Articles
1,338 Documents
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS DIFABEL MELALUI PELATIHAN PENGURUSAN IZIN PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA (P-IRT)
Ingenida Hadning;
Mega Octavia;
Pinasti Utami
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.825 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.587
Program pemberdayaan kaum difabel sangat penting dilakukan agar mereka dapat hidup secara mandiri. Tim pengabdi bekerja sama dengan mitra membuat suatu program pelatihan yang bermanfaat bagi kaum difabel. Tujuan dari program ini adalah agar komunitas difabel di Sedayu yang sudah memiliki usaha pangan dapat mengurus perijinan PIRT. Selama ini komunitas difabel telah memiliki produk olahan pangan dan jahe merah. Diharapkan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan dan dapat dipasarkan lebih luas. Tim pengabdi bekerjasama dengan LazisMU membuat pelatihan pengurusan ijin PIRT. Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 5-6 Mei 2021 bertempat di kantor Kecamatan Sedayu. Topik pelatihan berupa penguatan dan administrasi organisasi, pengurusan ijin PIRT, produk pangan halal dan higienis, pemanfaatan digital marketing bagi pelaku usaha dan public speaking. Luaran dari kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan yang diukur dengan metode pre-tes dan pos-tes. Berdasarkan hasil survey diperoleh hasil bahwa komunitas difabel sangat antusias dengan materi yang disampaikan, terbukti dari banyaknya peserta yang terlibat dalam sesi diskusi. Testimoni beberapa peserta mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Melalui kegiatan ini peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang berguna untuk mengembangkan usahanya. Dapat disimpulkan pelaksanaan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan program penyuluhan yang dilakukan sangat efektif meningkatkan pengetahuan komunitas difabel.
TANGGAP DARURAT MATA DAN MENGENAL MANFAAT SERTA EFEK SAMPING OBAT MATA
Sri Tasminatun;
Nur Shani Meida
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.318 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.588
Trauma mata bisa terjadi dimana saja dan sebagian besar terjadi di lingkungan rumah tangga. Akibat trauma mata yang tidak dangani dengan cepat dan tepat dapat meningkatkan morbiditas penyakit mata meningkat dalam hal ini dapat menurunkan tajam penglihatan sampai timbul kebutaan. Jenis obat yang digunakan pada mata sangat beragam, baik obat sistemik (obat diminum) maupun obat tetes atau salep mata. Setiap obat mata mempunyai manfaat dan efek samping. Penggunaan obat mata harus tepat agar tujuan terapi dapat tercapai. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada ibu-ibu Aisyiyah Nogotirto Gamping Sleman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu Aisyiyah Nogotirto terkait kegawat daruratan mata dan obat-obat mata, serta skrining kesehatan mata dan meningkatkan produktifitas ibu-ibu Aisyiyah dengan penggunaan kaca mata bagi yang membutuhkan. Metode kegiatan pengabdian ini berupa ceramah, diskusi dan pengenalan macam dan bentuk obat-obatan mata, pemeriksaan mata dan pemberian bantuan kaca mata. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa ceramah dan diskusi dihadiri oleh 30 orang ibu-ibu Aisyiyah Nogotirto. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan ibu-ibu Aisyiyah tentang kegawatdaruratan mata dan obat-obat mata mengalami peningkatan. Peserta diskusi yang mengalami gangguan atau keluhan kesehatan mata dilakukan pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata. Pemeriksaan Kesehatan mata dilakukan di Klinik AMC diikuti oleh sebanyak 18 orang. Hasil pemeriksaan mata menunjukkan peserta tidak mengalami kelainan mata yang membahayakan seperti katarak atau gejala keganasan, sehingga tidak memerlukan penanganan lebih lanjut.. Semua peserta dinyatakan mengalami rabun jauh atau rabun dekat, sehingga perlu menggunakan kaca mata untuk dapat melihat dengan optimal. Pada kegiatan ini diberikan bantuan kaca mata sebanyak 11 buah . Dengan menggunakan kaca mata yang sesuai ibu-ibu merasa lebih nyaman. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan 70 % peserta sangat puas, 30 % peserta cukup puas.
PEMAHAMAN PENTINGNYA LEGALISASI PENGEMASAN PRODUK RUMAHAN WARGA PEDAK
Ana Taqwa Wati;
Erma Febriani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.547 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.589
Peyek merupakan salah satu produk rumahan yang dikembangkan di pedukuhan Pedak. Pengemasan produk ini masih sangat sederhana dengan menggunakan plastik yang distapler. Model pengemasan ini mengakibatkan umur peyek tidak bertahan lama, dan berakibat pada jangkauan pemasaran yang tidak bisa jauh. Sebagai tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk memberikan pengertian tentang legalitas pengemasan produk rumahan tersebut. Selain memberikan pengertian, pengabdian ini juga memberikan pendampingan dalam mekanisme pengemasan produk. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi program kepada mitra, pendampingan pelaksanaan proses menuju legalitas pengemasan produk. Hasil dari pengabdian ini adalah: (1) Sosialisasi Program kepada mitra, (2) Membantu dan mendampingi pembuatan stiker untuk mitra, (3) Pelatihan penggunaan alat pres kedap udara untuk memperbaiki kemasan produk mitra, (4) Pelatihan penggunaan media sosial untuk pemasaran produk. Implikasi pengabdian ini bagi mitra adalah perbaikan kemasan produk peyek menjadi lebih baik dengan peningkatan mutu pengemasan prpoduk serta pengembangan metode penjualan peyek dengan menggunakan media sosial. Sebagai simpulan akhir dari pengabdian ini adalah pentingnya kualitas pengemasan suatu produk, untuk meningkatkan usia layak konsumsi suatu produk, serta luasnya jangkauan penjualan. Media sosial dapat dijadikakn sebagai alternatif promosi produk di masa pandemi.
PELATIHAN KESEHATAN MENTAL DAN FINANSIAL BAGI ORANGTUA ABK PADA KOMUNITAS WKCP YOGYAKARTA
Tesaviani Kusumastiwi;
Gina Puspita
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.284 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.590
Kompleksitas peranan orangtua dalam membesarkan anak berkebutuhan khusus (ABK) seringkali menjadi stressor tersendiri. Tidak hanya terkait perawatan sehari-hari, orangtua juga dihadapkan pada kesiapan finansial dalam membesarkan ABK. Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) merupakan komunitas keluarga dan anak berkebutuhan khusus dengan penyerta cerebral palsy. Kondisi keterbatasan fisik dan kemandirian anak yang bersifat jangka panjang seringkali memberikan tekanan psikologis dan finansial bagi orangtua. Pelatihan untuk menjaga kesehatan mental dan finansial dengan metode daring diberikan melalui aplikasi zoom dan grup whatsapp pada komunitas tersebut. Pretest dan posttest dilakukan sebagai sarana evaluasi pelatihan. Metode praktis dalam pengelolaan keuangan dilakukan dengan identifikasi pendapatan dan pengeluaran serta membuat persentase ideal pengeluaran bulanan. Manajemen stres diajarkan dengan metode optimalisasi zona stabilitas dan membuat tabel analisis pikiran, perasaan dan respon. Feedback positif didapatkan dari peserta setelah mengikuti pelatihan baik secara materi, narasumber, penyampaian maupun kemanfaatan dan ketepatan materi pelatihan dengan kebutuhan mitra pengabdian. Pelatihan sehat mental sehat finansial pada orangtua dengan anak ABK dapat meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai pengelolaan stress dan perencanaan finansial sehingga dapat merawat dan membesarkan ABK secara optimal.
PEMBERDAYAAN PENGURUS BANK SAMPAH RESIK-an KARANGANOM KLATEN
Nur Rahmawati;
Pujastuti S. Dyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (626.648 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.591
Kegiatan pengabdian ini terkait dengan pemberdayaan pengurus bank sampah RESIK-an dalam pengelolaan limbah sampah di Jetis, Tarubasan, Karanganom Klaten bertujuan untuk mengatasi permasalahan harga sampah non organik yaitu botol kemasan air minum bekas di tingkat pengepul sampah yang rendah. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan nilai tambah sampah kemasan air minum dan meningkatkan manajemen keuangan bank sampah. Metoda yang digunakan untuk memanfaatkan botol kemasan air mineral dengan penyuluhan dan pelatihan pembuatan hidroponik, sedangkan untuk meningkatkan manajemen keuangan dilakukan pelatihan pemakaian aplikasi keuangan bank sampah. Hasil kegiatan dari pelatihan hidroponik yang diikuti oleh seluruh pengurus bank sampah RESIK-an dan pengurus RW,RT berjumlah 20 orang. Tanaman hidroponik yang dibudidayakan sawi, pakcoy, dan selada. Pelatihan sistem informasi keuangan hanya diberikan kepada admin keuangan atau bendahara beserta ketua dan sekretaris bank sampah. Materi pelatihan terdiri dari pengenalan menu seperti pemasukkan daftar anggota, tabungan sampah, kas bank sampah dan lain lain. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa Pemahaman pengurus bank sampah terhadap pemanfaatan limbah sampah botol air mineral meningkat 75%. Pemahaman terhadap pengetahuan hidroponik meningkat 70% tetapi hanya meningkatkan keterampilan sebesar 45%. Kegiatan berjalan lancar dan semangat dari pengurus bank sampah dalam pelatihan ini diharapkan bisa berkelanjutan dan bank sampah RESIK-an ini bisa berkembang lebih maju.
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MIKRO MELALUI PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK SECARA ONLINE
Takdir Ali Mukti;
Sidiq Ahmadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.529 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.592
Usaha Micro dan Kecil (UMK) binaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah di Desa Parangtritis, meliputi usaha mebel/pertukangan dan perdagangan ikan laut/tawar. Usaha-usaha itu telah berjalan dengan baik sebelum pandemi, namun, setelah terjadi wabah covid-19, mengalami penurunan omset, bahkan asset, karena berkurangnya pembeli dari luar daerah. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok UMK ini, antara lain, berkurangnya jumlah pembeli, terutama dari luar daerah karena berkurangnya jumlah pengunjung ke Parangtritis. Pengabdian ini melaksanakan program pelatihan pemasaran online untuk mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan dalam program ini adalah menerapkan teknologi informasi pembuatan akun media social dan blog sebagai media pemasaran produk UMK. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan jumlah pemasaran produk yang signifikan, yakni naik sebesar 50% atau hampir mendekati penjualan di masa normal sebelum pandemi. Hasil ini menimbukan optimisme pelaku UMK untuk segera bangkit dan lebih mengembangkan usahanya. Dapat disimpulkan bahwa pemasaran online melalui multi-platform social media sangat efektif untuk meningkatkan penjualan UKM.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SKRINING KASUS ANEMIA PADA PENGRAJIN BATIK
Ika Setyawati;
Nur Shani Meida
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (163.937 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.593
Proses pembuatan batik tentu tidak dapat terhindarkan dari penggunaan pewarna untuk menghasilkan batik yang cantik. Secara umum, pewarnaan batik ada dua acara yaitu dengan bahan alami dan bahan sintetis. Saat ini, pewarnaan batik di Indonesia mulai banyak beralih dari pemakaian bahan alami menjadi bahan pewarna sintetis. Pewarna sintetis yang digunakan dapat mengandung logam berat diantaranya timbal (Pb) dan kromium (Cr). Pemakaian logam berat dalam waktu lama akan mengganggu kesehatan. Para pembatik juga sering tidak memakai sarung tangan saat melakukan pewarnaan sehingga hal ini akan dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah anemia tersebut jika berlangsung dalam waktu lama. Tujuan: meningkatkan pengetahuan penyakit anemia akibat penggunaan cat sintetis pada pembuatan batik dan bagaimana cara pencegahannya. Metode: Kegiatan Pendidikan kesehatan dilaksanakan secara tatap muka dengan dimulai dengan pretes kemudian sesi pemaparan materi dan diakhiri sesi postes untuk mengukur keberhasilan kegiatan dan tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan sesi pemeriksaan kesehatan fisik secara umum meliputi pemeriksaan konjungtiva, pemeriksaan telapak tangan, pemeriksaan bibir, gingiva dan mucosa lidah. Hasil: kegiatan ini diikuti oleh 6 peserta secara penuh dari awal, pretes sampai dengan selesai termasuk postes. Terdapat peningkatan nilai postes dibandingkan nilai pretes. Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan tentang dampak penggunaan cat sintetis pewarnaan batik terhadap anemia. Sebaiknya dilakukan kegiatan sosialisasi secara rutin untuk meningkatkan kesadaran pengrajin batik dalam penggunaan alat pelindung diri di sentra-sentra batik lainnya sebagai upaya pencegahan penyakit anemia.
PROGRAM PEMBERDAYAAN DIFABEL MELALUI PELATIHAN PRODUK HALAL DAN HIGIENIS
Pinasti Utami;
Salmah Orbayinah;
Ingenida Hadning
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.025 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.594
Jumlah komunitas difabel di Indonesi cukup signifikan, tercatat 14,2 % dari Jumah penduduk Indonesia di tahun 2018. Komunitas difabel meskipun memiliki kekurangan fisik tetapi tidak membuat pesimis untuk melanjutkan roda kehidupan. Minimnya pemberdayaan dalam usaha komunitas difabel membuat para pengabdi tergerak untuk memberdayakan agar menjadi lebih mandiri. Mitra yang digaet pada pengabdian ini adalah LaziMu Sedayu yang menjadi inisiator terbentuknya komunitas difabel di kecamatan Sedayu. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5-6 Mei 2021 bertempat di Kecamatan Sedayu yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan komunitas difabel sebanyak 26 orang (perwakilan dari tiap desa). Topik pelatihan berupa penguatan dan administrasi organisasi, pengurusan ijin PIRT, produk pangan halal dan higienis, pemanfaatan digital marketing bagi pelaku usaha dan public speaking. Khusus pada pengabdian ini akan difokuskan terkait bidang pangan yaitu Pelatihan Pelatihan Pengolahan Pangan yang halal dan higienis. Pelatihan ini mengundang pakar dari Halal Thoyiban Center UMY. Luaran dari kegiatan ini terjadi peningkatan pemahaman sebesar 5,26% yang diukur dengan metode pre-tes dan pos-tes. Peserta terlihat antusias dalam sesi diskusi dan memiliki kesan yang menyatakan ilmu dan wawasan bertambah serta membuat rasa percaya diri untuk memulai/mengembangkan usaha Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan bagi komunitas difabel dan harapannnya bisa berkelanjutan.
SOSIALISASI DAN PENYULUHAN PENTINGNYA KOMPOS BERBENTUK GRANUL BAGI KOMUNITAS PRODUSEN PUPUK ORGANIK
Rinasa Agistya Anugrah;
Mulyono Mulyono
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.865 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.595
Kompos granul merupakan salah satu varian pupuk yang mulai banyak dikembangkan oleh para produsen pupuk organik untuk meningkatkan kualitas dan akurasi pemberian dosis pada tanah. Kelompok tani dan ternak Tunas Maju di Dusun Karangwuni telah mampu memproduksi pupuk organik padat atau kompos berbentuk curah. Kompos curah tersebut adalah satu-satunya produk yang buat dan dipasarkan oleh mereka. Para anggota komunitas produsen pupuk organik tersebut belum memiliki pemahaman tentang pentingnya kompos berbentuk granul terhadap pasokan nutrisi pada tanah dan penyerapan oleh tanaman. Mereka berpikir bahwa membuat bentuk granul membutuhkan proses tambahan lagi setelah pupuk curah jadi sehingga memakan biaya, waktu, dan tenaga yang tidak sebanding dengan harga jual. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi tentang pentingnya kompos granul kepada anggota Tunas Maju untuk mengubah pola pikir mereka bahwa memproses bentuk granul itu dapat menguntungkan dan juga menambah varian jenis baru pupuk organik mereka. Selain itu diberikan penyuluhan tentang pentingnya kompos granul untuk tanah dan tanaman agar pengetahuan mereka tentang pupuk organik granul ini bertambah sehingga mereka mau untuk mencoba membuat pupuk organik granul atau kompos granul. Setelah dilakukan kedua kegiatan tersebut, mereka akhirnya memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya kompos granul untuk diproduksi dan dipasarkan.
PENGEMBANGAN USAHA KULINER MELALUI BAZAR ONLINE RAMADHAN (BAZONE) IBU-IBU JAMAAH MASJID
Lela Hindasah;
Alien Akmalia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (601.45 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.596
Masa pandemic seperti saat ini, menjadikan mobilitas dan kegiatan usaha menjadi terbatas. Banyak usaha yang terkena dampaknya. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk (1) mengembangkan kewirausahaan ibu-ibu jamaah Masjid (2) menambah pendapatan keluarga melalui usaha kuliner (3) mengembangkan bisnis berbasis komunitas, sehingga komunitas bisa memenuhi kebutuhan dari tetangga terdekat. Mitra sasaran pengabdian ini adalah Ibu-Ibu Jamaah Masjid Muhajirin Pereng Dawe, Jumlah peserta sebagai penjual ada 8 orang dari 25 orang ibu-ibu jamaah masjid muhajirin. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dimulai dengan sosialisasi kegiatan dan pengembangan market place berupa WA bisnis. Kegiatan bazar online dilakukan selama bulan Ramadhan. Untuk memeriahkan bazar, setiap KK jamaah Masjid diberikan kupon pembelian produk sebesar Rp100.000. Target Luaran dari program kemitraan masyarakat ini antara lain: (1) khalayak sasaran mampu meningkatkan penjualan pada masa krisis pandemi (2) Memiliki media promosi pemasaran online melalui WA bisnis. Berdasarkan evaluasi kegiatan berdasarkan aspek kognitif dan skill, 75% menyatakan sangat bermanfaat, sementar sisanya 25% menyatakan cukup puas. Berdasarkan aspek attitude semua peserta menyatakan memiliki motivasi untuk mengembangkan usahanya. Sebanyak 62,5% peserta menyatakan mengalami peningkatan omset yang sifnifikan sedangkan sisanya sebayak 37,5% menyatakan cukup mengalami peningkatan omset.