cover
Contact Name
Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Contact Email
mariaelvinatresia@gmail.com
Phone
+6285350040007
Journal Mail Official
jfe@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasundan No.21, Jawa, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75122
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Etam
ISSN : 27976696     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.52841/jfe.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Etam diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, yang terbit setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember yang memuat hasil penelitian dengan ruang lingkup; Teknologi Farmasi, Preformulasi dan Formulasi, Biofarmasi, Farmakokinetika, Farmakodinamika, Farmakogenitika, Farmasi Analisis, Penemuan dan Pengembangan Obat / Eksipien, Kimia Bahan Alam, Obat Tradisional , Farmakognosi dan Fitokimia, Mikrobiologi dan Bioteknologi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, Farmasi Sosial dan Administrasi, Pharmaceutical Care.
Articles 60 Documents
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PARACETAMOL PADA JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI PASAR PAGI KOTA SAMARINDA Viola Apristarani; Susana Linden; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i1.850

Abstract

Jamu pegal linu merupakan obat tradisional yang digunakan untuk mengurangi rasa lelah, nyeri otot, serta menyegarkan tubuh. Paracetamol merupakan obat yang paling umum digunakan masyarakat untuk meredakan gejala nyeri dan menurunkan demam. Penggunaan paracetamol dalam jamu dilarang karena dapat menyebabkan terjadinya interaksi yang tidak diinginkan antara obat tradisional dengan obat sintetik dan jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan gagal ginjal dan gangguan hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya bahan kimia obat paracetamol dalam jamu pegal linu yang beredar di Pasar Pagi Kota Samarinda secara kualitatif yaitu menggunakan uji kromatografi lapis tipis dan kuantitatif yaitu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Serta memenuhi uji validasi dengan parameter validasi metode dalam penelitian meliputi linieritas, limit of detection (LOD) dan limit of Quantification (LOQ). Sampel yang diuji sebanyak 10 sampel. Hasil pengamatan pada uji kualitatif menggunakan plat KLT dengan fase gerak kloroform : etanol (8:1) terdapat sampel yang positif mengandung paracetamol yaitu sampel dengan nilai Rf A (0,135), B (0,121), C (0,121), D (0,189) dan E (0,135) yang mendekati dengan standar paracetamol Rf (0,135). Pada uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang maksimum 242 nm. Kadar rata-rata paracetamol dalam 10 sampel yaitu 0.41 % - 74,87% hal ini menunjukkan bahwa jamu pegal linu yang beredar tidak memenuhi syarat BPOM karena mengandung paracetamol. Kata Kunci : Jamu pegal linu, Paracetamol, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometri UV-Vis
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BIOADSORBEN KULIT PISANG AMBON DAN KULIT SUKUN TERHADAP LOGAM Pb(II) PADA LIMBAH CAIR LABORATORIUM FARMASI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Desti Natalia Lantika T; Nurillahi Febria Leswana; Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.848

Abstract

Kegiatan manusia mengakibatkan pencemaran limbah logam berat ke ling- kungan dalam aneka macam bentuk, termasuk limbah kegiatan industri, limbah laboratorium, pembuangan transportasi, limbah kota, kawasan pembuangan sampah, limbah pertambangan, dan pelapisan listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perbandingan efektivitas bioadsorbeni serbuk kulit buah pisang ambon dan serbuk kulit buah sukun terdapat logam Pb limbah cair laboratorium farmasi dan mengetahui perbandingan kemampuan bioadsorben serbuk kulit buah pisang ambon dan serbuk kulit buah sukun terhadap logam Pb limbah cair laboratorium farmasi. Penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Visible. Berdasarkan kurva hubungan absorbansi terhadap waktu diperoleh kondisi yang stabil yaitu pH 4 pada menit ke 45 sampai 60. Pada penelitian ini menunjukkan pisang ambon waktu optimum kulit pisang ambon adalah 60 menit pada 23,4% dan efektivitas dari pisang ambon yaitu sebesar 29,7% dengan kondisi pH optimum pada pH 5. Sedangkan kulit sukun pada waktu optimum 60 menit 27,4%. Dari data didapat dikatakan bahwa bioadsroben kulit sukun memiliki efektivitas yang cukup baik dalam proses penyerapan Pb dengan nilai efektivitas sebesar 79,6%. sedangkan sukun dengan kondisi optimum pH 5, waktu kontak 60 menit dan massa 125 mg semakin bertambahnya bobot maka semakin menurunnya absorbansi dari limbah. Kata Kunci : Kulit Pisang Ambon, Kulit Sukun, Timbal Pb (II), Limbah Laboratorium Farmasi
ANALISIS KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL TERPURIFIKASI DAUN BETADIN (jatropha multifida Linn) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETERI UV-Vis Maria Meylennia Bulan; Susana Linden; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.849

Abstract

Tanaman betadin (jatropha multifida Linn) berdasarkan pengalaman secara turun temurun banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyembuhkan luka baru, sehingga dikalangan masyarakat lebih dikenal dengan tanaman Betadin. Flavonoid adalah metabolik pada tanaman dan merupakan senyawa yang polar, maka dari itu dapat dilarutkan dalam alcohol. Senyawa flavonoid pada umunya banyak terdapat di semua bagian tumbuhan termasuk daun, akar, kayu, kulit, tepung sari, nektar, bunga, buah dan biji. Kira-kira 2% dari seluruh karbon yang difotosintesis oleh tumbuh-tumbuhan diubah menjadi flavonoid. Adapun masalah dari penelitian ini adalah berapa total kandungan flavonoid antara ekstrak etanol terpurifikasi dan yang tidak terpurifikasi pada tanaman daun betadin (jatropha multifida Linn). Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar flavonoid ektrak etanol terfurifikasi pada daun betadin (jatropha multifida Linn) Oleh karena itu, dilakukan analisis kadar flavonoid ekstrak etanol terpurifikasi daun betadin (jatropha multifida Linn) dengan Metode Spektrofotometeri UV-Vis. Salah satu prinsip kerja spektrofotometri didasarkan pada fenomena penyerapan sinar oleh spese kimia tertentu didaerah ultra violet dan sinar tampak. Hasil kadar ekstrak etanol daun betadin 1,9873% dan hasil ekstrak etanol daun betadin terpurifikasi 0,1363%. Kesimpulan bahwa estrak etanol terpurifikasi lebih kecil kadar yang dihasil kan dibandingkan ekstrak etanol tidak terpurifikasi. Kata Kunci: Jatropha multifida Linn, Terpurifikasi, Flavonoid, Spektrofotometri UV-Vis
POTENSI ANTIOKSIDAN CLAY MASK STICK BERBASIS RICE BRAN OIL TERHADAP RADIKAL BEBAS DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Karolina Yordan; Muh. Taufiqurrahman; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.851

Abstract

Masalah kesehatan kulit wajah menjadi perhatian penting, terutama bagi perempuan, karena berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan penampilan. Salah satu upaya perawatan kulit wajah adalah penggunaan masker berbahan alami yang dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Seiring berkembangnya inovasi di bidang kosmetik, sediaan clay mask stick hadir sebagai bentuk baru yang lebih praktis digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antioksidan dari clay mask stick yang diformulasikan dengan minyak bekatul (rice bran oil/RBO) menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Minyak bekatul diketahui mengandung senyawa antioksidan alami seperti tokoferol, tokotrienol, dan oryzanol. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur nilai IC50 menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 520 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang mengandung RBO (F2 dan F3) memiliki nilai IC50 < 50 ppm, yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar formula (p = 0,003), dan uji lanjut LSD membuktikan bahwa formula F2, F3, serta pembanding vitamin C secara signifikan berbeda dari formula kontrol (F0). Selain itu, hasil uji karakteristik fisik (pH, homogenitas, daya sebar, dan waktu kering) menunjukkan bahwa seluruh sediaan memenuhi standar mutu kosmetik yang baik. Kesimpulannya, clay mask stick berbasis rice bran oil memiliki potensi kuat sebagai produk perawatan kulit topikal dengan aktivitas antioksidan yang efektif dan stabil Kata kunci: clay mask stick, minyak bekatul, antioksidan, metode DPPH, IC50, tokoferol
FORMULASI DAN EVALUASI UJI MUTU FISIK EMULGEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-picrylhydrazyl) Angela Dewi Sartika Hiyang; Muh Taufiqurrahman; Risny Oklyan
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.857

Abstract

Peningkatan produksi bawang merah setiap tahun semakin meningkat, sehingga menyebabkan kulit bawang merah menjadi limbah yang tidak di manfaatkan. Bagian kulit dari bawang merah mengandung senyawa kimia flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-picrylhydrazyl) yaitu kulit bawang merah diektraksi menggunakan etanol 96%. Kulit bawang merah akan dimanfaatkan untuk membuat sediaan emulgel yang memiliki aktivitas antioksidan dapat membantu melindungi kulit, meningkatkan hidrasi dan menjaga kelembapan pada kulit. Emulgel memiliki stabilitas yang baik, nyaman digunakan dan mampu menempel dalam waktu yang relatif lama pada kulit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari emulgel dan hasil evaluasi uji mutu fisik sediaan emulgel. Sediaan emulgel dibuat 4 formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda dan dilakukan evaluasi sediaan yaitu uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji stabilitas penyimpanan, uji cycling test, uji sentrifugasi, uji tipe emulgel dan uji viskositas. Hasil pengujian antioksidan pada emulgel kulit bawang merah konsentrasi 0,5%, 5% dan 10%, memiliki aktivitas antioksidan. Emulgel kulit bawang merah pada konsentrasi 10% memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 49.614 ppm. Hasil evaluasi uji mutu fisik pada variasi konsentrasi ekstrak kulit bawang merah memiliki pengaruh terhadap stabilitas sediaan emulgel. Berdasarkan hasil uji stabilitas fisik, pada formula sediaan emulgel F0 dan F1 memenuhi persyaratan parameter sediaan emulgel yang baik. Sedangkan, formula emulgel F2 dan F3 belum memenuhi persyaratan parameter sediaan emulgel karena pada pengujian cycling test dan sentrifugasi hasil emulgel tidak stabil. Kata kunci : Kulit Bawang Merah, Ekstrak Etanol 96%, Emulgel, Antioksidan
POTENSI TOKOFEROL SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN KRIM DARI FRAKSI NON POLAR CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Yesi Bayaq; Nurillahi Febria Leswana; Muh Taufiqurrahman
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.866

Abstract

Tokoferol merupakan senyawa antioksidan alami yang banyak ditemukan dalam fraksi non-polar Crude Palm Oil (CPO). Antioksidan memiliki peran penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari fraksi non-polar CPO dalam sediaan krim menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil). Fraksi non-polar CPO diformulasikan ke dalam krim dengan konsentrasi 0% (F0), 1% (F1), 2% (F2), dan 3% (F3). Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur nilai IC₅₀ masing-masing formula dan dibandingkan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim F3 memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 56,167 µg/mL. Hasil uji ANOVA dan LSD menunjukkan perbedaan yang signifikan antara F0 dengan F3 dan vitamin C (p < 0,05). Selain itu, semua formula memenuhi parameter mutu fisik sediaan krim yang meliputi homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Dapat disimpulkan bahwa fraksi non-polar CPO memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami dan dapat dikembangkan dalam sediaan krim Kata kunci: α-Tokoferol, Crude Palm Oil (CPO), Antioksidan, DPPH, Krim
Hubungan Tingkat Stres Terhadap Pola Tidur Serta Dampaknya Terhadap Perilaku Swamedikasi Pada Mahasiswa STIKES Dirgahayu Samarinda Celly Delfia Tusau; Muh Taufiqurrahman; Raymon Simanullang
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 6 No 1 (2026): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v6i1.896

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang dapat memengaruhi kualitas tidur serta mendorong perilaku swamedikasi. Kondisi tersebut dapat mendorong mahasiswa melakukan swamedikasi tanpa pengawasan tenaga kesehatan untuk mengatasi keluhan seperti sakit kepala, kelelahan, maupun gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres terhadap pola tidur serta dampaknya terhadap perilaku swamedikasi pada mahasiswa STIKES Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir Program Studi S-1 Farmasi, S-1 Keperawatan, dan D-3 Keperawatan STIKES Dirgahayu Samarinda dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, serta kuesioner perilaku swamedikasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Chi-Square (χ²). Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan pola tidur serta adanya kecenderungan perilaku swamedikasi pada mahasiswa yang mengalami kualitas tidur buruk dan gangguan tidur.
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE-2 TERHADAP MUTU PELAYANAN FARMASI DI RUMAH SAKIT DIRGAHAYU SAMARINDA Putri Romelisa; Muh Taufiqurrahman; Raymon Simanullang
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 6 No 1 (2026): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v6i1.898

Abstract

Diabetes melitus tipe-2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga membutuhkan pelayanan kefarmasian yang bermutu untuk mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan pasien diabetes melitus tipe-2 dengan mutu pelayanan farmasi di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 80 pasien diabetes melitus tipe-2 yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p < 0,05) sehingga analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,0% responden berada pada kategori sangat puas dan 46,3% pada kategori puas. Mutu pelayanan farmasi dinilai sangat baik oleh 60,0% responden dan baik oleh 36,3% responden. Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien dengan mutu pelayanan farmasi (p = 0,000; r = 0,744), yang menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan hubungan yang kuat. Oleh karens itu, semakin baik mutu pelayanan farmasi, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien.
DOI: - Research Article Formulasi dan Uji Aktivitas Lotion Tabir Surya Fraksi Etil-Asetat Daun Pucuk Merah (Syzygium oleana Walp) dengan Variasi Tween 80 dan Span 80 sebagai Emulgator Nadia Panca Wati; Maria Elvina Tresia Butar - Butar; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 6 No 1 (2026): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v6i1.901

Abstract

Paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan eritema, hiperpigmentasi, penuaan dini, dan kerusakan kulit sehingga diperlukan sediaan tabir surya yang aman serta stabil. Daun pucuk merah (Syzygium oleana Walp) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan sekaligus fotoprotektan alami. Penelitian ini bertujuan memformulasi lotion tabir surya fraksi etil asetat daun pucuk merah dengan variasi Tween 80 dan Span 80 sebagai emulgator serta mengevaluasi nilai Sun Protection Factor (SPF) dan mutu fisiknya. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium. Simplisia diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan metode maserasi, kemudian difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat. Lima formula lotion dibuat dengan variasi Tween 80 dan Span 80, kemudian diuji nilai SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada 290-320 nm dan dievaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, serta stabilitas penyimpanan 28 hari. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak 21,9980% dan rendemen fraksi etil-asetat 15,1196%. Fraksi etil-asetat 10 ppm memiliki nilai SPF 15,4148 dengan kategori perlindungan ultra. Nilai SPF lotion tertinggi diperoleh pada F3 sebesar 9,3651 (perlindungan maksimal), diikuti F4 sebesar 8,5158 dan F5 sebesar 8,4629 (perlindungan tinggi). F3 dan F4 memenuhi parameter mutu fisik, stabil selama penyimpanan, dan tidak menunjukkan pemisahan fase. Formula F3 dinilai sebagai formula terbaik karena menghasilkan SPF tertinggi dengan daya sebar yang baik dan stabilitas fisik yang memenuhi persyaratan.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA LIP BALM FRAKSI ETIL-ASETAT DAUN PUCUK MERAH (SYZYGIUM MYRTIFOLIUM WALP.) DENGAN VARIASI LEMAK TENGKAWANG DAN LEMAK COKELAT Fidelia Sarawa; Maria Elvina Tresia Butar-butar; Muh. Taufiqurrahman
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 6 No 1 (2026): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v6i1.902

Abstract

Perawatan bibir diperlukan karena bibir memiliki lapisan pelindung yang tipis, sedikit melanin, serta mudah mengalami kekeringan dan kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet. Daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan memformulasi lip balm fraksi etil-asetat daun pucuk merah dengan variasi lemak tengkawang dan lemak cokelat, serta mengevaluasi karakteristik fisik dan nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Daun pucuk merah dibuat menjadi simplisia, diekstraksi dengan etanol 96%, difraksinasi menggunakan etil asetat, kemudian diformulasikan menjadi lima formula lip balm. Evaluasi meliputi skrining fitokimia, penentuan SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV Vis, organoleptis, homogenitas, titik leleh, pH, daya oles, daya lekat, dan stabilitas 28 hari. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak 24,07% dan rendemen fraksi etil-asetat 3,22%. Fraksi etil-asetat 10 ppm memiliki nilai SPF 15,41. Nilai SPF sediaan berturut-turut adalah F1 1,793; F2 4,925; F3 8,408; F4 15,278; dan F5 4,057. Formula F4 dengan lemak tengkawang 19,3% dan lemak cokelat 41% merupakan formula terbaik karena memiliki SPF sangat tinggi, pH 5,76-5,88, daya lekat 6,60-6,80 detik, daya oles 4,8-5,0 cm, titik leleh rata-rata 56,33 °C, homogen, dan stabil selama penyimpanan.