cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
PEMBERDAYAAN GENERASI MILENIAL 4.0 SEBAGAI PEER MENTOR TEMAN SEBAYA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Inayati Inayati; Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.916 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.577

Abstract

Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) adalah kesehatan sistem, fungsi dan proses reproduksi remaja. Populasi dunia 50% remaja < 25 tahun dan 20-25% remaja penderita HIV. Infeksi menular seksual terjadi pada remaja perempuan 15-29 tahun . Remaja memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan reproduksi . Perkembangan Iptek mempengaruhi remaja berimajinasi dan perlu difasilitasi dalam mengakses sehingga menjadi remaja generasi milenial 4.0 yang kompeten . Tujuan : pemberdayaan generasi milenial 4.0 dalam KRR dengan pembentukan dan pemberdayaan kelompok peduli KRR ( KP- KRR) yang dibekali pelatihan pembuatan media ajar tentang KRR untuk memberikan kegiatan peer mentoring teman sebaya pada 30 orang remaja Karang Taruna, Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Nahdlatul Ulama (NU). Hasil pengabdian terdapat beberapa media ajar meliputi poster, brosur, aplikasi Kahoot dan Google Form dengan nilai kelayakan rata-rata 12, 2 ( rentang nilai 0 – 15). Hasil Peer mentoring KP-KRR teman sebaya menggunakan media ajar yang dibuat mampu meningkatkan pengetahuan KRR dengan nilai rata-rata pretes 35,7 dan posttest 72,8.
PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 MELALUI PENDAMPINGAN MASYARAKAT DENGAN COMORBID DI DUSUN JIPANGAN KASIHAN BANTUL Yoni Astuti; Nur Hayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.2 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.578

Abstract

Kejadian Covid 19 selama ini di setiap wilayah puskesmas di DIY mengalami fluktuasi jumlah pasien dengan comorbid yang berbeda. Hampir 50 % jumlah puskesmas DIY memiliki kategori merah. Puskesmas Kasihan 1 memiliki kategori oranye dengan beberapa pasien covid 19 riwayat comorbid. Sampai saat ini salah satu wilayah kerja puskesmas Kasihan 1 yaitu dusun Jipangan masih banyak yang melakukan pelanggaran berupa tidak bermasker, serng berkerumun. Sedangkan kinerja Puskesmas masih lemah pada akses pendampingan penyintas covid 19 yang isoman dan belum memiliki data masyarakat dengan comorbid. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menekan kejadian covid bahkan sampai bebas covid 19 di dusun Jipangan salah satu area kerja Puskesmas Kasihan 1. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan untuk meningkatkan kepatuhan protokol pencegahan covid 19, survey partisipatif untuk mendapatkan data masyarakat comorbid, dan membuat log book untuk mengefektifkan akses pendampingan penyintas covid. Hasil dari kegiatan ini adalah pelaksana penyuluhan PTM pada kader PKK , penempelan poster pencegahan covid di beberapa titik strategis, pembagian masker bantuan dari DIKTI dan LP3M UMY serta penyerahan hibah barang untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyerahan data comorbid dusun Jipangan,. Kesimpulan Pelaksanaan PPM KKN kesehatan telah terlaksana dengan baik, mitra sangat antusias dalam memfasilitasi dan koordinasi dengan masyarakat.
IMPLEMENTASI IKRAR HALAL MUHAMMADIYAH FORMAT LPH-KHT TERHADAP MITRA UMKM Hari Widada; Iman Permana; Chandra Kurnia Setiawan; Dina Khoirin Wahida
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.753 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.579

Abstract

Merujuk pada UU No. 33 tahun 2014 tentang JPH, pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal bagi semua produk di Indonesia akan berlaku pada 5 tahun sejak UU tersebut ditetapkan. Pemerintah merencanakan tahun 2019 merupakan tahun pelaksanaan UU tersebut sehingga semua produk, termasuk produk makanan harus bersertifikasi halal. Proses implementasi kewajiban halal menurut UU JPH yang dikelola oleh BPJPH yang berjalan lambat, menginspirasi LPH KHT Muhammadiyah untuk melakukan pengelolaan sertifikasi halal mandiri. Sertifikasi Halal mandiri ini juga merujuk kepada prinsip “self declare” yang tertuang dalam UU Cipta Kerja 2020. LPH KHT menggagas inisiatif “Ikrar Halal” yang secara khusus akan diimplementasikan kepada UMKM dibawah binaan Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah. LPH KHT Muhammadiyah telan menunjuk Halal Center yang ada di PTM-PTM untuk menjadi pembina UMKM dan sekaligus menyediakan SDM-nya untuk menjadi Auditor maupun Auditor Internal. Untuk menyambut gerakan ini maka HTC UMY meluncurkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk mendampingi UMKM di lingkungan kampus UMY untuk mendapatkan Sertifat Ikrar Halal LHP KHT Muhammadiyah. Dalam kegiatan ini HTC UMY menggandeng UMKU Agrimart sebagai Mitra yang akan diusulkan untuk mendapatkan sertifikasi “Ikrar Halal” LPH KHT Muhammadiyah.
PERANGKAT DISINFEKTAN MURAH DENGAN UV BAGI MASYARAKAT UNTUK MENGURANGI PENULARAN COVID-19 Tony K. Hariadi; Maria Ulfa; Widyasmoro Widyasmoro; Ibnu Jayusman
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.499 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.580

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berlangsung hampir satu tahun dan belum menunjukkan tanda- tanda penurunan kasus, bahkan semakin meningkat. Penularan virus corona melalui droplet bisa langsung dari orang ke orang ataupun melalui media benda padat yang telah terkontaminasi virus. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker dalam setiap aktivitas. Untuk benda-benda yang mungkin menjadi media penularan bisa dilakukan desinfeksi dengan cairan disinfektan. Masyarakat telah mengenal cairan desinfektan dan telah jamak digunakan dalam kegiatan sehari- hari. Cara lain untuk melakukan desinfeksi adalah dengan penyinaran ultra violet (UV) terhadap benda-benda yang mungkin terkontaminasi. Saat ini telah banyak beredar peralatan desinfeksi UV yang bisa dibeli di toko-toko namun harga jualnya masih sangat tinggi, mencapai jutaan rupiah. Harga ini jelas tidak terjangkau oleh masyarakat bawah. Peralatan desinfeksi menggunakan paparan sinar UV sebenarnya bisa dibuat sendiri dengan biaya yang murah. Meskipun demikian banyak hal yang perlu disadari dalam penggunaan sinar UV karena mengandung bahaya bagi kulit atau mata yang terpapar langsung. Tujuan Program Pengabdian kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan cara lain dalam melakukan desinfeksi benda yang mungkin terpapar virus, serta membantu masyarakat untuk membuat UV chamber dan menghindari resiko yang mungkin terjadi.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN PEMASARAN HASIL PANGAN DAN TERNAK LELE DENGAN MEMANFAATKAN SARANA TEKNOLOGI Arif Humaini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.764 KB) | DOI: 10.18196/ppm.45.581

Abstract

Ikan lele adalah salah satu jenis ikan air tawar dan merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Ikan lele memiliki nama ilmiah clarias, bentuk tubuhnya pipih memanjang licin tanpa sisik, kepalanya keras dengan “kumis” di sekitar mulutnya. Masyarakat Indonesia banyak sekali yang membudidayakan ikan lele termasuk juga yang ada di Dusun Bayuran Poncosari Srandakan Bantul. Sudah terbentuk kelompok tani peternak lelek di Dusun ini, nama kelompoknya adalah Mino Lestari. Kelompok ini sudah terbentuk sejak sekitar dua tahun yang lalu, sehingga kegiatannya pun sudah berjalan dengan baik. Sehingga metode yang diambil adalah mengidentifikasi kebutuhan yang masih belum ada di dalam kelompok yang berhubungan dengan sarana begitupun penambahan pengetahuan tentang penggunaan teknologi bahwa dalam beternak ikan lele pun bisa dengan menggunakan teknologi seperti dalam pemberian pakan secara otomatis, beserta pula sarana alat yang lain seperti pemisahan bibit yang kecil dengan yang besar, dan tambahan pengetahuan tentang penggunaan sarana teknologi dalam pemasaran. Hasil pengabdian ini memberikan manfaat bagi masyarakat kelompok petani sehingga dengan perlengkapan dan sarana yang lengkap dapat memberikan semangat dalam pengelolaan dan pemeliharaan ikan lele. Adapun untuk penggunaan teknologi sebagai sarana pemasaran kita ambilkan contoh produksi makanan yang sudah siap dipasarkan yakni makanan khas adrem yang menjadi ciri khas dusun Bayuran Poncosari. Pengenalan pengetahuan bagaimana menggunakan teknologi untuk memasarkan hasil produksi yang kita hasilkan. Sebenarnya dalam pemberian pakan budidaya ikan lele sudah ada penemuan alat pemberi pakan yang bisa mengurangi beban biaya dari segi waktu dan tenaga para petani, namun kita belum bisa mewujudkan dan memberikan alat tersebut karena terkendala dengan mitra yang memproduksi alat. Semua kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berimplikasi terhadap peningkatan pengetahuan yang beimplikasi pula pada peningkatan produksi dan pemasaran hasil produk pangan baik lele maupun adrem.
PEMBERDAYAAN ORANG TUA DALAM PEMILIHAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK Sri Sundari; Dwijoko Purbohadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.825 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.582

Abstract

Pangan yang sehat mencakup pangan yang bergizi dan aman dikonsumsi. Pangan yang sehat dapat menunjang pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan seseorang. Anak usia sekolah membutuhkan makanan dengan status gizi yg baik. Karakteristik anak sekolah sering tidak sarapan dengan mengganti makanan yang mengandung kalori atau zat gizi yang rendah. Hal ini mencerminkan kebiasaan makan jajan yang buruk yang berpengaruh terhadap status gizi. Jajanan yang sehat dan aman adalah makanan jajanan yang memiliki komposisi gizi yang baik dan berimbang serta tidak mengandung bahan pangan berbahaya. Penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar makanan jajanan yang dijual belum memenuhi nilai gizi yang diharapkan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode pendidikan gizi untuk meningkatkan pengetahuan tentang makanan jajanan yang sehat. Pemberian edukasi kepada anak lebih baik dilakukan mulai dari rumah atau orang terdekat. Berdasarkan hasil pengabdian diketahui bahwa lebih dari 90% ibu-ibu selalu memberikan jajanan kepada anak dengan dasar kesukaan dan mudah didapat serta murah harganya, bukan atas dasar kesehatan. Hal ini juga terlihat bahwa 75% anak memilih jajanan yang tidak sehat ketika disuruh mengambil jajanan yang disediakan. Dengan adanya penyuluhan yang diberikan terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang jajanan sehat yang aman bagi anak anak. Pemberian pemahamam kepada ibu ini harus dilakukan secara terus menerus.
PENINGKATAN KAPASITAS KWT SEDYO RAHAYU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ES KRIM JAMU DAN PENGEMASAN PRODUK Muhammad Fariez Kurniawan; Devi Rahmawati; Ilham Intan Dari; Maura Shavira Alamsyah; Lutfi Syauqi Robbani; Rinto Alam Harahap
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.021 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.583

Abstract

Dusun Polaman adalah salah satu dusun di Desa Argorejo, Sedayu, Bantul yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi dusun wisata, dikarenakan ada BUMDes yang mengelola usaha wisata Polaman River Tubing. Salah satu kendala dalam pengembangan menjadi dusun wisata adalah belum memiliki produk khas yang bisa dijadikan ikon dari Dusun Polaman tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengadakan pelatihan pembuatan es krim jamu dan pelatihan pengemasan yang diharapkan dapat menjadi produk khas Dusun Polaman serta meningkatkan kapasitas dari KWT Sedyo Rahayu. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan pelatihan. Es krim jamu yang dihasilkan memiliki citarasa yang khas yaitu memiliki rasa khas es krim namun tidak menghilangkan citarasa khas jamu yang digunakan. Kegiatan ini memberikan wawasan baru dan skill kepada anggota KWT dan masyarakat Dusun Polaman pada umumnya berkaitan pengolahan jamu menjadi sediaan es krim, sehingga masyarakat khususnya anak-anak yang kurang menyukai rasa jamu akan menjadi menyukai rasa jamu jika dikemas dalam bentuk sediaan es krim. Produk ini dapat dikembangkan oleh KWT Sedyo Rahayu sehingga dapat menjadi produk khas Dusun Polaman sebagai dusun wisata. Dilaksanakan juga kegiatan pelatihan pengemasan, sehingga dapat mempercantik kemasan pada makanan cemilan yang sudah diproduksi oleh KWT Sedyo Rahayu. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan potensi penjualan produk-produk tersebut di pasaran.
DESA MANDIRI DIABETES MELITUS, KELUARGA BERDAYA DAN BERKUALITAS HIDUP ERA PANDEMI COVID-19 Titiek Hidayati; Indrayanti Indrayanti; Thoharoh Halimatusa'diyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.914 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.584

Abstract

Di Indonesia, menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka insidensi dan prevalensi DM yang cukup besar. Pada tahun 2011 jumlah penderita DM sebanyak 7.291.900 kasus. Penyebab dari DM sangat kompleks yang meliputi genetik dan faktor lingkungan. Pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan dengan metode promotif berupa penyuluhan dan pemeriksaan gula darah. Sasaran kegiatan ini adalah penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul. Kegiatan pengabdian dilakukan pada di gedung Kelurahan Tamantirto. Kegiatan pengabdian dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu secara gratis. Peserta pengabdian masyarakat adalah penderita Diabetes Melitus dengan total peserta yang mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu sebanyak 50 orang. Rata-rata usia peserta adalah 60-74 tahun dengan jenis kelamin perempuan 83% dan laki-laki 17%. Pengabdian berjalan dengan baik dan lancar, hal tersebut dibuktikan dengan antusias peserta yang telah hadir dalam kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan gula darah, peserta sangat aktif pada saat penyuluhan dibuktikan dengan adanya diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta.
PELATIHAN MANAJEMEN POPULASI ULAT SUTRA Samia cynthia MELALUI REKAYASA SIKLUS HIDUP Ihsan Nurkomar; Dina Wahyu Trisnawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.886 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.585

Abstract

Samia cynthia merupakan salah satu jenis ulat sutra dengan kulit kepompong yang dapat diolah menjadi benang sutra berkualitas tinggi. Untuk menunjang produktifitas benang sutra diperlukan jumlah kokon sebagai bahan benang sutra dalam jumlah banyak. Namun demikian, kapasitas reproduksi ulat sutra yang tinggi dapat menimbulkan masalah lain yaitu perlunya pakan yang banyak dan tempat pemeliharaan yang luas. Kelompok Usaha Jantra Mas Sejahtera (JAMTRA) sebagai kelompok usaha kain sutera yang melakukan usaha dari hulu ke hilir secara mandiri mengahadapi permasalahan tersebut dalam pemeliharaan ulat sutra ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peternak ulat sutera dalam manajemen populasi ulat dipenangkaran melalui modifikasi siklus hidup pada fase telur dan pupa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa stadia telur dan pupa dapat diperpanjang selama 5 dan 7 hari secara berturut-turut. Modifikasi ini sangat bermanfaat dalam memperbanyak ulat sutra Samia dan membantu peternak untuk dapat melakukan kegiatan budidaya dengan lebih efektif dan efisien.
PEMBERDAYAAN JAMAAH DENGAN KEGIATAN FOOD GARDEN BERBASIS ECO-MASJID DI MASJID BAITUNNAFI BRAJAN TAMNTIRTO KASIHAN BANTUL Triyono Triyono; Siti Nur Aisyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.821 KB) | DOI: 10.18196/ppm.45.586

Abstract

Desa Tamantirto merupakan kawasan sub urban di pinggiran Kota Yogyakarta yang tumbuh pesat seiring berkembangnya industri, jasa pendidikan dan perumahan. Berkembangnya jumlah penduduk tentu berdampak pada peningkatan jumlah kebutuhan pangan yang ada di wilayah tersebut. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan pertanian perkotaan dalam bentuk food garden. Masjid Baitunnafi yang terletak di Kampung Brajan Tamantirto Kasihan Bantul merupakan salah satu masjid yang memiliki luas kurang lebih 1.500-meter persegi. Sekitar 500-meter persegi berupa lahan kosong yang belum dimanfaatkan. Kondisi ini terjadi karena karena minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pengelolaan Lingkungan masjid yang bersih dan produktif. Berdasarkan analisis situasi tersebut, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sasaran dalam mengelola lingkungan secara sehat dan produktif melalui kegiatan food garden. Adapun metode pelaksanaannya meliputi koordinasi, penyuluhan/pengajian tentang pemanfaatan lahan untuk budidaya sayur sebagai sumber pangan sehat keluarga, pelatihan budidaya sayur dan demonstrasi tentang teknologi pembuatan pupuk organic dengan komposter. Masyarakat sasaran adalah jamaah masjid sangat antusias mengikuti beberapa tahap kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan kesejahteraan masyarakat sasaran dapat meningkat sebagai dampak adanya perbaikan ekonomi, sosial dan lingkungan.

Page 57 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue