cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,230 Documents
Analisis Perilaku Kolom Crumb Rubber Concrete dengan Rectangular Hollow terhadap Beban Lateral Siklik Jose Andre Gunawan; Arie Putra Usman; Siti Aisyah Nurjannah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku struktur kolom rectangular hollow berbahan crumb rubber concrete (CRC) terhadap pembebanan lateral siklik. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya limbah ban bekas serta kebutuhan material konstruksi berkelanjutan yang memiliki kinerja seismik memadai. Crumb rubber digunakan sebagai substitusi parsial agregat halus sebesar 5% dan 10%. Parameter material diperoleh melalui pengujian laboratorium yang meliputi kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas, dan rasio Poisson. Selanjutnya, dilakukan simulasi numerik berbasis metode elemen hingga menggunakan ANSYS untuk mengevaluasi respons struktur kolom CRC dengan variasi dimensi hollow terhadap pembebanan lateral siklik. Parameter yang dianalisis meliputi degradasi kekakuan, daktilitas, perilaku backbone, dan disipasi energi kumulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRC dengan substitusi crumb rubber sebesar 5% memberikan performa mekanik optimum dengan kuat tekan sebesar 34,25 MPa dan kuat tarik belah sebesar 2,74 MPa. Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa kolom dengan dimensi hollow lebih kecil memiliki kekakuan awal dan kapasitas beban lateral yang lebih tinggi, sedangkan dimensi hollow yang lebih besar memberikan kemampuan deformasi dan disipasi energi yang lebih baik. Seluruh model memenuhi kategori daktilitas tinggi berdasarkan FEMA 356, yang menunjukkan perilaku inelastis yang stabil terhadap pembebanan siklik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi dimensi hollow memberikan pengaruh signifikan terhadap keseimbangan antara kekakuan, kekuatan, dan daktilitas kolom CRC, sehingga material ini berpotensi digunakan sebagai alternatif material struktural berkelanjutan untuk konstruksi tahan gempa.
Tantangan dan Peluang Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Hotel Negara Berkembang Fildzah Haya Hamidah; Bagoes Wijanarko; Antono Suryoputro
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5887

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam industri hotel dan hospitality menjadi isu penting karena pekerja pada sektor ini berhadapan dengan beragam risiko, mulai dari bahaya fisik, kimia, biologis, ergonomi, hingga psikososial. Kajian ini bertujuan untuk memetakan tantangan dan peluang penerapan K3 pada sektor hotel berdasarkan artikel-artikel yang relevan. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan menelaah sepuluh artikel yang membahas penerapan K3 di berbagai konteks negara, yaitu Nigeria, Indonesia, Mesir, Ethiopia, Filipina, Malaysia, dan India. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama penerapan K3 meliputi rendahnya pengetahuan pekerja tentang bahaya kerja, ketidakkonsistenan penggunaan APD, lemahnya pengawasan manajemen, keterbatasan pelatihan, serta belum optimalnya penerapan prosedur pengendalian risiko. Selain itu, risiko ergonomi menjadi masalah dominan pada pekerja housekeeping, room attendant, dan resepsionis, ditandai dengan keluhan nyeri punggung bawah, pergelangan tangan, lutut, betis, leher, dan pergelangan kaki. Aspek psikososial juga muncul sebagai persoalan penting, terutama stres kerja, konflik peran, burnout, dan niat keluar dari pekerjaan. Meskipun demikian, terdapat peluang perbaikan melalui pelatihan K3 berkelanjutan, penguatan komitmen manajemen, audit kepatuhan, intervensi ergonomi, perbaikan desain kerja, penyediaan fasilitas keselamatan, serta program kesehatan mental kerja. Kajian ini menegaskan bahwa penerapan K3 di sektor hotel perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan keselamatan fisik, kesehatan psikososial, budaya keselamatan, dan dukungan manajemen agar perlindungan pekerja dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Penegakan Hukum terhadap Penyebaran Konten Radikalisme di Platform Facebook Muhammad Regan Syahrendra; Mulyadi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5889

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan media sosial di Indonesia telah memunculkan tantangan baru dalam penanggulangan radikalisme digital, khususnya melalui platform Facebook yang memiliki jumlah pengguna sangat besar dan fitur yang memudahkan penyebaran konten secara cepat dan masif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap penyebaran konten radikalisme di Facebook serta mengkaji kendala aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti pelaku penyebaran konten tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus melalui analisis Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 980/Pid.Sus/2020/PN Jkt.Tim. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum belum berjalan optimal karena adanya disharmonisasi norma antara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, serta kendala pembuktian elektronik dan identifikasi pelaku. Selain itu, penegakan hukum masih cenderung represif dan belum optimal menerapkan pendekatan preventif berbasis pengawasan siber. Penelitian ini menyarankan harmonisasi regulasi, penguatan digital forensic, serta optimalisasi patroli siber dan literasi digital guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap radikalisme di media sosial.
Analysis of The Perspective of Uses and Gratification Theory and The Aida Model in Developing Spotify's Marketing Strategy Amanda Ibel Anzela
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5890

Abstract

The rapid development of digital music streaming platforms has fundamentally changed music consumption patterns, with Spotify emerging as the dominant player in Indonesia. This study aims to analyze Spotify's marketing strategy through the integrated lens of Uses and Gratifications Theory (UGT) and the AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) model. A descriptive qualitative approach was employed, combining literature review and digital observation of Spotify's features, campaigns, and social media activities. The findings reveal that Spotify successfully meets users' needs for entertainment, personal identity, emotional escape, and ubiquity through personalized features such as Discover Weekly, mood-based playlists, and Spotify Wrapped. Simultaneously, Spotify implements an effective AIDA-based marketing strategy: capturing attention through viral campaigns like Wrapped and creative billboards, building interest via personalized content, creating desire by differentiating free and premium experiences, and encouraging action through free trials and affordable plans. However, the study also identifies weaknesses, including algorithmic filter bubbles that limit musical exploration and a lack of deep social interaction features compared to platforms like TikTok. The study concludes that the integration of UGT and AIDA provides a comprehensive framework for understanding Spotify's success in building user engagement and loyalty. Practically, the findings offer insights for digital platform managers to balance personalization with content diversity and community-building features.
Assessment of Solid Waste Characteristics and Waste Mitigation Strategies at Tanjung Priok Port Diah Kartika Rahman; Gabriel Andari Kristanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5892

Abstract

Inefficient solid waste management contributes significantly to environmental degradation and marine debris pollution, particularly in port areas. Tanjung Priok Port, Indonesia’s largest port, handles intensive logistics activities that generate substantial waste from vessel operations, port services, and river-borne inputs. This study assesses the quantity, density, and composition of waste at three waste disposal sites to support sustainable management strategies. Sampling was performed over eight days following SNI 3964:2025. Waste sampling took place at three temporary waste storage sites (Tempat Penampungan Sementara, TPS) within the port area. TPS 01 recorded the highest waste generation (21.07 tons/day), followed by TPS 03 (3.59 tons/day) and TPS 02 (1.38 tons/day). Waste density ranged from 220.21 to 293.13 kg/m³, with organic waste, plastics, and paper comprising the dominant components. Statistical analysis confirmed significant differences among sites, highlighting spatial variability and the need for targeted mitigation measures. Waste characteristics at Tanjung Priok Port closely relate to the intensity of operational activities. TPS 01 shows the highest total amount at 168.59 tons, equivalent to an average of 21.07 tons per day, followed by TPS 03 with 28.68 tons (3.59 tons per day) and TPS 02 with 11.06 tons (1.38 tons per day).
Pemanfaatan NDVI Berbasis Penginderaan Jauh untuk Menilai Keberhasilan Reklamasi Tambang Batubara Oktarina Anggereyni; Eddy Ibrahim; Muhammad Said
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5893

Abstract

Reklamasi lahan pascatambang batubara merupakan kewajiban perusahaan pertambangan dalam memulihkan fungsi ekologis lahan yang terdegradasi. Evaluasi keberhasilan reklamasi secara konvensional masih bersifat administratif dan belum mampu menggambarkan kualitas ekologis lahan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan reklamasi tambang batubara PT XYZ di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dengan mengintegrasikan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) berbasis citra satelit Sentinel-2 dan pengukuran parameter kesuburan tanah secara laboratorium. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis spasial digunakan pada area reklamasi periode 2017–2019. Sebanyak 31 titik sampel tanah diambil berdasarkan kelas vegetasi NDVI (rendah, sedang, tinggi) untuk diuji parameter pH, C-organik, N-total, P?O?, K?O, dan KTK. Hasil pemetaan NDVI periode 2021–2025 menunjukkan tren peningkatan signifikan pada kelas vegetasi tinggi dari 23,02% (2022) menjadi 54,51% (2025), mengindikasikan keberhasilan proses revegetasi secara spasial. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa nitrogen (N) merupakan satu-satunya parameter yang berkorelasi positif signifikan dengan NDVI (r = 0,530; p = 0,002), sedangkan fosfor (r = ?0,360; p = 0,047) dan kalium (r = ?0,567; p = 0,001) berkorelasi negatif signifikan. Parameter pH, C-organik, KTK, Na, dan Ca tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa NDVI efektif memantau tutupan vegetasi secara spasial, namun tidak sepenuhnya merepresentasikan kualitas kimia tanah. Pendekatan integratif NDVI dan kesuburan tanah menghasilkan evaluasi reklamasi yang lebih komprehensif dan diagnostik dibandingkan penggunaan NDVI sebagai indikator tunggal.
When the Red Light Speaks: Sociotechnical Controversies, Spatial Justice, and Temporal Democracy at the Samsat - Kiaracondong Intersection, Bandung Farenza Fadil Muhaji; Edit Rahmadhita Anas; Tia Muhamad Reza; Tri Nugroho Putro; Yusran Kahfi Ahmar
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5896

Abstract

The Samsat - Kiaracondong (Kircon) intersection in Bandung, Indonesia, reportedly features the longest red-light waiting cycle in the country, reaching peak durations of over 720 seconds. While technocratic discourse frames this signal as a neutral tool for traffic optimization, this article argues that it functions as a contested sociotechnical node where questions of spatial and temporal justice are continuously negotiated. Drawing on Actor-Network Theory (ANT), particularly Latour's concepts of "matters of concern" and the tracing of associations, the study analyzes four layers of sociotechnical controversy: group formation, the distributed nature of action, the agency of non-human objects, and the construction of truth. Using qualitative secondary data including digital media, institutional documents, and social media discourse the analysis reveals that the intersection generates multiple, often conflicting social groups (e.g., victimized motorists, rule-breakers, informal economy actors, marginalized pedestrians), each constituted through its specific relationship to the signal's temporal rhythm. Action at the intersection is distributed across a heterogeneous network of human and non-human actants, including traffic officers, algorithmic control systems, and CCTV infrastructure. The study further demonstrates how technocratic truth claims are contested by citizen counter-discourses rooted in lived experience. The findings contribute to urban ANT scholarship, mobility justice studies, and infrastructure governance in the Global South by showing that even mundane technical artifacts are sites of vernacular democracy, where competing claims to time and space are enacted daily. The article concludes by calling for more inclusive, democratic approaches to urban infrastructure governance that acknowledge the multiplicity of legitimate interests at stake.
Complaint Severity and Resolution Time in a Hospital Outpatient Department Digital Complaint Management System: A Retrospective Observational Study Michelly; Mirachel; Puspita Angelina; Thoe Isabella Roseline Pramana Putri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5898

Abstract

Efficient management of patient complaints is a cornerstone of healthcare quality assurance. This study aimed to determine the association between complaint severity level and overall turnaround time (TAT) in a hospital OPD digital complaint management system. A retrospective observational study was conducted using a balanced sample of 96 OPD complaint tickets (24 per severity group, S1–S4) extracted from a tertiary hospital digital complaint system. The primary outcome was Overall TAT (minutes). Board TAT and complaint type were included as secondary variables. Normality was assessed using the Shapiro–Wilk test. The Kruskal–Wallis H test with Bonferroni post-hoc correction was applied for between-group comparisons. Pearson correlation examined bivariate associations. Multiple linear regression was performed to assess the simultaneous predictive value of severity group, Board TAT, and complaint type on Overall TAT. The sample comprised 58 males (60.4%) and 38 females (39.6%). Overall TAT differed significantly across severity groups (H = 55.344, p<0.001), with S1 having the highest median TAT (27.07 min) and S4 the lowest (0.00 min). Board TAT also differed significantly across groups (H = 58.275, p<0.001), with significant pairwise differences between S1 vs S2 (p = 0.010) and S1 vs S4 (p = 0.003). Pearson correlation revealed a significant inverse association between severity group and Overall TAT (r = -0.215, p = 0.018). The multivariable regression model was not statistically significant (F(3,92) = 1.747, p = 0.163; R² = 0.054), suggesting that additional unmeasured factors contribute to resolution time. Complaint severity is significantly associated with Overall TAT at the bivariate level, with higher-urgency complaints demonstrating longer resolution times.
Dari Kebijakan Afirmatif menuju Birokrasi Inklusif: Analisis Manajemen Diversitas ASN Disabilitas di Indonesia Nina Meilisa; Luci Rusmawati
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5904

Abstract

Penelitian ini menganalisis inklusivitas ASN penyandang disabilitas dalam sistem manajemen SDM sektor publik di Indonesia. Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan afirmatif, implementasinya masih menghadapi kesenjangan antara komitmen normatif dan praktik birokrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana sistem manajemen ASN mengelola isu disabilitas dalam kerangka manajemen diversitas sektor publik, dengan menyoroti kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan, serta mengkaji dampaknya terhadap kinerja individu dan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur kritis dengan menganalisis berbagai regulasi, literatur ilmiah, dan dokumen kebijakan terkait manajemen diversitas sektor publik. Analisis menggunakan perspektif Public Sector Diversity Management, Inclusive Human Resource Management (IHRM), dan Diversity, Equity, Inclusion, and Accessibility (DEIA). Hasil analisis menunjukkan bahwa birokrasi Indonesia masih berada pada tahap access-oriented, di mana inklusivitas lebih berfokus pada pembukaan akses administratif dibandingkan dengan transformasi sistem organisasi secara menyeluruh. Permasalahan utama meliputi lemahnya tata kelola data, keterbatasan pengembangan karier, eksklusi digital, dan budaya organisasi yang belum inklusif. Oleh karena itu, diperlukan reformasi sistemik berbasis inclusive HR system, aksesibilitas digital, dan penguatan budaya organisasi guna mewujudkan birokrasi yang lebih adil, adaptif, dan responsif.
Job Satisfaction Mediated the Predictive Relationship Between Leadership Behaviors and Turnover Intention among Civil in Cambodia: Focusing on One Window Service Offices Mengtry Taing; Sarom Mok; Sothea Lim; Mengheang Hor
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5905

Abstract

The subjects of toxic leadership, staff turnover intentions, and job satisfaction have drawn a lot of attention over time, providing scholars and organizations with tactics and insights for change, but excluding Cambodia. In doing so, this quantitative non-experimental study aimed to determine if and to what degree job satisfaction mediated the predictive association between toxic leadership behaviors and staff turnover intention among government servants at One Window Service Offices (OWSOs) in Cambodia. This study was guided by three theoretical frameworks: the theory of planned behavior, the motivation-hygiene theory, and the toxic triangle model. The Toxic Leadership Scale (TLS) was used to measure the predictor variable, toxic leadership behaviors; the Turnover Intention Scale (TIS-6) was used to measure the criterion variable, employee turnover intention; and the Job Satisfaction Survey (JSS) was used to measure the mediating variable, job satisfaction. A total of 111 OWSO civil servants participated in this study. The association between the predictor and criterion variables for Research Question One was examined using a multiple linear regression. The mediating effect of job satisfaction on the connection between the predictor and criterion variables for Research Question Two was tested using the Hayes PROCESS macro. Toxic leadership behaviors were found to be a significant predictor of turnover intentions (B = 0.473, p <.001). Because the 95% bootstrap confidence interval did not include zero [BootLLCI = 0.0006, BootULCI = 0.0304], PROCESS findings suggested that work satisfaction mediated this association.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue