cover
Contact Name
nazaruddin
Contact Email
nazr@unida-aceh.ac.id
Phone
+62651-4434942098
Journal Mail Official
jitu@unida-aceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus UNIDA No 15 Desa Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Kode Pos 23234
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida)
ISSN : 25487205     EISSN : 27216861     DOI : https://doi.org/10.55616/jitu
Core Subject : Engineering,
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida) merupakan jurnal ilmiah dan wadah seluruh penelitian, analisis kebijakan dan kajian-kajian tioritis untuk berbagi dalam ilmu pengatahuan dan teknologi
Articles 278 Documents
Pemodelan Sistem Produksi UMKM Barokah Jaya Menggunakan Pendekatan BPMN Hafidz, Hafidz Yusuf; M.Ajir Muzakki; Hermanto, Hermanto
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v7i1.1121

Abstract

Sistem produksi yang kompleks memerlukan sistem yang reprsentatif dan tersistem serta terstruktur yang bisa dimengerti oleh semua pihak dan dapat divisualisasikan. Business Process Model and Notation (BPMN) merupakan standar yang digunakan untuk memvisualisasikan sebuah proses bisnis dengan notasi yang jelas. Pemakaian metode Business Process Model and Notation (BPMN) di CV. Barokah Jaya memiliki tujuan untuk mengidentifikasi dan merancang serta memvisualisasikan sistem produksi pengolahan petis di CH. Barokah Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini dilaksanakan identifikasi proses bisnis CV. Barokah Jaya kemudian merancang serta memvisualisasikan Diagram BPMN di CV. Barokah Jaya. Hasil pada penelitian ini menunjukkan Business Process Model and Notation (BPMN) dapat dipakai untuk memberikan gambaran atau visualisasi yang sistematis, terstruktur, lebih muda dipahami terhadap keseluruhan kegiatan proses produksi. BPMN juga mempermudah identifikasi oleh stakeholder pada setiap kegiatan produksi di CV. Barokah Jaya.
Evaluasi Islamic Center Kota Lhokseumawe melalui Arsitektur Islam Adil Arrasyid; Fidyati, Fidyati
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v7i1.1187

Abstract

Islamic Center merupakan pusat kegiatan keagamaan yang berfungsi sebagai tempat ibadah, pendidikan, dakwah, dan aktivitas sosial masyarakat Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis strukturasi aktivitas keislaman serta mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip arsitektur Islam pada Islamic Center Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens dan prinsip arsitektur Islam menurut Utaberta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamic Center Kota Lhokseumawe memiliki struktur aktivitas yang cukup kuat, ditandai dengan berlangsungnya kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan, dan sosial yang didukung oleh pengelolaan yang aktif. Dari aspek arsitektural, bangunan telah menerapkan beberapa prinsip arsitektur Islam, seperti orientasi kiblat yang jelas, dukungan terhadap aktivitas keagamaan, keterbukaan ruang, dan fungsi sosial bagi masyarakat. Namun, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti dominasi ekspresi monumental, kurang optimalnya integrasi identitas budaya lokal Aceh, serta penerapan prinsip keberlanjutan yang belum maksimal. Dengan demikian, Islamic Center Kota Lhokseumawe telah memenuhi nilai-nilai arsitektur Islam secara fungsional, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek kontekstualitas budaya, keberlanjutan lingkungan, dan integrasi fungsi sosial agar lebih sesuai dengan prinsip-prinsip arsitektur Islam secara holistik.
Kajian Arsitektur Tradisional Gayo pada Bangunan Bintang Resort di Takengon Maznuniza Gemasih; Sisca Olivia
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v7i1.1192

Abstract

Arsitektur tradisional Gayo merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai filosofis, sosial, dan lingkungan yang tercermin dalam bentuk bangunan, struktur, tata ruang, material, serta ornamen. Namun, perkembangan pariwisata dan modernisasi telah mendorong transformasi nilai-nilai tersebut ke dalam bangunan kontemporer, termasuk pada Bintang Resort di Takengon. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan elemen arsitektur tradisional Gayo pada Bintang Resort serta menganalisis transformasi nilai arsitektur tradisional yang terjadi dalam konteks bangunan resort modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, studi literatur, dan wawancara mendalam. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi elemen-elemen arsitektur tradisional Gayo, kemudian membandingkannya dengan kondisi eksisting Bintang Resort menggunakan kerangka teori Wastu-Citra Y.B. Mangunwijaya untuk menilai aspek fisik (wastu) dan aspek makna budaya (citra). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur tradisional Gayo pada Bintang Resort bersifat parsial dan selektif. Elemen yang masih dipertahankan terutama terlihat pada bentuk atap yang mengadopsi siluet atap tradisional Gayo, sedangkan sistem struktur panggung, tata ruang tradisional, ornamen kerawang Gayo, dan orientasi budaya mengalami perubahan signifikan untuk menyesuaikan kebutuhan fungsi komersial dan kenyamanan wisatawan. Transformasi tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran makna budaya dari fungsi simbolis dan filosofis menuju fungsi estetis dan komersial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bintang Resort lebih merepresentasikan bentuk visual arsitektur tradisional Gayo dibandingkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan desain yang lebih holistik agar penerapan arsitektur tradisional tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga mampu mempertahankan makna dan karakter budaya Gayo secara utuh
Identifikasi Material Alami dan Teknik Kontruksi Rumah Pitu Ruang Kampung Genuren Syahrul, Syahrul; Aris, Aris
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v7i1.1209

Abstract

Material alami merupakan salah satu elemen penting dalam arsitektur tradisional yang mencerminkan kearifan lokal serta prinsip keberlanjutan. Penggunaan material yang berasal dari alam tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan, tetapi juga kesesuaian dengan kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis material alami serta teknik struktur yang diterapkan pada Rumah Pitu Ruang di Kampung Genuren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Rumah Pitu Ruang memanfaatkan material alami seperti kayu, bambu, dan serat alami lainnya yang diolah secara tradisional. Selain itu, teknik struktur yang digunakan menunjukkan sistem konstruksi yang adaptif terhadap lingkungan serta memiliki nilai ketahanan dan keberlanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan arsitektur berbasis kearifan lokal dan material ramah lingkungan
Pemodelan dengan Algoritma Artificial Bee Colony: Prediksi Harga Logam Mulia (Emas) Ditinjau dari Nilai Tukar USD dan Transaksi Emas Ginda Maruli Andi; Imammuzzikra
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v7i1.1210

Abstract

Fluktuasi harga logam mulia dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan aktivitas pasar, terutama perubahan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan voflume transaksi emas. Penelitian ini bertujuan membangun model prediksi harga emas menggunakan regresi yang parameternya dioptimasi dengan Algoritma Artificial Bee Colony (ABC) dan mekanisme Lévy Flight. Data sekunder mingguan periode Januari 2023 hingga September 2025 terdiri atas harga emas sebagai variabel dependen serta nilai tukar USD dan volume transaksi sebagai variabel independen. Data diperiksa, dikonversi ke tipe numerik, distandardisasi menggunakan Z-score, kemudian dimodelkan dengan regresi linear, log-linear, dan polynomial degree-2. ABC menggunakan fase employed bee, onlooker bee, dan scout bee untuk meminimalkan fungsi objektif, sedangkan Lévy Flight digunakan untuk memperluas eksplorasi ruang solusi. Kinerja model dievaluasi menggunakan koefisien determinasi, Root Mean Square Error, Mean Absolute Error, dan Mean Absolute Percentage Error. Hasil pengujian menunjukkan bahwa regresi linear merupakan model terbaik secara keseluruhan dengan R² sebesar 0,7372137, RMSE Rp354.149, MAE Rp277.395, dan MAPE 10,97%. Regresi log-linear menghasilkan RMSE sedikit lebih kecil, tetapi nilai R² dan MAPE-nya lebih rendah dibandingkan regresi linear. Model polynomial degree-2 menunjukkan performa terendah dengan R² mendekati nol dan MAPE 31,42%. Temuan ini menunjukkan bahwa ABC dapat digunakan untuk memperoleh parameter regresi yang stabil, sedangkan kompleksitas model yang lebih tinggi tidak selalu menghasilkan akurasi yang lebih baik pada karakteristik data penelitian ini.
Pola pemanfaatan ruang berdasarkan perilaku pengguna pada perpustakaan Universitas Malikussaleh Amelia Nabila Putry; Dela Andriani; Hendra Aiyub
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v7i1.1223

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi sangat penting sebagai pusat kegiatan akademik, dan mereka membutuhkan tata letak yang nyaman dan efisien untuk digunakan. Perpustakaan Universitas Malikussaleh berada di Lhokseumawe, Aceh, dan memiliki ruang seluas 1.836 meter persegi. Pada Maret 2026, ada 738 mahasiswa aktif yang menggunakannya. Meskipun demikian, masih ada banyak masalah spasial yang mengganggu kenyamanan dan efisiensi ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan pola pemanfaatan ruang, mengevaluasi kondisi sirkulasi, dan membuat saran untuk mengatur ulang tata letak ruang baca perpustakaan. Selama lima hari pengamatan, pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode placed centered mapping, dimana aktivitas pengguna dipetakan secara sistematis pada empat zona yang telah ditetapkan dan disajikan dalam bentuk sketsa digital. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Zona D selalu menjadi pusat aktivitas utama karena banyaknya koleksi buku yang tersedia. Di sisi lain, Zona A dan B menjadi titik kepadatan sirkulasi, atau bottleneck, karena seluruh arus keluar-masuk terpusat pada satu pintu yang beroperasi. Tiga masalah spasial utama teridentifikasi, lebar lorong antar rak yang hanya 80-130 cm di bawah standar minimal 150 cm, fasilitas toilet yang tidak pernah digunakan selama periode pengamatan karena kekurangan penanda arah, juga ketidakjelasan zonasi koleksi, yang membuat penelusuran referensi lebih sulit. Selain itu, ada gap antara area diskusi Zona B yang tidak pernah digunakan dan area baca individu yang hanya enam unit, yang selalu penuh saat jam sibuk. Pengaktifan kembali pintu kedua, perbaikan aksesibilitas dan penanda toilet, penataan ulang zonasi koleksi, dan penambahan dan pemisahan unit meja baca individu dan kelompok adalah rekomendasi utama penelitian ini
KAJIAN KONSEP ISLAMIC GARDEN PADA TAMAN RIYADHAH KOTA LHOKSEUMAWE Muzammir, Muzammir
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 2 (2025): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i2.1230

Abstract

Taman adalah area yang terdiri dari elemen softscape dan hardscape, dirancang untuk memperindah lingkungan, menjaga kelestarian dan kualitas lingkungan, serta menyediakan tempat bersosialisasi di ruang terbuka. Taman dapat ditemukan di berbagai lokasi, termasuk perkotaan. Bagi umat Islam, taman tidak hanya sebagai ruang hijau, tetapi juga memiliki makna religius mendalam, sering dianggap sebagai representasi surga di bumi, meski belum menjadi referensi eksplisit dalam desain taman. Beberapa ayat Al-Qur'an, hadist, dan teori ilmuwan menekankan pentingnya Islamic Garden, seperti surah Al-Hijr ayat 45. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen Islamic Garden sesuai Al-Qur'an dan hadist serta menganalisis penerapannya di Taman Riyadhah, Lhokseumawe. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan studi literatur, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan Taman Riyadhah menerapkan 9 konsep Islamic Garden berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist, seperti urutan, ruang, bentuk, tekstur, pola, cahaya, pergerakan, elemen taman, dan pengguna. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi penerapan Islamic Garden sesuai Al-Qur'an dan Hadist dalam konteks taman kota.
Praktik Spasial Pemukim di Bantaran Sungai Bedera, Kota Medan Boby Ananda; Deni, Deni; Hendra Aiyub
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 2 (2025): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i2.1233

Abstract

Permukiman informal bantaran sungai sering dianggap tidak teratur karena ketiadaan perencanaan formal. Kajian terdahulu mengenai kawasan semacam ini belum mengintegrasikan logika ekonomi-spasial dan makna fenomenologis secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik spasial penghuni bantaran Sungai Bedera, Kota Medan, sebagai manifestasi lifeworld kolektif melalui mekanisme adaptasi fisik, apropriasi ruang, dan ritme temporal, dengan menempatkan durasi tinggal sebagai variabel analitis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan informan, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik pattern matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tatanan spasial terbentuk melalui tiga mekanisme yang saling menopang: adaptasi fisik hunian secara bertahap, apropriasi jalan bantaran sebagai ruang sosial multifungsi, dan ritme temporal kolektif. Kesimpulannya, ketiadaan perencanaan formal bukan berarti ketiadaan tatanan, melainkan wujud tatanan internal yang terstruktur bagi penghuninya.