cover
Contact Name
Hendra Firdaus
Contact Email
jmtteknikunigal@gmail.com
Phone
+62265-776324
Journal Mail Official
teknikjmt@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Galuh Ciamis JL. RE. Martadinata No. 150 Ciamis Tlp. (0265) 776324
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Teknologi
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23565241     EISSN : 28293371     DOI : 10.25157/jmt
memuat artikel penelitian (research article) di bidang Teknik dan bidang lainnya yang relevan dengan ilmu teknik. Fokus publikasi jurnal ini dalam bidang ilmu keteknikan dan bidang lainnya dengan kajian yang relevan dengan engineering yang meliputi hasil penelitian dosen, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai lembaga pendidikan, lembaga penelitian, dan departemen
Articles 178 Documents
ANALISIS MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK DI PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE FUZZY FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Helti Panjaitan; Fatimah; Syamsul Bahri
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.5910

Abstract

Rantai pasok pada industri makanan laut beku memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi akibat ketidakpastian pasokan bahan baku, fluktuasi harga, serta tuntutan kualitas produk dan ketepatan waktu pengiriman, khususnya pada pasar ekspor. PT. XYZ sebagai perusahaan eksportir frozen seafood menghadapi berbagai risiko rantai pasok yang berpotensi mengganggu kelancaran operasional dan pencapaian kinerja perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan manajemen risiko yang mampu menganalisis dan menentukan prioritas risiko secara sistematis dan objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan risiko prioritas, serta memberikan usulan strategi mitigasi yang tepat dan sistematis menggunakan metode Fuzzy Failure Mode and Effects Analysis (Fuzzy FMEA). Penilaian risiko dilakukan menggunakan tiga parameter utama FMEA, yaitu Severity, Occurrence, dan Detection, yang dinyatakan dalam bentuk variabel linguistik dan diolah menggunakan sistem inferensi fuzzy Mamdani untuk menghasilkan nilai Fuzzy Risk Priority Number (FRPN). Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwa nilai FRPN berada pada rentang 6,66 hingga 8,63, dengan nilai rata-rata sebesar 7,72 dan standar deviasi 0,63, sehingga diperoleh nilai cut-off sebesar 8,35. Berdasarkan kriteria tersebut, risiko keterlambatan pasokan bahan baku (R1) dengan nilai FRPN 8,61 dan fluktuasi harga bahan baku (R3) dengan nilai FRPN 8,63 ditetapkan sebagai risiko prioritas tinggi. Risiko prioritas selanjutnya dianalisis menggunakan metode 5 Why Analysis untuk mengidentifikasi akar penyebab utama risiko. Usulan mitigasi risiko prioritas difokuskan pada penguatan manajemen pemasok melalui evaluasi dan diversifikasi supplier, penyusunan kontrak harga jangka menengah, peningkatan sistem perencanaan pengadaan berbasis proyeksi, serta monitoring pasokan dan harga bahan baku secara berkala.
PENGARUH METODE UJI KOMPETENSI DARING DAN LURING SERTA KESIAPAN PESERTA TERHADAP EFEKTIVITAS SERTIFIKASI TENAGA KERJA KONSTRUKSI DI KOTA BANDUNG Yadi Sumpeno; Anton Soekiman
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.5912

Abstract

Sertifikasi tenaga kerja konstruksi merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia di sektor konstruksi. Efektivitas pelaksanaan sertifikasi sangat dipengaruhi oleh metode uji kompetensi yang digunakan serta kesiapan peserta dalam mengikuti proses asesmen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode uji kompetensi daring dan luring serta kesiapan peserta terhadap efektivitas sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 86 responden yang diambil secara proporsional dari lima Tempat Uji Kompetensi (TUK). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Variabel penelitian meliputi metode uji daring, metode uji luring, kesiapan peserta, dan efektivitas sertifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode uji daring dan kesiapan peserta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap efektivitas sertifikasi, sedangkan metode uji luring berpengaruh positif dan signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) pada model uji daring sebesar 0,505, sedangkan pada model uji luring sebesar 0,110. Temuan ini menunjukkan bahwa uji kompetensi daring memiliki sensitivitas tinggi terhadap kesiapan peserta dan kendala teknis, sementara uji luring relatif lebih stabil dalam mengukur kompetensi praktis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan metode uji kompetensi yang mempertimbangkan kesiapan peserta dan karakteristik asesmen, serta merekomendasikan penerapan pendekatan blended assessment sebagai alternatif yang adaptif dan berkelanjutan dalam pelaksanaan sertifikasi tenaga kerja konstruksi
POLA OPERASI SITU WANGI TERHADAP PELAYANAN IRIGASI DAN PEMANFAATAN AIR LAINNYA Cecep Sandi Hidayat
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.5914

Abstract

Sumber air Situ Wangi berasal dari mata air dan merupakan sumber air baku bagi masyarakat sekitar. Situ Wangi juga akan dimanfaatkan oleh irigasi dengan menggunakan metode pola operasi situ. metodenya menggunakan analisa curah hujan, analisa ketersediaan air dengan NRECA, analisa kebutuhan air, kapasitas tampungan situ, grafik pola operasi situ. hasil analisa didapat ketersediaan air mencapai 3080 l/dt sedangkan hasil analisa kebutuhan air sebesar 1650,72 l/dtk. Elevasi mercu pada bangunan outlet didapat +440,9 m sedangkan elevasi dasar pintu intake +440,3 m. Kesimpulannya Situ Wangi tidak bisa melayani irigasi secara kontinyu hanya bisa melayani pada elevasi +440,3 m atau lebih, sedangkan irigasi desa saat ini telah terlayani oleh bendung secara kontinyu.
IMPLEMENTASI GREEN BUILDING DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP EFEKTIFITAS PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN KABUPATEN BANDUNG BARAT firdaus firdaus
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.6022

Abstract

Pengelolaan sampah perkotaan menjadi tantangan penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan. Kabupaten Bandung Barat menghadapi berbagai kendala dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya partisipasi masyarakat, serta implementasi kebijakan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi green building dan kebijakan pemerintah daerah terhadap efektivitas pengelolaan sampah di kawasan Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip green building dan dukungan kebijakan pemerintah daerah memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan efektivitas pengelolaan sampah, terutama melalui penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Namun, keberhasilan implementasi masih dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat, ketersediaan sarana prasarana, serta koordinasi antar lembaga terkait. Penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah, penerapan konsep bangunan ramah lingkungan, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
ANALISIS PENGARUH VOLUME LALU LINTAS KENDARAAN BERAT TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) (STUDI KASUS: JALAN INDIHIANG-MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA) Ilyasa Sayyid Ahmad Al-Hasyimiy; Ade Rizki Nurmayadi; Dedi Budiman
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.6164

Abstract

Jalan Indihiang-Mangkubumi sepanjang ±6,814 km merupakan jalur utama pergerakan kendaraan berat di Kota Tasikmalaya yang menghubungkan kawasan pertambangan pasir, industri, dan permukiman. Tingginya intensitas lalu lintas kendaraan berat menyebabkan kerusakan perkerasan yang signifikan, namun belum pernah dilakukan evaluasi kondisi jalan secara kuantitatif pada ruas ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis volume Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) kendaraan berat; (2) menilai tingkat dan jenis kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) sesuai standar ASTM D6433; serta (3) menganalisis hubungan antara volume LHR kendaraan berat dan nilai PCI secara visual-deskriptif. Survei kondisi perkerasan dilakukan secara visual pada 35 segmen pengamatan (masing-masing sepanjang 100 m) dengan panjang ruas pengamatan ±3,5 km. Survei LHR dilaksanakan di dua titik representatif selama tiga hari (Senin, Sabtu, dan Minggu) pada interval pukul 07.00–18.00 WIB. Terdapat 7 jenis kerusakan yang ditemukan, yaitu: retak kulit buaya (alligator cracking), ambles/depresi (depression), retak memanjang/melintang (longitudinal/transverse cracking), tambalan (patching), lubang (potholes), retak refleksi (reflection cracking), dan keriting (corrugation). Hasil analisis menunjukan nilai PCI rata-rata keseluruhan ruas adalah 52,14 yang termasuk dalam kategori Jelek (Poor). Distribusi kondisi 35 segmen terdiri atas: 5 segmen (14,29%) Sangat Baik, 8 segmen (22,86%) Baik, 5 segmen (14,29%) Sedang, 5 segmen (14,29%) Jelek, 4 segmen (11,43%) Parah, 6 segmen (10 pt) (17,14%) Sangat Parah, dan 2 segmen (5,71%) Hancur. Sebanyak 17 segmen (48,58%) memerlukan penanganan struktural berat hingga rekonstruksi. Survei LHR menunjukan volume kendaraan berat pada Segmen S-24 (kondisi Hancur) sebesar 1.287 kend/hari, sedangkan pada Segmen S-31 (kondisi Sangat Baik) hanya 282 kend/hari, memperlihatkan pola hubungan berbanding terbalik (inverse relationship) antara volume LHR dan nilai PCI.
ANALISIS TITIK RAWAN KECELAKAAN DI JALAN RAYA PANGANDARAN MENGGUNAKAN METODE ACCIDENT RATE DAN EQUIVALENT ACCIDENT NUMBER Gupron Rahman Hakim; Ade Rizki Nurmayadi; Dedi Budiman
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.6166

Abstract

Jalan Raya Pangandaran merupakan akses utama menuju kawasan wisata pantai Pangandaran yang memiliki karakteristik geometrik kompleks seperti tikungan tajam, tanjakan curam, dan minimnya fasilitas keselamatan jalan. Sepanjang 2023–2026, tercatat 283 kejadian kecelakaan di empat kecamatan yang dilalui ruas jalan tersebut, dengan korban meninggal dunia sebanyak 37 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan titik rawan kecelakaan (black spot), menganalisis nilai tingkat kecelakaan serta urutan prioritas penanganan, dan menyusun rekomendasi teknis perbaikan sarana prasarana jalan. Metode yang digunakan adalah Equivalent Accident Number (EAN) untuk pembobotan berdasarkan tingkat fatalitas korban, serta Accident Rate untuk menghitung tingkat kecelakaan Per-Juta Kendaraan Kilometer (JKK) dengan mempertimbangkan Volume Lalu Lintas (LHR). Penentuan ambang batas kerawanan menggunakan Batas Kontrol Atas (BKA) dan Upper Control Limit (UCL) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kecamatan Padaherang teridentifikasi sebagai black spot utama dengan nilai EAN tertinggi (856) dan nilai Accident Rate tertinggi (0,949 JKK), disusul oleh titik-titik kritis di Kalipucang seperti Jalan Emplak, Babakan– Putrapinggan, dan Tunggilis Kalipucang. Karakteristik kecelakaan didominasi oleh sepeda motor (65%), terjadi pada malam hari (55%), dan sebagian besar korban mengalami luka ringan (68,8%). Faktor penyebab utama adalah minimnya penerangan jalan, tidak adanya pagar pengaman (guardrail), marka jalan yang pudar, serta perilaku kecepatan tinggi pengemudi. Rekomendasi penanganan teknis prioritas difokuskan pada pemasangan rambu batas kecepatan dan pita penggaduh (rumble strip) di jalur lurus Padaherang, pemasangan guardrail berkesinambungan di Jalan Emplak, serta pengecatan ulang marka dan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di seluruh titik black spot.
PERENCANAAN PRODUKSI AGREGRAT BATAKO MENGGUNAKAN LEVEL STRATEGY DAN CHASE STRATEGY: PERENCANAAN PRODUKSI AGREGRAT BATAKO MENGGUNAKAN LEVEL STRATEGY DAN CHASE STRATEGY Mika Via Apriani Silalahi; Trisna; Defi Irwansyah
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.6175

Abstract

UD. Baro Indah merupakan usaha yang bergerak di bidang produksi batako yang menghadapi fluktuasi permintaan konsumen dari waktu ke waktu. Perbedaan antara jumlah produksi dan permintaan pada beberapa periode menyebabkan perusahaan berpotensi mengalami ketidakefisienan biaya serta kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pasar secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan agregat untuk menentukan strategi produksi yang mampu menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan serta meminimalkan total biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan agregat produksi batako menggunakan metode Level Strategy dan Chase Strategy serta menentukan metode yang paling optimal untuk diterapkan pada UD. Baro Indah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data produksi dan permintaan periode Maret 2025 hingga Februari 2026. Berdasarkan hasil peramalan, total permintaan selama periode perencanaan diperoleh sebesar 70.915 unit. Selanjutnya dilakukan perhitungan perencanaan agregat menggunakan metode Level Strategy dan Chase Strategy dengan membandingkan total biaya yang dihasilkan oleh masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Level Strategy menghasilkan total biaya sebesar Rp202.708.000 per tahun, sedangkan metode Chase Strategy menghasilkan total biaya sebesar Rp196.847.050 per tahun. Terdapat selisih biaya sebesar Rp5.860.950 per tahun. Berdasarkan hasil tersebut, metode Chase Strategy merupakan metode yang paling optimal untuk diterapkan karena mampu menghasilkan total biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan Level Strategy.
PENERAPAN AGGREGATE PLANNING HEURISTIK DALAM UPAYA MEMINIMALISASI BIAYA TENAGA KERJA PADA UD. KILANG PADI SURYA FAJAR Maisarah; Khairul Anshar; syarifah Akmal
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.6177

Abstract

UD. Kilang Padi Surya Fajar merupakan industri pengolahan beras yang menghadapi fluktuasi jumlah gabah masuk selama masa panen. Peningkatan volume gabah yang mencapai 40–50 ton per hari menyebabkan perusahaan harus memperpanjang jam kerja hingga pukul 02.00 WIB serta menambah buruh harian hingga 4 orang dengan upah Rp120.000 per hari, sementara karyawan tetap menerima upah Rp150.000 per hari dan tambahan lembur Rp 20.000/jam. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan biaya tenaga kerja, dimana saat gabah masuk 40 ton total biaya mencapai Rp1.860.000 per hari dan ketika 50 ton mencapai Rp 2.340.000 per hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perencanaan tenaga kerja yang diterapkan perusahaan belum dilakukan secara optimal sehingga biaya tenaga kerja meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan setiap metode aggregate planning heuristik serta menentukan metode terbaik dalam upaya meminimasi biaya tenaga kerja pada UD. Kilang Padi Surya Fajar.Data yang digunakan berupa jumlah gabah masuk, kapasitas produksi, jumlah tenaga kerja, serta biaya tenaga kerja pada periode Januari–Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengendalian tenaga kerja menghasilkan total biaya terendah sebesar Rp57.420.000, Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan metode campuran dengan overtime sebesar Rp59.700.000, metode skenario existing sebesar Rp60.900.000, metode overtime sebesar Rp60.900.000, dan metode subkontrak sebesar Rp120.740.000. Metode pengendalian tenaga kerja menjadi alternatif terbaik dengan penghematan sebesar 5,71% karena mampu memenuhi kebutuhan produksi tanpa biaya lembur maupun subkontrak.
ANALISIS KEHILANGAN MINYAK (OIL LOSSES) KELAPA SAWIT PADA AMPAS PRESS PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO) MENGGUNAKAN METODE CONTROL CHART INDIVIDUAL-MOVING RANGE (I-MR) Andini Diandra Hendraningdia; Syarifah Akmal; Bakhtiar
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.6223

Abstract

Kehilangan minyak (oil losses) pada ampas press merupakan salah satu faktor yang memengaruhi rendemen dan efisiensi produksi Crude Palm Oil (CPO) di PT. ADEI Plantation & Industry NPOM 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan proses kehilangan minyak serta mengidentifikasi faktor penyebab dan usulan perbaikannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan alat analisis Control Chart Individual–Moving Range (I-MR) dan analisis kapabilitas proses. Data yang dianalisis merupakan data harian oil losses bulan Januari 2025 dengan rata-rata sebesar 0,0929, melebihi batas spesifikasi atas perusahaan (USL = 0,065). Hasil peta kendali I-MR menunjukkan adanya titik di luar batas kendali pada tanggal 27 dan 28 Januari 2025 yang mengindikasikan proses belum sepenuhnya terkendali secara statistik. Analisis kapabilitas proses menghasilkan nilai Cp sebesar 0,473 dan Cpk sebesar -0,754, yang menunjukkan bahwa proses tidak kapabel dan rata-rata proses berada di luar batas spesifikasi. Berdasarkan analisis fishbone, faktor dominan penyebab tingginya oil losses adalah kondisi mesin yang tidak stabil serta variasi pengoperasian oleh operator. Upaya perbaikan difokuskan pada penurunan rata-rata proses agar berada di bawah USL dan pengurangan variasi proses melalui penerapan preventive maintenance secara berkala, standarisasi parameter operasi, serta pelatihan operator. Implementasi perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas proses dan menurunkan tingkat kehilangan minyak sesuai standar perusahaan.
KINERJA PEMASARAN UMKM REMAJA YANG DIPENGARUHI CITRA MEREK DAN MEDIA SOSIAL Rendy Sudirman; Ujang Enas
Jurnal Media Teknologi Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v13i1.6224

Abstract

Pertumbuhan UMKM pemula di Indonesia menunjukan tren meningkat seiring bonus demografi dan perkembangan teknologi digital, sehingga kinerja pemasaran menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha, khususnya pada usaha yang dirintis oleh mahasiswa. Namun, fenomena di lapangan menunjukan bahwa kinerja pemasaran UMKM pemula masih cenderung fluktuatif dan belum stabil. Kondisi tersebut menandakan perlunya identifikasi faktor strategis yang mampu meningkatkan performa pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek dan media sosial terhadap kinerja pemasaran UMKM pemula baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei terhadap 113 responden yang merupakan konsumen UMKM mahasiswa Program Studi Kewirausahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan pengujian instrumen, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis. Hasil pengujian instrumen menunjukan seluruh indikator valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,816 yang menandakan konsistensi internal tinggi. Uji asumsi klasik menunjukan data berdistribusi normal dan tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga model regresi layak digunakan. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa citra merek dan media sosial secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,425, yang berarti kedua variabel mampu menjelaskan 42,5% variasi kinerja pemasaran. Secara parsial, citra merek berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pemasaran dengan koefisien regresi lebih besar dibanding media sosial, sehingga variabel ini memiliki pengaruh dominan. Media sosial juga terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pemasaran, yang menunjukan bahwa optimalisasi penggunaan platform digital dapat meningkatkan efektivitas pemasaran. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kinerja pemasaran UMKM pemula tidak hanya ditentukan oleh aktivitas penjualan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam membangun persepsi merek dan memanfaatkan media sosial secara strategis. Citra merek berperan dalam membentuk kepercayaan dan preferensi konsumen, sedangkan media sosial berfungsi sebagai sarana komunikasi, promosi, dan interaksi yang memperluas jangkauan pasar. Sinergi antara kedua variabel menghasilkan strategi pemasaran yang lebih terintegrasi dan berdampak pada peningkatan performa usaha. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelaku UMKM pemula perlu memprioritaskan pembangunan citra merek sejak tahap awal usaha serta mengelola media sosial secara terencana untuk meningkatkan kinerja pemasaran. Keterbatasan penelitian terletak pada belum dimasukannya variabel kepercayaan konsumen dan faktor strategis lain yang berpotensi memengaruhi kinerja pemasaran. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan model dengan variabel tambahan agar memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai determinan kinerja pemasaran UMKM.