Articles
1,338 Documents
PENANAMAN POLA HIDUP SEHAT DAN BERSIH DI PANTI ASUHAN YATIM PUTRI AISYIYAH YOGYAKARTA
Nur Rahmawati;
Heri Ahmadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (561.728 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.617
Panti asuhan yatim putri aisyiyah Serangan Yogyakarta merupakan salah satu amal usaha Aisyiyah yang sudah berusia 1 abad, Permasalahan yang dihadapi adalah pada masa pandemi Covid 19 ini masih banyak anak anak panti yang belum memahami tentang pencegahan dan penyebaran covid 19, anak anak panti merasakan kejenuhan dalam proses pembelajaran daring dan masih terbatasnya fasilitas Kesehatan bagi anak panti. Tujuan dari kegiatan ini adalah upaya meningkatkan pemahaman tentang pola hidup sehat dan bersih dimasa pandemi COVID19, upaya yang dilakukan untuk mengurangi kejenuhan belajar daring dan menambah fasilitas Kesehatan untuk anak panti asuhan yatim. Metode yang dilakukan adalah Penyuluhan tentang penanaman pola hidup bersih dan sehat, pelatihan membuat dessert box dan memberian fasilitas peralatan kebersihan bagi anak panti. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta penyuluhan sebanyak 55 anak panti, kehadiran dan semangat anak anak panti dalam mengikuti kegiatan ini sangat diapresiasi oleh ibu-ibu pengurus panti. Demikian pula kegiatan pelatian pembuatan dessert box yang diikuti oleh anak panti setingkat SMA juga diikuti dengan semangat. Pelatihan dessert box ini bisa meningkatkan ketrampilan sebesar 70%. Semua kegiatan bisa berjalan lancar, diakhir kegiatan diberikan souvenir fasilitas alat kebersihan seperti handuk, masker dan hand sanitaizer. Harapan dari pengurus panti semoga kegiatan ini bisa mengurangi kejenuhan anak anak panti selama masa pandemic COVID 19.
SIDEMEN : PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU LANSIA DALAM PENCEGAHAN DEMENSIA
Nurul Hidayah;
Almira Rahmatika
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.458 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.618
Latar belakang : Jumlah Orang Dengan Demensia (ODD) semakin meningkat setiap tahunnya, WHO menyatakan pada tahun 2017 setiap tiga detik ada satu orang yang mengalami demensia di seluruh dunia. Peningkatan jumlah ODD perlu dicegah dan diantisipasi. Sayangnya peningkatan jumlah ODD tidak diiringi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait demensia. Edukasi kepada kader lansia tentang pencegahan demensia dapat menjadi langkah yang tepat dalam mengenali dan mencegah demensia di masyarakat Tujuan : Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu lansia dalam pencegahan demensia melalui kelas edukasi yang dilakukan secara daring. Metode : Pelaksanaan edukasi dilakukan secara daring melalui metode ceramah dan tanya jawab, media yang digunakan adalah YouTube dan Grup WhatsApp. Peserta diminta mengisi pre test dan post test yang diambil dari kuisioner ADKS (Alzheimer Dementia Knowledge Scale) Hasil : Peserta yang tergabung dalam grup whattsap sebanyak 130 orang, 90 peserta mengisi pre test dan hanya 58 peserta yang mengisi post test. Terdapat peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah program edukasi. Implikasi : Skor pengetahuan tentang demensia dapat dikategorikan cukup rendah, yaitu dengan nilai rata-rata skor 23,17 dari nilai maksimal 50. Simpulan : Program edukasi kader melalui media Youtube dan grup whattsap cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang demensia.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAMPAK PENYAKIT AKIBAT KERJA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA
Ika Setyawati;
Sherly Usman
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.273 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.43.619
Penurunan produktivitas kerja dapat disebabkan oleh penyakit akibat kerja/keluhan sakit yang muncul selama bekerja, kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) dan tidak menjalankan posisi ergonomis yang baik saat bekerja. Kegiatan ni bertujuan untuk diseminasi informasi dan peningkatan pengetahuan perajin emping melinjo terkait penyakit akibat kerja dan pencegahannya serta posisi ergonomis saat bekerja. Kegiatan Pendidikan kesehatan dilaksanakan secara tatap muka dengan dimulai pretes kemudian sesi pemaparan materi dan diakhiri sesi postes untuk mengukur keberhasilan kegiatan dan tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan sesi pemeriksaan kesehatan fisik secara umum meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, pemeriksaan struktur anatomis tulang belakang. Kegiatan ini diikuti oleh 7 peserta secara penuh dari awal, pretes sampai dengan selesai termasuk postes. Terdapat peningkatan nilai postes dibandingkan nilai pretes. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang penyakit akibat kerja pada perajin emping Kepuh Nutrindo.
PENGETAHUAN LANSIA TERHADAP FAKTOR RISIKO KOMORBID SEBAGAI USAHA MEMUTUS RANTAI PENULARAN COVID-19
Ika Setyawati;
Sri Nabawiyati Nurul Makiyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/ppm.43.620
Lansia merupakan mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Lansia yang paling rentan atau rapuh adalah lansia tua di atas 80 tahun, diikuti lansia sedang usia 70-80 tahun, dan terakhir lansia muda usia 60-70 tahun. Lansia dengan penyakit komorbid akan semakin rentan terinfeksi COVID-19. Lansia dapat terjadi penurunan keamampuan dalam mengakses informasi kesehatan akibat keterbatasan dari segi fisik ataupun aspek lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia terkait faktor risiko komorbid sebagai upaya untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19. Kegiatan peningkatan pengetahuan lansia dilakukan dengan cara memberikan survey tingkat pengetahuan kemudian dilanjutkan dengan edukasi baik secara lisan maupun dengan pembagian leaflet. Hasil kegiatan didapatkan sebanyak 20 lansia yang mendapatkan edukasi kesehatan. Pengetahuan lansia meningkat setelah diberikan pemaparan informasi terkait faktor komorbid COVID-19. Kesimpulan kegiatan ini dalah terdapat peningkatan pengetahuan lansia terkait faktor risko komorbid COVID-19.
PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI MASA PANDEMI COVID 19
Ratna Sari;
M Nurul Ikhsan Saleh
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.488 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.621
Gelombang pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak awal tahun 2020 berdampak cukup besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk kalangan remaja. Para remaja merasakan dampak bukan hanya pada sistem pendidikan yang diikuti menjadi menjenuhkan tapi juga pada lingkungan pergaulannya yang dibatasi. Keadaan ini kemudian melahirkan rasa frustasi dan stress pada banyak kalangan remaja. Dari sinilah butuh jalan keluar mengatasi permasalahan tersebut. Program pengabdian ini secara spesifik hadir dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan mental remaja dengan menggunakan metode Psikoedukasi Kesehatan Mental. Kesehatan mental remaja dalam metode tersebut diukur menggunakan Mental Health Inventory (MHI). Pengukuran dengan MHI dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan program. MHI berbentuk skala dengan 18 item pernyataan. Adapun pemahaman remaja mengenai kesehatan mental diukur dengan menggunakan pretest dan posttest. Hasil dari program psikoedukasi ini adalah tingkat pemahaman dan kesehatan mental remaja meningkat setelah dilakukannya program psikoedukasi. Dengan pelaksanaan program psikoedukasi ini, remaja semakin paham akan pentingnya menjaga kesehatan mental seperti halnya menjaga kesehatan fisik. Melalui program ini, remaja juga menjadi paham mengenai cara-cara untuk menjaga diri agar mentalnya tetap sehat.
PENYULUHAN TEKNOLOGI FARMASI UNTUK SISWA JURUSAN FARMASI SMK MUHAMMADIYAH MINGGIR
Rinasa Agistya Anugrah;
Aji Winanta
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (762.525 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.622
SMK Muhammadiyah Minggir memiliki jurusan farmasi. Siswa-siswa jurusan farmasi membutuhkan pengetahuan yang lebih tentang teknologi farmasi. Teknologi farmasi meliputi industri farmasi, parameter obat berkualitas, CPOB, dan macam bentuk sediaan farmasi serta teknologi produksinya. Teknologi farmasi merupakan hal yang awam di kalangan mereka karena dalam kurikulum jurusan farmasi di SMK lebih banyak dan difokuskan pada farmasi pelayanan. Namun, di era pesatnya perkembangan teknologi saat ini lulusan SMK jurusan farmasi dituntut mampu memiliki setidaknya pengetahuan dasar tentang teknologi farmasi agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Melalui penyuluhan teknologi farmasi yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, selain terjalin hubungan yang baik sesama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), perguruan tinggi dapat memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan dari hasil risetnya kepada sekolah menengah dalam hal ini SMK sebagai bentuk pemenuhan kewajiban tri dharma. Sasaran penyuluhan teknologi farmasi dalam pengabdian ini adalah siswa-siswa kelas XII (12), karena mereka telah cukup memiliki pengetahuan dasar kefarmasian yang telah diperolehnya saat kelas X dan XI. Selain itu untuk mempersiapkan mereka agar lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja saat mereka lulus. Hasil dari penyuluhan teknologi farmasi, para siswa mengalami peningkatan pengetahuan terbukti dari hasil nilai post-test para peserta mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan nilai pre-testnya yaitu sebesar 0,63%.
PELATIHAN BAHASA INGGRIS DAN PENGENALAN DASAR-DASAR KOMPUTER BAGI MASYARAKAT
Yordan Gunawan;
Andi Agus Salim
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.446 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.623
Pendidikan bagi anak-anak, pemuda, dan masyarakat di sebagian daerah merupakan hal yang kerap kali luput dari perhatian pemerintah. Dengan kesadaran yang penuh, tim pengabdian serta kepedulian dari pemuda dan masyarakat Indragiri Hilir, provinsi Riau, maka tim pengabdian dan Indragiri Hilir Connect (Inhil-Connect) berusaha menyediakan akses pendidikan kepada masyarakat yang tidak mampu dengan cara memberikan pembelajaran dan pelatihan-pelatihan kepada seluruh anak-anak, remaja, serta para pemuda dan masyarakat Indragiri Hilir. Hal tersebut dilakukan tentunya dalam rangka untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan pengetahuan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat Indragiri Hilir kedepannya. Bentuk pelatihan dan pembelajaran yang dilakukan adalah sistem belajar, baik secara online maupun offline mengenai materi-materi yang telah disusun oleh tim pengabdian dan Inhil Connect di Rumah Belajar Bersama (RBB). Tenaga pengajar dalam program ini terdiri dari tim pengabdi, para pemuda dan para mahasiswa serta alumni perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang berasal dari kabupaten Indragiri Hilir. Pendekatan yang digunakan adalah berbasis partisipasi aktif dan interaktif menggunakan model participatory learning atau role play yang memudahkan seluruh peserta untuk memahami dan menyenangi pembelajaran bersama ini. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah para peserta mampu mengoperasikan komputer dan alat teknologi yang berkaitan dengan aktifitas belajar mengajar, yaitu Microsoft Office, utamanya PowerPoint, serta memiliki rasa percaya diri mempraktikkan public speaking dengan menggunakan bahasa Inggris.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SUMBER DAYA MANUSIA KELOMPOK BERMAIN DAN TAMAN KANAK-KANAK
Muhammad Fadlan;
Hadriansa Hadriansa;
Mussalimah Mussalimah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (478.68 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.624
Memasuki era Society 5.0 yang ditandai dengan semakin berkembangnya teknologi informasi telah berdampak pada pola kerja di berbagai institusi, tidak terkecuali institusi pendidikan. Terlebih lagi kemunculan era ini bertepatan pula dengan pandemi Covid-19 dan di tengah Revolusi Industri 4.0. Salah satu institusi pendidikan yang ikut merasakan dampaknya adalah KB-TK Si Jempol Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Permasalahan mendasar yang dihadapi adalah pemahaman Sumber Daya Manusia (SDM) KB-TK Si Jempol terkait pemanfaatan teknologi digital masih belum maksimal dalam menunjang pembelajaran dan tugas administrasi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini menawarkan solusi berupa peningkatan literasi digital secara synchronous kepada SDM mitra melalui pelatihan penggunaan aplikasi pengolah kata dan angka mulai dari tingkat dasar hingga lanjut. Pelatihan dilaksanakan melalui metode presentasi, diskusi, dan studi kasus. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa materi pelatihan yang diberikan sangat berkualitas, sesuai harapan peserta juga memiliki relevansi terhadap pekerjaan peserta.
PENGENALAN LATIHAN KETERAMPILAN SOSIO-SEKSUAL BAGI ORANGTUA DAN PENDIDIK REMAJA BERKEBUTUHAN KHUSUS
Markus Nanang Irawan Budi Susilo;
Sri Widyawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.44 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.625
Tumbuh menjadi remaja adalah tahapan yang juga dilalui individu berkebutuhan khusus. Selain perubahan fisik, remaja juga mengalami perkembangan psikologis terutama dalam segi sosio-seksual yang ditandai ketertarikan pada lawan jenis. Terkait dengan situasi sosio-seksual, permasalahan yang sering muncul pada remaja berkebutuhan khusus adalah mengenai keterampilan sosio-seksual, yaitu kondisi pemahaman di mana seseorang tahu bagaimana berperilaku sosio-seksual secara tepat dan bisa diterima khayalak umum. Misalnya, jika senang dengan seseorang, seharusnya tidak serta merta lalu memegang sembarangan, atau bisa menjaga diri dari perilaku orang lain yang mengarah pada sisi seksualitas. Hambatan dan ketidakpahaman remaja berkebutuhan khusus akan keterampulan sosio-seksual inilah yang pantas diwaspadai oleh pendidik dan orangtua remaja berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, menanggapi isu keterampilan sosio-seksual pada remaja berkebutuhan khusus, tim PKM Fakultas Psikologi Universitas Semarang berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa pengenalan mengenai latihan keterampilan sosio-seksual yang harapannya dapat diterapkan oleh pendidik dan orangtua pada siswa di sekolah atau anak di rumah. Metode pelaksanaan program adalah berupa ceramah dan simulasi. Hasil dari pelatihan ini, berdasar dari observasi selama kegiatan program adalah adanya antusias peserta yang didapat dari diskusi. Kelemahan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah belum ada hasil pengukuran mengenai perbedaan tingkat pemahaman dari orangtua sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan.
PENINGKATAN KAPASITAS GURU MENJALANKAN PEMBELAJARAN MASA PANDEMI DI TAMAN KANAK-KANAK DAERAH TLOGOLELO, KUKAP, KULONPROGO
Cahyo Setiadi Ramadhan;
Siti Bahiroh
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.211 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.42.626
Pembatasan kegiatan sosial, termasuk dalam bidang pendidikan, dilakukan untuk mencegah penyebaran virus penyebab Covid-19. Pembatasan tatap muka di bidang pendidikan tersebut memunculkan berbagai tantangan. Di Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustnanul Atfal (ABA) Tlogolelo, kesulitan dialami oleh orang tua dan guru. Orang tua sering mengeluh dalam menjalankan sistem penugasan yang dibuat oleh sekolah. Guru-guru juga merasakan beban kerja tambah karena harus mengoreksi hasil penugasan. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, dilakukan dua kegiatan yaitu peningkatan kemampuan guru dalam memproduksi konten pendukung pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Kegiatan kedua yaitu peningkatan kemampuan guru untuk menghadapi tantangan lingkungan dengan tenang sehingga rasa tertekan dapat berkurang. Selain itu, dilakukan juga peningkatan kapasitas orang tua untuk mendampingi pembelajaran anak dengan tenang di masa pandemi. Hal ini dikarenakan waktu anak selama pembatasan tatap muka di sekolah lebih banyak dihabiskan di rumah bersama orang tua. Orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Setelah pelatihan, guru dapat mempraktekkan materi yang telah dipelajari dalam menjaga ketenangan diri dan produksi media pembelajaran. Orang tua yang telah mengikuti kegiatan juga dapat mendampingi anak dengan lebih tenang