cover
Contact Name
Adolf Situmorang
Contact Email
teknika@usm.ac.id
Phone
+628122003033
Journal Mail Official
teknika@usm.ac.id
Editorial Address
Jl.Soekarno-Hatta, Tlogosari. Semarang, Jawa-Tengah, Indonesia Telp: 024-6702757; fax: 024-6702272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14104202     EISSN : 25808478     DOI : 10.26623/teknika.v17i1.3127
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran dibidang Teknik Sipil. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang Teknik Sipil dan Rekayasa. Dosen, mahasiswa, dan peneliti diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya.
Articles 136 Documents
Pengaruh Abu Arang Sebagai Campuran Beton Ditinjau Dari Kuat Tekan hani purwanti; galih widyarini
Teknika Vol 12, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.672 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i1.1188

Abstract

AbstractCement which is the main ingredient in making concrete contains non-renewable natural ingredients, potassium silicate. This causes an increase in cement prices every year. In overcoming these problems, there needs to be a modification in concrete mixes that are more environmentally friendly. Mixtures that are able to reduce the need for cement and contain potassium silicate such as charcoal are selected in modified concrete mix material by reviewing compressive strength. The purpose of this study was to determine how much influence the composition of charcoal as a substitute for cement in the preparation of concrete material was observed from compressive strength. The composition of the cement mixture will be replaced with charcoal by 0%, 5% and 10% with concrete compressive strength which is expected to have K200 quality. The research method uses an experimental method for sampling data. There are 3 (three) specimens in each percentage of addition of charcoal. The results of concrete compressive strength with a concrete age of 7 days, 22 days and 28 days under normal conditions without mixture are 31 Mpa, 35 Mpa, and 38 Mpa. The compressive strength of concrete mixed with charcoal as much as 5% is 30 Mpa, 31 Mpa, 36 Mpa. In 10% charcoal mixed concrete is 20 MPa, 27 MPa, and 29 MPa. The results of the compressive strength of the three conditions each showed a decrease in the trend of concrete age 7 days, 21 days and 28 days. Even though the trend has decreased, the compressive strength of the concrete produced still meets K200. This shows that charcoal ash can be used as an alternative to a partial replacement of cement in the concrete mixture for K200 concrete quality. AbstrakSemen yang merupakan bahan utama pembuatan beton mengandung bahan dasar alam yang tidak dapat diperbarui yaitu kalium silikat. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan harga semen setiap tahun. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya suatu modifikasi pada campuran beton yang lebih ramah lingkungan. Bahan campuran yang mampu mengurangi kebutuhan semen serta mengandung kalium silikat seperti abu arang dipilih dalam bahan campuran beton modifikasi dengan meninjau kuat tekan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komposisi abu arang sebagai pengganti semen dalam penyusunan material beton ditinjau dari kuat tekan. Adapun komposisi campuran semen yang akan digantikan dengan abu arang sebesar 0%, 5% dan 10% dengan kuat tekan beton yang diharapkan memiliki mutu K200. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk pengambilan sampel data. Terdapat masing – masing 3 (tiga) benda uji di setiap persentase penambahan abu arang.Hasil kuat tekan beton dengan usia beton 7 hari, 22 hari dan 28 hari dalam kondisi normal tanpa campuran adalah 31 Mpa, 35 Mpa, dan 38 Mpa. Kuat tekan beton yang dicampur abu arang sebanyak 5 % adalah 30 Mpa, 31 Mpa, 36 Mpa. Pada beton campuran abu arang 10% adalah 20 Mpa, 27 Mpa, dan 29 Mpa. Hasil kuat tekan dari ketiga kondisi tersebut masing – masing menunjukkan adanya penurunan trend dari usia beton 7 hari, 21 hari dan 28 hari. Walaupun trend mengalami penurunan, akan tetapi nilai kuat tekan beton yang dihasilkan masih memenuhi K200.Hal tersebut menunjukkan bahwa abu arang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti sebagian semen pada campuran beton untuk mutu beton K200. 
IDENTIFIKASI MATURITY LEVELS SUPPLY CHAIN PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI eko wahyu abryandoko; yulis widhiastuti
Teknika Vol 15, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.915 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i2.2670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kematangan dari penerapan Manajemen supply chain pada pekerjaan konstruksi dan merumuskan tindakan apa yang harus dilakukan untuk menindak lanjuti temuan yanga ada pada pekerjaan konstruksi tersebut. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah deskripsi kulitatif dan kuantitatif dengan pendekatan menggunakan alat analisa yang digunakan adalah Supply Chain Maturity Assessment Test (SCMAT). Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kematangan manajemen supply chain pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh CV.Satria secara keseluruhan sudah baik dengan rata-rata telah memiliki skor kematangan di atas tiga, hanya ada 5 best practices yang masih di bawah nilai standar dan tindak lanjut dari temuan 5 best practices yang akan dijalankan dalam aspek Manajemen Supply Chain yaitu melakukan pengembangan dalam penggunaan teknologi bar code, sensor dan RFID mengacu pada hasil penilaian dari 5 best practices, serta pengembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengintegrasikan informasi dan komunikasi di antara para organisasi dalam supply chain.
PENGARUH PENGETAHUAN K3 PROYEK KONSTRUKSI TERHADAP PERILAKU TENAGA KERJA DAN KECELAKAAN KERJA DI KOTA LANGSA Ellida Novita Lidya; Firdasari Firdasari; Hayatun Nufus
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.4867

Abstract

Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi kebutuhan mendasar terkait perilaku tenaga kerja yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pekerjaan, dan juga potensi risiko kecelakaan kerja yang tinggi pada proyek konstruksi. Kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Kota Langsa di tahun 2019 pada proyek Rumah Sakit Rujukan Regional menyebabkan salah satu tenaga kerja tertusuk besi dan terjatuh dari ketinggian. Tahun 2021 salah satu pekerja tersetrum aliran listrik pada pembangunan ruko di daerah Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengetahuan K3 terhadap perilaku dan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi di Kota Langsa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan insidental sampling dengan 40 responden tenaga kerja yang tersebar pada beberapa proyek konstruksi di Kota Langsa. Metode regresi linear berganda digunakan sebagai metode penelitian dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas, uji-t, uji-f, dan koefisien determinan (R2). Hasil penelitian menunjukkan sebesar 75,11% tenaga kerja memiliki pengetahuan K3 yang baik, namun tidak berpengaruh terhadap perilaku pekerja dan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi di Kota Langsa karena diperoleh nilai signifikansi untuk variabel perilaku pekerja sebesar 0,985 > 0,05 dan kecelakaan kerja sebesar 0,392 > 0,05.
KAJIAN HUBUNGAN ANTARA DIMENSI PENAMPANG, MUTU BAJA DAN MUTU BETON TERHADAP NILAI DAKTILITAS BETON BERTULANG Totok Apryanto; Hartopo Hartopo
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.5423

Abstract

Kegagalan struktur beton bertulang dalam keadaan daktail akan didahului oleh adanya retak-retak pada serat tertarik. pengurangan dimensi penampang ataupun pengurangan mutu beton sebuah elemen struktur, tidak hanya akan mengurangi kapasitas penampang dalam merespons beban, tetapi juga akan berpengaruh terhadap mekanisme kehancuran beton yang bersifat getas karena tidak didahului oleh adanya tanda-tanda retak. Pengurangan dimensi penampang akan menjadikan tulangan tarik menjadi lebih kuat dari beton tekannya, sehingga pada saat terjadi pembebanan berlebih, regangan beton tekan akan tercapai lebih dulu mendahului regangan baja tariknya. Serat tertarik belum ditandai oleh adanya retak-retak rambut, dan kondisi ini akan sangat berbahaya pada saat regangan leleh baja terlampaui karena kehancuran beton bertulang akan bersifat mendadak. Untuk alasan-alasan tertentu pengurangan dimensi penampang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan, dengan nilai fy antara 300-350 dan fc’ antara 30-35. Sedangkan batas toleransi pengurangan dimensi penampang beton untuk lebar (b) direkomendasikan sebesar 4 % dan untuk tinggi effektifnya (d) sebesar 2,5 %.
STUDI PEMELIHARAAN DAN KELAYAKAN DENGAN METODE NON - DESTRUCTIVE TEST DI GEDUNG A UNIVERSITAS SEMARANG Nurti Kusuma Anggraini; Talitha Zhafira; Seno Suharyo
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.5128

Abstract

Dalam suatu bangunan gedung perlu dilakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala. Pengecekan akan mempengaruhi kondisi bangunan dan pengguna gedung. Dalam pengujian ini untuk mengetahui kelayakan suatu bangunan dilakukan pengujian dengan metode Non-Destructive Test (NDT). Metode NDT ini menggunakan alat hammer test untuk mengetahui mutu beton dengan cara tidak merusak. Gedung A USM merupakan salah satu gedung tertua di Universitas Semarang, dimana usia bangunan sudah mencapai ±28 tahun, oleh sebab itu pekerjaan pemeliharaan sangat diperlukan. Pemeliharaan yang rutin dilakukan jika terjadi kerusakan maka tidak memerlukan biaya yang tinggi. Penelitian ini mengambil 6 titik kolom dan setiap titik dilakukan 5 kali uji pantul. Sedangkan untuk pengamatan fisik berdasarkan aspek arsitektur, aspek struktur dan aspek utilitas. Dari hasil penelitian di dapatkan kelayakan bagunan Gedung A USM termasuk kualitas beton sangat baik dengan angka pantul rata-rata yang didapatkan >40, sedangkan untuk pemeliharaan bangunan dalam kategori kerusakan ringan dimana termasuk dalam indeks baik dengan nilai indeks 84
ANALISIS PENAMBAHAN BORE PILE PADA PIER JEMBATAN AKIBAT TIDAK TERCAPAINYA KAPASITAS DAYA DUKUNG TIANG HASIL PDA TEST STUDI KASUS JEMBATAN SANJOYO RUAS TOL SEMARANG – SOLO Hartopo Hartopo; Totok Apriyanto
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.5424

Abstract

Kapasitas daya dukung tiang bor dari hasil PDA test yang lebih kecil dari kapasitas daya dukung ijin tiang secara analitis diperlukan review terhadap jumlah tiang bor untuk mendapatkan kapasitas daya dukung tiang bor kelompok guna menahan beban dari struktur atas jembatan. Hasil bacaan uji PDA di P1 Jembatan Sanjoyo, nilai kapasitas daya dukung ijin (Qa) dengan SF = 2 sebesar 315,5 ton. Sementara kapasitas daya dukung ijin hasil analisis untuk tiang bor diameter 1,2m adalah sebesar 500 ton. Penelusuran terhadap penyebab tidak tercapainya kapasitas daya dukung bore pile dari uji PDA dilakukan dengan pegumpulan data terhadap jumlah jam pengeboran pada tiap-tiap titik tiang bor. Jumlah jam pengeboran ≥ 2,5 diklasifikasikan sebagai tiang bor sudah mencapai tanah keras, sedangkan jumlah jam pengeboran < 2,5 jam diklasifikasikan sebagai ujung tiang bor belum mencapai tanah keras.  Dari kriteria tersebut, maka terdapat 7 tiang bor yang tidak duduk di atanah keras. Berdasarkan pembebanan yang bekerja, diketahui bahwa beban yang diterima bore pile hanya sebesar 378 ton, sehingga penambahan bore pile yang direkomendasikan sejumlah 2 titik, yaitu di titik 16 dan 17 dengan kedalaman ± 11m.
STUDI TENTANG DIAFRAGMA KAKU DAN SEMI - KAKU PADA STRUKTUR GEDUNG DENGAN KETIDAKBERATURAN VERTIKAL Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Yuan Anisa
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.5252

Abstract

Umumnya para insinyur cenderung menganggap bahwa diafragma struktur bangunan adalah kaku, tetapi arsitek sering merencanakan bangunan yang ramping menyebabkan analisis diafragma kaku tidak tepat digunakan. Diafragma kaku dan semi-kaku berperilaku berbeda. Fleksibilitas diafragma mempengaruhi distribusi gaya lateral ke komponen vertikal elemen penahan gaya lateral dalam suatu struktur, diafragma semi-kaku mendistribusikan gaya lateral berdasarkan kekakuan pelat. Bangunan beraturan tidak memiliki diskontinuitas massa, kekakuan atau kekuatan, secara horizontal atau vertikal yang signifikan. Sebaliknya, bangunan tidak beraturan memiliki diskontinuitas yang menyebabkan konsentrasi gaya dan deformasi di mana diskontinuitas terjadi. Tulisan ini bertujuan untuk mengamati pengaruh penggunaan diafragma kaku dan semi-kaku pada model struktur dengan ketidakberaturan vertikal. Model yang diusulkan dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak ETABS Nonlinear melalui analisis beban dorong statik nonlinier. Selanjutnya, dalam tulisan ini diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya nilai geser dasar maksimum untuk diafragma kaku struktur meningkat sebesar 115 kN untuk analisis beban dorong statik nonlinier disebabkan oleh peningkatan massa struktur dan diafragma kaku lebih efisien dalam mengurangi perpindahan dibandingkan diafragma semi-kaku, dimana perpindahan berkurang sebesar 8%. Bentuk deformasi struktur terlihat memiliki perbedaan dalam hal ini nilai periode 1 dan 2, namun tidak terlalu signifikan
PENGARUH ARUS DIVERGENT PADA U-TURN TERHADAP KINERJA ARUS LALU LINTAS (STUDI KASUS RUAS JL. A. YANI KM. 35 BANJARBARU) Dewi Shafitri Arifanti; Iphan Fitrian Radam
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.5303

Abstract

Arus divergent yang ditimbulkan pada u-turn saat kendaraan melakukan gerakan putar balik dapat mempengaruhi kinerja lalu lintas, terutama pada jam padat. Permasalahan ini juga terjadi pada u-turn ruas Jalan A. Yani Km. 35 Banjarbaru. Oleh karena, itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana pengaruh yang ditimbulkan oleh arus divergent terhadap kinerja lalu lintas. Penelitian dilakukan pada kondisi yang terpengaruh oleh u-turn dan yang tidak terpengaruh oleh u-turn. Dari hasil analisis, model yang terpilih saat u-turn beroperasi secara normal adalah model Underwood dengan hasil Sm = 16,707 km/jam dan FC = 1392,209 smp/jam. Sedangkan model yang terpilih saat u-turn tidak beroperasi (ditutup) adalah model Greenshields dengan hasil Sm = 26,383 km/jam dan FC = 4576,975 smp/jam. Saat terpengaruh oleh u-turn, nilai Sm mengalami penurunan sebesar 36,68% dan nilai FC mengalami penurunan sebesar 69,58%.
PENERAPAN APLIKASI BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PROYEK REHABILITASI DERMAGA MULTIFUNGSI PULANG PISAU Budiono Joko Nugroho; Imam Agung Baskoro; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko
Teknika Vol 17, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v17i2.5419

Abstract

Pada infrastruktur Pelabuhan Pulang Pisau mengalami kerusakan struktur, sehingga perlu adanya rehabilitasi berat. Rehabilitasi dilakukan dengan mengganti material dermaga kayu menjadi dermaga beton. Pada proyek rehabilitasi ini menggunakan penerapan Building Information Modelling (BIM) model 3D dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya. Proses perencanaan dibantu dengan software dengan sofware SAP2000 dan Sketchup. Aplikasi Tekla Structures digunakan dalam proses pelaksanaan dan pengawasan selama proyek berlangsung. Dengan memakai data perencanaan, dokumen teknik dan jadwal pelaksanaan proyek maka dalam proyek rehabilitasi berat Pelabuhan Pulang Pisau ini dapat menerapkan sistem Building Information Modelling (BIM) baik dari awal perencanaan sampai akhir dari proyek.
Evaluasi Struktur Kuda-Kuda Baja Konvensional Menara Usm Universitas Semarang Berdasarkan Perbandingan Sni 1729-2015 Dengan Sni 1729-2020 Ngudi Hari Crista
Teknika Vol 18, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i1.6468

Abstract

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada struktur atap Menara Universitas semarang berdasarkan SNI 1729-2015 dalam perencanaan sebelumnya dan akan dievaluasi kembali menggunakan SNI 1729-2020 dimaksudkan untuk melihat sejauh mana efektifitasnya dalam penggunaan bahan baja konvensional Profil L dan dimensi profil kuda-kuda yang digunakan dimensi tersebut. Analisis Profil Siku L menggunakan peraturan SNI 1729-2020 terbaru dilakukan dengan metode statis tertentu, untuk menghitung panjang batang tekan dan tarik menggunakan metode analitis dan untuk pendimensian profil kuda-kuda menggunakan peraturan SNI1729-2020   dengan metode LRFD (Load Resistance and Factor Design) . Dari hasil analisa antara dimensi profil existing dan evaluasi terdapat perbedaan hasil tegangan dan deformasi,. Untuk Profil Siku 2L60.60.6 tegangan yang terjadi dengan menggunakan SNI 1729-2015 yang dievaluasi ulang adalah 7,68% dari tegangan leleh minimum, untukdeformasi yang terjadi adalah 8,17% sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur atap Menara USM berdasarkan peraturan terbaru masih aman karena masih dibawah tegangan ijin dan terdapat perbedaan hasil antara peraturan baja SNI 1729-2015 dengan SNI 1729-2020 dengan prosentase yang kecil

Page 8 of 14 | Total Record : 136