cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
LANSIA TANGGUH DI MASA PANDEMI COVID-19 Siti Aminah Tri Susila Estri; Sri Tasminatun; Sherly Usman
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.538 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.637

Abstract

Lansia di RW 4, Pakuncen adalah kelompok rentan Covid-19 sehingga diharapkan tetap tinggal di rumah pada masa pandemi ini. Lansia juga rentan mengalami permasalahan kesehatan kulit. Sebagian lansia mengalami gatal, meskipun tidak sampai menyebabkan pergi ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit sistemik yang berhubungan dengan keluhan gatal, seperti kadar gula darah untuk deteksi diabetes, kolesterol dan asam urat perlu dilakukan secara rutin. Pemeriksaan ini dilakukan saat kegiatan posyandu lansia oleh kader kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang perawatan kulit dan ketrampilan pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit sistemik. Kader akan meneruskan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada lansia, Kegiatan pengabdian dilakukan dengan ceramah dan diskusi tentang perawatan kulit, dan pelatihan pemeriksaan kadar gula kolesterol dan asam urat di darah tepi. Ceramah dan diskusi dihadiri oleh 20 orang kader dan perwakilan lansia. Pelatihan pemeriksaan darah diiikuti oleh 5 orang kader kesehatan. Kegiatan ini telah menghasilkan kader yang terampil memeriksa darah kepada teman kader dan perwakilan lansia. Terdapat 83% lansia dan kader yang mempunyai pengetahuan baik tentang kesehatan dan perawatan kulit. Masyarakat menyatakan kegiatan ini dapat dikembangkan karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat Pakuncen.
PENGEMBANGAN MEDIA EDUKASI PENILAIAN STATUS GIZI REMAJA PADA MASA PANDEMI Sri Kadaryati; Yunita Indah Prasetyaningrum; Dika Putri Hastuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.263 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.638

Abstract

Prevalensi overweight dan obesitas meningkat di Indonesia, baik pada orang dewasa, maupun anak-anak dan remaja. Pemantauan status gizi remaja diperlukan untuk mencegah masalah gizi lebih lanjut pada masa dewasa. Pandemi COVID-19 membatasi pelaksanaan kegiatan luring untuk menghindari kontak fisik. Penyusunan media edukasi bertujuan untuk memberikan panduan yang aplikatif dalam pemantauan status gizi di tingkat sekolah menengah pertama. Adapun media edukasi yang disusun terdiri dari Buku Saku Pemantauan Status Gizi Remaja dan Video Pengukuran Antropometri Remaja. Buku saku maupun video menjadi media pembelajaran yang menarik bagi remaja. Pengembangan media berdasarkan studi menggunakan sumber pustaka terkini. Buku saku disusun berdasarkan kaidah penyusunan buku saku dan disesuaikan layout untuk sasaran usia remaja. Pembuatan video menggunakan teknik shooting dengan dua talent yang berperan sebagai dua remaja yang sedang melakukan pengukuran antropometri. Buku saku ber-ISBN diterbitkan dalam bentuk hardcopy dan e-book, sedangkan video didaftarkan sebagai Hak Cipta. Video pembelajaran pengukuran antropometri remaja telah digunakan dalam rangkaian kegiatan pemantauan status gizi remaja sebagai sarana advokasi penyelenggaraan posyandu remaja di SMP Negeri 4 Depok, Sleman. Buku saku diserahkan kepada pihak sekolah untuk pengayaan materi di perpustakaan. Buku saku dan video mengenai pemantauan status gizi remaja dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai media edukasi yang aplikatif pada masa pandemi.
PROMOTIF DAN PREVENTIF COVID-19 Alfun Dhiya An; Anggita Ghina; Rifky Rahmansyah; Virgia Sukma; Winda Retno; Fanny Ari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.014 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.639

Abstract

Pemerintah menetapkan beberapa kebijakan untuk mengatasi masalah serius di Indonesia yaitu COVID-19. Faktanya kebijakan tersebut belum sepenuhnya berjalan. Hasil survey menunjukan bahwa salah satu zona oranye di Kabupaten Bantul yaitu Kecamatan Sedayu masih terdapat kerumunan tanpa menggunakan masker. Hal ini tentu membutuhkan perhatian khusus, dimana dibutuhkan adanya edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Edukasi kesehatan dilakukan agar tercapainya kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, meningkatkan kewaspadaan lansia, serta meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan ibu hamil terkait COVID-19. Skrining pada lansia dilakukan karena lansia memiliki resiko lebih besar untuk terpapar sedangkan edukasi pada ibu hamil dilakukan untuk mengurangi resiko kematian ibu hamil karena COVID-19. Edukasi dilakukan dengan menempelkan poster titik lengah pada tempat ibadah, melakukan skrining faktor komorbid lansia, pendampingan pasien tanpa gejala saat isolasi mandiri, dan sosialisasi pada ibu hamil terkait pencegahan COVID-19. Dengan adanya edukasi ini kesadaran dan kepatuhan masyarakat tercapai, terdapat 25 pasien tanpa gejala yang menyelesaikan isolasi mandiri dengan baik, terdatanya masyarakat lansia dengan faktor komorbid, ibu hamil memiliki pengetahuan lebih mendalam terkait pencegahan COVID-19, dan tersebarnya poster titik lengah di tempat ibadah. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan, dan perilaku kesehatan di wilayah Puskesmas Sedayu I.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PEMETAAN SEBARAN COVID-19 Lilis Suryani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.273 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.640

Abstract

Puskesmas Bantul 1 termasuk zona merah dengan jumlah positif Covid-19 mencapai 15 per hari. Salah satu penyebabnya adalah protokol kesehatan yang kurang berjalan dengan baik. Terutama dalam kepatuhan jaga jarak dan memakai masker. Usaha untuk menurunkan jumlah positif Covid-19 adalah dengan melakukan edukasi melalui penyuluhan, penyebaran liflet, pembuatan video dan pelatihan. Tujuan pengabdian ini adalah membuat peta sebaran Covid-19 dan pelatihan kader kesehatan menjadi pendamping penyintas Covid-19. Metode pengabdian ini berupa edukasi protokol kesehatan dilakukan oleh para peserta KKN mahasiswa FKIK UMY dan pemetaan sebaran Covid-19. Pemetaan sebaran penderita Covid berdasarkan data rekam medis dari Puskesmas Bantul 1, berbasis alamat penyintas Covid-19. Pelatihan kader kesehatan pendamping penyintas Covid-19 disampaikan oleh peserta KKN. Pelatihan dilaksanakan di Puskesmas Bantul 1, tanggal 5 Maret 2021, dihadiri oleh 25 kader kesehatan dan para staf Puskesmas Bantul 1. Hasil pemetaan sebaran Covid 19 menunjukkan bahwa jumlah penderita Covid-19 berjumlah 279 (per Februari 2021). Penderita Covid 19 tersebar di dua desa dan terdistribusi di 28 dukuh. Peta sebaran sangat penting untuk menentukan skala prioritas daerah mana saja yang perlu segera dilakukan tindakan preventif. Tingkat pengetahuan para kader kesehatan tentang cara cuci tangan yang benar, ciri-ciri masker yang memenuhi syarat, gejala Cpvid-19, dan cara pendampingan penyintas Covid-19 terjadi kenaikan rata-rata sebesar 32%. Follow up dari kegiatan ini adalah pendampingan bagi para kader kesehatan yang difasilitasi dalam bentuk grup WhatsApp untuk mewadahi diskusi seputar pendampingan penyintas Covid-19.
EDUKASI ADAPTASI KEBIASAAN BARU PADA MASYARAKAT Idiani Darmawati; Ratna Indriawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.914 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.641

Abstract

Adanya pandemi COVID-19 yang telah ditetapkan oleh WHO menjadi ancaman global dan membuat masyarakat di seluruh dunia harus meningkatkan kewaspadaannya untuk menekan penyebaran virus ini melalui promosi pemerintah dalam PPHBS dengan melakukan PHBS secara praktis, mandiri ataupun bersama-sama dilingkungan masyarakat. Secara umum pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat desa di wilayah kerja Puskesmas Jetis 1 Bantul. agar bisa menerapkan PHBS dengan baik dan benar, sebagai salah satu upaya menjaga akselerasi perubahan perilaku kesehatan yang terjadi akibat pandemi COVID-19. mic covid 19. Metode yang digunakan adalah: ceramah, penayangan Vidio, dan demonstrasi, Edukasi protokol kesehatan perlu dilakukan mengingat pandemi yang telah lama berlangsung, edukasi dilakukan menggunakan media video, lefleat, zoom, dan promosi kesehatan di masjid. Metode kegiatan berupa Public Health Nurse (PHN) atau kunjungan langsung ke masyarakat. Luaran yang ingin dicapai dalam pengabdian ini adalah: (1) tersedianya tempat sampah yang terpisah antara sampah organik dan non organik, tempat mencuci tangan pada setiap rumah tangga bekerja sama dengan dana desa. Sebelum diadakan kegiatan Pengabdian, masih banyak masyarakat yang abai protokol kesehatan, setelah diadakan pengabdian ini Seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan covid 19. Pelaksanaan Pengabdian selama tiga bulan berjalan lancar dan sukses, masyarakat sangat senang dan berharap program seperti ini diadakan secara rutin dan berkesinambungan. Kegiatan Program Pengabdan ini dapat membantu mencegah kasus kovid 19 di desa wilayah kerja Puskesmas Jetis 1 Bantul.
EDUKASI DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN PADA IBU-IBU PKK Idiani Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.559 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.642

Abstract

Program Pengabdan PKM ini bertujuan untuk memberikan tambahan ilmu mengenai Covid 19 kepada para kader kesehatan Ibu-ibu PKK di dusun Diro Bantul, melalui pemanfaatan teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi kader kesehatan Ibu-bu PKK di dusun Diro dalam setiap kegiatan di masa pandemi Covid 19. Dengan adanya program tersebut para kader menjadi lebih paham mengenai Covid 19, selain itu dengan adanya edukasi online ini para kader juga menjadi lebh paham tentang teknologi digital seperti aplikasi zoom, team dll, bagaimana cara menggunakannya dan seberapa besar manfaat atau kemudahan yang diperoleh di era pandemi Covid 19 seperti saat ini.Edukasi PHBS di era kebiasaan baru adalah upaya untuk menciptakan dan melestarikan perilaku hidup yang berorientasi kepada kebersihan dan kesehatan yang sesuai dengan protokol kesehatan covid 19 di masyarakat, agar masyarakat dapat mandiri dalam mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan. Edukasi protokol kesehatan harus dilaksanakan semua pihak melalui penyelenggaraan promosi kesehatan untuk membantu masyarakat agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS sesuai protokol kesehatan secara praktis, mandiri, dan berkelanjutan dimanapun seseorang berada dengan situasi dan kondisi yang dijumpai. Adanya pandemi COVID-19 yang telah ditetapkan oleh WHO menjadi ancaman global dan membuat masyarakat di seluruh dunia meningkatkan kewaspadaannya untuk menekan penyebaran virus ini melalui promosi pemerintah dalam PPHBS. dengan melakukan PHBS secara praktis, mandiri ataupun bersama-sama di lingkungan masyarakat. Secara umum pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader kesehatan, bu-ibu PKK dan masyarakat di dusun Diro Bantul. agar bisa menerapkan PHBS dengan baik dan benar, sebagai salah satu upaya menjaga akselerasi perubahan perilaku kesehatan yang terjadi akibat pandemi COVID-19, dan melaksanakan protokol dengan lebih disipln. Metode yang digunakan adalah: ceramah, penayangan Vidio, dan demonstrasi, Edukasi protokol kesehatan perlu dilakukan mengingat pandemi yang telah lama berlangsung dan warga tampaknya sudah merasa bosan, oleh karena itu edukasi dilakukan menggunakan media video, lefleat, zoom, dan melalui siaran keliling masjid. Program Pengabdan PKM di dusun Diro. Kunjungan langsung ke masyarakat. Dan juga secara online menggunakan zoom, whatsap, dan media sosial facebook, instagram dll. Luaran yang ingin dicapai dalam pengabdian ini adalah:. Seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan covid 19, Menurunnya kasus positf covd di dusun Dro Bantul. Pelaksanaan Pengabdian berjalan lancar dan sukses, masyarakat sangat senang dan berharap program seperti ini diadakan secara rutin dan berkesinambungan. Kegiatan Program Pengabdan ini dapat membantu mencegah kasus kovid 19 di dusun Diro Bantul.
PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 Ratna Indriawati; Idiani Darmawati; Tunjung Wibowo; Zulvan Arseta; Rahma Almira; Amalia Zarfa; Algusta Resfando Amin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.277 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.643

Abstract

Covid-19 yang sangat berdampak di segala aspek kehidupan manusia. Pandemi Covid-19 khususnya di Kabupaten Bantul perlu mendapatkan perhatian lebih karena jumlah kasus yang masih tinggi. Kesadaran dari setiap individu sendiri sangat diperlukan untuk selalu protokol kesehatan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan menyebabkanya kasus Covid-19. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat pentingnya protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19. Sasaran program pengabdian adalah masyarakat di agalan, Banguntapan, Bantul. Metode pengabdian adalah edukasi protokol kesehatan Covid-19, pembuatan dan penyampaian informasi melelui spanduk. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 25 orang sasaran program pengabdianedukasi. Pengabdian masyarakat ini tentang “Pengendalian dan Pencegahan Covid-19 melalui edukasi protokol kesehatan Covid-19 berjalan lanacar. Masyarakat memberikan respon yang baik dan antusias mengikuti kegiatan pengabdian.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN KERJA BAGI SOPIR ANGKUTAN ONLINE DI MASA PANDEMI Sherly Usman; Hafni Zuchra Noor
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.254 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.644

Abstract

Pandemi covid-19 berpengaruh terhadap pola berkendara sopir angkutan online. Pandemi menuntut sopir untuk lebih waspada dan taat pada keamanan diri pribadi dan protokol kesehatan dalam bekerja. Kegiatan mengantar konsumen dari berbagai daerah dengan riwayat kesehatan konsumen yang tidak diketahui, membuat sopir harus lebih meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan diri dan kesehatan berkendara. Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan diri dan berkendara dengan memberikan edukasi dan pendampingan mengenai manajemen kesehatan diri dan pedoman standar protokol berkendara. Kegiatan ini melibatkan kordinator komunitas sopir online sehingga tim pengabdian dapat berkordinasi dengan partisipan. Diawali dengan mengukur tingkat pengetahuan peserta terkait pengelolaan kesehatan diri dan protokol berkendara dengan memberikan soal pretes. Kegiatan selanjutnya pemberian materi dan edukasi secara online dan berkesinambungan. Buku modul pedoman pengelolaan kesehatan diri juga diberikan kepada masing masing sopir. Tahap akhir kegiatan adalah menilai tingkat pengetahuan sopir setelah melalui serangkaian pemberian materi dan edukasi dengan memberikan soal postes. Hasil analisa data menunjukkan peningkatan nilai dari rata-rata 72,14 saat screening pengetahuan menjadi rata-rata 83,57 ketika evaluasi postes. Dari hasil ini menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sopir online terhadap manajemen pengelolaan kesehatan diri dan protokol standar dalam berkendara. Dengan adanya kegiatan ini meningkatkan pengetahuan sopir angkutan online terhadap manajemen kesehatan diri dan protokol berkendara.
UPAYA PENINGKATAN KESIAPAN DAN KEWASPADAAN BIDAN MENGHADAPI KASUS KEGAWATDARURATAN DI ERA PANDEMI COVID-19 Yosy Budi Setiawan; Alfaina Wahyuni; Fitnaningsih Endang Cahyawati Cahyawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.43.645

Abstract

Di Indonesia sampai Desember 2020, terdapat 369 tenaga medis terinfeksi Covid-19. Dengan peningkatan kasus tersebut, maka kemungkinan ibu hamil terpapar Covid-19 juga lebih besar. Bidan sebagai salah satu ujung tombak menghadapi ibu hamil dalam menjalani kehamilan maupun persalinan, tentunya memerlukan kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi pasien ibu hamil suspek atau terkonfirmasi Covid-19. Selain itu bidan juga berperan penting dalam sosialisasi tentang Covid-19 dan vaksinasi kepada masyarakat sehingga diharapkan tumbuh kesadaran dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi Covid-19. Berdasarkan survey pada beberapa bidan di Bantul didapatkan masih banyak yang belum mengetahui tentang perkembangan terkini dan penatalaksanaan kegawatan penyakit Covid-19. Oleh karena itu diadakanlah kegiatan penyuluhan bersama Ikatan Bidan Indonesia Cabang Bantul Ranting Bantul Tengah dengan harapan para bidan mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk mengetahui berbagai hal mengenai etiologi, patofisiologi, pencegahan dan penatalaksanaan Covid-19 khususnya pada kasus kegawatdaruratan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara daring (zoom dan live youtube). Metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut melalui penyuluhan kepada bidan-bidan dan mendapatkan respon yang sangat bagus dengan diikuti oleh 333 peserta. Berdasarkan hasil evaluasi pre test dan post test, peserta menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan, yaitu rerata pre test 25,4%, dan rerata post test 27,1%. Sehingga dari hasil tersebut terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 1,7%.
PENAPISAN PENYAKIT TIDAK MENULAR SEBAGAI COMORBID COVID 19 PADA LANSIA Hidayatul Kurniawati; Ajeng Trisnawati; Ibnu Arda’im; Hidayatika Sholehah; Muhammad Surya Admaja; Yasmine Likhadiatri; Muzliati Muzliati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.287 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.646

Abstract

Penyakit kronis yang tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi sangat berpengaruh pada kondisi pandemi COVID-19 sebagai komorbid pada infeksi COVID 19. Apalagi jika hal tersebut terjadi pada lansia. Dusun Kadibeso merupakan salah satu dusun di wilayah kerja puskesmas Bantul 2. Lingkungan dusun sudah cukup bersih, dan penerapan PHBS di kalangan masyarakat juga sudah terbilang cukup baik tetapi belum memiliki data mengenai pemetaan penyakit kronis pada lansia. Berdasarkan hasil observasi, perlu dilakukan peningkatan pemahaman dan pengumpulan data mengenai penyakit kronis yang menjadi komorbid COVID 19 pada lansia untuk mencegah terjadinya komplikasi terutama saat pandemi COVID 19. Kegiatan dilakukan secara luring di posyandu dusun Kadibeso Sabdodadi Bantul dengan protokol kesehatan. Kegiatan diikuti oleh 23 lansia meliputi pendataan identitas dan riwayat penyakit, pemeriksaan antropometri, pemeriksaan gula darah dan tekanan darah. Peserta juga diberikan materi mengenai penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Untuk menilai pemahaman peserta dilakukan pretest dan postest. Hasil pendataan didapatkan usia lansia antara 60-85 tahun, dengan indeks massa tubuh normal sebanyak 73,91%, gula darah sewaktu seluruh lansia normal, dan tekanan darah didominasi oleh hipertensi stage 2 sebanyak 52,17%. Terdapat peningkatan rerata nilai postest dibandingkan dengan nilai pretestnya. Dengan hasil tersebut diharapkan kader bisa lebih memantau kondisi lansia yang memiliki resiko penyakit tidak menular dan para lansia bisa lebih memahami mengenai penyakit tidak menular.

Page 63 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue