cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 245 Documents
PENGARUH RELAKSASI GENGGAM JARI DAN KOMPRES HANGAT KAYU MANIS TERHADAP PERUBAHAN NYERI PENDERITA GOUT ARTHIRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NATAI PALINGKAU gusti muhammad Fahrul reza; Sri rahayu; ade sucipto
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.418

Abstract

Latar Belakang : Gout Arthritis merupakan penyakit yang mengakibatkan penumpukan asam urat yang berlebihan di dalam tubuh karena peningkatan produksi asam urat, penurunan sekresi oleh ginjal atau peningkatan konsumsi makanan yang kaya purin. Relaksasi genggam jari dan kompres kayu manis dapat mengurangi nyeri dengan cara manipulasi otot dan anggota tubuh untuk meredakan ketegangan, dan memberikan relaksasi. Tujuan : Menganalisis pengaruh Relaksasi genggam jari dan kompres kayu manis terhadap tingkat nyeri pada penderita Gout Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Natai Palingkau. Metode: Desain penelitian ini adalah Quasy eksperimen dengan pendekatan pretest – postest with control group design. Teknik purposive sampling, sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden, terbagi ke kelompok eksperimen 15 responden dan kontrol 15 responden. Pada kelompok eksperimen diberikan Relaksasi genggam jari dan kompres kayu manis dengan 3 kali perlakuan durasi 20 menit selama 3 hari sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan perlakuan relaksasi genggam jari. Penilaian tingkat nyeri menggunakan lembar observasi VAS. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukan tingkat nyeri pretest pada kelompok eksperimen rata-rata 5,47 dan pada kelompok kontrol rata-rata 5,40. Sedangkan tingkat nyeri posttest pada kelompok eksperimen rata-rata 3,20 dan kelompok kontrol rata-rata 3,53 dengan p value = 0,001. Kesimpulan: Ada pengaruh relaksasi genggam jari dan kompres kayu manis terhadap tingkat nyeri pada penderita Gout Arthritis.
PENGARUH PEMIJATAN AKUPRESUR PADA TITIK ST25 DAN CV6 TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN PADA BALITA USIA 12-24 BULAN DI PMB BIDAN LIANA Widiatami, Tiara; Isnina, Isnina; Florida, Melan Jeyn Putri
Jurnal Borneo Cendekia Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The condition of reduced appetite in toddlers is a psychological disorder of growth and development which is characterized by impaired growth and development. Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, shows that nationally the prevalence of underweight and very underweight toddlers is 17.7%, the prevalence of short and very short toddlers is 30.8% and the prevalence of very thin and wasted toddlers is 10.2%. Meanwhile, based on the results of the 2017 Nutritional Status Monitoring (PSG), it shows that 3.8% of children under five in Indonesia have poor nutritional status and 14% of children under five have malnutrition, the percentage of underweight/undernourished (malnutrition). In the toddler group as much as 17.8%, higher than the group under five years (baduta) which was 14.8%. Central Kalimantan province is one of the provinces with the highest cases of malnutrition in Indonesia, cases of malnutrition in Central Kalimantan province in 2018 were 5.50%. In West Kotawaringin Regency, the percentage of malnutrition and malnutrition among children under five is 2.3%. Several acupressure therapy points that are scientifically proven to increase toddlers' appetite are the ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan), SP3 (Taibai), SP6 (San Yinjio), then the ST25 (Tian Shu) point which is located between the left and right of the umbilicus. and CV6 (Qi Hai) which is located below the umbilicus. The aim of this research is to determine massage therapy using acupressure techniques in increasing appetite in toddlers. This research is a quantitative research using a Quasi Experiment method with a Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest design. There was an increase in body weight in toddlers with acupressure and education compared to the group given education without acupressure. Keywords: Acupressure, ST 25, CV6, Appetite, Toddlers
PENGARUH BEKAM BASAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENDAWAI KECAMATAN ARUT SELATAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Jemy Iskandar; Ade Sucipto; Rukmini Syahleman
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.464

Abstract

Pendahuluan : Terapi bekam adalah salah satu pengobatan dengan melepaskan zat beracun yang diekskresikan dari permukaan kulit melalui tabung atau gelas pengisap pada permukaan kulit dan membangun bendungan bersifat lokal. Mengeluarkan darah yang mengandung racun atau toksin dari tubuh melalui permukaan kulit (Detoksifikasi). Manfaat bekam sendiri dapat melancarkan peredaran darah dan mengganti darah yang kotor dengan darah yang baru, merangsang sistem kekebalan tubuh (imunitas) pada bagian tubuh yang dilukai, melancarkan qi dan menghilangkan nyeri serta dapat menghilangkan sumbatan/stagnasi. Tujuan : Penelitian bertujuan mengetahui Pengaruh Bekam Basah Terhadap Kadar Kolesterol Pada Penderita Hiperkolesterolemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Mendawai Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Metode : Penelitian quasy experimental, dengan rancangan two group pre test post test design, populasi 32 orang, sampel 32 responden, 16 kelompok Eksperimen dan 16 kelompok kontrol dengan teknik total sampling. Hasil : Hasil penelitian didapatkan kadar kolesterol pada kelompok Eksperimen dan kelompok kontrol terdapat perubahan signifikan yang menunjukan dari kategori tinggi 16 responden ke kategori normal berjumlah 12 responden pada kelompok Eksperimen dan setelah mengkonsumsi obat pada kelompok kontrol terdapat sedikit perubahan signifikan yang menunjukan dari kategori tinggi 16 responden ke kategori normal berjumlah 5 responden. Kesimpulan : ada pengaruh bekam basah terhadap kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia di wilayah kerja puskesmas mendawai kecamatan arut selatan kabupaten kotawaringin barat provinsi kalimantan tengah
pengaruh kombinasi tepid water sponge dan bawang merah terhadap perubahan suhu tubuh anak demam di wilayah kerja puskesmas mendawai Dinda azhari azhari; ade sucipto; Wahyudi Qorahman MM
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.400

Abstract

Pendahuluan: Demam adalah kenaikan suhu di atas normal yang disebabkan oleh infeksi virus, dan bakteri. Penurunan demam dapat menggunakan pengobatan non farmakologis yaitu tepid water sponge dan bawang merah karena bisa menurunkan suhu tubuh anak demam. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepid water sponge dan bawang merah terhadap perubahan suhu tubuh anak demam. Metode: Penelitian dilakukan pada 30 mei – 30 juni 2023 di puskesmas mendawai. Penelitian quasy experimental, dengan rancangan two group pre test post test design, populasi 42 orang, sample 30 responden dengan menggunakan rumus selovin, dengan teknik accidental sampling. Pengukuran suhu tubuh menggunakan thermometer digital dan lembar observasi, uji statistic untuk pengaruh menggunakan uji wilcoxon dan untuk perbedaan menggunakan Uji Mann-Whitney. Hasil: suhu tubuh anak demam pretest diberikan intervensi, kelompok intervensi 37.69°C dan kelompok kontrol 37.74°C. suhu tubuh anak demam posttest diberikan intervensi suhu tubuh anak kelompok intervensi 37.26°C dan kelompok kontrol 37.58°C. Ada pengaruh kombinasi kompres tepid water sponge dan bawang merah terhadap perubahan suhu tubuh anak demam, kelompok intervensi mengalami penurunan 0.43°C dan kelompok kontrol mengalami penurunan 0.16°C. dapat menunjukan bahwa suhu tubuh tinggi memiliki nilai yang signifikan kelompok intervensi 0.001 < 0.05 dan kelompok kontrol 0.002 < 0.05. Ada perbedaan suhu tubuh anak demam pada kelompok intervensi dan kelompok control, menunjukan bahwa selisih posttest pada kelompok intervensi dan kontrol adalah 0.23°C dengan perbedaan signifikasi 0.000 < 0,05. Kesimpulan: suhu tubuh anak demam pretest di berikan intervensi suhu tubuh anak kelompok intervensi 37.69 dan kelompok kontrol 37.74. suhu tubuh anak demam posttest diberikan intervensi suhu tubuh anak kelompok intervensi 37.26 dan kelompok kontrol 37.58. Ada pengaruh intervensi yang dilakukan terhadap perubahan suhu tubuh anak demam, Ada perbedaan suhu tubuh anak demam pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT SIMVASTATIN PADA PASIEN HIPERKOLESTEROLEMIA DI POSBINDU PUSKESMAS KUMAI TAHUN 2023 Makani, Mawaqit; Juwita, Juwita Juwita; Jaluri, Poppy Dwi Citra
Jurnal Borneo Cendekia Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi hiperkolesterolemia di wilayah Kalimantan Tengah mencapai 54,2% (KEMENKES RI. 2021). Salah satu pilihan obat terapi untuk penyakit dislipidemia salah satunya hiperkolesterolemia yaitu golongan obat statin (PERKI, 2013). Dilaporkan seorang pasien laki-laki berusia 53 tahun terdiagnosis rabdomiolisis terkait penggunaan statin yang digunakan secara tidak tepat (Bolotakale et al, 2018). Menurut WHO penggunaan obat yang tidak rasional sekitar 50% disebabkan oleh Peresepan, penyediaan, atau diberikan secara tidak tepat dan sekitar 50% lainnya karna tidak digunakan secara tidak tepat oleh pasien (WHO, 2002). Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik porposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan menggunakan uji korelasi sederhana (bivariate correlation). Hasil: Hasil dari hubungan tingkat pengetahuan terhadap ketepatan penggunaan obat simvastatin yaitu menunjukkan adanya hubungan yang positif kuat yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap ketepatan penggunaan obat dengan nilai sig (2-tailed) 0,000. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap ketepatan penggunaan obat simvastain pada pasien hiperkolesterolemia yang positif dan signifikan yang kuat antara dua hubungan tersebut Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Ketepatan, Simvastatin, Hiperkolesterolemia
Identifikasi jamur Tinea pedis pada pedagang ikan di pasar indra sari Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah Glarisa31 - Ameira_31
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.430

Abstract

ABSTRAK Tinea pedis adalah infeksi jamur dermatofita yang terdapat pada bagian kaki terutama sela kaki dan telapak kaki. Penularan Tinea pedis dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung, misalnya melalui perantara air yang sebelumnya telah terkontaminasi spora jamur. Tingginya kasus Tinea pedis berkaitan dengan lingkungan yang lembab. Indonesia merupakan Negara dengan iklim yang tropis, kelembaban tinggi sehingga sangat cocok dengan habitat dari jamur Tinea Pedis. Pedagang ikan merupakan salah satu yang beresiko, karena lingkungan para penjual ikan sering dalam keadaan basah dikarenakan penjual harus selalu menjual ikan-ikan tersebut dalam keadaan segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui infeksi jamur Tinea pedis dan jenis pada pedagang ikan di pasar Indra Sari Kotawaringin Barat Kalimantan. Jenis Penelitiannya deskritif kualitatif dengan metode purposive sampling, dengan kriteria sampel pada sela kaki mengelupas dan tekstur kulit kasar berwarna putih. Bahan yang digunakan yaitu KOH 10%, kerokan sela kaki, dan media SDA. Hasil Penelitian didapatkan 20 sampel kerokan sela kaki pedagang ikan dan ditemukan positif jamur Trichophyton sp dengan presentase 87,5% dan jamur jenis lain dari spesies Aspergillus sp. dengan presentase 12,5%. Kata Kunci : Tinea pedis, KOH 10%, Media SDA, Pedagang Ik an
PENGARUH PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER TERHADAP KEPATENAN JALAN NAFAS PADA PASIEN PASCA OPERASI ANESTESI UMUM DI IBS RSUD dr. TJITROWARDOJO KELAS B PURWOREJO Roziqin, Khairur; Rohmah, Astika Nur; Murdyanto, Joko
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i1.523

Abstract

Pembedahan adalah tindakan pengobatan yang menggunakan teknik invasif untuk membuka jaringan yang memerlukan upaya untuk menghilangkan kesadaran dan menghilangkan nyeri, keadaan itu disebut anestesi. Pelayanan anestesi pada hakikatnya harus dapat memberikan tindakan medik yang aman, efektif, manusiawi yang berdasarkan ilmu yang mutakhir dan teknologi tepat guna dengan menggunakan sumber daya manusia berkompeten, profesional, dan terlatih menggunakan peralatan dan obat yang sesuai dengan standar, pedoman, dan rekomendasi profesi anestesiologi (Azmi et al., 2019). Anestesi umum adalah proses pemberian anestetik sistemik menghilangkan rasa nyeri disertai dengan hilangnya kesadaran. Gunawan, (2016) menjelaskan anastesi umum dapat menyebabkan komplikasi pada pasien pasca operasi seperti gangguan kardiovaskuler atau sirkulasi, gangguan pernapasan, sistem pencernaan, gangguan faal hati dan faal ginjal (Arif, 2022). Anestesi umum terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan sediaan obat yang digunakan, yaitu anestesi inhalasi, anestesi intravena, dan anestesi imbang (Azmi et al., 2019). Salah satu masalah yang dapat timbul setelah anestesi adalah gangguan pernapasan yang cepat, yang dapat berakibat fatal karena kekurangan oksigen dalam tubuh (hipoksia). Ada beberapa penyebab umum yang dapat menyebabkan kesulitan dalam pernapasan setelah anestesi, diantaranya adalah sisa efek anestesi (pasien tidak bangun kembali dari tidur pasca bedah) dan sisa relaksasi otot yang belum sepenuhnya hilang. Selain itu, lidah yang jatuh ke belakang dapat menyebabkan penyumbatan pada bagian belakang tenggorokan (hipofaring). Kedua situasi ini dapat menyebabkan pengurangan ventilasi paru-paru (hipoventilasi), dan dalam kasus yang lebih serius dapat mengakibatkan berhentinya napas (apnea) (Bahrin et al., 2022). Kondisi hipoksemia merupakan salah satu bentuk penurunan kualitas pada pasien kronis dimana terjadi penurunan kandungan oksigen dalam darah arteri. Hal ini mengakibatkan pasokan oksigen kejaringan menjadi tidak memadai. Penyebab hipoksemia bisa bervariasi, antara lain oleh gangguan dalam proses oksigenasi, kurangnya jumlah sel darah merah (anemia), atau perubahan dalam kemampuan hemoglobin untuk membawa oksigen, Gangguan oksigenasi khususnya mengindikasikan rendahnya transfer oksigen dari paru-paru kealiran darah (Kurnia et al., 2022). Pemantauan tingkat saturasi oksigen ini memiliki signifikansi karena dapat mengindikasikan seberapa baik oksigen diserap oleh jaringan atau bagaimana oksigen disalurkan ke seluruh tubuh sehingga mampu mencegah gangguan dalam proses transportasi oksigen yang dapat berdampak serius (Kurnia et al., 2022). Manajemen jalan napas merupakan salah satu keterampilan khusus yang harus dimiliki oleh seorang perawat yang bekerja pada unit gawat darurat. Manajemen jalan napas memerlukan penilaian, mempertahankan dan melindungi jalan napas dengan memberikan oksigenasi dan ventilasi efektif. Pasien yang sadar sepenuhnya dan dapat berbicara, mampu mempertahankan saluran napas sendiri dan tidak membutuhkan manipulasi saluran nafas lebih lanjut, sehingga untuk penilaian ABC (Airway, breathing, circulation) harus dinilai kembali (Pramono, 2020). Gagal napas akut terjadi bila dengan peningkatan upaya napas dan laju napas tidak dapat mempertahankan oksigenasi adekuat atau bila oksigenasi tetap buruk. Pasien gagal napas yang masih mempunyai kemampuan bernapas normal akan tampak sesak dan gelisah. Sebaliknya, pasien yang telah menurun kemampuan pusat pernapasan akan tampak tenang atau bahkan mengantuk. Peningkatan upaya dan laju napas serta takakirdia akan berkurang bila gagal napas memburuk, bahkan dapat terjadi henti napas. Untuk mengatasi penurunan saturasi oksigen, terdapat dua jenis terapi yang dapat diberikan, yaitu terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Terapi farmakologi melibatkan penggunaan obat-obatan seperti bronkodilator, steroid, dan obat tambahan lainnya. Di sisi lain, terapi non farmakologi melibatkan tindakan seperti pemberian oksigen jangka panjang dan rehabilitasi dengan latihan pernafasan serta penyesuaian posisi yang nyaman. Cara yang paling sederhana dan efektif untuk mengurangi risiko penurunan ekspansi dinding dada adalah dengan mengatur posisi istirahat pada pasien. Posisi yang sangat efektif untuk pasien dengan saturasi rendah adalah posisi semi fowler dengan sudut kemiringan sekitar 30-45°. Pada sudut kemiringan 45° dalam posisi semi fowler, gaya gravitasi dimanfaatkan untuk membantu paru-paru mengembang dan mengurangi tekanan dari perut. Posisi semi fowler pada pasien dengan saturasi oksigen rendah telah terbukti efektif sebagai salah satu cara untuk meredakan sesak napas (Aini et al., 2017).
PENGARUH PEMBERIAN PRELOADING CAIRAN TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD WONOSARI YOGYAKARTA Trisandi, Muhammad Megi; Rohmah, Astika Nur; Rosidah, Istiqomah
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i1.520

Abstract

Latar Belakang: Spinal anestesi adalah teknik pemberian obat anestesi lokal ke dalam ruang subarachnoid. Masalah umum yang sering muncul adalah hipotensi, yang disebabkan oleh pemblokiran saraf simpatis yang mengatur tonus otot resistensi terhadap gerakan pada pembuluh darah. Untuk mencegah terjadinya hipotensi, volume darah sentral dapat ditingkatkan dengan cairan preloading. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menentukan pengaruh cairan preloading pada tekanan darah pasien anestesi spinal di RSUD Wonosari Yogyakarta. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 30 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil: Berdasarkan tekanan darah pada pasien spinal anestesi setelah dilakukan intervensi dalam rentang normal dengan rata-rata tekanan darah sistole 106,53 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastole 66,73 mmHg sedangkan tekanan darah pada pasien spinal anestesi sebelum dilakukan intervensi dalam rentang normal dengan rata-rata tekanan darah sistole 115,57 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastole 73,87 mmHg. Hasil uji paired sample t-test p value 0,00 < ? (0,05) sehingga Ho ditolak Ha diterima. Simpulan: Tekanan darah pasien yang menjalani anestesi spinal di RSUD Wonosari Yogyakarta dipengaruhi oleh cairan preloading. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan lebih mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan pemberian preloading pada pasien spinal anestesi dengan mengunakan kelompok kontrol dan memperluas dalam pengambilan sampel.
Pengaruh Terapi Akupresur Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Mahasiswa DIII Kebidanan AMINATUSSYADIAH, AYU; Widiatami, Tiara; Nikmah, Anik Kuslikatun; Agustina, Wiwit
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i1.526

Abstract

Sekitar 11,6% atau 1,74 juta penduduk dewasa Indonesia yang berjumlah 150 juta jiwa, terutama generasi muda, menderita gangguan jiwa atau mental disease berupa stres, kecemasan, dan depresi. Penanggulangan stress mahasiswa dapat dilakukan melalui cara farmakologi maupun non farmakologi. Perawatan non farmakologi adalah akupresur. Akupresur adalah penerapan tekanan pada titik-titik tertentu di bagian tubuh tertentu dengan tujuan untuk mengurangi rasa sakit, rileks, menghilangkan rasa mual dan mengatasi gangguan kesehatan, menstimulasi dengan menekan titik HT7. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap penurunan tingkat stress pada mahasiswa DIII Kebidanan STIKes BCM. Penelitian menggunakan desain quasy experimen dengan menggunakan One group pretest-posttest. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 32 partisipan dengan menggunakan metode totoal sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Paired Sample T-Test dapati dilihati nilai p=0.000, disimpulkani ada pengaruh akupresur HT7 terhadapi penurunan tingkat stres pada mahasiswa DIII Kebidanan.
PENGARUH STROKING MASSAGE DAN OLIVE OIL TERHADAP PENURUNAN SKALA PRURITUS UREMIK PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD SULTAN IMANUDIN PANGKALAN BUN Astriya, Oca; Fatmawati, Zuliya Indah; Sucipto, Ade
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i1.535

Abstract

Background: Chronic renal failure is a decrease in kidney function to maintain metabolism and electrolytes. One of the treatments for chronic renal failure is hemodialysis, one of the complications after hemodialysis is uremic pruritus. Uremic pruritus is an uncomfortable sensation or itching in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. Research method: The type of quantitative research with a quasi-experimental design of two groups pretest and posttest, the number of samples was 30 respondents with random sampling technique, the measuring instrument for the uremic pruritus scale used NRS. Results: A total of 30 respondents were divided into two intervention groups and a control group. Where the intervention group was given stroking massage and olive oil twice a week and the duration of the action was 7 minutes. While the control group was only given pharmacological therapy. From the results of data analysis using the Wilcoxon Test on the pre-test and post-test of the experimental group, it was found that the P value = 0.000 which means P value ? ? (0.05). While the results of the Wilcoxon Test in the control group found that the P value = 0.014 which means P value ? ? (0.05). The results of the Mann Whitney Test comparing the post-test of the experimental group and the control group showed that the P value = 0.009 then the P value ? ? (0.05). Conclusion: From the results of the study, it can be concluded that there is an effect of giving stroking massage and olive oil on reducing the scale of uremic pruritus in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Sultan Imanudin Hospital, Pangkalan Bun. Keywords: stroking massage, olive oil, uremic Pruritus, chronic kidney disease, hemodialysis