cover
Contact Name
Zamrud Whidas Pratama
Contact Email
jurnalmebang@gmail.com
Phone
+6282221778818
Journal Mail Official
jurnalmebang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Mebang
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 27763919     EISSN : 27762513     DOI : https://doi.org/10.30872/mebang
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik is academic, open access, peer-reviewed journal founded and first published in 2021 by the Department of Ethnomusicology, Faculty of Cultural Studies, Mulawarman University. Issues are published two times a year in April and October. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik contains the results of music research, such as ethnomusicology; music performance art; music creation and research; and music education.
Articles 50 Documents
Konsep Dongkari dalam Perspektif Seniman Tembang Tembang Sunda Cianjuran Denis Setiaji
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.379 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i1.19

Abstract

Abstract: The following research explained how dongkari is a concept by artists, singers or “penembang”, and practitioners of Tembang Sunda Cianjuran. This research also used phenomenology as an approach, fieldwork activity, and depth interview with “penembang” who exist around Bandung, West Java. Through this paper, the author described dongkari as a musical language interpreted by knowledge and empirical practices in the context of the social living of penembang. Eventually, dongkari, as the aesthetic based construction, was interpreted as a complex concept, containing Sundanese world life context, as a based material style of vocal, then should be operating to indicate the virtuosity of penembang.   Abstrak: Penelitian ini difokuskan untuk melihat bagaimana pemahaman konsep dongkari dalam perspektif seniman Tembang Sunda Cianjuran. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode fenomenologi dengan melakukan studi lapangan ke sejumlah praktisi Tembang Sunda Cianjuran di wilayah Bandung, Jawa Barat. Penulis mencoba melakukan pemaparan pengetahuan dan pemaknaan praktisi terhadap dongkari dalam konteks kehidupan masyarakat Tembang Sunda Cianjuran. Pada akhirnya dongkari dipahami sebagai konsep yang cukup kompleks, memuat konteks kehidupan masyarakat Sunda, sebagai material konstruksi estetik vokal, sebagai pembentuk gaya personal, hingga sebagai indikator virtuositas para praktisi Tembang Sunda.
Mamanda Kutai: Karakteristik Ladon pada Lirik dan Musik Karya Mamanda Panji Berseri Yofi Irvan Vivian; Asril Gunawan; Fikri Yassaar Arrazaq
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.376 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i1.22

Abstract

Abstract: Mamanda Kutai was a traditional theatre which owned by Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Now, Kutai Kartanegara just has one group of Mamanda Kutai, namely Mamanda Panji Berseri. Typically of Mamanda Kutai, there is Ladon (pantun that we humming) first of the show. This research aims to know the characterization text (theme-rheme ) musically from Ladon. The study used a qualitative approach analysis descriptive. This research uses Linguistic Functional Systemic (LFS) approach and musicology. Pantun that made become lyrics, Ladon have Theme and rheme. The Pantun have four-line and every line have four words. Ladon was sung by adding some words to follow the central melody. The structure or arrangement of the word sung (Ladon) is different from the original Pantun. In structure, musical use the musicology approach to variable or characteristic melody.   Abstrak: Mamanda Kutai merupakan teater tradisional yang dimiliki oleh Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Saat ini, Kutai Kartanegara tinggal memiliki satu kelompok Mamanda Kutai, yaitu Mamanda Panji Berseri. Ciri khas Mamanda Kutai, yaitu adanya Ladon (pantun yang disenandungkan) pada awal pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik teks (tema-rema) dan musikal pada Ladon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Linguistik Fungsional Sistemik (LFS) dan Musikologi. Pantun yang dijadikan lirik Ladon memiliki tema dan rema. Pantun tersebut memiliki empat baris dan setiap barisnya memiliki empat kata. Ladon dinyanyikan dengan menambahkan beberapa kata mengikuti melodi utama. Struktur atau urutan kata dinyanyikan (Ladon) berbeda dengan bentuk pantun aslinya. Secara struktur musikal menggunakan pendekatan Musikologi mengenai variabel atau karakteristik nada.
Komodifikasi Budaya Musik Sampeq Kenyah Bayu Arsiadhi Putra; Aris Setyoko
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2568.847 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i1.21

Abstract

Abstract: The Dayak people of East Kalimantan have long been involved in the world of tourism. There is a cultural village in Samarinda called Pampang, mostly inhabited by the Dayak Kenyah community. In many ways, the government 'takes care of' the development of the Kenyah Pampang community, including its culture and music. It can indicate the government's concern for marginalized groups. However, at the same time, images of 'original', 'exotic' and 'primitive' cultures are being constructed to fit into commodified 'goods'. This view does affect not only the Dayaks themselves but also the government, tourists and private institutions involved in it. This paper aims to discuss how the history of the commodification of Kenyah's musical culture. The research method used is descriptive qualitative with a historical approach. The study results show that the development of the Kenyah Pampang community's musical culture cannot be separated from the commodification brought in by the tourism body. The commodification of Dayak Kenyah's music culture has changed relations among the people, increasing competition and suspicion, both intra and between ethnic groups. Often commodification is carried out with ideology, as in an effort to 'purify tradition'.   Abstrak: Masyarakat Dayak di Kalimantan Timur telah lama mengambil bagian dalam dunia pariwisata. Terdapat sebuah desa budaya di Samarinda bernama Pampang, yang sebagian besar dihuni oleh masyarakat Dayak Kenyah. Dalam banyak hal pemerintah ‘mengurus’ pembangunan masyarakat Kenyah Pampang, termasuk budaya dan musiknya. Hal ini dapat menandakan kepedulian pemerintah terhadap kelompok marjinal. Namun saat bersamaan, imaji-imaji  tentang kebudayaan ‘asli’, ‘eksotis’ dan ‘primitif’ sedang didikonstruksi agar layak menjadi ‘barang’ komodifikasi. Pandangan ini tidak hanya mempengaruhi Orang Dayak Sendiri tetapi juga pemerintah, wisatawan dan lembaga swasta yang terlibat di dalamnya. Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas bagaimana sejarah komodifikasi budaya musik sampeq Kenyah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan budaya musik masyarakat Kenyah Pampang tidak lepas dari komodifikasi yang dibawa dalam tubuh Pariwisata. Komodifikasi budaya musik Dayak Kenyah telah mengubah relasi di antara masyarakat, meningkatkan persaingan dan kecurigaan, baik intra maupun antar etnis. Seringkali komodifikasi dijalankan dengan ideologi, seperti dalam upaya ‘memurnikan tradisi’.
Pembelajaran Seni Karawitan Jawa pada Anak Tunagrahita Ringan Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.596 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i1.23

Abstract

Abstract: This study aims to describe Javanese musical learning in mild mentally retarded children in terms of output and outcome. The subjects in this study were 20 mentally retarded children with the category of being able to learn from the Yogyakarta Bina Siwi Orphanage, which was divided into two groups, namely the control group and the experimental group. Research data were collected through performance assessments and questionnaires. The research instruments used were skill tests and product feasibility questionnaires. To see skills as the goal of musical learning and positive behaviour changes, as a result, they were analysed using the Manova test. The analysis prerequisite test used was the normality test using the Mahalanobis distance test and the multivariate homogeneity test using the Box's M test. The study results stated that musical learning in mentally retarded children through personal learning models could improve Javanese Gamelan playing skills and provide tendencies in behaviour including self-confidence, adaptive and cooperative. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran karawitan Jawa pada anak tunagrahita ringan dari segi output dan outcome. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 anak tunagrahita dengan kategori mampu didik dari Panti Asuhan Bina Siwi Yogyakarta yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Data penelitian dikumpulkan melalui penilaian unjuk kerja dan angket. Instrumen penelitian yang digunakan, yaitu tes keterampilan dan angket kelayakan produk. Untuk melihat keterampilan sebagai tujuan dari pembelajaran karawitan dan perubahan perilaku positif sebagai dampaknya dianalisis menggunakan uji Manova. Adapun uji prasyarat analisis yang digunakan, yaitu uji normalitas menggunakan uji jarak Mahalanobis dan uji homogenitas multivariat menggunakan uji Box’s M. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pembelajaran karawitan pada anak tunagrahita melalui model pembelajaran personal dapat meningkatkan keterampilan bermain gamelan Jawa dan memberikan kecenderungan dalam perilaku di antaranya percaya diri, adaptif dan kerja sama.
Ideologi Pendidikan melalui Pendidikan Seni Musik dalam Sebuah Kreativitas Laila Fitriah; Yofi Irvan Vivian
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.424 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i1.26

Abstract

Abstract: Education is one of the efforts to optimize human potential. One of the educational efforts to optimize students' potential is through music education. This research aims to see if teachers can utilize their culture and art (traditional music) as a form of education. Teachers must understand and apply educational ideology in supporting creativity in art education, especially traditional music. This study uses a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. Education as an enculturation channel in the philosophy of education has at least three important roles: education as cultural conservation, education as cultural regression, and education as a cultural transition. Teachers or educators can be creative by correlating their cultural ownership with the three important roles of education. Through the education unit level curriculum (KTSP), the government has begun to provide space for the development of Indonesian arts (culture) education, which has been marginalized from the younger generation's lives.   Abstrak: Pendidikan menjadi salah satu usaha untuk mengoptimalkan potensi manusia. Salah satu upaya pendidikan untuk mengoptimalkan potensi siswa adalah melalui pendidikan seni musik. Tujuan penelitian ini diharapkan guru mampu memaksimalkan kebudayaan dan seni (musik tradisi) yang dimiliki  sebagai sarana pendidikan  Guru harus mampu memahami dan menerapkan ideologi pendidikan dalam menunjang kreativitas pada pendidikan seni, khususnya musik tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Pendidikan sebagai saluran enkulturasi dalam filsafat pendidikan setidaknya memiliki tiga peranan penting, yaitu: education as cultural conserveation, education as cultural regression, dan education as cultural transition. Guru atau pendidik bisa berkreasi dengan mengkorelasikan kepemilikan budaya yang dimilikinya dengan ketiga peran penting dari pendidikan. Melalui kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), pemerintah mulai memberikan ruang bagi pengembangan pendidikan seni (kebudayaan) nusantara yang selama ini termarginalkan dari kehidupan generasi muda
Hubungan Kemampuan Musikal dengan Kepekaan Sosial pada Masa Dewasa Awal Rosa Virginia Cindy Pramudia; Dewi Indrileani; Tarisya Maretaura Lesmana; Felix Hansel Raditya Wibowo; Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.47 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.28

Abstract

This study aims to determine whether or not there is a relationship between musical ability and social sensitivity in the early adulthood of students at Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegretto School of Music Yogyakarta, which totaled 107 students. This research uses a quantitative approach with a type of correlation. The population of this study was all students at Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegretto School of Music Yogyakarta, with a total of 107 people. The samples in this study were taken by purposive random sampling, with criteria of 20-25 years, so a sample of 30 people was obtained. Data collection was carried out with questionnaire techniques to measure social sensitivity and tests to measure musical ability. Instruments are tested by content validation through expert judgment and construct validation with product moment techniques. With musical talent as the independent variable and social sensitivity as the dependent variable, Pearson's product-moment correlation was applied to analyze the data. According to the determined r value of -0.423 and sig of 0.02, there was a moderately unfavorable and statistically significant link between musical talent and social sensitivity in early adulthood. It means that the higher the musical ability, the lower the social sensitivity, on the contrary, the lower the musical ability, the higher the social sensitivity will be. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kemampuan musikal dan kepekaan sosial pada masa dewasa awal murid di Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegreto School of Music Yogyakarta yang berjumlah 107 murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid di Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegreto School of Music Yogyakarta dengan jumlah 107 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive random sampling, dengan kriteria 20-25 tahun sehingga diperoleh sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket untuk mengukur kepekaan sosial dan tes untuk mengukur kemampuan musikal. Instrumen diuji dengan validasi isi melalui expert judgement dan validasi konstruk dengan teknik product moment. Dengan bakat musik sebagai variabel independen dan kepekaan sosial sebagai variabel dependen, korelasi product moment pearson digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan nilai r yang ditentukan sebesar -0,423 dan sig 0,02, terdapat hubungan yang cukup tidak menguntungkan dan signifikan secara statistik antara bakat musik dan kepekaan sosial pada masa dewasa awal. Ini berarti semakin tinggi kemampuan musikal maka akan semakin rendah kepekaan sosialnya, sebaliknya semakin rendah kemampuan musikal maka akan semakin tinggi pula kepekaan sosialnya.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Eksplorasi Bunyi Pola Ritmis Perkusi di Sekolah Seni Alam Yogyakarta Aushof Zufar Kaloka; Agustina Ratri Probosini; Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.98 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.29

Abstract

This study aims to describe the value of character education in the learning process of exploring rhythmic percussion sound patterns at Sekolah Seni Alam (SULam) Yogyakarta. This study uses a qualitative descriptive method, data obtained from observations, interviews, bibliographic studies, and documentation, then validated using the triangulation of techniques and sources. Data analysis used descriptive qualitative analysis presented with narrative text. The results showed that there were two levels in the percussion class. At the basic level, there are stages of initiation to percussion instruments, research, and maturation. Then at the advanced level, there are stages of initiation, analysis, production of works, and preparation for teaching. In learning, character education values can be found, including the value of creative character education, curiosity, responsibility, independence, communication, respect for achievement, and care for the environment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter pada proses pembelajaran eksplorasi bunyi pola ritmis perkusi di Sekolah Seni Alam (SULam) Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data didapatkan dari observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi lalu divalidasi menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang disajikan dengan teks bersifat naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tingkatan di kelas perkusi. tingkat dasar terdapat tahap pengenalan instrumen perkusi, pencarian, dan pematangan kemudian tingkat lanjutan terdapat tahap pengenalan, analisis, membuat karya, dan siap mengajar. Dalam pembelajaran dapat ditemukan nilai-nilai pendidikan karakter meliputi nilai pendidikan karakter, kreatif, ingin tahu, tanggung jawab, mandiri, komunikatif, menghargai prestasi, dan peduli lingkungan.
Kontemplasi Musik Tradisi di IKN Kalimantan Timur dalam Kontinuitas dan Perubahan Asril Gunawan; Yofi Irvan Vivian; Agus Kastama Putra
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3934.598 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.30

Abstract

East Kalimantan is a province rich in natural resources and the diversity of its traditional arts. The diversity of traditional art forms, particularly traditional music, can be observed in the Outback, Coastal, and Palace Music (Kedaton Kutai)—which is still being maintained—of course, cannot be separated from the continuity and changes that accompany it. This study aims to form a collective awareness of the community through a space of contemplation on the sustainable preservation of traditional music with the importance of involving practitioners, artists, communities, cultural observers, academics, and the government as a strengthening of the sustainable literacy movement. Strengthening literacy in traditional music includes documentation, archiving, and recording of WBTB, cultural dissemination, and regeneration processes. This research uses a qualitative approach through case studies. The study results indicate that literacy strengthening in IKN East Kalimantan related to development policies and culture must go hand in hand so that the continuity and change of arts and culture are more dynamic. Kalimantan Timur merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya alam maupun keragaman seni tradisinya. Keragaman bentuk kesenian tradisi, khususnya musik tradisi, dapat diamati pada musik Pedalaman, Pesisir, dan musik Istana (Kedaton Kutai)—yang hingga kini masih terus dipertahankan—tentu tidak terlepas dengan adanya kontinuitas dan perubahan yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan membentuk kesadaran kolektif masyarakat melalui ruang kontemplasi terhadap pelestarian musik tradisi yang berkelanjutan dengan pentingnya melibatkan praktisi, seniman, masyarakat, budayawan, akademisi dan pemerintah, sebagai penguatan gerakan literasi berkelanjutan. Penguatan literasi pada musik tradisi di antaranya: pendokumentasian, pengarsipan, dan pencatatan WBTB, diseminasi budaya dan proses regenerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi di IKN Kalimantan Timur terkait kebijakan pembangunan dan kebudayaan harus berjalan seiring, agar kontinuitas dan perubahan seni dan budaya di IKN lebih dinamis.
Organologi dan Bunyi Kendang Jawa Sigit Setiawan; Aris Setyoko
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7853.73 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.31

Abstract

This research is research on organology and an effort to explain the drum/kendang instrument from the point of view of how to sound the Javanese Karawitan. The approach used in this research is descriptive and qualitative oriented to the data in the field. The theory used is Hood's organology, which explains that the work of organology is not only limited to the history and description of music but also includes several aspects, including playing techniques of the instrument. The results of this study are mapping and explanation of the technique of sounding Javanese drums-kendang, which results can be used as a reference in the learning process of Javanese drums-kendang and, in general, learning Javanese gamelan/karawitan. Penelitian ini merupakan penelitian tentang organologi dan upaya eksplanasi instrumen kendang dari sudut pandang cara membunyikan pada permainan Karawitan Jawa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berorientasi pada data-data di lapangan. Teori yang digunakan adalah teori tentang organologi Hood yang menjelaskan bahwa kerja organologi adalah tidak hanya sebatas sejarah dan deskripsi musik tetapi juga mencakup beberapa aspek yang meliputi: teknik permainan dari instrumen. Hasil yang dari penelitian ini adalah pemetaan dan eksplanasi teknik membunyikan kendang Jawa yang mana hasil tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam proses pembelajaran kendang Jawa dan secara umum belajar gamelan/karawitan Jawa.
Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik Sebagai Media Terapi pada Anak Autis di Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta Zul Adha Maryani Koto; Dilla Octavianingrum; Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.555 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.32

Abstract

Music extracurricular contains therapy as a solution to improve developmental disorders in children with autism. Extracurricular teachers and assistants play an important role in the continuity of therapy. This research aims to know the learning process and the benefits of extracurricular music at the Special School for Autism (SKA) Bina Anggita Yogyakarta. This research is descriptive qualitative research. The research subjects are extracurricular teachers and assistants, while the research object is autistic students and the extracurricular learning process at the Special School for Autism Bina Anggita Yogyakarta. Data was collected using observation, interviews, and documentation. The validation technique uses source triangulation validation and method triangulation. Data analysis was carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that the demonstration, imitation, and drill methods used in music extracurriculars for autistic children at SKA Bina Anggita Yogyakarta made the learning process very fun and smooth. The benefits of music extracurricular learning in some children occur in the development of concentration, emotional, communication skills, self-confidence, and motor skills. Ekstrakurikuler musik di dalamnya terdapat terapi sebagai salah satu solusi memperbaiki gangguan perkembangan anak autis. Guru ekstrakurikuler dan pendamping menjadi orang yang berperan penting terhadap keberlangsungan terapi. Tujuan penelitian ini mengetahui proses pembelajaran dan manfaat ekstrakurikuler musik di Sekolah Khusus Autis (SKA) Bina Anggita Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru ekstrakurikuler dan pendamping, sedangkan objek penelitian adalah peserta didik autis dan proses pembelajaran ekstrakurikuler di Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi menggunakan validasi triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi, metode imitasi, dan metode drill yang digunakan dalam ekstrakurikuler musik pada anak autis di SKA Bina Anggita Yogyakarta menjadikan proses pembelajaran sangat menyenangkan dan lancar. Manfaat dari pembelajaran ekstrakurikuler musik pada beberapa anak terjadi perkembangan terhadap konsentrasi, emosional, kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, dan motorik.