cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Lazismu PWM DIY Sesuai PSAK 109 Tentang Zakat Sigit Arie Wibowo; Ahim Abdurahim; Rizal Yaya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.795 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.564

Abstract

Mitra dalam kegiatan kemitraan masyarakat ini adalah 2 Kantor Layanan LAZISMU DIY yaituKantor Layanan Artha Amanah di Bantul dan Kantor Layanan di daerah Sleman. Ada beberapamasalah yang dihadapi oleh 2 Kantor Layanan LAZISMU ini yaitu mereka belum memiliki standarpenyusunan laporan keuangan. Padahal Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sudah mengeluarkan standarpencatatan dan penyusunan laporan keuangan khusus lembaga zakat yang tertuang di PSAK 109tentang zakat. Dalam UU Zakat juga di sebutkan bahwa baik LAZ dan BAZ di akhir periode akuntansiwajib di audit atas laporan keuangannya. Sehingga kami melakukan pengabdian ini dengan tujuanmemberikan perbaikan dan pendampingan laporan keuangan. Konsep pengabdian masyarakat inidilakukan dengan melibatkan antara dosen pakar yang dibantu dengan mahasiswa yang bekerjasamadengan LAZISMU. Ada 2 tahapan dalam pengabdian ini yaitu: 1) pemahaman laporan keuanganmenurut PSAK 109 tentang zakatdan 2) penysusunan laporan keuangan menurut PSAK 109 tentangzakat.
Perwujudan Keluarga Sehat Melalui Pemberdayaan Kelompok Toga: Perwujudan Keluarga Sehat Melalui Pemberdayaan Kelompok Toga Siti Rofi'ah; Sri Widatiningsih; Tuti Sukini; Fajaria Nur Aini; Isfina Unaezah Roya; Dwi Ayu Panuntun
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.376 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.565

Abstract

Indonesia memiliki keragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk keragaman tanaman obat/ TOGA. Dalam upaya membangun ketahanan dan kemandirian pangan terutama obat pada skala rumah tangga dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia diantaranya melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Pemahaman masyarakat tentang khasiat TOGA dan cara pengolahannya akan mewujudkan prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga. Selain itu juga dapat dikembangkan menjadi usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal, yang selanjutnya dapat disalurkan ke masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga sehat melalui pemberdayaan kelompok TOGA yang diawali oleh kader kesehatan dengan strategi pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya TOGA dan pengolahannya. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan kader kesehatan tentang pemanfaatan lahan pekarangan sebagai taman TOGA serta pelatihan pengolahan produk hasil budidaya TOGA melalui diversifikasi produk dan usaha baru sebagai jamu tradisional. Hasil kegiatan berupa Taman TOGA “DELIMA” dan olahan TOGA berupa minuman tradisional “Wedank Boegar DELIMA” berupa Kunyit Asam, Wedang Secang Alang-alang dan Temulawak
PENGGUNAAN LIMBAH GENTENG SEBAGAI BAHAN FONDASI Puji Harsanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.53 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.566

Abstract

Salah satu permasalahan yang banyak dialami di negara kita ini ialah mengenai limbah atau bahan tidak habis pakai. Karena akan menimbulkan penumpukkan disuatu tempat dan tidak tau mau digunakan untuk apa. Salah satu limbah kontruksi yang banyak ditemukan ialah genteng. Genteng merupakan bahan pembuat kontruksi atap yang sudah jarang digunakan pada saat ini. Genteng sudah jarang digunakkan karena penggunaanya yang kurang efisien. Dan menjadikannya limbah genteng yang bertumpuk dimana - mana. Permasalahan lain yang terjadi di dunia kontrusi ialah bahan baku pembuatan fondasi semakin mahal. Untuk itu dicari bahan baku yang lebih murah namun tidak menggurangi dari kekuatan dari dari fondasi tersebut untuk menahan beban diatasnya. Dengan mendasarkan pada permasalahan diatas, sangatlah diperlukan penelitian mengenai pemanfaatan limbah genteng sebagai bahan fondasi. Dari hasil penggujian diketahui bahwa dengan mengganti batuan dengan genteng dapat menahan beban maksimum sebanyak 37% lebih besar. Diharapkan dari penelitian ini dapat meminimalisir dana yang ada pada pembangunan kontruksi dan juga mengurangi limbah genteng tersebut
PENINGKATAN KUALITAS TEMPE YANG DIPRODUKSI OLEH PONDOK PESANTREN ASY SYIFA’ Krisdiyanto Krisdiyanto; Aris Widyo Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.944 KB) | DOI: 10.18196/ppm.45.570

Abstract

Pondok Pesantren Asy-Syifa’ Muhammadiyah Bambanglipuro Bantul berada di bawah tanggung jawab Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul. Pondok tersebut merupakan mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat yang fokus pada bidang peningkatan kualitas tempe yang diproduksi oleh mitra. Masalah masalah berupa proses fermentasi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga tempe yang didistribusikan ke pelanggan tidak dalam kondisi terbaik. Masalah tersebut dapat diatasi dengan penyuluhan tentang proses fermentasi dan pelatihan pengemasan tempe karena proses fermentasi pada tempe sangat dipengaruhi oleh proses pengemasan. Penyuluhan tersebut mempunyai manfaat bagi mitra karena mitra dapat mempertimbangkan semua aspek yang berhubungan dengan proses fermentasi sehingga dapat memperkirakan setiap Langkah dalam produksi untuk mendapatkan kualitas fermentasi pada tempe yang bagus dan pelatihan pengemasan dapat membantu proses pengemasan pada tempe dapat lebih efisien. Hasil dari peroses pengabdian kepada masyarakat dengan mitra Pondok Pesantren Asy-Syifa yaitu kualitas tempe meningkat karena mitra paham teori yang terjadi pada proses fermentasi, proses produksi lebih cepat, dan produk lebih mudah dikenal masyarakat karena kemasan yang menarik dan informatif.
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING DAN PENINGKATAN HYGIENITAS UNTUK MEMAKSIMALKAN PEMASARAN TAHU Dian Azmawati; Ali Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.428 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.571

Abstract

Hantaman pandemi Covid 19 menuntut kemampuan para perajin tahu di Sleman, sebagai usaha kecil yang masih bergantung pada pasar tradisional, untuk bisa bertahan dan terus menjual produksinya. Tahu Syifa, sebagai salah satu usaha kecil yang telah dikelola sebagai usaha turun temurun selama tiga generasi, tidak luput dari keadaan sulit ini. Didirikan pada tahun 2007, pada awalnya usaha ini memproduksi tahu kuning dan putih. Kini Tahu Syifa hanya memproduksi tahu kuning saja. Usaha tahu Syifa tidak secara penuh memproduksi tahu sejak dari bahan baku hingga menjadi tahu, namun bekerjasama dengan beberapa mitra. Diantara mitra usaha Tahu Syifa adalah warga setempat untuk pasokan bahan baku dan dengan beberapa pengusaha sejenis untuk penyediaan bahan baku setengah jadi. Pembuatan tahu masih dilakukan dengan sederhana, ruang terbatas, dan penuh jelaga dari proses pembakaran dalam memasak tahu. Sebagian besar penjualannya dilakukan di pasar tradisional di Sleman. Bila pasar tutup, maka tahu yang sudah diproduksi sulit dipasarkan. Tim pengabdian berencana meningkatkan hygienitas tempat produksi tahu dan membantu mencari jalan keluar dalam kesulitan pemasaran selama pandemi. Pembuatan cerobong asap dan digital marketing menjadi solusi yang ditawarkan untuk kedua permasalahan tersebut. Dengan pembuatan cerobong asap, diharapkan tempat produksi tahu menjadi lebih bersih, sementara pengenalan pada digital marketing diharapkan dapat membantu penjualan agar tidak 100% tergantung pada pasar tradisional.
Kebencanaan, Islam, dan Partisipasi Masyarakat: Optimalisasi Destana Donoharjo dan Tim Kamboja Menghadapi Wabah Covid-19 Mohammad Syifa Amin Widigdo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.149 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.572

Abstract

Artikel yang ditulis berdasarkan kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya menghadapi Wabah Covid-19. Upaya untuk menanggulangi dan menghadapi Pandemi Covid-19 biasanya dipercayakan kepada pemangku kebijakan publik (pemerintah) untuk membuat instruksi dan para pihak yang ahli dan berkecimpung dalam bidang kesehatan (e.g. dokter, perawat, rumah sakit, puskesmas). Tidak banyak yang memperhatikan kiprah dan peran masyarakat yang sebenarnya tidak bisa disepelekan. Melalui program pengabdian KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) UMY, kapasitas dan peran masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19 diperkuat dan digambarkan. Masyarakat dalam hal ini diwakili oleh lembaga yang bernama Destana (Desa Tangguh Bencana) Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta. Destana Donoharjo yang sedianya dibentuk untuk mitigasi bencana alam, seiring dengan maraknya bencana Wabah Covid-19, lembaga ini juga siaga untuk mencegah maupun menangani bencana wabah yang terus mengganas ini. Selain secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat yang potensial menjadi penyebaran virus, Destana juga membentuk Tim Kamboja yang bertugas untuk mengurus jenazah pasien yang terinfeksi Covid-19 hingga ke liang lahat. Keberadaan Tim Kamboja Destana Donoharjo terbukti strategis untuk menjembatani kepentingan keluarga pasien dan ketaatan pada protokol kesehatan yang ditetapkan penyedia layanan kesehatan (healthcare provider).
IMPLEMENTASI GAYA KOMUNIKASI ASERTIF ORANG TUA - ANAK SELAMA MASA PANDEMI COVID 19 Suciati Suciati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.808 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.573

Abstract

Tanggung jawab orang tua terhadap anak dimulai sejak anak dalam kandungan. Orang tua dalam hal ini tidak hanya terbatas pada posisi ibu atau bapak saja, tetapi keduanya. Sebagian besar orang percaya bahwa ibu lebih pandai dalam berkomunikasi dengan anak, karena sejak dalam kandungan, anak sudah memiliki kontak batin dengan ibunya. Namun demikian bukan berarti peran bapak dianggap tidak efektif dalam berkomunikasi dengan anak. Ada suatu budaya yang lebih memposisikan bahwa gaya komunikasi pria lebih baik daripada gaya komunikasi perempuan, demikian juga budaya lain mengatakan sebaliknya. Perbandingan gaya komunikasi antara dua budaya yang berbeda yakni budaya maskulin (pria) dan budaya feminin (wanita), sebenarnya tidak menunjukkan bahwa cara berkomunikasi pria lebih baik daripada cara berkomunikasi wanita atau sebaliknya. Namun perbedaan gaya komunikasi tersebut akan lebih dapat diamati berdasarkan kategorisasi tertentu, seperti perbedaan saat berbicara, pemilihan topik pembicaraan, cara interupsi, penggunaan kata/kalimat tanya, menggunakan cerita dan guyonan, dan kategori-kategori lainnya. Apapun alasannya, cara berkomunikasi dengan anak bisa dilakukan oleh kedua orang tua tanpa harus membebankan pada salah satu. Apabila anak sudah menginjak usia remaja, komunikasi orang tua pun tidak bisa dihilangkan. Hanya saja, pada usia remaja, anak lebih memiliki otonomi dalam menentukan nasibnya sendiri. Ketergantungan dengan orang tua sedikit demi sedikit semakin berkurang. Pengawasan orang tua juga semakin menurun sehingga intensitas komunikasi selama masa pandemi lebih ekstra daripada pengawasan usia anak. Apalagi jika hal ini dikaitkan dengan penggunaan gadget pada masa pandemi. Data yang diungkap oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan bahwa pengguna internet tertinggi ada pada segmen umur usia 15-19 tahun mempunyai penetrasi paling tinggi yaitu mencapai 91%. Bahkan pembangkangan remaja terhadap orang tuanya dibuktikan dalam sebuah penelitian yang menemukan hasil bahwa remaja dengan kepuasan otonomi yang rendah lebih banyak frustrasi dan membangkang, sedangkan anak dengan kepuasan otonomi yang tinggi akan sedikit membangkang dan lebih banyak negosiasi . Dalam masa pandemi covid 19, berada di dalam rumah selama berbulan-bulan sangat memungkinkan terjadinya kebosanan pada semua anggota keluarga karena rutinitas. Orang tua harus menjadi guru bagi anaknya dalam pembelajaran daring. Sedangkan tidak semua orang tua dan anak siap menghadapi perubahan kebiasaan selama Work From Home / WFH. Tingkat stres pun meningkat. Ketidaksiapan tersebut pada akhirnya melahirkan konflik dengan orang sekitar, terutama anak. Tim abdimas berusaha memberikan solusi dengan menghadirkan gaya orang tua yang asertif. Kegiatan ini telah dilakukan di Juwiring pada hari Minggu, 11 April 2021 yang dihadiri oleh pengurus PKK RT 22. Penyuluhan tentang gaya asertif orang tua-anak dilengkapi dengan film, modul, dan leaflet untuk memudahkan pemahaman. Tanya jawab seputar materi berlangsung hangat dan memuaskan. Pada akhir acara, tim abdimas membentuk komunitas saya anak yang dikoordinasikan melalui grup WA.
Perilaku Hidup Sehat dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Masa Pandemi Pada Posyandu Erlina Sih Mahanani; Sartika Puspita; Muhammad Boma Wikan Bhagaskoro; Muhammad Romzi Nabil Agustan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.9 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.574

Abstract

Masa pandemi covid 19 berpengaruh pada semua masyarakat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Daerah dengan penduduk yang padat dan kondisi rumah yang sangat berdekataan perlu pengaturan dan strategi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang biasanya dapat berjalan dengan lancar saat sebelum pandemi. Posyandu Temupoh 4B meliputi 4 RT, yaitu RT 10. 11, 12, dan 54 di RW 4 Kelurahan Karangwaru yang padat penduduknya. Pada masa pandemi kegiatan tatap muka antara kader dengan anggota Posyandu ditiadakan. Selain itu pengobatan gigi sangat terbatas dilayani saat pandemi ini. Masyarakat yang memiliki keberagaman dalam tingkat pendidikan dan perekonomian menjadikan adanya gap informasi dan pemahaman terutama tentang menjaga kesehatan gigi serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Banyak informasi yang tersebar di media sosial kadang belum bisa dipahami secara benar. Oleh karena itu pengabdian kemitraan masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman bagaimana cara menjaga kesehatan gigi di masa pandemi dan melakukan kebiasaan ber-perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah tertular dan penyebaran COVID 19. Kegiatan yang akan dilakukan sebagai solusi adalah dengan mengadakan pelatihan untuk kader Posyandu Temupoh 4B tentang pengetahuan sederhana tentang PHBS dan kesehatan gigi secara offline dengan protokol kesehatan ketat, pembagian poster tentang kesehatan yang bisa dimanfaatkan untuk anggota Posyandu. Sedangkan penyuluhan kepada masyarakat anggota Posyandu Temupoh dilakukan secara online menggunakan group Whatshap dengan share rekaman penyuluhan, share bahan penyuluhan. Tim pengabdian juga menyusun buku panduan kesehatan gigi dan PHBS untuk kader Posyandu. Hasil kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini ternyata sangat bermanfaat terutama pada badai peningkatan COVID pada bulan Juni-Juli 2021. Anggota posyandu meningkat kesadaran menggunakan masker yang benar, isolasi mandiri untuk yang positif, saling membantu untuk yang isoman, berkegiatan seperlunya dan menegakkan protokol kesehatan.
PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI PUPUK ORGANIK GUNA MENDUKUNG BUDIDAYA BAWANG MERAH DI DUSUN TEGALTAPEN Hariyono Hariyono; Sukuriyati Susilodewi; Muhammad Khoirudin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.419 KB) | DOI: 10.18196/ppm.45.575

Abstract

Tegaltapen merupakan salah satu dusun yang berada di desa Tirtosari, kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dimana penduduk yang menempati dusun Tegaltapen kurang lebih 88 kepala keluarga yang berjumlah 352 warga. Pekerjaan utama masyarakat dusun Tegaltapen yaitu sebagai petani. Komoditas utama dalam pertanian dan perkebunan berupa sayuran seperti bawang merah, cabai, sawi, brokoli dsb, serta tembakau.Di dusun Tegaltapen, terdapat beberapa kelompok masyarakat seperti Karang Taruna, Kelompok Ibu-ibu seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Kelompok Tani. Sebagian besar petani di dusun Tegaltapen adalah petani bawang merah, sehingga limbah pertanian yang dihasilkan berupa daun bawang merah cukup besarTujuan program pengabdian ini adalah untuk memberikan inovasi teknologi yang berupa teknik pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk organik guna mendukung budidaya bawang merah secara organik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program yaitu : penyuluhan, fasilitasi peralatan, transfer teknologi dan pelatihan, praktek aplikasi teknologi dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Dari demplot yang dilakukan anggota kelompok tani Tegaltapen diperoleh potensi hasil bawang merah 17,28 ton per hektar untuk jarak tanam 15 X 15, dan 15,65 ton per hektar pada jarak tanam 15 X 20. Dari pelaksanaan program ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan inovasi teknologi pada praktek budidaya bawang merah yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas hasil dan pendapan petani.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN MEDSOS UNTUK PROMOSI RUMAH MAKAN DAN WISATA EDUKASI BUMDES Dian Azmawati; Wahyuni Kartikasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.157 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.576

Abstract

Kondisi ekonomi masyarakat yang menurun sejak dilanda pandemi Covid 19 menggerakkan BUMDES Bangun Kamulyan di desa Bangunjiwo untuk mencari jalan keluar bagi masyarakat. Pilihan yang diambil adalah membangun usaha rumah makan dengan konsep “warung makan edukatif”. Warung makan edukatif ini dinamai Kopi Sawah Kajigelem, melibatkan 4 dusun di desa Bangunjiwo Bantul, yaitu dusun Kasongan, Jipangan, Gendeng, dan Lemahadi (Kajigelem). Konsep warung makan edukatif atau wisata kuliner edukatif ini merupakan konsep yang menarik dengan memanfaatkan potensi alam, kuliner, dan sentra kerajinan yang telah menjadi keahlian sebagian masyarakat Bangunjiwo. Tim pengabdian membantu dalam inisisasi rumah makan dan promosi melalui Medsos bersama dengan mahasiswa KKN UMY. Kegiatan yang dilakukan berupa pendampingan langsung dalam inisiasi rumah makan, dan usaha promosi melalui medsos dengan mengadakan lomba foto selfie di lingkungan rumah makan. Melaui kegiatan pengabdian ini antusiasme masyarakat untuk menjalankan usaha bersama di bawah BUMDES diharapkan tumbuh dan usaha ini mulai dikenal oleh masyarakat luas.

Page 56 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue