cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2023)" : 50 Documents clear
ANALISIS KADAR MINERAL BESI (Fe) DALAM KULIT LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Sw.) DAN LABU AIR (Lagenaria siceraria (Mol.) Standley) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM: ANALYSIS MINERAL CONTENT OF IRON (Fe) IN CHAYOTE PEEL (Sechium edule (Jacq.) Sw.) AND WATER GOURD (Lagenaria siceraria (Mol.) Standley) USING ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY Daffa Hana Alifia; Pratiwi Apridamayanti; Fajar Nugraha
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.666

Abstract

Mikronutrien ialah zat esensial atau molekul kecil yang dibutuhkan organisme atau makhlukhidup dalam jumlah kecil yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh secaranormal. Defisiensi mikronutrien dapat mempengaruhi kurang lebih 2 miliar individu dariberbagai umur di negara industri maupun di negara berkembang. Pengkonsumsian labu siamdan labu air sangat berguna bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup karena labusiam dan labu air banyak mengandung sejumlah mineral didalamnya. Riset ini bertujuan untukmenetapkan kadar mineral besi yang terdapat di dalam kulit labu air dan labu siam. Mineralbesi dipilih karena merupakan mikromineral yang bila dikonsumsi dalam jumlah kecil dapatmembantu proses metabolisme dari reaksi kimia di dalam tubuh. Fungsi mineral besi pentingdalam metabolisme tubuh ialah sebagai zat yang berperan untuk membentuk sel darah merahdari proses sintesis hemoglobin dan sebagai sistem imunitas tubuh dengan mengaktifkanenzim penyusun antibodi. Metode riset yang dipergunakan pada riset berikut ialah penelitianeksperimental menggunakan metode analisis kuantitatif dengan instrumen SpektrofotometriSerapan Atom. Metode SSA digunakan karena dapat menganalisis unsur logam dengankonsentrasi yang kecil dan sangat kecil, memiliki kepekaan dan ketelitian yang tinggi,sederhana, cepat, dan minim interferensi. Penentuan kadar sampel diperoleh hasil kadar besirata-rata untuk labu air yaitu sebesar 46,416 ± 0,09 mg/kg dan kadar rata-rata besi pada labusiam sebesar 65,700 ± 0,02 mg/kg. Kata kunci : mikronutrien, SSA, labu air, labu siam
FORMULASI DAN OPTIMASI KADAR HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE K100M DAN POLYVINYL ACETATE DALAM SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL PROPRANOLOL HCl: FORMULATION AND OPTIMIZATION OF HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE K100M DAN POLYVINYL ACETATE CONCENTRATIONS IN TRANSDERMAL PATCH PROPRANOLOL HCl Sukma Ayu Ilkhawati; Endang Diyah Ikasari; Erwin Indriyanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.671

Abstract

Propranolol hidroklorida merupakan penghambat reseptor beta-1 yang digunakan untukterapi angina, aritmia jantung, dan hipertensi. Penggunaannya secara oral memiliki beberapamasalah seperti mengalami first pass effect, indeks terapi sempit, dan rasa yang pahit.Kekurangan tersebut bisa diatasi dengan memformulasikannya sebagai sediaan transdermalberupa patch. Komponen yang digunakan dalam patch transdermal adalah kombinasipolimer hidrofilik yaitu HPMC K100M dan PVA. Optimasi dilakukan dengan SimplexLattice Design agar diperoleh formula optimal yang menghasilkan patch transdermalpropranolol HCl dengan karakteristik fisik dan daya penetrasi terbaik. Penelitian inibertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi HPMC K100M dan PVA pada karakteristiksediaan patch dan daya penetrasi sediaan patch propranolol HCl serta mencari konsentrasioptimal. Optimasi perbandingan konsentrasi HPMC K100M dan PVA ditentukanmenggunakan Design Expert 11.0.1 dengan metode Simplex Lattice Design untuk 8 formulauji. Masing-masing formula diuji karakteristik fisik meliputi pH, keseragaman bobot,ketahanan lipat, ketebalan serta uji daya penetrasi sehingga diperoleh formula optimalkemudian dilakukan validasi dengan SPSS melalui one sample t-test. Hasil penelitianmenunjukkan ada pengaruh kombinasi HPMC K100M dan PVA pada karakteristik fisik dandaya penetrasi sediaan patch propranolol HCl. Formula optimum sediaan berdasarkanDesign Expert 11.0.1 yang menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik dan dayapenetrasi paling baik yakni konsentrasi HPMC K100M 6,13% dan PVA 2,37%. Kata kunci : patch, propranolol hidroklorida, HPMC K100M, Simplex Lattice Design, PVA
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI DAUN MATOA (Pometia pinnata) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN BERBAGAI PELARUT: ANTIOXIDANT ACTIVITY OF MATOA LEAVES (Pometia pinnata) AND SOURSOP LEAVES (Annona muricata L.) USING DPPH METHOD WITH VARIOUS SOLVENTS Carolin Aprilia Baslani; Himmi Marsiati; Sri Wuryanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.717

Abstract

Penggunaan obat herbal dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat modern. Daun matoa dan daun sirsak memiliki senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan daun matoa, daun sirsak, dan kombinasi keduanya dengan berbagai pelarut yaitu etanol 96%, etil asetat, dan air. Ekstrak daun matoa dan daun sirsak dibuat dengan metode maserasi selama 3x24 jam, menggunakan pelarut etanol 96%. Setelah diperoleh ekstrak kental, difraksinasi dengan aquades dan etil asetat diulangi sebanyak 3x, pembuatan ekstrak kombinasi digunakan perbandingan 1:1. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Visibel. Lalu dilakukan skrining fitokimia menggunakan senyawa fenolik, flavonoid, triterpenoid, saponin, dan tanin. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak daun matoa dan daun sirsak positif mengandung fenolik, flavonoid, dan tanin. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai IC50 dari ekstrak etanol daun matoa sebesar 5,46 ppm yang dikategorikan sangat kuat sedangkan ekstrak etil asetat daun sirsak 5,40 ppm yang juga di kategorikan sangat kuat. Kombinasi kedua ekstrak memiliki nilai  IC50 4,39 ppm lebih kuat daripada ekstrak tunggal. Menunjukan kombinasi daun matoa dan daun sirsak berpotensi menjadi agen antioksidan alami. Kata kunci : antioksidan, matoa (Pometia pinnata), sirsak (Annona muricata L.),  kombinasi, DPPH, IC50, fitokimia.
FORMULASI SEDIAAN SABUN PEMBERSIH KEWANITAAN EKSTRAK DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans: FORMULATION OF FEMININE CLEANSING SOAP (Mangifera indica L.) LEAF EXTRACT ON THE GROWTH OF Candida albicans Chikita Inaku; A. Nur Ayu Lestari; Sri Wahyuningsih; Widya Ariati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.728

Abstract

Ekstrak daun mangga arum manis (Mangifera indica L.) memiliki senyawa flavonoid, fenol,alkaloid, dan mangiferin yang bermanfaat sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untukmemformulasikan ekstrak daun mangga arum manis sebagai sabun pembersih kewanitaanyang stabil dan untuk mengetahui aktivitas antijamur sediaan serta konsentrasi optimumekstrak yang terkandung dalam sediaan yang efektif sebagai antijamur terhadappertumbuhan Candida albicans. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimentallaboratorium. Ekstrak daun mangga arum manis dimaserasi menggunakan pelarut etanol96%. Ekstrak yang dihasilkan diformulasi menjadi sediaan cair sabun pembersih kewanitaandengan variasi konsentrasi yaitu F1(1%), F2(3%), F3(5%), dan dilakukan uji stabilitassediaan sebelum dan sesudah cycling test serta uji aktivitas antijamur terhadap Candidaalbicans dengan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun mangga arummanis (Mangifera indica L.) dapat diformulasi menjadi sediaan cair sabun pembersihkewanitaan yang stabil berdasarkan uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan ujiiritasi. Diameter daya hambat aktivitas antijamur formula F0, F1, F2, F3 berturut-turutsebesar 10,5 mm; 12,6 mm; 13,9mm. F3 (5%) terpilih sebagai konsentrasi optimum. Kata Kunci : Formulasi, Daun Mangga Arum Manis, Sabun pembersih kewanitaan,Antijamur
PENINGKATAN SITOKIN INTERFERON GAMA TIKUS WISTAR SETELAH DIBERIKAN EKSTRAK ETANOL BUAH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen SEBAGAI IMUNOSTIMULATOR : INCREASED INTERFERON-GAMMA CYTOKINES IN WISTAR RATS TREATED WITH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen FRUITS ETANOL EXTRACT AS IMMUNOSTIMULATORS Muhammad Ilyas Y.; Fadhliyah Malik; Wahyuni; Asriullah Jabbar; Faradilla; I Sahidin; Nurhikma
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.738

Abstract

Etlingera rubroloba A.D. Poulsen (E. rubroloba) merupakan tumbuhan endemik di Sulawesi Tenggara, dan secara empris oleh masyarakat etnis Wawonii digunakan untuk menyembuhkan demam tifoid dan meningkatkan daya tahan tubuh (imunostimulator), secara ilmiah terbukti meningkatkan aktivitas fagositosis sel makrofag sehingga berpotensi dikembangkan sebagai imunomodulator alami. Tujuan penelitian yaitu mengetahui efek imunostilator ekstrak etanol buah E. rubroloba dengan, mengukur peningkatan kadar Interferon gama (IFN-?) pada tikus wistar. Metode penelitian ini yaitu eksperimental menggunakan 24 tikus wistar jantan, dibagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu ekstrak dosis 200, 300, 400 (mg/kgBB), kontrol positif (ekstrak meniran komersil), kontrol pelarut (Na.CMC 0,5%), dan kontrol normal. Perlakuan diberikan secara peroral setiap hari, selama 7 hari, hari kedelapan hewan uji diinfeksikan secara intraperitonial bakteri Staphylococcus aureus. Kadar IFN-? dianalisis dengan metode Elisa sandwich, dan data diuji statistik dengan ANOVA satu arah. Penelitian ini memberikan hasil bahwa, perlakuan ketiga dosis ekstrak etanol dari buah E. rubroloba berefek sebagai imunostimulator, dengan meningkatkan  kadar IFN-?, dan secara statistik berbeda bermakna terhadap kontrol pelarut (p<0,05), sehingga tumbuhan ini menjadi salah satu alternatif agen imunomodulator dari alam yang dapat dikembangkan.  Kata Kunci : Buah Etlingera rubroloba, ekstrak etanol, Interferon gama,  Imunodulator, tikus wistar.
POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN: POTENTIAL OF ANTIPSYCHOTIC DRUG INTERACTIONS IN INPATIENTS SCHIZOPHRENIC PATIENTS AT TAMPAN PSYCHIATRIC HOSPITAL Novia Sinata; Syilfia Hasti; Firstio Anfasa Mashudi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.739

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu dari penyakit gangguan jiwa serius yang dapatmempengaruhi pikiran, perilaku dan perasaan dari penderitanya. Peresepan obat pada pasienskizofrenia biasanya tidak hanya satu jenis obat antipsikotik saja melainkan diberikanbersamaan dengan obat-obatan lain. Pemberian bermacam obat dalam waktu yangbersamaan dapat meningkatkan terjadinya Drug Related Problems (DRPs) salah satunyaadalah interaksi obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi interaksiobat pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau tahun 2021. Datadiperoleh dari rekam medik secara retrospektif dan dianalisis dengan metode observasionalsecara deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 data rekam medikpasien skizofreia pada tahun 2021. Penelitian potensi interaksi obat pada pasien skizofreniaberdasarkan jenis interaksi obat secara farmakokinetik, farmakodinamik dan unknown sertaberdasarkan severity (tingkat keparahan) terdiri dari major, moderate dan minor. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ditemukan adanya potensi interaksi obat antipsikotik denganobat lain sebanyak 402 kasus. Interaksi terdiri dari jenis interaksi farmakokinetik sebesar3,73%, farmakodinamik sebesar 89,55% dan interaksi unknown sebesar 6,72%. Berdasarkanseverity (tingkat keparahan) terdapat pada tingkat keparahan major sebesar 30,35%,moderate sebesar 67,66%, minor sebesar 1,99%. Kombinasi obat yang banyak berpotensiinteraksi adalah haloperidol dengan triheksifenidil dengan severity (tingkat keparahan)moderate dan jenis interaksi antagonis farmakodinamik.Kata kunci : interaksi obat; skizofrenia; rekam medik
LUARAN TERAPI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DMT2 YANG MENGGUNAKAN INSULIN DI APOTEK X KOTA YOGYAKARTA: THERAPEUTIC OUTCOMES AND QUALITY OF LIFE OF T2DM PATIENTS USING INSULIN AT PHARMACY X YOGYAKARTA CITY Wahyu Rahmatulloh; Menit Ardhiani; Imaniar Noor Faridah; Haafizah Dania; Lalu Muhammad Irham; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.742

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu krisis global terutama pada fase urbanisasi yang cepat, perubahan gaya hidup, dan pola makan yang tidak sehat. Prevalensi Diabetes Mellitus Type 2 (DMT2) di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 8.5% yang artinya sebanyak 20.4 juta masyarakat Indonesia menderita DMT2. Berbagai pengobatan yang efektif telah sering didapatkan pasien DMT2 tetapi kadar gula darah masih belum terkontrol sehingga akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan luaran terapi dengan kualitas hidup pada pasien DMT2 yang menggunakan insulin. Penelitian dilaksanakan  dengan desain cross-sectional, menggunakan instrumen kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ) dan data rekam medis pada pasien DMT2 yang menggunakan insulin di Apotek X Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 48% berjenis kelamin laki-laki dan 52% berjenis kelamin perempuan dan didominasi umur >60 tahun sebanyak 60%. Gambaran luaran terapi gula darah puasa (GDP) menunjukkan hasil terkontrol sebanyak 22% dan tidak terkontrol 78%. Kualitas hidup baik pada domain fungsi fisik sebanyak 72%, energi 22%, tekanan kesehatan 92%, kesehatan mental 56%, kepuasan pribadi 44%, kepuasan pengobatan 54%, efek pengobatan 20% dan frekuensi gejala penyakit 60%. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara luaran terapi dengan kualitas hidup (p>0.05). Kata Kunci : luaran terapi gula darah puasa (GDP), kualitas hidup, diabetes mellitus type 2
DIABETES DISTRESS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG MENGGUNAKAN INSULIN DI APOTEK X : DIABETES DISTRESS ON TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS USING INSULIN IN PHARMACY X Denys Chichi Kusumastuti; Menit Ardhiani; Imaniar Noor Faridah; Haafizah Dania; Lalu Muhammad Irham; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.745

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) yaitu penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Hal inilah yang membuat penderita DMT2 mengalami distress. Diabetes distress merupakan kondisi yang menggambarkan stress psikologi yang dialami penderita sebagai manifestasi dari rasa takut mengenai hal negatif akibat penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distress pada pasien DMT2 yang menggunakan insulin di Apotek X. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan cross sectional selama bulan Juni-September 2022 di Apotek X, Yogyakarta. Kriteria responden penelitian adalah semua pasien DMT2 yang datang ke Apotek X dan sesuai dengan kriteria inklusi.  Kriteria inklusinya yaitu: pasien >18 tahun yang terdiagnosa DMT2, telah menggunakan insulin (baik tunggal maupun kombinasi dengan insulin atau oral antihiperglikemia) minimal 3 bulan sebelum rekrutmen penelitian dan bersedia mengikuti penelitian ini. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Diabetes Distress Scale (DDS). Dari 75 responden mengalami diabetes distress tingkat rendah (94,67%) dan tingkat sedang (5,33%). Domain distress yang berpengaruh pada pasien DMT2 yaitu beban emosional (1,30), pengobatan (1,29), interpersonal (1,18), dan dokter/tenaga kesehatan (1,14). Disimpulkan bahwa pasien DMT2 yang menggunakan insulin di Apotek X mengalami diabetes distress tingkat ringan dengan domain yang paling berpengaruh adalah distress beban emosional. Kata kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Diabetes Distress Scale, Diabetes distress
UJI AKTIVITAS ANTIDEPRESAN EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus L.): ANTIDEPRESSANT ACTIVITY TEST OF PAPAYA LEAF ETHANOL EXTRACT (Carica papaya L.) AT MALE WHITE MICE (Mus musculus L.) Astatin Ardhiasari; Vivin Nopiyanti; Jena Hayu Widyasti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.453

Abstract

Depresi merupakan suatu gangguan emosional dalam waktu jangka yang panjang yang disebabkan turunnya kadar neurotransmiter didalam otak. Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang digunakan sebagai antidepresan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidepresan dan dosis yang efektif pada ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.). Pada penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun pepaya dengan uji antidepresan dan metode forced swimming test dengan mengamati immobility time pada mencit. Sebanyak 25 ekor mencit jantan dibagi kedalam 5 kelompok uji. Kelompok pertama diberi CMC Na 0,5% sebagai kontrol negatif. Kelompok kedua diberi amitriptilin dengan dosis 0,065 mg/20 g BB mencit sebagai kontrol positif. Kelompok ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dibuat dengan menggunakan metode maserasi dan pelarut etanol 96% dengan 3 variasi dosis (150 mg/kgBB; 250 mg/kgBB; dan 350 mg/kgBB). Masing masing kelompok uji sebelumnya telah diinduksi depresi selama 7 hari dengan cara direnangkan. Setelah itu mencit diberi perlakuan sampai hari ke-14. Pengamatan Immobility time pada mencit diamati pada hari ke 1, 7, dan 14. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya mempunyai aktivitas sebagai antidepresan yang dilihat dari immobility time dengan metode forced swimming test. Dosis yang paling efektif untuk menurunkan waktu imobilitas secara signifikan pada mencit adalah dosis 350 mg/kgBB. Kata kunci : Antidepresan; ekstrak daun pepaya; immobility time; forced swimming test
REVIEW : KAJIAN ETNOMEDISIN, FITOKIMIA, DAN FARMAKOLOGI DARI TANAMAN OBAT UNTUK WASIR: REVIEW : STUDY OF ETHNOMEDICINE, PHOTOCHEMICAL, AND PHARMACOLOGY OF MEDICINAL PLANTS FOR HEMORRHOIDS Kintoko; Astri Desmayanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.492

Abstract

Wasir merupakan salah satu gangguan anorektal yang paling umum dari semua gangguan klinis gastrointestinal. Jumlah penderita wasir di Indonesia mencapai 12,5 juta orang dan diprediksi akan meningkat menjadi 21,3 juta pada tahun 2030. Tingginya prevalensi wasir ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kehamilan, konstipasi, usia, dan jenis pekerjaan. Nyeri dan rasa tidak nyaman pada dubur, gatal, perdarahan, dan pembengkakan yang dirasakan di area perianal merupakan gejala utama wasir. Gejala-gejala tersebut dapat diatasi oleh senyawa yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Graptophyllum pictum, Plectranthus scutellarioides, Curcuma longa, Hedyotis corymbosa dan Nigella sativa memiliki kemampuansebagai antiinflamasi yang potensial dalam mengatasi wasir. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui efektivitas tanaman obat diatas berdasarkan kajian etnomedisin, fitokimia dan farmakologinya. Metode yang digunakan yaitu Systematic Literature Review. Pencarian literatur yang komprehensif dilakukan menggunakan beberapa database seperti PubMed, Scopus, Google Scholar dan sumber lainnya. Berdasarkan studi referensi, ketiga tanaman tersebut memiliki khasiat yang sama sebagai antiinflamasi yang diharapkan dapat efektif untuk mengatasi inflamasi pada kasus wasir. Dengan adanya kombinasi dari ketiga tanaman tersebut akan meningkatkan efektivitasnya dalam mengatasi wasir. Kata kunci : wasir, etnomedisin, fitokimia, farmakologi, antiinflamasi