cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
EDUKASI PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH TENTANG INSTALASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK PENERANGAN MASJID Rinasa Agistya Anugrah; Nur Hudha Wijaya; Fahmi Irfanudin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.251 KB) | DOI: 10.18196/ppm.46.833

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat diaplikasikan sebagai sumber energi listrik terbarukan berskala kecil, misalnya untuk penerangan rumah, jalan, dan tempat ibadah. Masjid istiqomah merupakan tempat ibadah di Persyarikatan Muhammadiyah pada tingkat ranting yang memiliki potensi untuk pengembangan sumber daya manusia dan pemanfaatan cahaya matahari sebagai pembangkit listrik. Di masjid tersebut sering terjadi mati listrik di waktu malam terlebih saat salat jamaah berlangsung. Ketakmiran masjid telah mengupayakan pengadaan genset, namun hal ini tidak ramah lingkungan dan tidak efektif. Pola perilaku seperti ini perlu diubah agar pengelola masjid bisa memilih peranti yang lebih efektif dengan memanfaatkan energi terbarukan melihat potensi cahaya matahari yang ada di negeri ini sangat bagus. Tidak hanya bagi para pengelola masjid, tetapi guru-guru TK Aba Kepuh Wetan yang berdampingan dengan Masjid Istiqomah diberikan juga pemahaman dan pengetahuan melalui sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya hemat energi dan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan bagi kelangsungan hidup manusia. Guru TK yang lebih paham tentang pentingnya hemat energi dan pemanfaatan energi terbarukan dapat memberikan pendidikan tentang pentingnya hemat energi kepada anak didiknya. Bagi pengelola masjid diberikan pengetahuan tentang cara instalasi PLTS sebagai langkah awal menuju kemandirian energi di persyarikatan Muhammadiyah melalui peningkatan pengetahuan salah satu pemanfaatan energi terbarukan yaitu PLTS untuk Masjid.
IMPLEMENTASI CONTACTLESS THERMOMETER PADA TIGA MASJID DI WILAYAH KERJA RANTING MUHAMMADIYAH SIDOREJO SEBAGAI UPAYA PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Rama Okta Wiyagi; Muhammad Yusvin Mustar; Yudhi Ardiyanto; Kunnu Purwanto; Rahmat Adiprasetya Al Hasibi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.289 KB) | DOI: 10.18196/ppm.46.834

Abstract

Masjid sebagai tempat ibadah umat Islam memiliki peran dan fungsi lain seperti pusat dakwah serta pusat kaderisasi umat. Dikarenakan sifat penularan COVID-19 agresif, maka selama pandemi penggunaan masjid dibatasi dengan tujuan mengurangi resiko terkena wabah terutama pada jamaah yang menggunakan masjid. Muhammadiyah mengeluarkan panduan Peribadatan Jamaah Dalam Masa Pandemi COVID-19, yang didalamnya juga menyarankan screening pada jamaah masjid. Sebagai salah satu upaya menekan penyebaran virus COVID-19 maka fokus program pengabdian masyarakat ini adalah implementasi Contactless Thermometer pada tiga masjid di wilayah kerja ranting Muhammadiyah Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Metode yang diterapkan pada program pengabdian masyarakat ini meliputi pengadaan termometer non-kontak, pembuatan panduan penggunaan alat dan demonstrasi alat pada lokasi sasaran pengabdian masyarakat. Metode evaluasi atau pengukuran ketercapaian dilakukan dengan umpan balik langsung dari sasaran pengabdian masyarakat terhadap mengenai tanggapan terhadap pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang telah dilakukan. Hasil yang dicapai adalah implementasi termometer non-kontak telah berhasil diaplikasikan pada tiga masjid. Implementasi termometer non-kontak pada masjid adalah salah satu upaya penerapan protokol kesehatan di masa pandemi dan diharapkan dapat menekan penyebaran penyakit COVID-19.
SOSIALISASI PENGELOLAAN ARISAN SESUAI SYARI’AH Wihandaru Sotya Pamungkas; Edi Supriyono
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.136 KB) | DOI: 10.18196/ppm.46.835

Abstract

Warga di sekitar Masjid Baitul Jannah masih ada yang menjual arisan dibawah harga, hal ini tidak sesuai dengan tuntunan syari’ah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberi pemahaman tentang arisan yang sesuai dengan syari’ah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan selanjutnya dilakukan monitoring agar praktek jual beli arisan dibawah harga tidak dilakukan lagi oleh warga karena tidak sesuai dengan syari’ah serta menghindari terjadinya riba.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA DAKWAH ALTERNATIF DI MASA PANDEMI COVID-19 Haryadi Arief Nuur Rasyid; Dian Eka Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.832 KB) | DOI: 10.18196/ppm.46.836

Abstract

Kemakmuran masjid bisa dilihat dari berbagai kegiatan dan partisipasi aktif jamaah dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh masjid. Sebelum pandemi covid-19, berbagai kegiatan masjid, khususnya yang bersifat syiar dan dakwah bisa dilakukan sepenuhnya dengan metode tatap muka. Namun, dengan kondisi saat ini, aktivitas keagamaan di masjid dilakukan secara terbatas. Hal ini tentu berdampak pada suasana kemakmuran masjid dan menjadi tantangan bagi takmir masjid. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdi dan mitra mengadakan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk mentransformasikan sebagain kegiatan dakwah di masjid melalui platform media sosial, yaitu Instagram. Mitra kegiatan ini adalah Takmir Masjid Al Ihsan Trini, dengan sasaran 5 orang anggota takmir bidang dokumentasi, publikasi, dan dakwah. Metode yang dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan pembuatan konten dakwah dalam bentuk foto/gambar/poster yang menarik dan video singkat untuk diupload di media sosial Instagram. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya akun Instagram resmi yang dikelola oleh takmir masjid dan konten-konten yang diupload dalam akun Instagram tersebut. Implikasi yang dirasakan adalah jamaah masjid bisa mengakses berbagai informasi kegiatan dan syiar dakwah alternatif karena keterbatasan kegiatan masjid secara offline. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan akun dan konten dakwah dengan menggunakan platform Instagram sesuai dengan target dan bermanfaat bagi mitra dalam menyampaikan berbagai informasi dan kegiatan dakwah kepada jamaah, sebagai media alternatif di masa pandemi covid-19.
PENINGKATAN FASILITAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SANTRI TPA Kunnu Purwanto; Slamet Suripto; Rahmat Adiprasetya Al Hasibi; Rama Okta Wiyagi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.031 KB) | DOI: 10.18196/ppm.46.837

Abstract

Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam luar sekolah atau dapat disebut juga sebagai pendidikan non formal untuk anak-anak usia SD (usia 7-12 tahun), yang mendidik santri agar mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid sebagai target pokoknya. TPA masjid Al Irsyad Sodanten, Ambarketawang, Gamping merupakan salah satu lembaga TPA yang sudah dimulai sejak tahun 2017. Dengan dukungan dari takmir masjid dan masyarakat sekitar TPA masjid Al Irsyad berkembang dengan sangat baik. Selain pengajaran Al Qur’an sebagai fokus utamanya, TPA masjid Al Irsyad juga memiliki beberapa program lainnya yaitu olah raga, kegiatan memanah, taman bermain tradisional dan outbond. Dengan semakin banyaknya santri yang ikut mengaji serta banyaknya kegiatan, TPA memerlukan tambahan fasilitas belajar untuk mendukung minat belajar para santri dan mendukung kegiatan-kegiatan TPA lainnya. Oleh karena itu berdasarkan permasalahan diatas maka disini kami dari tim pengabdian kepada masyarakat Teknik Elektro UMY mencoba memberikan solusi dengan membantu memberikan tambahan fasilitas belajar kepada TPA masjid Al Irsyad Sodanten dengan tujuan membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan minat belajar para santri TPA. Fasilitas belajar yang tim pengabdian adakan yaitu LCD proyektor, sound sistem portabel dan buku-buku agama. Tim juga memberikan kursus cara penggunaan dan perawatan peralatan. Pelaksanaan Program Pengabdian kepada masyarakat di TPA Al Irsyad Sodanten telah terlaksana dengan baik, dengan harapan tambahan fasilitas yang ada dapat memberikan manfaat baik bagi para guru TPA maupun para santri.
Membangun Smart Neighborhood Melalui Pengembangan Wonderhome Library di Masa Pandemi Covid-19 Mohammad Syifa Amin Widigdo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1885.209 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.838

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dampak Pandemi Covid-19 di bidang pendidikan dapat diminimalisir melalui pembangunan dan penggalakan budaya literasi di tingkat lokal masyarakat. Dengan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, penulis bermitra dengan perpustakaan komunitas Wonderhome Library di Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, berupaya memecahkan masalah literasi di tingkat lokal Mejing Wetan dengan menguatkan kapasitas dan peran Wonderhome Library untuk mewujudkan Smart Neighborhood (lingkungan yang cerdas). Program utamanya adalah pengenalan Wonderhome Library kepada masyarakat lokal, penambahan koleksi buku, pengadaan ruang baca, perekrutan dan pemberdayaan volunteer, dan optimalisasi peran Wonderhome Library dengan aktivitas-aktivitas literasi yang meliputi: pendampingan belajar dan kreasi anak, podcast literasi, serta literasi digital. Program dan kegiatan inilah yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan literasi masyarakat dan sekaligus membangun lingkungan yang cerdas (smart neighborhood). Hasilnya, semua kegiatan berlangsung dengan baik dan Wonderhome Library terus melanjutkan dan mengembangkan program-program tersebut.
PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA DIFABEL MELALUI BUDIDAYA TANAMAN HERBAL SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN ‘WEDANG UWUH’ Imamudin Yuliadi; Ahmad Maruf
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.626 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.839

Abstract

Pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan bagian dari memperkuat peran ekonomi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Kaum difabel merupakan bagian dari anggota masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi melalui kegiatan produktif yang bisa dikerjakan di rumah. Tanaman herbal merupakan tanaman yang banyak tumbuh di lingkungan masyarakat dan relative mudah dalam penanaman dan pemeliharaannya sehingga potensial untuk dikembangkan oleh keluarga difabel. Tanaman herbal seperti kencur, jahe, temulawak, kunir, laos, dll merupakan tanaman yang populer ditanam di lingkungan halaman rumah sebagai tanaman obat dan bumbu masakan. Hasil tanaman herbal digunakan untuk obat dan bumbu disamping untuk ramuan minuman ‘WEDANG UWUH’ yang popular di masyarakat di tengah kondisi pandemic Covid 19 sekarang ini. WEDANG UWUH merupakan mimunam khas masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang terbuat dari ramuan rempah-rempah sebagai minuman kesehatan yang menghangatkan badan serta dapat menghilangkan gejala sakit flu, batuk, pilek dan badan mriang. Obyek kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh anggota difabel Gabungan Difabel Gamping (GADING) yang merupakan komunitas binaan dari prodi ekonomi FEB UMY dan juga kerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhamamdiyah. Permasalahan yang dihadapi pada keluarga difabel GADING adalah tidak adanya arahan dan pendampingan untuk bagaimana memanfaatkan lingkungan rumah untuk tanaman herbal sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Solusi dari permasalahan ini yaitu perlu adanya kegiatan riil untuk memberikan pendampingan dan bantuan teknis bagaimana memanfaatkan lingkungan halaman rumah untuk budidaya tanaman herbal. Hasil dari budidaya tanaman herbal untuk produksi ‘WEDANG UWUH’ dan dijual di pasar melalui media sosial atau jaringan komunitas di masyarakat. Target luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat pemberdayaan keluarga difabelGading untuk budidaya tanaman herbal adalah anggota difabel Gading mampu menghasilkan tanaman herbal sebagai bahan baku produksi ‘WEDANG UWUH’ untuk dipasarkan sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
PELATIHAN LEGAL DRAFTING PERDES DIFABEL King Faisal Sulaiman; Nasrullah Nasrullah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.613 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.840

Abstract

Desa Panggungharjo selama ini belum memiliki Perdes Difabel. Padahal sebagian warganya penyandang difabel terbesar di kecamatan Sewon-Bantul DIY. Minimnya pengetahuan, sumber daya aparatur desa dan warga menjadi penyebab utama. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan legal drafting, agar aparatur Desa dan warga memiliki kapasitas dan skill yang baik sehingga dapat menyusun Perdes Difabel yang berkualitas. Metode pelaksanaan mencakup: tahap persiapan awal dan identifikasi masalah; identifikasi partsipan dan studi dokumen hukum; pembekalan materi legal drafting Perdes Difabel; dan teknis penyusunan legal drafting Perdes Difabel. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran hkuum, kapasitas diri, dan skill legal drafting bagi aparatur Desa dan warga difabel selaku penerima manfaat. Sehingga memberikan optimisme bagi pemerintah Desa untuk membentuk Perdes terkait pemenuhan hak-hak warga Difabel di Desa Panggungharjo Sewon Bantul.
PENINGKATAN PRODUKSI MEDIA TANAM DAN BAURAN PEMASARAN DALAM MENDUKUNG PEMANFAATAN POTENSI LOKAL Berli Paripurna Kamiel; Endah Saptutyningsih
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.263 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.841

Abstract

Kampung Toga Padukuhan Perengdawe, Gamping Sleman menghadapi permasalahan dimana belum dimanfaatkannya potensi limbah ternak oleh sebagian besar warga masyarakatnya. Potensi limbah ternak tersebut sebenarnya dapat digunakan sebagai campuran media tanam dalam rangka mengembangkan tanaman obat (TOGA) sebagai salah satu produk unggulan masyarakat. Pembuatan media tanam sudah dirintis Kampung Toga sampai saat ini untuk penanaman tanaman obat serta akan dijual ke masyarakat luas. Oleh karena itu, perlu pengolahan pupuk kandang sebagai campuran media tanam agar terjadi peningkatan produksi media tanam dan kualitasnya lebih baik. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi mitra yaitu kelompok masyarakat Kampung Toga (MK_Smart) dalam memanfaatkan limbah ternak yang merupakan potensi lokal Padukuhan Perengdawe untuk dijadikan pupuk kandang sebagai campuran media tanam. Program PKM ini terdiri dari pelatihan pembuatan pupuk kandang serta bauran pemasaran media tanam agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di serta memperbaiki kualitas sumberdaya melalui pemberdayaan kelompok masyarakat Kampung Toga di Padukuhan Perengdawe, Gamping, Sleman. Kegiatan program PKM ini meliputi: 1) Sosialisasi kegiatan PKM dan rapat koordinasi dengan anggota kelompok Kampung Toga; 2) Pembelian mesin penggiling kotoran ternak dan serah terima barang kepada Bapak Edy Santoso, selaku ketua kelompok masyarakat Kampung Toga. Mesin penggiling kotoran ternak ini akan digunakan oleh kelompok masyarakat Kampung Toga untuk meningkatkan produksi media tanam yang nantinya dijual untuk meningkatkan perekonomian masyarakat; 3) Anggota kelompok Kampung Toga mengakses youtube tentang pembuatan kompos dan bauran pemasaran secara online; 4) kuesioner disebarkan ke anggota kelompok masyarakat Kampung Toga untuk mengetahui perbedaan kapasitas dan pengetahuan Kampung Toga sebagai mitra PKM sebelum dan sesudah ada program PKM ini; Hasil kuesioner menunjukkan adanya peningkatan kapasitas dan pemahaman terkait dengan pembuatan kompos dan bauran pemasaran. Hal ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan potensi lokal berupa limbah ternak dan peningkatan perekonomian masyarakat Padukuhan Perengdawe.
SEKOLAH DEMOKRASI UNTUK MEMPERKUAT FONDASI DEMOKRASI INDONESIA BERSAMA KOMUNITAS BELAJAR MENULIS (KBM) YOGYAKARTA Ahmad Sahide; Ahdiana Yuni Lestari; Rezki Satris
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.617 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.842

Abstract

Indonesia sudah menerapkan sistem demokrasi selama kurang lebih dua dekade lamanya, sejak berakhirnya rezim Orde Baru Soeharto pada 1998. Sejak saat itu, pemilihan umum (pemilu) telah menjadi satu-satunya cara dalam proses pergantian kepemimpinan nasional dan juga lokal di Indonesia. Indonesia pun sudah sukses menyelenggarakan pemilihan umum selama lima kali, yaitu pada 1999, 2004, 2019, 2014, dan 2019. Inilah bukti keberhasilan Indonesia dalam mengonsolidasikan demokrasinya. Namun demikian, yang menjadi sorotan dari proses berdemokrasi di Indonesia adalah rendahnya kualitas demokrasi kita. Hal ini terlihat dari banyaknya pemimpin yang terpilih secara demokratis, kepala daerah terutama, yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus penyalahgunaan wewenang. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk terus memperkuat iklim berdemokrasi Indonesia dan salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menyelenggarakan Sekolah Demokrasi. Pengabdian ini, dengan mengambil mitra Komunitas Belajar Menulis (KBM) Yogyakarta dilakukan untuk membangun hal tersebut. Metode yang kami lakukan adalah FGD, ceramah dan kemudian menyebarkan kuesioner kepada peserta untuk melacak pemahaman peserta terkait dengan demokrasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya kemajuan pemahaman peserta terkait dengan demokrasi.

Page 82 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue