cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Ceramic Floor Installation for Ahmad Sudjari's Muhammadiyah Orphanage, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta Anita Widianti; Adam Pamudji Rahardjo; Muhammad Agung Pambudi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1142

Abstract

Panti Asuhan (PA) Muhammadiyah Ahmad Sudjari yang berada di Dusun Jonggrangan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta berdiri sejak 2008. Semula kondisi prasarana PA masih sederhana. Sebagian bangunan menggunakan papan tripleks dan lantai dari konblok. Pada 2019, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PkM FT UMY) telah melaksanakan kegiatan pengabdian di tempat tersebut dengan melakukan perancangan dan pendampingan renovasi bangunan PA. Pendampingan dilakukan hingga terwujud bangunan 2 lantai dengan luas 9,0 x 9,5 m2 setiap lantainya. Permasalahan yang masih dijumpai saat ini adalah beberapa prasarana fisik yang belum terwujud, di antaranya lantai keramik bangunan di lantai dasar, sehingga kondisi ruangan kurang representatif. Untuk itu, tim PkM FT UMY melanjutkan pengabdian di tempat tersebut dengan tujuan untuk memberikan bantuan pengadaan material dan pendampingan selama pelaksanaan. Jenis kegiatan yang dilaksanakan meliputi perhitungan volume pekerjaan dan biaya yang diperlukan, penyediaan material, pembongkaran lantai konblok, serta pendampingan selama pemasangan lantai keramik ruang-ruang di lantai dasar. Pembangunan dilaksanakan oleh beberapa warga sekitar PA. Kegiatan ini telah terlaksana sesuai dengan rencana dan telah dimanfaatkan oleh anak-anak di PA tersebut
Peningkatan Aktivitas Kegiatan Keagamaan dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Penataan Penerangan Jalan Kelurahan Gilangharjo Chusnul Azhar; Krisdiyanto Krisdiyanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1143

Abstract

Kelurahan Gilangharjo secara geografis terletak di ujung utara Kecamatan Pandak yang bersebelahan dengan pusat kota Kabupaten Bantul. Walaupun bersebelahan dengan pusat keramaian Kabupaten Bantul, tetapi masih banyak fasilitas umum (fasum) seperti tempat-tempat ibadah yang masih minim penerangan jalan. Hal ini menjadikan fasilitas-fasilitas umum dalam keadaan gelap dan sepi dari aktivitas warga. Kondisi ini mengakibatkan mobilitas kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan menjadi sangat terbatas pada malam hari. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini meyelenggarakan berbagai program dengan fokus pada 4 tahapan metode pelaksanaan, yaitu (1) observasi dan pendataan kebutuhan penerangan, (2) sosialisasi kepada masyarakat, (3) pengadaan dan produksi lampu penerangan, dan (4) pemasangan lampu penerangan pada fasilitas-fasilitas umum. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah penataan lampu penerangan pada 24 titik di fasilitas-fasilitas umum untuk menunjang kegiatan-kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di Kelurahan Gilangharjo
Design and Implementation of Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta Classroom As’at Pujianto; Mandiyo Priyo; Aditya Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1146

Abstract

Muhammadiyah Green School disingkat MGS adalah Lembaga Pendidikan milik Muhammadiyah yang berupa pesantren, yang memiliki 4 (empat) karakteristik sekaligus sebagai keunggulan, yaitu karakter Al-Qur’an, pengembangan diri berbasis multiple intelligences (kecerdasan majemuk), berwawasan lingkungan alam, dan akrab dengan Teknologi Informasi. MGS Yogyakarta dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping yang berlokasi di Mancasan Ambarketawang Gamping Sleman, terdiri dari SD Muhamadiyah Ambarketawang 2, SMP Muhammadiyah 1 Gamping, SMK Muhammadiyah Gamping. MGS Yogyakarta digagas sejak 19 Agustus 2018 dan mulai beroperasi sejak 2019. Hingga saat ini, MGS Yogyakarta belum memiliki Gedung Kelas Permanen, tetapi sudah memiliki tanah seluas 780 m2 yang sudah siap didirikan Gedung Kelas Permanen dan sudah difondasi, ditambah tanah wakaf seluas 3.590 m2 yang sudah diberi fondasi pagar keliling untuk Asrama Siswa. Kondisi tanah yang akan dipergunakan untuk Ruang Kelas sudah siap bangun, tetapi belum ada desainnya. Dalam mendesain dibutuhkan Tenaga Ahli Struktur, Rencana Anggaran Biaya dan Drafter. Solusi yang dapat dilaksanakan dalam mengatasi masalah mitra tersebut, yaitu membantu mendesainnya, baik dari segi struktur maupun arsitekturnya, termasuk merencanakan anggaran biayanya, membantu dalam pelaksanaannya. Dari Hasil perencanaan secara keseluruhan didapat rencana anggaran sebesar Rp3.500.000.000,00 (tiga miliar lima ratus juta rupiah), dan kedalaman fondasi terletak pada kedalaman 3,0 m. PCM Gamping bersama Mitra Pengabdian berusaha untuk menyediakan anggaran sehingga kegiatan ini bisa terlaksana
Peningkatan Jalan Lingkungan Untuk Mendukung Kegiatan Ekonomi Warga RT 01 Dusun Mojolegi Karang Tengah Imogiri Bantul Sriyadi Sriyadi; Jazaul Ikhsan; Budiarto Budiarto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1147

Abstract

Mata pencaharian penduduk Dusun Mojolegi sebagian besar petani dan sebagian usaha mikro, kecil, dan menengah. Sejalan dengan perkembangan zaman, jumlah penduduk RT 01 Dusun Mojolegi mengalami peningkatan di beberapa tahun terakhir. Konsekuensinya, lahan kosong menjadi perumahan. Akibatnya beberapa rumah tidak mendapatkan akses jalan umum. Untuk menyelesaikan persoalan diperlukan pembangunan jalan baru. Hal ini tidak mudah karena akan ada warga kehilangan tanahnya, padahal mereka tidak memerlukan jalan baru. Untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara : (1) Forum grup diskusi dengan warga untuk menjembatani warga yang kehilangan tanah untuk jalan, (2) pengukuran dan persiapan lahan, dan (3) pengerasan dan pembuatan tanggul penahan tanah. Kegiatan yang sudah dirancang dan direncanakan bisa dilaksanakan dengan baik. Kegiatan pengabdian meliputi: (a) Forum grup diskusi dengan warga untuk menjembatani warga yang kehilangan tanah untuk jalan; (b) Pengukuran dan persiapan lahan, dan (c) Pengerasan dan pembuatan tanggul penahan tanah diikuti dengan antusias oleh masyarakat. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian program pengabdian mencapai 90%. Berdasarkan tingkat ketercapaian perlu pendampingan oleh pemerintah dan perguruan tinggi yang berkesinambungan demi terbentuknya atau dibukanya jalan baru di RT 01 Dusun Mojolegi yang lebih baik lagi
Sosialisasi Urgensi Sumber Daya Listrik Cadangan di Masjid Al Ikhlas Tamantirto Kasihan Bantul Slamet Suripto; Kunnu Purwanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1148

Abstract

Masjid Al Ikhlas berada di Dusun Jadan RT 06 Desa Tamantirto Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul merupakan salah satu masjid yang berada di lingkungan kantor Kelurahan Tamantirto. Lokasi masjid ini berjarak kurang lebih 2 km dari kampus UMY. Masjid Al Ikhlas terletak di lokasi strategis, karena berada di pinggir lapangan sepakbola dan di dekat Jalan Bibis. Jalan Bibis merupakan jalan yang menghubungkan antara kota Yogyakarta dan beberapa perumahan yang berada di Kelurahan Bangunjiwo. Kaum muslimin yang menggunakan fasilitas masjid ini untuk kegiatan salat jamaah selain dari kalangan penduduk sekitar juga musafir. Perkembangan masjid ini sangat bagus, terbukti adanya rehab bangunan masjid yang telah dimulai awal tahun 2020 dan sekarang hampir selesai. Pembangunan fisik yang telah dilakukan tentunya perlu diimbangi dengan pengetahuan keislaman dan hal lain dalam keseharian yang dapan mendukung kegiatan beribadah di masjid. Penambahan wawasan keislaman kepada para jamaah dilakukan dengan kegiatan pengajian dan kultum yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan-kegiatan ini perlu dukungan fasilitas yang mencukupi dan penggunaan peralatan yang memadai sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan jamaah menjadi lebih nyaman. Untuk kepentingan kenyamanan jamaah yang melakukan ibadah di masjid ini terutama jika sumber listrik dari PLN padam, perlu diadakan peralatan sumber listrik cadangan berupa genset. Genset ini diharapkan mampu memasok daya listrik sementara ketika sumber listrik PLN padam terutama untuk soundsystem dan pompa air. Selain itu para jamaah perlu dibekali sedikit banyak tentang K3 Listrik, agar dapat lebih berhati-hati dalam memanfaatkan energi listrik di lingkungan rumah tinggalnya
Pengembangan Wisata Tangguh Bencana Melalui Pelatihan Mitigasi Bencana Sampah di Kawasan Candi Cetho, Jawa Tengah Muhammad Zahrul Anam; Sidik Jatmika; Miftahulhaq Miftahulhaq; Muhammad Indrawan Jatmika
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1149

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan wisata tangguh bencana di kawasan Candi Cetho, Jawa Tengah. Candi Cetho sebagai situs peninggalan sejarah Hindu yang terletak di dataran tinggi berpotensi menjadi prioritas destinasi wisata di Karanganyar. Selain keuntungan ekonomis, kehadiran wisatawan juga meningkatkan produksi sampah. Apabila sampah tidak terkelola, sampah akan berdampak negatif bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Candi Cetho. Pengabdian ini diarahkan untuk melakukan mitigasi terhadap ancaman sampah berbasis komunitas. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah kolaboratif dengan membangun kolaborasi antara pengunjung dan pengelola wisata dalam pengurangan risiko bencana
Entrepreneurship of Batik Nitik Blawong Free of Riba (Implementation of Islamic Economic Law) Berwirausaha Batik Nitik Blawong yang Bebas Riba (Penerapan Hukum Ekonomi Islam) Danang Wahyu Muhammad; Ahdiana Yuni Lestari; Rofiul Wahyudi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.1150

Abstract

Berwirausaha merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang sangat besar manfaatnya untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai orang yang bergama islam, dengan sendirinya menundukkan diri dengan sukarela kepada hukum islam, maka dalam setiap kegiatan yang dilakukan hendaknya menerapkan prinsip syariah. Persaingan usaha sudah menjadi hal yang biasa dikalangan pengusaha. Persaingan usaha yang tidak sehat dalam menjalankan usaha akan mendorong pengusaha mengambil jalan pintas yang melanggar hukum dan agama. Riba telah menjadi teman bahkan sahabat yang sulit dipisahkan bagi kehidupan sehari-hari, karena kurangnya pengetahuan tentang riba, hukum-hukum yang mendasari riba, sebab-sebab pengharamanya riba, serta dampak yang diakibatkan oleh riba. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman tentang riba. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman tentang riba agar Kelompok Batik Nitik Blawong II terhindar dari transaksi-transaksi yang mengandung riba mengingat banyaknya transaksi saat ini yang telah mengabaikan riba. Dalam pengabdian masyarakat ini metode yang digunakan adalah sosialisasi mengenai riba. Berdasarkan hasil pre test dan post test dari 10 peserta, dapat diambil kesimpulan tingkat pemahaman peserta sebelum dilakukan sosialisasi mengenai prinsip hukum ekonomi syariah yaitu bebas riba dan penerapan berwirausaha bebas riba sebesar 35%, dan setelah dilakukan sosialisasi, tingkat pemahaman peserta mengenai prinsip hukum ekonomi syariah yaitu bebas riba dan penerapan berwirausaha bebas riba sebesar 62,75%. Pengetahuan peserta sosialisasi mengalami peningkatan sehingga pengabdian yang dilakukan tidak stagnan dan dikatakan berhasil
Rancang Bangun Sistem Informasi Desa Wisata Bumirejo Berbasis Web Apriliya Kurnianti; Bagus Pribadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1152

Abstract

At first, Bangunkerto Village was an area consisting of 3 (three) Kelurahan namely: Ganggong, Selobonggo, and Wonosari Villages. Based on the edict of the Yogyakarta Special Region Government issued in 1946 regarding the Village Administration, the Kelurahan-Kelurahan was then merged into one autonomous village with the name Bangunkerto Village. Bangunkerto Village is a Cultural Village which has both physical and non-physical potential. One of the hamlets from Bangunkerto village that has the potential of a tourism village is Bumirejo hamlet. The existence of tourist villages is currently a concern of the government in increasing economic equity and reducing the Gini ratio of Indonesia. Bumirejo Hamlet has tremendous economic potential with its natural wealth and superior products. With the existing potential, Bumirejo hamlet wants to develop this potential into a tourist village. The development of the tourist village, in addition to development, also requires promotional media as an intermediary to introduce natural beauty and its superior products. The purpose of this service is to create a website that can be a solution as a media for promotion and economic improvement in Bumirejo Hamlet. the methods used in the service include: 1). Problem identification, 2). Implementation stage, 3). Evaluation
PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BATIK TULIS DI DUSUN BRAJAN, KASIHAN, BANTUL Aris Slamet Widodo; Halim Purnomo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.44.654

Abstract

Dusun Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, merupakan pusat pengembangan Batik Tulis, namun saat ini hanya tersisa beberapa keluarga yang masih meneruskan kegiatan membatik. Permasalahan mitra didasarkan pada analisa situasi masyarakat sebagai pendukung dalam pengembangan usaha kerajinan batik di Dusun Brajan. Terkait dengan hal tersebut maka permasalahan mitra adalah (1) Rendahnya motivasi berwirausaha; (2) rendahnya dukungan masyarakat untuk mengembangkan batik; (3) rendahnya kemampuan keterampilan masyarakat dalam membatik; (4) belum adanya motif batik “Brajan” sebagai identitas warga dusun Brajan. Terkait dengan hal tersebut maka solusi yang akan ditawarkan dalam rangka memecahkan permasalahan dalam upaya pengembangan batik di Dusun Brajan adalah (1) Meningkatkan motivasi berwirausaha terhadap mitra; (2) Meningkatkan dukungan masyarakat terhadap usaha kerajinan batik; (3) Meningkatkan kemampuan keterampilan masyarakat dalam membatik; (4) Menciptakan motif batik “Brajan” sebagai identitas warga dusun Brajan. Hasil pengabdian menunjukan bahwa setelah dilakukan sosialisasi dan motivasi maka tingkat motivasi masyarakat dan dukungan terhadap usaha kerajinan membatik meningkat, keterampilan membatik juga meningkat dan terbentuknya sanggar batik Brajan sebagai bentuk nyata dukungan masyarakat. Tingginya partisipasi masyarakat ditunjukan dengan diadakannya pertemuan rutin tiap 2 minggu sekali atas inisiatif mitra dan diinisiasinya motif batik brajan. Sedangkan luaran yang telah dihasilkan dari kegiatan pemberdayaan ini adalah (1) Publikasi media massa; (2) Publikasi ilmiah; (3) Hak cipta “ motif batik brajan“.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Serta Regenerasi Kader Posyandu Dusun Bonorejo Mipa Sidiq Fadilah; Firmansyah Assidiq; Raihan Rafif Falah; Muhammad Raihan Wahyu Alfreda; Maulida Anggraini; Katrien Fatikha; Kessya Alifia Salsabila; Winne Adira Helgananda; Hari Widada
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1154

Abstract

Posyandu adalah upaya kesehatan berbasis masyarakat yang sudah menyatu dalam budaya Dusun Bonorejo. Meskipun ada perubahan dalam tatanan kepemerintahan, Posyandu tetap berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat. Dusun Bonorejo memiliki satu Posyandu, yaitu Posyandu Puspita Sari, yang beroperasi setiap bulan dan melayani balita dan lansia. Karena jarak yang jauh ke puskesmas, masyarakat seringkali mengandalkan Posyandu sebagai sumber perawatan kesehatan pertama sehingga perlu adanya regenerasi kader untuk menjaga keberlangsungan posyandu. Regenerasi kader dilakukan dalam bentuk pencarian calon kader yang bersedia oleh kepala kader, penyuluhan definisi dan pelaksanaan posyandu, penyuluhan penggunaan alat kesehatan posyandu, serta pelatihan penggunaan alat kesehatan. Pada penyuluhan definisi dan pelaksanaan posyandu serta penyuluhan penggunaan alat kesehatan, dilakukan pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman kader sebelum dan sesudah adanya penyuluhan. Hasil kegiatan regenerasi kader Posyandu menghasilkan 5 kader baru yang diharapkan dapat menjadi penerus dalam menjaga keberlangsungan Posyandu. Melalui penyuluhan regenerasi, terlihat peningkatan pemahaman peserta melalui peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan pre-test. Secara keseluruhan, regenerasi kader Posyandu adalah langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Penyuluhan dan pelatihan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader Posyandu baru maupun lama.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue