cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 253 Documents
PENGARUH BEKAM TERHADAP TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA NYERI DAN KESEMUTAN Ade Sucipto; Sri Rahayu; Jemy Iskandar
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.408

Abstract

Kolesterol merupakan lemak yang terdapat dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Kolesterol yang normal harus dibawah 200 mg/dl, apabila diatas 240 mg/dl maka berisiko tinggi terkena penyakit serangan jantung atau stroke Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa terapi bekam mampu menunjukkan penurunan kadar kolesterol pada penelitian kali ini peneliti ingin fokus pada tanda gejala yang umum pada pasien kolesterol. Manifestasi yang umum pada pasien kolesterol adalah sakit di tengkuk dan rasa sering kesemutan. Tujuan penelitan ini adalah Menganalisis Pengaruh Bekam Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala nyeri dan kesemutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik, yaitu penelitian yang menjelaskan adanya pengaruh antara variabel melalui pengujian hipotesis. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen, dengan desain penelitian one group pre-test and post- test, dimana kegiatan penelitian yang memberikan tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan barulah memberikan tes akhir (posttest). Jumlah responden dalam penelitian adalah 30 responden penderita kolesterol. Bersarkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ? = 0,000 < 0,05 menunjukkan ada pengaruh Bekam Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala Nyeri Dan Kesemutan. Bagi penelitian selanjutnya direkomendasi melakukan penelitian pada variabel yang sama terlebih dahulu dikarenakan sangat sedikit sekali referensi terkait bekam terhadap kesemutan. mengkaji alat ukur tingkat kesemutan dengan meningkatkan skala data ke skala rasio.
UJI KANDUNGAN COLIFORM dan Escherichia coli PADA JAJANAN CILOK YANG DI JUAL DI SEKOLAH DASAR 6 RAJA PANGKALAN BUN Dewi, Ni Putu Sinta Puspa; Aprianie, Wiwin; Romaidha, Iqlila
Jurnal Borneo Cendekia Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan makanan menjadi kriteria utama sebelum dikonsumsi karena hal ini tentu berkaitan dengan kesehatan bagi manusia terutama anak – anak. Namun, kebanyakan dari anak usia sekolah mempunyai kebiasaan untuk jajan. Sering kali jajanan tersebut dijual di pinggir jalan dan area terbuka sehingga memudahkan terjadinya kontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan kualitas makanan cilok yang di jual di sekolah dasar 6 Raja Pangkalan Bun untuk melihat adanya bakteri Escherichia coli yang terkandung dalam jajanan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Program Studi D3 Analis Kesehatan. Penelitian ini menggunakan bakteri Escherichia coli yang merupakan standar utama kabersihan pangan, sampel makanan berasal dari penjual jajanan yang berdagang di pasar dan sekitar sekolah dasar 6 Raja di Pangkalan Bun. Uji kandungan adanya Escherichia coli dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN) yaitu terdiri dari tiga tahapan (Uji dugaan, Uji penetapan dan Uji pelengkap). Hasil dari penelitian ini adalah jumlah total Coliform pada cilok yang di jual di sekolah dasar 6 Raja diperoleh sebesar 280 MPN/100gr pada sampel 1 sedangkan sampel 2 diperoleh sebesar 11000 MPN/100gr. Total E. coli pada sampel pertama yakni 70 MPN/100gr sedangkan sampel kedua diperoleh 110 MPN/100gr.
HUBUNGAN PENYAKIT KOMORBID DENGAN MORBIDITAS COVID-19 DI RUANG ISOLASI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Ni Wayan Rahayu Ningtyas; Yayat Supriyatna; Irma Wahyuni
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.453

Abstract

Covid-19 merupakan virus jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum diidentifikasi menyerang manusia sebelumnya. Wabah virus baru ini berkembang menjadi pandemi di hampir seluruh dunia dimana setiap Negara melaporkan adanya kasus tersebut. Penyebaran virus ini sifatnya menyebar melalui droplet sehingga menular dengan sangat cepat. Virus ini sangat berbahaya apabila menginfeksi karena dapat menyebabkan kematian. Pasien dengan penyakit komorbid/penyakit penyerta merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan terpapar virus di masa pademi Covid-19. Seseorang dengan komorbid yang terkonfirmasi Covid-19 berpotensi besar mengalami perburukan klinis sehingga meningkatkan risiko kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan penyakit komorbid dengan morbiditas Covid-19 di Ruang Isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan survei case dengan pendekatan retrospective. Uji spss yang digunakan adalah uji rank spearman. Hasil penelitian: hasil uji rank spearman dengan menggunakan program spss didapatkan nilai p-value = 0.01 dengan coefficient correlation = 0.257. Simpulan : terdapat hubungan penyakit komorbid dengan morbiditas Covid-19 di Ruang Isolasi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Saran: diharapkan instansi kesehatan dapat meningkatkan fasilitas, sumber daya manusia, serta pelayanan terkait perawatan dan pengobatan Covid-19 di Ruang Isolasi Covid-19.
PEMANFAATAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS LAWELE mus muliadin; Amrun Amrun
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.336

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit kronis merupakan jenis penyakit degeneratif yang berkembang atau bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama, lebih dari enam bulan. Penyakit kronis menyebabkan ketidakmampuan penderita untuk menyembuhkan nya. Upaya peningkatan dan pencegahan dan pemeliharaan penyakit kronis pada lansia dapat dilakukan dengan kegiatan prolanis di puskesmas. Akan tetapi kegiatan Prolanis tersebut masih terdapat sebagian lansia tidak memanfaatkan nya dengan berbagai alasan dan faktor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis Hipertensi dan Diabetes Melitus di Puskesmas Lawele. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional dengan pengujian secara Chi square. Populasi adalah seluruh lansia berjumlah 40 lansia dengan besar sampel adalah 40 lansia. Tekhnik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Hasil: Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan faktor persepsi kebutuhan dengan pemanfaatan Prolanis Hipertensi dan Diabetes Melitus (p = 0,008). Terdapat hubungan faktor sikap peserta dengan pemanfaatan Prolanis hipertensi dan diabetes melitus (p = 0,00). Terdapat hubungan faktor dukungan keluarga dengan pemanfaatan Prolanis hipertensi dan diabetes melitus (p = 0,003) di Puskesmas Lawele. Kesimpulan: Terdapat hubungan faktor persepsi kebutuhan, sikap peserta dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan prolanis oleh lansia di wilayah kerja puskesmas Lawele. Kata kunci: Prolanis, Diabetes Melitus, Hipertensi
HAMBATAN FOLLOW-UP SKRINING DIABETES PADA IBU POSTPARTUM DENGAN RIWAYAT GESTATIONAL DIABETES MELLITUS: SCOPING REVIEW Wardani, Suci Fitriana Pramudya; Fajarini, Nurbita
Jurnal Borneo Cendekia Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women with a history of GDM are at increased risk of developing type 2 diabetes mellitus (T2DM). To prevent T2DM, postpartum women with a history of GDM should have regular diabetes screenings. However, the screening participation rate is still low for reasons that are not clear. This scoping review aims to identify barriers to follow-up diabetes screening in women with a history of GDM. Articles search was conducted through three databases (PubMed, ScienceDirect, and ProQuest) with the following inclusion criteria: English articles, published in the last 10 years, are original research, discussing obstacles related to follow-up diabetes screening in postpartum mothers with a history of GDM. Based on search results in three databases, 354 articles were identified. Seven articles were selected to be used in this scoping review, with a total sample size of 636 people. Barriers related to follow-up diabetes screening in postpartum mothers with a history of GDM that were often found were: being busy taking care of the baby, having an unpleasant experience with the OGTT test, fear of diagnosis and its consequences, lack of knowledge, having false beliefs about GDM, facilities, and inadequate infrastructure. To optimize this diabetes screening follow-up, efforts should be made to increase coordination, knowledge, and awareness among both women with a history of GDM and health care providers about the impact of GDM and the importance of follow-up diabetes screening.
Evaluasi Kesesuaian Peresepan Dengan Formularium Nasional Di Puskesmas Arut Selatan Pangkalan Bun Periode Oktober-Desember 2022 Putri sintha; Yogie Irawan; Mawaqit Makani
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.391

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan obat yang tidak rasional di Indonesia menjadi suatu masalah besar, karena tidak sesuai dengan daftar obat Nasional dan dapat mengeluarkan biaya tambahan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melihat ketidaksesuaian peresepan obat dengan Formularium Nasional maka penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa persen kesesuaian peresepan terhadap Formularium Nasional. Tujuan: Mengetahui pola peresepan dan kesesuaian resep dengan Formularium Nasional di Puskesmas Arut Selatan Pangkalan Bun tahun 2022. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif secara retrospektif dengan teknik pengambilan data yaitu Purposive Sampling. Dalam penelitian yang dilaksanakan memakai data 95 sampel resep pasien pada bulan Oktober-Desember di Puskesmas Arut Selatan Pangkalan Bun tahun 2022. Hasil: Pola peresepan yang ada di Puskesmas Arut Selatan yaitu rata-rata item obat perlembar resep (2,43), dan obat yang diresepkan dengan Formularium Nasional (60,60%), generik (85,71%), antibiotik (8,4%) dan injeksi (0%). Kesimpulan: Tidak terdapat kesesuaian peresepan dengan Formularium Nasional yang mana nilainya kurang dari 100% yaitu 60,60%. Kata Kunci: Evaluasi Kesesuaian, Peresepan Obat, Formularium Nasional
PENGARUH PEMIJATAN PADA TITIK LU 1,2 DAN CV 17 MENGURANGI BATUK PADA BALITA DI PMB BIDAN LIANA Isnina, Isnina; Lestari, Lieni; Rahmawati, Rika
Jurnal Borneo Cendekia Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijatan Akupresur yang dilakukan dengan benar pada titik titik batuk pilek akan membuat relaksasi otot, termasuk organ paru pun ikut menjadi releksasi dan pendistribusian darah menjadi lebih lancar, sehingga kebutuhan oksigen pun menjadi optimal dan mengurangi produksi sekret yang berlebihan. Masa bayi atau balita merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Batuk pilek merupakan alasan tersering orang tua membawa anak ke dokter. Umumnya karena orangtua merasa khawatir akan batuk, pilek dan radang tenggorokan si anak (kadang juga karena anak menolak makan); mereka khawatir ada masalah yang serius terkait keluhan tersebut. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan batuk pilek.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasy experiment dengan rancangan pretest - posttest with control group design yaitu nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikasi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh Akupresur terhadap penurunan lamanya batuk pilek.
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN ASMA DI RSUD SULTAN IMMANUDIN PANGKALAN BUN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Wahyudi Qorahman MM; Ni Wayan Rahayu Ningtyas; Christoforus Emanuel Mauk
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.454

Abstract

Latar Belakang : Asma merupakan gangguan yang terjadi pada bagian bronkus dan pada bagian trakea yang memiliki reaksi berlebihan terhadap stimulus tertentu dan bersifat reversible dimana keluhan yang biasa dirasakan atau dialami oleh penderitanya adalah sesak napas. Tercatat terdapat sekitar 300 juta orang penderita asma di seluruh dunia dan Kalimantan Tengah menempati urutan keempat provinsi di Indonesia yang memiliki prevalensi terbanyak penderita asma. Teknik pernapasan buteyko digunakan sebagai pengobatan non farmakologi yang bertujuan untuk menurunkan gejala kekambuhan asma dan mencegah bertambah parahnya asma. Tujuan menganalisis pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap frekuensi kekambuhan pasien asma di RSUD Sultan Immanudin Pangkalan Bun.Metode: Penelitian pre eksperimen menggunakan desain one group pretest posttest dengan metode pendekatan consecutive sampling. Responden pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengukuran dilakukan dengan kuesioner lembar observasi mingguan. Analisis statistik menggunakan uji T-Dependen.Hasil: Jumlah usia terbanyak yaitu 12-16 tahun sebesar 26,7% dengan jenis kelamin perempuan sebesar 56,7% dengan tingkat pendidikan terbanyak SD dan SMP sebesar 26,7% dengan lama mengidap penyakit asma 1 tahun sebanyak 46,7%. Hasil analisis uji T-Dependen menunjukan nilai p = 0,000 yang berati p < 0,05. Kesimpulan: Terdapat efektivitas teknik pernapasan buteyko terhadap frekuensi kekambuhan pasien asma di RSUD Sultan Immanudin Pangkalan Bun.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN DAN BATANG GENJER (Limnocharis Flava) DENGAN METODE ABTS Sherly Kristiani Sita; Joseph Billi; Harun Efendi
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.392

Abstract

Pendahuluan: Radikal bebas adalah atom atau kelompok atom yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan, dan membuatnya sangat reaktif. Radikal bebas terus- menerus terbentuk di dalam tubuh, ia memiliki kemampuan untuk menonaktifkan berbagai enzim, mengoksidasi lemak dan memecah DNA tubuh, sehingga terjadi mutasi seluler, yang dapat mengurangi risiko kanker. Metode: Penelitian menggunakan metode ABTS dengan spektrofotometri UV-VIS dan diperoleh panjang gelombang 423 nm untuk melihat berapa kadar senyawa flavonoid total dan besar aktivitas antioksidan ekstrak daun dan batang genjer (Limnocharis flava). Hasil: Kadar senyawa flavonoid total rata-rata 286,89mg QE/g, besar aktivitas antioksidan ekstrak daun genjer (Limnocharis Flava) 11,35 µg/mL, besar antioksidan ekstrak batang genjer 51,16 µg/mL. Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak daun dan batang genjer (Limnocharis flava) mempunyai kadar flavonoid total dan senyawa antioksidan serta memiliki aktivitas antioksidan.
EFEKTIVITAS AKUPRESUR SP6 DAN LR3 TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA PADA MAHASISWA DIII KEBIDANAN STIKES BCM AMINATUSSYADIAH, AYU; WIDIATAMI, TIARA; Amanda, Adelia Viska
Jurnal Borneo Cendekia Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorea atau nyeri haid dicirikan dengan nyeri singkat sebelum atau selama menstruasi. Nyeri yang berlangsung selama satu sampai dua hari mentruasi. Persentase dismenorea di Amerika Serikat sekitar 85%, di Italia sekitar 84,1%, dan di Australia sekitar 80%. Di Indonesia, angka dismenorea sebesar 64,25%, angka dismenorea primer sebesar 54,88%, dan angka dismenorea sekunder sebesar 9,36%. Pengobatan dismenorea pada remaja dapat bersifat farmakologis dan nonfarmakologis. Pengobatan nonfarmakologis yaitu akupresur. Akupresur adalah penerapan tekanan kuat pada bagian tubuh tertentu, pada titik-titik tertentu, dengan tujuan menghilangkan rasa sakit, rileks, menghilangkan rasa mual, mengatasi masalah Kesehatan dengan menekan titik SP6 dan LR3. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas akupresur SP6 dan LR3 terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes BCM. Penelitian quasy experimental, dengan rancangan one group pre test post test design, populasi 32 orang, sampel 32 responden, dengan teknik Total sampling. Pengukuran nyeri menggunakan kuesioner skala NRS (Numeric Rating Scale), data berdistribusi normal menggunakan uji Paired t test pada kelompok berpasangan. Hasil penelitian didapatkan nilai Uji Wilcoxon dapat dilihat nilai p=0.000, disimpulkan bahwa ada efektivitas akupresur SP6 dan LR3 terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes BCM. Hasil uji paired t test didapatkan p value 0,000 sehingga ada ada efektivitas akupresur SP6 dan LR3 terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes BCM.