cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
me@hamidmukhlis.id
Phone
-
Journal Mail Official
admin@ukinstitute.org
Editorial Address
Utan Kayu Institute Lucky Arya Residence 2 No. 18 Fajar Agung Barat Jalan HOS. Cokroaminoto Kab. Pringsewu Lampung - Indonesia, Postal code 35373
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 28281039     EISSN : 28280733     DOI : http://doi.org/10.47679/20225
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science (NJBSS) targets all the current and future prospective of research in the behavioral and social sciences. The journal accepts all types of articles such as research articles, case reports, reviews, commentary and short communications etc., behavioral sciences include psychology, psychobiology, criminology and cognitive science. > Psychology > Political science > Public health > Accounting > Applied anthropology > Social networks > Cognitive science > Sociology > Organizational behavior > Anthropology > Social neuroscience > Operations research > Management science > Behavioral economics
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
Bandung Gardening: Hydroponic Salads Latue, Theochrasia; Latue, Philia Christi; Rakuasa, Heinrich
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202330

Abstract

Urban agriculture not only plays an important role in creating sustainable cities but also influences the spatial structure of urban landscapes and communities. One of the small-scale (community) urban agriculture activities is community gardening. In Bandung City, this activity was initiated by the Bandung Gardening community. One of the work programs that can be done for the Bandung gardening community is to make a hydroponic salad. Hydroponics is the cultivation of plants using water without using soil. This research used a descriptive qualitative approach.  The results showed that hydroponics is an efficient and effective method to produce high-quality salads in an urban environment like Bandung. Hydroponic plants tend to grow faster than those in soil, with higher yields and better nutritional quality. The success of this hydroponic technique is supported by the reduced use of water and less land compared to traditional farming. Hydroponic systems work by allowing control over environmental conditions, such as temperature, pH balance, and maximizing exposure to nutrients and water. Despite being grown in a water medium, hydroponic farming can actually save water. This is because the water used is not absorbed by the soil. The water is absorbed by the plants better. Hydroponic farming is also more energy-efficient because it is done without non-renewable energy such as electricity. Abstrak: Pertanian perkotaan tidak hanya memainkan peran penting dalam menciptakan kota yang berkelanjutan tetapi juga mempengaruhi struktur spasial lanskap perkotaan dan masyarakat. Salah satu kegiatan pertanian perkotaan skala kecil (masyarakat) berupa kebun masyarakat. Di Kota Bandung kegiatan ini digagas oleh komunitas Bandung Gardening. Salah satu program kerja yang dapat dilakukan untuk komunitas berkebun Bandung adalah membuat salad hidroponik. Hidroponik adalah budidaya tanaman dengan menggunakan air tanpa menggunakan tanah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidroponik merupakan metode yang efisien dan efektif untuk menghasilkan salad berkualitas tinggi di lingkungan perkotaan seperti Bandung. Pertumbuhan tanaman hidroponik cenderung lebih cepat daripada yang dalam tanah, dengan hasil panen yang lebih tinggi dan kualitas nutrisi yang lebih baik. Keberhasilan teknik hidroponik ini didukung oleh pengurangan penggunaan air dan lahan yang lebih sedikit dibandingkan dengan pertanian tradisional. Sistem hidroponik bekerja dengan memungkinkan kontrol atas kondisi lingkungan, seperti suhu, keseimbangan pH, dan memaksimalkan paparan nutrisi dan air. Meski ditanam di media air, bercocok tanam hidroponik sebenarnya bisa menghemat air. Hal ini dikarenakan air yang digunakan tidak terserap oleh tanah. Air diserap oleh tanaman lebih baik. Pertanian hidroponik juga lebih hemat energi karena dilakukan tanpa energi tak terbarukan seperti listrik.
Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Gaya Belajar Siswa SMP Kelas 7 di Lembang, Indonesia: Non-Cognitive Diagnostic Assessment of Learning Styles for 7th Grade Junior High School Students in Lembang, Indonesia Huda, Ali Anhar Syi’bul; Nurhuda, Abid
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202331

Abstract

Learning style is a way of receiving, understanding, and processing information from each student in the learning process. In its development, learning styles are broadly (generally) divided into visual, auditory, and kinesthetic learning styles. One of the efforts that can be made to find out the learning style of each student is by non-cognitive diagnostic assessment, especially in the framework of the independent curriculum learning becomes one of the main and most important things. Non-cognitive diagnostic assessment is very helpful for educators in mapping learning needs and goals according to the learning styles of their students. SMPN 3 Lembang did the same thing by conducting non-cognitive diagnostic tests on 318 students as samples in the study. This research uses a qualitative approach with descriptive methods, while the data collection tools are taken from the results of the non-cognitive diagnostic test of learning styles of students in grades 7D-7K at SMPN 3 Lembang in the 2023/2024 academic year. The results of the study concluded that the learning style of students in grades 7D-7K at SMPN 3 Lembang was most dominant in the visual learning style with a percentage of 46% (148 students), in second place was the kinesthetic learning style of 40% (126 students), and the auditory learning style was 14% (44 students). It is expected that educators can use learning styles that can stimulate students' visual learning styles such as the use of demonstration teaching methods, practicum, observation of the surrounding environment, and others. Abstrak: Gaya belajar merupakan cara menerima, memahami, dan mengolah informasi dari setiap siswa dalam proses pembelajaran. Pada perkembangannya, gaya belajar secara garis besar (umum) terbagi menjadi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar dapat mengetahui gaya belajar setiap siswa ialah dengan asesmen diagnostik non-kognitif, terlebih dalam kerangka kurikulum merdeka belajar menjadi satu hal yang utama dan penting. Asesmen diagnostik non-kognitif sangat membantu pendidik dalam memetakan kebutuhan dan tujuan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar para siswanya. Tidak terkecuali di SMPN 3 Lembang melakukan hal yang sama yaitu dengan melalukan tes diagnostik non-kognitif terhadap 318 siswa sebagai sampel dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, adapun alat pengumpulan data diambil dari hasil tes diagnostik non-kognitif gaya belajar belajar siswa kelas 7D-7K di SMPN 3 Lembang Tahun pelajaran 2023/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa kelas 7D-7K di SMPN 3 Lembang paling dominan ialah gaya belajar visual dengan prosentase sebesar 46% (148 siswa), diposisi kedua yaitu gaya belajar kinestetik sebesar 40% (126 siswa), dan gaya belajar auditori sebesar 14% (44 siswa). Diharapkan pendidik dapat menggunakan gaya belajar yang dapat menstimulus gaya belajar visual siswa seperti penggunaan metode mengajar demonstrasi, praktikum, observasi lingkungan sekitar dan lainnya.
Analisis korelasi kesibukan orangtua dalam pembentukan kelekatan aman pada anak usia remaja: Analyzing The Relation of Attachment Security Between Busy Working Parents and Adolescents El Qubro, Hanna Safira; Qotadah, Hudzaifah Achmad; Achmad, Adang Darmawan
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202332

Abstract

Kelekatan memberikan peran terhadap perkembangan emosi anak di kemudian hari karena kelekatan bukan sekedar pengalaman personal yang terjadi pada seorang anak, tetapi dipengaruhi oleh pikiran dan emosi dalam menyikapi pengalaman tersebut. Karenanya, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kesibukan orang tua dengan pembentukan kelekatan aman pada anak usia remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan melakukan teknik penyebaran kuesioner terhadap orang tua sebanyak 83 responden yang meliputi para ibu pekerja, ibu rumah tangga, dan kegiatan sosial serta memiliki anak remaja dengan rentang umur sekitar 12-21 tahun. Pengambilan analisis data dilakukan dengan bantuan sistem komputerisasi pada program Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  korelasi dari dua variabel yakni pembentukan kelekatan pada anak usia remaja dengan kesibukan orang tua tidak menunjukkan adanya hubungan linear. Artinya, tidak adanya hubungan antara pembentukan kelekatan pada anak usia remaja dengan kesibukkan orang tua. Hasil penelitian ini didukung oleh uji korelasi yang menunjukkan nilai korelasi (r) negatif sebesar -0.039, yang menunjukkan tidak adanya korelasi yang antara kedua variabel tersebut. Abstract: Attachment plays a role in children's future mental and emotional growth because attachment is not simply a personal experience that occurs to a young person but is also influenced by the kid's ideas and emotions as they respond to the experience. As a result, the purpose of this study is to investigate whether or not parents' level of engagement is related to the development of a healthy attachment in adolescent and teenage children. This study employed a quantitative method approach, distributing questionnaires to 83 respondents who were housewives, working mothers, and those who were involved in social activities where they had children ranging in age from about 12 to 21 years old. Data analysis was done using a computerized system, namely Jamovi. The findings demonstrated no linear link between the two variables' correlation: attachment formation between adolescents and busy working parents. The findings of this research are backed by a correlation test which reveals a negative correlation value (r) of -0.039. This number indicates no association between the two variables, consistent with the study's findings.
Regional Development Planning and Policy in the Aspects of Vulnerability and Disaster Resilient Cities: A Review Latue, Theochrasia; Latue, Philia C; Sihasale, Daniel A; Rakuasa, Heinrich
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202333

Abstract

Disaster management in the world has undergone a paradigm change that is from responsive to preventive, from sectoral to multi-sector, from government responsibility solely to joint responsibility, centralization to decentralization and from emergency response to disaster risk reduction. Based on 6 directives of the President of the Republic of Indonesia delivered during the Rakornas PB (Disaster Management) at surabaya, February 2, 2019 one of which is "Regional development planning must be based on aspects of DRR (Disaster Risk Reduction)". Disaster risk-based regional development planning aims to reduce the impact of disaster risk including, threats, vulnerabilities, and capacity. Vulnerability assessment in areas that have the potential to experience disaster events is one of the important factors that must be reviewed in disaster mitigation efforts. Vulnerability assessment with the concept of data from wisdom allows local policymakers to recognize their specific situation in the broader context of a similar situation, providing regional perspectives and important connections between regions. Based on the efforts that have been integrated between the program into city spatial planning, it is hoped that it can increase the resilience of the City in facing disasters and adapt to climate change. Abstrak: Penanggulangan bencana di dunia telah mengalami perubahan paradigma yaitu dari responsif menjadi preventif, dari sektoral menjadi multi sektor, dari tanggung jawab pemerintah semata menjadi tanggung jawab bersama, sentralisasi menjadi desentralisasi dan dari tanggap darurat menjadi pengurangan risiko bencana. Berdasarkan 6 arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan pada saat Rakornas PB (Penanggulangan Bencana) di surabaya, 2 Februari 2019 salah satunya adalah "Perencanaan pembangunan daerah harus berbasis pada aspek PRB (Pengurangan Resiko Bencana)". Perencanaan pembangunan daerah berbasis risiko bencana bertujuan untuk mengurangi dampak risiko bencana yang meliputi, ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Penilaian kerentanan pada wilayah yang berpotensi mengalami kejadian bencana merupakan salah satu faktor penting yang harus dikaji dalam upaya mitigasi bencana. Penilaian kerentanan dengan konsep data dari kearifan memungkinkan para pembuat kebijakan lokal untuk mengenali situasi spesifik mereka dalam konteks yang lebih luas dari situasi yang sama, memberikan perspektif regional dan hubungan penting antar wilayah. Berdasarkan upaya yang telah diintegrasikan antara program tersebut ke dalam perencanaan tata ruang kota, diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan Kota dalam menghadapi bencana dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Parenting Self-Efficacy in Preventing Sexual Abuse in Children Aged 4-7 Years (A Comparative Study on Fathers and Mothers) Badriyah, Siti; Mahanani, Fatma Kusuma
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202234

Abstract

Child Sexual Abuse (CSA) is a serious issue in Indonesia with negative impacts on child development. Therefore, early prevention of CSA is an essential aspect of parenting. While the responsibility of parenting is often more focused on mothers, the role of fathers is also crucial, especially in the context of CSA prevention. This study aims to investigate the differences between fathers' and mothers' Parenting Self Efficacy (PSE) in preventing CSA in children aged 4-7 years. This comparative study involved 111 parents (79 mothers and 32 fathers) with children aged 4-7 years. Incidental sampling technique was used in this research. Data were collected using a PSE scale in preventing CSA, consisting of 31 valid items with a significance level between 0.50-1.00 and a reliability of 0.758. Data analysis was conducted using the Mann Whitney U-Test. The analysis showed a significance value of 0.974. Since this value is greater than 0.05, the hypothesis stating that mothers have higher PSE than fathers in preventing CSA is rejected. Abstrak: Kekerasan seksual terhadap anak (KSA) merupakan masalah serius di Indonesia yang berdampak negatif pada perkembangan anak. Oleh karena itu, pencegahan KSA sejak dini menjadi aspek penting dalam pengasuhan. Meskipun tugas pengasuhan seringkali lebih difokuskan pada ibu, peran ayah juga sangat penting, terutama dalam konteks pencegahan KSA.Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perbedaan antara Parenting Self Efficacy (PSE) ayah dan ibu dalam mencegah KSA pada anak usia 4-7 tahun. Studi komparatif ini melibatkan 111 orangtua (79 ibu dan 32 ayah) dengan anak berusia 4-7 tahun. Teknik sampling insidental digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan skala PSE dalam mencegah KSA, yang terdiri dari 31 item valid dengan tingkat signifikansi antara 0,50-1,00 dan reliabilitas sebesar 0,758. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann Whitney U-Test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,974. Karena nilai ini lebih besar dari 0,05, hipotesis yang menyatakan bahwa ibu memiliki PSE lebih tinggi daripada ayah dalam mencegah KSA ditolak.
Social Adjustment: 'Moving Matured Me' (A Phenomenological Study on Adolescents Experiencing Residential Mobility) Rizky, Ravellia Ayu; Mahanani, Fatma Kusuma
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202235

Abstract

Humans are social beings who will always encounter other humans throughout their lives. These encounters often lead to conflicts due to individual differences. Adjustment is crucial for humans to mitigate such conflicts. For individuals who experience frequent residential mobility, they are more likely to encounter diverse individuals, making adjustment key to achieving well-being and other aspects of life. This study aims to explore social adjustment among adolescents who frequently experience residential mobility. The research employs a qualitative approach with a phenomenological perspective. The data sources are adolescents who have experienced residential mobility. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. Data validity is checked through triangulation. Data analysis techniques involve data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings show that each participant was able to achieve good social adjustment. Each was able to appreciate differences, socialize with others, show empathy, help others, and respect rules. There are seven specific findings in this study. Additionally, the study also discovered the dynamics of social adjustment that lead to the understanding that mobility contributes to the maturation of each participant. Abstrak: Manusia merupakan makhluk yang akan selalu bertemu dengan manusia lainnya selama kehidupannya. Tak jarang pertemuan tersebut akan memunculkan konflik karena perbedaan pada masing-masing individu. Penyesuaian merupakan hal yang penting bagi manusia agar dapat meredakan konflik yang ada. Bagi individu yang memiliki kehidupan yang berpindah-pindah (residential mobility) tentu akan lebih sering menemukan individu yang berbeda, maka penyesuaian merupakan kunci mencapai kesejahteraan bahkan aspek lain dalam hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian sosial pada remaja yang sering mengalami residential mobility. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sumber data dalam penelitian ialah remaja yang mengalami residential mobility. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengecekan keabsahan datanya menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan ialah dengan reduksi data, penyajian data dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing narasumber mampu mencapai penyesuaian sosial yang baik. Masing-masing narasumber mampu menghargai perbedaan, bergaul dengan orang lain, memiliki simpati terhadap orang lain, menolong orang lain dan menghormati aturan. Terdapat temuan khusus yang berjumlah tujuh dalam penelitian ini. Selain itu ditemukan juga dinamika penyesuaian sosial yang mengarah pada pemaknaan bahwa perpindahan mendewasakan diri masing-masing narasumber.
Study of Development Planning and Spatial Policy of Mapanget Sub-district, Manado as a New City Center: A Review Manakane, Susan E; Latue, Philia Christi; Rakuasa, Heinrich
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202336

Abstract

The policy in dividing the KBI and KTI regions is intended to avoid development imbalances that occur in Indonesia. Development in Eastern Indonesia is considered disproportionate and only focused on the Western Region. But now the priority of regional development will be focused on Eastern Indonesia. As a large city in North Sulawesi that is included in Eastern Indonesia, Manado has a strategic location as an investment gateway to economic growth in Eastern Indonesia, this is the background for the development plan of Mapanget sub-district which is included in the Manado City area to become a new city center. This research aims to assess the feasibility of the Mapanget area as the object of this strategic project. The method used was a literature study in combination with the availability of secondary data obtained from research, records and provisions related to the analysis of new city development. Based on the results of the various elements of new city development such as residential areas, health and education facilities, trade, services and industry, and population accessibility have experienced large growth in the period (2007-2019) or in the last twelve years. In terms of development planning, there are also complete guidelines that are based on an in-depth study of various aspects, so it can be concluded that Mapanget Sub-district is strategic enough for the development of a New City in Eastern Indonesia. Abstrak: Kebijakan dalam pembagian wilayah KBI dan KTI dimaksudkan untuk menghindari ketimpangan pembangunan yang terjadi di Indonesia. Pembangunan di Kawasan Timur Indonesia dirasa kurang proporsional dan hanya terfokus di Kawasan Barat saja. Namun saat ini prioritas pengembangan wilayah akan difokuskan ke Timur Indonesia. Sebagai Kota besar di Sulawesi Utara yang temasuk Kawasan Timur Indonesia, Manado memiliki lokasi yang strategis sebagai gerbang investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Timur Indonesia, Hal ini melatarbelakangi rencana pembangunan kecamatan Mapanget yang termasuk wilayah Kota Manado menjadi pusat Kota baru. Dilakukan penelitian yang bertujuan mengkaji kelayakan wilayah Mapanget sebagai objek dari proyek strategis ini. Metode yang dilakukan dengan studi literatur dan kombinasi dengan ketersediaan data sekunder yang diperoleh dari penelitian, pencatatan dan ketetapan yang berhubungan dengan analisa pembangunan kota baru. Berdasarkan hasil dari berbagai unsur pembangunan kota baru seperti wilayah hunian, sarana kesehatan dan pendidikan, perdagangan, bidang jasa dan industri, serta aksesibilitas penduduk telah mengalami pertumbuhan yang besar dalam periode (2007-2019) atau dalam dua belas tahun terakhir. Dari segi perencanaan pembangunan juga tersedia kelengkapan pedoman yang berdasarkan kajian mendalam terhadap beragam aspek, maka dapat disimpulkan bahwa Kecamatan Mapanget cukup strategis untuk pembangunan Kota Baru di Kawasan Timur Indonesia.
Dynamics of Medical Geography Development in Indonesia: Exploring the Interaction between Geographical Factors and Public Health Rakuasa, Heinrich
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202337

Abstract

Understanding the interaction between geographical factors and public health has become an increasingly important subject of research in medicine and global health. By utilizing available geospatial data, we can more deeply understand health patterns and health risks across Indonesia. Therefore, the background of this study underscores the urgency of research in the dynamic development of medical geography in Indonesia.  This research uses a descriptive qualitative approach. The type of research used is a literature study which is research that has been done before by collecting books, journals, magazines, and scientific papers that are interrelated with the research problems and objectives. Literature study is a data collection technique carried out by conducting a study of books or literature related to the problem being solved (Roller, 2019). The literature study database used is by searching on Google Scholar, Scopus, and Google Book. The search was conducted using keywords related to the development of medical geography in Indonesia and case studies of geographic information system utilization in the health sector. The results of this study provide a deeper understanding of how medical geography in Indonesia has evolved over time and has an important role in shaping a holistic view of public health. As a vast and diverse archipelago, the application of medical geography principles in Indonesia can make a significant contribution to improving planning, decision-making, and implementation of more effective and inclusive health programs. Abstrak: Pemahaman tentang interaksi antara faktor geografis dan kesehatan masyarakat telah menjadi subjek penelitian yang semakin penting dalam bidang kedokteran dan kesehatan global. Dengan memanfaatkan data geospasial yang tersedia, kita dapat lebih mendalam memahami pola kesehatan dan risiko kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, latar belakang penelitian ini menggarisbawahi urgensi penelitian dalam dinamika perkembangan geografi medis di Indonesia.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang merupakan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan mengumpulkan buku-buku, jurnal, majalah, dan karya tulis ilmiah yang saling berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Studi literatur merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan studi terhadap buku-buku atau literatur yang berhubungan dengan masalah yang sedang dipecahkan (Roller, 2019). Basis data studi literatur yang digunakan adalah dengan melakukan pencarian di Google Scholar, Scopus, dan Google Book. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan perkembangan geografi medis di Indonesia dan studi kasus pemanfaatan sistem informasi geografis di bidang kesehatan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana geografi medis di Indonesia telah berkembang seiring waktu dan memiliki peran penting dalam membentuk pandangan holistik terhadap kesehatan masyarakat. Sebagai negara kepulauan yang luas dan beragam, pengaplikasian prinsip geografi medis di Indonesia dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan perencanaan, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan program-program kesehatan yang lebih efektif dan inklusif.
Role-Playing Learning Method in Shaping Commendable Morals of Students in Islamic Education Subjects Huda, Ali Anhar Syi’bul; Syahidin, Syahidin; Nurhuda, Abid
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202338

Abstract

This study aims to determine the implementation of the role-playing learning method in PAI subjects in forming students' commendable morals. The research was conducted using a qualitative approach with the literature study method, collecting data through the latest and old literature (journals, books, proceedings) as primary data and sources from the internet as secondary data, the results of which were then described descriptively. The results obtained show that the role-playing learning model helps and is effective in developing students' commendable characteristics such as honesty, discipline, and good manners toward learning. This can happen because students gain direct experience by playing one character or another. What they experienced internalized within themselves so that there was a good change from before. Then based on the literature review it was also found that the role-playing learning method could be implemented in PAI subjects with the teaching material of the Story of the Prophet Abraham. Through the story of Prophet Ibrahim, students gain experience on how to respect their parents, act well, be honest, obey, and trust. The research carried out can contribute to the development of learning methods for parties involved in education, with a variety of learning methods applied that can provide meaningful learning by both teachers and students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari metode pembelajaran role playing pada mata pelajaran PAI dalam membentuk akhlak terpuji siswa. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, pengumpulan data melalui literatur-literatur terbaru dan lama (jurnal, buku, prosiding) sebagai data primer dan sumber dari internet sebagai data sekunder yang kemudian hasilnya dijabarkan secara desriptif. Hasil yang didapatkan bahwa model pembelajaran role playing membantu dan efektif dalam menumbuhkembangkan karakter terpuji siswa seperti kejujuran, kedisplinan, dan adab yang baik terhadap berguru. Hal demikian dapat terjadi karena siswa mendapatkan pengalamannya secara langsung dengan memerankan satu tokoh atau peran lainnya. Dari apa yang mereka alami menginternalisasi dalam diri sehingga adanya perubahan yang baik dari sebelumnya. Kemudian berdasarkan telaah literatur juga didapati bahwa metode pembelajaran role playing dapat dilaksanakan pada mata pelajaran PAI dengan materi ajar Kisah Nabi Ibrahim. Melalui kisah nabi Ibrahim siswa mendapatkan pengalaman bagaimana cara menghormati orangtua, berlaku baik, jujur, taat, dan tawakal. Penelitian yang dilakukan dapat menjadi sumbangsih bagi pengembangan metode pembelajaran bagi pihak-pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan, dengan adanya variasi metode belajar yang diterapkan mampu memberikan kebermaknaan belajar baik oleh guru maupun siswa.
Building a Resilient Global Economy Purohit, Brijesh C.
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202339

Abstract

In this paper we discuss the concept of economic resilience which is the ability of the economy to respond to a economic shock and recover at the fastest pace. We take into consideration the survey reports of RBI. The six surveys recently published by RBI depicts that India is becoming more resilient economy. The concept discussed only at the country level by earlier international studies although indicate India’s relative international ranking as 65. We develop a state level index by appropriate modification of the concept of economic resilience to the state level context. Thus, our state level resilience index depicts Maharashtra and Jharkhand as highest and lowest resilient States respectively. However, our state level indices are in the nascent State and future research may be more useful to further develop it for more confident application in analytical studies.

Page 5 of 11 | Total Record : 106