cover
Contact Name
nazaruddin
Contact Email
nazr@unida-aceh.ac.id
Phone
+62651-4434942098
Journal Mail Official
jitu@unida-aceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus UNIDA No 15 Desa Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Kode Pos 23234
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida)
ISSN : 25487205     EISSN : 27216861     DOI : https://doi.org/10.55616/jitu
Core Subject : Engineering,
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida) merupakan jurnal ilmiah dan wadah seluruh penelitian, analisis kebijakan dan kajian-kajian tioritis untuk berbagi dalam ilmu pengatahuan dan teknologi
Articles 278 Documents
Evaluasi Fungsi Ruang Masjid Berdasarkan Kaidah Ajaran Islam (Studi Kasus : Masjid Al-Ikhlas Simpang Lau Njahong Namu Ukur Selatan) Sitepu, Deni Chandra Irawan; Deni, Deni; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.774

Abstract

Masjid merupakan sebuah tempat yang identik dengan umat Islam dan dipergunakan sebagai tempat ibadah spiritualnya. Mengingat pentingnya masjid bagi umat Islam dapat dilihat dari sejarah dan perkembangannya mulai sejak zaman Nabi Muhammad Saw yang dimanfaatkan sebagai tempat beribadah, media dakwah serta kemaslahatan umat. Seiring berjalannya waktu, pada masa kini masjid sudah banyak mengalami perubahan paradigma. Hal ini terkait pada fungsi masjid itu sendiri yang cenderung sudah tidak sesuai dengan fungsi masjid pada zaman Nabi. Penelitian ini berfokus pada pembahasan pemanfaatan ruang pada masjid dengan melakukan penilaian secara langsung serta peninjauan terkait fungsi ruang luar maupun ruang dalam pada masjid. Dalam melakukan pencarian data dan analisanya, dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif - eksploratif. Hasil akhirnya berupa penjelasan lebih mendalam dan original terkait sejauh mana masjid Al-Ikhlas mengalami pergeseran fungsi jika dilihat berdasarkan masjid Nabawi yang menjadi acuan dan juga dinilai dari sudut pandang fungsi kompleks. Sehingga mendapatkan hasil bahwa masjid Al-Ikhlas belum sesuai dengan fungsi ruang dan juga fungsi berdasarkan kaidah ajaran Islam.
Kajian Karakteristik Arsitektur Islam Pada Masjid Agung Sulthan Jeumpa Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireun Yusuf Fadhil; Armelia Dafrina; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.777

Abstract

Munculnya arsitektur masjid di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan Islam yang masuk ke Indonesia. Perkembangan peradaban Islam telah menghasilkan berbagai macam bentuk dan jenis masjid, sehingga bentuk masjid di Indonesia sangat beragam, khususnya di Aceh, Kecamatan Kota Juang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik arsitektur Islam pada masjid Agung Sulthan Jeumpa. Penelitian ini terdiri dari penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.. Karakteristik arsitektur islam yang dominan pada masjid Agung Sulthan Jeumpa ialah Masa peradaban Arsitektur islam Utsmaniyah.
Penerapan Karakteristik Arsitektur Islami Pada Satu Masjid Dikabupaten Aceh Utara cut sulma musvierah; Armelia Dafrina; Hendra Aiyub
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.786

Abstract

Arsitektur Islami mengungkapkan adanya hubungan geometris yang kompleks, hirarkibentuk dan ornamen, serta makna simbolis yang sangat dalam. Arsitektur Islam merupakansalah satu jawaban yang dapat membawa pada perkembangan peradaban manusia. Danperkembangannya di setiap daerah berbeda dan mengalami penyesuaian dengan budaya dantradisi setempat yang terus berkembang. Arsitektur Islami, sangat identik dengan arsitekturmasjid. Jika ingin menyaksikan dan melihat arsitektur Islami, perhatikanlah bentuk masjid. jikamelihat asal-muasal arsitektur Islami yang dilakukan Rasulullah SAW saat membangun Masjiddi Madinah. (Ghozali and Zuhri,2020). Aceh merupakan provinsi yang terletak di ujung bagianbarat wilayah Indonesia, di wilayah ini ajaran Islam pertama kali masuk, Islam pertama kalimasuk ke Aceh pada abad ke-7 Masehi melalui para pedagang Arab dan India. Namun, Islambaru berkembang secara signifikan di Aceh pada abad ke-12 Masehi, ketika pasukan Muslimdari Gujarat, India, menaklukkan Kerajaan Samudera Pasai yang berpusat di daerah Aceh.Tepatnya di pasai, Aceh Utara. Masuk nya Islam di Aceh Utara dapat dilihat dari adanya bekaswilayah Kerajaan Islami Samudera Pasai. Ketika Belanda menginvasi Aceh dan berhasilmenegakkan pemerintahan kolonial pada 1904, Aceh Utara ditetapkan sebagai sebuah(Kabupaten) Afdeeling yang dipimpin oleh Asisten Residen. Wilayah yang luas ini dinamakansebagai Afdeeling Noord Kust Van Aceh (Kabupaten Aceh Utara). Aceh Utara adalah salah satuKabupaten yang ada di Aceh, yang memiliki 27 kecamatan dan 852 kampung, salah satukecamatan yang ada dikabupaten Aceh Utara menjadi objek penelitian yaitu masjid BaitulMagfirah dikecamatan Tanah Jambo Aye tepatnya di desa Teupin Gajah.Kata kunci : Penerapan, Karakteristik, Arsitektur Islami, Fungsi, Geometri, Langgam
Perhitungan OTTV (Overall Thermal Transfer Value) Pada Kantor DPRK Lhokseumawe Ari Suryansyah; Adi Safyan
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.790

Abstract

Indonesia berada di daerah tropis lembab yang memiliki iklim kurang nyaman,untuk mengatasinya di gunakan alat pendingin udara yang dapat membuat suhu ruang menjadi lebih nyaman. Namun konsumsi energi listrik terbesar terdapat pada pendingin udara (AC) sekitar 60%, Hal ini menyebabkan terjadinya krisis energi yang merupakan salah satu isu persoalan dan tantangan saat ini. Dalam mengurangi dampaknya memerlukan usaha dengan cara pembangunan yang berkonsepkan bangunan hemat energi atau bangunan hijau. Untuk merancang bangunan yang hemat energi, bangunan tersebut harus sesui kriteria yang di tetapkan oleh SNI 03-6389-2020 dengan nilai OTTV tidak melebihi 35 Watt/m2. OTTV (Ovrall Thermal Transfer Value) merupakan nilai perpindahan termal total dinding luar yang memiliki orientasi atau arah tertentu. Dalam peraturan (ESDM) menganjurkan bangunan kantor harus menghemat energi, maka latar belakangi diangkatnya gedung Kantor DPRK Lhokseumawe ini sebagai studi kasus adalah karena secara fisik dapat diidentifikasikan kalau bangunan tersebut menggunakan konsep bangunan tropis, yang mana bangunan tropis identik dengan perinsip hemat energi dan yang menjadi pertanyaan apakah bangunan tersebut sudah menggunkan perinsip hemat energi atau belum. Setelah dilakukan perhitungan ternyata bangunan DPRK tidak menuhi standar yang di tentntukan sni dengan nilai OTTV sebesar 43,30 Watt/m2. Solusi yang di lakukan adalah mengganti kaca dengan nilai solar factor yang lebih kecil dan hasil dari percobaan tersebut medapatkan nilai OTTV sebesar 34,69 Watt/m2 sudah memenushi SNI.
Pemilihan Pemilihan Supplier Produk Kontrasepsi di BPM Sri Wahyuni Menggunakan Metode TOPSIS Hafidz, Hafidz Yusuf; Muhammad Ajir Muzakki; Dwi Junianto
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.793

Abstract

BPM Sri Wahyuni merupakan perusahaan yang bergelut dalam bidang jasa medis yang berada di Kabupaten Gresik. Berdasarkan pemantauan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terdapat persoalan yakni pemilihan supplier alat kontrasepsi. BPM Sri Wahyuni menggunakan metode TOPSIS untuk menentukan supplier yang menjadi alternatif prioritas. Metode TOPSIS memiliki beberapa langkah yakni: menghitung matriks keputusan, menormalisasi matriks keputusan, menormalisasi matriks terbobot, mencari solusi ideal positif dan solusi ideal negatif, mencari jarak solusi ideal positif dan jarak solusi ideal negatif, mencari nilai preferensi. Penelitian ini memakai empat kriteria yakni Kualitas, Harga, Pengiriman,Waktu Pembayaran. Alternatif supplier pada penelitian yakni PT. Tunggal Idaman Abadi, PT. DKT Indonesia serta PT. Bayer Indonesia. Penerapan perhitungan metode TOPSIS pada penelitian ini didapatkan nilai preferensi dari masing – masing supplier yakni PT. Tunggal Idaman Abadi sebesar 0,4 dan supplier PT. DKT Indonesia nilai preferensi sebesar 0,5 sedangkan skor preferensi supplier PT. Bayer Indonesia skor preferensi sebesar 0,1. Berdasarkan perhitungan nilai preferensi yang alternatif prioritas yakni PT. DKT Indonesia dengan skor preferensi 0,5.
Analisa Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Proses Pembuatan Map Kancing Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Santoso, Rachmad
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.799

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan masalah serius yang dihadapi oleh berbagai industri di seluruh dunia. Meskipun terdapat berbagai upaya untuk meningkatkan keselamatan kerja, insiden kecelakaan kerja masih sering terjadi dan menimbulkan kerugian baik bagi pekerja maupun perusahaan. Dari beberapa penelitian para ahli memberikan indikasi bahwa suatu kecelakaan kerja tidak dapat terjadi dengan sendirinya, akan tetapi terjadi oleh satu atau beberapa faktor penyebab kecelakaan sekaligus dalam suatu kejadian. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan kerja dan mencari solusi agar tidak ada lagi kecelakaan kerja serta untuk melakukan pencegahan kecelakaan kerja di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah mencari faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada proses pemasangan kancing dan memberikan solusi sebagai upaya tindakan preventif agar tidak ada lagi kecelakaan kerja di masa mendatang. Analisa keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP adalah metode pengambilan keputusan yang banyak digunakan di berbagai bidang, dan memungkinkan dilakukannya penilaian sistematis dan kuantitatif terhadap berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan kerja. Dari analisa yang dilakukan dengan menggunakan metode AHP, diperoleh nilai Eigen Value dari kelima faktor penyebab kecelakaan kerja adalah sebagai berikut: Man (1,111), Material (0,931), Machine (1,145), Methods (1,099), dan Environment (1.082). Dari nilai Eigen Value tersebut faktor mesin dan manusia merupakan dua faktor utama terjadinya kecelakaan kerja.
Pengaruh Bukaan Terhadap Kenyamanaan Termal Masjid Al-Hikmah Cunda Dea wahyuni; Yenny novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.807

Abstract

Lhokseumawe merupakan daerah yang berada di pesisir dengan suhu rata-ratanya itu 33?C yang dapat dikategorikan dengan suhu temperatur tinggi sehingga mayoritas masjid di Lhokseumawe sudah menggunakan pendingin ruang buatan sebagai alat untuk mengontrol kenyamanan termal. Berbeda halnya dengan Masjid AL-Hikmah Cunda yang masih memanfaatkan alam sebagai pengontrol kenyamanan termal yaitu dengan menggunakan bukaan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan penggunaan bukaan alami saat ini masih memungkinkan dapat mengontrol kenyamanan termal di Kota hokseumawe. Metode penelitian ini ialah metode kualitatif yaitu dengan pengukuran secara langsung ke objek penelitian nya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampelnya hanya di beberapa titik ruang shalat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan yang masih memanfaatkan potensi alam untuk mengontrol kenyamanan termal itu sangat di pengaruhi oleh bukaan baik dari segi dimensi, orientasi dan tipe ventilasinya.
Perbandingan Suhu Dan Kelembapan Pada Area Berpeneduh Dan Tidak Berpeneduh Dengan Pengaruh Jenis Material (Studi Kasus: Pedestrian Jalan Merdeka Kota Lhokseumawe) putri, callysta sandya
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.816

Abstract

Kota Lhokseumawe memiliki jalur utama yang terletak di pusat kota, dengan fungsi jalan ini sebagai jalur penghubung di dalam kota yaitu, Jalan Merdeka. Dimana pada sekitar lingkungan jalan ini memiliki ativitas sosial yang ramai, dan tidak sedikit juga masyarakat yang berkegiatan di ruang publik, terkhusus pada seputaran area pedestrian. Namun, meluasnya pembangunan yang menggunakan perkerasan, dan minimnya penyediaan peneduh dengan tingkat suhu udara yang tinggi pada kawasan ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna pedestrian dan membuat pengguna menjadi enggan untuk melakukan aktivitas di ruang terbuka. Minimnya peneduh dan meningkatnya penggunaan material perkerasan menjadi isu utama dalam penelitian ini. Dengan mengggunakan metode kuantitatif dan perbandingan analisis perhitungan data. Dilakukan pada 8 titik pengukuran pada 3 rentang waktu yang berbeda, dengan hasil yang didapatkan bahwa area zona A yang terteduh oleh pepohonan memiliki suhu yang lebih rendah di banding dengan area yang tidak terteduh.
Perawatan Ketel Uap Pada Pabrik Kelapa Sawait: Studi Kasus Pada PT. Karya Tanah Subur Kec. Wayla Kab. Aceh Barat Nazaruddin, Nazaruddin
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.824

Abstract

Ketel uap adalah suatu pesawat yang fungsinya mengubah air menjadi uap dengan proses pemanasan melalui pembakaran bahan bakar. Ketel tersebut harus selalu bersih dari segala kotoran dan kerak yang menempel pada dinding ketel sehingga ketel dapat beroperasi dengan baik terhindar dari kerusakan. Agar ketel beroperasi maksimal maka perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan. Pemeliharaan atau perawatan yang dilakukan oleh PT. Karya Tanah Subur terdiri dari lima jenis perawatan yaitu perawatan harian, perawatan mingguan, perawatan bulanan, perawatan enam bulanan serta perawatan tahunan. Jenis-jenis perawatan ini merupakan preventive maintenance untuk mencegah kerusakan yang mana akan membutuhkan biaya besar. Breakdown Maintenance merupakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan setelah terjadinya kerusakan atau kelainan pada fasilitas. Periode maintenance Adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara periodik atau dalam jangka waktu tertentu atau peralatan sehingga tidak dari semua perawatan yang dilaksanakan di PT. KTS, perawatan harian adalah perawatan yang paling penting, karena laporan harian akan digunakan untuk pencegahan kerusakan di masa mendatang. Penelitian dilaksanakan pada PKS Karya Tanah Subur Woyla Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Data yang digunakan diperoleh dengan melakukan observasi/pengamatan dan inspeksi langsung ke lapangan untuk melihat proses perawatan terhadap Ketel Uap air yang digunakan oleh PKS PT. Karya Tanah Subur (KTS) di Kec. Woyla Kabupaten Aceh Barat.
Kajian Fungsi Dan Optimalisasi Lapangan Lhoksukon Sebagai Ruang Publik Chairunnisa
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.840

Abstract

Keberadaan ruang terbuka publik yang optimal sangat penting untuk suatu wilayah atau kawasan perkotaan. Adapun di Provinsi Aceh terkhusus kecamatan Lhoksukon kabupaten Aceh Utara menurut data untuk area terbuka terkelolanya masih sangat minim nyaris tidak ada. Berdasarkan catatan sejarah, sejak masa kesultanan Aceh hingga pasca kemerdekaan Indonesia, fungsi lapangan Lhoksukon telah mengalami pergeseran sesuai dengan dinamika sejarah dan perkembangan masyarakat Aceh Utara. Fenomena ini memberikan gambaran kurangnya pengelolaan fungsi dan pemanfaatan lapangan Lhoksukon yang belum optimal. Untuk memberikan dampak yang signifikan pada pembentukan lingkungan kota yang berkelanjutan, diperlukan pengelolaan yang baik sesuai dengan fungsinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Melalui metode dan pendekatan ini, peneliti menghimpun data melalui tiga cara, yaitu observasi, dokumentasi, studi kepustakaan dan wawancara. Tipe penelitian ini dirasa tepat digunakan dalam penelitian penulis untuk mengetahui apa saja dan bagaimana fungsi dan optimalisasi pemanfaatan lapangan sebagai ruang publik kota Lhoksukon. Kesimpulan akhir dari fungsi dan pemanfaatan lapangan Lhoksukon sebagai ruang publik sejak tahun 2010 hingga saat diselesaikannya penelitian ini di tahun 2024 masih belum mencapai ke-5 aspek optimal.