cover
Contact Name
Rezky Ema Wulansari
Contact Email
sariema15@gmail.com
Phone
+6281273552895
Journal Mail Official
vomek@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang Jalan Prof.Dr. Hamka Air Tawar Padang 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Mekanika
ISSN : 26561697     EISSN : 26562812     DOI : https://doi.org/10.24036/vomek.v4i3
Jurnal Vokasi Mekanika menyambut baik kiriman yang memberikan wawasan tentang isu-isu terkini dan utama yang berkaitan dengan pendidikan kejuruan dan teknologi serta ilmu Keteknikan dalam bidang Teknik Mesin. Jurnal ini menyediakan tempat bagi para peneliti dan praktisi untuk mendiskusikan, mengejar, dan mempromosikan pengetahuan di bidang studi pendidikan teknologi kejuruan dan ilmu Keteknikan dalam bidang Teknik Mesin yang sedang berkembang pada saat sekarang ini. Bahasa naskah ditulis dalam bahasa Indonesia. Harus ada diskusi kritis tentang isu-isu baru dan signifikan dan kontribusi ke bidang terkait. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Teori, Strategi, Pendekatan, Metode Atau Model Pembelajaran TVET Penerapan dan Pengembangan Media, Modul, Bahan Ajar dan Buku Ajar Manajemen dan Kebijakan TVET Pengembangan Kurikulum TVET Evaluasi Program dan Pembelajaran TVET Penerapan Teknologi Kejuruan Terkait TVET Pengembangan Profesionalitas Guru TVET Energi dan energi terbarukan Sistem produksi dan Manufaktur Rekayasa bahan Teori dan aplikasi dinamika fluida komputasi Ilmu ilmu Teknik Mesin Lainnya.
Articles 422 Documents
PENGARUH KONDISI BROKEN HOME TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA JURUSAN TEKNIK MESIN DI SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI (STUDI FENOMENOLOGI PADA TIGA ANAK BROKEN HOME) Ressi Novia Windri; Nelvi Erizon; Primawati Primawati; Zainal Abadi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.452 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.358

Abstract

Meningkatnya angka perceraian di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung pada 2019 lalu sebanyak 480.018 kasus perceraian. Maka meningkat pula angka anak yang menjadi korban broken home. Anak broken home mengalami berbagai masalah yang menyebabkan menurunnya motivasi belajar. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk motivasi belajar yang rendah pada anak broken home. Metode yang penulis gunakan pada penelitian adalah metode kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi pribadi dengan teknis simak, rekam dan tulis. Dalam menentukan populasi, data diperoleh secara primer dari guru bimbingan konseling (BK). Sedangkan untuk teknik pengolahan data penulis menggunakan teknik deskriptif. Hasil dari penelitian yang penulis lakukan adalah anak dengan kondisi broken home memiliki bentuk-bentuk motivasi belajar yang rendah, seperti : malas untuk sekolah; sering tidak hadir tanpa keterangan; tidak mengerjakan tugas sekolah; tidur di kelas; mengganggu teman saat belajar; tidak mendengarkan arahan guru ketika belajar; anak ingin belajar hanya ketika didampingi orangtua saja; hasil ujian tengah semester yang rendah; tidak memiliki keinginan untuk terus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi; serta nilai semester yang menurun dari semester sebelumnya.
PENERAPAN SOFTWARE INVENTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA DIKLAT GAMBAR TEKNIK MANUFAKTUR KELAS XI SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI Yoga Andika; Refdinal Refdinal; Hendri Nurdin; Primawati Primawati
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.662 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.359

Abstract

Pembelajaran Gambar Teknik Manufaktur sering dilakukan menggunakan cara konvensional sehingga minat siswa dalam belajar tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menambah minat peserta didik dalam pembelajar dengan cara menerapkan software Inventor. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif Quasi Experiment design berfugsi untuk melihat hasil dari belajar peserta didik melalui pre-test maupun post-test kelas experiment dan juga kelas control. Penelitian ini dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Bukittinggi menggunakan metode Sampling Porpuse pada kelas XI jurusan Teknik Mesin. Pengujian pada uji hipotesis ini adalah uji Independent Sampel T-test diperoleh nilai sig (2 tailed) pada kelas experiment dan kelas control sebesar 0,000, yaitu ≤ 0,05. Kemudian diperoleh nilai dari thitung 6,894. Sedangkan taraf signifikan ttabel 0,05 dengan df sebanyak 60 diperoleh 2,65748. Dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel (6,894 > 2,65748). Pengujian dari nilai N-Gain yang diperoleh dari penerapan software Inventor sebesar 0,453 atau 45,3% yang berarti penerapan dari software Inventor efektif jika diterapkan karena nilai yang diperoleh dari rata-rata standard N-Gain yaitu 0,453 ≥ 0,30. Hasil analisis dari uji t dan uji nilai N-Gain,maka diperoleh bahwa terdapat kenaikan signifikan pada hasil belajar peserta didik menggunakan software Inventor dibandingkan dengan media konvensional. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa penerapan dari software Inventor efektif digunakan sebagai media dalam pembelajaran Gambar Teknik Manufaktur.
PENGARUH FAKTOR TEKNOLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENGELASAN SMAW DI SMK NEGERI 1 TANJUNG BARU Andri Agustian; Nizwardi Jalinus; Febri Prasetya; Nelvi Erizon
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.521 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.361

Abstract

Pembelajaran daring tentu tak terlepas dari peranan teknologi, teknologi berperan penting terhadap keberlangsungan pembelajaran daring. Akan tetapi peranan teknologi ini menimbulkan permasalahan tersendiri baik bagi siswa maupun pendidik. Permasalahan yang disebabkan faktor teknologi ini antara lain Handphone siswa yang sering bermasalah seperti memori penuh, lelet, bahkan ada siswa yang tidak mempunyai HandPhone, selanjutnya yaitu jaringan yang tidak stabil, kuota internet yang mahal dan juga kemampuan guru dalam menggunakan teknologi akan berperan terhadap kesuksesan pembelajaran daring ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan faktor teknologi terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran daring mata pelajaran Pengelasan SMAW di SMK Negeri 1 Tanjung Baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Mix Mhetod dengan menggunakan analisis koefesien t dengan populasi sebanyak 38 orang. Untuk mengolah data penelitian ini menggunakan uji koefesien t dalam menetukan apakah terdapat perbedaan signifikan faktor teknologi (X) terhadap hasil belajar (Y) . Sebelum melakukan uji kefesien t dilakukan pengujian pendahuluan yaitu uji validitas, uji reabilitas, uji linearitas dan uji normalitas. Hasil penelitian dengan pengujian hipotesis didapat signifikansi sebesar 0,004 < 0,05, hasilnya rumusan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini antara lain yaitu faktor teknologi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Serta didapat nilai koefesien t (R Squarie) sebesar 0,210, artinya faktor teknologi berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 21%.
HUBUNGAN FASILITAS BENGKEL TEKNIK MESIN SMK NEGERI 5 PADANG TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA DIKLAT PEKERJAAN DASAR TEKNIK MESIN Muhammad Riski Hidayat; Irzal Irzal; Yolli Fernanda; Zainal Abadi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.429 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.362

Abstract

Fasilitas bengkel ialah salah satu faktor yang diperhatikan guna mengembangkan ilmu siswa, kurangnya alat yang ada di workshop membuat peralatan yang tidak layak untuk digunakan secara maksimal, dari permasalahan tersebut dapat membuat siswa kelas X kebetulan siswa baru belum mengenal tentang alat workshop di sekolah, yang membuat tidak cukupnya minat siswa dalam menjalani pembelajaran terutama pembelajaran Dasar Perancangan Teknik Mesin yang berkaitan langsung oleh bengkel yang ada di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk megetahui hubungan alat bengkel dengan minat belajarr siswa pada Mata Pelajaran Basis Perancangan Teknik Mesin. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil analisa data dapat diketahui hubungan fasilitas bengkel Teknik Mesin SMK Negeri 5 Padang tentang minat belajar siswa pada mata diklat Pekerjaan Dasar Teknik Mesin mengenai pembelajaran PDTM diperoleh informasi bahwa hubungan fasilitas terhadap minat belajar pada seluruh indikator didapatkan rata-rata sebesar 83,98% dikategorikan baik. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, nilai hubungan dari hasil data angket dengan sampel sebanyak 67 responden didapatkan 24 item pernyataan dengan skor 1-4, persentase responden sebesar 83,98%. Hubungan Fasilitas dengan minat belajar mengenai pembelajaran PDTM dapat dikategorikan Cukup dengan melihat hasil persentase dari capaian responden yang di dapat melalui angket.
PENERAPAN K3 PADA MATA PELAJARAN LAS SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW) TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS XI TEKNIK PENGELASAN DI BENGKEL LAS SMK NEGERI 1 LEMBAH MELINTANG Bahri Johan Tarigan; Nofri Helmi; Purwantono Purwantono; Andre Kurniawan
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.651 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.363

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi target sebagai lembaga pendidikan yang menjadi sasaran utama terhadap perlunya pengetahuan dan pemahaman tentang K3. Mata pelajaran praktek yang harus menerapkan K3 ialah mata pelajaran las Shield Metal Arc Welding (SMAW). Observasi di SMK Negeri 1 Lembah Melintang saat kegiatan praktek berlangsung, hasil obsevasi di bengkel las SMK Negeri 1 Lembah Melintang belum efektif, Ini dilihat dari banyak murid yang tidak menerapkan K3. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan yang antara K3 terhadap hasil belajar kelas XI di bengkel las SMK Negeri 1 Lembah Melintang, serta untuk mengetahui bagaimana penggunan alat K3 pada saat pelaksanaan mata pelajaran las Shield Metal Arc Welding (SMAW) kelas XI di bengkel las SMK Negeri 1 Lembah Melintang. Metode pengumpulan data untuk penelitian kali ini dengan menerapkan dua teknik pengumpulan yaitu observasi dan penyebaran kuesioner. Hasil analisis menunjukan bahwa hasil t-hitung 17,81807 lebih besar dari derajat kebebasan 1,6698, ini menunjukan adanya pengaruh antara penerapan K3 di bengkel dengan hasil belajar yang diperoleh oleh siswa. Maka didapat kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara penerapan kesehatan dan keselamatan kerja dengan hasil belajar yang didapat murid dalam mata pembelajaran las Shield Metal Arc Welding (SMAW) kelas XI Teknik Pengelasan di bengkel las SMK Negeri 1 Lembah Melintang,mhal ini dilihat dari besarnya nilai r_hitung > r_tabel atau 17,8187 > 1,6698, maka H_o ditolak, berarti H_1 diterima.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR TOOL TERHADAP KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN MATERIAL ALUMINIUM 5083-H116 DENGAN METODE FRICTION STIR WELDING Irsyad Chalid; Nofri Helmi; Purwantono Purwantono; Bulkia Rahim
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.393 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.364

Abstract

Bagian mesin pembangkit yang dilakukan maintanance adalah heat exchanger yang terdapat di bagian furnace boiler permasalahan yang sering terjadi adalah pada saat dilakukan periodic maintenance pada bagian tube sheet di heat exchanger telah ditemukan hot crack dalam jangka waktu 2 bulan pengelasan TIG, Hal itu sangat membebani mekanik dimana waktu pemakaian sebelum dilakukan maintanance yang sebelum nya 3 bulan dalam waktu 2 bulan sudah harus dilakukan overhaul. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan putaran tool terhadap kekuatan tarik sambungan material aluminium 5083-H116 pada hasil pengelasan dengan metode FSW dan untuk mengetahui kecepatan putaran tool optimal dari beberapa variasi kecepatan putaran tool terhadap kekuatan tarik sambungan material aluminium 5083-H116. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yang merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk melihat adanya akibat dari hal yang diberi objek, caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang tidak diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan. semua hasil pengujian tarik variasi kecepatan putar tool 800 rpm, 1120 rpm, dan 1600 rpm di dapat hasil dari regangan setelah dilakukan pengujian yaitu untuk kecepatan 800 rpm sebesar 20,3 %, untuk kecepatan 1120 rpm sebesar 21 %, serta untuk kecepatan 1600 rpm 22,7 % dan untuk hasil kekutan tarik di dapat untuk kecepatan 800 rpm sebesar 120,42 Mpa, untuk kecepatan 1120 rpm sebesar 129,14 MPa, serta kecepatan 1600 rpm sebesar 150,35 MPa. dari penelitian ini dapat disimpulkan parameter proses pengelasan dengan menggunakan parameter kecepatan putaran tool memberikan pengaruh besar terhadap nilai kekuatan tarik sambungan pengelasan dan nilai kekuatan tarik hasil pengelasan rata-rata tertinggi terdapat pada variasi kecepatan putaran tool tertinggi.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA TERHADAP PEMILIHAN JURUSAN TEKNIK PENGELASAN DI SMK NEGERI 1 SUNGAI LIMAU Ronaldi Ronaldi; Budi Syahri; Purwantono Purwantono
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.047 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.366

Abstract

Pendidikan memiliki kedudukan untuk menambah kualitas sumber daya manusia (SDM. Setiap siswa memiliki minat tersendiri dalam pemilihan jurusan, siswa juga memiliki pertimbangan tersendiri sebelum memilih jurusan. Belum lagi biaya sekolah yang dikeluarkan oleh orang tua. Untuk sekolah menengah kejuruan yang terletak di perkampungan, minoritas masyarakat bekerja sebagai petani dengan pendapatan yang minim, biaya pendidikan sekolah menengah kejuruan yang cukup tinggi, bagi masyarakat. Jurusan Teknik Pengelasan terdapat di SMK Negeri 1 Sungai Limau. Hanya ada 5 siswa yang berminat pada Jurusan Teknik Pengelasan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh minat siswa terhadap pemilihan Jurusan Teknik Pengelasan di SMK Negeri 1 Sungai Limau. kurangnya minat siswa dalam memilih jurusan tersebut dikarenakan berbagai faktor yang mempengaruhi siswa. Peneliti memakai analisis deskriptif data memanfaatkan regresi sederhana dan regresi ganda. Pada hasil penyebaran angket siswa didapatkan bahwa persentase tabulasi angket pada indikator perhatian sebesar 81%, kesenangan sebesar 83% dan kemauan sebesar 79% bahwa ketiga indikator tersebut sangat berpengaruh dalam pemilihan jurusan teknik las pada SMK Negeri 1 Sungai Limau. Dalam hasil wawancara yang dilakasanakan dengan guru mata pelajaran Teknik Pengelasan di SMK Negeri 1 Sungai Limau diketahui bahwa pemilihan jurusan teknik las memang berdasarkan kemauan, kesenangan dan perhatian siswa serta peran sekolah dalam memajukan sekolah atau departemen kepada siswa. Dari hasil analisi data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemelihan jurusan teknik pengelasan memang berdasarkan pada kemauan, kesenangan dan perahtaian siswa serta peran sekolah dalam mempromosikan sekolah atau jurusan kepada siswa.
PENGARUH BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN LAS SMAW KELAS XI DI SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI Gilang Ramadhan; Delima Yanti Sari; Nelvi Erizon; Bulkia Rahim
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.706 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.367

Abstract

Tingginya angka kenaikan Covid-19 sehingga metode pembelajaran secara konvensional di SMK N 1 Bukittinggi tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan membuat pembelajaran konvensioanal ini ditiadakan terlebih dahulu, namun ada mata pelajaran yang tidak bisa dilaksanakan jikalau tidak tatap muka yaitu Teknik Pengelasan Busur Manual (SMAW) yang mana pembelajaran ini bersifat penerapan langsung, yang berakibat siswa tidak bisa aktif dan beranggapan bahwa pembelajaan ini susah untuk dicerna yang membuat rendahnya motivasi dalam pembelajaran dikarenakan menggunakan pembelajaran online. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa jauh peningkatan prestasi belajar pada pelajaran Teknik Pengelasan SMAW di kelas XI jurusan Teknik Las SMK Negeri 1 Bukittinggi setelah diterapkan metode blended learning dan penerapan blended learning mampu menaikan prestasi belajar atas pelajaran Teknik Pengelasan SMAW di kelas XI jurusan Teknik Las SMK Negeri 1 Bukittinggi setelah diterapkan metode blended learning. Tindakan kelas atau CAR (Classroom Action Research) yang dipakai pada riset ini dengan jumlah sampel 30 orang siswa yang menggunakan soal test dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian di dapat adanya kenaikan ketuntasan klasikal hasil belajar siklus I ke II, hasil yang didapat pada siklus I sebanyak 63% dengan 19 orang yang lulus, naik dengan baik pada siklus II menjadi 8o% dengan 24 orang lulus dari total 30 siswa. Hasil penelitian yang di dapat pada penelitian ini bisa disimpulan bahwa implementasi pembelajaran Blended Learning mampu menaikan prestasi belajar siswa.
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM TEKNIK PEMESINAN BUBUT KELAS XI TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 1 SUMATERA BARAT Fadhil Naufan; Rifelino Rifelino; Purwantono Purwantono; Rahmat Azis Nabawi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.963 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.368

Abstract

Penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut kelas XI Teknik Pemesinan yang dipakai sebelumnya masih belum sesuai dengan isi kompetensi dasar dari silabus Teknik Pemesinan Bubut kelas XI, sehingga membuat proses pembelajaran menjadi belum efektif dan optimal. Tujuan penelitian ini mengembangkan media belajar berbentuk modul pembelajaran di SMK Negeri 1 Sumatera Barat. Penelitian ini menerapkan model pengembangan R&D pada bidang pendidikan sesuai dengan acuan model ADDIE yang dilaksanakan pada TA 2021/2022. Langkah model ADDIE meliputi langkah atau tahapan yang meliputi, tahap analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data penelitian diperoleh dengan memakai lembar validasi dan kuesioner. Analisis data yang dipakai berupa statistik deskriptif kuantitatif yaitu mengkaji data dengan cara menjabarkan data yang terkumpul. Hasil penelitian pengembangan modul ini dinyatakan layak untuk dipakai sebagai media belajar mandiri bagi peserta didik, berdasarkan hasil validitas dari ahli materi memperoleh nilai akhir V sebesar 0,873 dan ahli media sebesar 0,955 dengan kriteria valid. Sedangkan untuk hasil uji praktikalitas modul pembelajaran ini memperoleh predikat sangat praktis dipakai sebagai media pembelajaran mandiri bagi peserta didik, atas penilaian praktikalitas penggunaan modul dari guru memperoleh nilai persentase rata-rata sebesar 92,37%, dan peserta didik sebesar 86,08% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penilaian validitas dan praktikalitas modul yang dikembangkan dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran Teknik Pemesinan Bubut kelas XI Teknik Pemesinan yang dikembangkan ini sangat praktis dipakai sebagai media belajar mandiri tambahan bagi peserta didik.
HUBUNGAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR TEKNIK MESIN (PDTM) DI SMK NEGERI 5 PADANG Dodi Ariska; Nelvi Erizon; Arwizet Arwizet; Bulkia Rahim
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.675 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i3.370

Abstract

Fasilitas belajar merupakan salah asatu faktor pendukung pembelajaran, fasilitas belajar yang kurang memadai dan tidak layak digunakan membuat proses pembelajaran yang dialami siswa tidak terlaksana dengan baik dan bisa berimbas atas prestasi belajar siswa tersebut, Salah satunya pada mata pelajaran PDTM yang sangat membutuhkan fasilitas dalam pembelajaran yang contoh nya alat dan mesin di workshop, semakin bagus fasilitas belajar membuat semakin bagus juga hasil yang didapat siswa. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X pelajaran PDTM di SMK N 5 Padang. Penelitian kuantitatif korelasional yang digunkan pada penelitian ini. korelasional ialah penelitian yang dilaksanakan guna melihat hubungan antar dua variabel ataupun lebih. Hasil analisis didapat koefisien (r) dari kedua variabel penelititan dengan rhitung 0,778 dan r tabel 0,275 kategori 0,778 > 0,275 , maka Ho diterima. Jadi hipotesis yang diajukan hubungan fasilitas belajar terhadap hasil belajar diterima dan dari hasil analisis didapar koefisien determinasi seharga 60,5%, jadi kontribusi fasilitas belajar atas hasil belajar sebesar 60,5% yang sisanya disebabkab oleh faktor lain. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa fasilitas belajar memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran pekerjaan dasar teknik mesin (PDTM) di smk negeri 5 Padang. Berdasarkan hasil analisis implikasi dari penelitian ini ialah adanya fasilitas belajar sangat berdampak terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa sehingga perlunya peningkatan dan perawatan fasilitas pembelajaran agar hasil belajar siswa lebih baik.