cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Budidaya dan Olahan Pangan Berbahan Dasar Umbi Uwi (Dioscorea alata) di Moyudan, Sleman Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Sarjiyah Sarjiyah; Eni Istiyanti; Sri Tasminatun; Safinta Nurindra Rahmadhia; Yuli Kuswandari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1088

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Ibu-Ibu tentang budidaya dan pembuatan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi. Metode pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dengan penyuluhan dan praktik pembuatan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi yang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah Moyudan Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022, dihadiri 42 orang utusan 20 Ranting Aisyiyah di PCA Moyudan Sleman. Kegiatan ini diawali dengan pre-test dilanjutkan penjelasan materi oleh narasumber, tanya jawab dan diskusi, serta diakhiri dengan post-test. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini terbukti dengan hangatnya forum diskusi dan banyak pertanyaan yang dilontarkan. Hasil post-test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang budi daya dan pengolahan pangan berbahan dasar umbi uwi. Dalam kegiatan lomba inovasi pangan berbahan dasar umbi uwi, peserta menampilkan berbagai inovasi pangan berbahan dasar umbi uwi dengan variasi yang sangat beragam. Juara 1 lomba inovasi pangan berbahan dasar umbi uwi adalah Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karangkemasan, juara 2 PRA Bendosari, juara 3 PRA Karang-Mergan, juara harapan 1 PRA Pendulan-Saren dan juara harapan 2 PRA Barepan. Disimpulkan bahwa pendampingan budi daya dan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi meningkatkan pemahaman dan keterampilan Ibu-Ibu Aisyiyah di Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Moyudan Sleman tentang budi daya tanaman uwi dan pembuatan olahan pangan berbahan dasar umbi uwi.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KETAHANAN KELUARGA PADA MASA PANDEMI DI KAPANEWON BERBAH Ane Permatasari; Atik Septi Winarsih; Bhakti Gusti Walinegoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1089

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Kapanewon Berbah ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan ketahanan keluarga di Kapanewon Berbah. Kapanewon Berbah memiliki tiga permasalahan utama yang berkaitan dengan ketahanan keluarga, yaitu berkurangnya tingkat ketahanan keluarga akibat pandemi, tidak adanya kegiatan untuk mendorong pembangunan ketahanan keluarga setelah masa kritis pandemi, dan kurangnya produktivitas orang tua dalam melakukan inovasi dalam menghadapi pandemi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program pengabdian ini dilaksanakan melalui sosialisasi pentingnya ketahanan keluarga, pelatihan untuk meningkatkan ketahanan keluarga, dan pembentukan program untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan keluarga. Hasil dari pengabdian ini yaitu terlaksananya sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya menjaga ketahanan keluarga dan terbentuknya program berkelanjutan berupa konseling permasalahan keluarga serta rangkaian pelatihan untuk meningkatkan perekonomian keluarga
Initiation of Health Care Program in Busuran District Arya Adiningrat; Wustha Farani; Nur Rahman Ahmad Seno Aji
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1090

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan komponen tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh, karena kondisi gigi dan mulut memengaruhi kondisi kesehatan bagian tubuh lainnya. Menurut hasil Riskesdas 2018, secara umum, sebanyak 57,6% penduduk Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut dengan proporsi penduduk yang mendapat perawatan oleh tenaga medis gigi masih sebesar 10,2%. Di Provinsi DIY, proporsi masalah gigi dan mulut sebesar 65,6% dengan proporsi masyarakat yang mendapat perawatan sebesar 16,4%. Upaya penanggulangan masalah kesehatan didasarkan pada upaya pengurangan risiko dan pelibatan aktif masyarakat Dalam pengabdian ini, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dan pelatihan pemeriksaan plak gigi diberikan kepada kader Posyandu Dusun Busuran. Sebelum dan sesudah penyuluhan, kader kesehatan diberi pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan kader mengenai kesehatan gigi dan mulut. Penyuluhan dilakukan dengan metode presentasi, sedangkan pelatihan pemeriksaan plak dilakukan secara demo dengan salah satu peserta menjadi subjek pemeriksaan. Sebanyak dua belas peserta yang terdiri atas sepuluh kader kesehatan dan dua anggota pemuda mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Dari sejumlah peserta tersebut, sebagian besar menjawab dengan benar lebih dari 60% total pertanyaan pada pretest, dan meningkat pada saat posttest. Program pengabdian ini diharapkan memberi banyak manfaat dan menjadi awal tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut di Dusun Busuran
Pemantauan Gizi Baik dengan Produk Farmasi dan Pembuatan Kartu Menuju Sehat Dyani Primasari Sukamdi; Pramitha Esha Nirmala Dewi; Mega Octavia; Anindhita Syahbi Syagata; Inayati Murwani Rahayu; Tyas Fabandari Dewi Hapsari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1091

Abstract

Pemeliharaan kesehatan anak dapat dimulai dari keluarga dan sekolah. Pemantauan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak menjadi hal krusial untuk dilakukan oleh orang tua dan pihak sekolah. Salah satu masalah dalam pemenuhan gizi anak dan pemantauan tumbuh kembangnya adalah keterbaruan informasi. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membantu orang tua dan pihak sekolah dalam memecahkan masalah tersebut. Metode yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan kepada orang tua/wali murid dan guru TK Al Fatah Sedan dengan topik “Suplementasi dan Gizi pada Balita” dan “Pemantauan Gizi Anak Usia 2-6 Tahun”. Kedua topik berisi tentang cara pemberian gizi dan pemantauan perkembangan pertumbuhan yang baik untuk anak usia 2-6 tahun. Sebelum dan setelah penyuluhan, dilakukan pengambilan data mengenai pemahaman/ pengetahuan 28 orang peserta. Data dianalisis dengan metode Wilcoxon untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil yang diperoleh antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada peserta penyuluhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat adanya pengaruh penggunaan strategi edukasi mengenai penggunaan suplemen farmasi dan pemantuan gizi anak terhadap peningkatan pengetahuan peserta pengabdian masyarakat pada materi tersebut
Peningkatan Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga melalui Penggunaan Aplikasi Perencanaan Keuangan Keluarga Romi Bhakti Hartarto; Yuli Utami; Sri Ani Puji Setiawati; Wahyu Tri Wibowo; Dihan Adum Suryoko; Della Gusvi Lorenza
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1092

Abstract

Kemajuan teknologi sedikit banyak telah membawa perubahan pada masyarakat perkotaan. Kemunculan aplikasi belanja online pada telepon seluler turut berpengaruh pada pola konsumsi rumah tangga, terutama di kala pandemi Covid-19. Banyaknya promosi yang ditawarkan oleh aplikasi belanja online membuat rumah tangga di kawasan perkotaan semakin tergiur untuk melakukan belanja online. Hal ini jika tidak diiringi oleh peningkatan literasi keuangan akan berdampak negatif pada arus kas rumah tangga. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan ibu rumah tangga di kalangan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kemantren Kraton, Yogyakarta. Adapun materi yang disampaikan meliputi manajemen keuangan keluarga menurut maqasid syariah, perencanaan keuangan dalam Islam, pilihan investasi, dan pengenalan penggunaan aplikasi Wallet di telepon seluler. Hasil uji-t satu pihak untuk sampel berpasangan pada 22 peserta pengabdian menunjukkan kenaikan skor literasi keuangan para ibu rumah tangga PCA Kraton sebesar 4,05 poin dengan tingkat signifikansi 5%. Temuan ini mengungkap bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menambah pengetahuan para peserta terkait dengan perencanaan keuangan keluarga
KUB Mentoring in Economic Resilience during the Covid 19 Pandemic, Mangunsari Hamlet, Glagah Village Wonosobo Muhammad Zakiy; Sitti Nurhidayanti Ishak
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1093

Abstract

Perilaku hidup bersih merupakan kebutuhan primer bagi setiap orang guna meningkatkan kesehatan dan menghindari penyakit baik menular maupun tidak menular. Terlebih lagi untuk masyarakat pedesaan yang kehidupan sosialnya relatif tinggi karena budaya kolektivisme yang sangat kental. Hal ini mengakibatkan penularan penyakit sangat cepat dan rentan terjadi di lingkungan masyarakat. Penanggulangan permasalahan ini membutuhkan kerjasama dari perangkat desa dan masyarakat untuk menggalakkan kebersihan di lingkungannya seperti membuat jamban di setiap rumah, tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencemari sungai, merubah perilaku dan kebiasaan-kebiasaan agar hidup bersih. Program ini memiliki tujuan untuk memberikan literasi dan memfasilitasi masyarakat agar merubah perilaku yang dapat mencemari lingkungan agar perilaku dan pola hidup sehat dapat dijalankan oleh masyarakat di Dusun Sicantek, Wonosobo. Pelaksanaan program ini dibagi menjadi 3 tahapan yaitu sosialisasi tentang manfaat hidup bersih, melakukan kegiatan bersih-bersih dusun, dan membuat program bersih-bersih desa secara rutin setiap pekan. Program pengabdian ini memberikan sebuah pemahaman kepada masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui sosialisasi tentang kesehatan. Selain itu, tim pengabdian dan warga dibantu mahasiswa melakukan gerakan bersih-bersih desa yang dilakukan secara rutin setiap akhir pekan untuk menjaga kebersihan lingkungan desa
Pembuatan Sabun Kecantikan dan Kesehatan Berbahan Dasar Cairan Serbaguna Eco Enzyme Guna Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga Firman Pribadi; Merita Arini; Junior Hendri Wijaya; Amelia Inggamal
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1094

Abstract

Sabun Kecantikan Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang berasal dari Thailand Dr. Rasukom Poompanyong mengenai eco enzyme, penelitian itu menunjukan bahwa eco enzyme memiliki banyak manfaat. Dalam kehidupan sehari-hari eco enzyme dapat digunakan sebagai karbol, pembersih rumah tangga, sabun cair, penjernih udara, dan hand sanitizer alami. Selain bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, eco enzyme juga bermanfaat bagi unsur abiotik dan kesehatan. Bagi unsur abiotik yaitu meningkatkan kualitas udara, tanah dan air. Sedangkan bagi medis eco enzyme bermanfaat untuk melawan parasit dan kuman yang menyebabkan infeksi dalam jantung, keputihan, radang otak, radang paru-paru, peradangan sendi, infeksi kulit dan lainya. Oleh karena itu, tim pengabdi melakukan pengabdian ini dengan tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan bahan sisa organik rumah tangga ibu-ibu PKK di RT. 03 / RW. 014 Kelurahan Serengan, Kota Surakarta tahun 2022. Metode pelaksanaan kegiatan saat ini merupakan kelanjutan dari tahapan pengabdian sebelumnya yaitu tahapan cara memanfaatkan eco enzyme. Kedepannya pengabdian masyarakat yang berbasis pembuatan eco enzyme ini akan dilanjutkan untuk pengembangan produk-produk luaran lainnya seperti sabun cair, sabun cuci, sampo, serta pembuatan pupuk organik, sehingga bermanfaat tidak hanya bagi kehidupan, tetapi juga lingkungan. Selain itu juga dapat dijual untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi rumah tangga
Pelatihan Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Spiritual Penyintas Covid-19 di Desa Begajah, Sukoharjo Lilis Suryani; Tri Pitara Mahanggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1095

Abstract

Desa Begajah memiliki penyintas Covid-19 cukup banyak, bahkan ada beberapa warga yang meninggal karena Covid-19. Dalam rangka membantu pemerintah Desa Begajah untuk menanggulangi pandemi Covid-19 dilaksanakan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual para penyintas Covid-19 dan mengaktifkan kembali kader posyandu lansia Desa Begajah. Kegiatan pengabdian dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan dilakukan di Balai Pertemuan Desa Begajah, pada tanggal 8 Maret 2022. Peserta yang hadir sejumlah 80 orang, terdiri dari Kepala Desa Begajah, staf Puskesmas, kader posyandu, dan warga masyarakat. Penyuluhan dan pelatihan berisi tentang peranan posyandu selama pandemi Covid-19 dan pelatihan cara menghadapi Covid-19 agar tidak panik, meningkatkan imunitas, dan kapasitas spiritual dalam bentuk tawakal kepada Allah. Penyuluhan diawali dengan pretest, pemaparan materi, diskusi, posttest dan penyerahan hibah peralatan untuk menunjang kegiatan posyandu. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas kader memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit degeratif, cara melakukan pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter, dan mampu menyebutkan kegiatan posyandu. Warga juga memiliki tingkat kecerdasan emosional dan spiritual yang cukup tinggi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kepala desa dan kader posyandu menyambut positif kegiatan penyuluhan yang berkesinambungan agar para kader posyandu memiliki pengetahuan yang respresentatif. Kesimpulan penyuluhan dan pelatihan tentang meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual selama pandemi Covid-19 penting dilakukan sebagai upaya tindakan preventif dan promotif penyakit degeneratif dan psikosomatik
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Meningkatkan Kesehatan Lanjut Usia Lilis Suryani; Tri Pitara Mahanggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1096

Abstract

Noyokerten merupakan salah satu dusun di Kelurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman. Dusun ini memiliki wisata religi berupa Masjid Sulthoni dan Makam Purbaya. Banyak istri pengurus makam dan takmir yang menjadi kader kesehatan. Selama pandemi Covid-19, kegiatan posyandu lansia berhenti. Tujuan pengabdian ini adalah mengaktifkan kembali kader posyandu lansia dan melatih ibu-ibu PKK Dusun Wotgaleh cara membuat jahe instan melalui sosialisasi peran kader posyandu dalam meningkatkan kesehatan lansia. Kegiatan pengabdian dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan dilakukan di rumah Kadus Noyokerten, tanggal 7 Februari 2022. Jumlah peserta yang hadir 30 orang, terdiri dari kader posyandu dan ibu-ibu PKK. Penyuluhan berisi tentang penyakit degeneratif pada lansia dan peranan posyandu selama pandemi Covid-19. Penyuluhan diawali dengan pretest, pemaparan materi, diskusi, posttest, dan penyerahan hibah pengabdian yang berupa peralatan untuk menunjang kegiatan posyandu. Pelatihan pembuatan jahe instan disampaikan oleh mahasiswa KKN yang sebelumnya sudah dilatih. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas kader memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit degeratif, cara melakukan pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter, dan mampu menyebutkan kegiatan posyandu. Peserta menginginkan ada penyuluhan yang berkesinambungan agar mereka memiliki pengetahuan yang respresentatif sebagai kader kesehatan tingkat dusun. Kesimpulan penyuluhan tentang kesehatan lansia penting dilakukan sebagai upaya tindakan preventif dan promotif berkaitan dengan penyakit degeneratif
Pendidikan Karakter Anak Usia Sekolah Dasar (SD) Dengan Permainan Tradisional Sri Sundari; Dwijoko Purbohadi; Shiffa Noor Amalya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1097

Abstract

Pendidikan karakter terhadap anak di era milenial dimulai dengan tercerminnya lingkungan yang baik dalam keluarga. Apabila karakter atau akhlak semua anggota keluarga baik, niscaya akan baik pula lingkungan masyarakatnya. Pembinaan anak dalam lingkungan masyarakat dengan menumbuhkan kegiatan-kegiatan yang positif, gotong royong, silaturahmi, maupun dialog-dialog interaktif keagamaan. Masyarakat dituntut ikut berperan dalam menciptakan tatanan masyarakat yang nyaman dan peduli terhadap pendidikan. Dalam rangka menciptakan pendidikan karakter anak di era milenial, pertama dimulai dari usia dini karena usia inilah yang dianggap relatif paling mudah dibentuk. Membentuk karakter harus dilakukan secara terus-menerus. Penanaman nilai pendidikan karakter terhadap anak di era milenial sebenarnya dapat dilakukan dengan memperkenalkan kembali permainan tradisional anak. Permainan tradisional anak sebenarnya dapat juga melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional ini. Pada pengabdian ini dikenalkan kembali 15 macam permainan tradisional di Jawa. Dari 15 permainan yang diajarkan 10 macam permainan anak-anak tidak mengenal. Para ibu yang menjadi bagian dari sampel pengabdian masih mengenal sebagian besar permainan tersebut ( 12 permainan) tetapi mayoritas sudah tidak mengajarkan lagi kepada anak anak mereka. Dari hasil pengabdian diketahui bahwa saat ini mayoritas orang tua khususnya ibu lebih banyak memberikan Hp sebagai alat permainan mereka sehingga anak anak tidak mengenal alat permainan tradisional yang dapat membangun karakter mereka sejajak dini. Anak anak tertarik dikenalkan dengan alat permainan tradisional, dan mereka juga tertarik untuk memainkan permainan tersebut tetapi paparan yang kurang membuat mereka tidak mengenal sejak awal permainan tersebut. Peran orangtua khususnya ibu sangat penting dalam pengenalan dan pembiasaaan permainan yang dimainkan ole anak anakk tersebut

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue