417,9 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hijauan segar (HS) sebesar 37.3 kg ekor-1hari-1(8,92% dari berat badan), konsumsi bahan kering (BK) sebesar 9,66 kg ekor-1hari-1 (2,3% dari berat badan) dan konsumsi bahan organik (BO) sebesar 8.71 kg ekor-1hari-1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan konsumsi hijauan segar sebesar 8,92% dan konsumsi bahan kering sebesar 2,3%  dari berat badan sapi PO yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat belum memenuhi kebutuhan. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemenuhan hijauan segar, bahan kering dan bahan organik sapi Peranakan Ongole (PO) yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan menggunakan 20 ekor sapi peranakan ongole (PO) berumur antara 2 – 4 tahun. Penelitian ini dilakukan 5 tempat pengambilan sampel dalam setiap areal satu lingkaran dimana ternak sapi Peranakan Ongole diikat, setiap tempat dilakukan pengambilan rumput lapang dengan ukuran satu meter bujur sangkar (m²) dengan mempertimbangkan kondisi lahan, pakan atau rumput yang dikonsumsi ternak sapi PO dan kemudahan untuk dijangkau yang menggunakan tali rafia yang membentuk lingkaran. Berdasarkan hasil penelitian rerata bobot hidup sapi PO   417.9 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hijauan segar (HS) sebesar 37.3 kg ekor-1hari-1(8.92% dari berat badan), konsumsi bahan kering (BK) sebesar 9.66 kg ekor-1hari-1 (2.3% dari berat badan) dan konsumsi bahan organik (BO) sebesar 8.71 kg ekor-1hari-1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan konsumsi hijauan segar sebesar 8,92%  dan konsumsi bahan kering sebesar 2,3%  dari berat badan sapi PO yang dipelihara secara tradisional berbasis rumput lapang di Kecamatan Tompaso Barat belum memenuhi kebutuhan.   Kata kunci: sapi Peranakan Ongole, rumput lapang, konsumsi hijauan segar, bahan kering, bahan organik ABSTRACT LEVEL OF NUTRIENT NEED FULFILLMENT IN TRADITIONALLY BRAINED ONGOLE  (PO) GRASS-BASED FIELD CATTLE IN TOMPASO BARAT DISTRICT. This study aims to determine the level of fulfillment of fresh forage, dry matter, and organic matter for Ongole Crossbreeds (PO) cattle that are kept traditionally based on field grass in the West Tompaso District. The research method used is comparative descriptive using 20 Ongole Crossbreeds (PO) aged between 2-4 years. This study was conducted at 5 sampling sites in each area of ​​a circle where Ongole Peranakan cattle were tied, each place took field grass with a size of one meter square (m²) taking into account the condition of the land, feed, or grass consumed by PO cattle and the ease of harvesting. reached using raffia rope that forms a circle. Based on the results of the study, the average live weight of PO cattle was 417.9 kg. The results showed that consumption of fresh forage (HS) was 37.3 kg head-1day-1 (8.92% of body weight), consumption of dry matter (BK) was 9.66 kg fish-1day-1 (2.3% of body weight), and consumption of dry matter organic matter (BO) of 8.71 kg fish-1day-1. Based on the results of the study, it can be concluded that the consumption of fresh forage is 8.92% and the consumption of dry matter is 2.3% of the bodyweight of PO cattle which are traditionally reared based on field grass in West Tompaso District. Keywords: Ongole Crossbreed cattle, field grass, fresh forage, dry matter, organic matter    
Performa reproduksi sapi bali betina di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara N. Halimah; J. Paath; L.R. Ngangi; J.R. Bujung; E. Pudjihastuti
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.112 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi sapi Bali betina di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2021 untuk prasurvei dan melakukan survei pada tanggal 15 Februari sampai dengan 4 Maret 2022 berlokasi di desa Bumi Restu, Cemara Jaya dan Mekar Sari Kecamatan Wasile. Penelitian ini menggunakan materi 60 ekor sapi Bali betina yang pernah beranak minimal dua kali dan dilakukan berdasarkan perkawinan alam milik petani peternak yang diambil secara sampel di tiga desa. Analisis data mengenai variabel yang diteliti menggnakan analisis deskriptif. Variabel penelitian yaitu variabel service per conception, calving interval, days open dan umur pertama kali beranak serta variabel penunjang seperti umur, tingkat pendidikan, dan lama beternak dari peternak yang dijadikan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa reproduksi sapi Bali betina di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara sudah cukup baik dilihat dari aspek variabel service per conception (1,2 ± 0,4 kali), calving interval (339,83 ± 10,36 hari), sedangkan untuk days open (69,35 ± 10,08 hari) dan umur pertama kali beranak (37,3 ± 6,35 bulan) sedikit diatas angka ideal. Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa performa reproduksi sapi Bali betina di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara sudah sangat baik
Karakteristik fisik dan sensorik sosis daging babi dengan penambahan konsentrasi gelatin M. Sompie; E.H.B. Sondakh; T.R. Liudongi
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.215 KB)

Abstract

Salah satu bahan pengikat yang digunakan dalam pembuatan sosis adalah gelatin. Gelatin dalam produk pangan dapat berfungsi sebagai bahan pengikat/binder dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sekitar 80 –90%. Penelitian ini telah dilakukan untuk mengkaji karakteristik fisik dan sensorik sosis daging babi dengan penambahan berbagai konsentrasi gelatin. Bahan utama yang di gunakan adalah 250 g daging babi dan gelatin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan konsentrasi gelatin 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%, masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah susut masak, daya mengikat air dan uji sensorik (cita rasa, aroma, warna dan tekstur). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap daya mengikat air dan susut masak, terhadap uji sensorik memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrasi gelatin 7,5 % menghasilkan produk sosis daging babi yang baik.
Kecernaan bahan kering, retensi nitrogen dan energi metabolis ransum ayam pedaging yang menggunakan tepung kulit nenas (Ananas comosus L. Merr) sebagai pengganti sebagian jagung B. Bagau; C.J. Pontoh; Y.H.S. Kowel; A.L. Wongkar
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.275 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering, nilai retensi nitrogen dan energi metabolis (AMEn) ransum ayam pedaging yang menggunakan tepung kulit nenas (Ananas comosus L. Merr) sebagai pengganti sebagian jagung. Penelitian ini menggunakan 20 ekor broiler unsexed, strain Cobb berumur 5 minggu, dan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu: R0= 50% Jagung, dengan 0 % kulit nenas, R1=45% jagung dengan 5% tepung kulit nenas, R2 =40% jagung dengan 10% tepung kulit nenas dan R3=35% jagung dengan 15% tepung kulit nenas. Variabel yang diteliti adalah: Kecernaan bahan kering, nilai retensi nitrogen dan energi metabolis ransum. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh atau berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai kecernaan bahan kering, retensi nitrogen dan energi metabolis. Hasil uji BNJ untuk nilai kecernaan bahan kering menunjukkan bahwa perlakuan R0 (70,62%), R1 (69,04%), dan R2 (65,49%) berbeda tidak nyata, akan tetapi RO berbeda nyata dengan R3 (62,65%), sedangkan R1(69,04%), dan R2 (65,49%) berpengaruh tidak nyata dengan R3 (67,11%). Nilai retensi nitrogen pada perlakuan R0 (75,99%), R1 (73,28%), dan R2 (69,83%) berbeda tidak nyata, akan tetapi R0 berbeda nyata dengan R3 (67,11%), sedangkan R1 (73,28%), dan R2 (69,83%) berbeda tidak nyata dengan R3. Nilai AMEn pada perlakuan R0 (2854,34 Kcal/kg) berbeda tidak nyata dengan R1 (2825,69 Kcal/kg) dan R2 (2706,51 Kcal/kg) tetapi berbeda nyata dengan R3 (2634,73 Kcal/kg). Perlakuan R1 (2825,69 Kcal/kg) tidak berbeda nyata dengan R2 (2706,51 Kcal/kg) tetapi berbeda nyata dengan R3 (2634,73 Kcal/kg). Perlakuan R2 (2706,51 Kcal/kg) berbeda tidak nyata dengan R3 (2634,73 Kcal/kg). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tepung kulit nenas (Ananas Comosus L. Merr) dapat digunakan sebagai pengganti sebagian jagung dalam ransum ayam pedaging sampai 20% atau penggunaan 10 % dalam ransum dilihat dari nilai kecernaan bahan kering, retensi nitrogen dan energi metabolis.
Pengaruh lama perendaman dalam asap cair terhadap sifat organoleptik sosis daging ayam S.M. Sembor; N. Wakur; D.B.J. Rumondor; S.N. Rumerung
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.181 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam asap cair terhadap sifat organoleptik sosis ayam. Penelitian ini telah di lakukan di laboratorium Tekonologi Hasil Ternak (THT), Fapet Unsrat Manado. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah; P0 (0 Menit: Sosis tanpa perendaman dalam asap cair), P1 (20 menit perendaman sosis ayam dalam asap cair), P2 (40 menit perendaman sosis ayam dalam asap cair), P3 (60 menit perendaman sosis ayam dalam asap cair), dan P4 (80 menit perendaman sosis ayam dalam asap cair). Variable yang diamati adalah sifat organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa). Data di analisis dengan anova dan dilanjutkan uji Berbeda Nyata Jujur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan perendaman dalam asap cair pada 0 menit, 20 menit, 40 menit dan 60 menit memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap mutu organoleptik sosis ayam. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa sosis ayam dengan perendaman menggunakan 20 % asap cair selama 60 di sukai oleh panelis 
Daya dukung pastura alam dalam pemenuhan kebutuhan nutrien Sapi lokal di Kabupaten bolaang Mongondow Utara A.F. Pendong; R.A.V. Tuturoong; Y.L.R. Tulung; Z. Poli; E.H.B. Sondakh
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.428 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya dukung pastura alam dalam pemenuhan kebutuhan nutrien sapi lokal di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Materi yang dijadikan objek pengamatan langsung adalah ternak sapi lokal yang dipelihara menurut kearifan lokal, dan pastura alam, yang ditentukan secara acak di 3 (tiga) willayah kecamatan sebagai representasi dari seluruh wilayah, sebagai sumber data primer. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait di wilayah penelitian, juga referensi dan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan secara kuantitatif, dan selanjutnya melakukan komparasi dengan hasil penelitian dan rekomendasi yang diperoleh dari sumber-sumber artikel, jurnal penelitian yang terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jenis-jenis hijauan pakan yang tumbuh sebar di wilayah penelitian, umumnya dikonsumsi oleh sapi-sapi lokal didominasi jenis rumput, sekalipun terdapat beberapi jenis-jenis legume rambat dan legume pohon, juga hasil-hasil sisa pertanian, seperti jerami padi dan jrami jagung. Berdasrkan luas penggunaan lahan yang tersebar di 6 (enam) kecamatan, antara lain: padang rumput alam, tegal/kebun, perkebunan, irigasi /sawah, luas panen padi sawah dan luas panen jagung, masing-masing luasan memberi kontribusi terhadap produksi bahan kering (BK) hijauan, dengan total produksi 127.513 ton per tahun. Daya dukung wilayah terhadap hidup dan produksi ternak sapi (kapasitas tampung ternak sapi) berdasarkan produksi hijauan dari luas penggunaan lahan adalah sebesar 55.441 satuan ternak (ST) per tahun. Selanjutnya, daya dukung wilayah terhadap kapasitas penambahan populasi sapi potong (KPPTS), adalah sebesar 41.776 ST.
Kemudahan lahir, bobot sapih dan nilai ekonomi pedet yang dihasilkan dari persilangan breed pejantan berbeda dengan induk sapi breed Bali murni U. Paputungan; W. Utiah; S. Turangan; L.R. Ngangi; E.H.B. Sondakh
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.031 KB)

Abstract

Pengembangbiakan sapi yang dikawinkan dengan Teknik inseminasi buatan (IB) menggunakan semen pejantan Brahman, Limousine dan Simmental sedang berkembang secara umum saat ini di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Catatan bobot pedet saat lahir dan saat disapih dari 158 ekor induk betina sapi Bali murni umur berkisar lima tahun serta bobot induk setelah melahirkan terakumulasi selama lima tahun (2017-2022) digunakan menilai secara langsung efek berbagai jenis pejantan tersebut yang dikawinkan dengan IB dan secara alami khusus pejantan Bali murni, semuanya dengan induk betina sapi Bali murni terhadap kelancaran lahir anak, bobot pedet dan nilai ekonomis pedet saat disapih. Data dianalisis menggunakan model kovarians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi betina Bali murni dapat digunakan sebagai stok pengganti yang potensial dikawinkan dengan pejantan Brahman, Limousine, dan Simmental unggul untuk peningkatan bobot pedet persilangan sapi Bali dalam populasi sapi komersial tanpa banyak kasus kesulitan melahirkan (dystocia). Program pemuliaan menggunakan pejantan Brahman, Limousine dan Simmental untuk dikawinkan dengan betina sapi Bali murni secara nyata dapat meningkatkan rata-rata pertambahan bobot badan harian (ADG) pedet dan nilai ekonomi yang lebih tinggi dalam istilah income over feed cost (IOFC) pedet saat disapih untuk peningkatan populasi sapi Bali komersial di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Studi tingkat ketertarikan masyarakat terkait pengembangan ekowisata desa berbasis hewan endemik di Wilayah Sea Kecamatan Pineleng H. Kiroh; R.S.H. Wungow; M.H.M. Kawatu; P.R.R.I. Montong
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.469 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat ketertarikan dan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan ekowisata berbasis hewan-hewan endemik Sulawesi Utara. Penelitian ini dilaksakana pada bulan Juli sampai September 2022. Teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan metode survei dengan mengambil sampel 20% dari jumlah masyarakat yang berusia 20 tahun keatas. Hasil penelitian diperoleh dari sisi pemahaman masyarakat tentang ekowisata 17,30% sangat memahami dan 64,86% pada kategori paham serta kurang begitu paham 17,30% serta tidak paham sama sekali 0,5%, masyarakat yang mengetahui ekowisata 17,93% pada kategori sengatmengetahui 63,03% dan 16,25% kategori kurang begitu mengetahui serta 2,80% tidak mengetahui sama sekali. Sedangkan masyarakat yang sangat tertarik ada 20,67%, dan 70,54% pada kategori tertarik dan 7,75% kurang begitu tertarik serta 1,04% pada kategori tidak tertarik sama sekali dengan ekowisata. Dilihat dari pengertian masyarakat terhadap perlindungan satwa endemik Sulawesi Utara ada sekitar 23,86% pada ketegori sangat mengerti dan 51,14% kategori mengerti, 22,16% kategori kurang mengerti dan 2,84% pada kategori tidak mengerti. Namun 27,86% sangat mendukung ekowisata desa berbasis hewan endimik dan 66,42% kategori mendukung, 4,98% kurang begitu mendukung serta 0,75% tidak mendukung terhadap ekowisata desa berbasis hewan endemik. Disisi lain ada 32,77% aparat desa sangat mendukung, dan ada 64,34% pada kategori mendukung dan 2,41% kurang begitu mendukung serta 0,48% tidak mendukung. Dilihat dari sisi pengertian aparat desa dimana 18,78% berada pada kategori sangat mengetahui dan 60,50% mengetahu dan 19,34% kurang mengetahui serta 1,38% tidak mngetahui sama sekali, namun dilihat dari sisi pengertian aparat desa dimana ada 22,22% sangat mengerti dan 54,17% pada kategori kurang mengerti serta 1,39% dari aparat desa tidak mengerti sama sekali tentang ekowisata desa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat di desa Sea Satu paham dan sangat mengetahui serta tertarik dengan pengembangan ekowisata berbasis hewan endemik SULUT dan aparat desa juga mengetahui serta mengerti tentang ekowisata sehingga mempermudah rencana pengembangannya ke depan sebagai daya dukungan ekonomi masyarakat dan daerah.
Pengaruh jarak tanam terhadap produktivitas rumput gajah mini (Pennisetum Purpureum cv Mott) di areal perkebunan kelapa Y.G. Djorebe; M.M. Telleng; S.D. Anis; S.S. Malalantang
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.501 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv Mott) yang ditanam di areal perkebunan kelapa dengan jarak tanam berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang terdiri dari J1: jarak tanam 1,0 m x 0,5 m, J2: jarak tanam 1,0 m x 0,75 m dan J3: jarak tanam 1,0 m x 1,0 m, masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Variabel yang diukur yaitu produksi segar daun dan batang, produksi bahan kering daun dan batang. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi segar daun dan batang, serta produksi bahan kering daun dan batang. Uji BNJ menunjukkan bahwa jarak tanam 1,0m x 1,0m memberikan produksi segar daun dan batang, serta produksi bahan kering daun dan batang yang berbeda sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dari jarak tanaman 1,0 m x 0,5 m, tetapi memberikan produksi segar daun dan batang, serta produksi bahan kering daun dan batang yang berbeda tidak nyata (P>0,05) dengan jarak tanam 1,0 m x 0,75 m. Dapat disimpulkan bahwa jarak tanaman 1,0m x 0,75m menghasilkan produksi segar daun dan batang, serta produksi bahan kering daun dan batang yang optimal.
Pengaruh perbedaan konsentrasi larutan asam asetat (CH3COOH) terhadap karakteristik fisik gelatin tulang rusuk sapi F. Djunaidi; M. Sompie; R. Hadju
ZOOTEC Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.61 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan larutan asam asetat dengan konsentrasi yang berbeda terhadap nilai pH, rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi. Bahan utama yang di gunakan dalam penelitian ini adalah 4000 gram tulang rusuk sapi segar yang di ambil dari pasar tradisional Bersehati, Manado. Larutan asam asetat (CH3COOH), HCl, dan aquades. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan larutan asam asetat (CH3COOH) 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%, masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati yaitu nilai pH gelatin, rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CH3COOH dalam pembuatan gelatin tulang rusuk sapi memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P< 0,05) terhadap rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perendaman dalam larutan asam asetat (CH3COOH) 10% pada proses pembuatan gelatin memberikan pengaruh yang baik terhadap nilai pH, rendemen dan viskositas gelatin tulang rusuk sapi

Page 3 of 3 | Total Record : 30