cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Promosi Kesehatan Hipertensi, Waspadai The Silent Killer Ratna Indriawati; Tunjung Wibowo; Idiani Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1099

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi di Indonesia dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi. Tingginya angka insidensi hipertensi di propinsi DIY tersebut turut mempengaruhi insidensi penyakit ini di kabupaten Bantul. Pola makan yang tidak sehat dan kurang terjaga, perilaku merokok, stress psikososial karena faktor ekonomi, dan minimnya sarana & prasarana kesehatan merupakan faktor pemicu tingginya insidensi penyakit hipertensi di wilayah ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan faktor risiko, menanggulangi penyakit hipertensi dan komplikasi hipertensi serta pelatihan kader kesehatan terkait penyakit hipertensi. Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah promosi kesehatan berupa penyuluhan hipertensi dan pelatihan pengukuran tekanan darah yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian diikuti oleh kader kesehatan sasaran program pengabdian sebanyak 17 orang. Pengabdian masyarakat ini berjalan lancar. Masyarakat memberikan respon yang baik dan antusias mengikuti kegiatan pengabdian
Pemberdayaan Kelompok Sebaya (Peer Based Intervention) dalam Upaya Penatalaksanaan Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja Nina Dwi Lestari; Laili Indah Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1100

Abstract

Kecenderungan pelanggaran perilaku seksual di kalangan remaja makin meningkat karena banyaknya informasi dan rangsangan yang bersifat seksual, terutama dari media masa dan lingkungan. Kejadian perilaku seksual berisiko ini juga terjadi pada kalangan remaja di Dusun Janten, Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan mengganggap masalah ini adalah tabu untuk didiskusikan. Solusi permasalahan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) pada remaja dan pemberdayaan kader kesehatan remaja melalui peer based intervention program terkait kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan adalah melalui pendidikan kesehatan dan pelatihan kader kesehatan reproduksi remaja. Hasil kegiatan menujukkan bahwa terdapatnya perbedaan pengetahuan remaja antara sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan dan pelatihan kader kesehatan reproduksi remaja, Sebelum dilakukan penyuluhan hasil pre-test menunjukkan rata-rata 84,3% dan setelah mendapatkan penyuluhan dan diadakan post-test hasilnya menunjukkan 93,1%. Delapan puluh lima persen kader kesehatan remaja mampu mempraktikkan screening kesehatan reproduksi remaja laki-laki dan perempuan yang sebelumnya hanya 63%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan para remaja setelah dilakukannya penyuluhan kesehatan reproduksi. Kegiatan kader kesehatan remaja ini perlu dilanjutkan secara berkesinambungan sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksi di Dusun Janten, Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul
Reinforcement The Simple Emergency Management (SEM) Service Program in Households Mega Octavia; Dyani Primasari Sukamdi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1101

Abstract

Situasi keracunan dan gawat darurat tidak hanya terjadi di rumah sakit dan jalan raya saja tetapi dalam lingkup keluarga dan rumah tangga pun sering terjadi peristiwa gawat darurat yang bisa membahayakan keselamatan. Selain itu kejadian pingsan, keracunan, baik makanan ataupun senyawa kimia, nyeri haid, dan mimisan juga terkadang bisa terjadi di rumah dan sekitarnya. Ketika orang yang ada di rumah tidak ada yang mengetahui bagaimana menangani kondisi darurat tersebut, maka dapat berpengaruh pada kesehatannya bahkan bisa sampai mengancam jiwa. Pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan pertama keracunan dan kondisi gawat darurat di rumah tangga menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat agar risiko perburukan kesehatan dan kematian bisa di cegah dengan baik. Risiko keracunan dan gawat darurat di setiap rumah tangga pasti selalu ada, begitu juga di daerah Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Program edukasi tentang penanganan keracunan dan kegawat daruratan di rumah tangga belum pernah dilakukan di daerah tersebut sedangkan permintaan untuk menyosialisasikan topik tersebut cukup tinggi. Oleh karena itu, program yang akan dilakukan tim pengabdian adalah memberikan edukasi dan pelatihan bagi kader-kader kesehatan di Nasyiatul Aisyiah Ngaglik tentang pencegahan dan penanganan keracunan dan gawat darurat. Hal ini bertujuan agar kader-kader nantinya bisa berperan aktif dalam memberikan edukasi tentang topik tersebut pada populasi yang lebih luas. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara daring menggunakan platform Zoom Meeting. Kegiatan pemberian edukasi diikuti oleh 41 anggota Nasyiatul Aisyiah dan warga masyarakat di Kecamatan Ngaglik. Selanjutnya, untuk menilai efektivitas edukasi yang dilakukan, peserta pengabdian diberikan kuesioner pretest dan posttest. Hasil dari data kuesioner dianalisis statistiknya menggunakan paired t-test untuk menilai ada atau tidaknya pengaruh terhadap edukasi yang diberikan. Hasil analisis data dari 41 peserta pengabdian diperoleh nilai P = 0,001 yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan penanganan keracunan dan kegawat daruratan pada anggota Nasyiatul Aisyiah di Kecamatan Ngaglik setelah diberikan edukasi. Dapat disimpulkan bahwa program pengabdian berupa penguatan layanan tanggap darurat di rumah sudah efektif
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemeriksaan Status Gizi di Posyandu Aster Wanujoyo Lor Meilia Safitri; Sotya Anggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1102

Abstract

Stunting merupakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak yang mengalami kegagalan yang diakibatkan oleh kekurangan gizi yang berkepanjangan pada masa 1000 hari pertama kehidupan. Dalam upaya pencegahan stunting, posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) disebut sebagai garda terdepan dalam upaya penurunan kasus stunting di Indonesia. Posyandu Aster Wanujoyo Lor merupakan posyandu yang terletak di Dusun Wanujoyo Lor Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Permasalahan Posyandu tersebut adalah kurangnya alat ukur berat badan dan tinggi badan yang memadai untuk melaksanakan tugas utama dalam mendampingi dan melakukan pemantauan status gizi peserta posyandu. Selain itu, tingkat kesadaran ibu peserta posyandu mengenai langkah-langkah pencegahan serta risiko stunting sangat kurang. Solusi yang ditawarkan adalah pemberian bantuan alat berupa timbangan dan alat ukur tinggi badan untuk bayi dan balita, pelaksanaan program pemeriksaan status gizi bagi bayi dan balita, memberikan edukasi langkah-langkah pencegahan stunting, serta pemberian penyuluhan mengenai pentingnya pemberian MPASI yang adekuat sesuai rekomendasi IDAI. Metode yang digunakan dimulai dengan melakukan koordinasi dengan kader Posyandu Aster, identifikasi permasalahan yang dihadapi, sosialisasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan peserta posyandu, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, evaluasi, dan monitoring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disambut baik oleh peserta Posyandu dan terlaksana dengan sukses
Promosi Kesehatan Kerja Pengrajin Kipas Ratna Indriawati; Tunjung Wibowo; Idiani Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1103

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kesehatan kerja, dampak kerja terhadap kesehatan serta pencegahannya. Disamping itu juga untuk menambah wawasan para pekerja mengenai pentingnya penerapan budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di tempat kerja serta menciptakan kondisi tempat kerja yang aman dan nyaman bagi para pekerja. Sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah pengrajin kipas di Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa promosi kesehatan kerja pengrajin kipas. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya tambahan pengetahuan pekerja kipas terkait kesehatan kerja. Promosi kesehatan kerja masih diperlukan untuk menambah pengetahuan kesehatan kerja
Peningkatan Pengetahuan Tentang PMT Pada Kader Posyandu Kalurahan Sendangsari Sebagai Upaya Penanggulangan Stunting Melalui Self Help Group (SHG) Sutantri Sutantri; Zikri Alhalawi; Muhammad Chaidar; Angelia F. Tendean
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1104

Abstract

Tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2030 adalah menghapus masalah gizi, salah satunya dengan percepatan penanggulangan stunting. Kader posyandu memegang peranan penting pada keberhasilan penanggulanan stunting pada masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu balita tentang pemberian makanan tambahan sebagai upaya penanggulangan stunting di Kalurahan Sendangsari. Metode kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu yaitu self help group dengan topik stunting dan pemberian makanan tambahan balita. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan persentasi untuk menggambarkan tingkat pengetahuan kader posyandu. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim pengabdi menunjukkan tingkat pengetahuan tentang stunting sebelum rerata 97% meningkat menjadi 100%. Sementara, tingkat pengetahuan tentang pemberian makanan tambahan sebelum 75% (n=31) berada pada kategori baik meningkat menjadi 100% (n=41) kategori baik. Kesimpulan self help group efektif dapat meningkatkan pengetahuan kader posyandu. Pengetahuan yang baik akan mempengaruhi perilaku seseorang. Pengetahuan kader posyandu harus selalu ditingkatkan untuk mencegah ataupun mengatasi stunting. Kader posyandu menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan untuk bisa menjangkau masyarakat dalam pembangunan kesehatan masyarakat
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan dan Penggunaan Obat Melalui Kader PKK Dusun Polowidi aji Winanta; Mega Octavia; Susi Susilowati; Dhiva Andarika F; Asni Fathul J
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1105

Abstract

Sekarang ini masyarakat menjadi semakin sadar akan pentingnya kesehatan setelah adanya pandemic covid-19. Masing-masing keluarga berusaha menjaga kesehatan keluarganya dengan menerapkan gaya hidup sehat dan membekali dengan menyiapkan perlengkapan obat-obatan di rumah. Hal ini yang membuat pengabdi merencanakan pembentukan kader kesehatan melalui kader PKK. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatan pengetahuan kader PKK Dusun Polowidi tentang penggunaan obat dan kesehatan keluarga. Melalui kegiatan ini diharapkan kader PKK akan menjadi garda terdepan masalah kesehatan dan ekonomi yang ada di dusun Polowidi, Trimulyo, Sleman. Metode pelaksanaan program didahului dengan observasi lingkungan, kemudian pelaksanaan program menggunakan metode ceramah/diskusi. Selain itu juga dilaksanakan pengecekan kesehatan. Luaran yang akan dicapai diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bagi kader PKK mengenai obat-obatan di dusun Pengabdian masyarakat ini diawali dengan dengan masyarakat mitra mengerjakan pre-test dan kemudian diakhir acara mengerjakan pos-test. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan nilai dari pre-test dan pos-test. Adanya peninggkatan nilai mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dalam penggunaan obat. Program hibah kemitraan PKM LPM UMY ini pada akhirnya dapat membantu meningkatkan pemahaman mitra dalam bidang kesehatan khususnya tentang obat
Pemberdayaan Kader PKK dalam Pemanfaatan Penggunaan Obat di Dusun Kawedan Aji Winanta; Annisa Krisridwany; Muhammad Ananda S; Dina Latifah Hanum
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1106

Abstract

Obat merupakan zat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Akan tetapi ketika penggunaannya kurang tepat maka akan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Adanya virus covid-19 ini membuat masyarakat semakin peduli tentang pengobatan. Masing-masing keluarga berusaha menjaga kesehatan keluarganya dengan menerapkan gaya hidup sehat dan membekali dengan menyiapkan perlengkapan obat-obatan di rumah. Hal ini yang membuat pengabdi merencanakan pembentukan kader kesehatan melalui kader PKK. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk meningkatan pengetahuan penggunaan obat kader PKK dusun Kawedan. Melalui kegiatan ini diharapkan kader PKK akan menjadi garda terdepan masalah kesehatan di dusun Kawedan, Bangunkerto, Turi. Metode pelaksanaan program didahului dengan observasi lingkungan, kemudian pelaksanaan program menggunakan metode ceramah/diskusi. Evaluasi dilakukan pada awal dan akhir kegiatan melalui Pre-Test dan Post-test. Luaran yang akan dicapai diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bagi kader PKK mengenai obat-obatan di Dusun Kawedan. Pengabdian masyarakat ini diawali dengan dengan masyarakat mitra mengerjakan 20 soal pre-test dan kemudian diakhir acara mengerjakan pos-test . Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan rata-rata nilai pre-test dan pos-test. Adanya peninggkatan nilai mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dalam penggunaan obat. Program hibah kemitraan KKN-PPM UMY ini pada akhirnya dapat membantu meningkatkan pemahaman mitra dalam bidang kesehatan khususnya tentang obat
Promosi Kesehatan Kerja Gizi Ratna Indriawati; Bambang Edi Suswanta; Ghina Puspita; Tunjung Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1107

Abstract

Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Masalah gizi di Indonesia dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tinggi. Pengetahuan gizi sehat dan permasalahan gizi perlu mendapat perhatian. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan gizi, gangguan gizi dan akibatnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode promosi kesehatan berupa edukasi gizi. Kegiatan pengabdian diikuti oleh orang tua dan remaja sasaran program pengabdian. Pengabdian masyarakat ini berjalan lancar. Masyarakat memberikan respon yang baik dan antusias mengikuti kegiatan pengabdian
Pengembangan Program Posyandu Remaja Dusun Jipangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta Ema Waliyanti; Dewi Puspita; Nurul Aisyah; Dwi Aryani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1108

Abstract

Remaja sebagai generasi penerus bangsa pada masa depan memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakuan yang salah, termasuk terlindungi dari berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan pada kelompok ini terutama disebabkan oleh kecenderungan untuk perilaku yang berisiko. Hasil pengkajian yang dilakukan dengan remaja di Dusun Jipangan didapatkan hasil bahwa terdapat beberapa remaja yang melakukan perilaku menyimpang, seperti merokok, minum minuman berakohol, penyalahgunaan napza, dan terdapat beberapa remaja putri yang mengalami kehamilan di luar nikah. Hal ini disebabkan oleh belum adanya sebuah program untuk mengatasi masalah kesehatan pada remaja, sehingga perlu diadakan sebuah kegiatan untuk remaja agar dapat meningkatkan status kesehatan remaja. Solusi yang ditawarkan pada permasalahan ini adalah kegiatan berupa pembentukan kegiatan posyandu remaja di Dusun Jipangan. Pembentukan posyandu remaja diharapkan dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan remaja, menemukan alternatif pemecahan masalah, membentuk kelompok dukungan remaja, dan memperluas akses pelayanan kesehatan pada remaja. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, di antaranya perencanaan awal kegiatan yang dilakukan dengan mengadakan penjajakan terkait permasalahan yang ada di wilayah mitra dan mengindentifikasi sumber daya yang ada di masyarakat untuk kegiatan pemberdayaan. Selanjutkan, dilaksanakan sarasehan dan jajak pendapat bersama dengan tokoh masyarakat dan remaja terkait komitmen pembuatan program yang diikuti dengan pemilihan pengurus dan kader remaja. Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan kader posyandu remaja. Dalam kegiatan ini, kader dilatih mengenai sistem 5 meja posyandu remaja. Langkah selanjutnya adalah launching posyandu remaja dengan sasaran semua remaja di wilayah Dusun Jipangan dan dilanjutkan dengan pendampingan kegiatan posyandu remaja secara berkala. Kegiatan pengabdian ini bekerja sama dengan pihak Puskesmas Kasihan I sebagai pembina kegiatan dan memfasilitasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan. Program pemberdayaan ini diharapkan dapat berlanjut sebagai upaya kesehatan berbasis masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan kesehatan remaja di wilayah Dusun Jipangan

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue