cover
Contact Name
Adolf Situmorang
Contact Email
teknika@usm.ac.id
Phone
+628122003033
Journal Mail Official
teknika@usm.ac.id
Editorial Address
Jl.Soekarno-Hatta, Tlogosari. Semarang, Jawa-Tengah, Indonesia Telp: 024-6702757; fax: 024-6702272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14104202     EISSN : 25808478     DOI : 10.26623/teknika.v17i1.3127
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran dibidang Teknik Sipil. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang Teknik Sipil dan Rekayasa. Dosen, mahasiswa, dan peneliti diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya.
Articles 154 Documents
Human Resource Allocation in the Main Drainage Construction Project for Flood Control in Palangka Raya City Lendra Lendra; Febry Handayani; Alprido Perdian; Jermias Tjakra; Theresia Widi Asih Cahyanti
Teknika Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i2.12404

Abstract

Human resource management challenges are often faced in construction projects, and human resource leveling is an effective method to overcome construction scheduling fluctuations. This study aims to identify effective human resource leveling strategies in the construction of flood control drainage in Palangka Raya City and analyze their impact on the efficiency of project scheduling and completion. This method reduces the number of human resources without sacrificing project completion, accelerating completion without reducing quality. The resource leveling method in project human resource planning can produce an optimal labor requirement graph compared to the initial fluctuating requirement graph. In this project, before leveling, the number of resources was 1023 OH, after which it became 925 OH, a reduction of 9.58%. In the types of workers, masons, head masons, and foremen, the number has decreased significantly, so that resources become more controlled. Despite the reduced number, the project completion can be accelerated by 42 days from the planned 300 days to 258 days
ANDALALIN Akibat On Street Parking dan Pengalihan Arus Lalu Lintas pada Kawasan Rumah Sakit Pupuk Kalimantan Timur Bontang Wahyu Fitriyani; Ashadi Putrawirawan; Karminto; Muhammad Risky Ramadhan
Teknika Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i2.12466

Abstract

Keberadaan Rumah Sakit sangat bermanfaat dalam memberikan fasilitas kesehatan kepada masyarakat setempat, salah satu contohnya adalah Rumah Sakit Pupuk Kaltim (Rumah Sakit PKT) Bontang yang awalnya dikhususkan untuk pelayanan perusahaan, seiring berjalannya waktu ditingkatkan pelayanannya untuk masyarakat kota Bontang maupun didaerah sekitarnya. Permasalahan ruang parkir di Rumah Sakit PKT Bontang yang sudah tidak dapat menampung kendaraan menyebabakan kendaraan melakukan on street parking. Hal ini membutuhkan solusi seperti penambahan area parkir kedepannya. Ditambah dengan adanya pengalihan arus lalu lintas dari Jalan Pupuk Raya menuju Jalan Oksigen di sekitar kawasan Rumah Sakit PKT Bontang membuat bertambahnya permasalahan lalu lintas yang baru. Untuk dapat mengetahui  karakteristik parkir dan kinerja lalu lintas maka dilakukan survei kebutuhan parkir eksisting dan survei lalu lintas dengan menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2023. Hasil analisis fasilitas parkir kendaraan mobil bermasalah, dengan solusi penambahan area parkir baru di lahan yang ada. Dari hasil kajian diperoleh kinerja ruas Jalan oksigen tanpa adanya on street parking diperoleh nilai tertinggi tingkat DJ  0,39 dengan level LOS B sedangkan saat adanya on street parking DJ berkurang menjadi 0,60 dengan level LOS C.
Pengaruh Pengencangan Torsi Baut secara Berulang terhadap Proofload Pulung Pamungkas; Tumingan; FX Arif Wahyudianto
Teknika Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i2.12670

Abstract

Pengaruh regangan plastis terhadap perubahan perilaku baut baja mutu tinggi selama pengencangan torsi yang dilakukan secara berulang.Plastisitas pada baut baja mutu tinggi dimana kemampuan baut mutu tinggi mengalami perubahan bentuk permanen ketika diberi beban melebihi batas elastisitasnya, dan tidak kembali ke bentuk semula setelah beban dihilangkan. Deformasi plastis terjadi ketika tegangan pada baut baja mutu tinggi melebihi titik lelehnya.Tujuan penelitian untuk memastikan kerusakan yang ditimbulkan setelah dilakukan pengencangan torsi baut secara berulang. Metode penelitian yang digunakan merupakan eksperimen pengencangan torsi baut secara berulang menggunakan alat kunci torsi manual dan dilanjutkan dengan pengujian kuat tarik putus di laboratorium dengan alat Universal Testing Machine. Hasil penelitian diperoleh rata-rata baut mengalami kerontokan ulir di bagian badan baut dan tidak mengalami putus. Proofload merupakan besaranya gaya tarik maksimum yang dapat diterima oleh baut tanpa mengalami deformasi permanen. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai proofload baut yang dilakukan pengencangan torsi berulang satu kali 130.249 N, pengencangan torsi tiga kali sebesar 130.382 N lebih kecil dibanding dengan baut yang tidak dilakukan pengencangan torsi 130.470 N.
Peningkatan Efisiensi Drainase Perkotaan melalui Penerapan Infrastruktur Jalan Berkelanjutan di Kota Malang Rais Amin; Angel Natalia; Mega Putri Aulia; Siti Fatimah; Sri Rahayu
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13068

Abstract

Banjir yang sering terjadi di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang menunjukkan bahwa kapasitas sistem drainase yang ada belum memadai serta kurangnya area resapan air di kawasan padat bangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendekatan Low Impact Development (LID) sebagai metode ramah lingkungan untuk meningkatkan kinerja drainase perkotaan dengan mengevaluasi dua teknik utama, yaitu saluran vegetatif (vegetative swale) dan perkerasan berpori (permeable pavement). Analisis dilakukan menggunakan EPA SWMM 5.1 dengan dua skenario, yaitu kondisi eksisting dan kondisi setelah penerapan LID, menggunakan data curah hujan periode 2015–2024 dari Stasiun Geofisika Malang yang diolah dengan Hydrognomon 4.0.3 menggunakan distribusi Person III. Hasil simulasi menunjukkan enam saluran mengalami limpasan berlebih dengan debit puncak melebihi 10 m³/detik pada kondisi eksisting, sedangkan setelah penerapan LID terjadi penurunan signifikan pada laju aliran dengan kesalahan kontinuitas di bawah 10%, menandakan model valid. Secara keseluruhan, vegetative swale memberikan hasil paling optimal dalam mengurangi limpasan dan meningkatkan infiltrasi, sehingga penerapan konsep LID terbukti efektif dan berkelanjutan untuk mitigasi banjir serta pengembangan infrastruktur hijau di Kota Malang.
Penggunaan Metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation (SCU-CP) dalam Meningkatkan Kuat Tekan Tanah Lempung Berpasir Raudah Ahmad; Hilmy Vaza Barakwan; IGN Aditya Dhiva; Budi Nugroho; Dhiana Dwi Widiawati
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13108

Abstract

Kualitas tanah dasar, terutama jenis tanah lempung berpasir yang memiliki daya dukung lemah. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation (SCU-CP) dalam meningkatkan kekuatan tanah tersebut, dengan fokus pada pengujian kuat tekan bebas (qu) berdasarkan SNI 3638:2012. Sampel tanah dikumpulkan dari wilayah Jl. Vico Indonesia, Muara Badak, Kalimantan Timur. Metode SCU-CP dilakukan dengan mencampurkan larutan urea dan kalsium klorida (CaCl₂) pada konsentrasi 1 mol/L dan 1,5 mol/L, serta soybean powder dengan konsentrasi bervariasi antara 10 hingga 50 g/L. Setelah dilakukan pencampuran dan proses curing selama 7 hari, sampel diuji di laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode SCU-CP secara signifikan meningkatkan sifat mekanik tanah. Nilai qu tanah asli sebesar 3,47 kg/cm² meningkat hingga 5,07 kg/cm² (kenaikan 48,78%) pada campuran reagen 1 mol/L dengan soybean 50 g/L, serta 4,42 kg/cm² (kenaikan 29,24%) pada campuran reagen 1,5 mol/L dengan soybean 40 g/L. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode SCU-CP berpotensi sebagai alternatif stabilisasi tanah yang ramah lingkungan dan efektif.
Analisa Scouring pada Bagian Bawah Jembatan, pada Rencana Pembangunan Jembatan Besi 2, Kabupaten Tenggarong, Kalimantan Timur Freddy Barus; Dhiana dwi widiawati; Insan Kamil; Tommy E. Sutarto; M. Ilham Taufik; M. Fiki Alimul
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13156

Abstract

Tenggarong City is located between 116˚47 BT – 117˚04 BT and 0˚21 LS – 0˚34 LS on the banks of the Mahakam River, requires a bridge to connect areas that are separated, particularly by the river. Currently, there are several connecting bridges in Tenggarong City, including an iron bridge that is 37 metres long and 6 metres wide. The current condition of the bridge is considered alarming, as evidenced by the presence of holes on several sides and floodwaters that almost reach the bridge floor, raising concerns about the safety of users. This condition requires the construction of a second iron bridge 100 metres from the existing bridge. In bridge design, consideration must be given to scouring of the bridge substructure. The analysis conducted was a hydrological, sediment transport and scouring analysis, which yielded 50-year return period design discharge of 801.9 m3/sec, with maximum water level of 5.24 metres. The scouring analysis results using the HEC-RAS program showed scouring of 5.01 metres at STA 808.98, 4.73 metres at STA 559.1, and 5.24 metres at STA 503.18. Scouring control is carried out using protective wing plates and constructing protective riprap around bridge pillars so that damage to the bridge's substructure can be anticipated. 
ANALISIS DAN DESAIN STRUKTUR JEMBATAN BENTANG TUNGGAL DENGAN SISTEM GIRDER PRATEGANG : STUDI KASUS JEMBATAN NGLESES KABUPATEN BOYOLALI suudi Yuliahestikawati; Retno Sri Waryani; Adolf situmorang
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13541

Abstract

Bridge infrastructure development is a critical component in supporting regional connectivity and economic growth. This study aims to analyze and design a single-span bridge structure with a prestressed girder system at the Ngleses Bridge location, Juwangi District, Boyolali Regency. The methodology includes topographic and geotechnical surveys, hydrological analysis to determine design flood discharge, bridge geometric planning, structural calculations using SNI standards, and complementary structure planning. Hydrological analysis results show a 50-year return period design flood discharge of 129.8 m³/s, with flood water level serving as the basis for determining bridge elevation. Geometric planning produces a 30-meter bridge span with a total width of 7.0 meters adjusted to road classification and traffic volume. Structural analysis includes calculations for deck slabs, prestressed girder beams, abutments, and pile foundations considering dead loads, live loads, and environmental loads according to standard loading specifications. Planning results indicate that the bridge structure can withstand design loads with a maximum moment of 1850 kNm and shear force of 685 kN, with adequate safety factors. The contribution of this research is to provide a comprehensive bridge structural analysis and design methodology and serve as a reference for similar bridge projects in Indonesia.
ANALYSIS OF CONDUIT PLUGGING IMPLEMENTATION IN MARANGKAYU DAM Ikhwanudin; Tegar Wijaya Saputra; Farida Yudaningrum
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan desain dan menghitung pintu pengelak pada plugging conduit di Bendungan Marangkayu. Setelah itu untuk mengetahui kualitas hasil pekerjaan plugging conduit atau sumbatan beton dan kaitannya terhadap kekuatan tekan beton, suhu beton serta suhu air. Serta mengetahui perubahan parameter kualitas air meliputi (fisika, kimia dan logam) berdasarkan data hasil uji laboratorium dari tahap pra konstruksi hingga pasca konstruksi Bendungan Marangkayu. Penerapan metode ini untuk menjamin bahwa metode ini mematuhi persyaratan teknis, aman dan tidak akan menimbulkan efek merugikan jangka panjang terhadap konstruksi atau fungsi bendungan. Kondisi pergantian memperbesar dimensi pintu saluran dari 2,5 m x 2,5 m menjadi 3 m x 3 m sebanyak satu buah pintu baja dengan roda tetap dan juga pergantian pada pipa pengelak dari sebelumnya DN 800 pipa baja menjadi DN 1200 pipa baja untuk memenuhi kebutuhan kapasitas aliran banjir pada Bendungan Marangkayu. Rata – rata kuat tekan 28 hari melebihi 300 kg/cm² dan variasi slump flow masih dalam batas toleransi, berdasarkan hasil studi dan evaluasi kualitas beton proyek Bendungan Marangkayu. Kualitas Air Permukaan Sungai Marangkayu pada masa pra kontruksi tahun 2024 pada titik pemantauan untuk parameter Dissolve Oxygen (DO) telah melewati ambang baku mutu. Kualitas Air Permukaan Sungai Marangkayu pada masa pasca kontruksi tahun 2024 pada titik pemantauan untuk parameter BOD (Biologycal Oxygen Demand), Dissolved Oxygen (DO), serta logam terlarut
Analisis Komparatif Efisiensi Distribusi Logistik E-Commerce Alfa Narendra; Ardhiatma Yuniar Irnizarifka; Fitri Anisa; Ghaida Zulfatun Hasanah; Herlingga Izzah Fatati; Maulana Himmatul Falakh; Pipit Puspitasari; Rizka Zulianti; Rohadatu Resty Auzia; Tamimatul Husniyah; Ufaira Adila Khairunisa; Yesi Permata Sari
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13645

Abstract

In the contemporary e-commerce ecosystem, delivery lead-time efficiency serves as a critical determinant of customer satisfaction. This study investigates the distributional characteristics of delivery durations for the "SPX Standard" service across four operational configurations: Early-Week Double-Day (peak), Weekend Double-Day (not available), Early-Week Non-Double-Day, and Weekend Non-Double-Day. Utilizing a quantitative comparative Exploratory Data Analysis (EDA) framework, historical logistics data were synthesized from 509 Shopee users in the Gunung Pati District, Semarang, spanning the 2024–2025 period. Statistical computation conducted via RStudio revealed significant departures from normality, as confirmed by Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk tests (p<0.05). Consequently, hypothesis testing was performed using the non-parametric Kruskal-Wallis H-test. The analysis identified significant variance in median delivery velocities across groups (χ2=6.4256; p=0.04024). Findings indicate that while the Early-Week Non-Double-Day configuration recorded the highest median velocity (6 km/h), it exhibited extreme data dispersion, signaling process instability. Conversely, the Early-Week Double-Day period demonstrated superior reliability characterized by low variability, reflecting the efficacy of capacity scaling strategies during peak demand. The lowest performance metrics were observed during weekends, suggesting localized operational constraints. This research concludes that while peak-load operational stability effectively mitigates service degradation risks, standardized processes during regular workdays require further optimization. Limitations include the exclusion of holiday-related freight restrictions (e.g., Eid al-Fitr and Year-End periods).
ANALISIS EFEKTIVITAS POMPA PASARWARU SISTEM DRAINASE TENGGANG Fitria Maya Lestari; Burhanudin Mukhamad Noor; Puja Aulia; Moch Sediono
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13680

Abstract

The Pasar Waru area in Semarang City is one of the flood-prone regions, influenced by high rainfall intensity, land subsidence, and a suboptimal drainage system. The drainage system in this area consists of four main channels leading to the Pasar Waru Pump Station, which serves as the final control point before water is discharged into the main outlet, the East Flood Canal. This study aims to analyze the effectiveness of the drainage system and pump station in conveying surface runoff from the study area using hydrological and hydraulic analysis. Based on hydrological analysis, runoff discharge was calculated using the Rational and Hasper methods. Channel 4, with a 10-year return period, produces a discharge of 13.30 m³/s, while the existing channel capacity is only 11.14 m³/s, indicating overflow. Thus, an increase in capacity to 13.45 m³/s is required to accommodate the runoff. Other channels already meet the design discharge capacity, including Channel 1, which has been upgraded to 9.24 m³/s. In terms of storage, Retention Pond 1 with a capacity of 85,669.2 m³ can store 19.41 m³/s of discharge for 60 minutes. However, Retention Pond 2, with a volume of 22,187.2 m³, is insufficient to store 20.17 m³/s for 20 minutes, indicating the need for dimensional enlargement to increase its capacity. The existing pump station system includes two pump units with a total capacity of 63.474 m³/s and is capable of handling a runoff discharge of 23.889 m³/s after considering the flood discharge of 39.585 m³/s. Overall, the existing drainage system and pump station in the Pasar Waru area are considered fairly effective in supporting flood control, although further optimization of channels and enhancement of retention pond capacity are necessary to reduce inundation risk.