cover
Contact Name
Muhamad Irsan
Contact Email
mirsan@unis.ac.id
Phone
+6282298129644
Journal Mail Official
jimtek@unis.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Jl Maulana Yusuf No. 10 Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
JIMTEK
ISSN : -     EISSN : 27980669     DOI : -
Publikasi hasil penelitian di bidang teknik antara lain: Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, dan Teknik Sipil.
Articles 96 Documents
Implementasi Metode Pdca Dan Seven Tools Untuk Pengendalian Kualitas Pada Produk Sheet Di Pt. Kati Kartika Murni Muhammad Prasojo; Giyanto Giyanto; Monita Rahayu
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 3 (2020): November 2020 - Februari 2021
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.821 KB)

Abstract

 Penelitian ini dilakukan di PT Kati Kartika Murni, yang beralamat di Jl. Imam Bonjol No. 76 Karawaci, Tangerang, Banten. Tangerang merupakan salah satu daerah dimana terdapat banyak Kawasan industri yang memproduksi karton box berbagai tipe dan bentuk box yang ada di pasaran. Salah satunya adalah perusahaan yang dijadikan tempat penelitian ini yaitu pada PT Kati Kartika Murni, yang merupakan perusahaan di bawah naungan SINARMAS Group yang memproduksi berbagai macam jenis karton box, paper ataupun berbagai jenis produksi lainnya. Untuk di PT Kati Kartika Sendiri memproduksi produk berupa, Sheet, karton box, paper angle dan paper tube. Adanya tuntutan oleh konsumen perihal masalah kualitas/mutu produk Sheet yang dibuat. Dalam satu tahun periode produksi masih sering terjadi produk cacat/reject. Peneliti menggunakan metode PDCA dan Seven Tools untuk pengendalian kualitas pada produk Sheet. Adapun jenis cacat yang paling sering terjadi yaitu kerepek, ngelupas, overleping dan melengkung merupakan jenis cacat yang paling sering muncul dalam reject produksi.
Pemanfaatan Buah Kedondong Dan Kulit Pisang Ambon Sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif Hurin Kamilah; Tri Wardoyo DS; Siti Maftukhah
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 2 (2020): Juli - Oktober 2020
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.399 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan energi yang menjadi kebutuhan utama pada zaman digital dimana manusia sangat bergantung pada energi listrik untuk memenuhi kebutuhan dalam beraktivitas. Sumber energi listrik berasal dari sumber daya alam tidak terbarukan dan terbarukan, sehingga usaha untuk menghadapi berkurangnya ketersediaan sumber daya alam tak terbarukan dengan mencari energi listrik alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan buah kedondong (BK) dan kulit pisang ambon (KP) yang dapat menghasilkan energi listrik. Metode penelitian menggunakan sel volta bio baterai yang diisikan oleh sampel bubur dengan perbandingan konsentrasi bahan baku BK : KP ( 0% : 100%, 25% : 75 %, 50% : 50%, 75% : 25%, dan 100% : 0% ), dan variasi waktu fermentasi ( 12, 24, 46, 72, dan 96 jam ). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi bahan baku hanya kulit pisang ambon saja (0% : 100%) menghasilkan tegangan 4,01 V dan arus 1,88 mA lebih besar daripada hanya buah kedondong saja yaitu tegangan 3,90 V dan arus 1,05 mA dengan waktu fermentasi yang sama (12 jam). Sedangkan hasil campuran yang terbaik dihasilkan pada konsentrasi bahan baku 25% : 75% dengan waktu fermentasi 24 jam yaitu tegangan 3,84 V dan arus 2,13 mA
Pengaruh Temperatur Heater Terhadap Kekuatan Tarik Benang Filamen 75d/36f Ryzka Listiyorini; Harianto Harianto; Muhammad Yus Firdaus
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 2 (2020): Juli - Oktober 2020
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.951 KB)

Abstract

Latar Belakang: Semua industri harus bisa memberi pelayanan dari mutu produk yang diproduksi untuk bisa diterima pasar, begitu juga perusahaan yang bergerak dibidang tekstil khususnya benang polyester, yaitu: POY (Partially Oriented Yarn) dan DTY (Draw Textured Yarn), dalam proses pembuatan benang tidak lepas dari kualitas sebagai sasaran utamanya. Metode: peneliti menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAl) yang dianggap dapat menyelesaikan masalah. Tujuan: Dilakukan penelitian pada kekuatan tarik benangpada proses pemanasan (Temperatur Heater) karena merupakan faktor yang menentukan kualitas benang tekstur, sedangkan benang yang akan diteliti yaitu DTY (Draw Textured Yarn). Hasil Penelitian: Temperatur memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik benang dimana temperatur yang digunakan harus disesuaikan dengan nomor benang agar menghasilkan kualitas kekuatan benang yang optimal dan benang tidak mudah rapuh saat diproses kembali menjadi pakaian. Kesimpulan: Terdapat perbedaan kekuatan tarik benang filament 75 d/36f secara signifikan antara temperatur heater 1800C, 1900C dan 2000C.
Pengaruh Kekerasan Back Top Roller Mesin Spinning Terhadap Ketidakrataan Benang Agung Puguh; Indrato Harsadi
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 2 (2020): Juli - Oktober 2020
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.24 KB)

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan  Teknologi  salah  satu  dampaknya  adalah  memberikan  kemudahan  bagi  perusahaan.  Tetapi  sebagai  akibatnya  terjadi  persaingan  baik  dalam  proses  produksi  maupun  pemasaran.  Oleh  karena  itu  PT. KUMATEX  sebagai  salah  satu  industri  dalam  pembuatan  benang  tidak  lepas  dari  tuntutan  untuk  menghasilkan  benang  dengan  mutu  baik. Metode: Dalam  penelitian  ini,  metode  yang  digunakan  adalah  kuantitatif  eksperimen  kausal.  untuk  mengolah  data  dari  hasil  percobaan  yang  dianalisis  secara  statistik  menggunakan  Anova  (Analisys  of  varians)  satu  arah  dengan  empat  perlakuan  (t = 4)  kekerasan  roll  belakang,  yang  masing – masing akan  diulang  sebanyak  tiga  kali  (r = 3) pengujian  ketidakrataan  benang  dilakukan  dengan  menggunakan  uster  eveness  tester  dan  pola  desain  eksperimen  ditentukan  dengan  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  yang  terbentuk  t x r = 4x3 = 12 plot. Hasil Penelitian: Dari  hasil  percobaan  menunjukan  bahwa  terdapat  perbedaan  ketidakrataan  benang yang  sangat  signifikan  antara  kekerasan  back  top  roller  80° Shore, 85° Shore, 90° Shore, 95° Shore  atau  dengan  kata  lain  kekerasan  back  top  roller  berpengaruh  sangat  nyata  terhadap  ketidakrataan  benang. Kesimpulan: Terdapat pengaruh kekerasan back top roller sangat sigifikan terhadap ketidakrataan (U%) benang RT RTO 60 K17 Ne1 47s antara kekerasan back  top  roller. Nilai ketidakrataan yang terendah didapat dari kekerasan back top roller   80° Shore dengan nilai ketidakrataan (U%) = 11,800, sehingga merupakan tingkat kekerasan back top roller terbaik. Kekerasan yang rendah membentuk efek penjepitan berupa bidang sehingga kontrol terhadap serat lebih optimum
Pengaruh Kekerasan Front Top Roller Terhadap Ketidakrataan Benang RTRTO60K Ne1 47.2’s Di Mesin Spinning Siti Maryatul Q; Muhamad Yus Firdaus
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 2 (2020): Juli - Oktober 2020
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.422 KB)

Abstract

Agar dihasilkan mutu benang yang baik dan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh perusahaan maupun konsumen, maka perlu adanya pengaturan dan penyetelan yang tepat di mesin spinning. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan  menentukan penggunaan rol peregang atas dengan kekerasan yang tepat sehingga mendapatkan mutu yang optimal mengenai ketidakrataan benang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu benang RTRTO60K agar menjadi lebih baik. Dalam melakukan pengamatan penulis menggunakan derajat kekerasan front top roller yang berbeda. Kekerasan front top roller tersebut dengan kekerasan 70, 75, 80 & 85° shore. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen kasual. Untuk mengolah data dari hasil percobaan yang dianalisis secara statistik menggunakan Anova (Analisys Of Varians) satu arah dengan empat perlakuan (t=4) dan tiga replikasi (r=3) maka terbentuk t x r = 12 plot. Dari hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ketidakrataan (U%) benang RTRTO60K Ne1 47.2s yang sangat signifikan antara kekerasan front top roller 70°, 75°, 80° dan 85° shore atau terdapat pengaruh kekerasan front top roller terhadap ketidakrataan (U%) benang RTRTO60K Ne1 47.2s. Kekerasan front top roller 85° shore tidak dapat digunakan lagi sehubungan dengan tingginya nilai  ketidakrataan (U%) benang dibanding kontrol ( kekerasan font top roller 70° shore dengan nilai ketidakrataan (U%) yaitu 9.265 )
Pengaruh Sudut Timing Main Nozzle Terhadap Putus Benang Pakan Polyester 100% 30/2 Dtex Di Mesin Air Jet Loom Merk Toyoda T-810 Evy Apriyanty; Giyanto Giyanto; Fanni Desiyanto
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 2 (2020): Juli - Oktober 2020
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.583 KB)

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sudut timing main nozzle terhadap putus benang pakan pada proses pertenunan dengan menggunakan mesin AJL. Pengujiannnya dilakukan dengan cara merubah sudut timing main nozzle di mesin AJL T-810. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif Eksperimen dengan melakukan percobaan langsung di mesin AJL T-810 menggunakan desain Penelitian  Faktor Tunggal, RAL (Rancangan Acak Lengkap)dengan tiga kali pengulangan.Dari hasil percobaan yang di uji dengan menggunakan metode statistik analisis ragam faktor tunggal diperoleh kesimpulan bahwa :Sudut timing main nozzle memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap jumlah putus benang pakan polyester 100% 30/2 dTex di mesin AJL T-810. Sebelum dilakakukannya penelitian rata-rata jumlah putus benang pakan per mesin per 8 jam adalah sebanyak 12.63 kali putus, sehingga effisiensi mesin hanya mencapai 92.50% dengan produktivitas yang dihasilkan sebanyak 400.652 m kain. Sedangkan setelah dilakukannya penelitian dengan digunakannya sudut timing main nozzle 90⁰ pada proses produksi, effisiensi mesin mencapai 95.44% dan mengalami peningkatan pada produktivitas kain yang dihasilkan yakni sebanyak 413.386 m kainPengaruh Sudut Timing Main Nozzle Terhadap Putus Benang Pakan Polyester 100% 30/2 Dtex Di Mesin Air Jet Loom Merk Toyoda T-810
Pengaruh Tekanan Sub Nozzle Terhadap Jumlah Putus Benang Pakan Polyester 200 Denier Di Mesin Ajl T - 810 (Studi Eksperimen Di PT. Istem) Dede Hidayat; Harianto Harianto; Sutresna Juhara
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 3 (2020): November 2020 - Februari 2021
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.985 KB)

Abstract

Latar Belakang: Proses tenun merupakan proses yang dilakukan secara turun-temurun. Aktivitas menenun pasti tidak lepas dengan yang namanya benang. Digunakanlah sub nozzle untuk menghembuskan benang dalam benang. Metode: Dalam analisis penyusunan skripsi ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen kausal , percobaan langsung  di mesin tenun AJL T-810 menggunakan sistem RAL ( Rancangan Acak Lengkap ) dengan tiga kali pengulangan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tekanan udara sub nozzle terhadap putus benang pakan di mesin AJL T-810 dengan analisis factor tunggal RAL  t = 5 dan  r = 3  dengan model tetap dimana t perlakuan tekanan udara sub nozzle  2,0 kgf/cm2 ,  2,5 kgf/cm2 ,  3,0 kgf/cm2 , 3,5 kgf/cm2  dan  4,0 kgf/cm2 serta pengulangan replikasi = 3 kali. Hasil Penelitian:  Dari hasil percobaan yang diuji dengan menggunakan metode statistik analisis ragam faktor tunggal dan uji lanjut New Duncan. Kesimpulan: 1) Tekanan udara sub nozzle memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap jumlah putus benang pakan polyester 200 denier di mesin tenun AJL T-810 hal tersebut telah terbukti dari hasil uji hipotesis statistik yaitu Fh = 35,68 > Ft ( 0,01 ). 2) Tekanan udara sub nozzle terbaik adalah  3,0 kgf/cm2 dengan menghasilkan jumlah putus benang pakan terendah yaitu 8,2 per mesin per tiga jam.
Pengaruh Diameter Front Top Roller terhadap Ketidakrataan Benang Acrylic 100% Nm 36 di Mesin Ring Spinning RSF Galuh Azizul Hakim; Giyanto Giyanto; Sutresna Juhara
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 3 (2020): November 2020 - Februari 2021
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.008 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kerataan benang acrylic merupakan salah satu unsur parameter mutu benang yang dihasilkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan bahwa nilai ketidakrataan benang acrylic 100% mencapai 13,95 sehingga melebihi standard yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar maksimal 13. Metode:Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuantitatif eksperimen kausal dengan pola desain eksperimen dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) yang terbentuk  t x r = 3 x 3 = 9 plot. Hasil Penelitian: Ada tiga diameter front top roller yang dipakai yaitu X1 = diameter 48,0 mm; X2 = diameter 48,5 mm; dan X3 = diameter 49,0 mm. Dari ketiga diameter front top roller diatas, semakin besar diameter front top roller memberi hasil ketidakrataan ( U% ) yang lebih kecil atau baik.. Kesimpulan:Dari analisis tersebut terdapat perbedaan ketidakrataan benang yang sangat nyata antara diameter front top roller 48,0 mm, 48,5 mm, dan 49,0 mm. atau berpengaruh terhadap ketidakrataan benang acrylic 100% pada mesin Ring Spinning RSF Fukushima. Diameter front top roller 49,0 mm menghasilkan ketidakrataan benang acrylic 100% paling kecil yaitu sebesar (U%) 13,35 lebih kecil dibandingkan diameter front top roller 48,0 mm (U%) 13,78. Dan 48,5 mm (U%) 13,95. 
Pengaruh Penetrasi Sisir Atas Terhadap Ketidakrataan Sliver Combing Benang ACK Kapas 100% Pada Mesin Combing VC 250 Sugeng Sutrisno; Indrato Harsadi
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 3 (2020): November 2020 - Februari 2021
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.723 KB)

Abstract

Mesin combing adalah salah satu mesin dari serangakaian prosespembuatan benang khususnya benang combed. Fungsi utama mesin combing adalah memisahkan serat panjang dengan serat pendek disamping memperbaiki kerataan panjang serat(uniformity) sehingga akhirnya benang yang dihasilkan bermutu tinggi. Fungsi dari mesin combing tersebut dapat dicapai apabila setting tepat. Sehingga usaha untuk mendapatkan mutu sliver yang diinginkan, terutama dalam ketidakrataan bisa dicapai maka penulis melakukan percobaan dan penelitian dengan mengubah setting kedalaman ssisir atas mesin combing VC 250. Dengan penelitian ini dapat diketahui seberapa besar pengaruh faktor tersebut terhadap ketidakrataan sliver kapas pada mesin combing VC 250. Metode yang digunakan adalah kualitatif monofaktor dengan 4 perlakuan dan menggunakan replikasi 3 kali dimana faktor tersebut : faktor nilai kedalaman sisir atas yaitu : 2.5 mm , 3.0 mm, 3.5 mm, 4,0 mm. Dari hasil pengamatan dengan metode Anova satu jalur (monofaktor) dan uji lanjut LSD dengan kontrol, dengan empat perlakuan kedalaman sisir atas Tedapat  pengaruh kedalaman sisir atas sangat sigifikan terhadap ketidakrataan (U%) sliver combing  antara kedalaman sisir atas.
Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Autisme Dan ADHD Pada Anak Dengan Metode Forward Chaining Berbasis Android Fitri Handayani; Djamaludin Djamaludin; Nia Komalasari
JURNAL ILMIAH FAKULTAS TEKNIK Vol 1 No 3 (2020): November 2020 - Februari 2021
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.757 KB)

Abstract

Seiring pesatnya kemajuan teknologi komputer saat ini memberi pengaruh di beberapa bidang keilmuan salah satunya bidang kesehatan. Dimana komputer bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar yang di sebut sistem pakar (expert system). Autisme merupakan gangguan dalam tumbuh kembang anak yang menyebabkan anak kesulitan dalam segi komunikasi, interaksi sosial dan masalah pada perilaku. Sedangkan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktif pada anak. Di Sekolah Khusus (SKh) Pelangi Anakku yang menjadi kendala saat ini karena ketidak tersediaannya tenaga ahli atau psikolog untuk melakukan observasi terhadap siswa sehingga observasi dilakukan oleh pihak terapis atau guru yang merupakan tenaga pendidik luar biasa (PLB) yang ada di Sekolah Khusus (SKh) Pelangi Anakku untuk mendiagnosa apakah siswa yang ada memiliki gangguan autisme dan ADHD sehingga terapis atau guru dapat menentukan penanganan dan terapi yang sesuai dengan gangguan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode forward chaining. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat sistem pakar berdasarkan knowledge base yang dimiliki seorang pakar dan kemudian diimplementasikan kedalam sistem pakar menggunakan metode forward chaining berbasis android yang dapat membantu terapis, guru dan orang tua dalam mediagnosa autisme dan ADHD pada anak berdasarkan gejala dan perilaku yang ada serta mendapatkan informasi dan solusi penanganan sedini mungkin pada gangguan tersebut.

Page 3 of 10 | Total Record : 96