cover
Contact Name
Sri Wahyuni Barum
Contact Email
Lppm@stikes.gunungsari.id
Phone
+6285255332550
Journal Mail Official
Lppm@stikes.gunungsari.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 293 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Berita Kesehatan
ISSN : 23561068     EISSN : 28075617     DOI : -
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN 2356-1068 Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.
Articles 191 Documents
Perbedaan Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Metode Pap smear Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Edukasi dengan Booklet Putri, Salsadila; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Senjaya, Asep Arifin
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.330

Abstract

Kanker serviks adalah penyakit yang memengaruhi kesehatan organ reproduksi wanita, yaitu penyakit paling sering dijumpai wanita di berbagai belahan dunia. Data puskesmas IV Denpasar Selatan terjadi penurunan angka pemeriksaan pap smear sebanyak 103 orang (2,09%) pada tahun 2023. Sementara pada tahun 2024 menurun sebanyak 53 orang (1,07%), hal ini masih di bawah target 4.913 orang per tahun (100%). Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan WUS tentang deteksi dini kanker serviks metode pap smear sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi dengan booklet. Jenis penelitian dilakukan dengan pre-eksperimental design bentuk rancangan one group pre-test post-test design, pengetahuan diukur sebanyak 2 kali. Pengambilan sampel WUS sebanyak 31 orang di wilayah kerja UPTD Puskesmas IV Denpasar Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2025. Pengumpulan data melalui kuesioner pengetahuan. Analisis dengan uji univariat dan bivariat dengan uji Shapiro wilk, data tidak berdistribusi normal, dilanjutkan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan pengetahuan WUS didapatkan nilai Z sebesar – 4.539 dengan nilai ρ = 0,000 (α<0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik dan terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian booklet deteksi dini kanker serviks metode pap smear. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan systematic literature review dengan artikel beragam dan bekerja sama dengan ahli grafis untuk pembuatan booklet.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2: Scoping Review Anwar, Sitti Ramlah; Lasaib, Armin; Rismanudin, Rismanudin
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.331

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang terus berkembang dan memberikan beban signifikan pada sistem perawatan kesehatan. Berbagai faktor risiko berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi penyakit ini, sehingga diperlukan pemetaan komprehensif melalui tinjauan cakupan (scoping review). Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya diabetes melitus tipe 2 berdasarkan bukti ilmiah terbaru. Metode tinjauan cakupan digunakan dengan kerangka kerja Arksey & O'Malley, termasuk identifikasi pertanyaan penelitian, pencarian literatur, pemilihan studi, ekstraksi data, dan pemetaan temuan. Pencarian dilakukan di basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci yang terkait dengan diabetes tipe 2 dan faktor risiko. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa penentu utama terbagi menjadi faktor genetik, faktor gaya hidup (obesitas, aktivitas fisik, diet), faktor lingkungan, faktor sosioekonomi, dan faktor psikososial. Selain itu, peradangan kronis, resistensi insulin, dan perubahan mikrobiota usus juga berkontribusi pada patogenesis. Temuan ini menekankan bahwa diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor biologis dan eksternal, sehingga intervensi pencegahan perlu bersifat multidimensional.
Studi Literatur: Dampak Pengetahuan, Sikap, Dan Dukungan Keluarga Terhadap Penyelesaian Imunisasi Dasar Anak Nasution, Irfan Sazali; Lubis, Aina Putri; Fadhila, Annis; Hasibuan, Alysa Nadia Zahra; Monica, Irene Dwi; Artanti, Nediva Dinny; Damanik, Rafli Ahmad
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.332

Abstract

Cakupan imunisasi dasar anak di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan faktor pengetahuan, sikap ibu, dan dukungan keluarga. Rendahnya pemahaman tentang manfaat imunisasi, sikap negatif terhadap vaksin, serta kurangnya dukungan keluarga berpotensi menyebabkan anak tidak memperoleh imunisasi dasar secara lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap penyelesaian imunisasi dasar anak melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap artikel penelitian nasional yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional terindeks Google Scholar yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu penelitian yang dilakukan di Indonesia, melibatkan responden orang tua atau keluarga yang memiliki balita, serta membahas variabel pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terkait imunisasi dasar. Sebanyak enam artikel dianalisis secara sistematis dengan membandingkan temuan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu yang baik mengenai imunisasi berhubungan positif dengan kelengkapan imunisasi dasar anak. Selain itu, sikap ibu yang mendukung dan percaya terhadap keamanan serta manfaat vaksin juga meningkatkan kepatuhan terhadap jadwal imunisasi. Dukungan keluarga, baik dalam bentuk emosional, informasional, maupun instrumental, terbukti memperkuat motivasi ibu dalam melengkapi imunisasi anak. Beberapa penelitian juga mengidentifikasi akses terhadap pelayanan kesehatan sebagai faktor pendukung tambahan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan edukasi kesehatan, pembentukan sikap positif terhadap imunisasi, serta penguatan peran keluarga merupakan strategi penting untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar anak di Indonesia.
Perbedaan Nyeri Haid (Dismenorea) Sebelum dan Sesudah Dilakukan Abdominal Stretching Exercise pada Remaja Putri Widiantari, Ni Kadek Eka; Sriasih, Ni Gusti Kompiang; Mahayati, Ni Made Dwi
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.335

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah abdominal stretching exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 31 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Prosedur penelitian mencakup pengukuran nyeri haid sebelum intervensi, pemberian abdominal stretching exercise selama 10–15 menit, dan pengukuran nyeri sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan penurunan skor median nyeri dari 3 menjadi 1. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,880 dan ρ = 0,00 (ρ < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, abdominal stretching exercise efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis bagi remaja putri yang mengalami dismenorea.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Dan Penanganannya Di Sekolah Menengah Atas Dwijendra Denpasar Diantari, Ni Kadek Ayu; Sriasih, Ni Gusti Kompiang; Rahyani, Ni Komang Yuni
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.336

Abstract

Dismenore adalah kondisi umum yang dialami remaja putri saat menstruasi, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk belajar. Penelitian ini dilakukan di SMA Dwijendra Denpasar dengan melibatkan 92 siswi yang dipilih melalui metode proportional random sampling. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswi tentang dismenore dan cara penanganannya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup aspek pengertian, penyebab, pencegahan, dan penanganan dismenore, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39,1% responden memiliki pengetahuan yang baik, 31,5% cukup, dan 29,3% kurang. Aspek yang paling banyak dipahami adalah pengertian dismenore (63%), disusul oleh penyebab (50%), pencegahan (42,3%), dan penanganan (42,3%). Adapun metode penanganan yang paling sering dilakukan oleh siswi adalah mengompres perut bagian bawah (28,3%), pijat (25%), dan membiarkan nyeri hilang dengan sendirinya (15,2%). Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan remaja putri di SMA Dwijendra Denpasar tentang dismenore berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, edukasi lebih lanjut sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman, terutama mengenai penyebab, pencegahan, dan cara penanganan dismenore secara tepat.
Pengetahuan Siswi Tentang Pencegahan Kanker Serviks Dengan Vaksinasi Human Papilloma Virus Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Dengan Media Pamflet Kertiani, Ni Putu Devi; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Rahayu, Sri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.337

Abstract

Kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Vaksin Human Papilloma Virus adalah salah satu upaya untuk mengendalikan kanker serviks di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan siswi tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksinasi Human Papilloma Virus sebelum dan setelah penyuluhan dengan media pamflet. Jenis penelitian ini yaitu pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Mengwi yang beralamat di Jalan Raya Buduk, Kabupaten Badung pada 6 Mei 2025. Sampel yang digunakan sebanyak 162 siswi yang ditentukan menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini merupakan data primer. Dilakukan edukasi menggunakan media pamflet.  Perlakuan yang diberikan yaitu penyuluhan dengan media pamflet dalam peningkatan pengetahuan siswi tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksinasi human papilloma virus. Uji pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Uji analisis menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi dengan nilai median 65 (max 95, min 45) dan skor pengetahuan setelah diberikan intervensi dengan nilai median 75 (max 95, min 60). Kesimpulannya didapatkan nilai Z sebesar -10.235 dan ρ value = 0,00 (α<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pengetahuan pada siswi sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan dengan media pamflet tentang vaksinasi HPV. Saran kepada remaja agar lebih aktif mencari informasi di berbagai media mengenai kanker serviks dan vaksinasi human papilloma virus.  
Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di Smk Kesehatan Bali Dewata Angelina, Ayu Vriska; Somoyani, Ni Ketut; Mahayati, Ni Made Dwi
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.339

Abstract

Keputihan merupakan kondisi keluarnya cairan atau lendir dari vagina yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Keputihan merupakan kondisi dimana vagina mengeluarkan lendir ataupun cairan seperti nanah. Faktor pencetus keputihan yaitu bakteri, virus, jamur parasit, serta kurangnya kebersihan pada alat genetalia terutama pada daerah vagina. Keputihan abnormal yang terjadi dan tidak tertangani dengan baik dapat meningkatkan kesehatan organ kewanitaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku personal higiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden dan dipilih menggunakan teknik sampling purposive sampling . Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Bali Dewata pada bulan 17 April 2025. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 32 responden (42,7%) memiliki perilaku personal higiene yang baik, sebanyak 43 responden (57,3%) dengan sperilaku personal higiene cukup. Kemudian sebanyak 47 responden (62,7%) mengalami keputihan patologis, dan 28 responden (37,3%) mengalami keputihan patologis. Hasil p-value 0,000 (α<0,05), bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku personal higiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Diharapkan remaja putri mampu meningkatkan kesadaran diri dalam mencari informasi lebih lanjut terkait dengan kebersihan diri terutama di daerah kewanitaan sehingga dapat menciptakan kesehatan organ reproduksi yang sehat sedari dini, dan meminimalisir terjadinya masalah kesehatan khususnya pada area organ intim di masa yang akan datang.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Dengan Praktik Pemberian MPASI Pada Anak Usia 6-11 Bulan Oktaviani, Ni Putu Ayu Sri; Suarniti, Ni Wayan; Tedjasulaksana, Regina
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.340

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.
Gambaran Faktor Risiko Stunting pada Balita di UPTD Puskesmas Kintamani VI 2025 Selpiani, Ni Wayan; Astiti, Ni Komang Erny; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.341

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.
Perbedaan Skala Nyeri Punggung Bawah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Teknik Rebozo Pada Ibu Hamil Trimester III Indrayani, Komang Ninis; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Ariyani, Ni Wayan
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.342

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan ibu hamil trimester III yang dapat mengganggu aktivotas sehari-hari akibat perubahan biomekanik tubuh, pertambahan berat badan, dan pergeseran pusat gravitasi. Metode nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik rebozo, yakni suatu teknik tradisional dari Meksiko yang dapat memberikan relaksasi pada otot-otot panggul dan punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri punggung bawah sebelum dan sesudah dilakukan teknik rebozo pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 28 responden. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Teknik rebozo shake the apple tree yang dilakukan satu kali selama 5 menit, yang kemudian diukur kembali menggunakan NRS di hari yang sama 15 menit setelah dilakukan teknik rebozo. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nyeri sebelum intervensi adalah 4,8571 dan setelah intervensi menurun menjadi 2,5357. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan skala nyeri yang signifikan dengan nilai Z = -4,744 dan p < 0,001. Kesimpulannya, teknik rebozo efektif dalam menurunkan nyeri punggung bawah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk menangani nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III.