cover
Contact Name
Wahyudi Arimbawa
Contact Email
wahyudiarimbawa@unhi.ac.id
Phone
+6281238006949
Journal Mail Official
pranatacarabhumandala@unhi.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia Jl. Sangalangit, Tembau, Penatih, Denpasar - Bali pranatacarabhumandala@unhi.ac.id
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Pranatacara Bhumandala merupakan jurnal ilmiah, ruang diskusi akademik-teoritik yang dijadikan sebagai referensi serta rujukan ilmiah bagi para mahasiswa, dosen maupun akademisi dalam memperkaya khazanah keilmuan di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan ruang dalam menuangkan ide, gagasan, hasil penelitian, sekaligus pengembangan wawasan keilmuan khususnya di bidang perencanaan wilayah dan kota. Fokus dan ruang lingkup jurnal ini meliputi bidang studi perkotaan (urban studies), pengembangan wilayah, infrastruktur, ruang dan budaya, permukiman, pariwisata dan perancangan kota. Setiap naskah yang diajukan akan melalui proses review oleh dua orang reviewer. Jurnal Pranatacara Bhumandala dipublikasi dua kali dalam setahun, setiap bulan Juni dan Desember, oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hindu Indonesia.
Articles 48 Documents
KAJIAN KETAHANAN AIR WS CITARUM UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA BARAT aditia nata; Dayu Ariesta Kirana Sari; Taufiqur Rachman
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol 4 No 1 (2023): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/pranatacara_bhumandala.v4i1.4175

Abstract

Water security is a very important aspect in the development of a region, because water is a primary need for humans. The aspect of water security is an important prerequisite in regional development. West Java Province as a national food barn has experienced quite rapid regional development. Concept to make a good water security is needed for the province. This study aims to identify existing water resource infrastructure in West Java province which is then linked to water security in West Java province. The results of this study identified that currently the condition of water resistance in West Java Province is in an unfavorable condition, especially at certain times. Based on the results of the GAP analysis, it shows that West Java Province is experiencing a water shortage, while the current infrastructure has not been able to function optimally to accommodate water. Even though the potential for river areas in West Java province is very abundant. In terms of quantity, water resistance in West Java province is actually quite good, but in some parts of the watersheds in West Java province there are some waters that are of poor quality, thereby reducing the availability of clean water for West Java province. The suggestions that can be made based on this research are adding water reservoirs and then maximizing the potential of the existing reservoirs, then ensuring the flow of water that is accommodated reaches residential areas with good quality.
MENGURAI KONSEP TATA RUANG ARSITEKTUR PURA DI WILAYAH NUSA PENIDA, KLUNGKUNG I Putu Gede Suyoga
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol 4 No 1 (2023): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/pranatacara_bhumandala.v4i1.4176

Abstract

The Nusa Penida area has a temple architectural spatial concept that is different from the temple architectural spatial concept that is developing on the mainland island of Bali. Historical aspects and the role of local elites in terms of ownership, placement and conversion of cultural, social, symbolic, and economic capital strongly underlie the different of development. A qualitative study with a focus on exploring architectural spatial concepts on the territorial boundaries of Nusa Penida is the focus of this study. Bourdieu’s generative structuralism theory, underlies data analysis with an interpretative descriptive approach. The results of the study show that there are seven spatial planning concepts of temple architecture that are developing, namely: the concept of Pemuteran Mandara Giri, Manusa Pandita, Asta Gangga, Dalem Nusa, Territorial, Swagina, and Kawitan. This conception has underpinned the construction of thousands of temple architectures spread across the Nusa Penida area.
KAJIAN KARAKTERISTIK BANJIR DAN PENANGANANNYA DI KOTA SUNGAI PENUH Nadira, Ayu; Nur, Hamdi
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol. 6 No. 1 (2025): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/70kpsz56

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Kota Sungai Penuh, yang menyebabkan kerugian harta benda dan mengancam kehidupan masyarakat. Kejadian banjir di Kota Sungai Penuh terus menerus meningkat dari tahun 2016 sampai tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya banjir berdasarkan karakteristik banjir yaitu tinggi genangan banjir dan lama genangan banjir dengan bantuan Arcgis 10.8 dan dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu tingkat bahaya (rendah, sedang, dan tinggi). Hasil penelitian ini banjir yang terjadi di Kota Sungai Penuh berdasarkan karakteristik banjir yang terparah yaitu terjadi di tahun 2024 dengan tingkat bahaya sedang dan tingkat bahaya tinggi.
KAJIAN KERENTANAN BANJIR DI KECAMATAN SEMBAKUNG, KABUPATEN NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA Yemimasaria
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol. 6 No. 1 (2025): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/dx6dnf79

Abstract

Bencana banjir adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi dan dapat menyebabkan kerugian besar baik dari segi ekonomi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerentanan bencana banjir di Kecamatan Sembakung dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantiatif dengan teknik overlay pada SIG untuk menganalisis data yang diperoleh dari observasi lapangan dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Sembakung memiliki tingkat kerentanan banjir yang bervariasi berdasarkan empat aspek utama: kerentanan sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan. Data primer yang diperoleh dari observasi lapangan dan data sekunder dari literatur menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi tingkat kerentanan adalah kepadatan penduduk, kondisi topografi, dan penggunaan lahan. Dengan pemetaan kerentanan ini, diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan berguna bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana banjir di Kecamatan Sembakung. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama.
ANALISIS PERUBAHAN LAHAN DI SEKITAR MATA AIR KABUPATEN TEGAL BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Pramesti, Angelina Cahya; Yuniar, Azka Dwi; Utami, Rinanda Putri; Christyadi, Louis Anasthasya; Dipanegara, Ayatulloh Repa; Fariz, Trida Ridho; Jabbar, Abdul; Kholil, Putri Alifa; Haris, Amnan
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol. 6 No. 1 (2025): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/sn7ar398

Abstract

Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal merupakan wilayah yang terdapat kawasan lindung berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Perubahan penggunaan lahan di wilayah ini terjadi akibat pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Hal ini dapat memberikan ancaman lingkungan termasuk di sekitar mata air. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di Kabupaten Tegal dan sekitar 13 mata air utama di Kecamatan Bojong menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG). Data berupa citra satelit tahun 2015 dan 2024 diinterpretasikan secara visual untuk menghasilkan peta perubahan tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan penggunaan lahan dari tahun 2015–2024 dengan peningkatan lahan permukiman sekitar 58,58 ha, penurunan lahan hutan rakyat sekitar 9,33 ha, penurunan lahan kebun campuran sekitar 0,65 ha, dan penurunan lahan sawah sekitar 43,19 ha. Terdapat 13 mata air di lokasi penelitian. Namun, pesatnya perubahan lahan di Kecamatan Bojong membawa tantangan. Area sempadan mata air yang semestinya menjadi zona lindung kini beralih fungsi seperti pada Mata Air Pekewon dan Banyumudal. Hal ini mengancam kelestarian mata air dengan mengurangi area resapan dan meningkatkan pencemaran yang berdampak pada kualitas air serta kesehatan masyarakat yang bergantung padanya. yang menghadapi tekanan lingkungan signifikan akibat perubahan ini, sehingga diperlukan strategi konservasi yang tepat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air dan fungsi ekosistem.
PENGUATAN NILAI BUDAYA DALAM PENILAIAN POTENSI WISATA KAMPUNG ADAT CIREUNDEU Ali Sabani; Ayu Safira; Dela Nurul Padilah; Wafa Cantika Mugia Utami; Syarafina Al Hazmi; Indah Aras Puspita; Weishaguna
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol. 6 No. 1 (2025): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/t0smsa08

Abstract

Kampung Adat Cireundeu, yang terletak di Kota Cimahi, merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang mempertahankan kearifan lokal serta tradisi adat yang diwariskan secara turuntemurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan nilai budaya dalam penilaian potensi wisata dengan menggunakan pendekatan komponen 4A, yaitu Attraction, Accessibility, Amenity, dan Ancillary, yang telah dimodifikasi untuk mempertimbangkan kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method, dengan analisis kuantitatif berupa pembobotan pada komponen 4A dan pendekatan kualitatif untuk eksplorasi nilai budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pengelola serta anggota pokdarwis, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik utama Kampung Adat Cireundeu terletak pada kebudayaan lokal yang erat dengan alam dan tradisi leluhur, yang menjadi nilai jual utama bagi wisatawan. Komponen aksesibilitas, amenitas, dan fasilitas tambahan juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi potensi pengembangan destinasi wisata ini. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk mengembangkan Kampung Adat Cireundeu sebagai destinasi wisata budaya yang berkelanjutan, perlu ada perhatian terhadap pemeliharaan kearifan lokal dan pengelolaan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa penguatan nilai budaya dalam pengembangan pariwisata dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal, serta meningkatkan daya tarik wisatawan dengan mempertahankan keunikan budaya yang ada.
PERANCANGAN RUANG TERBUKA PUBLIK DENGAN KONSEP PLACEMAKING DI BAWAH JEMBATAN PASUPATI Riadi, Aqila Syahira; Putra, Bagas Dwipantara
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol. 6 No. 1 (2025): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/71h6nq20

Abstract

Public open spaces play a significant role in improving the quality of life of people in urban areas. Its existence can be utilized as a place for social interaction, community activities, and recreational facilities. This research aims to redesign the area under Pasupati Bridge, Bandung City, using a placemaking approach, in order to create a public open space that is meaningful, has a strong identity, and is favored by its users. To achieve this goal, this research sets several objectives, namely identifying the normative principles of placemaking, assessing the potential and problems of the area, and redesigning the study area with this approach. The research is qualitative in nature, using descriptive and normative approaches, and relying on field observation and literature study as data collection methods. The results show that the area has various utilization potentials, but is also faced with a number of problems. Based on this, a design concept was formulated that aims to realize a friendly, active, and sustainable public open space.
STUDI PENERAPAN KONSEP INFRASTRUKTUR HIJAU BIRU DALAM PERANCANGAN KAWASAN PUSAT KOTA GEDEBAGE BERKETAHANAN IKLIM Irfan Nabhan, Muhammad; Bagas, Dwipantara Putra
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol. 6 No. 1 (2025): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/pdnb8t54

Abstract

Pengembangan kawasan timur Kota Bandung difokuskan pada SWK Gedebage sebagai pusat kota primer yang terpadu guna memeratakan konsentrasi penduduk. Namun, tantangan perubahan iklim yang tidak stabil dan karakteristik fisik kawasan menjadi hambatan dalam pengembangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi penerapan infrastruktur hijau biru sebagai pendekatan perancangan kota yang berwawasan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif), dengan pengumpulan data melalui studi literatur, data sekunder dari instansi, observasi lapangan, dan wawancara. Analisis dilakukan secara berlapis melalui content analysis untuk merumuskan prinsip desain kota berketahanan iklim, spatial analysis multi-kriteria untuk menentukan lokasi potensial, serta gap analysis secara deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa wilayah terbangun di SWK Gedebage masih menghadapi kesenjangan dalam konektivitas ruang hijau, sistem drainase, dan integrasi vegetasi. Sebaliknya, wilayah yang belum terbangun seperti Cipamokolan dan Cisaranten Kidul memiliki potensi tinggi untuk pengembangan infrastruktur hijau biru, seperti rain park, riverwalk, dan green street. Penelitian ini merekomendasikan implementasi bertingkat mulai dari skala bangunan hingga ruang publik, serta pentingnya integrasi kebijakan kota agar infrastruktur hijau biru menjadi bagian dari strategi adaptasi jangka panjang yang terukur.