cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Pembentukan Paguyuban Jantung Kulon Progo Dan Pengenalan Metode High Intensity Interval Training Dyani Prima; Pramitha Esha ND
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.59 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.514

Abstract

Metode High Intensity Interval Training (HIIT) merupakan alternative olahraga yang saat ini telahbanyak dibuktikan melalui berbagai penelitian mengenai manfaat nya dalam meningkatkan kualitashidup penderita jantung koroner pada kondisi stabil. Maka diperlukan kaderisasi dalam sebuahpaguyuban masyarakat untuk dapat mengembangkan program jantung sehat secara rutin sebagaimotivasi bagi para anggotanya untuk dapat mengatur pola hidupnya secara sehat. Metode pelaksanaankegiatan ini terdiri dari penjelasan narasumber mengenai cara menjaga kualitas hidup pada penderitajantung. Selanjutnya dilakukan perkenalan gerakan HIIT untuk diperagakan bersama-sama denganinstruktur selama 10 menit. Pada akhir kegiatan, peserta mempraktekkan kembali HIIT yang dipimpinoleh salah satu peserta dan diikuti dengan pembentukan Paguyuban Jantung Kulon Progo. Pendataandilakukan pada kegiatan ini untuk memperoleh karakteristik peserta paguyuban yang terbetuk. Adapunkarakteristik peserta kegiatan ini didominasi oleh usia 60-70 tahun sebanyak 33% dan usia lebih dari70 tahun sebanyak 30%. Terdapat 17 pasien laki-laki dan 21 perempuan dengan lingkar pinggang padarange yang beresiko terhadap sindrom metabolik dengan jumlah perokok pasif sebanyak 65.11%. Lebihdari 80% peserta memiliki pola diet tidak terkontrol terhadap konsumsi makanan berminyak, santandan makanan/minuman manis. Terdapat 19 dari 86 peserta saja yang melaksanakan olahraga secararutin 30-60 menit per hari.
Pembekalan Keterampilan Mekanik Dasar Bagi Mantan Napi untuk Meningkatkan Taraf Hidup Dirvi Eko Juliando sudirman; Farid Majedi; Raden Jasa Kusumo Haryo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.377 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.515

Abstract

Keberhasilan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau yang lebih dikenal dengansebutan narapidana (Napi) selama menjalani masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)ditentukan setelah WBP tersebut terjun kembali ke masyarakat. Mantan Napi (klien) diharapkan dapatbermanfaat dan berguna bagi masyarakat, dengan demikian perlu adanya pembekalan keterampilanyang beragam agar klien dapat lebih siap saat kembali ke lingkungan masyarakat. Tujuan kegiatan iniyaitu memberikan pembekalan keterampilan mekanik dasar bagi klien dewasa agar memiliki kompetensikeahlian mekanik pemula guna meningkatkan kesejahteraan dalam menghidupi keluarganya dan dapatbermanfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi tempat tinggal klien dewasa tersebut. Lama waktu yangdibutuhkan untuk menyelesaikan program pembekalan ini adalah 30 jam pelajaran dengan mengacukepada metode pelatihan berbasis kompetensi perbengkelan mekanik dasar dengan memberikan ujikompetensi pada akhir kegiatan. Hasil pembekalan keterampilan mekanik dasar ini yaitu klien dewasamemiliki pengetahuan faktual, kemampuan kerja serta hak dan tanggung jawab dalam merawat sepedamotor berikut sistem-sistemnya. Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam bentukpembekalan keterampilan mekanik dasar bagi mantan Napi yang disebut klien dewasa Bapas Klas IIMadiun ini bermanfaat bagi klien dewasa, lembaga pengguna (bengkel) dan institusi penyelenggara(PNM).
PKM Memandirikan Kelompok Tani “Tani Maju” Dusun Semampir Sebagai Penangkar Benih Padi Bersertifikat Djoko Heru Pamungkas; Suprih Sudrajat; Darnawi; Rima Margareta
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.101 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.516

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan Maret s.d Nopember 2019 di DusunSemampir, Desa Argorejo, Kec. Sedayu, Kab. Bantul meliputi pelatihan / penyuluhan dan prakteklapangan di lahan “demplot” seluas 0,50 ha. Sebanyak 11 kali.. Peserta 10 anggota berusia 22-40tahun. Program bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta tentang perijinan dan sterilisasilahan, serta keterampilan budidaya padi: pembibitan, pemupukan, seleksi vegetasi/Rouging pada fasevegetatif dan generatif, panen dan pasca panen spesifik penangkaran calon benih berkuantitas dankualitas tinggi lulus sertifikasi BPSB. Gabah calon benih lebih tinggi (Rp.12.000/kg) dibandingkangabah konsumsi (Rp.4.500/kg) sehinga meningkatan pendapatan masyarakat. Kuantitas gabahcalon benih ditingkatkan PKM dengan penggunaan sistem tanam Tajarwo 2:1 dan kualitas didukungpemanenan tepat waktu dan menggunakan perontok gabah (Thresher) berbahan bakar minyak sebagaipaket pendukung PKM KemenristekDikti 2019. Hasil PKM: Ada peningkatan 80 persen tingkatpemahaman dan keterampilan peserta sebagai penangkar benih padi INPARI 33 label putih ; 4,3 tgabah kering panen (kadar air 14%) ber sertifikasi BPSB jenis benih berlabel ungu maksimal 4 generasitanam; Standar Operasional Prosedur (SOP) penangkaran padi Inpari 33; Buku laporan akhir,Prosiding Seminas PPM d UMY 27Agustus 2019 Yogyarta; publikasi di KR 15 September 2019(http://www.krjogja.com ); publikasi di http://youtu.be/D935Nv2yasU; publikasi di jurnal AbdimasUniv Janabadra . ISSN: 2443-1303 edisi Desember 2019; serta Hak cipta naskah publikasiKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia no: EC00201971572,17September2019.
Panel Surya Sebagai Edukasi Energi Hijau Di Lingkungan Pondok Pesantren Faaris Mujaahid; Widyasmoro; Iswanto; Rahmat Susanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.643 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.517

Abstract

Energi non-fosil telah menjadi sebuah isu besar saat ini. Penggunaan energi yang berasal dari matahari,angin, panas bumi, dan energi terbarukan lainnya menjadi sebuah keharusan di beberapa negara,termasuk Indonesia. Tujuan program pengabdian masyarakat skim Kemitraan Masyarakat, kerja samaantara program studi Teknik Elektro UMY dengan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambananadalah dengan membangun sebuah sistem pembangkit listrik sederhana yang bersumber dari energimatahari. Sistem ini dibuat untuk dua tujuan; sebagai fasilitas umum penerangan bila ada gangguanpada listrik PLN dan sebagai bahan pembelajaran bagi civitas di lingkungan MBS Prambanan. Denganmenggunakan skema PLTS off-grid atau tidak terhubung dengan jaringan listrik PLN. Komponen yangdigunakan adalah 3 x 300 Wp modul surya, solar charge controller jenis MPPT, baterai kapasitas 100 mAh jenis VRLA, inverter 12 VDC/230 VAC 500/1000 Watt, dan 3 x panel indikator (2 x watt-meter DC, 1 x watt-meter AC). Skema off-grid ini menghasilkan suatu sistem yang dapat menghasilkan listrik secara mandiri dengan total daya maksimal 100 Watt. Daya ini cukup untuk memenuhikebutuhan listrik lima lampu jalan umum di sekitar tempat parkir MBS Prambanan dengan jenis lampuLED masing-masing berdaya 20 Watt.
Peningkatan Kemampuan Entrepreneurship Petani Ikan Patin Berbasis Pemberdayaan MAsyarakat Nining latianingsih; Iis Mariam; Dewi Winarni Susyanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.054 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.518

Abstract

Pemberdayaan masyarakat khususnya dalam bidang pariwisata, merupakan salah satu sumber devisanegara yang sangat penting, meskipun pariwisata memberikan sumbangan yang cukup berarti bagipembangunan, namun disaat bersamaan ternyata kegiatan industry pariwisata juga melahirkansejumlah dampak negative seperti merosotnya kualitas lingkungan hidup. Berdasarkan fakta diatas,maka tujuan dari bisnis desa wisata yang merupakan pemberdayaan terhadap masyarakat perludirumuskan lebih konfrehensip jenis usahanya sebagai pengelolaan pembangunan pariwisataberkelanjutan yang lebih tepat dimasa mendatang sehingga bisnis pariwisatapun akan naik lagi. Konseppariwisata pedesaan (rural tourism) dengan cirinya produk yang unik termasuk pemberdayaanmasyarakat desa inovasi yang menggandeng teknologi yang diterapkan pada desa cipayung. kiranyadapat menjadi solusi baru bagi pengembangan kepariwisataan, salah satu bagiannya adalah petani ikanpatin di desa Cipayung kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi khususnya. Adapun metode yangdikembangkan adalah pemberian pendampingan, khususnya pembuatan koperasi, pelatihan baikmanajemen, entrepreunership, tatakelola desa, tata kelola keuangan, evaluasi dari seluruh kegiatan sertamonitoring dan evaluasi serta pendampingan. Sebagian respon atas program yang dikembangkan dimasyarakat berupa pengembangan Petani Ikat Patin melalui pemberdayaan masyarakat, maka akantumbuh menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari desa wisata inovasi di Indonesia
Peningkatan Kualitas Pembukuan Keuangan Bumdes Di Desa Biak Kecamatan Luwuk Utara Banggai Siswadi Sululing; Rini Hadiyati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.5 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.519

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengurusBUMDes terutama dalam melakukan pembukuan keuangan BUMDes, menghasilkan format laporankeuangan BUMDes yang lebih sederhana dan mudah untuk dilaksanakan, meningkatkan kemampuanuntuk membuat laporan keuangan yang handal secara mandiri dan mengelola administrasi pencatatanpembukuan keuangan BUMDes menjadi lebih baik, tertib dan teratur secara berkesinambungan.Metode yang digunakan adalah pelatihan teknis pembukuan keuangan BUMDes, pelatihan teknispenyusunan laporan keuangan BUMDes dan pelatihan non teknis management berupa penguatankelembagaan BUMDes. Pada kegiatan ini, metode pelatihan teknis yang digunakan adalah memberikanmateri tentang ilmu akuntansi untuk mencatat semua transaksi keuangan BUMDes yaitu transaksipendapatan, biaya, aset, hutang dan modal serta pendampingan dalam menyusun laporan keuanganBUMDes. Hasil yang diperoleh adalah meningkatkan ilmu pengetahuan akuntansi dan kemampuanmelakukan pembukuan keuangan dan menyusun laporan keuangan BUMDes dengan benar, handaldan mandiri secara terus menerus. Implikasinya para pengurus BUMDes terutama bendahara dapatmelakukan pencatatan pembukuan keuangan bumdes dengan benar dan dapat menyusun laporankeuangan bumdes. Kesimpulan bahwa pelatihan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan bumdesmampu meningkatkan ilmu pengetahuan akuntansi sehingga para pengurus bumdes terutama bendaharadapat melaksanakan tugasnya dengan benar yaitu mencatat semua transaksi keuangan bumdes danmampu menyusun laporan keuangan bumdes.
Peningkatan Kualitas Tata Kelola Keuangan SMA/SMK MUHAMMADIYAH Studi Kasus pada SMA/SMK Muhammadiyah di Kabupaten Kulonprogo Imamudin Yuliadi; Dyah Kusumawardani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.237 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.520

Abstract

Tata kelola keuangan sekolah merupakan aktifitas penting dalam menciptakan managemansekolah yang berkualitas. Proses pencatatan dan pengadministrasian keuangan sekolah akanmenentukan gerak organisasi sekolah secara keseluruhan. Kegiatan pendampingan prosespencatatan keuangan sekolah SMA/SMK Muhammadiyah di kabupaten Kulonprogomerupakan bagian dari upaya terus menerus untuk mewujudkan tata kelola keuangan sekolahMuhammadiyah yang semakin baik dan akuntabel. Berdasarkan hasil review atas laporankeuangan sekolah SMA/SMK Muhammadiyah di kabupaten Kulonprogo dapat diketahui adabebeapa persoalan keuangan yang dihadapi oleh sekolah-sekolah tersebut. Secara makroditemukan suatu fakta bahwa PWM DIY selaku induk organisasi belum mempunyai standarkeuangan yang dapat menjadi referensi bagi semua sekolah di lingkungan Muhammadiyahuntuk menyusun laporan keuangan. Persoalan lain yang ditemukan adalah masih belummemadainya kompetensi SDM yang mengelola keuangan sehingga ditemui banyakkekurangqn dalam penyusunan laporan keuangan yang memenuhi prinsip keuangan yangtransparan dan akuntabel. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlu disusun standarpencatatan keuangan sekolah di tingkat nasional/propinsi dan perlunya dilakukan pelatihanterhadap SDM pengelola keuangan untuk meningkatkan kompetensi dalam tata kelolakeuangan yang memenuhi prinsip tata kelola keuangan organisasi yang baik (good corporategovernment).
Literasi Digital untuk Membekali Generasi Muda dalam Upaya Menangkal Konten Negatif Internet Slamet Joko Prasetiono; Regnata Revi Fayola
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.213 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.521

Abstract

Saat ini keberadaan media sosial di Indonesia terbukti sangat efektif sebagai media komunikasi publikuntuk menebarkan berita bohong (hoax), mengekspos ujaran kebencian (hate speech) yang merupakanpenyebab munculnya sikap intoleransi dan suburnya paham radikalisme. Padahal bagi digital native,yaitu generasi yang lahir dan besar di tengah gempuran kemajuan teknologi digital yang sedemikian pesat,rasanya mustahil dipisahkan dari media sosial. Oleh karena itu dianggap penting untuk melakukanProgram Kemitraan Masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan literasi digital untuk membekaligenerasi muda (digital native) dalam upaya menangkal konten negatif (berita bohong, ujaran kebenciandan paham radikalisme). Dengan adanya literasi digital diharapkan mitra memiliki kemampuanmenggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi,memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitifmaupun teknikal sesuai dengan kerangka literasi digital di Indonesia. Beberapa kegiatan pengabdianmasyarakat ini berupa pembekalan Kerangka Literasi Digital di Indonesia dalam bentuk kegiatanceramah, tanya jawab, simulasi dan workshop (praktik). Serta mendampingi mitra untuk menghasilkankarya yang lebih bermakna bagi diri, lingkungan maupun masyarakat luas. Hasil yang diperolehmenunjukkan bahwa mitra paham, antusias dan memiliki kemampuan menggunakan teknologiinformasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat danmengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal jauh lebih baik darisebelumnya.
Aplikasi Kompor Listrik di Industri Batik untuk Efisiensi Energi dan Lingkungan Sehat Ramadoni Syahputra; Faaris Mujaahid
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.516 KB) | DOI: 10.18196/ppm.26.522

Abstract

Ramadoni Syahputra1 , Faaris Mujaahid2 , dan Indah Soesanti3 Batik merupakan aset nasional yang keberadaannya telah mendapat pengakuan dari badan duniaUNESCO. Salah satu pusat industri batik yang terkemuka adalah Daerah Istimewa Yogyakarta,khususnya kabupaten Bantul. Di kabupaten Bantul, terdapat satu sentra industri batik yang cukuppopuler yaitu di desa Wijirejo kecamatan Pandak. Dalam proses produksi, sentra industri ini masihmenggunakan kompor batik berbahan bakar minyak tanah untuk memanaskan lilin (malam).Penggunaan kompor minyak ini memiliki beberapa kelemahan yaitu ketersediaan minyak tanah yangtidak kontinyu, dimana sering terjadi kelangkaan minyak tanah. Selain itu harga meninyak tanah yangrelatif mahal, dan polusi udara yang dihasilkan kompor jenis ini cukup mengganggu kesehatan paraperajin batik. Oleh karena itu, sebagai akademisi maka penulis memiliki tanggungjawab moral untukmembantu mengatasi persoalan ini. Penulis melaksanakan upaya dalam bentuk pengadaan kompor batiklistrik otomatis untuk menggantikan kompor batik minyak tanah. Kompor batik listrik ini menyerap dayalistrik 125 watt pada tahap awal operasi, selanjutnya jika lilin sudah mencair dan mencapai suhu 900Cmaka kompor secara otomatis akan berada pasa posisi standby, dimana kompor tetap menyala tetapiserapan daya listrik hanya 40 watt. Daya listrik 40 watt ini cukup untuk mempertahankan lilin mencairpada suhu 900C. Aplikasi kompor ini mampu menghemat biaya produksi secara signifikan. Keuntunganlain aplikasi kompor batik listrik adalah lingkungan kerja yang lebih sehat, karena tidak ada polusi asapdari kompor ini. Dalam kegiatan pengabdian ini juga dilakukan pelatihan dan pengingkatanketerampilan SDM untuk pemeliharaan kompor listrik, sehingga menciptakan rumah produksi batikyang ramah lingkungan menuju green industry. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi dalamrangka memperkuat industri lokal berbasis warisan budaya dalam persaingan pasar nasional daninternasional.
Edukasi Penanganan Korban Erupsi Gunung Berapi Pada Karang Taruna Cornelia Dede Yoshima Nekada; Ida Ayu Sita Lestari Manuaba
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.615 KB) | DOI: 10.18196/ppm.26.523

Abstract

Indonesia khususnya Yogyakarta kejadian erupsi gunung berapi hampir setiap lima tahun sekali terjadi.Pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terkait manajemen bencana masih sangat rendah,khususnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Pendidikan atau edukasi tentangmanajemen bencana erupsi gunung berapi sangat penting bagi pengetahuan dan kesiapsiagaan. Kegiatanini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan manajemen bencana erupsi gunung bagi karangtaruna Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Metode kegiatan menggunakan ceramahdan simulasi penangananan korban cidera ketika terjadi erupsi gunung berapi. Data yang didapatkandalam kegiatan ini kemudian dianalisa d menggunakan uji Wilcoxon dan uji Man-Whitney. Jumlahpeserta 36 kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 18 orang. Tingkat pengetahuan pre-testkelompok intervensi paling banyak pada tingkat pengetahuan rendah dan tingkat kesiapsiagaan kurangsiap sedangkan pada post-test paling banyak tingkat pengetahuan tinggi dan tingkat kesiapsiagaan siap.Tingkat pengetahuan pre-test kelompok kontrol paling banyak pada tingkat pengetahuan rendah dantingkat kesiapsiagaan kurang siap sedangkan pada post-test paling banyak tingkat pengetahuan rendahdan tingkat kesiapsiagaan kurang siap. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan pretest dan post-test kelompok intervensi dengan p value 0,000 (p<0,05). Terdapat pengaruh pendidikanmanajemen erupsi gunung berapi terhadap pengetahuan dan kesiapsiagaan dengan p value 0,000(p<0,05). Ada pengaruh edukasi manajemen bencana erupsi gunung berapi terhadap pengetahuan dankesiapsiagaan anggota karang taruna di Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.

Page 51 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue