cover
Contact Name
Adolf Situmorang
Contact Email
teknika@usm.ac.id
Phone
+628122003033
Journal Mail Official
teknika@usm.ac.id
Editorial Address
Jl.Soekarno-Hatta, Tlogosari. Semarang, Jawa-Tengah, Indonesia Telp: 024-6702757; fax: 024-6702272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14104202     EISSN : 25808478     DOI : 10.26623/teknika.v17i1.3127
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran dibidang Teknik Sipil. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang Teknik Sipil dan Rekayasa. Dosen, mahasiswa, dan peneliti diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya.
Articles 136 Documents
PENGARUH KEMIRINGAN STRAIGHT BLADE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN SELF-STARTING TURBIN HIDROKINETIK ARTICULATING H-ROTOR Desy Rianti; Dwi Anung Nindito; Raden Haryo Saputra
Teknika Vol 16, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.419 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i2.3981

Abstract

The Articulating of H-Rotor is a development of the turbine from H-Darrieus which has a straight blade tilted with the aim of correcting poor self-starting due to the dominance of lift force. How likely is the influence of straight blade slope on turbine performance and it is important to be examined. The aim of this study was to find out the effect of the straight blade slope of the Articulating H-Rotor turbine to increase the self-starting ability. Hydrokinetic turbine experimental test method was carried out in a water channel (flume) using 3 NACA 0018 profile blades with varying inclination angles of 0o (vertical blade), 30o (inflated blade) and -30o (cupped blade). The result indicated that the Articulating H-Rotor hydrokinetic turbine with a blade slope of 0o had a larger RPM value and it was more dominant in working with lift force. The Articulating H-Rotor hydrokinetic turbine with a blade tilted of 30o provides higher torque and increases drag, increasing self-starting for rotation. The shape of the turbine frontal area with a blade slope of 30o was better able to respond the kinetic energy that raised from the flow velocity distribution profile of the water flow. The results of this study can contribute to the design of the tilted blade H-Darrieus turbine.
ANALISIS PANJANG ANTRIAN BERDASARKAN MIKROSIMULASI PADA SIMPANG BERSINYAL Iin Irawati; Diah Setiati Budiningrum
Teknika Vol 13, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.75 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v13i2.1313

Abstract

AbstractThe accuracy of capacity evaluation at signalized intersections is an important component in planning, design, operations and management of urban road networks. In analysis, a guide or manual is needed that is relevant to existing traffic conditions. One method that can be used to analyze signal intersections is the method of microsimulation. The microsimulation method used is VISSIM simulation. The intersection was chosen as the survey location, namely the Tlogosari - Semarang intersection which has 5 intersection arms. From the results of the analysis obtained the queue length 177.98,180.25, 179.34,180.47 meters.Keywords: queue length, microsimulation, signal intersection, VISSIMAbstrakKetepatan evaluasi kapasitas pada simpang bersinyal merupakan komponen penting dalam perencanaan, desain, operasional serta manajemen terhadap jaringan jalan perkotaan .Dalam analisis dibutuhkan suatu pedoman atau manual yang relevan dengan kondisi lalulintas yang ada. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis simpang bersinyal adalah metode mikrosimulasi. Metode mikrosimulasi yang digunakan adalah dengan simulasi VISSIM. Simpang terpilih sebagai lokasi survei yaitu simpang Tlogosari – Semarang yang memiliki 5 lengan simpang. Dari hasil analisis diperoleh panjang antrian 177.98,180.25, 179.34,180.47 meter.Kata kunci; panjang antrian, mikrosimulasi, simpang bersinyal, VISSIM
SUBSTITUSI AGREGAT BETON MENGGUNAKAN TANAH URUG LIMESTONE DARI KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN Mushthofa Mushthofa; Amanda Pradhani Yanwar
Teknika Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.246 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i1.2829

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk  memanfaatkan tanah urug limestone sebagai pengganti agregat beton, untuk menghitung kuat tekan beton yang dihasilkan dari pembuatan beton dengan agregat tanah urug limestone dan mengetahui lebih optimal mana pemakaian beton dengan agregat tanah urug limestone dengan beton konfensional      Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari literature-literatur baik buku maupun jurnal dan penelitian-penilitian terdahulu. Selain data sekunder juga menggunakan data primer yaitu dengan melakukan pengujian bahan dan pembuatan benda uji di laboratorium teknik sipil dan kemudian menganalisis hasil pengujian. Alat analisis yang digunakan adalah peralatan-perltan untuk pengujian bahan di laboratorium mekanika tanah dan laboratorium beton, untuk menghitung dengan menggunakan rumus-rumus baku  untuk setiap jenis pengujian bahan yaitu dengan menguji kadar air, kadar lumpur, kadar organik, uji berat jenis dan uji saringan. Pengujian benda uji dilakukan dengan 3 waktu yaitu pada beton dengan usia 7 hari, 14 hari dan 28 hari.      Dari hasil Analisa penggunaan tanah urug limestone sebagai pengganti agregat beton cukup optimal dengan hasil uji kuat tekan  umur 28 hari sebesar 14,181 kg/m3 dan kuat tekan  yang berumur 24 hari sebesar 12,009 kg/m3. Di lihat dari hasil uji tersebut beton Limestone masih belum layak untuk di gunakan untuk struktur namun beton ini setara Beton K175. Beton Mutu K175 merupakan salah satu jenis beton standar pembangunan di Indonesia, dimana beton jenis ini cocok untuk digunakan sebagai pondasi bangunan. Mutu k175 sendiri dinilai mampu menahan beban sebanyak 14,5 Mpa, tentunya kapasitas tersebut beton ini mampu menahan bangunan bertingkat sekalipun. Sedangkan perbandingan hasil uji kuat tekan beton normal dengan beton Limestone lebih optimal beton normal dengan hasil uji diperoleh 33,5 kg/m3 untuk beton norma dan 14,181 kg/m3 untuk beton Limestone.
Penataan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat di Desa Kaliombo, Kec. Pecangaan, Kab.Jepara Ikhwanudin Ikhwanudin
Teknika Vol 9, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.687 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v9i2.756

Abstract

 Abstrak Konsep dalam Perencanaan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK)berupaya untuk menggabungkan kedua pendekatan perencanaan tersebut. PLP-BK merupakansuatu proses membangun, dan mengembangkan tatanan sosial, budaya, ekonomi dan lingkunganyang dilandasi oleh visi pembangunan yang dilakukan bersama masyarakat. Diharapkan dengankeberadaan program ini, masyarakat berperan serta aktif dalam usaha pengembangan permukimansetempat dengan mempertimbangkan potensi dan permasalahan yang ada di wilayah tersebut. Hasilproduk Perencaaan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas itu sendiri merupakan suatu prosesyang dilahirkan dari partisipasi masyarakat untuk merumuskan perencanaan yang komprehensif.Salah satu produk PLP-BK adalah Pemetaan Swadaya (PS) yang bertujuan untuk mengetahuipotensi dan permasalahan yang terdapat di dalam lingkup suatu permukiman. Berdasarkan dataPemetaan Swadaya tersebut kemudian disusunlah RTPLP (Rencana Tindak Penataan LingkunganPermukiman) , dimana RTPLP memuat perencanaan mikro (kawasan prioritas). RTPLPmenghasilkan perencanaan zonasi (block plan) untuk dijadikan acuan dalam penataan ataupunpembangunan yang menjadi prioritas dari seluruh kawasan desa. Diharapkan hasil perencanaanpartisipatif PLP-BK mampu direalisasikan oleh masyarakat sendiri dalam kurun waktu 5 tahunmendatang  Abstract Concepts in Environmental Planning Community-Based Settlement (PLP-BK) seeks tocombine both the planning approach..PLP-BK is a process of building and developing the socialorder, culture, economy and environment are guided by a vision of development that is done with thecommunity. Expected by the existence of this program, the community participates actively in localsettlementsdevelopment effort by considering the potential and existing problems in the region.Environmental planning and strategic product yield Community-Based Settlement itself is a processthat is born from community participation to formulate a comprehensive plan. One of the PLP-BKproduct is Mapping Organization (PS), which aims to determine the potential and the problemscontained in the scope of a settlement. Based on the data mapping is then drafted RTPLPOrganization (Environmental Planning Action PlanSettlement), which contains RTPLP micro planning(priority areas). RTPLP produce zoning plan (block plan)to be used as reference in the structuring orthe development of the priorities of the entire village area. Expected results of the participatoryplanning PLPBKableto be realized by the community itself in a period of 5 years
ANALISA STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN GEDUNG PUSAT LAYANAN HAJI DAN UMROH sujiat sujiat; zainul ikhwan
Teknika Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.366 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i1.2022

Abstract

Struktur bangunan gedung harus dirancang sesuai ketentuan yang ada agar kenyamanan dan keamanan pemilik dan pengguna gedung terpenuhi, tak terkecuali struktur gedung yang konstruksi utamanya adalah beton. Konstruksi beton harus dirancang agar memenuhi efektifitas kenyamanan dan pemanfaatan ruangan agar terpenuhinya kekuatan yang maksimal dan efisien.  Perencanan Sturktur Bangunan Pusat Layanan Haji Dan Umroh ini bertujuan untuk mendapatkan design rencana yang memenuhi syarat teknis guna memberikan rencana struktur yang baik. Bahan utama penyusun struktur adalah beton bertulang mengacu pad SNI 03-2847-2013. Perencanaan beban akibat gempa menggunakan analisis respon spektrum. Sedangkan beban non gempa disesuaikan dengan SNI 03-1727-2012. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisis Kuantitatif. Penelitian ini diharapkan bisa membantu dalam menetukan rencana struktur yang baik.
ANALISIS SISTEM KERJA MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLTEKKES 5 LANTAI DI TEMBALANG Ahmad Falasifadin; Dadang Suryo Wibowo; Hari Setijo Pudjihardjo
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.7 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i2.639

Abstract

Manajemen konstruksi bisa dikatakan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengatur, mengorganisir dan mengkoordinir semua pekerjaan yang dilaksanakan dan terlibat dalam pembangunan sebuah proyek konstruksi. Sedangkan Manajemen konstruksi pada proyek adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen pada suatu proyek dengan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. Pada saat ini di Kota Semarang, Jawa Tengah telah dibangun gedung Poltekkes 5 lantai di Tembalang yaitu gedung pascasarjana yang dibangun oleh Kemenkes dengan menggunakan jasa Manajemen Konstruksi. Manajemen Konstruksi yang dipilih dari PT. Bina Karya dengan kontraktor pelaksananya dari PT. Jaya Arnikon dan perencananya dipercayakan oleh PT. Yodya Karya. Dengan adanya jasa Manajemen Konstruksi di Gedung ini, kami memilih untuk mengetahui sistem kerja Manajemen Konstruksi yang diterapkan dalam proyek konstruksi sehingga dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang dijadwalkan. Proyek ini dilaksanakan dalam 202 hari kalender yang selesai pada tanggal 31 Desember 2016 kemarin, kemudian dilanjutkan dengan masa pemeliharaan gedung selama 6 bulan berikutnya. dengan melakukan metode kuesioner untuk tugas akhir ini penulis memilih beberapa responden yang terlibat dalam proses pekerjaan pembangunan di lingkungan proyek tersebut maupun dari luar proyek yang memiliki kesamaan dalam pembangunan gedung bertingkat. Kuesioner yang digunakan sebanyak 30 orang responden yang berpartisipasi menjawab dan mengisi kuesioner.
KAJIAN IMPLEMENTASI NILAI EMP SEPEDA MOTOR 0.15 BERDASARKAN HASIL PEMODELAN MIKROSIMULASI LALULINTAS UNTUK PERHITUNGAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL supoyo supoyo; Iin Irawati
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.922 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i2.1617

Abstract

                                                AbstrakManual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 adalah sebuah produk penelitian yang dibentuk dari hasil analisis data tahun 1994, yang mengacu pada kondisi lalulintas saat itu. MKJI 1997 seharusnya didasarkan pada kondisi arus lalulintas yang relevan. Pada kenyataannya, kondisi tersebut tidak sesuai dengan hasil lapangan, sehingga MKJI 1997 diperlukan suatu revisi. Salah satu subastansi yang direvisi adalah besaran nilai EMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengakaji implementasi hasil peneitian pada EMP sepeda motor pada simpang bersinyal, menggunakan metode simulasi lalulintas dengan bantuan software. Untuk membangun model simulasi lalulintas, diperlukan adanya suatu algoritma program. Angka 0.25 dalam MKJI 1997pada EMP sepeda motor dianggap tidak relevan dengan kondisi yang ada. Jadi diperlukan updating nilai. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan angka 0.15. Angka tersebut diimplementasikan dalam Metode MKJI 1997. Kata kunci : Ekivalen Mobil Penumpang; sepeda motor; MKJI, simpang bersinyal, panjang antrian.
KOMPARASI BIAYA OPRASIONAL POMPA AIR BAHAN BAKAR LISTRIK PADA LAHAN IRIGASI DESA MULYOREJO BOJONEGORO mohammad zainul ikhwan; Amanda Pradhani Yanwar
Teknika Vol 17, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.511 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v17i1.4310

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama mahluk hidup. Kegunaan air yang bersifat universal atau menyeluruh dari setiap aspek kehidupan menjadi semakin berharga baik secara kuantitas maupun kualitas. Pengelolaan sumber daya air untuk penyelenggaraan irigasi berkaitan dengan keberlangsungan sistem irigasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Untuk menjaga keberlangsungan sistem irigasi memerlukan biaya operasional untuk terus menjalankan  pengelolaan sumber daya air irigasi untuk mendukung kegiatan pengelolaan irigasi. Di desa Mulyorejo terdapat pengelolaan jasa irigasi pompa yang mengambil sumber air bengawan solo yang terletak tepat di utara desa Mulyorejo. Di dalam rumah pompa tersebut terdapat 2 pompa sentrifugal dengan merk torishima pump yang berkapasitas besar, saat ini pengguna jasa irigasi pompa hanya areal persawahan masyarakat desa Mulyorejo, Hasil dari penelitian kali ini adalah kebutuhan air areal persawahan 65 Ha desa Mulyorejo sebesar 1.012 m³/h, kapasitas pompa 1.102 m³/h, dan jam operasional pompa dalam satu kali musim panen 1.152 jam. Dan jumlah biaya operasional dalam satu kali musim panen sebesar Rp. 147.043.420 Dengan besarnya kapasitas pompa dan banyaknya ketersediaan air, perlu pengembangan luas areal persawahan yang teraliri jasa irigasi pompa, dengan membuka komunikasi ke petani di samping kiri ataupun kanan desa, guna memanfaatkan kelebihan air dari kapasitas pompa.
PERBANDINGAN ANALISA DAYA DUKUNG TIANG PANCANG MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN L. DECOURT DAN TES PDA Andyt Tegar Zakahfi; Rini Kusumawardani
Teknika Vol 13, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.61 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v13i1.724

Abstract

Dermaga IV pelabuhan Tanjung Intan Cilacap dibangun menggunakan struktur deck on pile dengan pondasi berupa tiang pancang pipa baja. Fungsi dari pondasi ini adalah untuk menyalurkan beban yang diterima oleh struktur, lalu diteruskan ke dalam tanah. Pondasi yang menopang struktur, harus memliliki daya dukung tiang yang lebih  besar dari beban rencana yang diterima oleh pondasi tersebut. Pada artikel ini akan dibahas mengenai perbandingan daya dukung tiang pancang dengan analisa data lapangan dan pengujian daya dukung pondasi tiang. Metodologi pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data dari pihak proyek dan studi pustaka. Perhitungan daya dukung tiang pancang dilakukan menggunakan metode perhitungan L. Decourt (1982) dengan menggunakan data SPT yang didapatkan dari hasil pengujian tanah di area dermaga IV pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Perhitungan daya dukung pondasi tiang pancang dilakukan dengan memperhitungkan data-data seperti data SPT, Faktor keamanan, dan titik tanah yang ditinjau. Perhitungan daya dukung pondasi tiang dengan metode perhitungan L. Decourt (1982) sebaiknya tidak dianggap sebagai daya dukung pondasi ultimit yang sebenarnya. Untuk memastikan keakuratan hasil analisa struktur dengan metode L. Decourt (1982) diperlukan perbandingan dengan data daya dukung pondasi tiang dengan menggunakan pengujian PDA (Pile Driving Analysis).
Analisis Dinding Geser pada Desain Bangunan Gedung Bertingkat yang Tidak Beraturan Trias Widorini; Ngudi Hari Crista; Bambang Purnijanto
Teknika Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.85 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i1.2660

Abstract

Pembangunan gedung bertingkat yang tidak simetris atau tidak beraturan harus dirancang menahan beban lateral seperti beban angin dan gempa. Selain itu, bentuk bangunan yang tidak simetris mengakibatkan distribusi massa yang tidak seragam. Pengaruh penempatan dinding geser dan berapa efektif penggunaan dinding geser pada gedung bertingkat tidak beraturan tehadap gaya lateral gempa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan simpangan horisontal yang terjadi akibat beban gempa pada gedung yang tidak beraturan dengan variasi letak dinding geser. Penelitian membandingkan tiga model struktur yang letak dinding gesernya berbeda. Model 1 adalah struktur yang didesain tanpa dinding geser, model 2 menggunakan dinding geser di tepi, model 3 Menggunakan dinding geser  di lift. Denah bangunan memiliki denah struktur yang tidak simetris. Hal tersebut menyebabkan simpangan horisontal yang terjadi memiliki nilai yang berbeda untuk setiap arah gempa yang terjadi, yaitu gempa arah X dan gempa arah Y.Berdasarkan hasil analisa pemodelan dengan variasi tata letak dinding geser atau shear wall, dapat ditarik kesimpulan bahwa dinding geser memberikan kontribusi besar terhadap struktur bangunan bertingkat dalam menahan gaya lateral seperti beban gempa dan letak dinding geser pada bangunan bertingkat berpengaruh dalam hal nilai simpangan horisontal.

Page 7 of 14 | Total Record : 136