cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Penyuluhan Stunting Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Di Padukuhan Imorejo Aqeel Raihanza A; Naufal Abdan A; Syvia Nurlita S; Thalia Atsilah M; Niva Julia F; Yoga Adhi P; Agus Rolland G; Hansel Mahesa A; Farindira Vesti Rahmasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1155

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi pendek atau sangat pendek yang diukur berdasarkan panjang/tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversible akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang/kronis yang terjadi dalam 1000 hari pertama kehidupan. Stunting dapat menyebabkan terganggunya tumbuh kembang pada anak, sehingga dibutuhkan pencegahan dan penanganan secara tepat. Hasil survei yang dilakukan di Padukuhan Imorejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman menunjukkan bahwa terdapat masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat setempat yaitu stunting. Oleh karena itu, penting dilakukan program pengabdian terkait pencegahan dan penanganan kejadian stunting di masyarakat. Program tersebut bertujuan untuk menurunkan angka stunting di Dusun Imorejo, menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat, serta upaya pencegahan stunting kepada ibu dengan batita dan balita. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu Participatory Learning and Action yang dilakukan melalui beberapa tahap pelaksanaan yaitu sosialisasi, observasi pengetahuan dengan pre-test, pemberian edukasi kesehatan tentang stunting, evaluasi melaui post-test, dan pemberian asuhan keluarga stunting. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu dengan batita dan balita di Padukuhan Imorejo terkait pencegahan dan penanganan kejadian stunting. Peningkatan pengetahuan tersebut ditunjukkan pada hasil pre-test dan post-test yaitu sebesar 9,09%.
Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Pada Kelompok Usia Dewasa dan Lansia di Dusun Sejati Pasar Fahmi Hussein; Putri Dira Vanesha; Yusuf Nur Aziz; Nadia Amaliyah; Maharani Dyahayu Prameswari; Khanifah Maola Zahro; Muhammad Rafli Muzammil; Elviana Wijayanti; Mardhatillah Marsa
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1156

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyakit yang merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku dengan kecenderungan berlangsung lama. PTM dapat menyebabkan 74% kematian secara global setiap tahunnya. Faktor-faktor yang memicu terjadinya penyakit tidak menular yaitu konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, dan pola hidup tidak sehat (kurangnya aktivitas fisik dan pola makan sembarangan). Hal tersebut dapat memicu semakin tingginya kejadian penyakit tidak menular pada masyarakat apabila tidak dilakukan langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat. Hasil survei yang dilakukan di Dusun Sejati Pasar menunjukkan bahwa terdapat masyarakat yang mengalami masalah kesehatan namun sedikit dari mereka yang melakukan pemeriksaan pada fasilitas kesehatan setempat. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian berupa deteksi dini dan edukasi terkait penyakit tidak menular sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular. Hasil kegiatan yang dilakukan di Dusun Sejati Pasar menunjukkan bahwa masyarakat dengan kelompok usia 45 hingga >70 tahun sebesar 37% terindikasi prehipertensi, 37% terindikasi hipertensi tahap I 10% terindikasi hipertensi tahap II, 13% terindikasi diabetes, dan 10% terindikasi prediabetes. Kegiatan pemeriksaan dan pemberian edukasi yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit tidak menular.
Pemeriksaan dan Penyuluhan Penyakit Hipertensi dan Diabetes Mellitus Bagi Masyarakat Dusun Sempu Andi Bayu Hardika; Anita Sofiana; Azhara Rizki Gita; Firman Haris Saputra; Linda Kireina Ahmad; Rahma Septiningsih; Senia Agustin; Singgih Darmawan; Sartika Puspita
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1157

Abstract

Surveilans Terpadu Penyakit menyebutkan 10 besar penyakit di puskesmas Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2019 secara runtut dari jumlah kasus tertinggi yaitu hipertensi, diare, influenza, diabetes mellitus, tifus perut klinis, tersangka tbc paru, pneumonia, demam dengue, TBC paru BTA (+), dan diare berdarah (disentri). Hasil survei yang dilakukan di Dusun Sempu, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta ditemukan beberapa masalah kesehatan salah satunya adanya penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan pengabdian berupa pemeriksaan dan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan diabetes mellitus bagi masyarakat Dusun Sempu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai penyakit tidak menular (PTM) khususnya hipertensi dan diabetes mellitus. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan beberapa tahap yaitu survei dan observasi, pemeriksaan, serta penyuluhan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi dan diabetes mellitus pada lansia di Dusun Sempu masih tinggi yaitu 97,5% dan 62,5%. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan lansia terkait pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi dan diabetes mellitus.
Upaya Minimalisasi Balita Stunting di Dusun Srunggo II Selopamioro Secara Kolaboratif dan Komprehensif Muhammad Afnan Raihan; Dhea Radika; Sausan Nur Aqilah; Raisa Nur Salsabila; Rizky Pratama; Aprilia Gina Risny Amajida; Anton Setiawan Putra; Nazala Sholihatun Nissa; Muhammad Reyhan Ashar; Muhammad Khotibuddin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1158

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi yang terjadi sejak janin dalam kandungan sampai 1000 hari pertama usianya. Stunting dapat menyebabkan beberapa gangguan meliputi perkembangan motorik, perkembangan sosial dan afektif, serta perkembangan kognitif pada anak. Stunting dapat diminimalisasi dengan cara perbaikan pola makan dan pola asuh. Hasil survei yang dilakukan di Dusun Srunggo II, Kalurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta menunjukkan bahwa terdapat kasus balita stunting. Angka kejadian stunting yang terjadi di dusun tersebut menduduki posisi pertama diantara dusun-dusun di wilayah Kalurahan Selopamioro. Untuk mengatasi dan menurunkan angka kejadian stunting, perlu dilakukan upaya efektif yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada di wilayah tersebut. Metode minimalisasi stunting pada balita di Dusun Srunggo II diupayakan secara kolaboratif dan komprehensif melalui program CFC (Community Feeding Center), home visit stunting, greenhouse, dan posyandu remaja. Hasil program pengabdian yang dilakukan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan terkait pentingnya penerapan pola makan dan pola asuh sebagai upaya pencegahan stunting di Dusun Srunggo II.
Optimalisasi Kualitas Kesehatan Masarakat Padukuhan Barak II Ario Anindito Prajanto; Natasya Nursyahbani Rahmawati Putri; Rachmalya Dharmastuti Hera Phinandyta; Cut Intan Ayu Nurjanah; Salsabla Asyifa Wahyudi; Ayu Annisa Putri; Doni Hidayat; Fadhil Muhammad Reza; Resti Yulianti Sutrisno
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1159

Abstract

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara dengan jumlah penduduk sebanyak 278.690.000 jiwa pada pertengahan tahun 2023. Banyaknya penduduk di negara ini tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa tingkat kesehatan masyarakat masih tidak merata karena keberagaamannya. Meningkatkan kapasitas pengetahuan kesehatan masyarakat menjadi program utama dalam kegiatan KKN Tematik Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Rangkaian kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah perkenalan, sosialisasi dan diskusi terkait program pengabdian, pendampingan kesehatan keluarga, penyuluhan penyakit tidak menular, demonstrasi cuci tangan dan gosok gigi yang benar, edukasi pencegahan stunting serta evaluasi keberhasilan dan kebermanfaatan program pengabdian. Optimalisasi sumber daya beriringan dengan program yang diadakan oleh pemerintah dan jajaran setempat. Upaya pemberdayaan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode pelaksanaan memperkenalkan dan memberi pengalaman dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini adalah memperluas pengetahuan kesehatan masyarakat dan peningkatan kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Program yang sudah dilaksanakan dapat menjadi salah satu upaya signifikan dalam meningkatkan mutu kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Masalah-masalah yang dialami di antaranya adalah rendahnya tingkat kesehatan masyarakat, kurangnya kesadaran warga dalam pencegahan dan penanganan PTM dan Kesgilut. Berdasarkan data, PTM di kelurahan Margoluwih masih tinggi serta masih adanya kasus stunting yang ditemukan.
Optimalisasi Tingkat Kesadaran Terhadap Stunting Dan Penyakit Tidak Menular Di Padukuhan Sempu Balerante Alexan Jektin Novar Ramadhan; Anggun Prameswari Kartikaputri; Asy-syifa Febya Ananta; Aulia Oktaviani; Ivana Kinanti Kenyori; Rizki Asri Pratama; Syifa’ Ardlina; Yusrini Pasril
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1160

Abstract

Tri Dharma Perguruan Tinggi diimplementasikan melalui program kerja kuliah kerja nyata tematik kesehatan sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa. Program kerja yang dipilih disesuaikan dengan masalah kesehatan yang saat ini sedang berkembang di masyarakat Padukuhan Sempu Balerante. Terdapat dua aspek kesehatan yang perlu diperhatikan yaitu masalah kasus stunting dan penyakit tidak menular. Berdasarkan observasi yang dilakukan tingkat kesehatan berkaitan erat dengan tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Untuk meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat perlu untuk diperhatikan pemahaman dasar kesehatan dari masyarakat. Menilai urgensi masyarakat dalam kesehatan sehingga tujuan kegiatan KKN untuk meningkatkan tingkat kesadaran terhadap kesehatan pada dusun Sempu Balerante. Upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat menggunakan metode pelaksanaan penyuluhan, pendampingan, pemeriksaan dan asuhan. Hasil dari kegiatan KKN memberikan gambaran adanya peningkatan pengetahuan dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dibuktikan dengan banyaknya masyarakat untuk ikut serta dalam menambah pengetahuan diri serta antusias dari masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan diri dan keluarganya. Dengan meningkatkan pemahaman dan tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan dapat menjadi bekal untuk menerapkan pola hidup sehat di masa yang akan datang. Seluruh kegiatan telah melibatkan masyarakat yang akan bermanfaat untuk kehidupan masyarakat kedepannya.
Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi di Padukuhan Pendekan, Kecamatan Sleman Ahadijatul Kubra; Dinda Rizka Fatichah; Diyah Harum Puspitasari; Dzaki Fahrezi; M.Hakim Ulil Albab; Rizky Umasugi; Oktavia Citra Primadana; Syalsabilla Tasya Ardhana; Afina Hasnasari Heningtyas
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1161

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab utama kematian global dan menjadi penyebab atas lebih dari 74% kematian di seluruh dunia. Salah satu PTM yang banyak ditemukan di Indonesia adalah hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang terjadi akibat fungsi dari jaringan secara progresif menurun karena faktor usia atau gaya hidup. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskedas) Kementerian Kesehatan pada tahun 2022 di Yogyakarta terdapat 129.764 penduduk yang terkena hipertensi. Pada Padukuhan Pendekan, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Yogyakarta terdapat lebih dari 50 kasus hipertensi. Penting untuk memberikan edukasi melalui penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait penyakit tidak menular hipertensi. Tujuan diadakan penyuluhan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat di Padukuhan Pendekan terkait penyakit hipertensi. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini terdiri dari survei, observasi, penyuluhan, monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit tidak menular hipertensi meningkat sebanyak 30%.
Peningkatan Pengetahuan dan Pemberdayaan Kader Kesehatan Penyakit Tidak Menular Hipertensi dan Diabetes Milletus di Padukuhan Kerdon Muhammad Darwin Yunus; Alif Laroibafih; Muhammad Lutfi Nurudin; Nur Afiah; Johan Fikri Hamdan; Mellinda Putri Tiara; , Rifa Alifah Chusna Choirun Nida; Arini Dipra Ramadini; Iman Permana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1162

Abstract

Permasalahan kesehatan yang sedang dihadapi indonesia saat ini memiliki tantangan yang sangat besar terutama pada penanganan penyakit tidak menular. Penyakit Tidak Menular (PTM) tidak hanya berdampak pada kelompok usia lanjut, tetapi juga pada generasi muda. PTM menyebabkan kematian pada 41 juta individu setiap tahunnya. Padukuhan Kerdon merupakan salah satu padukuhan di kalurahan Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tingkat kesadaran terhadap PTM masih rendah. Rendahnya kesadaran dan perilaku hidup sehat dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya PTM. Diperlukan suatu tindakan pencegahan yang menyeluruh untuk menangani PTM, yang dapat dilakukan melalui kerjasama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Tujuan program pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat, tenaga kesehatan dan tenaga didik terkait penyakit tidak menular. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini terdiri dari survei, observasi, sosialisasi, penyuluhan, pemberdayaan dan pendampingan. Pemahaman kader kesehatan dan masyarakat Padukuhan Kerdon terkait pengendalian dan pencegahan penyakit tidak menular hipertensi dan diabetes milletus meningkat. Masyarakat memahami gejala dan bahaya dari hipertensi dan diabetes milletus, sehingga dapat melakukan tidakan pengendalian dan pencegahan terhadap penyakit tidak menular hipertensi dan diabetes milletus. Kader kesehatan di Padukuhan Kerdon dapat mengoperasikan alat GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid) Meter.
Pemberdayaan Masyarakat Bebas Stunting di Dusun Pelematung Adib Wikan Rachman; Yolanda Putri Susana; Dian Indira Ayuningtyas; Nadia Khoirun Nisa; Babila Salsabila Putri; Aditya Viky Pradana; Guntur Sekar Langit; Muhammad Erga Abhirama; Ika Setyawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1163

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang harus diatasi. Pada tahun 2021, Indonesia mimiliki tingkat pravalensi stunting sebesar 24,4%. Pemerintah menargetkan percepatan penurunan angka stunting nasional hingga 14% di tahun 2024. Pemetintah pusat dan daerah bekerjasama dalam mengatasi permasalahan stunting. Dusun Pelematung, Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul merupakan salah satu daerah yang ikut berpartisipasi dalam pencegahan stunting. Terdapat 11 kasus stunting di Dusun Pelematung. Pemahaman masyarakat terkait Stunting perlu ditingkatkan untuk menurunkan jumlah kasus stunting. Program pengamdian masyarakat di Dusun Pelematung bertujuan untuk meningkatkan pehaman masyarakat terkait stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan terkait stunting kepada masyarakat terutama kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak usia balita. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis pre-test menunjukkan pengetahuan masyarakat terkait stunting sebesar 78,1%. Hasil analisis post-test menunjukkan pengetahuan masyarakat terkait stunting sebesar 96,3%. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap stunting sebesar 18,2%.
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Perawatan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak TK YM Nomporejo Nisriina Yusan Nindy Azzahra; Siti Nahdiyatul Ummah; Mustafid Amna; Devanola Pitaloka Aninda Matsna Aziza; Cika Fathunissa; Johan Agung Dermawan; Anggi Sabaya; Rifki Febriansah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1164

Abstract

Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesehatan. Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang dapat dihindari dengan melakukan perawatan sejak dini. Hasil survei yang dilakukan di TK YM Nomporejo menunjukkan bahwa anak-anak memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman dingin dan makanan manis yang menyebabkan kerusakan gigi pada anak usia dini, sehingga perlu dilakukan kegiatan pengabdian terkait perawatan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan perawatan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak TK YM Nomporejo. Metode pengabdian yang digunakan yaitu survei dan observasi, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian yang telah dilakukan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan perawatan kesehatan gigi dan mulut pada anak TK YM Nomporejo sebesar 54,5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan di TK YM Nomporejo Padukuhan Pandowan, Kalurahan Nomporejo, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo dapat meningkatkan pengetahuan tentang perawatan kesehtan gigi dan mulut pada anak-anak.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue