Articles
1,338 Documents
BRANDING DAN PEMASARAN ONLINE BAGI PRODUK KELOMPOK WANITA TANI
Parwoto Parwoto;
Putri Rachmawati;
Nia Fifiarini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.027 KB)
Kelompok Wanita Tani (KWT) Arimbi merupakan kelompok wanita “kampung anggur” dusun Plumbungan yang berupaya memaksimalkan potensi anggur di kampungnya melalui produk olahan berbahan dasar anggur. Perjuangan KWT Arimbi tidak lepas dari berbagai permasalahan mulai SDM, produksi dan pemasaran. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produk dan kapasitas SDM anggota KWT Arimbi. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah observasi dan pendataan, penyusunan program, sosialisasi dan persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil dan pembahasan program pengabdian ini, sebagai berikut: 1) Mitra membutuhkan branding (kemasan) produk dan peningkatan kapasitas teknis SDM dalam promosi dan pemasaran secara online. 2) program pengabdian disusun dan dilaksanakan sesuai kebutuhan mitra yaitu: branding (kemasan) dan pembuatan label (labelling) yang menarik, aman dan higienis, pembuatan video profil (youtube), pembuatan akun instagram dan shopee untuk promosi dan penjualan, pelatihan teknis pengelolaan dan penggunaan akun instagram dan shopee, serta bantuan peralatan packaging. 3) pelatihan dan pendampingan teknis penggunaan dan pengelolaan akun instagram dan shopee berhasil dilaksanakan selama 5 jam dengan metode problem base learning. 4) Bantuan peralatan diberikan dalam bentuk desain label, mesin press dan sealer. 5) Setelah program pengabdian ini dilaksanakan, produk KWT Arimbi tampil lebih menawan dan bernilai, dikenal oleh lebih banyak orang, dan KWT Arimbi mampu melakukan penjualan dan melayani secara online.
PENGUATAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT DI MASA PANDEMI
Sotya Anggoro;
Zuhri Nurisna;
Meilia Safitri
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.18 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.659
Mendorong pendidikan yang lebih baik bisa tidak hanya melalui jalur formal atau sekolahan tetapi juga dapat melalui jalur pendidikan non formal. Salah satunya adalah melalui satuan pendidikan non-formal sejenis (PNF). Salah satu satuan PNF ini adalah “Rumah Pintar.” Rumah pintar merupakan “Rumah Pendidikan” untuk masyarakat yang memiliki banyak fungsi. Bagi anak-anak, rumah pintar dapat berfungsi untuk meningkatkan minat baca, mengembangkan potensi kecerdasan dan mengenal teknologi melalui pembelajaran di lima sentra: (1) sentra buku (2) sentra kriya, (3) sentra permainan (4) sentra audio visual, dan (5) sentra computer. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan Bantul yang berjarak 22 KM dari kampus UMY, dengan mitra Kelompok Jahit Mandiri. Permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu masih banyak warga masyarakat yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang menganggur di rumah tidak punya pekerjaan, sementara sebagian besar warga di dusun ini mata pencahariannya adalah sebagai tani dan buruh tani serta beberapa berprofesi sebagai tukang batu. Dimana di saat masa pandemi ini penghasilan yang biasa didapat yang hanya pas – pas an saja menjadi berkurang cukup signifikan yang sangat dirasakan oleh warga masyarakat. Sehingga dibutuhkan penambahan keterampilan yang nantinya agar bisa diupayakan untuk bisa menambah penghasilan keluarga. Solusi yang ditawarkan dengan dirintisnya rumah pintar dimana salah satu kegiatannya bisa melakukan pelatihan keterampilan. Metode yang dilakukan yaitu pengadaan alat, pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dan pendampingan diawali dari dasar teknik menjahit, pembuatan pola baju hingga menjahit menggunakan mesin jahit elektrik/listrik. Pelatihan dan pendampingan pembuatan baju kemeja, Gamis, celana dan rok. Pelatihan dan pendampingan menggunakan mesin jahit skala produksi, untuk melakukan pelatihan sekaligus dapat digunakan untuk memproduksi produk.
PENINGKATAN KESEJAHTERAN EKONOMI PENGERAJIN ARANG BATOK KELAPA MELALUI PRODUKSI LIQUID SMOKE BERKUALITAS TINGGI
Sukamta Sukamta;
Indardi Indardi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (745.919 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.660
Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok pengrajin Arang Batok Kelapa Maju Adil Makmur adalah proses produksinya menghasilkan banyak asap yang dapat merusak lingkungan. Untuk itu perlu dilakukan rekayasa teknis untuk mengolah gas buang menjadi cair, yang disebut dengan gas buang cair. Upaya untuk menghasilkan asap cair sudah dimulai. Namun asap cair yang dihasilkan kualitasnya kurang baik karena masih bercampur dengan fly ash. Hal ini menjadi permasalahan yang masih dihadapi oleh perajin arang tempurung kelapa. Untuk tujuan ini, rekayasa teknis telah dilakukan dalam mengolah cairan asap berkualitas rendah menjadi cairan asap berkualitas tinggi untuk meningkatkan pendapatan pengrajin dan mendukung proyek pangan, keamanan lingkungan dan energi terbarukan. Dengan demikian, pemanas kompor gas dipasang di mesin destilasi berkapasitas 80 liter, dan berfungsi normal. Pengaruhnya sangat signifikan, yaitu diperoleh produk sigaret cair berkualitas tinggi (level 1), dan harga jualnya naik sekitar 5 kali lipat. Hal ini sangat bermanfaat bagi masyarakat pengrajin, dan masyarakat sekitar juga sangat senang karena asap yang dihasilkan dari proses pembakaran batok kelapa tidak lagi mencemari lingkungan.
PENGEMBANGAN PEMASARAN PRODUK LOKAL MELALUI DIGITAL BUSINESS DAN PEMBAHARUAN BRAND PRODUK
Titis Wisnu Wijaya;
Zaini Muchlis;
Laila Ma’rifatul Azizah;
Muhammad Miftah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (585.996 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.661
Pemasaran merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam mempromosikan suatu produk atau layanan. Pemasaran ini mencakup pengiklanan, penjualan, dan pengiriman produk ke konsumen maupun produsen yang lain. Dengan adanya Pemasaran sangat membantu para konsumen dalam menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Adapun fungsi Pemasaran antara lain; (1) sebagai sarana pengenalan produk, (2) riset, dan (3) distribusi. Disamping itu packaging juga menjadi faktor penting dalam sebuah penjualan produk. Fungsi utama packaging atau pengemasan yaitu untuk menguatkan identitas sekaligus menarik pembeli yang menyukai bentuk kemasan yang menarik dan tertata rapi. Tidak hanya itu packaging juga perlu sedikit sentuhan untuk memberikan warna baru dalam pengemasan. Kemudian labelling produk dianggap perlu pembaruan agar supaya lebih ikonis dan menarik. Di dusun Kunden, Kerten, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki UMKM yang dikelola secara mandiri seperti tempat mitra pengabdi yaitu keripik tempe sagu dan peyek milik Ibu Paijah. Model pemasarannya dititipkan dari satu toko ke toko yang lainnya. Selain itu usaha Ibu Paijah ini juga menerima pesanan baik secara langsung di rumahnya ataupun melalui pesan singkat. Permasalahan usaha Ibu Paijah ini yaitu ingin memasarkan produknya lebih luas karena beliau sadar usaha keripik tempe sagu dan peyek tidak hanya beliau saja yang membuat. Oleh karena itu, tim pengabdi menginisiasi program pengabdian di UMKM Ibu Paijah dalam mengembangkan pemasaran yang lebih luas melalui pembuatan Google My Business (GMB) dan pembaruan labelling dan packaging produk seiring dengan analisa kebutuhan pemasaran. Metode yang digunakan yaitu metode problem solving. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dijalankan melalui lima tahapan, yaitu identifikasi dan analisis situasi, pendampingan dan penggalian informasi, pembuatan Google My Business, pembaruan labelling, packaging dan foto produk, dan monitoring. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini yaitu strategi dalam meningkatkan penjualan melalui pembaruan labelling dan packaging produk dan pembuatan Google My Business. Sejalan dengan itu, strategi ini menjadi faktor pendukung dalam pemasaran yang luas baik secara langsung maupun dalam jaringan. Sehingga roda perekonomian UMKM dapat berkembang lebih baik.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM PADA MASA PANDEMI COVID-19
Alien Akmalia;
Rita Kusumawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1040.865 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.44.662
Latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya permasalahan yang dihadapi oleh UMKM ‘J & J Kitchen’ pada aspek produksi, pemasaran dan keuangan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan berbagai aspek permasalahan yang dihadapi oleh UMKM ‘J&J Kitchen’. Metode yang digunakan dalam kegiataan ini antara lain Focus Group Discussion, pelatihan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan. Hasil kegiatan yang telah terlaksana terdiri dari: (1) Identifikasi produk; (2) Menambah varian dan inovasi produk; (3) Memperluas Pasar (Daftar Go Food); (4) Membuatkan dan membantu mengelola instagram; (5) Membantu mengelola marketplace; (6) Melakukan foto produk; (7) Mencari referensi kemasan yang menarik dan pengadaan; (8) Membuat desain label; (9) Pelatihan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan; (10) Pendampingan. Adanya berbagai program kegiatan yang telah terlaksana berhasil meningkatkan daya saing usaha UMKM ‘J & K Kitchen’. Hal ini dibuktikan dengan semakin luasnya target pasar, yang tentunya berdampak pada peningkatan omset penjualan dan profit ‘J & J Kitchen’. Seluruh kegiatan telah berjalan sesuai dengan rencana. Rangkaian program yang telah terlaksana tersebut sangat mendukung UMKM ‘J & J Kitchen’ untuk dapat bersaing di tengah pandemi covid-19.
PELATIHAN MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN PADA KELOMPOK WANITA TANI DESA
Sugeng Riyanto;
Siti Dyah Handayani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.666 KB)
One of Government’s program to elevate economic and wealth of people is supporting capacity of entrepreneurship. Entrepreneurship, then, is the most important pilar of micro economic, especially in developing countries such as Indonesia. Sometimes, the problem of how to develop public entrepreneurship is not merely on how to create ideas, how to educate on entrepreneurship, what kind of product they are going to sell, how to sell, instead of how to maintain the spirit of being good entrepreneur. In Merdikorejo (District of Sleman) there are some groups of women (kelompok wanita tani) that started to be entrepreneur by producing and selling goods. At the beginning, everything is all good, and the problem occur after 2 years when they lost the spirit of being entrepreneur, and they stop producing goods. This program of public services emphasizing on how to encourage the spirit of entrepreneurship through training of motivation on micro entrepreneurship. By injecting and stimulating with understanding on how to maintain spirit and continuation of entrepreneurship, this program can energize the spirit of kelompok Wanita Tani to re exist, re start, re produce and re sell their products.
PEMBENTUKAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA di PANTI ASUHAN YATIM PUTRA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Nur Rahmawati;
zuhud Rozaki
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.461 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.664
Panti asuhan merupakan lembaga yang bergerak dibidang sosial untuk membantu anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua. Kewirausahaan bagi anak panti asuhan ditujukan agar mereka bisa hidup mandiri setelah lepas dari yayasan. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah memberikan bekal pendidikan kewirausahaan bagi anak-anak panti asuhan Yatim Putra Muhammadiyah dengan menumbuhkan motivasi berwirausaha, dan melatih keberanian anak-anak panti asuhan untuk melakukan praktek berwirausaha. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah seminar motivasi berwirausaha dari pengusaha muda, pelatihan budidaya jahe merah, pelatihan pembuatan es krim jahe dan pelatihan digital pemasaran produk olahan jahe. Kegiatan seminar motivasi berwirausaha dan pelatihan digital pemasaran diikuti oleh anak panti setingkat SMK yaitu sebanyak 25 orang. Kegiatan pelatihan budidaya jahe diikuti oleh semua anak anak panti dengan materi penyuluhan dilanjut praktek tanam jahe merah. Kegiatan pelatihan pembuatan es krim jahe diikuti oleh anak panti setingkat SMA dan ibu ibu tim masak dari panti asuhan yatim Putra. Semua kegiatan berjalan dengan lancar yang diikuti oleh para santri dengan semangat dan di support oleh mahasiswa KKN kelompok 005. Komentar dari pengurus panti juga bernilai positif dan berharap hasil kegiatan ini bisa bermanfaat.
PENGENALAN TEKNOLOGI PLTS SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBAHARUKAN UNTUK RUMAH TANGGA DI SLEMAN
Muhammad Heri Zulfiar;
Gatot Supangkat;
iswanto iswanto;
Ramadoni Syahputra;
Isnaini Muallidin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.76 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.665
Dusun Karang Kepanjen secara geografis berada pada ketinggian 280 meter di atas permukaan laut, sebagai kawasan jalur hijau atau penopang kebutuhan pangan. Wilayah tersebut dusun menyimpan potensi keunggulan di bidang agraris dilewati Sungai Sempor yang berhulu langsung di kaki Merapi, menjadikan sumber daya air tersebut tidak pernah mengering dan melalui tiga saluran irigasi digunakan untuk mengairi pertanian. Selanjutnya di masa pandemic Covid sector ekonomi masyarakat Dusun Karang kepanjen terdampak, untuk itu masyarakat perlu didorong memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk pertanian dan perikanan skala rumah tangga berbasis energy terbarukan. Salah satu permasalahan pemanfaatan lahan pekarangan dan energy terbarukan ialah: 1) Minimnya kesadaran, pengetahuan dan keterampilan akan pentingnya memanfaatkan lingkungan. 2) Terbatasnya akses sumber energy untuk mendukung pertanian modern. 3) Belum adanya perencanaan untuk menunjang pertanian di lahan terbatas. Berdasarkan permasalahan tersebut, program pengabdian masyarakat melakukan inisiasi berupa perencanaan dan penerapan teknologi terbarukan skala pemodelan melalui partisipasi elemen masyarakat. Program ini bertujuan untuk membantu peningkatan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan akan pentingnya pemanfaatan lahan terbatas sebagai upaya membangun ekonomi skala rumah tangga berbasis energy terbarukan. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi, survey beberapa lokasi, merencanakan alternatif lokasi PLTS, melakukan pelatihan dan pendampingan pertanian di lahan terbatas dan membuat model skala terbatas penggunaan teknologi tenaga surya yang ramah lingkungan, minim konsumsi energy, mudah penggunaan dan perawatan. Hasil dari program berupa perencanaan dan penerapan teknologi PLTS yang ramah lingkungan berbasis partisipasi masyarakat di lahan pekarangan rumah. Kesimpulan dari program pengabdian masyarakat adalah pengabdian dapat terlaksana dengan baik melalui pemanfaatan teknologi PLTS dan masyarakat dapat masyarakat dapat melakukan rekonstruksi sendiri.
PEMBERDAYAAN PAGUYUBAN MINA BAHARI 45 DEPOK MELALUI PEMASARAN PUPUK ORGANIK SECARA ONLINE
Susanawati Susanawati;
Diah Rina Kamardiani
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (780.37 KB)
Pantai Depok merupakan salah satu pantai yang terkenal di Kabupaten Bantul dan banyak terdapat warung kuliner yang tergabung dalam Paguyuban Mina Bahari 45. Banyaknya pengunjung di warung tersebut menyebabkan banyak limbah sisa makanan dan tulang ikan yang membuat pencemaran lingkungan berupa bau dan kotor. Oleh karena itu limbah tersebut diolah oleh paguyuban tersebut menjadi pupuk organik yang diberi nama MB-45 Depok. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra atau paguyuban Mina Bahari 45 adalah pemasaran pupuk organik yang masih dilakukan secara offline. Alternatif solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan dan FGD teknik pemasaran secara online dan demonstrasi tentang pengambilan foto produk dan pembuatan konten pemasaran pupuk organik MB-45 secara online di Instagram dan Facebook. Mitra sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan FGD terkait teknik pemasaran produk secara online karena sebelumnya belum ada kegiatan serupa. Selain itu mitra juga sangat antusias dan senang mengikuti praktek pengambilan foto produk menggunakan handphone nya sendiri. Akun di Instagram diberi nama pupuk organik bantul.
APLIKASI PUPUK ORGANIK OLAHAN KULINER HASIL LAUT (MB-45 DEPOK) PADA TANAMAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN KRETEK BANTUL
Susanawati Susanawati;
Mulyono Mulyono;
Zuhud Rozaki
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1205.721 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.45.667
Bawang merah merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Kecamatan Kretek Bantul. Salah satunya adalah petani bawang merah yang tergabung dalam Asosiasi KWT Multisarikismo sebagai mitra dalam kegiatan ini. Permasalahan yang dihadapi KWT tersebut adalah terbatasnya pengetahuan mitra tentang efek penggunaan pestisida dan pupuk kimia dibandingkan pupuk organik. Selain itu pandemi Covid-19 membuat distribusi pupuk sampai ke petani terganggu. Alternatif solusinya adalah penyuluhan dan FGD tentang efek penggunaan pupuk dan pestisida kimia dibandingkan pupuk organik, serta sosialisasi pupuk organik MB-45 Depok. Solusi lainnya demonstrasi aplikasi pupuk organik MB-45 Depok melalui demplot. Metode pelaksanaan kegiatan adalah (1) penyuluhan dan FGD; (2) demonstrasi aplikasi pupuk organik MB-45 Depok melalui demplot pada lahan 200 m2 dengan perlakuan pupuk organik padat dan cair merek MB-45 Depok sertas kontrol; dan (3) monitoring dan evaluasi. Mitra sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan FGD dan demplot aplikasi pupuk organik MB-45 Depok pada tanaman bawang merah. Hasil demplot menunjukkan demplot dengan perlakuan pupuk organik MB-45 Depok bentuk padat menghasilkan rendemen lebih tinggi daripada pupuk organik cair. Perlakuan dengan pupuk organik padat menghasilkan rendemen 84 persen, sedangkan perlakuan pupuk organik cair 76 persen. Adapun kontrolnya menghasilkan rendemen 64%. Mitra sangat bangga dengan hasil tersebut.