cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,230 Documents
Determinasi Minat Beli Melalui Integrasi Konsistensi Pesan dan Sikap Konsumen: Penerapan Elaboration Likelihood Model pada Iklan Animasi Digital Mohamad Ferdi Fairuz Zubadi; Andri Kurniawan Muzni; Wili Andri Utama; Evi Rinawati Simanjuntak
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan minat beli (purchase intention) pada iklan animasi digital dengan mengintegrasikan elemen visual dan informasional. Studi ini secara spesifik menguji peran mediasi dari konsistensi pesan (consistency) dan sikap konsumen (attitude) dalam menjembatani persepsi audiens dengan keputusan pembelian. Kerangka teoritis penelitian ini didasarkan pada The Elaboration Likelihood Model (ELM) of Persuasion. Model dikembangkan untuk menguji pengaruh variabel jalur periferal yaitu daya tarik fisik (physical attractiveness), kepercayaan (trustworthiness), keunikan (uniqueness), dan kehadiran diri (self-presence) serta variabel jalur sentral yaitu keinformatifan (informativeness), terhadap pembentukan konsistensi dan sikap konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan pengumpulan data melalui survei kuesioner daring menggunakan teknik purposive sampling, menargetkan 200 responden berusia 18-44 tahun yang merupakan pengguna aktif media sosial dan pernah terpapar iklan animasi produk FMCG. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Dari 12 hipotesis yang diuji, 10 hipotesis diterima dan 2 hipotesis ditolak. Attitude terbukti sebagai mediator paling dominan (? = 0,420) terhadap purchase intention, sementara Perceived Informativeness merupakan prediktor terkuat pembentukan attitude (? = 0,249). Consistency juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap purchase intention (? = 0,320) dengan Perceived Trustworthiness sebagai prediktor utamanya.
Kekerasan dalam Rumah Tangga Sebagai Alasan Perceraian dalam Hukum Islam: Analisis Yuridis-Normatif Berbasis Maqasid Al-Syari‘Ah Ester Stefany Sahelangi; Sahat Parlindungan Simarmata; Aliza Sakinah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5849

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan persoalan struktural yang mencederai relasi sakinah, mawaddah, wa rahmah dalam pernikahan. Meskipun Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 telah memberikan definisi luas atas KDRT, Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menjadi rujukan Pengadilan Agama tidak menyebut KDRT secara eksplisit—menimbulkan kesenjangan normatif yang berdampak pada disparitas putusan. Artikel ini mengkaji legitimasi KDRT sebagai alasan perceraian dalam hukum Islam menggunakan pendekatan yuridis-normatif dan analisis maqasid al-syari‘ah. Metode penelitian adalah doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan maqasid. Bahan hukum primer mencakup Al-Qur’an, hadis, KHI, serta UU No. 23 Tahun 2004; bahan sekunder berupa kitab tafsir, fatwa, dan jurnal akademik terindeks. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, reinterpretasi Q.S. An-Nisa’ [4]: 34 dengan paradigma mubadalah dan kontekstualisasi nushuz menolak legitimasi kekerasan terhadap istri. Kedua, seluruh tipologi KDRT pada Pasal 5 UU PKDRT secara substantif memenuhi rumusan Pasal 116 huruf (d) dan (f) KHI sebagai alasan perceraian. Ketiga, dari perspektif maqasid, KDRT melanggar lima tujuan syariat (al-daruriyyat al-khams) sehingga cerai gugat berfungsi sebagai instrumen daf‘ al-darar. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi hukum antara UU PKDRT dengan KHI melalui penerbitan SEMA/PERMA serta penguatan pedoman teknis bagi hakim Pengadilan Agama dalam menilai bukti KDRT.
Peran Kepemimpinan Transformasional dalam Membangun Iklim Keselamatan yang Efektif: Sebuah Tinjauan Sistematis Model Konseptual Louis Sonna Martuah Purba; Zulkifli Djunaidi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5852

Abstract

Cedera kerja masih menimbulkan beban besar bagi pekerja dan perusahaan di banyak negara. Di antara faktor yang membentuk iklim keselamatan, gaya kepemimpinan kian menarik perhatian peneliti. Kepemimpinan transformasional dinilai paling relevan, tetapi bagaimana keempat dimensinya membangun iklim keselamatan, dan apa saja jembatan di antaranya, masih tersebar di banyak studi tanpa kerangka pemersatu. Tinjauan ini merangkum bukti empiris maupun konseptual tentang hubungan kepemimpinan transformasional dengan iklim keselamatan, mengenali variabel mediasi dan moderasi yang dominan, lalu menawarkan model konseptual yang utuh. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik, pemetaan konseptual, dan analisis komparatif. Empat dimensi transformasional tidak memberi pengaruh setara. Inspirational motivation dan idealized influence menunjukkan asosiasi paling kuat dan paling sering berulang, sedangkan individualized consideration dan intellectual stimulation cenderung selektif tergantung konteks. Tiga mediator berulang muncul: komunikasi keselamatan, kepercayaan, dan motivasi keselamatan. Adapun budaya organisasi, beban kerja, dan tekanan produksi berperan memoderasi hubungan. Pada industri dengan tekanan produksi tinggi, pengaruh kepemimpinan terlihat melemah. Kepemimpinan transformasional ikut membentuk iklim keselamatan, tetapi besar pengaruhnya bergantung pada konteks. Model konseptual yang diajukan membuka jalan bagi pengujian empiris lanjutan sekaligus menjadi acuan rancangan intervensi K3 berbasis kepemimpinan, khususnya di sektor berisiko tinggi di Indonesia.
Centella Asiatica, Collagen Density, and MMP-1: A Review of Photoaging and Skin Repair Evidence Valentinus Ferdian Cipta; Agus Eka Darwinata; Bagus Komang Satriyasa
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5855

Abstract

Centella asiatica is a medicinal plant widely investigated for dermatological and cosmeceutical applications, particularly in wound healing, anti-aging, collagen remodeling, and protection against ultraviolet-induced skin damage. This review analyzes recent studies published between 2021 and 2025, focusing on the relationship between Centella asiatica, collagen density, collagen synthesis, and matrix metalloproteinase-1 (MMP-1), a major collagen-degrading enzyme involved in skin photoaging. The reviewed evidence shows that C. asiatica and its major triterpenoid compounds—including asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, and madecassic acid—support dermal matrix preservation through antioxidant activity, fibroblast stimulation, increased collagen production, and downregulation of matrix-degrading enzymes. Direct in vivo evidence indicates that topical C. asiatica cream may improve collagen density and influence MMP-1 expression in UVB-exposed skin. Additional studies using fibroblast models, nanoformulations, wound healing systems, and clinical skin-aging preparations support its role in improving collagen biosynthesis and skin structural recovery. However, the evidence remains heterogeneous, as many studies evaluate collagen markers or general MMP activity rather than MMP-1 specifically. Future research should prioritize standardized extracts, direct measurement of MMP-1, collagen type I/III expression, collagen density, and well-controlled human trials.
The Effect of Oral Administration of Green Tea Leaf Extract (Camellia Sinensis) on Leptin and Adiponectin Hormone Levels in Obese Male Wistar Rats (Rattus Norvegicus): A Literature Review Fiona Suryo; Agus Eka Darwinata; I Wayan Sumardika
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5856

Abstract

Green tea (Camellia sinensis) has attracted considerable attention as a natural anti-obesity agent due to its rich bioactive compounds, including catechins, epigallocatechin gallate (EGCG), flavonoids, polyphenols, and caffeine. This review aimed to analyze the effects of oral administration of green tea leaf extract on leptin and adiponectin hormone levels in obese male Wistar rats (Rattus norvegicus) and to evaluate its underlying anti-obesity mechanisms. This study employed a structured literature review method using experimental articles published between 2015 and 2025, obtained from PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, and Garuda databases. The selected studies focused on obese animal models receiving oral green tea extract interventions, with outcomes related to leptin, adiponectin, body weight, lipid metabolism, insulin resistance, and adiposity. The reviewed studies consistently demonstrated that oral administration of green tea extract reduced leptin levels and increased adiponectin concentrations in obese male Wistar rats. These effects were associated with reduced visceral fat accumulation, enhanced fatty acid oxidation, improved insulin sensitivity, and better lipid profiles. Mechanistically, green tea bioactive compounds activated AMP-activated protein kinase (AMPK), inhibited adipogenesis, stimulated thermogenesis and fat browning, and reduced oxidative stress and inflammation. Several studies also reported significant reductions in body weight gain, triglycerides, cholesterol levels, and hepatic lipid accumulation following green tea supplementation. In conclusion, green tea leaf extract possesses significant anti-obesity potential through modulation of leptin and adiponectin hormones and improvement of metabolic function in obese male Wistar rats.
Studi Komparatif Persepsi Wisatawan Domestik Terhadap Kualitas Pelayanan Destinasi Wisata di Dua Negara dengan Konteks Sosial dan Budaya Berbeda Radiffa Chikal Nayandra; Didin Syarifuddin
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat persepsi kualitas pelayanan antara wisatawan domestik di Indonesia (Dufan Jakarta) dan Taiwan (Taipei Children’s Amusement Park) serta mengidentifikasi dimensi prioritas yang membentuk loyalitas kunjungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-komparatif dengan teknik purposive sampling terhadap 40 responden (20 responden Indonesia dan 20 responden Taiwan). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis dimensi SERVQUAL dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U serta regresi linear berganda. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan persepsi yang sangat signifikan pada seluruh dimensi pelayanan antara kedua negara  (p < 0,001), di mana wisatawan Taiwan secara konsisten memberikan penilaian yang jauh lebih tinggi dibandingkan wisatawan Indonesia. Analisis regresi mengungkapkan bahwa dimensi fisik dan interaksi sosial secara simultan berkontribusi sebesar 79,3% terhadap kepuasan keseluruhan (p = 0,001). Temuan krusial penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi fisik merupakan prioritas utama bagi wisatawan di kedua negara dalam membentuk loyalitas kunjungan, dengan koefisien pengaruh di Indonesia sebesar 0,658 dan di Taiwan sebesar 0,760. Sebaliknya, dimensi interaksi sosial tidak berpengaruh signifikan, bahkan menunjukkan tren negatif di Taiwan (-0,131), mengindikasikan pergeseran perilaku wisatawan yang lebih menghargai fungsionalitas, efisiensi, dan keandalan sistem fisik dibandingkan interaksi sosial yang intens. Secara umum, kualitas pelayanan di Taipei Children’s Amusement Park dinilai lebih baik dalam memenuhi ekspektasi wisatawan dibandingkan Dufan Jakarta.
Kajian Kelayakan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Lokasi Terpilih di Maluku Papua Berdasarkan Hasil Pengujian Multi-Criteria Decision Making Najihun Ghulam Halim; Ruri Agung Wahyuono
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5859

Abstract

Ketersediaan listrik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan daerah dan percepatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebagai wilayah tertinggal, Maluku dan Papua mendapatkan komitmen dari Pemerintah melalui PLN untuk meningkatkan pasokan listrik. Namun, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang masif menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan, seperti emisi udara dan limbah cair. Di sisi lain, letak Indonesia di sekitar garis khatulistiwa memberikan potensi besar bagi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi terpilih untuk pembangunan PLTS di Maluku dan Papua serta menganalisis kelayakan teknis dan ekonominya. Metode yang digunakan adalah kombinasi Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung bobot kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk pemeringkatan lokasi, dilanjutkan dengan simulasi teknis menggunakan PVSyst dan perhitungan ekonomi (LCOE, NPV, ROI, IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Timika terpilih sebagai lokasi utama. Analisis teknis menghasilkan energi 8.525.229 kWh/tahun dengan performance ratio 80,43% (layak menurut IEC 61724). Analisis ekonomi menghasilkan LCOE Rp2.393/kWh (di bawah BPP setempat), NPV positif Rp48,43 miliar, ROI 173%, dan IRR 7,2% (dengan subsidi 23%). Implikasi penelitian ini adalah bahwa pengembangan PLTS di Timika layak secara teknis dan ekonomi, serta metode AHP-TOPSIS dapat direplikasi untuk pemilihan lokasi proyek energi terbarukan lainnya di Indonesia Timur.
Pengaruh Penerapan Pembiayaan Hijau terhadap Tingkat Dekarbonisasi di Indonesia Adzra Karamina Rivani; Nurul Safitri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5863

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pembangunan keuangan dan pembiayaan hijau terhadap tingkat dekarbonisasi di Indonesia periode 2012–2021. Menggunakan data sekunder dari Refinitiv Eikon dan World Bank, pembangunan keuangan diukur melalui dummy obligasi hijau, kredit domestik swasta, dan investasi asing langsung (FDI), sementara kualitas lingkungan dinilai dari emisi CO2, emisi gas rumah kaca (GHE), dan penipisan sumber daya alam (NRD) dengan mengontrol tingkat pendapatan, kualitas kelembagaan, serta populasi. Data dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda, menghasilkan nilai Adjusted R Square masing-masing sebesar 96,7% (CO2), 91,7% (GHE), dan 98,0% (NRD). Hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan pengaruh signifikan pada model NRD, namun tidak signifikan pada model emisi udara CO2 dan GHE dalam jangka pendek akibat keterbatasan ukuran sampel efektif (small sample bias). Secara parsial (Uji t), dummy obligasi hijau terbukti berpengaruh signifikan terhadap penipisan sumber daya alam, meskipun dampaknya pada pengurangan emisi belum optimal secara makro karena faktor time-lag. Lebih lanjut, variabel tingkat pendapatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penipisan sumber daya alam, yang memberikan dukungan empiris kuat terhadap validitas hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) di Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ekonomi nasional mampu mendorong perbaikan kualitas lingkungan melalui penurunan tingkat eksploitasi modal alam yang berlebihan.
Peran Bahasa Jawa Krama dalam Penguatan Kompetensi Afektif Remaja Berbasis Budaya Lokal Aneke Dewi Rahayu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5864

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran bahasa Jawa ragam krama dalam penguatan kompetensi afektif remaja melalui seni pertunjukan tradisional kethoprak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan budaya. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan subjek sebanyak 10 remaja yang tergabung dalam komunitas seni kethoprak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni kethoprak masih berperan sebagai media pelestarian budaya lokal dan pengenalan nilai afektif, seperti sopan santun, penghormatan, dan tata krama sosial melalui penggunaan bahasa Jawa krama. Namun, penggunaan bahasa Jawa krama pada remaja cenderung bersifat situasional dan hanya digunakan saat latihan maupun pementasan. Dalam kehidupan sehari-hari, remaja lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa ngoko. Selain itu, minat remaja terhadap komunitas kethoprak juga mengalami penurunan akibat pengaruh budaya modern dan media digital. Dengan demikian, penguatan kompetensi afektif melalui bahasa Jawa krama memerlukan pembiasaan sosial yang berkelanjutan.
Hubungan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Self-regulated learning Murid Ditinjau dari Perbedaan Gender Laras Setyowati; Wahyu Setyaningrum
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5865

Abstract

Fokus kajian ini diarahkan pada hubungan antara self-regulated learning dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP pada materi persamaan garis lurus dengan mempertimbangkan perbedaan gender. Pendekatan yang diterapkan ialah kuantitatif melalui metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 60 siswa yang terdiri atas 30 siswa laki-laki serta 30 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket self-regulated learning dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis sebagai instrumen penelitian. Analisis data dilaksanakan melalui statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan IBM SPSS Statistics, yang mencakup uji normalitas, uji homogenitas, korelasi Pearson Product Moment, serta Independent Samples t-Test. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Pengujian korelasi Pearson mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-regulated learning dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,853 serta nilai signifikansi p < 0,05. Jika ditinjau berdasarkan gender, kekuatan hubungan pada siswa laki-laki tampak lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan, walaupun keduanya termasuk dalam kategori hubungan sangat kuat. Di sisi lain, hasil Independent Samples t-Test mengungkapkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan baik pada variabel self-regulated learning maupun kemampuan pemecahan masalah matematis. Dengan demikian, self-regulated learning dapat dipahami sebagai faktor penting yang mendukung kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sehingga pengembangannya dalam pembelajaran matematika perlu mendapat perhatian.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue