cover
Contact Name
M. Ibraar Ayatullah
Contact Email
journaldentaltherapist@gmail.com
Phone
+6281314119647
Journal Mail Official
journaldentaltherapist@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adisucipto-Penfui, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Dental Therapist Journal
ISSN : 27153770     EISSN : 27464539     DOI : https://doi.org/10.31965/dtj
Core Subject : Health,
Dental Therapist Journal with registered number ISSN 2715-3770 (Print), 2746-4539 (Online) is an online open access peer-reviewed journal that emphasizes high-level research, dissemination and application of research findings related to dental and oral health which managed by the Department of Dental Health, Poltekkes Kemenkes Kupang. This journal is published by Poltekkes Kemenkes Kupang. Dental Therapist Journal is published 2 times a year (May and November). The aim of this journal is to disseminate knowledge and to explore the information through the publication of peer-reviewed, high quality, scientific papers and other material on all topics relating to dental and oral health. This journal offers researchers of every field to make a stride ahead and get the best researches for the drug in the field of dental which incorporates the practice, study, analysis, management, prevention, and treatment of infections, disorders and conditions related. Topics covered in this Journal include Basic Dentistry, Oral Health and Other Diseases, Dental and Oral Health, Dental and Oral Abnormalities, etc. Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by the Editorial Board. Then, the articles will be sent to the peer reviewer and will go to the next selection by Double-Blind Preview Process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. In each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The final decision of articles acceptance will be made by Editors according to Reviewers comments. Peer reviewer that collaboration with Dental Therapist Journal is the experts in the health area and issues around it.
Articles 103 Documents
The Relationship of Students' Knowledge Level About Diet with Prevalence of Dental Caries in Children 7–9 Years Old: Hubungan Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Pola Makan Dengan Prevalensi Karies Gigi Pada Anak 7–9 Tahun Amelia C Da Silva Tilman Cunha; Melkisedek O. Nubatonis; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i1.728

Abstract

Dental and oral health is an integral part of overall health services. One of the proposed technical programs is to develop a policy for preventing dental and oral diseases and to increase efforts to promote dental and oral health, especially for school-age children and adolescents. Dental caries or cavities are damage to the hard tissues of the teeth, from tooth enamel to dentin or bone. The purpose of this study was to determine the level of knowledge and prevalence of caries in the students of SD Negeri 2 Baumata Timur, Kupang Regency. The research method is a descriptive study with a sample of 30 respondents, consisting of children aged 7-9 years. The independent variable studied was the incidence of caries, the dependent variable was the child's knowledge of eating patterns. The measuring instrument used is a questionnaire. The results of the study on respondents showed that the level of children's knowledge about eating patterns was in the good category of 6.7%, the level of poor knowledge was 93.3%. While children who have caries are in the very high category with a percentage of 96.7 (29 students), children who are free of caries with a percentage of 3.3 (1 student). Kesehatan Gigi dan mulut merupakan bagian integral dari pelayanan Kesehatan secara menyeluruh. Salah satu program teknis yang disarangkan adalah mengembangkan kebijakan pencegahan penyakit gigi dan mulut serta meningkatkan upaya promosi kesehatan gigi dan mulut khusunya pada anak-anak usia sekolah dan remaja. Karies Gigi atau Gigi berlubang merupakan merupakan kerusakan pada jaringan keras gigi di mulai dari email gigi hingga dentin atau tulang gigi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan prevalensi karies pada siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Baumata Timur Kabupaten Kupang. Metode penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel sampel sebanyak 30 responden yaitu terdiri dari anak usia 7-9 tahun. Variabel bebas yang diteliti yakni kejadian karies, Variabel terikat yakni pengetahuan anak tentang pola makan. Alat ukur yang digunakan adalah kusioner. Hasil penelitian pada responden menunjukkan tingkat pengetahuan anak tentang pola makan berada pada kategori baik sebesar 6,7%, tingkat pengetahuan buruk sebanyak 93,3%. Sedangkan anak yang memiliki karies berada pada kategori sangat tinggi dengan Persentase 96,7 (29 siswa), anak yang bebas karies dengan persentase 3,3 (1 siswa).
Counseling Using the Simulation Method of Brushing Teeth Skills Using the Bass Technique: Penyuluhan dengan Metode Simulasi Keterampilan Menggosok Gigi Menggunakan Teknik Bass Aldo Mario Pelle; Melkisedek O. Nubatonis; Emma Krisyudhanti
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i1.729

Abstract

The main factor that can cause cavities (caries) is the presence of bacteria that can cause cavities, namely bacteria types streptococcus and lacto bacillus, foods that are often consumed are foods that are sticky and stick to the teeth such as candy and chocolate which greatly facilitate the occurrence of cavities and the shape of the teeth. irregular teeth and thick, profuse saliva. Other factors that can also cause cavities and other dental diseases are the level of oral hygiene, frequency of food, gender and age. The purpose of this study was to determine the skills of elementary school students in brushing their teeth using the bass technique at SD Negeri 2 Baumata Timur. The population in this study was class IV with 19 students and class V with 21 students at SD Negeri 2 Baumata Timur. The sample in this study was the total population studied for grades IV and V with a total of 40 students. The results showed that the skill level of students before being given counseling with pantom, about brushing teeth with the bass technique was still very low at 85%, after being given counseling using pantom about brushing teeth with the bass method the skill level became better, namely 92.5 %. It was concluded that the knowledge of elementary school students' skills in brushing teeth using the bass technique at SD Negeri 2 Baumata Timur was good. Faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya lubang gigi (Karies) adalah adanya bakteri yang dapat menyebabkan lubang gigi yaitu bakteri jenis streptococcus dan lacto basilus, makanan yang sering dikonsumsi yaitu makanan yang lengket dan menempel di gigi seperti permen dan coklat sangat memudahkan terjadinya lubang gigi serta bentuk gigi yang tidak beraturan dan air liur yang kental dan banyak. Faktor lain yang juga dapat mengakibatkan lubang gigi dan penyakit gigi lainya yaitu tingkat kebersihan gigi dan mulut, frekuensi makanan, jenis kelamin dan usia.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan siswa-siswi sekolah dasar dalam menggosok gigi menggunakan teknik bass di SD Negeri 2 Baumata Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IV dengan jumlah siswa 19 orang dan kelas V dengan jumlah siswa 21 orang di SD Negeri 2 Baumata Timur. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yang diteliti kelas IV dan V dengan jumlah 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan siswa sebelum diberikan penyuluhan dengan pantom, tentang teknik menyikat gigi dengan teknik bass masih sangat rendah yaitu sebesar 85%, setelah diberikan penyuluhan dengan menggunakan pantom tentang teknik menyikat gigi dengan metode bass tingkat keterampilannya menjadi lebih baik yakni 92,5%.  Disimpulkan bahwa pengetahuan keterampilan siswa-siswi sekolah dasar dalam menggosok gigi menggunakan teknik bass di SD Negeri 2 Baumata Timur baik.  
Efektifitas Obat Kumur Kosmetik dan Obat Kumur Terapeutik dalam Menurunkan Debris Indeks RR. Ratnasari Dyah Purnomowati; Lies Elina Prasetiowati; Arianto Arianto
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i2.889

Abstract

Obat Kumur Kosmetik dan Obat Kumur Terapeutik Terhadap Nilai Debris Indeks Dalam Mencegah Terbentuknya. Karies gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adanya plak pada permukaan gigi, ketebalan plak, jumlah dan jenis bakteri dalam plak, dapat menyebabkan pH permukaan gigi turun dengan cepat. Menurunnya pH saliva (kapasitas dapar / asam) dan jumlah air ludah yang kurang berisiko terjadinya karies. Membersihkan gigi dan mulut dari debris merupakan langkah awal dalam pengendalian plak yang bertujuan untuk mencegah terjadinya karies, salah satunya dengan tindakan mekanis atau oral profilaksis melalui berkumur. Obat kumur sangat beragam diantaranya obat kumur kosmetik dan obat kumur terapeutik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas obat kumur kosmetik dan obat kumur terapeutik dalam menurunkan debris.  Jenis penelitian pada penelitian ini yaitu experimental dengan rancangan one group pretest-postest design. Subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas VI SDN 1 Rajabasa Jaya Bandar Lampung berjumlah 30 siswa, dengan rumus federer. Dalam penelitian ini menunjukan hasil obat kumur kosmetik lebih efektif dalam menurunkan debris sehingga dapat mencegah terbentuknya plak, terhindar dari karies gigi. Saran dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dianjurkan untuk berkumur selain melakukan sikat gigi, terbukti efektif dalam menurunkan debris.
Perilaku Ibu Bekerja dan Tidak Berkerja Dalam Menjaga Kesehatan Gigi Anak Selama Pandemi Covid-19 Ratih Variani; Applonia Leu Obi; Olandina de Fatima
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i2.943

Abstract

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, antara lain adalah peran orang tua. Karena perilaku orang tua, terutama ibu dinilai mampu mempengaruhi kebiasaan anak. Dampak COVID-19 terhadap kebiasaan merawat gigi telah terjadi penurunan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari dibandingkan hasil survey tahun 2018. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan perilaku ibu bekerja dan tidak bekerja dalam menjaga kesehatan gigi Anak selama pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah deksriptif.  Pengambilan sampel dengan menggunakan kuota sampling, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. Hasil Penelitian menunjukkan Perilaku ibu bekerja dan tidak bekerja dalam menjaga kesehatan gigi anak selama pandemi covid-19 dengan hasil untuk ibu bekerja pengetahuan termasuk kriteria baik yaitu sebanyak 20 orang (100,00%), sikap termasuk kriteria kurang yaitu sebanyak 20 orang (100,00%), sedangkan untuk tindakan termasuk kriteria baik yaitu sebanyak 11 orang (55,00%). Sedangkan perilaku bagi ibu yang tidak bekerja dilihat dari pengetahuan termasuk kriteria baik sebanyak 20 orang (100,00%), sikap termasuk kriteria baik sebanyak 18 orang (90,00%), dan untuk tindakan termasuk dalam kriteria baik adalah sebanyak 11 orang (55,00%). Kesimpulannya yaitu Ibu yang tidak bekerja lebih banyak waktu sehingga bertindak dengan baik terhadap anak pada saat anak masih dalam pengawasannya dibandingkan ibu yang bekerja karena ibu tidak bisa mengawasi anak pada saat anak disekolah dan bermain dilingkungan luar rumah sehingga pada saat itulah anak berperilaku sendiri. Saran kedepannya dapat mengembangkan isi dari penelitian dengan cakupan yang lebih luas dan aspek yang lebih lengkap serta variabel yang berbeda.
Kartu Gigi Beta Sehat Untuk Penentuan Prevalensi Karies dan Kebutuhan Perawatannya Pada Siswa Sekolah Dasar Emma Krisyudhanti; Ferdinan Fankari
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i2.945

Abstract

Karies adalah kerusakan pada jaringan keras gigi yang dimulai dengan adanya bercak putih pada permukaan gigi yang dapat berkembang menjadi kavitas. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 menunjukkan bahwa sebanyak 89% siswa berusia < 12 tahun mengalami karies gigi dan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018  menyatakan bahwa proporsi masalah gigi terbesar adalah gigi berlubang yaitu sebanyak 45.3%, prevalensi karies pada siswa kelompok usia 5 – 9 tahun adalah 92,6%, pada kelompok usia 10 – 14 tahun adalah sebesar 73,4%, serta rata-rata gigi permanen berkaries pada kelompok usia 12 tahun adalah sebanyak 2 gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk  menentukan prevalensi fisur dalam, karies serta kebutuhan perawatannya pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini adalah suatu studi deskriptif dengan metode survei yang dilakukan di SD Negeri 2 Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang dengan jumlah siswa yang diperiksa giginya sebanyak 138. Untuk mengukur prevalensi fisur dalam , karies , serta kebutuhan perawatannya, digunakan Kartu Gigi Beta Sehat sebagai instrument pendokumentasi kondisi rongga mulut beserta kebutuhan perawatannya. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi fisur dalam sebesar 15.58%, karies superfisial sebanyak 28.34% karies media 18.69%, karies profunda 18.25%, karies mencapai akar 5.34% dan 5.5% berupa kasus lain, seperti resobsi fisiologis, persistensi atau kasus lainnya. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi fisur dalam adalah sebesar 15.58%, prevalensi karies yang tertinggi adalah karies superfisial yaitu sebesar 28.34%. Perawatan yang paling dibutuhkan adalah penumpatan gigi.  Disarankan adanya tindak lanjut dari pemberi layanan kesehatan setempat  agar segera melaksanakan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut bagi para siswa secara periodik berkesinambungan agar prevalensi karies tidak mengalami peningkatan, serta perlunya pemberdayaan guru dan orangtua siswa  untuk membantu siswa  memiliki kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi (oral self care).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat Mengunjungi Fasilitas Kesehatan Gigi dan Mulut Friska D. Simamora; Manginar Sidabutar; Apri A. Manu; Maria M. Laba
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i2.974

Abstract

Faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat mengunjungi fasilitas kesehatan gigi dan mulut adalah faktor sosio-ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi keputusan masyarakat mengunjungi fasilitas kesehatan gigi dan mulut. Metode Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai kehidupan sosial masyarakat yang berkenan dengan masalah yang akan diteliti dengan sampel 105 orang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara mengirimkan kuesioner melalui media sosial Whatsapp. Hasil Responden yang mengsisi kuesioner pada penelitian ini sebanyak 105. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang mengunjungi fasilitas kesehatan gigi dan mulut didominasi oleh perempuan (71,4%), usia 20-60 tahun (52,3%), status pekerjaan PNS (36,1,%), dengan pendidikan terakhir S1 (34,2%), dan berpenghasilan dibawah tiga juta rupiah (50,4%). Faktor dominan yang mempengaruhi keputusan masyarakat tidak mengunjungi fasilitas kesehatan gigi dan mulut adalah faktor sosio-ekonomi (57,5%) dan faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat sering mengunjungi fasilitas kesehatan gigi dan mulut adalah sikap ramah dan sopan (90%). Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu faktor dominan yang mempengaruhi keputusan masyarakat mengunjungi fasilitas kesehatan gigi dan mulut secara rutin adalah faktor sosio-ekonomi. Saran dari penelitian bagi petugas kesehatan yaitu mempromosikan kepada masyarakat mengenai penggunaan BPJS untuk pengobatan penyakit gigi dan mulut serta saran bagi masyarakat yaitu berkunjung ke fasilitas kesehatan gigi selama 6 bulan sekali.
Kepuasan Pasien Peserta BPJS Terhadap Pelayanan Dokter Gigi Keluarga Menggunakan Customer Satisfaction Indeks Apri Adiari Manu; Applonia Leu Obi; Rosliani Saragih
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i2.975

Abstract

Dokter gigi keluarga merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada peserta BPJS yang kepesertaannya terdaftar pada dokter gigi tersebut. Dari 7 dokter gigi keluarga yang menjadi fasilitas kesehatan TK 1 BPJS di Nusa Tenggara Timur, sebanyak 5 dokter gigi keluarga tersebut berada di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tingkat kepuasan pasien harus menjadi kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pengukuran mutu layanan kesehatan. Bila tidak sesuai dengan kebutuhan yang menjadi kepentingan atau harapannya,  maka  yang dirasakan  pasien  adalah ketidakpuasan. Customer satisfaction index (CSI) diperlukan untuk mengetahui kepuasan pasien secara menyeluruh dengan memperhatikan tingkat kepentingan masing-masing dimensi kualitas pelayanan, customer satisfaction index (CSI) memiliki keunggulan mudah digunakan dan sederhana serta menggunakan indeks kepuasan dengan skala yang memiliki sensitivitas dan reabilitas cukup tinggi. Metode CSI digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada pasien BPJS di praktek dokter gigi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui  kepuasan pasien BPJS di pelayanan dokter gigi keluarga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dimensi kualitas pelayanan dengan menggunakan metode CSI pasien BPJS yang mendapat pelayanan dokter gigi keluarga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur seperti jaminan (assurance) yaitu 88,44%, empati (empathy) yaitu 91,68%, kehandalan (reliability) yaitu 91,99%, daya tanggap (responsibility) yaitu 92,36%,  dan tampilan fisik  (tangible) yaitu 89,49% termasuk kategori Sangat Puas. Disarankan agar  Pelayanan Kesehatan gigi dan mulut kepada pasien BPJS di dokter gigi keluarga dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Motivasi Ibu Terhadap Kebiasaan Menyikat Gigi Anak Kelompok Belajar Salma Ticka Yumna; Denden Ridwan Chaerudin; Tiurmina Sirait; Tri Widyastuti; Sekar Restuning Sekar
Dental Therapist Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v4i2.979

Abstract

Anak usia 4-12 tahun upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masih merupakan hal yang sulit dilakukan. Namun belum tentu semua ibu memiliki motivasi yang kuat tentang perawatan kesehatan gigi dan mulut tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi ibu terhadap kebiasaan menyikat gigi anak kelas kelompok bermain. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 16 responden yang diambil menggunakan total sampling. Motivasi ibu terhadap kebiasaan menyikat gigi anak berada dalam kategori baik. Hubungan antara motivasi ibu terhadap kebiasaan menyikat gigi dengan p-value 0,008 < 0,05. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi ibu terhadap kebiasaan menyikat gigi anak kelas kelompok bermain. Diharapkan motivasi ibu dapat meningkatkan derajat Kesehatan gigi.
Description of Dental and Oral Hygiene and Extrinsic Dental Stain Among E-Cigarette Smokers in the Vaper Community in Tasikmalaya City Sugiharti, Rahmi; Sopianah, Yayah; Primawati, Rena Setiana; Kamelia, Emma
Dental Therapist Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v5i1.992

Abstract

Smoking behavior can have a negative effect on health. It not only causes a systemic effect, but can also cause pathological conditions in the oral cavity. The World Health Organization is pursuing a strategy by replacing the use of conventional cigarettes with electric cigarettes, because they do not contain tar and carbon monoxide compounds, although some evidence says that vaping or e-cigarettes have not been proven safe. This study aims to determine the description of dental and oral hygiene and extrinsic dental stain among e-cigarette smokers in the vaper community in Tasikmalaya City. This was a descriptive study which presents a complete description of the problem under study. The study samples involved 43 respondents. The study used the assessment instruments of OHIS Green and Vermillion index and the extrinsic stain index according to Shaw and Murray. 43 respondents were willing to be examined for the mouth condition. The results of the study showed that 58% of respondents had moderate dental and oral hygiene status. 61% of respondents had moderate level of extrinsic dental stain. It can be concluded that the Vaper community in Tasikmalaya City had a moderate status of oral hygiene and extrinsic dental stain. It is recommended that future researchers can observe a comparison of oral and dental hygiene between conventional smokers and e-cigarette smokers so that it is expected to increase public knowledge about the impact of cigarettes and e-cigarettes on dental hygiene and stain.
Level of Anxiety Regarding Tooth Extraction Among Children with Mental Disability Sulistiani, Silvia; Ulliana, Ulliana; Marludia , Melani Agis; Putri , Maria Mawar
Dental Therapist Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/dtj.v5i1.1104

Abstract

Anxiety is a natural trait that occurs in every person which can occur during dental nursing activities. This can also be experienced by children with mental disability who will have their teeth extracted. This study aims to determine the level of anxiety regarding tooth extraction among children with mental disability at SLB Al-Gaffar Guchany by gender and age. This was a descriptive study using quantitative data analysis with a total sampling technique which obtained 20 samples. Data were analyzed using the Chi-square test to determine whether there was a relationship between one variable and another. The results from the statistical test showed that that gender and age had no significant relationship with the level of anxiety regarding tooth extraction among children with mental disability with a p value of 0.848 and 0.456 >0.05, respectively. It can be concluded that there was no difference in the level of anxiety regarding tooth extraction among children with mental disability at SLB Al-Gafar Guchany by gender and age.

Page 5 of 11 | Total Record : 103