cover
Contact Name
Darmanto
Contact Email
darmanto.unsa@gmail.com
Phone
+6281997773334
Journal Mail Official
pusjastrafisip@gmail.com
Editorial Address
Alamat redaksi : Gedung Fisipol Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar Jl. Raya Sering Unter Iwes Sumbawa Besar-NTB Telp/Fax : 0371-625848
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Published by Universitas Samawa
ISSN : 23026375     EISSN : 27752194     DOI : https://doi.org/10.58406/kapitaselekta
JURNAL KAPITA SELEKTA ADMINISTRASI PUBLIK merupakan jurnal yang mempunyai fokus kajian pada isu-isu kebijakan dan manajemen publik, manajemen sumber daya manusia kinerja sektor publik, manajemen kinerja sektor publik, dan birokrasi.
Articles 85 Documents
EVALUASI MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KELURAHAN ARGAPURA DISTRIK JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA S Santrio; Donny Wijaya
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.681 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i1.906

Abstract

Adapun masalah yang dialami oleh pimpinan Kelurahan Argapura, yakni tingkat kedisiplinan pegawai, terutama ketepatan waktu masuk bekerja, dan masih terdapat beberapa ruangan kerja para kepala seksi yang belum diperbaiki, sehingga beberapa kepala seksi menggunakan ruangan kerja yang belum memadai. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka untuk mengetahui permasalahan ini, penulis ingin meneliti tentang Evaluasi Hasil Musrenbang Di Kelurahan Agapura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Tujuan yang ingin di capai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui Evaluasi Hasil Musrenbang Di Kelurahan Agapura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka sasaran penelitian dilakukan dengan melakukan opservasi pada tahapan pembangunan kampung dan elemen pemberdayaan masyarakat. Digunakan Metode Penelitian kualitatif dalam proses pengambilan data dan analisa. Pengambilan sampel menggunakan teknik Teknik Informan Dan Wawancara yang didasarkan pada peran dan pelaku pada tingkat Kelurahan. Musrembang tingkat Kelurahan besarnya sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu masyarakat yang berada pada lokasi kegiatan dan masyarakat yang tidak berada pada lokasi kegiatan pembangunan kampung melalui program pelayanan. Secara umum efektifitas pembangunan kampung dalam untuk Program Evaluasi Hasil Musrenbang Di Kelurahan Agapura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura efektif. Peningkatan tersebut dilakukan melalui upaya pelayanan program, pembangunan Kelurahan Mengikut sertakan masyarakat dalam kelompok kerja diperlukan untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan dan merangsang aspirasi masyarakat, keberlanjutan program perlu melibatkan Pemerintah Kelurahan Argapura, mengadakan, mediasi diperlukan untuk meningkatkan kemauan mendahulukan kepentingan umum, kepercayaan, organisasi dan keselarasan padai Hasil Musrenbang Di Kelurahan Agapura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura.
EVALUASI PROGRAM PENYULUH AGAMA ISLAM PADA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA Heri Kurniawansyah; Ahmad Budi Kurniadi; Muhammad Yamin
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.678 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i1.907

Abstract

Bertitik tolak dari pentingnya kedudukan Penyuluh Agama bagi masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Sumbawa dalam rangka membantu program pemerintah khususnya yang berhubungan dengan peningkatan kualitas kehidupan beragama mereka. Ternyata kehadiran Penyuluh Agama menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat indikator keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program-programnya. Karena Penyulu Agama merupakan actor yang terlibat langsung dalam mendorong agar warga sadar akan pentingnya menjaga sikap kebersamaan, toleransi, menghindari konflik antar sesama, pentingnya memahami dengan baik ajaran agama bagi pembangunan kehidupan bermasyarakat. Studi ini berdasarkan observasi awal yang kami lakukan memang masih jarang, sehingga saya tertarik untuk melihat secara langsung bagaimana bentuk dan model evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Agama terkait dengan adanya Program-Program yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam yang berada dilingkup kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa. Banyak masukan-masukan dari masyarakat yang tidak sedikit menyinggung mengenai keberadaan Penyuluh Agama ini dan juga akhir-akhir ini banyak sekali kasus-kasus pencurian, pemerkosaan, nikah di bawah umur, pembunuhan sadis dan lain-lain yang tidak sedikit disangkutpautkan dengan ketidakberhasilan Penyuluh Agama dalam menjalankan program-programnya.. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui bentuk evaluasi yang dilakukan oleh Kantor Depag Sumbawa berkaitan dengan Program Penyuluh Agama yang ada, dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam evaluasi yang dilakukan oleh Kantor Depag Sumbawa berkaitan dengan Program Penyuluh Agama dalam proses evaluasi itu sendiri.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM RUJUKAN BERJENJANG PASIEN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN LUNYUK KABUPATEN SUMBAWA A Ardiyansyah; Indra Saputra; Donny Wijaya
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.892 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i1.908

Abstract

BPJS Kesehatan merupakan Badan Hukum yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sistem rujukan berjenjang merupakan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas, wewenang dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah ; Bagaimanakah Implentasi Kebijakan Sistem Rujukan Berjenjang Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Puskesmas Kecamatan Lunyuk, Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat Implentasi Kebijakan Sistem Rujukan Berjenjang Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Puskesmas Kecamatan Lunyuk?, Apa upaya yang dilakukan untuk mendukung keberhasilan Implentasi Kebijakan Sistem Rujukan Berjenjang Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Puskesmas Kecamatan Lunyuk.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan rujukan berjenjang pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan rujukan berjenjang pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa, serta upaya yang dilakukan Puskesmas Lunyuk untuk menghadapi hambatan-hambatan tersebut. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi kepada para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan rujukan di Puskesmas Lunyuk Kabupaten Sumbawa jika dibandingkan dengan Pedoman Pelaksanaan Rujukan Nasional secara garis besar sudah sesuai. Dalam prosedur klinis rujukan telah mengikuti prosedur rutin yang telah ditetapkan namun belum memiliki SOP mengenai rujukan kasus non-emergensi. Adapun faktor pendukung dan penghambat adalah ketersediaan saran dan prasarana kesehatan masih harus ditingkatkan, dan pemahaman masyarakat tentang sistem rujukan berjenjang masih rendah. Upaya yang dilakukan pihak Puskesmas Lunyuk untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan optimalisasi sarana dan prasarana kesehatan, menjalin kemitraan dengan stakeholder terkait, dan perbaikan manajemen organisasi juga tertib administrasi.
PELAKSANAAN FUNGSI DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA, DAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS ATLET PENCAK SILAT DI KABUPATEN SUMBAWA A Amrullah; Yudi Ade Putra; M Muslim
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.837 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i1.909

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan tidak adanya peningkatan prestasi yang dicapai pesilat Kabupaten Sumbawa dengan Kabupaten lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Pembinaan Prestasi Pencak Silat di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data yang didukung dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang valid. Populasi pada penelitian ini adalah pengurus, pelatih, dan atlet pencak silat di Kabupaten Sumbawa. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan subyek pengurus/pelatih dari 6 orang diambil 3 orang yang memahami perkembangan tentang prestasi pencak silat di Kabupaten Sumbawa dari berdiri hingga sekarang. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen Pembinaan Prestasi Pencak Silat di Kabupaten Sumbawa berkategori “sedang 44,00%”, kategori “sangat kurang” sebesar 4,00%, kategori “kurang” sebesar 28,00%, kategori “sedang” sebesar 44,00%, kategori “baik” sebesar 16,00%, kategori “sangat baik” sebesar 8%. (2) Faktor Endogen berada pada kategori “sangat kurang” sebesar 4,00%, kategori “kurang” sebesar 28,00%, kategori “sedang” sebesar 44,00%, kategori “baik” sebesar 16,00%, kategori “sangat baik” sebesar 8,00%. (3) Faktor Eksogen berada pada kategori “sangat kurang” sebesar 4,00%, kategori “kurang” sebesar 24,00%, kategori “sedang” sebesar 40,00%, kategori “baik” sebesar 28,00%, kategori “sangat baik” sebesar 4,00%.
PELAKSANAAN FUNGSI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) PUNCAK NGENGAS (UNIT VIII) BALAI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (BKPH) BRANG REA PUNCAK NGENGAS DALAM PENCEGAHAN DEFORESTASI TAHUN 2020 Muhammad Salahuddin; S Sulistiawati; Sri Nurhidayati
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.371 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i1.910

Abstract

Tujuan penelitian adalah: (1) untuk mengetahui pelaksanaan fungsi Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Puncak Ngengas (Unit VIII) Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Brang Rea Puncak Ngengas dalam pencegahan deforestasi tahun 2020, (2) untuk mengetahui hambatan yang dihadapi KPHL Puncak Ngengas (Unit VIII) Balai KPH Brang Rea Puncak Ngengas dalam pencegahan deforestasi tahun 2020, dan (3) untuk mengetahui upaya yang dilakukan KPHL Puncak Ngengas (Unit VIII) Balai KPH Brang Rea Puncak Ngengas dalam pencegahan deforestasi tahun 2020. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Alat analisis data adalah dengan menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan fungsi Balai KPH Brang Rea Puncak Ngengas dalam pecegahan deforestasi adalah melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian. Faktor penghambat pelaksanaan fungsi dalam pencegahan deforestasi di Puncak Ngengas yaitu kurangnya sarana transportasi, personil yang belum memadai, dan proyeksi pendanaan. Maka upaya yang dilakukan oleh Balai KPH dalam pencegahan deforestasi adalah: Membuat pos keamanan, melakukan pemberantasan atau memberi sanksi penebangan liar yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan mengajak masyarakat untuk bekerja sama melakukan reboisasi pada hutan yang telah gundul.
PERAN BADAN KESWADAYAAAN MASYARAKAT (BKM) DALAM PELAKSANAAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DESA LABUHAN SUMBAWA Syaifuddin Iskandar; Amelya Dinda Asmara Rani; Heri Kurniawansyah
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.315 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i1.911

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran BKM dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Labuhan Sumbawa, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat BKM dalam penanggulanga kemiskinan, dan untuk mengetahui strategi BKM dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Labuhan Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan teknik pengumpulan data antara lain: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini didapatkan melalui informan, dokumen dan peristiwa.Dari hasil penelitian yang di dapatkan bahwa Peran BKM Madani dalam menanggulangi kemiskinan di Desa Labuhan Sumbawa meliputi tiga bidang yang sering disebut TRI DAYA. Tiga bidang tersebut yaitu bidang lingkungan, sosial dan ekonomi. Program-program yang dijalankan oleh BKM Madani diantaranya adalah pemberdayaan, penataan lingkungan kumuh dan bantuan modal pinjaman bergulir bagi masyarakat ekonomi lemah. Namun program yang paling diunggulkan dan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat miskin dibidang ekonomi dan lingkungan yaitu modal pinjaman bergulir dan pembangunan infrastruktur. Faktor pendukung dan penghambat BKM Madani dalam penanggulangan kemiskinan yaitu banyaknya daerah-daerah pesisir pantai yang cocok dijadikan daerah pariwisata,banyaknya lahan kosong untuk meningkatkan sektor pertanian dan perikanan. Sedangkan faktor penghambatnya hanya berkisar pada ketidaktahuan masyarakat akan program yang dijalankan dan dengan adanya BKM Madani ini masyarakat diberikan pemahaman agar program yang dijalankan ini bentuk swadaya masyarakat dalam membangun desanya. Strategi penanggulangan yang diterapkan di Desa Labuhan Sumbawa yaitu melalui pemberdayaan yang terdiri dari pemberdayaan, penataan lingkungan kumuh dan bantuan modal pinjaman bergulir bagi masyarakat ekonomi lemah. BKM Madani berhasil dalam melaksanakan model penanggulangan kemisikinan tersebut. Diharapkan mampu memperbaiki kondisi desa yang awalnya kumuh menjadi bersih dan rapi serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa Labuhan Sumbawa.
STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA Syaifuddin Iskandar; Sri Nurhidayati; Nanang Fahmiranto
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.237 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i2.1078

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh upaya pemerintah desa Penyaringdalam meningkatkan pendapatan asli desa Penyaring di sektor pariwisata danperikanan belum bisa dikelola secara optimal oleh pemerintah desa. Selain faktorpengelolaan yang masih belum sempurna, akses menuju lokasi kurang bagus dandiikuti dengan keadaan desa yang belum memiliki peraturan desa. Manajemenstrategik adalah mode yang bisa digunakan oleh pemerintah desa Penyaringdalam mengelola potensi yang ada di desa agar memiliki nilai jual.Dengan metode kualitatif, penelitian ini mendiskripsikan model strategipemerintah desa Penyaring dalam meningkatkan pendapatan asli desa di sektorpariwisata dan perikanan serta memberikan solusi berdasarkan permasalahanyang ada di lapangan kepada pemerintah desa dalam bentuk rekomendasikebijakan yang akan dibuat dan diagendakan bersama masyarakat dan pihakswasta. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemerintah desa Penyaring masihbelum fokus mengelola potensi desa di pantai Labuan Sawo, tambak dan pacuankuda Angin Laut secara penuh sebagai objek pemasukan pendapatan asli desa.Hal ini dikarenakan desa belum memiliki peraturan desa, status kepemilikantanah Labuan Sawo masih berstatus tanah individu bukan aset desa, pihak desamasih miskomunikasi dengan pihak swasta sebagai pengelola utama tambak danpacuan kuda Angin Laut. Sehingga opsi pertama yang harus dilakukan olehpemerintah desa Penyaring adalah membuat peraturan desa serta membuat modelpengelolaan potensi desa.
PERAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DAERAH DALAM PEMBUDAYAAN LITERASI MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMBAWA M Muslim; E Edrial; Muhammad Sahaluddin
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.984 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i2.1079

Abstract

Perpustakaan Daerah merupakan perpustakaan umum yang menjadilembaga pendidikan bagi masyarakat umum dengan menyediakan berbagaiinformasi, ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerahdalam pembudayaan literasi masyarakat di Kabupaten Sumbawa beserta faktorpenghambat dalam menjalankan tugas dan fungsinya.Pada Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metodeyang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu menggunakan wawancara,observasi, dan dokumentasi. Alat analisis data yaitu menggunakan teori Milesand Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian datadan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menujukkan bahwa Peran Dinas Perpustakaan danKearsipan Daerah dalam pembudayaan literasi masyarakat di KabupatenSumbawa antara lain: meningkatkan kualitas penyelenggaraan perpustakaan,pengembangan literasi berbasis inklusi sosial, dan sosialisasi budaya baca danliterasi pada satuan pendidikan serta masyarakat. Sedangkan faktorpenghambatnya antara lain: kondisi geografis, personel dan armada yang minim,keterbatasan anggaran, dan perilaku masyarakat. Peran Dinas Perpustakaan danKearsipan Daerah dalam pembudayaan literasi masyarakat di KabupatenSumbawa belum optimal, dikarenakan masih terdapat wilayah yang tidak dapatdijangkau untuk diberikan layanan. Selain itu masyarakat juga masih disibukkanoleh kegiatannya dan begitu tertarik dengan perkembangan teknologi sekarangini. Sehingga masalah pengetahuan dan literasi belum menjadi hal yang pentingbagi masyarakat.
PERAN DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DALAM PEMBERDAYAAN PENGRAJIN KAIN TENUN KRE ALANG DI DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR Sri Nurhidayati; E Edrial; Dian Novitasari
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.538 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i2.1080

Abstract

Adapun tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauhperanan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan dalam pemberdayaanpengrajin kain tenun Kre’ Alang di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir dan untukmengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Dinas Koperasi,Perindustrian dan Perdagangan dalam pemberdayaan pengrajin kain tenun KreAlang di desa Poto kecamatan Moyo Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitiankualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu denganmenggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Alat analisis data yaitudengan menggunakan teori Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulandata, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DISKOPERINDAG telahmelakukan berbagai macam pemberdayaan diantaranya yaitu: (a) melakukanpelatihan keterampilan, (b) memberikan pembinaan berupa fasilitas alat kerja,rumah produksi dan gedung promosi, (c) mengawasi jalannya produksi Kre’Alang agar tetap terkendali dan tidak terjadi hambatan dalam proses produksi, (d)membantu proses pemasaran Kre’ Alang dengan mengikutsertakan disetiapacaraacara yang diadakan di daerah maupun pusat. Adapun faktor penghambatantara lain kurangnya jumlah pegawai (SDM) DISKOPERINDAG dalammelaksanakan peran sehingga tidak berjalan dengan efisien, Peran yangdilakukan seperti peranpelatihan dan pembinaan sudah tidak lagi dilaksanakan semenjak tahun 2019,serta kurang adanya minat dan keterbatasan pengetahuam dari masyrakat maupunpenenun itu sendiri.
PERAN POKDARWIS DALAM PEMBANGUNAN SEKTOR KEBUDAYAAN DI DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR KABUPATEN SUMBAWA NTB A Ardiyansyah; Heri Kurniawansyah; Dwi Yanti
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.817 KB) | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v3i2.1081

Abstract

Pokdarwis adalah sebuah kelompok yang mempunyai peran penting dalamPembangunan Sektor Kebudayaan di Desa Poto Kecamatan Moyo HilirKabupaten Sumbawa NTB. Desa Poto dinobatkan sebagai Desa Budaya yangmemiliki 3 Objek Pemajuan Kebudayaan. Namun, ada beberapa hal mendasaryang menjadi masalah yang dihadapi Pokdarwis Desa Poto yaitu terbatasnyajumlah peserta pelatihan yang diadakan oleh Pokdarwis, serta terbatasnya saranadan prasarana yang dimiliki oleh Pokdarwis. Sedangkan tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat Pokdarwis dalammengembangkan dan pembangunan sektor kebudayaan di Desa Poto. Penelitianini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana dalampengumpulan datanya peneliti menggunakan teknik pengumpulan data antara lain: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini didapatkanmelalui informan, dokumen, dan peristiwa. Sedangkan teknik analisis data yangdigunakan peneliti adalah metode analisis data kualitatif yang terdiri dari reduksidata, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian yangdidapatkan bahwa peran Pokdarwis dalam pembangunan sektor kebudayaan diDesa Poto meliputi 3 Objek Pemajuan Kebudayaan yang sudah ditetapkan. TigaObjek Pemajuan Kebudayaan tersebut yaitu Kesenian Tradisional Sakeco, KainTenun Tradisional (Kre Alang), dan Tradisi Sadekah Ponan. Adapun faktorpendukung Pokdarwis dalam pembangunan sektor kebudayaan adalah partisipasimasyarakat, ketersediaan Objek Pemajuan Kebudayaan pendukung, dukunganpenuh dari Pemerintah Desa, Desa Poto dikenal sebagai Desa Budaya.Sedangkan, faktor penghambat yaitu keterbatasan Sumber Daya Manusia,kurangnya sarana dan prasarana, terbatasnya komunikasi dengan PemerintahDaerah, serta tidak adanya anggaran tetap Pokdarwis.