cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 245 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN SIKAP PENGGUNAAN APD MAHASISWA ANESTESIOLOGI PADA SAAT PRAKTIK KLINIK diffa, denintia
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.563

Abstract

Background: Infection is the main cause of high morbidity and mortality in the world, with a prevalence of 6.1%-16.0% in developing countries such as Indonesia. Prevention of nosocomial infections requires the implementation of Standard Precautions and the use of Personal Protective Equipment (PPE), which requires good knowledge and attitude from health workers, including students. Objective: The objective of this study is to determine the relationship between the level of knowledge of nosocomial infections and the attitude of anaesthesiology students regarding the use of PPE during clinical practice. Method: This study was a descriptive correlational study with a cross-sectional approach on 105 anaesthesiology students of the 2020 intake. Data were collected through questionnaires and analysed using the Chi-Square test. Results: Knowledge with attitudes towards the use of PPE from respondents with good knowledge as much as 21.9% had a positive attitude towards PPE, and 1.0% negative attitude. In addition, respondents with sufficient knowledge 67.6% had a positive attitude, and for 3.8% had a negative attitude. While respondents with less knowledge as much as 6.7% had a positive attitude, and 2.9% had a negative attitude. The results of the correlation coefficient of 0.366 indicated a significant relationship between knowledge and positive attitudes towards the use of PPE. Conclusion: There was a significant relationship between the level of knowledge of nosocomial infections and the attitude of using PPE of anaesthesiology students during clinical practice. Suggestion: There is a need to improve education and training on nosocomial infections and the importance of compliance with the use of PPE for more effective prevention of nosocomial infections. Keyword : Nosocomial Infection Knowledge, Attitude, PPE
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK PELEPAH PISANG AMBON (Musa Paradisiaca var. sapientum (L.) Kuntze) TERHADAP Staphylococcus aureus Nur, Rizky Awallin; Hidayati, Larantika; Romaidha, Iqlila; Aprianie, Wiwin; Dewi, Ni putu Sinta Puspa
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.598

Abstract

Pisang tumbuh subur di Indonesia dengan berbagai varietas yang memiliki banyak manfaat, termasuk pelepah pisang yang berpotensi sebagai antibakteri. Kandungan senyawa aktif dalam pelepah pisang seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin dapat berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Salah satu bakteri yang sering menyebabkan infeksi adalah Staphylococcus aureus, yang juga mengalami resistensi terhadap antibiotik. Penelitian sebelumnya telah menguji ekstrak pelepah pisang ambon terhadap Staphylococcus aureus, namun hasilnya masih beragam. Sebagian besar penelitian fokus pada efektivitas antibakteri, tetapi belum banyak yang mengeksplorasi pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap aktivitas antibakteri secara lebih rinci. Selain itu, penelitian terkait pengaruh jenis senyawa aktif pada pelepah pisang terhadap kemampuan antibakteri juga masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji efektivitas ekstrak Pelepah Pisang Ambon (Musa Paradisiaca var. sapientum (L.) Kuntze) terhadap Staphilococcus aureus. Studi efektivitas menggunakan penelitian kuantitatif dengan true eksperiment. Kelompok penelitian dibagi menjadi 5 perlakukan dengan 5 replikasi. Efektivitas dilihat dengan menguji variasi konsentrasi pelepah pisang ambon dibuat pada konsentrasi 10%, 20%, 30% terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada media agar dengan metode ujisesnsitivitas cakram. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak pelepah pisang ambon pada konsentrasi 30%, 20%, dan 10% menghasilkan zona hambat sedang, dengan analisis data menunjukkan nilai p < 0,005, yang mengindikasikan pengaruh signifikan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan ekstrak pelepah pisang ambon Ambon (Musa Paradisiaca var. sapientum (L.) Kuntze) efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus
Hubungan Lama Dan Frekuensi Meroko Pada Perokok Aktif Terhadap Jumlah Eritrosit Di Desa Karang Anyar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah Karleman, Agus; Romaidha, Iqlila; Ngazizah, Febri Nur; Hidayati, Larantika
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.561

Abstract

Merokok menjadi kebiasaan masyarakat di Indonesia. Rokok merupakan faktor resiko utama yang dapat menyebabkan peningkatan penyakit kardiovaskuler melalui pengaruhnya kadar profil lipid. Rokok memiliki kandungan nikotin, tar, gas karbonoksida, dan timah hitam. Tujuan penelitian adalah : untuk mengetahui hubungan lama dan frekuensi merokok pada perokok aktif terhadap jumlah eritrosit di Desa Karang Anyar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Metode penelitian ini adalah : penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 55 responden. Metode pemeriksaan jumlah eritrosit menggunakan metode automatic menggunakan alat hematology analyzer dan metode manual menggunakan bilik hitung. Data yang diperoleh dianalisis dengan software SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang mengkonsumsi rokok dengan frekuensi ? 12 batang per hari dengan lama merokok ? 40 tahun memiliki kadar eritrosit yang rendah sebanyak 4 responden, sebagian yang mengkonsumsi rokok dengan frekuensi ? 28 batang per hari dengan lama merokok ? 30 tahun memiliki kadar eritrosit yang tinggi sebanyak 6 responden, sedangkan sebagian besar responden yang mengkonsumsi rokok dengan frekuensi ? 16 batang perhari dengan lama merokok ? 30 tahun memiliki kadar eritrosit yang normal sebanyak 45 responden. Hasil uji normalitas lama dan frekuensi merokok menggunakan uji kolmogorov smirnov didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.062 (>0.05) data dapat dikatakan berdistribusi normal makan dapat dilanjutkan dengan uji kolerasi pearson. Hasil uji korelasi pearson lama dan frekuensi merokok diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 (<0.05) sehingga hasilnya adalah signifikan, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : bahwa terdapat hubungan positif antara lama dan frekuensi merokok terhadap kadar eritrosit, dimana semakin lama merokok dan frekuensi merokok yang semakin sering dapat mempengaruhi kadar eritrosit. Kata kunci : Lama Rokok, Frekuensi Rokok , Jumlah Eritrosit, Perokok Aktif
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES TAHUN 2024 Hartini, Sri
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.583

Abstract

ABSTRACT Background: Diarrhea is one of the main causes of morbidity and mortality in children throughout the world, especially in children under five years of age which often occurs in developing countries. Diarrhea cases in toddlers in Indonesia in 2019 were 1,605,493 cases. In 2020 there were 1,140,503 cases, in 2021 it decreased to 818,687 cases and in 2022 the number of cases of toddler diarrhea increased by 974,268 cases. The prevalence of diarrhea in Central Java is in the 3rd highest category with 86,093 in 2022, Brebes Regency is in the 13th highest with 852 cases of under-five diarrhea in 2024, the highest prevalence is in the work area of ​​the Ketanggungan Primary Health Care Center with a percentage of 13.25% of diarrhea cases. with direct and indirect causes. Diarrhea management is one of the government programs of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, known as Lima Langkah Tuntaskan Diare (LINTAS diare) as one of the strategies for controlling diarrheal disease in Indonesia. Purpose: To determine the factors associated with the incidence of diarrhea in infants aged 6-12 months Method: Analytical survey research using a cross-sectional approach. The population was 387 babies, with a sample of 76 mothers of babies aged 6-12 months. Results: 40.8% of respondents had little knowledge about diarrhea, 44.7% of respondents did not give exclusive breast milk to their babies, 51.3% of respondents did not wash their hands without using soap. Conclusion: the majority of respondents have good knowledge, the majority have a supportive attitude, the majority are given exclusive breastfeeding and the majority wash their hands without soap. There is a relationship between knowledge, attitude, exclusive breastfeeding and hand washing with the incidence of diarrhea. Keywords: Diarrhea, Toddlers, Diarrhea in toddlers
Perilaku Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Mahasiswa S1 Keperawatan Stikes Borneo Cendekia Medika Supriyatna, Yayat; Sucipto, Ade
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.600

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is a crucial aspect of the nursing profession, given the high occupational risks involved. Nursing students, as future healthcare professionals, need to develop a strong understanding and adherence to OHS principles early on to protect themselves from workplace accidents and establish professionalism in nursing practice. This study aims to analyze the occupational health and safety behaviors of undergraduate nursing students at STIKES Borneo Cendekia Medika and identify the factors influencing their compliance with OHS standards.This study employs a quantitative approach using survey techniques involving nursing students engaged in laboratory and clinical practice activities. The findings indicate a positive correlation between students’ knowledge levels and their compliance with OHS practices, aligning with the Theory of Planned Behavior (TPB), which states that individual behavior is influenced by attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. Students with a higher understanding of OHS tend to be more disciplined in implementing workplace safety standards.The study results show that 70% of students fall into the "good" category of OHS knowledge, 24% have a moderate level of knowledge, and 6% demonstrate a low level of understanding. These findings indicate that while most students possess a solid knowledge base, a portion still lacks sufficient comprehension. Factors contributing to this include a lack of continuous education and training on OHS regulations, limited access to safety facilities, insufficient hands-on practice, and a weak safety culture in academic and clinical environments.These findings highlight the need for strengthening OHS education, simulation-based training, improved safety infrastructure, and the development of a strong safety culture in both academic and clinical settings to enhance students’ compliance with OHS standards.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KALAKAI (Stenochlaena palustris (Burm.F) Bedd) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI GLUKOSA Fakhruddin, Fakhruddin; Billi, Joseph; Dwiannur, Febriandi Ramadhan; A'yun, Qurrotul; Hatimah, Naimi Amalia; Rahimamullah, M Arsyad
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.591

Abstract

Diabetes Mellitus is characterized by elevated blood glucose levels. Kalakai leaf is one of the plants formulated as a traditional remedy to address Diabetes Mellitus. One of the compounds found in Kalakai leaf extract is flavonoids, which act as antioxidants and help reduce blood glucose levels. The aim of this study is to investigate the effect of ethanol extract of Kalakai leaf on blood glucose reduction in male white rats induced by glucose. This experimental study employed a pre-test and post-test control group design. Kalakai leaf was used as the sample, and 15 male white rats were divided into 5 groups, each consisting of 3 rats. Group 1 was given a treatment of CMC suspension, Group 2 received glibenclamide suspension, Group 3 was treated with 50 mg/kgBB of Kalakai leaf ethanol extract, Group 4 received 100 mg/kgBB of Kalakai leaf ethanol extract, and Group 5 was given 150 mg/kgBB of Kalakai leaf ethanol extract. The results of this study showed that Kalakai leaf ethanol extract had an effect on lowering blood glucose levels. However, the extract at a dose of 150 mg/kgBB was more effective in significantly reducing blood glucose levels compared to the 50 mg/kgBB and 100 mg/kgBB doses. This study concludes that Kalakai leaf ethanol extract has the potential to lower blood glucose levels in male white rats induced by glucose.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI PADA TENAGA KESEHATAN DI IGD RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Agustien, Dea Hilfana
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.575

Abstract

Pengetahuan merupakan faktor penting dari kesiapsiagaan menanggulangi bencana gempa bumi. Upaya peningkatan pengetahuan tentang bencana gempa bumi menjadi dasar dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tersebut. Pengetahuan kebencanaan dapat menumbuhkan kesadaran dan pemahaman tentang bencana dengan harapan terciptanya penanggulangan bencana alam secara terpadu, sistematis, dan terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi pada Tenaga Kesehatan di Intalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi, yaitu penelitian hubungan antara dua variabel. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, berjumlah 22 responden. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik spearman rank. Penelitian ini menunjukan hasil uji korelasi yang positif berdasarkan hasil uji korelasi yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai signifikansi atau Sig (2-tailed) ialah sebesar 0,027 < 0,05 dengan nilai koefisien sebesar 0,471*. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan para tenaga kesehatan dalam menghadapi bencana gempa bumi di Instalagi Gawat Darurat RSU PKU Muhammadiyah Bantul.
PENGARUH KOMBINASI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN AROMATERAPI CHAMOMILE TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISIS RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Sari, Marwindah; Fatmawati, Zuliya Indah; Qorahman MM, Wahyudi; Sobirin, Miftachul
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.611

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan kondisi dimana fungsi ginjal tiba-tiba berhenti yang disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal untuk menyaring produk sisa metabolisme tubuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, diperlukan bantuan alat untuk memulihkan fungsi ginjal untuk normal kembali yaitu dengan menjalani hemodialisis. Efek samping dari hemodialisis itu sendiri akan mengakibatkan kram otot, anemia, perubahan elektrolit, hiperkalemia, kelelahan dan kualitas tidur terganggu. Tujuan penelitian : untuk mengetahui apakah ada pengaruh kombinasi relaksasi otot progresif dan aromaterapi chamomile terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik. Desain penelitian : quasi exsperimental two group pretest and posttest design, teknik simple random sampling, sampel 50 responden. Pengukuran menggunakan kuisioner PSQI untuk kualitas tidur. Analisa data pada kelompok berpasangan Uji Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh yang signifikan setelah dilakukan Uji Wilcoxon didapatkan menunjukan hasil Uji Wilcoxon nilai P value = 0,000 maka P value ≤ α (0,05), sehingga diputuskan H1 diterima dan H0 ditolak artinya terdapat peningkatan kualitas tidur yang signifikan antara sebelum pemberian kombinasi terapi relaksasi otot progresif dan aromaterapi chamomile dan sesudah pemberian kombinasi terapi relaksasi otot progresif dan aromaterapi chamomile pada kelompok eksperimen. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian relaksasi otot progresif dan aromaterapi chamomile terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI APOTEK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT CITRA HUSADA KOTAWARINGIN BARAT Effendi, Harun; Makani, Mawaqit; Sulistiyono, Luluk; Irawan, Yogie; Hatimah, Naimi Amalia; Rahimamullah, M Arsyad
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.595

Abstract

The waiting time for medication services is the period required from the patient submitting a prescription to receiving the medication. The Ministry of Health has set a minimal standard of < 30 minutes for non-compounded prescriptions and < 60 minutes for compounded prescriptions. This study aims to determine the percentage of waiting times for outpatient prescription services at Citra Husada Hospital, Kotawaringin Barat. This descriptive study was conducted through direct observation and recording of the waiting time in the waiting time log form during April 2024. A total of 160 non-compounded prescriptions and 30 compounded prescriptions were analyzed. The average time required to process non-compounded prescriptions during the morning shift was 23.6 minutes, while the time for compounded prescriptions was 45 minutes. During the afternoon shift, the average time for noncompounded prescriptions was 23 minutes, and for compounded prescriptions, it was 47 minutes. The results of this study show that the average waiting time for prescription services at Citra Husada Hospital, Kotawaringin Barat, meets the minimum service standards set by the hospital.
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. A DENGAN KEHAMILAN LETAK SUNGSANG DI PMB LIANA KOTAWARINGIN BARAT Nikmah, Anik Kuslikatun; Aminatussyadiah, Ayu; Widiatami, Tiara
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.572

Abstract

Latar belakang: kehamilan letak sungsang adalah janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah cavum uteri. Pada tahun 2018 kejadian presentasi melintang/sungsang yang tercatat di Indonesia adalah (3,1%) dimana paling banyak pada perempuan umur 35-39 tahun (4,3%). Dari kunjungan ibu hamil sejumlah 474 orang di PMB Liana ditemukan satu diantaranya kehamilan letak sungsang. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah perdarahan, trauma jalan lahir dan infeksi. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengubah posisi janin sungsang yaitu diantaranya posisi kneechest, prenatal yoga, gym ball dan terapi akupresure. Tujuan: yaitu mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan kehamilan letak sungsang sesuai dengan standarisasi pelayanan kebidanan melalui pendekatan 7 langkah Hellen Varney dan SOAP. Metode: yaitu studi penelaahan kasus (Case Study) dengan menggunakan data primer melalui anamnesa, pemeriksaan fisik, USG dan buku KIA. Hasil: setelah dilakukan asuhan sebanyak 3 kali didapatkan bahwa Ny. A mengalami kehamilan letak sungsang pada kunjungan pertama dan tidak ditemukan adanya tanda bahaya kehamilan. Maka dilakukan beberapa rencana asuhan yang diberikan yaitu dengan menganjurkan ibu untuk posisi kneechest dan memberikan terapi akupresure BL-67. Kesimpulan: hasil terapi setelah dilakukan asuhan pada Ny. A dengan kehamilan letak sungsang yaitu posisi janin dapat kembali normal pada kunjungan kedua. Kata kunci: Asuhan Kebidanan, Kehamilan, Letak Sungsang