cover
Contact Name
Adolf Situmorang
Contact Email
teknika@usm.ac.id
Phone
+628122003033
Journal Mail Official
teknika@usm.ac.id
Editorial Address
Jl.Soekarno-Hatta, Tlogosari. Semarang, Jawa-Tengah, Indonesia Telp: 024-6702757; fax: 024-6702272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14104202     EISSN : 25808478     DOI : 10.26623/teknika.v17i1.3127
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran dibidang Teknik Sipil. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang Teknik Sipil dan Rekayasa. Dosen, mahasiswa, dan peneliti diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya.
Articles 136 Documents
Perbandingan Metode Manajemen Risiko Pekerjaan Erection Steel Box Girder di PT. Waskita Karya Jalan Tol JAPEK II Syerina Silvi Fitriyah; Ratna Ayu Ratriwardhani; Merry Sunaryo; Friska Ayu
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7343

Abstract

Manajemen risiko merupakan suatu proses penting dalam setiap proyek konstruksi untuk mengidentifikasi dan mengurangi potensi kerugian terkait biaya, mutu, dan jadwal proyek. Metode yang umum digunakan dalam manajemen risiko pada proyek konstruksi yaitu Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko, Dan Peluang (IBPRP). Metode manajemen risiko yang digunakan pada PT. Waskita Karya Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yakni JSA dan HIRADC. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan metode tersebut dalam mengelola risiko pada pekerjaan erection steel box girder di PT. Waskita Karya Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Penelitian ini terdiri dari informan utama, pendukung dan kunci.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan triagulasi data yakni observasi, wawancara dengan informan dan literasi dokumen terkait pengelolaan risiko. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode IBPRP terbukti lebih efektif dibandingkan menggunakan metode HIRADC dikarenakan dalam mengidentifikasi maupun menilai risiko metode IBPRP lebih mendetail dan menggunakan matriks kemungkinan dan keparahan 5x5 dengan temuan 45 risiko bahaya dari 6 aktivitas dipekerjaan erection steel box girder Secara keseluruhan penggunaan metode yang lebih efektif dan terperinci seperti IBPRP dapat membantu perusahaan mencapai tujuan zero accident dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para pekerja.
Evaluasi Kondisi dan Pemeliharaan Utilitas Sistem Proteksi Kebakaran Aktif pada Bangunan Gedung (Studi Kasus Gedung F Universitas Pekalongan) Dwi Kumalasari; Muhamad Fajar Febriansyah; Tisnawati Tisnawati
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7987

Abstract

Sistem proteksi kebakaran aktif adalah sistem proteksi kebakaran yang memiliki pendeteksi kebakaran secara manual maupun otomatis. Sistem proteksi kebakaran aktif di Gedung F Universitas Pekalongan memberikan manfaat besar dalam manajemen kebakaran. Gedung F Universitas Pekalongan memiliki beberapa utilitas sistem proteksi kebakaran aktif yaitu sistem alarm kebakaran, sistem detektor kebakaran, sistem sprinkler, sistem hidran gedung, sistem pencahaayan darurat, sistem listrik darurat dan APAR (alat pemadam api ringan). Dari sinilah tujuan dari penelitian adalah mengevaluasi sistem proteksi kebakaran aktif pada Gedung F Universitas Pekalongan. Untuk kondisi dari sistem tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan dengan tingkat keandalan dari baik, cukup atau sedang hingga kurang. Dari tingkat keandalan kondisi tersebut maka diperlukannya pemeliharaan yang tepat untuk menjaga sistem proteksi kebakaran aktif agar selalu berfungsi dengan semestinya. Pemeliharaan tersebut bersifat pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala hingga perbaikan atau pergantian sistem yang sudah mendekati kadaluarsa dan sudah tidak berfungsi dan kondisi alat pada sistem proteksi kebakaran Gedung F Universitas Pekalongan memiliki tingkat keandalan sebesar 80% yang berarti berfungsi dengan baik. 
Kajian Sisa Umur Jembatan Berdasarkan Bridge Manajemen System (BMS) Hariadi Purwatmoko; Tumingan Tumingan; Joko Suryono
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7541

Abstract

Jembatan adalah suatu prasarana transportasi darat yang dapat dilalui oleh kendaraan atau pejalan kaki untuk melintasi medan yang sulit seperti sungai, danau, jalan raya, jalan kereta api, atau cekungan lainnya yang tidak dapat dilalui tanpa adanya jembatan. Penelitian ini diifokuskan untuk mengetahui tingkat kerusakan Jembatan Kuning, Kalimantan Timur. Jembatan Kuning dibangun pada tahun 2000. Dilihat dari segi teknis jembatan kuning masih dapat digunakan, tetapi sudah mengalami penurunan kualitas pada setiap bagian jembatan. Dari hasil penilaian untuk setiap bidang jembatan diketahui bahwa kondisi jembatan masuk kategori rusak berat terutama pada bagian bawah dan atas, sehingga dibutuhkan rehabilitasi agar fungsi jembatan tetap terjaga dengan baik. Untuk penilaian sisa umur jembatan berdasarkan hasil penilaian diketahui bahwa sisa umur jembatan hanya 41 tahun.
Kajian Teknis Kerusakan Jembatan Dondang Kalimantan Timur Fauzi Auliarahman; Muhammad Ridwan; Sahrullah Sahrullah
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.8034

Abstract

Jembatan Dondang merupakan jembatan yang melintas di atas Sungai Dondang yang masuk dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Jembatan ini mengalami kerusakan akibat tertabrak oleh kapal tongkang batu bara yang menyebabkan salah satu pilarnya mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan setelah perhitungan kekuatan struktur secara menyeluruh termasuk analisa kerusakan pada pondasi. Dari hasil perhitungan tersebut disimpulkan bahwa struktur masih dalam kondisi aman, terlihat dari pengujian dinamik struktur antar bentang untuk mengetahui lendutan yang terjadi dengan hasil berupa respon dinamik, dari hasil tersebut diketahui bahwa lendutan masih dalam kondisi yang aman. sedangkan pondasi perlu dilakukan penambahan tiang untuk mengganti tiang yang mengalami kerusakan.Dari hasil analisa diketahui penambahan tiang sebanyak 6 titik tiang pancang diameter 60 cm (hulu dan hilir), akibat penambahan titik pancang, maka diperlukan penambahan (extend) pile cap.
Analisis Faktor Tenaga Kerja pada Produktivitas Proyek Konstruksi di Masa Pandemi Melissa Tania Yuliantara; Lendra Lendra; Dewantoro Dewantoro
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7379

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah tenaga kerja. Pandemi memberikan dampak negatif dalam dunia konstruksi, mengakibatkan turunnya produktivitas proyek dan bertambahnya waktu dan biaya pelaksanaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui indikator tenaga kerja dominan serta bagaimana pengaruh variabel tenaga kerja terhadap produktivitas proyek konstruksi. Penelitian ini dilakukan kepada dua kelompok responden untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pendapat antara kelompok responden manajerial dan pekerja lapangan. Hasil penelitian Analisis Deskriptif terdapat lima indikator dominan yaitu (nilai disiplin pekerja; kesehatan pekerja; tidak tersedianya bahan bangunan dilapangan; respon yang lambat pada keraguan gambar rencana; dan keahlian pekerja). Analisis RII menunjukkan bahwa kelima indikator tersebut dikategorikan dalam kategori extremely critical. Uji F menunjukkan semua variabel tenaga kerja berpengaruh secara bersamaan sedangkan Uji T menunjukkan bahwa hanya terdapat dua variabel yang berpengaruh yaitu variabel komunikasi pekerja dengan dan variabel pandemi COVID-19. Perbedaan pendapat kelompok responden manajerial dan responden pekerja lapangan diketahui menggunakan Uji Beda (Independent T Test) dengan nilai signifikansi sebesar 0,642 > 0,05. Maka H0 dapat diterima, bahwa tidak ada perbedaan pendapat antara pihak manajerial dan pihak pekerja lapangan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas proyek konstruksi pada masa pandemi.
Analisis Penurunan Pondasi Pancang Pada Bangunan Instalasi Pengolahan Air Kawasan Industri Terpadu Batang Mohammad Haidar Ibnu Mas'ud; Adolf Situmorang; Hendra Masvika
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7773

Abstract

Pondasi merupakan elemen yang sangat penting dalam suatu bangunan. Namun, pondasi juga rentan mengalami penurunan. Penurunan pondasi dapat berdampak pada struktur utama bangunan. Pada dasarnya, penurunan pondasi terjadi ketika pondasi tersebut menanggung beban struktur di atasnya. Penurunan pondasi harus dipertimbangkan saat tahap perencanaan proyek konstruksi agar tidak melebihi batas izin yang telah ditetapkan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi kapasitas daya dukung pondasi dan pergerakan tanah yang terjadi. Jenis pondasi yang digunakan dalam Proyek Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Kawasan Industri Terpadu Batang adalah pondasi pancang. Data dikumpulkan menggunakan data sekunder, termasuk gambar dan laporan investigasi tanah. Perhitungan beban pada struktur dilakukan dengan menggunakan program SAP2000, menghasilkan gaya aksial sebesar 5006,996 kN, gaya geser sebesar 4,979 kN, momen dalam arah X sebesar 72,7124 kN/m, dan momen dalam arah Y sebesar 322,0355 kN/m. Kapasitas daya dukung ultimit pondasi tiang tunggal adalah 4791,44 kN, sementara kapasitas daya dukung ultimit pondasi tiang kelompok adalah 5971,998 kN. Penurunan pondasi tiang tunggal dan tiang kelompok adalah 13,573 mm dan 30,350 mm, secara berturut-turut. Penurunan pondasi yang terjadi dianggap aman karena nilainya lebih rendah dari batas izin yang diizinkan
Penilaian Kondisi dan Prediksi Sisa Umur Jembatan Mahulu Kalimantan Timur Menggunakan Bridge Manajemen System (BMS) musfain musfain; Tumingan Tumingan; Sahrullah Sahrullah
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.8035

Abstract

Jembatan adalah suatu prasarana transportasi darat yang dapat dilalui oleh kendaraan atau pejalan kaki untuk melintasi medan yang sulit seperti sungai, danau, jalan raya, jalan kereta api, dan sebagainya. Mengingat pentingnya peranan jembatan bagi kehidupan manusia, maka harus ditinjau kelayakan konstruksi jembatan yang ada hubungannya dengan klasifikasi jembatan sesuai dengan tingkat pelayanan dan kemampuannya dalam menerima suatu beban. Dalam studi ini, Penulis melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi Jembatan Mahulu, Kalimantan Timur, dilibat dari kerusakan yang terjadi pada setiap bagian jembatan. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan pedoman praktis dan rekomendasi yang dapat diterapkan oleh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kehandalan dan kinerja Jembatan Mahulu. Dari hasil penialian pada Jembatan Mahulu diketahui bahwa jembatan masuk kategori rusak berat dengan nilai 3 dan sisa umur jembatan diketahui hanya 41 tahun
Pengaruh Kadar Air Kayu Terhadap Kuat Lentur Kayu di Kota Sorong – Papua Barat Daya Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin; Didik Setyo Purwantoro; Alfina Maysyurah; Muhammad Awal Al Ghazali
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7828

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam berupa kayu yang melimpah, Salah satu sumberdaya alam yang melimpah adalah kayu. Dan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki Kawasan hutan yang cukup besar adalah Pulau Papua. Dari sekian banyak jenis kayu yang ada, hanya sebagian kecil saja yang telah diketahui sifat dan kegunaannya. Maka selanjutnya akan dilakukan pengujian kuat lentur terhadap kayu yang tidak dikeringkan dan kayu yang mengalami proses pengeringan, hal ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh kadar air terhadap kuat lentur dari kayu yang beredar di Kota Sorong – Papua Barat Daya. Setelah dilakukan pengujian kadar air dan kuat lentur, maka diketahui bahwa semakin rendah kadar air dari kayu maka nilai kuat lentur dari kayu akan semakin tinggi, Hal ini dikarenakan jika kadar air kayu berkurang (semakin kering) maka kayu akan mengalami penyusutan dan membuat kayu tersebut semakin padat hingga kerapatannya lebih tinggi dan membuat kayu semakin kuat menahan gaya lentur. Hal ini sejalan dengan standar SNI 7973:2013 yang mensyaratkan kayu harus memiliki kadar air dibawah 30% untuk bisa dipakai sebagai material konstruksi.  
Studi Komparasi Analisis Struktur dengan Jenis Tumpuan Jepit dan Spring pada Struktur Beton Bertulang Niko, Fernanda; Antonius, Antonius; Karlinasari, Rinda
Teknika Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i2.10377

Abstract

Pemodelan gedung tahan gempa yang sangat umum digunakan ialah pemodelan dua tahap yaitu pemodelan terpisah antara struktur atas yang didesain fleksibel dengan struktur bawah yang didesain dengan jepit atau kaku. Pemodelan ini sangat praktis karena menganggap struktur berada diatas perletakan yang kaku dengan cara mengabaikan perilaku tanah yang fleksibel. Pada aktualnya struktur bertumpu pada tanah yang bersifat fleksibel dan dapat berdeformasi. Metode lain yang dapat digunakan agar mendekati kondisi aktual ialah dengan cara memodelkan struktur secara lengkap tanpa pemisahan struktur atas dan struktur bawah dengan mengikutsertakan interaksi tanah-struktur. Pemodelan ini menggunakan jenis tumpuan spring untuk merepresentasikan fleksibilitas tanah. Spring ini memiliki nilai yang besarnya tergantung dari daya dukung ultimate dari pondasi gedung tersebut. Pada penelitian ini suatu gedung 6 lantai dengan menggunakan struktur beton bertulang dianalisis dengan pemodelan tumpuan jepit dan tumpuan spring dengan prosedur analisis yang sama yaitu prosedur linear dinamis respon spektra. Karena menggunakan analisis prosedur yang sama, maka hasil dari analisis kedua pemodelan tersebut dapat dibandingkan. Adapun parameter yang akan dibandingkan yaitu periode fundamental struktur, gaya geser dasar, gaya geser per lantai, dan simpangan antar tingkat. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa hasil desain dari pemodelan dengan tumpuan spring lebih ekonomis daripada hasil pemodelan dengan tumpuan jepit.
PERINGKAT INDIKATOR KEBERLANJUTAN UNTUK PENILAIAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN Anggraini, Lila; Mahardika, Vera; Wanto, Sri
Teknika Vol. 19 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i2.10318

Abstract

Salah satu sektor utama dalam mencapai pembangunan berkelanjutan adalah konstruksi perumahan. Namun banyak permasalahan yang ada di perumahan diantaranya dari faktor lingkungan, sosial, ekonomi dan tahap pembangunan. Hal ini dapat menyulitkan pengembang dalam mengimplementasikan proyek perumahan berkelanjutan yang memenuhi standar yang ditetapkan. Perlu adanya suatu standar bagi pengembang dalam membangun perumahan baru, dan standar tersebut diterapkan ketika pengembang akan mulai melaksanakan pembangunan perumahan. Banyak indikator dan kerangka kerja penilaian keberlanjutan telah dirumuskan untuk menyediakan proses pengambilan keputusan terkait keberlanjutan, namun hanya terbatas pada lingkungan, sosial dan ekonomi saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator-indikator dari pembangunan perumahan berkelanjutan yang kemudian akan diberi urutan ranking sebagai standar pada tahap pembangunan perumahan. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode AHP (Analysis Hierarchy Process). Hasil dari penelitian ada 12 indikator yang berpengaruh terhadap pembangunan perumahan berkelanjutan dengan peringkat paling tinggi adalah ketersediaan sumber daya air, lokasi, pengelolaan sampah, jarak, aksesbilitas, sistem energi terbarukan, keamanan, material, RTH, harga rumah dan status kepemilikan.

Page 10 of 14 | Total Record : 136