cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025" : 16 Documents clear
Perbandingan Pembuatan Tepung Asap Cair (Liquid Smoke Powder) dari Limbah Padat Nilam (Pogostemon Cablin Benth) menggunakan Enkapsulasi Kitosan dan Maltodekstrtin Putri, Cut Nazila; Ginting, Zainuddin Ginting; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy Eddy; Bahri, Syamsul Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.17715

Abstract

Asap cair terbentuk melalui kondensasi atau pengembunan uap yang dihasilkan dari proses pembakaran, baik secara langsung maupun secara tidak langsung bahan-bahan yang melimpah akan lignin, selulosa, dan hemiselulosa, seperti limbah nilam, tempurung kelapa dan sabut kelapa, serta bahan-bahan lainnya. Namun, penggunaan asap cair sering dianggap tidak praktis dan sulit dalam distribusi serta transportasi. Senyawa fenolik dalam asap cair rentan terhadap oksidasi, sehingga diperlukan teknologi untuk melindungi komponen aktifnya dan mempermudah penanganannya. Salah satu solusi adalah dengan membuat tepung asap cair (liquid smoke powder) melalui enkapsulasi menggunakan kitosan dan maltodekstrin sebagai media pelapis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil terbaik dari kadar air (%), yield (%), bulk density (%), pH, Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), dan pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM). Prosedurnya melibatkan pelarutan kitosan dan maltodekstrin dengan asap cair pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, kemudian mengeringkannya pada suhu 130°C, 135°C, 140°C, dan 145°C. Campuran tersebut kemudian dioven selama 3 jam. Hasil terbaik untuk kadar air, yield, bulk density, dan pH diperoleh pada konsentrasi maltodekstrin 30% dan suhu 145°C, yang masing-masing sebesar 3,36%, 32%,0,794 gr/ml, dan 4,27. Uji organoleptik dari 10 responen menunjukkan rata-rata kesukaan terhadap aroma, warna, dan tekstur dengan skor 4,8, 4,7, dan 4,5. Kata Kunci: Bulk Density, Kadar Air, Enkapsulasi Kitosan, Maltodekstrin, Limbah padat dari tanaman nilam, Ph, Tepung Asap Cair, Yield.
Pembuatan Briket dari Sabut Kelapa Kombinasi Sabut Pinang dengan Perekat Tepung Tapioka sebagai Bahan Bakar Alternatif Akbar, Muhammad; Jalaluddin, Jalaluddin; Faisal, Faisal; Suryati, Suryati; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.19153

Abstract

Briket adalah sumber daya yang digunakan sebagai bahan bakar pengganti tradisional dan terbuat dari sumber daya alam atau biomassa yang sulit ditemukan. Berbagai baik residu atau limbah biomassa menawarkan peluang besar antara lain adalah residu tebu, serat kelapa, dan serat pinang, Serpihan kayu, limbah kulit jagung, cangkang kelapa sawit, dan sekam padi juga merupakan potensi biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sabut kelapa dikombinasikan dengan sabut pinang, yang biasanya terbuang, menjadi arang yang memiliki nilai ekonomi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan parameter seperti nilai kalor, kadar abu, kadar air, dan laju pembakaran. Briket tersebut, dibuat menggunakan bahan baku sabut pinang dan sabut kelapa, yang diawali dengan proses pengarangan. Setelah itu, bahan dihaluskan dan disaring menggunakan ayakan berukuran 80 mesh dengan beberapa variasi (50:50, 40:60, 60:40, 70:30, 30:70) gr, kemudian dicampur dengan perekat, dicetak dengan tekanan press 125 kg/cm2 Kemudian, bahan dimasukkan ke dalam furnace pada suhu 300°C selama 1 jam. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah pencampuran antara arang sabut kelapa dengan arang sabut pinang sebagai bahan baku dalam penelitian briket. Perekat yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung tapioka dengan variasi konsentrasi 7%, 10%, 18%, dan 20%. Penelitian menunjukkan bahwa briket yang dihasilkan SNI 1-6235-2000 memenuhi baku mutu briket, variasi perekat 7% menghasilkan hasil terbaik, dengan kadar air sebesar 4,4696% dan kadar abu sebesar 4,3799%, nilai laju pembakaran 0,256 gram/menit, dan nilai klor 5,96271. Kata Kunci : briket , kadar abu, kadar air, laju pembakaran, nilai kalor, Sabut Kelapa, Sabut Pinang, dan Tepung Tapioka
Pembuatan Bioetanol Dari Campuran Kulit Singkong dan Kulit Pisang Kepok dengan Proses Fermentasi Menggunakan Ragi Roti Chatimah, Husnul; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.20304

Abstract

Bioetanol pada dasarnya disebut juga molekul etanol atau alkohol yang diproduksi dengan mengaplikasikan mikroorganisme untuk memfermentasi biomassa. Dengan memanfaatkan limbah singkong dan kulit pisang yang dibuang di masyarakat, khususnya oleh pedagang gorengan dan kiripik, tujuan riset ini disebut juga untuk mengidentifikasi sifat-sifat bioetanol yang terbuat dari bahan-bahan limbah tersebut dengan memeriksa kepadatan, rendemen, dan kandungan bioetanolnya. Dengan mengaplikasikan campuran kulit singkong dan kulit pisang (100:0, 50:50, dan 0:100), teknik riset mengaplikasikan hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Variasi massa ragi yang diaplikasikan disebut juga 4 g, 6 g, dan 8 g, beserta waktu fermentasi selama 1, 3, 5, 7, dan 9 hari. Dari hasil riset dapat disimpulkan bahwa hasil terbaik diperoleh dari bahan baku kulit singkong dan kulit pisang kepok (0:100) dengan massa ragi 8 g dan lama fermentasi 9 hari disebut juga kepadatan 0,7907 gr/ml, kadar bioetanol 23,3434%, dan rendemen 4,4155%. Hasil analisis kadar bioetanol dengan GC-MS memaparkan adanya etanol.Kata Kunci:Bioetanol, Densitas, Fermentasi, Kadar Bioetanol dan Yield.
Produksi Biodiesel dari Minyak Nimba Menggunakan Nanocomposite: Optimasi Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) Eyide, Odeworitse; Ikechukwu, Nwabuokei Polycarp; Ulakpa, Wisdom Chukwuemeke
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.21459

Abstract

Peran biodiesel sebagai pengganti bahan bakar diesel konvensional yang hemat biaya menurunkan senyawa kimia berbahaya dan limbah beracun. Studi ini meneliti penggunaan nanokatalis CaO/TiO2 yang dibuat sebagai berbagai stimulan untuk mentransesterifikasi minyak nimba menjadi biodiesel. Pelumas nimba dipilih sebagai bahan baku untuk pencampuran metil ester, dan studi difokuskan pada pemulihan kondisi reaksi untuk meningkatkan produksi ester. Metode permukaan reaksi (RSM) digunakan untuk menilai secara sistematis berapa banyak faktor proses yang memengaruhi hasil biodiesel. Dengan menentukan kondisi ideal untuk memproduksi biodiesel dari pelumas nimba, yang mencakup rasio memabukkan-untuk-melumasi-objek-tulang-di-mulut sebesar 8:1, tekanan stimulan 1,5%, suhu 55°C, dan waktu respons 60 menit, diperoleh hasil 94,9% yang mencengangkan. Selain kooperatif luar biasa dari penentuan (R2) sebesar 0,9763 untuk hasil biodiesel, model pembalikan polinomial empat sisi orde kedua yang signifikan secara statistik (P < 0,0001) dibangun. Untuk satu penambahan TiO2, volume dan kekuatan motivasi CaO untuk mengubah reaktan menjadi produk ditingkatkan. Dengan mengonfirmasi korelasi yang baik antara berkas eksplorasi dan indikator model, penalaran matematis meningkatkan keandalan model pembalikan. Hasil ini akan menentukan terjadinya prosedur produksi biodiesel yang lebih hemat biaya dan menguntungkan. Kegunaan kembali motivator dinilai selama lima kali pengujian berturut-turut.   Biodiesel's role as a cost-effective substitute for conventional diesel fuel lowers the harmful chemical compounds and toxic waste.   This study examined the usage of a CaO/TiO2 nanocatalyst that was created as a variety of stimulants to transesterify neem oil into biodiesel.   Neem lubricate was chosen as the feedstock for the methyl esters' blending, and the study focused on re-establishing reaction conditions to boost the esters' production.  Reaction surface methods (RSM) were being used to systematically assess how many process factors affected the biodiesel's outcome.  By determining the ideal conditions for producing biodiesel from neem lubricate, which included an intoxicating-to-lubricate-bony-object-in-mouth ratio of 8:1, a stimulant pressure of 1.5%, a temperature of 55°C, and a response time of  60 min, an astounding 94.9% result was obtained.   In addition to an extraordinary cooperative of determination (R2) of 0.9763 for biodiesel yield, a second-order four-sided polynomial reversion model that was statistically significant (P < 0.0001) was constructed.  For one addition of TiO2, the volume and strength of the CaO motivation to convert reactants into product were improved.   By confirming a good correlation between the exploratory dossier and model indicators, the mathematical reasoning improved the reliability of the reversion model.   These results will determine the occurrence of a more cost-effective and lucrative biodiesel production procedure.   The reusability of the motivator was assessed over the course of five consecutive runs.  
Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Eco-Enzyme dari Sampah Kulit Buah dan Sayuran dengan Penambahan Em-4 (Effective Microorganisme – 4) Fatiha Lubis, Rabitha Canny; Masrullita; Hasfita, Fikri; Suryati; Ginting, Zainuddin; Feri Safriwardy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.22332

Abstract

Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik seperti kulit buah dan sayuran yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk cair, hingga pengurai limbah. Sampah kulit buah dan sayuran yang melimpah, terutama dari aktivitas rumah tangga dan usaha kuliner, berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Padahal, limbah-limbah ini mengandung senyawa organik seperti asam sitrat, bromelain, serta vitamin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan eco-enzyme. Berdasarkan potensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu fermentasi dan penambahan EM-4 (Effective Microorganism-4) terhadap kualitas eco-enzyme yang dihasilkan dari kulit buah dan sayuran. Penelitian dilakukan dengan metode fermentasi selama 7, 14, 21, dan 28 hari, menggunakan molase, EM-4 dan sampah organik. Parameter yang dianalisis meliputi pH, warna, kadar asam asetat, yield, serta TSS (Total Suspended Solid). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan jenis sampah berpengaruh terhadap karakteristik produk. Yield tertinggi diperoleh dari sayuran sebesar 99,83% pada hari ke-7 dan dari kulit buah sebesar 99,78% pada hari ke-21. pH terbaik tercatat sebesar 3,21 pada hari ke-28, sementara kadar asam asetat tertinggi ditemukan pada sayuran sebesar 0,60% pada hari ke-7. Penurunan TSS pada air sungai menunjukkan kemampuan eco-enzyme dalam memperbaiki kualitas air. Penambahan EM-4 terbukti mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan efektivitas produk.
Deep Eutectic Solvent Based Quechers Method for Green Extraction Indriyanti Ibrahim; Rury Eryna Putri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i4.22610

Abstract

The trend of contaminant analysis methods is beginning to shift towards methods that are considered greener in an effort to support environmental sustainability. QuEChERS is known as a green extraction method because it requires less organic solvent and shorter pretreatment time than other conventional extraction methods. Deep Eutectic Solvent (DES) as a more environmentally friendly solvent has been developed to support the realization of green extraction. However, the use of DES specifically for the QuEChERS method has not been extensively investigated. Thus, the feasibility of using DES in the QuEChERS method has not been well elucidated. To fill this gap, this paper was prepared to provide an overview of the effectiveness of DES in the QuEChERS method. DES is known to act as an extractant and sorbent modifier. Recent advances in the use of DES based on the QuEChERS method, particularly in the extraction of pesticides, are discussed and future research needs related to its use on more complex matrices - such as biological matrices - are identified. In general, it is concluded that the use of DES based on the QuEChERS method is superior to extraction using synthetic organic solvents and fulfills the criteria of green chemistry.
Analisis Kualitas Air Bersih untuk Kebutuhan Domestik dan Non Domestik PLTU Baturaja HASMAWATY, HASMAWATY; YULISTIA, ERIYANA; NURJAYA, NURJAYA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.22646

Abstract

Air merupakan salah satu unsur utama pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pengadaan dan kualitas air bersih menjadi satu hal yang sangat dijaga di PLTU Baturaja. Baik untuk kebutuhan domestik maupun non domestik. Air digunakan pada berbagai proses yang terjadi pada PLTU, antara lain proses pendinginan (cooling), pengontrol polutan, perawatan (maintance) dan terutama sebagai bahan baku untuk terjadinya siklus uap air. Pengolahan air yang baik akan mampu mencegah pembentukan kerak dan korosi pada sistem pembangkit listrik yang bekerja melalui siklus uap air bertekanan tinggi. Untuk menghasilkan kualitas air demin yang baik atau air dengan kemurnian tinggi (high purity), PLTU Baturaja melakukan sistem pengolahan dengan dua tahapan pengolahan air untuk memenuhi kebutuhan air domestik dan non domestik. Proses pengolahan air non domestik melalui tiga proses, yaitu Ultra filtrasi, Reverse Osmosis, dan Mixed bed. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pengolahan air non domestik di PLTU Baturaja dan membandingkan proses pengolahan tersebut manakah yang menghasilkan kualitas air yang sesuai standar ABMA (American Boiler Manufacturer’s Assosiation). Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Pengukuran kualitas air hasil pengolahan dilakukan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan dengan sistem sistem ultrafiltrasi menghasilkan kualitas air yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh ABMA, sehingga PLTU Baturaja menggunakan sistem ultrafiltrasi dalam proses pengolahan air non domestiknya.
Karakterisasi Tanah Tambang dan Pengaruh Logam Mineral (Fe, SiO2, MgO, Al2O3) Terhadap Nikel (Ni) pada Kedalaman (Zona Gradasi) di Daerah Towara Misbawati; A. Sry Iryani
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.22698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tanah tambang nikel berdasarkan zona gradasi serta menganalisis pengaruh logam mineral (Fe, SiO2. MgO, Al2O3) terhadap Nikel (Ni) pada kedalaman yang berbeda di daerah Towara. Sampel diperoleh dari dua titik bor dengan kedalaman hingga 17 dan 22 meter, kemudian dianalisis berdasarkan kadar air menggunakan metode oven dan kandungan unsur kimia menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil menunjukkan bahwa kadar air tertinggi berada di zona limonit (36–45%) dan terendah di zona bedrock (2–8%). Distribusi unsur menunjukkan pola khusus, di mana kadar Fe dan Ni tertinggi ditemukan di zona limonit dan saprolit. Analisis statistik menunjukkan korelasi positif antara kadar Fe dan Ni, dengan nilai korelasi kuat (r = 0,68) pada salah satu titik bor. Korelasi ini mendukung hipotesis bahwa Ni dalam zona limonit cenderung teradsorpsi bersama oksida besi (goethit dan hematit), sehingga peningkatan kadar Fe berkaitan langsung dengan peningkatan kadar Ni. Sebaliknya, di zona saprolit, korelasi ini lebih lemah karena keterikatan Ni lebih dominan pada mineral silikat. Temuan ini memberikan kontribusi penting untuk optimasi eksplorasi dan strategi pengolahan tambang nikel laterit.
Pemisahan Surfaktan Anionik dari Air Limbah Deterjen Menggunakan Biokogulan Biji Kelor ( Moringa Oliefera L.) Afred, Merymistika Yufrani Afred; Bibiana Dho Tawa; Pius Dore Ola
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.22824

Abstract

Air limbah deterjen umumnya mengandung senyawa aktif surfaktan anionik. Pembuangan limbah ini langsung ke lingkungan dapat mengganggu biota perairan dan menurunan kualitas tanah serta memiliki efek karsinogenik jika manusia terpapar dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dosis biokoagulan Moringa Oliefera L. (MO) yang efektif untuk menurunkan kadar surfaktan (LAS) pada air limbah deterjen dan mengetahui pengaruh jenis air (air koagulasi, air limbah deterjen dan air keran) terhadap perkecambahan Vigna Radiata.  Hasil analisis diperoleh dosis optimum dengan penambahan biokoagulan biji kelor 2000 mg/L dengan persentase penyisihan LAS sebesar 96%. Selain itu, uji pengaruh jenis air terhadap perkecambahan  kacang hijau diperoleh tinggi batang dan luas daun yang disiram air hasil koagulasi (25,9 cm  dan 14,1 cm2) lebih baik dibandingkan dengan air keran (24,3 cm dan 10,99 cm2) dan air deterjen (24,6 cm dan 9,6 cm2).  Namun  hasil uji Anova menunjukkan dampak konsentrasi LAS pada air tidak ada perbedaan nyata. Kata Kunci: koagulan, biji kelor, air limbah deterjen, LAS   ABSTRACT Removal of Surfactant Anionik From Detergent Wastewater By Biocoagulant Moringa Oleifera Seeds Detergent wastewater commonly have surfaktan anionic as active agent. Disposal of this wastewater directly into the environment can disrupt aquatic biota and reduce soil quality as well as have carcinogenic effects if humans are exposed to it for a long period of time. The aim of this research is determined optimum dosages Moringa oleifera L. (MO) as biocoagulant to remove LAS from laundry wastewater and evaluate the effect of coagulation water, detergent wastewater and tap water to Vigna radiata germination. The result show that optimum dosages of Moringa oleifera L. is 2000 mg/L which could remove 96% of LAS in sample. Moreover, the study of the influence water to Vigna radiata germination show the lenght of steam and leaf by coagulation water ((25,9 cm and 14,1 cm2) better than coagulation water (24,3 cm and 10,99 cm2) and tap water (24,6 cm and 9,6 cm2). However, the result anova test show that the effect of LAS concentration in water is not significant.   Keyword: coagulant, Moringa oleifera, detergent wastewater, LAS    
Potential of Biomass Raw Material for Biochar Production: A Review : POTENSI BAHAN BAKU BIOMASSA UNTUK PRODUKSI BIOCHAR: TINJAUAN Rara Eka Dyla Putri; Dwi Indah Lestari; Debi Anggun Sari; Zeolita Prabu Putri; Syariful Maliki
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.23084

Abstract

Biochar is a porous carbonaceous material produced from the pyrolysis of biomass under limited oxygen conditions, and it has gained widespread attention for its effectiveness in environmental remediation, soil quality enhancement, and carbon sequestration. The physicochemical properties of biochar are highly dependent on the type of biomass feedstock and the production parameters applied. Utilizing biomass waste as a raw material for biochar not only addresses organic waste management issues but also produces value-added products suitable for various applications, such as pollutant adsorption, soil amendment, and alternative fuel sources. This review aims to systematically evaluate the potential of various biomass types as biochar feedstock, focusing on the influence of feedstock composition, pyrolysis conditions, and resulting biochar characteristics on its application performance. The study integrates recent findings in the literature, demonstrating that appropriate selection of biomass—such as oil palm empty fruit bunches, sugarcane bagasse, cotton shells, lignin, and red mud—can yield high-performance biochar for heavy metal remediation, synthetic dye adsorption, and renewable energy production. This review is expected to provide a scientific foundation for developing more efficient, adaptive, and sustainable biomass-based biochar production strategies.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026 Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025 Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025 Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024 Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024 Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024 Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023 Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023 Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023 Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023 Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022 Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022 Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Mei 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 More Issue