cover
Contact Name
Melinda Putri Aryanti
Contact Email
melindaputriaryanti@gmail.com
Phone
+6282176532817
Journal Mail Official
jmp.utb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajah Mada. No. 34 Kotabaru, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal Media Public Relations
ISSN : 27971929     EISSN : 27973964     DOI : https://doi.org/10.37090/jmp.v1i2
Core Subject : Education, Social,
Journal Media Public Relations (JMP) merupakan jurnal Program Studi Ilmu Komunikasi. Jurnal ini memuat hasil karya ilmiah berupa penelitian lapangan maupun studi pustaka yang berkenaan dengan Ilmu Komunikasi, yaitu, Ilmu komunikasi, public relation, Komunikasi Pariwisata, Media, Teknologi Komunikasi, Iklan, Promosi, dan Komunikasi Terapan
Articles 162 Documents
FAKTOR PENGARUH GENERASI Z DI KAMPUNG NEGERI OLOK GADING DALAM MENENTUKAN LAYANAN OJEK ONLINE SEBAGAI PILIHAN UTAMA Chandra Tri Wibowo; Bainal Huri
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/7g51cq97

Abstract

Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai digital- native dengan ketergantungan tinggi pada teknologi, termasuk dalam penggunaan layanan transportasi online seperti ojek online. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi Generasi Z di Kampung Negeri Olok Gading, Kota Bandar Lampung, dalam memilih layanan ojek online dibandingkan moda transportasi lain seperti ojek pangkalan atau kendaraan pribadi, Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori persepsi sosial Fritz Heider, penelitian ini mengidentifikasi tiga aspek utama yang membentuk preferensi yaitu atribusi, persepsi sosial, dan kausalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan Generasi Z dipengaruhi oleh pengalaman pribadi (kecepatan layanan, profesionalitas pengemudi), interaksi sosial (rekomendasi dan reputasi), serta faktor eksternal seperti tarif murah, kemudahan aplikasi, dan promo. Budaya lokal, seperti gotong royong, dan kondisi ekonomi turut memengaruhi adopsi teknologi ini, meskipun penetrasi internet dan smartphone mendorong penerimaan layanan digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan transportasi digital yang inklusif dan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik lokal, sekaligus memperkaya literatur tentang perilaku digital Generasi Z dalam konteks budaya dan ekonomi yang beragam
STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS PT KAI PERSERO DIVRE III PALEMBANG DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM KESELAMATAN KERETA API Cindy Maretha Yusman; Azita Puspita Anggreini; Rina Pebriana
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/bzqhjq80

Abstract

Humas memiliki peran penting dalam setiap institusi karena humas merupakan salah satu strategi dalam membentuk citra perusahaan yang positif. Humas biasanya memiliki hubungan yang luas. Oleh karena itu, humas PT KAI Divre III Palembang membutuhkan strategi komunikasi yang efektif dan relevan dalam mengsosialisasikan program keselamatan kereta api kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi  komunikasi humas PT KAI Divre III Palembang dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap program keselamatan kereta api, serta mengetahui bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi oleh humas dalam mengurangi insiden kecelakaan kereta api di wilayah Divre III Palembang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus, informan dalam penelitian ini adalah divisi Humas PT KAI Divre III Palembang sebanyak tiga orang yaitu Manager, Asmen dan Staf nya, sementara sumber data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung. Penelitian ini menggunakan teori citra yang dicetuskan oleh Frank Jefkins pada tahun 1976 sebagai pembentukan citra perusahaan untuk menciptakan kesan positif dibenak publik serta meningkatkan representasi identitas dan reputasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi humas PT KAI Divre III Palembang sudah diperbarui menggunakan model PIE (Planning, Implementation, Evaluation) yang terbaru. Istilah PIE, Planning berarti membuat rencana yang matang, memilih target warga dan pesan keselamatan yang jelas, Implementation adalah eksekusi melalui Safety Walkthrough dan konten visual yang menarik, dan Evaluation adalah memeriksa hasil dari survei penumpang dan laporan medsos agar terus bisa diperbaiki. Model ini diterapkan melalui sosialisasi multi-media seperti banner, Instagram @sepor_kitogalo, dan reels, serta kerja sama dengan pihak polisi setempat. Akibatnya, kecelakaan di rel berkurang drastis karena masyarakat lebih aktif dalam menjaga keselamatan.
Pemanfaatan Media Sosial  KPU Kota Palembang Dalam Menyosialisasikan Program Coktas Pemilu Suci Nur Kamila; Nadia Febrianti
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/0k0jb537

Abstract

Penggunaan platform sosial oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kian krusial dalam zaman digital ini, khususnya dalam membantu penyebaran informasi mengenai pemilihan kepada publik. Salah satu inovasi yang diluncurkan oleh KPU Kota Palembang adalah Program COKTAS, yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman politik, kesadaran pemilih, dan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi cara KPU Kota Palembang menggunakan media sosial dalam mengkomunikasikan Program COKTAS Pemilu, jenis strategi komunikasi digital yang diterapkan, efektivitas konten yang disampaikan, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian ini memakai pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengamatan terhadap akun media sosial KPU di Kota Palembang, wawancara, dan juga dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram, Facebook, dan TikTok merupakan platform paling efektif untuk menyebarkan informasi COKTAS karena dapat menjangkau pemilih baru serta kelompok usia yang produktif. Jenis konten yang dihadirkan mencakup pendidikan politik, infografis pemilu, aktivitas di lapangan, dan video pendek yang interaktif. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain adalah jumlah sumber daya manusia di bidang digital yang terbatas, kurangnya konsistensi dalam konten, dan perubahan algoritma pada media sosial. Penelitian ini menyarankan perbaikan desain konten, penerapan strategi kolaborasi di dunia digital, serta pemanfaatan analitik media sosial untuk memperluas jangkauan kegiatan sosialisasi.
DIGITAL BRANDING JUNO CAFE DALAM MEMBANGUN BRAND AWARNESS MELALUI INSTAGRAM (STUDI PADA AKUN @JUNO.PLM) Tria Serly Herlina; Nova Oktaviana; Rina Pebriana
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/g8smdh62

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana digital branding Juno Cafe dibangun melalui platform Instagram dalam meningkatkan brand awareness, dengan fokus khusus pada akun @juno.plm. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi konten Instagram, dokumentasi digital, serta wawancara semi-terstruktur dengan pengelola dan beberapa pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital branding Juno Cafe diwujudkan melalui empat elemen utama, yaitu konsistensi visual pada tampilan konten, penggunaan storytelling yang merepresentasikan karakter dan nilai brand, optimalisasi fitur Instagram seperti reels, stories, dan highlights, serta interaksi aktif dua arah dengan audiens. Seluruh strategi tersebut terbukti efektif dalam membangun brand awareness dengan memperkuat identitas visual, meningkatkan kedekatan emosional, serta memperluas jangkauan informasi kepada pengguna Instagram. Penelitian ini menegaskan bahwa Instagram berperan sebagai platform utama dalam proses digital branding Juno Cafe, tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga sebagai sarana pembentuk identitas dan pengalaman merek pada bisnis kuliner modern.
Konstruksi Makna Fitur Female Seat Map PT. Kereta Api Indonesia dalam Membangun Citra Ramah Perempuan Rahma Sari; Izzati Nabilah; Rina Pebriana
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/fabght83

Abstract

Fitur Female Seat Map yang diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Maret 2025 merupakan inovasi berbasis gender yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi berdekatan dengan sesama perempuan untuk meningkatkan rasa aman selama perjalanan. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana makna fitur tersebut dikonstruksi oleh PT KAI dan pengguna perempuan, serta bagaimana fitur ini berperan dalam membangun citra perusahaan yang ramah perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga orang perempuan yang merupakan pengguna aplikasi KAI Access, serta analisis terhadap hasil wawancara satu pihak KAI yang dimuat dalam pemberitaan Kompas. Analisis mengacu pada Teori Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann (1966) yang meliputi proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT KAI mengeksternalisasikan nilai kepedulian dan keamanan melalui kebijakan Female Seat Map sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Namun, objektivasi belum sepenuhnya merata karena sosialisasi yang terbatas dan ketidakpatuhan sebagian penumpang terhadap penandaan kursi. Meski demikian, tahap internalisasi tampak kuat, di mana pengguna perempuan memaknai fitur ini sebagai bentuk perlindungan dan perhatian terhadap kenyamanan mereka, sehingga berdampak positif pada citra perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fitur Female Seat Map tidak hanya berfungsi sebagai layanan teknis, tetapi juga sebagai simbol komunikasi organisasi yang menguatkan representasi PT KAI sebagai perusahaan yang inklusif dan sensitif terhadap kebutuhan perempuan
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL SEBAGAI SARANA EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH DAN PEMBENTUKAN KESADARAN MASYARAKAT DI KOTA BANDAR LAMPUNG Thabita Carolina; Susanti Sundari
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/x86abn41

Abstract

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya penggunaan media digital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang membuka peluang baru bagi praktik edukasi lingkungan, khususnya dalam isu pengelolaan sampah. Media digital tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan pembentukan makna sosial yang berpotensi memengaruhi kesadaran masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu: (1) bagaimana strategi komunikasi yang digunakan dalam edukasi pengelolaan sampah melalui media digital; (2) bagaimana peran media digital dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah; serta (3) faktor-faktor apa saja yang memengaruhi efektivitas strategi komunikasi edukasi pengelolaan sampah di media digital. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada analisis strategi komunikasi edukatif di media digital. Data diperoleh melalui observasi terhadap konten edukasi pengelolaan sampah di media digital, analisis isi pesan, serta penelusuran interaksi audiens. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengaitkan temuan empiris dan kerangka teori komunikasi, seperti teori komunikasi persuasif, pembelajaran sosial, dan difusi inovasi, guna memastikan validitas dan kedalaman analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan sampah melalui media digital dibangun melalui strategi komunikasi yang adaptif dan kontekstual. Pesan edukasi cenderung dikemas secara naratif, persuasif, dan visual, dengan bahasa yang sederhana serta relevan dengan kehidupan sehari-hari audiens. Pendekatan ini membuat pesan terasa lebih dekat, tidak menggurui, dan mudah dipahami. Media digital juga memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah, di mana audiens dapat berinteraksi, berbagi pengalaman, dan membangun makna bersama terkait pengelolaan sampah. Pembahasan penelitian mengungkap bahwa media digital berperan sebagai ruang belajar informal yang fleksibel. Pemahaman audiens terbentuk melalui paparan konten yang berulang dan mudah diakses, sehingga pengetahuan tentang pengelolaan sampah berkembang secara bertahap. Selain aspek kognitif, media digital juga mendorong terbentuknya kesadaran emosional dan persepsi sosial, di mana audiens mulai memandang pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan kesadaran belum selalu diikuti oleh perubahan perilaku yang konsisten, karena masih dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial dan ketersediaan fasilitas pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah dan pembentukan kesadaran masyarakat, terutama dalam tahap peningkatan pengetahuan dan sikap. Agar edukasi digital berdampak lebih berkelanjutan, diperlukan strategi komunikasi yang partisipatif, kontekstual, serta dukungan lingkungan nyata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemangku kepentingan serta penelitian lanjutan yang mengkaji dampak jangka panjang edukasi pengelolaan sampah melalui media digital terhadap perubahan perilaku masyarakat. 
Strategi Komunikasi Digital Sekolah Menengah Pertama (SMP)Swasta Dalam  Meningkatkan Brand Image.(Studi Kasus: SMP Kristen Satya Wacana ) Irdi Ananda Lilawangsa; Lina Sinatra Wijaya
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/psjv5s91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi digital yang dilakukan oleh SMP Kristen Satya Wacana Salatiga dalam meningkatkan brand image sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, penyebaran kuesioner terhadap 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital SMP Kristen Satya Wacana Salatiga dilaksanakan secara terencana melalui tahapan perencanaan konten, penyusunan pesan komunikasi, pelaksanaan publikasi, serta evaluasi kinerja digital. Temuan kualitatif yang diperkuat oleh hasil kuantitatif menunjukkan bahwa konsistensi penyajian konten, keseragaman gaya komunikasi, serta kejelasan identitas sekolah di ruang digital berkontribusi positif dalam membangun persepsi profesional, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat brand image sekolah. Instagram dipilih sebagai platform utama karena dinilai paling sesuai dengan karakteristik audiens. Konten yang dipublikasikan bersifat informatif, edukatif, dan persuasif, dengan menonjolkan identitas sekolah, prestasi siswa, peran guru, serta fasilitas pendukung pembelajaran. Hasil evaluasi juga menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan audiens, meskipun jangkauan dan tingkat interaksi pada beberapa konten masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi digital yang terencana, konsisten, dan berbasis identitas institusi berperan penting dalam membangun dan memperkuat brand image sekolah swasta di tengah persaingan lembaga pendidikan
Integrasi Media Digital Untuk Optimalisasi Komunikasi Politik Anggota DPRD Kabupaten Kendal Suwarji; Muhammad Fatchuriza; Rosy Febriani Daud
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/4cv27s02

Abstract

Penelitian ini didorong oleh meningkatnya tuntutan untuk mengoptimalkan kinerja anggota DPRD Kabupaten Kendal, khususnya Komisi D, yang bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik. Perkembangan media digital yang pesat telah secara signifikan memengaruhi pola komunikasi politik antara perwakilan dan warga negara, yang membutuhkan pemahaman yang jelas tentang bagaimana integrasi media digital dapat memperkuat fungsi legislatif, pengawasan, dan aspiratif. Studi ini mengkaji bagaimana media digital dimanfaatkan dalam komunikasi politik anggota Komisi D, bagaimana masyarakat menanggapi praktik komunikasi ini, dan sejauh mana media digital berkontribusi pada peningkatan kinerja legislatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik komunikasi politik digital, menganalisis efektivitas platform digital dalam membangun hubungan dengan publik, dan menjelaskan kontribusinya terhadap kinerja legislatif dan kualitas pelayanan publik. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota Komisi D, Bapak Dedy Ashari Setyawan, dan warga Patebon, Bapak Manto, Bapak Kusno, dan Ibu Imah, yang dilakukan pada waktu yang berbeda untuk mendapatkan beragam perspektif. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan media digital sebagian besar masih bersifat informasional alih-alih interaktif, namun hal ini meningkatkan visibilitas legislator, memperkuat kepercayaan publik, dan meningkatkan penyampaian aspirasi. Kesimpulannya, integrasi media digital memiliki potensi yang kuat untuk memperkuat komunikasi politik dan meningkatkan kinerja anggota DPRD, meskipun peningkatan kapasitas lebih lanjut, strategi konten yang terarah, dan keterlibatan dua arah yang konsisten masih diperlukan.
STRATEGI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION MARABUNTA CAFÉ DAN RESTO BAR DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE Davinia Angeline Rahutomo; George Nicholas Huwae
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/cdy9f404

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah belum optimalnya integrasi strategi komunikasi pemasaran dalam membentuk citra merek yang kuat dan konsisten pada Marabunta Resto & Bar sebagai restoran berkonsep heritage-modern di Kota Semarang, khususnya di tengah persaingan industri hospitality yang semakin kompetitif; oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan strategi Integrated Marketing Communication (IMC) yang dilakukan Marabunta dalam membangun brand image serta mengidentifikasi peran masing-masing elemen komunikasi pemasaran yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap enam informan yang dipilih secara purposive, sementara analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Marabunta Resto & Bar telah menerapkan strategi IMC melalui berbagai kanal seperti media sosial, event marketing, public relations, website, dan direct marketing yang secara umum efektif dalam membangun brand image berbasis pengalaman (experiential branding), terutama dalam meningkatkan awareness, engagement, dan loyalitas pelanggan; namun demikian, implementasi IMC masih belum optimal karena keterbatasan integrasi antar kanal komunikasi, kurang maksimalnya pemanfaatan platform digital seperti website, serta belum optimalnya penggunaan teknologi berbasis data seperti Customer Relationship Management (CRM), sehingga diperlukan penguatan integrasi komunikasi dan pemanfaatan teknologi digital agar strategi IMC dapat berjalan lebih kohesif, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika industri food and beverage.
UPAYA PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DELARASATI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT: STUDI DESA KLASEMAN KECAMATAN GENDING KABUPATEN PROBOLINGGO Ummi Kulsum; Nourma Ulva Kumala Devi; Andhi Nur Rahmadi
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/h60jgy12

Abstract

Literasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan desa. Namun, minat baca masyarakat di pedesaan masih tergolong rendah sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi melalui penyediaan fasilitas pendidikan nonformal, salah satunya melalui perpustakaan desa. Perpustakaan desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Oleh karena itu, peran pemerintah desa menjadi penting dalam mengembangkan perpustakaan desa sebagai sarana peningkatan literasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Desa Klaseman dalam mengembangkan Perpustakaan Desa Delarasati serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Desa, pengelola perpustakaan, masyarakat, dan pelajar pengguna perpustakaan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya Pemerintah Desa Klaseman dalam pengembangan Perpustakaan Desa Delarasati dilakukan secara bertahap melalui penyediaan pojok baca, pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, peningkatan koleksi melalui kerja sama dengan berbagai pihak, serta transformasi layanan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Faktor pendukung meliputi dukungan pemerintah desa, kerja sama dengan instansi terkait, program berbasis inklusi sosial, serta partisipasi masyarakat. Faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, tuntutan pelaporan kegiatan, perkembangan teknologi digital, serta keterbatasan waktu masyarakat