cover
Contact Name
Jefrie Walean
Contact Email
jefrywalean@gmail.com
Phone
+6281326764982
Journal Mail Official
jefrywalean@gmail.com
Editorial Address
Jl. Towua No.80, Tatura Sel., Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Salvation
ISSN : -     EISSN : 2623193X     DOI : https://doi.org/10.56175/salvation
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Salvation adalah jurnal teologi yang diterbitkan oleh STT Bala Keselamatan Palu, dua kali dalam setahun (Bulan Januari dan Bulan Juli). Jurnal ini memuat masalah-masalah teologi terkini secara global dan juga masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat. Tulisan-tulisan yang dimuat dalam jurnal ini adalah tulisan dari berbagai penulis yang memiliki perspektif yang berbeda sehingga apa yang dimuat dalam jurnal ini tidak mewakili pandangan institusi STT Bala Keselamatan Palu. Jurnal ini bertujuan melengkapi para pelayan Tuhan dalam berbagai bidang pelayanan gereja sehingga dapat menyingkapi permasalahan teologis yang muncul dalam masyarakat. Adapun ruang lingkup dari Jurnal Salvation: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Agama Kristen
Articles 104 Documents
Implementasi Teologis Frasa “Mengutus” dalam Yohanes 17:18; 20:21 bagi Gereja dari Perspektif Missio Dei Manurung, Well Therfine Renward; Kiamani, Andris; Meichella Yosepha Eunike; Reynhard Leonard Ohoitimur; Samuel Sukanta Ginting
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i2.106

Abstract

Abstract: The church is a fluid fellowship of believers (liquid church). An organism created by Jesus Christ Himself as a tangible manifestation of Christ in the world to do His work: calling sinners and proclaiming the gospel of God as an expression of God's love to the world. This research is motivated by the lack of research that explains the relationship between sending and missio Dei, as well as the limitation of mission to evangelism and church growth, the lack of attention to the importance of dialogue and engagement with society, and the neglect of the complex social and political context in which mission is carried out. This research uses a qualitative method with an interpretative approach (interpretative design) so as to find the meaning and implementation of the phrase "sending" in John 17:18; 20:21: First, the model of sending in John 17:18; 20:21 is parallel, but different in terms of time and to whom the vision is conveyed. this approach is in line with the Theocentric which makes God the starting point of life, His goals, plans, and programs. Second, the church, or fellowship of believers and Great Commission, is the means or instrument of missio Dei. Third, as one form of God's involvement in the world, believers and church members must be actively in preaching the gospel and continuously involved in the Great Commission of the Lord Jesus. The Holy Spirit plays an active role in continuing to assist and participate in this process. Fourth, the role of mission is very important in the initial process of preaching the gospel so engagement and compassion are required. Fifth, formulate a strategy for planning, developing tasks, and understanding His calling as a messenger in delivering the gospel. Abstrak: Gereja adalah suatu persekutuan orang-orang percaya yang selalu bergerak dengan cair (liquid church). Suatu organisme yang diciptakan oleh Yesus Kristus sendiri sebagai perwujudan nyata dari Kristus di dunia untuk melakukan pekerjaan-Nya: memanggil orang-orang yang berdosa dan memberitakan Injil Allah sebagai suatu pernyataan kasih Allah kepada dunia. Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya penelitian yang menjelaskan keterkaitan antara pengutusan dan missio Dei, serta pembatasan misi hanya kepada penginjilan dan pertumbuhan gereja, kurangnya perhatian terhadap pentingnya dialog dan keterlibatan dengan masyarakat, serta pengabaian terhadap konteks sosial dan politik yang kompleks di mana misi dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretative (interpretative design) sehingga dapat menemukan makna dan implementasi teologis frasa “mengutus” dalam Yohanes 17:18; 20:21: Pertama, model pengutusan dalam Yohanes 17:18 ; 20:21 paralel, tetapi berbeda pada sisi waktu dan kepada siapa visi tersebut disampaikan, pendekatan ini sejalan dengan Teosentris yang menjadikan Allah sebagai titik awal kehidupan, tujuan, rencana, dan program-Nya. Kedua, gereja, atau persekutuan orang-orang percaya dan Amanat Agung, adalah sarana atau alat missio Dei. Ketiga, sebagai salah satu bentuk keterlibatan Allah di dunia, orang-orang percaya dan anggota gereja harus terlibat secara aktif dalam pemberitaan injil dan berkelanjutan dalam Amanat Agung Tuhan Yesus. Keempat, peran pengutusan sangat penting dalam proses awal pemberitaan Injil sehingga diperlukan keterlibatan dan belas kasihan. Kelima, merumuskan strategi perencanaan, pengembangan tugas, dan pemahaman akan panggilan-Nya sebagai utusan dalam menyampaikan kabar Injil.
Kontiunitas Eksistensi Kerajaan Allah dalam Misi Eklesiologi ditinjau berdasarkan Injil Matius Sunkudon, Pieter G.O.; Lepa, Royke
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i2.108

Abstract

Abstract: This research aims to explore the continuity of the existence of the Kingdom of God in the ecclesiological mission, especially a review based on the Gospel of Matthew, using Qualitative & Inductive Hermeneutic methods. Through analysis of the Biblical text, this research will highlight the Kingdom of God in the teachings and ministry of Jesus, as well as its correlation with the concept of the church. Apart from that, this research will also examine the use of the term "kingdom of heaven" in the Gospel of Matthew, as well as provisions regarding Messianic hope and covenants in the Old Testament. Thus, it is hoped that this research can provide a deeper understanding of the continuity and connection between the Kingdom of God and the church in an ecclesiological context, as well as its relevance for contemporary Christian understanding. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontinuitas eksistensi Kerajaan Allah dalam misi eklesiologi, khususnya ditinjau berdasarkan Injil Matius, dengan menggunakan metode Kualitatif & Hermeneutik Induktif. Melalui analisis teks Alkitab, penelitian ini akan menyoroti peran Kerajaan Allah dalam ajaran dan pelayanan Yesus, serta korelasinya dengan konsep gereja. Selain itu, penelitian ini juga akan menelaah penggunaan istilah "kerajaan Sorga" dalam Injil Matius, serta hubungannya dengan pengharapan Mesianis dan perjanjian-perjanjian dalam Perjanjian Lama. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kontinuitas dan keterkaitan antara Kerajaan Allah dan gereja dalam konteks eklesiologis, serta relevansinya bagi pemahaman Kristen kontemporer.
Strategi Pengembangan Sekolah Kristen berdasarkan Kepemimpinan Nehemia Sibuea, Ezra Yani; Octavianus, Steaven; Wardi, Wardi
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i2.109

Abstract

Abstract: The rapidly growing era of globalization has triggered greater competition. Christian schools also experience conditions where they must be able to compete with other schools. The principal as a leader has the responsibility to improve the quality and quantity of the school to be able to compete. Nehemiah is one of the leaders in the Bible, a Christian leadership who was successful in bringing about transformation. This article aims to describe the strategy for developing Christian schools based on Nehemiah's leadership. Using descriptive qualitative methods with a study approach regarding discussions related to this research. Literatu The results of this research conclude that Nehemia is a leader who is capable of reform with management strategies that can be used in developing schools. Abstrak: Era globalisasi yang semakin berkembang pesat memicu adanya persaingan yang semakin besar. Sekolah Kristen juga mengalami kondisi dimana mereka harus mampu bersaing dengan sekolah lain. Kepala sekolah sebagai pemimpin memiliki tanggungjawab dalam peningkatan kualitas dan juga kuantitas sekolah untuk mampu bersaing. Nehemia ialah salah satu pemimpin di dalam Alkitab satu kepemimpinan Kristenang berhasil dalam mewujudkan transformasi. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai strategi pengembangan sekolah Kristen berdasarkan kepemimpinan Nehemia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi mengenai pembahasan-pembahasan yang berhubungan dengan penelitian ini. Literatu Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Nehemia merupakan pemimpin yang mampu melakukan pembaharuan dengan strategi-strategi manajemen yang dapat dipakai dalam mengembangkan sekolah.
Kenosis: Pemahaman Biblis-Teologis Filipi 2:5-11 dan Tantangannya dalam Pelayanan Kepada Jemaat Marginal Sugito, Yehudha Andrew; Suryaningsih, Eko Wahyu
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i2.110

Abstract

Abstract: The existence of social stratification in society has led to the emergence of marginalized groups. These groups can be recognized as individuals who do not have a permanent place to live, beggars, and other parts of society who are trying to fight against suffering, lack of food, injustice, and discrimination in their lives. In the context of society, Christianity should take an active role in addressing the issue of these marginalized groups. In the New Testament, social stratification is found in the Philippians. This shows that the Philippians experienced marginalization. Various problems both internal and external had to be faced by the Philippians. In the midst of such a situation, Paul gave his views on kenosis in Philippians 2: 5-11. Therefore, through a qualitative research method with library research, this study will explore the marginalization that occurred in Philippi, explore the theological understanding of kenosis in Philippians 2:5-11 and explore the challenges faced in the ministry of marginalized churches in Philippi. As a result, the theological understanding of kenosis in Philippians 2:5-11 provides important principles in facing challenges in the ministry of marginalized churches in Philippi. This research is expected to produce ideas that become proposals for the development of marginalized church services carried out by the Church as a form of the Church's active role in addressing the issue of marginalized groups. Abstrak: Adanya stratifikasi sosial di tengah masyarakat menyebabkan munculnya kelompok-kelompok marginal. Kelompok ini bisa dikenali sebagai individu yang tidak mempunyai tempat tinggal permanen, pengemis, dan bagian-bagian masyarakat lain yang sedang berusaha melawan penderitaan, kekurangan pangan, ketidakadilan, serta diskriminasi dalam kehidupan mereka. Dalam konteks bermasyarakat, Kekristenan seharusnya mengambil peran aktif dalam menyikapi isu tentang kelompok marginal ini. Dalam Perjanjian Baru, stratifikasi sosial ditemukan di jemaat Filipi. Hal ini menunjukan bahwa jemaat Filipi mengalami marginalisasi. Berbagai masalah baik internal maupun eksternal harus dihadapi oleh jemaat Filipi. Di tengah situasi seperti, Paulus memberikan pandangannya mengenai kenosis dalam Filipi 2:5-11. Oleh sebab itu melalui metode penelitian kualitatif dengan riset pustaka, penelitian ini akan menggali marginalisasi yang terjadi di Filipi, menggali tentang pemahaman teologis mengenai kenosis dalam Filipi 2:5-11 dan menggali tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pelayanan jemaat marginal di Filipi. Sebagai hasilnya, pemahaman teologis mengenai kenosis dalam Filipi 2:5-11 memberikan prinsip-prinsip penting dalam menghadapi tentangan-tantangan dalam pelayanan jemaat marginal di Filipi. Penelitian ini diharapkan menghasilkan pokok pemikiran yang menjadi usulan bagi perkembangan pelayanan jemaat marginal yang dilakukan oleh Gereja sebagai bentuk peran aktif Gereja dalam menyikapi isu tentang kelompok marginal di tengah masyarakat.
Pembebasan dalam Teologi Feminis:: Sebuah Analisis terhadap Catcalling dalam Rangka Pencapaian Keadilan Gender Mettang, Marta; Naomi Sampe
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i2.111

Abstract

Abstract: Catcalling has become a phenomenon that threatens, disturbs and challenges women's dignity, leading to gender inequality. This research offers the intrinsic values found in women based on a feminist theological perspective as an integration of men's understanding that women have the same values as men in general in order to achieve gender equity and justice. This research aims to analyze catcalling in the context of achieving gender justice through the lens of feminist theology. The research method used is a qualitative method by collecting and analyzing data through literature study. This research covers women's intrinsic values based on a feminist theological perspective, the negative impact of catcalling, and the concept of liberation in feminist theology. The results of the discussion show that catcalling, as a form of gender inequality, creates an unsafe environment for women in public spaces. Feminist theology emphasizes the importance of women's intrinsic values, such as dignity, justice, and diversity, in achieving gender justice. Women's liberation in feminist theology also includes the struggle against gender inequality and social violence, including catcalling. Thus, this research contributes to the understanding and efforts to overcome catcalling as a form of verbal sexual harassment that harms women. By understanding the intrinsic values of women in feminist theology, it is hoped that a society that is more just, inclusive and respects the dignity of every individual regardless of gender can be realized. This research can be the basis for concrete steps in building gender justice and responding to challenges of inequality in everyday life such as catcalling. Abstrak: Catcalling telah menjadi fenomena yang mengancam, resahkan dan menantang martabat perempuan yang mengarah pada kesenjangan gender. Penelitian ini menawarkan nilai-nilai intriksik yang terdapat pada perempuan berdasarkan perspektif teologi feminis sebagai integrasi pemahaman laki-laki bahwa perempuan itu memiliki nilai yang sama dengan laki-laki secara umum demi tercapainya keadilan dan keadilan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis catcalling dalam rangka pencapaian keadilan gender melalui lensa teologi feminis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data melalui studi kepustakaan. Penelitian ini mencakup nilai-nilai intrinsik perempuan berdasarkan perspektif teologi feminis, dampak negatif catcalling, dan konsep pembebasan dalam teologi feminis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa catcalling, sebagai bentuk ketidaksetaraan gender, menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi perempuan di ruang publik. Teologi feminis menegaskan pentingnya nilai-nilai intrinsik perempuan, seperti martabat, keadilan, dan keberagaman, dalam mencapai keadilan gender. Pembebasan perempuan dalam teologi feminis juga mencakup perjuangan melawan ketidaksetaraan gender dan kekerasan sosial, termasuk catcalling. Dengan demikian, penelitian ini adalah memberikan kontribusi pada pemahaman dan upaya mengatasi catcalling sebagai bentuk pelecehan seksual verbal yang merugikan perempuan. Dengan memahami nilai-nilai intrinsik perempuan dalam teologi feminis, diharapkan dapat terwujud masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan menghormati martabat setiap individu tanpa memandang jenis kelamin. Penelitian ini dapat menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret dalam membangun keadilan gender dan merespons tantangan ketidaksetaraan dalam kehidupan sehari-hari seperti catcalling.
Pengaruh Kompetensi dan Interelasi Pemimpin Rohani terhadap Pertumbuhan Gereja Nazara, Febriman; Panjaitan, Tutur Parade Tua
Jurnal Salvation Vol. 2 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effect of competence and interrelation of spiritual leaders on the growth of Gereja Tuhan Di Indonesia. Against the backdrop of the condition of Gereja Tuhan Di Indonesia, which is 50 years old in 2021 and there have been several changes of leadership, but the growth of the church is still not as expected. The formulation of the problem raised is how does the competence of spiritual leaders affect the growth of Gereja Tuhan Di Indonesia? How does the influence of the interrelationship of spiritual leaders on the growth of Gereja Tuhan Di Indonesia? How does the influence of competence and interrelationship of spiritual leaders on the growth of Gereja Tuhan Di Indonesia? This research was carried out using quantitative methods, sampling techniques with regional samples, data collection using questionnaires, and statistical data analysis. Research questionnaires were distributed, filled out by respondents and collected from 39 samples, representing church officials from major islands in Indonesia, Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, and Papua. After using quantitative methods, data analysis using the SPSS application, the results showed that the competence of spiritual leaders and the interrelation of spiritual leaders simultaneously had a positive effect on church growth, but not significant. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi dan interelasi pemimpin rohani terhadap pertumbuhan Gereja Tuhan Di Indonesia. Dilatar belakangi kondisi Gereja Tuhan Di Indonesia yang telah berusia 50 tahun pada tahun 2021 ini dan telah terjadi beberapa kali pergantian pucuk kepemimpinan, tetapi pertumbuhan gereja masih belum sesuai dengan harapan. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimanakah pengaruh kompetensi pemimpin rohani terhadap pertumbuhan Gereja Tuhan Di Indonesia? Bagaimanakah pengaruh interelasi pemimpin rohani terhadap pertumbuhan Gereja Tuhan Di Indonesia? Bagaimanakah pengaruh kompetensi dan interelasi pemimpin rohani terhadap pertumbuhan Gereja Tuhan Di Indonesia? Penelitian ini dikerjakan dengan metode kuantitatif, teknik pengambilan sampel dengan sampel wilayah, pengumpulan data menggunakan angket, dan analisis data bersifat statistik. Angket penelitian disebarkan, telah diisi oleh responden dan terkumpul dari 39 sampel, merupakan perwakilan dari pejabat gereja dari pulau-pulau besar di Indonesia, pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Setelah dikerjakan dengan metode kuantitatif, analisa data menggunakan aplikasi SPSS, hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pemimpin rohani dan interelasi pemimpin rohani secara simultan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan gereja, tetapi tidak signifikan.
Strategi Manajemen Berbasis Sekolah dan Pedagogis Kristen Kuntaua, Dekrius
Jurnal Salvation Vol. 2 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study discusses the study of school-based management and Christian values ​​on student achievement. The scope of this research is in the study and assessment of school-based management and Christian pedagogy. This study aims to contribute ideas to the development of academic knowledge specifically in Christian Religious Education learning about the factors that affect learning achievement. The research method uses a qualitative method with a descriptive approach to obtain data. This study concludes that collaboration between management and Christian pedagogy results in an understanding of educational values ​​and good learning achievement so as to form quality human characters. A quality management strategy will produce quality human resources in global competition as well as testimony as church members. Abstrak: Penelitian ini membahas kajian manajemen berbasis sekolah dan nilai kristiani terhadap prestasi belajar siswa Ruang lingkup penelitian ini berada dalam kajian dan penilaian manajemen berbasis sekolah dan pedagogis kristen. Penelitian ini bertujuan memberikan sumbangan pemikiran pengembangan pengetahuan akademis secara khusus dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh data, Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi manajemen dengan pedagogis kristen menghasilkan pemahaman nilai-nilai pendidikan serta prestasi belajar yang baik sehingga membentuk karakter manusia yang berkualitas. Strategi manajemen yang berkualitas akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia dalam persaingan global serta kesaksian sebagai warga gereja.
Analisis Kejadian 29 tentang Etos Kerja Kristen di Era Modern Walean, Jefrie
Jurnal Salvation Vol. 2 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research intends to get an overview of the concept of work based on Jacob's 14 years of experience described in the text of Genesis 29. Universally, the philosophy of work is the actualization of efforts to meet physical needs and efforts to meet spiritual needs. In the context of the modern era, the Christian work ethic is subject to opinion bias, so it requires a biblical study. This study aims to obtain a linear understanding of work ethic and service ethic. This study uses a thematic and descriptive qualitative approach to obtain comprehensive reasoning on the text of Genesis chapter 29. This study concludes that the Bible views that the mandate to fulfill the earth must be accompanied by material efforts. Real results in Christian service are determined by the work ethic paradigm that views work as part of the contribution to filling the earth. Abstrak: Penelitian ini bermaksud mendapatkan gambaran konsep bekerja berdasarkan pengalaman Yakub selama 14 tahun yang diuraikan dalam teks Kejadian 29. Secara universal, filosofi bekerja yaitu aktualisasi usaha memenuhi kebutuhan jasmani dan usaha memenuhi kebutuhan rohani. Dalam konteks era modern, etos kerja kristen mengalami bias opini sehingga memerlukan kajian Alkitabiah. Penelitian ini bertujuan mendapatkan pemahaman yang linier terkait etos bekerja dan etos pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tematis serta deskriptif kualitatif untuk mendapatkan penalaran yang komprehensif terhadap teks Kejadian pasal 29. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Alkitab memandang bahwa mandat memenuhi bumi harus dibarengi dengan usaha secara material. Hasil nyata dalam pelayanan kristen ditentukan oleh paradigma etos kerja yang memandang kerja sebagai bagian dari kontribusi memenuhi bumi
Karunia Roh menurut 1 Korintus 12:8-11 dan Penerapannya pada Ibadah Tolego, Yopi; Liud, Herman
Jurnal Salvation Vol. 2 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper specifically discusses the gifts of the spirit in 1 Corinthians 12:8-11 and their application in worship. The methods used in writing this topic are qualitative methods with a literary study approach and an exposition approach to biblical texts. The result of this description in Greek uses the word: (didotai) which means to give, handing out, entrusting, giving back, putting, making and lifting. So the understanding of the "gift of the Spirit" is freely given from the Holy Spirit who is the Person of God. They can be in the form of physical blessings, or something spiritual. The purpose of gift-giving is to confirm God's word which shows God's power is more dominant than the powers of the universe. The gift of the believer as well as the development of faith manifested in worship, as well as the gift of the spirit play a role in the multiplication of believers in Jesus. Abstrak: Tulisan ini mengulas secara spesifik mengenai karunia-karunia roh dalam 1 Korintus 12:8-11 dan penerapannya dalam ibadah. Metode yang digunakan dalam penulisan topik ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan pendekatan eksposisi teks Alkitab. Hasil pada uraian ini dalam bahasa Yunani menggunakan kata: didotai (didotai) yang berarti memberikan, membagi-bagikan, mempercayakan, memberi Kembali, menaruh, membuat dan mengangkat. Jadi pengertian “karunia Roh” pemberian dengan cuma-cuma dari Roh Kudus yang adalah Pribadi Allah, kepada setiap orang percaya sesuai dengan rencanaNya. Pemberian-pemberian itu bisa dalam bentuk berkat-berkat jasmani, atau sesuatu yang rohani. Tujuan dari pemberian karunia untuk mengkonfirmasi firman Allah yang menunjukkan kuasa Allah lebih dominan dari kuasa-kuasa alam semesta. Pemberian karunia bagi orang percaya sekaligus pengembangan iman yang diwujbu-nyatakan dalam ibadah, serta karunia roh berperan dalam multiplikasi orang yang percaya kepada Yesus.
Evaluasi Program Belajar Literasi-Menulis di Prodi Magister PAK STT Ekumene Jakarta Melalui Model CIPP Fernando, Andreas; Anjaya, Carolina Etnasari
Jurnal Salvation Vol. 2 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the program using the CIPP (Context Input Process and Product) model for the learning to write program in the PAK Masters Study Program, Ecumenical Theology College Jakarta, which is labeled the Active Writing Masters program. The results of this evaluation are concluded: first, in terms of context, the Master of Active Writing program is very important and needed by the PAK Masters Study Program. Second, in terms of input, the program refers to the vision and mission of the PAK Masters Study Program. Third, in terms of process, the implementation of the Master of Active Writing program has been carried out well as an extra-curricular activity. Learning materials and implementation methods are as needed. Fourth, in terms of products, the results of the program are the publication of scientific papers or student research reports in several journals. Broadly speaking, the Master of Active Writing program has answered the needs and objectives set by the PAK Masters Study Program, STT Ecumenism, Jakarta. Abstrak: Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi program dengan model Context Input Process and Product) terhadap program belajar menulis di prodi Magister PAK Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta yang diberi label program Magister Aktif Menulis. Hasil evaluasi ini disimpulkan: pertama, segi konteks, program Magister Aktif Menulis sangat penting dan dibutuhkan oleh prodi Magister PAK. Kedua, segi input, program tersebut mengacu kepada visi misi prodi Magister PAK. Ketiga, segi proses, penyelenggaraan program Magister Aktif Menulis telah dilakukan dengan baik sebagai kegiatan ekstra kurikuler. Materi pembelajaran dan metode pelaksanaan sesuai dengan kebutuhan. Keempat, segi produk, hasil program tersebut yaitu diterbitkannya karya tulis ilmiah atau laporan penelitian mahasiswa pada beberapa jurnal. Secara garis besar program Magister Aktif Menulis telah menjawab kebutuhan dan tujuan yang ditetapkan prodi Magister PAK STT Ekumene Jakarta.

Page 6 of 11 | Total Record : 104