cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Merintis Tempat Cek Kesehatan Di Tingkat Dusun, Implementasi Pola Hidup Sehat Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Meilia Safitri; Erika Loniza; Sotya Anggoro
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.22.504

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Dusun Wanujoyo, Srimartani, Piyungan Bantul yang berjarak22 KM dari kampus UMY, dengan mitra RT 01 Dusun Wanujoyo, Desa Srimartani, KecamatanPiyungan. Permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu yang dihadapi adalah masih kurangnyapemahaman warga mengenai pola hidup sehat, dan lingkungan yang sehat agar mendukung kesehatanwarga seluruhnya, terutama untuk anak balita dimana hampir 40% Kepala Keluarga di Dusun inimemiliki anak usia balita dan hampir 60% memiliki anak usia dibawah 10 Tahun. Solusinya yangditawarkan adalah pemahaman tentang pola hidup sehat, cek kesehatan dan pengobatan gratis, pelatihancara mengoperasikan alat cek kesehatan dasar untuk kader rintisan tempat layanan kesehatan di tingkatdusun, serta pelatihan menciptakan lingkungan yang sehat. Metode yang dilakukan yaitu Penyuluhan,pelatihan dan pendampingan, Penyuluhan pemahaman tentang pola hidup sehat, cek kesehatan danpengobatan gratis, pelatihan cara mengoperasikan alat cek kesehatan dasar untuk kader rintisan tempatlayanan kesehatan di tingkat dusun, serta pelatihan menciptakan lingkungan yang sehat. Programpengabdian ini disambut baik oleh masyarakat yang terlibat. Setelah program pengabdian inidilaksanakan, masyarakat Dusun Wanujoyo Lor menjadi lebih awas dengan penyakit yang diderita sertadapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Selain itu, telah terbentuk beberapa kader kesehatanyang paham tentang penggunaan dan perawatan peralatan kesehatan dasar.
Pelatihan Penyuluhan Dan Pengukuran Indeks Karies Gigi Kepada Kader Kesehatan Dusun Pendul Novitasari Ratna Astuti; Sri Utami; Afina Hasnasari Heningtyas
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.697 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.505

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi ke-4 dengan jumlah penderita penyakit gigidan mulut tertinggi. Masyarakat Dusun Pendul di Bantul memiliki penyakit karies sangat tinggi,dengan rata-rata DMF-T sebesar 11.34 dan tingkat pengetahuan yang sedang sehingga perluupaya pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kegiatan promotif dan preventif, yaitupelatihan kader berupa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta pengukuran indeks karies.Pelatihan dilaksanakan dengan pre dan posttest design dengan metode Participatory Learning Action(PLA). Jumlah kader kesehatan gigi mulut yang dilatih sebanyak 20 orang. Kegiatan pelatihanberupa penyampaian materi pengetahuan kesehatan gigi mulut, materi ketrampilan melakukanpenyuluhan yang benar, serta materi pengukuran indeks DMF-T. Evaluasi pelatihan dilakukandengan pretest dan postest, checklist ketrampilan menyuluh dan mengukur indeks karies gigiDMF-T. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan nilai rata-rata antara pretest (50,0) dan posttest (80,0) serta nilai rata-rata checklist yang cukup tinggi (75,0). Data tersebut menunjukkanpelatihan yang diberikan bisa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalammenyuluh dan memeriksa indeks karies gigi. Pelatihan terkait penyuluhan dan pengukuranindeks karies gigi kader kesehatan gigi mulut Dusun Pendul memberikan dampak positif, yaitumeningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melakukan penyuluhan danpengukuran indeks karies gigi DMF-T.
Pelatihan Peran Ayah Dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Balita Dengan KPSP Ribkha Itha Idhayanti; Esti Handayani; Nuril Nikmawati; Siti Rofi’ah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.706 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.506

Abstract

Pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Ayah turut memberikankontribusi penting bagi perkembangan anak, pengalaman yang dialami bersama dengan ayah, akanmempengaruhi seorang anak hingga dewasa nantinya. Bentuk keterlibatan seorang ayah dalam memberikanasuhan dapat beragam. Dukungan ayah dapat berupa waktu untuk merawat dan mengasuh anak ataubermain bersama anak sekaligus memantau bahkan menstimulasi tumbuh kembang anak. Kegiatan inibertujuan untuk untuk memberikan pelatihan kepada para ayah agar ikut berperan dalam stimulasitumbuh kembang balita dengan KPSP. Metode yang digunakan adalah pelatihan peran ayah dalamstimulasi tumbuh kembang balita dengan KPSP.Hasil pelatihan berupa peningkatan tingkat pengetahuanayah tentang stimulasi tumbuh kembang balita serta modul dan slide presentasi cara melakukan stimulasipada balita oleh seorang ayah.
Pemanfaatan Teknologi Oksitomom Untuk Memperlancar Produksi Asi Di Ngampilan, Yogykarta Mufdlilah Mufdlilah; Ermiatun; Medi Tri Laksono D.; Sri Ratnaningsih; Reza Bintangdari Johan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.829 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.507

Abstract

Permasalahan gagalnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) karena persepsi ibu tentang produksi ASI yangkurang dan timbulnya rasa khawatir ASI yang keluar sedikit tidak mencukupi kebutuhan bayi. Tujuanpengabdian masyarakat untuk membantu memecahkan permasalahan yang terjadi pada masyarakatdengan memanfaatkan teknologi OKSITOMOM atau kursi ibu menyusui untuk mempelancarpengeluaran ASI. Metode yang digunakan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, penerapan teknologiOKSITOMOM, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian masyarakat yaitu ibu merasakan kenyamanan danrileks pada saat menyusui sambil mendengarkan music, ibu dapat menerapkan posisi menyusui yang baik,dan penerapan OKSITOMOM yang dilakukan pada 6 orang ibu menyusui dengan hasil sebanyak 3orang ibu menyusui merasakan manfaat dari penerapan OKSITOMOM untuk mempelancar ASI sertaibu merasakan adanya pijatan pada daerah punggung yang membuat rasa nyaman dan 3 orangmerasakan tidak ada perubahan apapun serta kurang terasa pijatan pada daerah punggung. PenerapanOKSITOMOM cukup membantu ibu menyusui serta perlu adanya pengembangan terhadap kursi ibumenyusui.
Pijat Oksitosin Dan Teknik Marmet Untuk Mendukung Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Lenna Maydianasari; Yana Luthfiyati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.851 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.508

Abstract

Produksi dan pengeluaran ASI yang sedikit pada hari pertama setelah kelahiran bayi menjadi kendalapemberian ASI Eksklusif. Kejadian kesulitan dalam menyusui karena ASI belum keluar pada hari pertama diRSIA Arvita Bunda sebesar 64%, bahkan ada yang berlanjut sampai tidak keluarnya ASI. Pijat oksitosinhanya dilakukan apabila ada kasus tertentu bukan pada setiap ibu nifas. Penyuluhan tentang TeknikMarmet bahkan belum pernah dilaksanakan. Pijat oksitosin dan teknik marmet telah terbukti dapatmenstimulasi pengeluaran ASI sebagai langkah awal keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan programuntuk memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada ibu nifas hari1-3 dan suaminya tentang pijatoksitosin dan teknik marmet. Metode kegiatan yang digunakan adalah pendidikan masyarakat denganpenyuluhan dan pendampingan kepada ibu nifas hari1-3 dan suaminya tentang pijat oksitosin dan teknikmarmet. Penyuluhan pijat oksitosin dilaksanakan kepada ibu nifas hari 1-3 dan suaminya dengan medialeaflet. Pendampingan pijat oksitosin diberikan kepada suami ibu nifas. Monitoring keberhasilan programdidapatkan pengeluaran ASI sebagian besar peserta lancar dan produksi ASI banyak. Evaluasi programdidapatkan peningkatan pengetahuan ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.
Sosialisasi Materi Edukasi Manajemen Diri Asma Menggunakan Ponsel Pintar Untuk Kader Kesehatan Dusun Tangkil Muntuk Dlingo Kabupaten Bantul Yogyakarta MT Ghozali; Rima Erviana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.137 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.509

Abstract

Asma merupakan kondisi pernafasan yang termasuk dalam sepuluh besar penyebab kematian danpenurunan kualitas hidup di dunia. Data dari WHO yang dipublikasikan pada tahun 2006 menunjukkan sebanyak 300 juta orang menderita asma. Angka kejadian asma 80% terjadi di negara-negara berkembang akibat kemiskinan, kurangnya tingkat pendidikan, pengetahuan, dan fasilitas pengobatan. Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit asma diseluruh dunia diperkirakanakan meningkat 20 persen untuk sepuluh tahun mendatang, jika tidak terkontrol dengan baik. Tujuanutama penatalaksanaan terapi asma adalah agar pasien dapat mengkontrol asmanya dan mencegahserangan asma di masa mendatang. Penatalaksanaan terapi dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaituobat-obatan, tenaga medis professional, dan penderita asma. Spesifiknya, faktor yang berasal daripenderita adalah pengetahuan mengenai penyakit asma yang diderita serta cara mencegahnya dikemudian hari. Tujuan program hibah pengabdian Program Kemitraan Masyarakat UniversitasMuhammadiyah Yogyakarta (PKM UMY) ini adalah untuk mensosialisasikan materi edukasi kepadapara kader kesehatan desa Muntuk Dlingo Kabupaten Bantul mengenai pengetahuan dasar seranganasma dan cara pencegahannya di masa mendatang. Hal unik dari program ini adalah penggunaanponsel pintar sebagai sarana media belajar. Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan program iniadalah pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan media computer yang kemudiandimasukkan dalam sebuah aplikasi ponsel pintar dan penyuluhanmengenai dasar serangan asma dan carapencegahannya di masa mendatang. Program hibah pengabdian PKM UMY ini pada akhirnyamembantu kader kesehatan di desa mitra, dan masyarakat milenial desa mitra pada umumnya, dalammelakukan pembelajaran mengenai materi mengenai manajemen asma yang dapat diakses kapan sajadan dimana saja melalui ponsel pintar yang mereka miliki.
Pelatihan Pijat Bayi Pada Ibu Hamil Trimester III Dikelurahan Payaman Kab Magelang Tahun 2019 Munayarokh Munayarokh; Masini; Esti Handayani; Fitria Zuhriyatun
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.295 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.510

Abstract

Menurut Permenkes No. 369/MENKES/SK/III/2007 Tentang standar profesi bidan menyebutkanbahwa bidan mempunyai kewenangan untuk melaksanakan pemantauan dan menstimulasi tumbuhkembang bayi dan anak. Salah satu bentuk stimulasi tumbuh kembang yang sudah dilakukan adalahdengan melakukan pijat bayi.Ibu hamil Trimester III adalah seoarng perempuan yang dalam waktudekat akan melahirkan bayi yang dikandungnya sehingga diharapkan ibu dapat memijat pada anaknyasetelah melahirkan yang selama ini dilakukan oelh dukun bayi. Pijat bayi dapat diartikan sebagaisentuhan komunikasi yang nyaman antara ibu dan bayi, pijat bayi merupakan suatu pengungkapan rasakasih sayang antara orang tua dengan bayi melalui sentuhan pada kulit yang dapat memberikan dampakyang luar biasa, sentuhan alamiah pada bayi sama halnya dengan tindakan mengurut atau memijatoleh karenanya apabila hal ini dilakukan dengan benar dan tertaur sesuai tata cara dan tehnik pemijatanbayi maka akan mendapatkan manfaat seperti : pemijatan dapat meningkatkan berat badan,meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan menjadi lebih optimal, pijat bayi bermanfaatmeningkatkan hubungan batin orangtua dan bayinya ,meningkatkan produksi ASI dengan demikianharapanya adalah terjadi kenaikan berat badan pada bayi. Pijat bayi juga dapat menstimulasi danmembantu sistem pencernaan. Bayi yang dipijat akan mengalami peningkatan tonus nervus vagus (sarafotak ke 10). Kondisi ini membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga penyerapanterhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Penyerapan makanan yang lebih baik akanmenyebabkan bayi cepat lapar, sehingga bayi akan lebih sering menyusu. Metode yang digunakan adalahdenga pre dan post pada ibu hamil trimester III
Perlindungan Dari Gizi Buruk: Kemitraan Pengelolaan Data Nutrisi Balita Di Nasyiatul Aisyiyah Norma Sari; Sri Winiarti; Herman Yuliansyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.873 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.511

Abstract

Anak adalah investasi bangsa dan Negara di masa yang akan datang, maka programpencegahan gizi buruk sangat relevan untuk menyiapkan generasi yang unggul. Pemberian nutrisi yangtepat serta pengelolaan data nutrisi bagi balita adalah upaya melindungi balita dari gizi buruk.Kemitraan ini bertujuan untuk membantu mitra (1) menambah pengetahuan terkait perlindungankonsumen produk makanan balita;(2) meningkatkan pengetahuan mengenai prototype Aplikasi NutrisiBerbasis Website; (3) meningkatkan pemahaman standar makan sehat bagi balita; (4) memahami danmemiliki ketrampilan dalam membuat makanan home made yang bernutrisi seimbang;(5) pelatihanpenggunaan Aplikasi nutrisi balita dapat dipergunakan Pimpian Pusat Nasyiatul Aisyiyah. Metode yangdipergunakaan adalah Focus Grup Discussion (FGD) dan Pelatihan. Hasil kemitraan menunjukkanbawa setelah program kemitraan dilakukan (1) Peserta mengalami peningkatan pengetahuan danmampu menganalisis permasalah-permasalahan pokok terkait perlindungan konsumen produk makananbalita; (2) peserta mengalami peningkatan pengetahuan melalui Aplikasi Nutrisi Berbasis Website sertamampu menganalisis kelemahan dari aplikasi tersebut untuk diperbaiki; (3) Peserta lebih memahamistandar makan sehat untuk layak konsumsi bagi balita dan memberikan beberapa analisis untuk menjadiagenda berkelanjutan; (4) Peserta lebih memahami dan memiliki ketrampilan dalam membuat makananhome made yang bernutrisi seimbang serta mengagendakan kampanye secara nasional;(5) Aplikasi nutrisidapat dipergunakan oleh Pimpian Pusat Nasyiatul Aisyiyah untuk monitoring gizi balita bagianggotanya.
Upaya Promosi Kesehatan Calon Jamaah Haji Di KBIH ‘Aisyiyah Bantul Syahruramdhani Syahruramdhani; Falasifah Ani Yuniarti; Yanuar Fahrizal
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.925 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.512

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar dan pengirim jamaah hajiterbanyak di dunia. Setiap tahunnya ada lebih dari 200.000 penduduk muslim Indonesia menunaikanibadah haji dengan dengan masa tunggu yang mencapai 10-25 tahun. Persentase jamaah haji denganrisiko kesehatan tinggi mencapai 30-45 % dengan faktor utamanya adalah usia lanjut. Oleh karena itu,penyelenggaraan pelayanan dan pembinaan kesehatan haji sangat diperlukan khusunya denganmelibatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)‘Aisyiyah Bantul merupakan perwakilan KBIH ‘Aisyiyah Yogyakarta di Bantul. Kegiatan ini bertujuanuntuk meningkatkan kepahaman dan kesiapan calon jamaah haji tentang aspek kesehatan baik fisikdan mental sebelum pemberangkatan haji. Kegiatan ini dilaksanakan melalui promosi kesehatan denganmetode penyampain materi, pemeriksaan atau skrining kesehatan dan konsultasi. Luaran dari kegiatanini, antara lain, (a) meningkatnya kepahaman calon jamaah haji tentang permasalah kesehatan yangsering dialami oleh jamaah haji; (b) teridentifikasinya kondisi tekanan darah, kolesterol dan asam uratcalon jamaah haji dan (c) meningkatnya kesiapan calon jamaah haji dalam mengantispasi kasuskesakitan selama menunaikan ibadah haji.
Upaya Pemberdayaan Warga Bantaran Kali Winongo Di Sektor Penulisan Kreatif Tya Resta Fitriana; Rahmat
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.924 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.513

Abstract

Upaya pemberdayaan masyarakat menjadi program yang mulai berkembang di lingkungan perguruantinggi. Upaya ini diwujudkan dalam salah kegiatan tridharma perguruan tinggi yaitu melalui kegiatanpengabdian kepada masyarakat. Masalah yang menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian masyarakatini adalah bagaimana meningkatkan keberdayaan masyarakat Bantaran Kali Winongo di sektor senibudaya kreatif penulisan geguritan. Sasaran pengabdian adalah warga Bantaran Kali Winongo. Metodepengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian UNS adalah melakukan workshop dan pelatihandengan mendatangkan narasumber yang kompeten dalam bidang penulisan kreatif. Hasilnyamenunjukkan bahwa masyarakat masyarakat di Bantaran Kali Winongo di sektor seni budaya kreatifpenulisan geguritan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan sehingga tujuan dari kegiatanpengabdian untuk menambah dan meningkatkan ragam seni yang dapat dikuasai oleh warga bantaranKali Winongo dapat tercapai. Implementasinya dari hasil pengabdian ini adalah kegiatan penulisankreatif akan terus dilanjutkan dan perlu adanya dukungan dari pemerintah kota Yogyakarta sehinggaprogram pemberdayaan masyarakat di sektor penulisan kreatif bisa diperluas.

Page 50 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue