cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 253 Documents
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) INSTALASI FARMASI DI RSUD SULTAN IMANUDDIN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Hatimah, Naimi Amalia; Citra Jaluri, Poppy Dwi; Irawan, Yogie; Rahimamullah, M. Arsyad
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.589

Abstract

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh Apoteker untuk memberi informasi obat secara akurat, tidak bias dan terkini kepada pasien, dokter, apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya. Penyebab ketidakpatuhan tersebut salah satunya disebabkan kurangnya informasi tentang obat. Upaya untuk menunjang pelayanan yang bermutu tinggi di Instalasi Farmasi RSUD Sultan Imanuddin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui realisasi pelayanan informasi obat kepada pasien di RSUD Sultan Imanuddin jika dibandingkan dengan target yang diinginkan. Penelitian ini non eksperimental yang bersifat deskriptif, dengan mencatat secara sistematis menggunakan check list yang berisi komponen informasi obat dengan sebanyak 100 responden. Teknik pengolahan data yang digunakan yaitu coding dan tabulating. Hasil dari penelitian ini secara garis besar kegiatan pelayaanan informasi obat (PIO) secara keseluruhan 5% belum lengkap sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO). Presentase kelengkapan informasi obat yang diberikan oleh apoteker kepada pasien yaitu nama obat sebesar 13 %, dosis obat sebesar 27 %, aturan pakai sebesar 100 %, rute pakai sebesar 99 %, cara simpan sebesar 67 %, dan indikasi sebesar 98%.
UJI KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulate L.) DALAM MENGHAMBAT BAKTERI Staphylococcus aureus Ragil, Prasna; Hidayati, Larantika; Romaidha, Iqlila; Astuti, Rima Agnes Widya; Sobirin, Miftachul
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.599

Abstract

Ciplukan adalah tanaman yang umum digunakan masyarakat sebagai obat dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Ciplukan memiliki potensi sebagai antibakteri. Daun ciplukan mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, dan alkaloid. Salah satu masalah di bidang kesehatan adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang sering menyebabkan infeksi. Staphylococcus aureus merupakan flora normal pada kulit manusia serta selaput lendir manusia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi kemampuan ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.) dalam menghambat perkembangan bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Kontrol positif yang digunakan yaitu ampicillin dan kontrol negatif adalah akuades. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan menggunakan desain true experimental. Metode yang digunakan difusi kertas cakram dan hasil dievaluasi dengan uji beda Kruskal-Walis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat zona hambat dari ekstrak daun ciplukan dengan diameter 15%, 20%, dan 25%. Zona hambat dalam kategori sedang juga didapatkan dengan p <0,005 dalam uji statistika. Pada uji lanjutan Mann Whitney dihasilkan p <0,005 pada konsentrasi kontrol positif 15%, kontrol negatif 25%, dan kontrol positif dan negatif, masing-masing menunjukkan perubahan signifikan dalam konsentrasi. Kata Kunci: Daun Ciplukan, Staphylococcus aureus, Antibakteri, Daya Hambat
Hubungan antara Nilai Hemoglobin Glikasi (HbA1c) Dengan Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Praya Suda Adnyana Yoga, I Gede; Jiwintarum, Yunan; Urip, Urip; Pauzi, Iswari
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.621

Abstract

Diabetes melitus (DM) menjadi persoalan kesehatan yang serius di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang, seperti nefropati diabetik yang menyebabkan gagal ginjal. Kondisi hiperglikemia kronis pada penderita diabetes menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi ginjal melalui mekanisme seperti produk akhir glikasi lanjut (AGEs), stres oksidatif, dan proses inflamasi. Oleh karenanya, pengendalian glikemik yang tepat sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit ginjal kronis (PGK) pada pasien diabetes. Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar HbA1c dan kadar ureum serta kreatinin pada pasien dengan DM tipe 2 di RSUD Praya. Sebanyak 92 sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari data rekam medis sekunder. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antar variabel tersebut. Mayoritas sampel adalah pria (52,2%) dan sebagian besar menunjukkan peningkatan kadar glukosa (70,7%). Dari sampel tersebut, 67,4% memiliki kadar HbA1c lebih dari 7%, sementara kebanyakan memiliki kadar ureum normal (60,9%) dan kreatinin normal (81,5%). Hasil analisis korelasi tidak menunjukkan hubungan signifikan antara kadar HbA1c dengan ureum (p=0,127; koefisien korelasi=0,160) maupun dengan kreatinin (p=0,803; koefisien korelasi=0,026). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dan kadar ureum maupun kreatinin. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai HbA1c tidak mencerminkan secara signifikan penurunan fungsi ginjal. Oleh sebab itu, pemantauan glikemik pada pasien diabetes perlu dilengkapi dengan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin secara rutin untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai fungsi ginjal.
Determinan Penggunaan Metode Kontrasepsi IUD Di Indonesia Analisis data SKI (Survey Kesehatan Indonesia) Tahun 2023 Aminatussyadiah, Ayu; Febriani, Gabriela Advitri
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.626

Abstract

Sebanyak 55,13% PUS di Indonesia menggunakan alat kontrasepsi modern, sementara target tahun 2024 adalah 63,4% PUS menggunakan alat kontrasepsi modern. Pada tahun 2023 akseptor KB IUD mengalami penurunan menjadi 5,1%. Penggunaan alat kontrasepsi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan dan tempat tinggal menjadi faktor penting dalam optimalisasi program KB. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional terhadap data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dengan fokus pada keluarga berencana dengan jumlah sampel sebesar 70.649. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang bermakna antara usia (p = 0,006), Pendidikan (p = 0,000), pekerjaan (p = 0,000) dan tempat tinggal (p = 0,000) dalam penggunaan metode kontrasepsi IUD.
Uji Aktivitas Antikanker Ekstrak Tanaman Rumput Bambu (Lophatherum Gracile B.) Metode Ultrasonik Terhadap Sel Kanker Payudara T47D A'yun, Qurrotul; Romaidha, Iqlila; Makani, Mawaqit; ., Sarinah
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.629

Abstract

Bamboo grass (Lophatherum gracile B.) is a type of weed that can be utilized as a medicinal plant. Almost all parts of this plant contain secondary metabolites with potential as herbal medicine. This study was conducted to evaluate the breast cancer (T47D) anticancer activity of bamboo grass using an ultrasonic extraction method. The solvents used in this study were 80% ethanol, n-hexane, and chloroform. All extract samples were tested for their breast cancer (T47D) anticancer activity using the MTT assay. The IC50 values of the 80% ethanol, n-hexane, and chloroform extracts were 218.081; 292.412; and 395.144 ?g/mL, respectively. The TLC separation of tannin compounds from the 80% ethanol extract was identified using FTIR. The identification results showed key absorption peaks of tannin compounds, including O-H alcohol, C-O secondary alcohol, aliphatic C-H, C=C alkene, and ortho-substituted aromatic ring, with corresponding wavenumbers of 3455; 1094; 2963; 2929; 1650; and 780 cm?¹.
HASIL PEMERIKSAAN SILINDER PADA SEDIMEN URINE PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Arifin, Zainul; Sayekti, Sri; Meinawati, Lusianah; Putri, Afdhaliyah Ayu
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.613

Abstract

Chronic Kidney Disease is an irreversible disease with abnormalities in structure and function of the kidneys. Chronic kidney disease was characterized by one or more signs of kidney damage, one of them is urinary sediment abnormalities. Casts are one of the organic elements in urine sediments. Waxy cast most commonly found in patients with severe chronic kidney disease. Another source said that hyaline cast will be found in high quantities in patients with chronic kidney disease. Lack of in-depth research, types and composition of cast in chronic kidney disease urine sediments still need to be explored further. The objective of this study was to assess the findings of cast examinations in the urine sediment of chronic kidney disease patients at Kediri District Hospital.of chronic kidney disease patients at RSUD Kabupaten Kediri. The type of research used descriptive. The sampling technique used purposive sampling. The design of research used a cross-sectional. The sample used 12 people. The variables researched were cast element in the urine sediment of chronic kidney disease patients at RSUD Kabupaten Kediri. The examination method was manually using a microscope. The result showed that most of the respondents found cast in urine sedimemt in the amount of 8 respondents (67%) and almost half of the respondents not found cast in the urine sediment in the amount of 4 respondents (33%). The most commonly types of cast were waxy cast and granular cast. The conclusion of the research was that most of the respondents found cast in urine sediment (abnormal). The most commonly types of cast were waxy cast and granular cast. The researcher's suggestion for respondents is to conduct urine sediment examination to evaluate kidney disease routinely every 3-6 months at least once.
Analisis Perbandingan Kadar Kolestrol Total Antara Perokok Aktif Dan Pasif Berusia 20-25 Tahun Di Wilayah Samarinda Aminuddin, Muhammad Fahmi; Anggraini, Chindi
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.620

Abstract

Merokok merupakan kegiatan yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Paparan asap rokok telah terbukti sangat berbahaya bagi kesehatan. Baik perokok aktif maupun pasif terpapar zat berbahaya dapat mempengaruhi kesehatan, salahsatunya profil lipid yaitu kadar kolesterol yang dapat memicu terjadinya masalah kardiovaskular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar kolesterol tetal antara perokok aktif dan pasif pada usia 20-25 tahun di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk membandingkan kadar kolesterol total antara perokok aktif dan pasif. Populasi target adalah individu yang terpapar asap rokok di Kelurahan Lok Bahu, Kota Samarinda. Sampel berjumlah 60 partisipan, terdiri dari 30 perokok aktif dan 30 perokok pasif yang diambil secara acak dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Pengambilan sampel darah dan pengisian kuesioner dilaksanakan di lokasi Kelurahan Lok Bahu, sementara pengukuran kadar kolesterol total dilakukan di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Samarinda. Hasil Penelitian ini didapatkan 14 perokok aktif dan 13 perokok pasif memiliki kadar kolesterol tinggi dengan rentang kadar 203-382 mg/dL bagi perokok aktif dan kadar 202-232 mg/dL bagi perokok pasif. Berdasarkan analisis statistik, hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Test (p = 0,973) menunjukkan bahwa data kadar kolesterol total terdistribusi secara normal. Sehingga dilanjutkan Uji-T tidak berpasangan untuk perbandingan data. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,859) yang mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada kadar kolesterol total antara perokok aktif dan perokok pasif walaupun kadar kolesterol perokok aktif memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kadar kolesterol perokok pasif.
Gambaran Pengetahun Personal Hygien Pada Anak Sekolah Dasar Nitsae, Veronika; Sanan, Yane Cristiana Ua; Rohi, Elfrida Dana Frederita Riwoe
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.624

Abstract

Health problems among elementary school-aged children remain common due to their vulnerability to various diseases. Poor hygiene practices, such as improper tooth brushing, hand washing without soap, consuming unhealthy foods, and neglecting personal hygiene, are significant risk factors for infectious diseases. Knowledge plays a vital role in influencing personal hygiene practices. This study aims to assess schoolchildren's knowledge of personal hygiene. The research design used was descriptive, aiming to determine the level of knowledge about personal hygiene among elementary school children at Sadi Catholic Elementary School in 2024. The population included 79 students from grades 4, 5, and 6, selected through a total sampling method. The instrument was a questionnaire with 37 questions. Results indicated that the knowledge level of elementary school children about personal hygiene at Sadi Catholic Elementary School was categorized as good (38%), sufficient (51%), and poor (11%). Based on these findings, it can be concluded that most elementary school children had sufficient knowledge about personal hygiene.
Deteksi Bakteri Yang Berpotensi Menyebabkan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Daerah Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah Dewi, Ni Putu Sinta Puspa; Astuti, Rima Agnes Widya; Sobirin, Miftachul; Maharani, Taradiva Ayu
Jurnal Borneo Cendekia Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v8i2.617

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki sistem pelayanan masyarakat termasuk pengendalian penyakit. Perawatan pasien di rumah sakit menjadi salah satu upaya pengendalian infeksi secara intensif, namun hal ini menjadi timbulnya risiko tinggi penyakit tidak dapat dikendalikan yang didapatkan dari rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis bakteri dominan yang ditemukan di ruangan perawatan pasien di rumah sakit. Metode dilakukan dengan mengisolasi bakteri dari lingkungan tempat tidur pasien rawat inap pasca operasi, sampel ditanam ke media Mc Conkey dan Nutrient Broth. Bakteri yang telah tumbuh diwarnai dengan pewarnaan Gram dan diidentifikasi menggunakan uji biokimia dan gula – gula. Hasil penelitian ini berdasarkan jumlah total 24 sampel di lingkungan tempat tidur pasien pasca operasi di RSUD Pangkalan Bun diketahui 100% sampel tercemar atau terkontaminasi yang terdiri dari bakteri yang tidak teridentifikasi (98,2%), bakteri Staphylococcus aureus (0,8%) dan bakteri Escherichia coli (1%). Penentuan lokasi pengambilan sampel menentukan jenis bakteri yang tumbuh yang berhubungan dengan infeksi nosokomial yang dominan menginfeksi pada pasien. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan S. aureus dan E. coli pada uji gula – gula dan biokimia. Menurut Abrila dkk. (2024), infeksi nosokomial disebabkan oleh mikroorganisme tertentu berdasarkan lokasi fasilitas pelayanan kesehatan, dan populasi pasien. Kondisi lingkungan yang mendukung, memudahkan mikroorganisme dalam bereproduksi antara lain suhu, kelembaban dan cahaya. Mikroba penyebab infeksi berasal dari pasien, perawat dan pengunjung serta kegiatan pembersihan. Kesimpulan penelitian ini sebanyak 24 sampel dari lingkungan tempat tidur pasien ditemukan bakteri S. aureus dan E. coli.
Trauma Psikososial Sebagai Faktor Dominan Skizofrenia Hasil Wawancara Dengan Pasien, Keluarga, Dan Tenaga Kesehatan Sucipto, Ade; Rahayu, Sri; Supriatna, Yayat; Yustika, Priti
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.622

Abstract

Background: Schizophrenia is a severe mental disorder characterized by hallucinations, delusions, and social dysfunction. While biological factors have been widely recognized in its etiology, emerging evidence highlights the significant role of psychosocial trauma. However, this aspect remains under-addressed in primary healthcare services. Objective: This study aimed to explore the psychosocial trauma experiences of individuals diagnosed with schizophrenia and to understand the perspectives of families and healthcare workers on the triggering factors within a community context. Methods: A qualitative case study approach was employed. Data were collected through in-depth interviews with 31 individuals diagnosed with schizophrenia, their family members, and healthcare providers in the working area of Sungai Rangit Public Health Center, Central Kalimantan. Thematic analysis was conducted following Braun and Clarke’s method. Results: Findings showed that 93.5% of participants had significant psychosocial trauma histories. The most common traumas included domestic violence, loss of significant others, bullying, romantic betrayal, and unresolved childhood trauma due to harsh parenting. Additional comorbid factors such as substance abuse and a history of seizures in infancy were also identified. Healthcare workers acknowledged that psychosocial aspects are often overlooked due to limited time, resources, and training. Families exhibited limited knowledge and persistent stigma toward mental illness. Conclusion: Psychosocial trauma is a dominant factor in the development of schizophrenia. A more comprehensive and trauma-informed approach is needed in primary care settings, including family education and training for healthcare professionals on early detection and psychosocial support.