cover
Contact Name
Adolf Situmorang
Contact Email
teknika@usm.ac.id
Phone
+628122003033
Journal Mail Official
teknika@usm.ac.id
Editorial Address
Jl.Soekarno-Hatta, Tlogosari. Semarang, Jawa-Tengah, Indonesia Telp: 024-6702757; fax: 024-6702272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14104202     EISSN : 25808478     DOI : 10.26623/teknika.v17i1.3127
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran dibidang Teknik Sipil. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang Teknik Sipil dan Rekayasa. Dosen, mahasiswa, dan peneliti diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya.
Articles 136 Documents
IDENTIFIKASI JENIS KERUSAKAN JALAN (Studi Kasus Ruas Jalan Kedungmundu-Meteseh) Farida Yudaningrum; Ikhwanudin Ikhwanudin
Teknika Vol 12, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.102 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i2.638

Abstract

Jalan merupakan salah satu jenis prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting bagi pengembangan suatu daerah. Ruas jalan Kedungmundu-Meteseh merupakan jalan Kolektor yang mempunyai frekwensi lalu lintas tinggi sebagai penghubung Semarang Selatan dengan Semarang Timur. Kerusakan-kerusakan yang terjadi tentu akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pemakai jalan. Kerusakan jalan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya air, perubahan suhu, cuaca, temperatur udara, material konstruksi perkerasan, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, proses pemadatan di atas lapisan tanah dasar yang kurang baik dan tonase atau muatan kendaraankendaraan berat yang melebihi kapasitas serta volume kendaraan yang semakin meningkat. Jenis kerusakan yang mendominasi pada ruas jalan tersebut berupa bleeding sebesar 482 m² atau 39,18 % serta retak rambut dan retak kulit buaya sebesar 456 m 2 atau 37,07 % dari total kerusakan yang terjadi sepanjang ruas jalan tersebut. Bleeding dapat disebabkan pemakaian kadar aspal yang tinggi pada campuran aspal, pemakaian terlalu banyak aspal pada pekerjaan prime coat atau tack coat sehingga permukaan menjadi licin. Pada temperatur tinggi, aspal menjadi lunak dan akan terjadi jejak roda. Sedangkan kerusakan retak rambut dapat meresapkan air kedalam lapis permukaan. Retak rambut dapat berkembang menjadi retak kulit buaya. Retak kulit buaya dapat diresapi pula oleh air sehingga jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan terjadinya lubang–lubang kecil akibat terlepasnya butir-butir. Hal ini akan mengakibatkan sangat tidak nyamannya pengendara menggunakan jalan tersebut.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADAPEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG TAHAP II KANWILDIRJEN BEA DAN CUKAI JAWA TENGAH DAN D.I YOGYAKARTA Himawan Ady Nugroho; Hari Setijo Pudjihardjo; Muhammad Wahyu Hadi Saputro
Teknika Vol 14, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.771 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v14i1.1556

Abstract

                                            ABSTRAK Jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang memiliki resiko. Maka dari itu diambil penelitian tentang penerapan Keselamtan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek Pembangunan Gedung Tahap II Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta yang berada di Jl. A. Yani No. 139 di kota Semarang dan dikerjakan oleh kontraktor KSO. PT. Satriamas Karyatama-PT. Gala Tama. Karena proyek tersebut memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 ). Pada Pekerjaan Pembangunan Gedung Tahap II Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Pada penelitian ini menggunakan kuesioner sebanyak 35 responden.. Setelah menyebarkan kuesioner dan didapat data dari responden selanjutnya dihitung dengan menggunakan rumus IKR. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebagian besar responden adalah pekerja dengan presentase 62.8% dan berpengalaman lebih dari lima tahun dengan usia 20-50 tahun dan sebagian besar berpendidikan SMA sederajat dengan presentase 60%. Untuk jaminan K3 yang paling besar cukup baik dan penyebab timbulnya kecelakaan kerja yang paling banyak adalah kurangnya kesadaran pekerja itu sendiri sedangkan aturan yang diterapkan cukup baik. Untuk fasilitas APD yang sering digunakan helm proyek sampai dan taat pada rambu-rambu K3. Artinya program-program penerapan K3 pada proyek sudah dilaksanakan dengan baik. Kata Kunci : keselamatan dan kesehatan kerja, konstruksi, proyek, penyebaran kuesioner, hasil penelitian.
ANALISIS STRUKTUR SLAB ON PILE STUDI KASUS JALAN TOL SEMARANG – DEMAK SEKSI 2 Thomas Marcellino Santoso; Muhammad Sigit Wahyudi; Muhrozi Muhrozi; Indrastono Dwi Atmanto
Teknika Vol 17, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.878 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v17i1.4823

Abstract

Slab on pile is one of the bridge structures used in the Semarang Demak Toll Road Project Section 2. The slab on pile structure consists of a slab, pile head, and piles. There are 2 (two) typical slab on pile bridges at this location, which are distinguished by the number and distance of the piles. 5 (five) piles in 1 (one) pile head with a spacing of 3.5 meters are used for piles with a freestanding of less than 6 meters. This pile configuration is located at STA 19 +658 to 19+793. Meanwhile, 6 (six) piles with a space of 2.8 m are used for piles with freestanding of more than 6 meters. This pile configuration is located at STA 19+800 to 19+894. At STA 19+674 there is an expansion joint that functions to accommodate all forms of movement that occur in the slab on pile structure. In addition, the span between the piles in the longitudinal direction is 7 meters. This slab on pile planning (SNI 1725:2016) "Loading for Bridges" and "Bridge Planning for Earthquake Loads" (SNI 2833:2016). Slab on pile planning is carried out with the help of SAP2000 software to determine the internal forces that occur in the slab on pile structure. The foundation system used in the modeling is a pile with spring support where the function of the spring support is to represent the nature of the soil. The result of this plan is to obtain a slab on pile structure design along with shop drawings.
KAJIAN KEBUTUHAN PERLINTASAN TIDAK SEBIDANG JALUR KERETA API DENGAN JALAN RAYA DI TITIK PERLINTASAN GANEFO KECAMATAN MRANGGEN Bambang Sudarmanto
Teknika Vol 13, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.466 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v13i2.1303

Abstract

The crossing railway line with the highway is quite a lot in several places in Indonesia, especially on the island of Java. This is a problem in itself because it considers this crossing to have a negative impact on users of land transportation. Moreover, the government does not yet have a policy relating to planning, regulation, supervision and supervision at a level crossing and is discussed with traffic accidents at the intersection of a basic plot to develop systems and procedures at level crossings.The crossing between the Semarang-Purwodadi highway and the Semarang-Surabaya / Solo railway line across the crossing lane on Ganefo still uses a level crossing. In the end, it caused a quite serious problem, namely severe congestion at the time of leaving and returning to work and even frequent traffic accidents. The existence of level crossings at this point is the focus of research by using proposals issued by the Ministry of Attention regarding railway crossings with highways can be made without a door, or can be in a plot with doors equipped, or can be made a plot, according to the research objectives. this is knowing the type of crossing that is right at the crossing of Ganefo. The results of the calculation of the Daily Average Daily Traffic of the Purwodadi-Semarang Directions traffic on the Ganefo pathway found numbers of 15928.2 pcu with the percentage of motorcycle transportation modes (motor cycle) amounting to 87.47%. Whereas the opposite direction, namely Semarang-Purwodadi, is 12784.8 pcu and the percentage of motorbikes is 78.85% of the total traffic volume. The direct observation of the train journey at the Ganefo crossing point shows the number of train trips that cross the Ganefo as many as 18 trains / day. The average length of the vehicle is at 191,429 meters during peak hours. Charting the criteria for selecting the crossing type of the Ministry of Transportation shows that the crossing point of Ganefo still depends on the position of the point where it is still permitted to use level crossings with safety doors. However, taking into account the increasing number of train trips and considerations of inconvenience and security of road users, this is at risk because depending on the position of the point required the type of crossing is not as large.
Abu Arang Sebagai Campuran Beton Dapat Mengurangi Berat Hani Purwanti; Muhammad Latif; Mudjiastuti Handajani
Teknika Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.762 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i1.3268

Abstract

Beton merupakan bagian konstruksi yang sangat penting, konstruksi yang mememiliki kekuatan maksimal dengan berat yang ringan perlu di kembangkan. Tujuan dari kegiatan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan abu arang terhadap berat beton dan kuat tekan beton. Komposisi campuran semen yang akan digantikan dengan abu arang sebesar nol%, lima % dan sepuluh% dengan berat beton dan  kuat tekan beton yang diharapkan memiliki mutu fc=20Mpa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen untuk pengambilan sampel data. Terdapat masing – masing 30 (tigapuluh) benda uji di setiap persentase penambahan abu arang. Hasil uji kuat tekan beton dengan rentang usia beton 7 hari, 21 hari dan 28 hari dalam kondisi normal tanpa campuran sebesar  20 Mpa. Kuat tekan beton yang dicampur abu arang sebanyak 5 % sebesar 21 Mpa. Pada beton campuran abu arang 10% sebesar 17 Mpa.  Kesimpulan komposisi penambahan agregat abu arang 5% bisa mengurangi berat beton sebesar 3,6% dengan nilai kuat tekan yang memenuhi.
Analisis Pengolahan Sampah Berbasis Zero Waste sebagai Salah Satu Upaya Universitas Semarang (USM) mewujudkan Eco-Campus Sudanti sudanti; Hanjani Antania Andary; sri yusmiati
Teknika Vol 12, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1756.759 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v12i1.1186

Abstract

AbstractFor Semarang Universitymore known and known by many circles, then Semarang University requires a branding. With the Eco-campus program, it will open the opportunity to create a prototype branding so that Semarang University can be superior and well known to the public both inside and outside the country. The eco-campus program is motivated by the hope that the campus environment becomes a comfortable, clean, shady (green), beautiful and healthy place for students to gain knowledge. The purpose of this research is to know Waste Management Pattern at Semarang University, Waste Processing Process with Zero Waste Concept that will be applied to manage Organic and Inorganic waste generated from activity at Semarang University and apply One of Eco-Campus Program indicators to print educator staff, college staff and students with an eco-friendly science and technology in accordance with Semarang University vision and mission. The research was conducted in Semarang University environment, both in faculty environment and in Temporary Garbage Disposal Site. Existing Condition of Garbage Disposal Site. While at Semarang University there is no sorting process and no roof, so if rain, rain water into container and garbage become wet, can cause odor. Generation of waste generated Semarang University. AbstrakAgar USM lebih di kenal dan diketahui oleh banyak kalangan, maka USM membutuhkan sebuah branding. Dengan adanya program Eco-campus ini, akan membuka kesempatan untuk membuat branding prototipe agar USM mampu lebih unggul dan dikenal nasyarakat baik di dalam maupun di luar negeri. Program eco-campus dilatarbelakangi harapan agar lingkungan kampus menjadi tempat yang nyaman, bersih, teduh (hijau), indah dan sehatbagi mahasiswa untuk  menimba ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Pengelolaan Sampah di Universitas Semarang (USM), proses Pengolahan Sampah dengan Konsep Zero Waste yang akan diterapkan untuk mengelola sampah Organik dan Anorganik yang dihasilkan dari kegiatan di Universitas Semarang (USM) serta mengaplikasikan Salah satu indikator Program Eco-campus untuk mencetak staf pendidik, staf perguruan tinggi dan mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai IPTEK berwawasan lingkungan sesuai dengan visi dan misi USM. Penelitian dilakukan di Lingkungan Universitas Semarang, baik di lingkungan fakultas maupun di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Kondisi eksisting Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara di Universitas Semarang (USM) belum ada proses pemilahan dan tidak ada atapnya, sehingga apabila hujan, air hujan masuk ke dalam container dan sampah-sampah menjadi basah, bisa menimbulkan bau tak sedap.Timbulan sampah yang dihasilkan kampus Universitas Semarang (USM)dalam satu minggu adalah 2.310 kg, sehingga didapatkan jumlah timbulan sampah dalam satu hari adalah 330 kg/hari. Komposisi timbulan sampah yang dihasilkan kampus Universitas Semarang terdiri dari sampah organik (65,24%), sampah kertas (10,56%), sampah plastik (23,77%) dan sampah lainnya sebanyak (0,43%).
ANALISIS PERBANDINGAN WASTE BESI TULANGAN METODE KONVENSIONAL DENGAN SOFTWARE CUTTING OPTIMAZATION PRO I Wayan Muka; Made Adi Widyatmika; I Made Nova Antara
Teknika Vol 15, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.699 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i2.2852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waste level, waste cost dan metode menggunakan software cutting optimization pro apakah dapat meminimalisir waste besi tulangan secara optimal. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi, sedangkan data skunder didapat dari proyek SDN 3 Peguyangan. Dari data tersebut kemudian pembuatan bar bending schedule untuk dihitung waste level dan waste cost. Panjang kebutuhan besi pada bar bending schedule diinput ke dalam software cutting optimization pro. Hasil analisis menunjukkan waste level besi polos ᴓ6 mm didapat waste sebesar 9.1%, besi polos ᴓ8 mm 5.7%, besi polos ᴓ10 mm 3.3%, besi ulir D13 2.3%, dan besi ulir D16 2.4%. Rata-rata waste yang ditimbulkan dari kelima jenis besi tersebut sebesar 4.5%. Waste cost besi polos ᴓ6 mm didapat cost sebesar Rp. 491,062,00: besi polos ᴓ8 mm Rp. 3,313,569,00; besi polos ᴓ10 mm Rp. 1,505,565,00; besi ulir D13 Rp. 519,652,00 dan besi ulir D16 Rp. 2,792,373,00. Total waste cost yang ditimbulkan dari kelima jenis besi tersebut sebesar Rp. 8,620,222,00. Dari analisis software cutting optimization pro besi polos ᴓ6 mm didapat waste sebesar 0%, besi polos ᴓ8 mm 0.3%, besi polos ᴓ10 mm 0.02%, besi ulir D13 2.1%, dan besi ulir D16 0.6%. Rata-rata waste yang ditimbulkan dari kelima jenis besi tersebut sebesar 0.5%. Hasil perbandingan dengan metode konvensional didapat software cutting optimization pro dapat meminimalisir waste secara optimal sebesar 4%.
Analisa Honeycomb untuk Mendapatkan Balok Paling Ekonomis Berdasarkan Tegangan dan Deformasi dengan SAP 2000 Versi 14 Ngudi Hari Crista; Bambang Purnijanto; Mukti Wiwoho
Teknika Vol 10, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2032.626 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v10i1.751

Abstract

Honeycomb adalah balok baja dengan bagian badan terbuka yang ketinggiannya berlipat karena penyusunan vertikal dari setengah potongan badan tersebut. Optimasi struktur dengan variabel desain geometri lubang ini disebut optimasi bentuk, oleh karena itu perhitungan ulang diperlukan untuk setiap kali perubahan bentuk, sehingga diperlukan waktu komputasi yang panjang. Penelitian bertujuan mendapatkan balok terekonomis dengan bentuk, heksagonal dan jarak antara lubang berbeda dengan ketinggian pelubangan sama, sehingga didapat konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi komputerisasi dengan SAP 2000 versi 14 terhadap 5 sampel untuk mendapatkan ukuran jarak lubang yang optimum pada balok baja profil I dengan bukaan heksagonal dan kondisi pembebanan yaitu beban merata sepanjang bentang serta beban titik di tengah bentang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rasio tegangan terkecil terjadi pada sampel II, yaitu Honeycomb dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai tegangan 1723,49 kg/cm2, sedangkan rasio tegangan terbesar pada sampel IV Honeycomb dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai tegangan 1968,21 kg/cm2. Lendutan terkecil terjadi  pada sampel II dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai 0,2083 mm, sedangkan untuk deformasi terbesar  terjadi pada sampel IV dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai deformasi 0,2811 mm, sehingga jarak, bentuk, dan pelubangannya yang paling baik adalah pelubangan dengan jarak 15 cm  untuk konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Kajian lebih lanjut optimasi bentuk lubang cellular, baik bentuk circular maupun ellips dan tata letak lubang, dengan memperhatikan instabilitas balok baja profil I dengan bukaan bentuk cellular pada badan, akibat lentur dan tekuk pada daerah web-post.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISA MATERIAL TERHADAP PERSENTASE SISA MATERIAL Uta Domas Rachman; Andi Tenrisukki Tenriajeng
Teknika Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.182 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v14i2.1807

Abstract

Sisa material konstruksi didefinisikan sebagai sesuatu yang sifatnya berlebih dari yang disyaratkan baik itu berupa hasil pekerjaan maupun material konstruksi yang tersisa/tercecer/rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi sesuai fungsinya. Terdapat berbagai macam faktor yang menjadi penyebab adanya sisa material. Dalam penelitian ini, faktor-faktor penyebab sisa material yang paling berkolerasi dengan persentase sisa material yaitu material keramik yang disebabkan karena kesalahan oleh tenaga kerja, material batu bata yang disebabkan karena kerusakan akibat transportasi di/ke lokasi proyek, material genteng disebabkan karena penanganan yang tidak hati-hati, material kayu disebabkan karena proses pemakaian, material cat disebabkan karena adanya perubahan desain, material besi beton disebabkan karena perencana yang kurang berkompeten, material semen yang disebabkan karena penyimpanan material yang kurang baik, pasir yang disebabkan karena pemesanan yang tidak dapat dilakukan dalam jumlah kecil, material batu belah yang disebabkan karena material tercecer/terbuang saat transportasi. Kata kunci: faktor-faktor penyebab sisa material; persentase sisa material; sisa material
KAJIAN LEVEL OF SERVICE (LOS) PADA KAWASAN MIX LANDUSE RUAS JALAN SUDIRMAN - PATI Supoyo Supoyo; Iin Irawati
Teknika Vol 14, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.14 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v14i1.1515

Abstract

Bangkitan dan tarikan di suatu kawasan dipengaruhi oleh fungsi tata guna kawasan tersebut. Kawasan yang memiliki fungsi tata guna lahan penting, kecenderungan memiliki bangkitan dan tarikan yang tinggi. Semakin tinggi bangkitan dan tarikan yang dihasilkan, maka semakin padat laluntas yang berada pada kawasan tersebut. Salah satu kawasan yang memiliki bangkitan dan tarikan yang tinggi adalah kawasan mix landuse. Slah satu kawasan yang memilki kondisi tata guna lahan mix landuse adalah kawasan Sudirman – Pati. Kawasan tersebut terdiri dari perniagaan, perkantoran dan pendidikan. Hambatan samping tertinggi pada kawasan tersebut adalah parkir pada sisi badan jalan. Penelitian difokuskan pada kajian performa kawasan dengan menggunakan metode MKJI 1197 dan indikator performa adalah level of service (LOS). Kawasan Sudirman memiliki tipe jalan 2/1 UD, dengan arus lalulintas sebesar 984.45 SMP/jam, dengan besar nilai kapasitas (C) = 2083.30 SMP/jam dan DS = 0.465 dan berada pada LOS C.

Page 6 of 14 | Total Record : 136