cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 312 Documents
PENGARUH METODE LATIHAN IMAGERY TERHADAP KONSENTRASI ROLL SPIKE DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA ATLEK SEPAK TAKRAW MATARAM TAHUN 2023 Rizal Hardiansyah; Rusdiana Yusuf; Nurdin Nurdin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.10462

Abstract

ABSTRACT Concentration is a key factor in the successful execution of the roll spike technique in sepak takraw, as this movement requires high levels of coordination, precision, and mental control. However, in practice, athletes often exhibit low levels of focus and confidence when performing this technique. This study aims to analyze the effect of imagery training on improving concentration in executing the roll spike among sepak takraw athletes in Mataram. The study employed an experimental approach using a one group pretest-posttest design without a control group. The subjects consisted of nine athletes who received imagery training as the treatment. Data were collected through a roll spike skill test and analyzed using a t-test to compare pretest and posttest results. The findings indicate a significant improvement in concentration following the implementation of imagery training. These results suggest that imagery training is effective in enhancing athletes’ focus and the quality of roll spike execution. Therefore, imagery-based mental training can be considered a strategic approach to improving athletic performance, particularly in complex technical skills in sepak takraw. ABSTRAK Konsentrasi merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan teknik roll spike pada permainan sepak takraw, karena gerakan ini menuntut koordinasi, ketepatan, dan kontrol mental yang tinggi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan rendahnya fokus dan kepercayaan diri atlet saat melakukan teknik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan imagery terhadap peningkatan konsentrasi roll spike pada atlet sepak takraw di Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian berjumlah 9 atlet yang diberikan perlakuan berupa latihan imagery. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan roll spike, kemudian dianalisis menggunakan uji t untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi yang signifikan setelah pemberian latihan imagery. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan imagery efektif dalam membantu atlet meningkatkan fokus perhatian serta kualitas eksekusi teknik roll spike. Dengan demikian, latihan mental berbasis imagery dapat menjadi alternatif strategis dalam mendukung peningkatan performa atlet, khususnya pada keterampilan teknik yang kompleks dalam olahraga sepak takraw.
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR BOR BERDASARKAN PARAMETER FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI DI DUSUN SINAH, DESA PENGEMBUR, KECAMATAN PUJUT Sri Amelia Utami
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.10295

Abstract

ABSTRACT Water is a basic human necessity, particularly as a source of safe drinking water. In Sinah Hamlet, Pengembur Village, Pujut District, the community still relies on bore wells as the primary source of clean water; however, the quality is potentially affected by environmental conditions such as poor sanitation, domestic waste, and the proximity of septic tanks. This study aims to determine the quality of bore well water based on physical, chemical, and biological parameters and to compare it with the quality standards of Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. The method used is a quantitative descriptive approach by analyzing physical parameters (turbidity, odor, taste, TDS), chemical parameters (pH and iron), and biological parameters (E. coli) at 11 bore well locations. Measurements of physical parameters and pH were conducted in situ, while chemical and biological parameters were tested in the laboratory. The results show that most wells meet the quality standards; however, some exceed the permissible limits, including high turbidity in well 3 (3.603 NTU) and well 8 (14.535 NTU), odor in well 8, iron levels in well 8 (0.351 mg/L) and well 9 (0.42 mg/L), and E. coli contamination in six wells with the highest value found in well 10 (420 MPN/mL). In conclusion, bore well water in Sinah Hamlet is not suitable for direct consumption without treatment, particularly due to biological contamination; therefore, improvements in environmental sanitation and community education are necessary. ABSTRAK Air merupakan kebutuhan dasar manusia, khususnya sebagai sumber air minum yang aman. Di Dusun Sinah, Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, masyarakat masih bergantung pada sumur bor sebagai sumber utama air bersih, namun kualitasnya berpotensi terpengaruh oleh kondisi lingkungan seperti sanitasi yang buruk, limbah domestik, serta keberadaan septic tank yang berdekatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sumur bor berdasarkan parameter fisik, kimia, dan biologi serta membandingkannya dengan baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis parameter fisik (kekeruhan, bau, rasa, TDS), kimia (pH dan besi), serta biologi (E. coli) pada 11 titik sumur bor. Pengukuran parameter fisik dan pH dilakukan secara insitu, sedangkan parameter kimia dan biologi diuji di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sumur memenuhi baku mutu, namun beberapa melebihi ambang batas, yaitu kekeruhan tinggi pada sumur 3 (3,603 NTU) dan sumur 8 (14,535 NTU), bau pada sumur 8, kadar besi pada sumur 8 (0,351 mg/L) dan sumur 9 (0,42 mg/L), serta kontaminasi E. coli pada enam sumur dengan nilai tertinggi pada sumur 10 (420 MPN/mL). Kesimpulannya, air sumur bor di Dusun Sinah belum layak dikonsumsi langsung tanpa pengolahan, terutama akibat pencemaran biologis, sehingga diperlukan perbaikan sanitasi lingkungan dan edukasi masyarakat.
PENGARUH LATIHAN KICK TARGET SANDSACK DAN SQUAT TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN SABIT PENCAK SILAT SERULING DEWATA DI MADRASAH M Zaenul Wathoni; Muhammad Salabi; Edi Kurniawan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.10456

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of two training methods, namely kick target sandsack and squat, in improving the speed of crescent kicks among extracurricular pencak silat participants. The research problem focuses on the suboptimal kicking speed, which affects the effectiveness of attacks during matches. The method employed was a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach, involving 16 samples selected from a total population of 20 participants. The treatment was conducted over four weeks with a training frequency of four sessions per week. Data analysis was performed using paired sample t-test and independent sample t-test to examine within-group improvements and between-group differences. The results showed that both training methods significantly improved crescent kick speed (p < 0.05). However, no significant difference was found between the two methods (p > 0.05), indicating that both approaches have relatively similar effectiveness. These findings suggest that performance improvement can be achieved through different training approaches as long as training principles are applied consistently. Therefore, both training methods can be used as alternative strategies in training programs to enhance crescent kick speed in pencak silat athletes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dua metode latihan, yaitu kick target sandsack dan squat, dalam meningkatkan kecepatan tendangan sabit pada peserta ekstrakurikuler pencak silat. Permasalahan penelitian berfokus pada belum optimalnya kecepatan tendangan yang berdampak pada efektivitas serangan dalam pertandingan. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental design dengan pendekatan pretest-posttest, melibatkan 16 sampel yang dipilih dari total populasi 20 peserta. Perlakuan diberikan selama empat minggu dengan frekuensi latihan empat kali per minggu. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test untuk mengukur perubahan dan perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kecepatan tendangan sabit (p < 0,05). Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara kedua metode latihan (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa keduanya memiliki efektivitas yang relatif setara. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan performa dapat dicapai melalui pendekatan latihan yang berbeda selama prinsip latihan diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, kedua metode latihan dapat digunakan sebagai alternatif dalam program latihan untuk meningkatkan kecepatan tendangan sabit pada atlet pencak silat.
PENGARUH LATIHAN BOUNCE KICK BALL DAN JUGGLING TERHADAP KEMAMPUAN SEPAK SILA PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMA Wirasandi Pratama; Subakti Subakti; Nurdin Nurdin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.10457

Abstract

ABSTRACT The ability to perform sepak sila plays a crucial role in maintaining ball control and sustaining gameplay in sepak takraw; however, in practice, this skill has not yet developed optimally among extracurricular participants. This condition is reflected in the low stability of ball control and the inaccuracy of passes, which are presumed to be associated with the limited variation of training methods applied. Therefore, more specific and varied training approaches are needed to effectively improve the mastery of fundamental techniques. This study aims to examine the effect of bounce kick ball and juggling exercises on improving sepak sila ability. This research employed an experimental method using a pretest-posttest nonequivalent control group design. The sample consisted of 20 extracurricular participants who were divided into two treatment groups. Data were collected using a sepak sila performance test, while statistical analysis was conducted at a 0.05 significance level. The results indicate that both training methods significantly improved sepak sila ability. However, juggling exercises demonstrated a greater improvement compared to bounce kick ball, particularly in terms of control and movement consistency. These findings suggest that training methods with movement patterns closely aligned with the target skill tend to produce more optimal outcomes. In conclusion, the implementation of varied and specific training methods can serve as an effective strategy for enhancing fundamental sepak takraw skills, while also providing practical contributions to the development of physical education programs in school settings. ABSTRAK Kemampuan melakukan sepak sila berperan penting dalam menjaga kontrol bola dan kelangsungan permainan sepak takraw, namun pada praktiknya keterampilan tersebut belum berkembang optimal pada peserta ekstrakurikuler. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya kestabilan kontrol dan akurasi umpan yang diduga berkaitan dengan kurangnya variasi latihan yang diterapkan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan latihan yang lebih spesifik dan bervariasi untuk meningkatkan penguasaan teknik dasar secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latihan bounce kick ball dan juggling terhadap peningkatan kemampuan sepak sila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Sampel penelitian melibatkan 20 peserta ekstrakurikuler yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes performa sepak sila, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan sepak sila. Namun demikian, latihan juggling menunjukkan kecenderungan hasil yang lebih tinggi dibandingkan bounce kick ball, terutama dalam aspek kontrol dan konsistensi gerakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan dengan pola gerak yang lebih menyerupai keterampilan target memberikan dampak yang lebih optimal. Dengan demikian, penerapan metode latihan yang variatif dan spesifik dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan teknik dasar sepak takraw, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan pembelajaran olahraga di lingkungan sekolah.
PENGARUH LATIHAN MEMANTULKAN BOLA SEPAK KETEMBOK DAN MENGGUNAKAN BOLA TENIS TERHADAP KECEPATAN REAKSI PENJAGA GAWANG SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) TARUNA POTU DOMPU Warsito Kusuma; Rudiana Yusuf; Aminullah Aminullah
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.10458

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the importance of reaction speed for goalkeepers at SSB Taruna This study is motivated by the importance of reaction speed for goalkeepers in anticipating various game situations. The aim of this study is to analyze the effect of wall-rebound ball training and tennis ball training on improving the reaction speed of goalkeepers at SSB Taruna Potu Dompu. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a two-group pretest-posttest design. The subjects consisted of 10 goalkeepers selected through a total sampling technique. Data were collected using a reaction speed test and analyzed using a t-test to determine differences in the effects of the treatments. The results indicate that both types of training have a significant effect on improving goalkeepers’ reaction speed. However, training using a tennis ball demonstrated a higher level of effectiveness compared to wall-rebound ball training. This finding suggests that training involving faster and more varied stimuli can enhance motor response more optimally. Therefore, it can be concluded that variations in training methods play an important role in developing goalkeepers’ reaction abilities and can serve as an effective alternative strategy in the development of young athletes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan kecepatan reaksi bagi penjaga gawang dalam mengantisipasi berbagai situasi permainan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan memantulkan bola ke tembok dan latihan menggunakan bola tenis terhadap peningkatan kecepatan reaksi penjaga gawang di SSB Taruna Potu Dompu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain two-group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 10 penjaga gawang yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kecepatan reaksi, kemudian dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan pengaruh antar perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua bentuk latihan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan reaksi penjaga gawang. Namun, latihan menggunakan bola tenis menunjukkan tingkat efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan latihan memantulkan bola ke tembok. Hal ini mengindikasikan bahwa latihan dengan stimulus yang lebih cepat dan variatif mampu meningkatkan respons gerak secara lebih optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variasi metode latihan memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan reaksi penjaga gawang, serta dapat dijadikan alternatif strategi latihan yang efektif dalam pembinaan atlet usia dini.
PENGARUH LATIHAN POLA STROKE TEKNIK PUKULAN TERHADAP KEMAMPUAN SMASH BULUTANGKIS PADA PB. TARUNA JAYA PAGUTAN MATARAM Risman Ramadhan; Andi Gilang Permadi; Ali Imran
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.10459

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in findings indicating that the effectiveness of badminton athletes’ smash strokes remains suboptimal, as reflected in low accuracy and consistency when directing the shuttlecock into the opponent’s court. This condition highlights the need for a more structured and targeted technical training approach. The aim of this study is to examine the effectiveness of stroke pattern training in improving badminton athletes’ smash performance. The research employed an experimental method with a one group pre-test–post-test design involving 16 athletes as research subjects. Data were collected using a smash accuracy test, while data analysis was conducted using a paired sample t-test to determine differences before and after the treatment. The results showed a significant improvement, indicated by a t-value of 4.540 and a significance level of 0.000 < 0.05. These findings suggest that stroke pattern training provides a substantial contribution to enhancing smash technique quality, particularly in terms of accuracy and shot control. Practically, this study confirms that systematically structured and repetitive technical training can serve as an effective strategy to support the sustainable development of badminton athletes’ performance. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari temuan bahwa efektivitas pukulan smash atlet bulutangkis masih belum optimal, yang tercermin dari rendahnya akurasi dan konsistensi saat mengarahkan shuttlecock ke area lawan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap pendekatan latihan teknik yang lebih terarah dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas latihan pola stroke dalam meningkatkan kemampuan smash atlet bulutangkis. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pre-test–post-test design yang melibatkan 16 atlet sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes ketepatan smash, sedangkan analisis data menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, ditandai dengan nilai t hitung sebesar 4,540 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan pola stroke mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas teknik smash, khususnya pada aspek ketepatan dan kontrol pukulan. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan bahwa penerapan latihan teknik yang dilakukan secara berulang dan terstruktur dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan performa atlet bulutangkis secara berkelanjutan.
PENGARUH LATIHAN VARIASI SERVIS TERHADAP KEMAMPUAN KETEPATAN SERVIS PUNGGUNG PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA EKSTRAKURIKULER SEPAK TAKRAW SMA Rangga Juli Adryanzah; Susi Yundarwati; Nurdin Nurdin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i4.10460

Abstract

ABSTRACT The accuracy of the back serve is a crucial component in sepaktakraw performance; however, the effectiveness of training methods used to enhance this skill still requires deeper empirical investigation. This study aims to analyze the effects of pecing pad and partner-toss training methods, differences in leg length, and their interaction on back-serve accuracy among male adolescent athletes. An experimental method with a 2×2 factorial design was employed, involving 32 athletes selected through simple random sampling. Data were collected using pretest and posttest procedures with leg length measurements and a service skill test, and analyzed using two-way ANOVA at a significance level of 0.05. The results indicate that partner-toss training produces greater improvements in serve accuracy compared to pecing pad, primarily due to its dynamic stimulus, which enhances timing and motor adaptation. In addition, athletes with longer legs demonstrate better performance than those with shorter legs, suggesting a biomechanical contribution to service effectiveness. The findings also reveal a significant interaction between training methods and leg length, indicating that training success depends on the alignment between training approach and athletes’ physical characteristics. Overall, this study highlights the importance of employing training methods based on varied stimuli and individualized approaches to improve technical skills in sports. The findings provide practical implications for coaches in designing more adaptive and athlete-centered training programs, while also offering directions for future research to incorporate additional physical and psychological variables. ABSTRAK Kemampuan ketepatan servis punggung merupakan komponen penting dalam performa permainan sepak takraw, namun efektivitas metode latihan yang digunakan dalam meningkatkan keterampilan ini masih memerlukan kajian empiris yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode latihan pecing pad dan lambungan teman, perbedaan panjang tungkai, serta interaksi keduanya terhadap ketepatan servis punggung pada atlet remaja putra. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2, melibatkan 32 atlet yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest menggunakan instrumen pengukuran panjang tungkai dan tes keterampilan servis, kemudian dianalisis dengan two-way ANOVA pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan lambungan teman memberikan peningkatan ketepatan servis yang lebih optimal dibandingkan pecing pad, terutama karena karakteristik stimulus yang bersifat dinamis mampu meningkatkan kemampuan timing dan adaptasi gerak. Selain itu, atlet dengan tungkai lebih panjang menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan tungkai pendek, yang mengindikasikan adanya kontribusi faktor biomekanik dalam efektivitas gerakan servis. Temuan lain menunjukkan adanya interaksi antara metode latihan dan panjang tungkai, yang menegaskan bahwa keberhasilan latihan dipengaruhi oleh kesesuaian antara pendekatan latihan dan karakteristik fisik atlet. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan metode latihan berbasis variasi stimulus dan pendekatan individual dalam meningkatkan keterampilan teknik olahraga. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelatih untuk merancang program latihan yang lebih adaptif dan berbasis karakteristik atlet, serta membuka peluang pengembangan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan variabel fisik dan psikologis lainnya.
PENGGUNAAN FIGUR BAHASA DAN CITRAAN DALAM PODCAST CERITA HOROR ‘LENTERA MALAM’ EPISODE UJI NYALI DI RUMAH IBLIS BERUJUNG MENINGGAL PADA MEDIA YOUTUBE Sri Rahayu; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.10655

Abstract

This study aims to describe the use of figurative language and imagery in the horror podcast Lentera Malam, specifically in the episode “Uji Nyali di Rumah Iblis Berujung Meninggal” on YouTube. The research focuses on identifying types of figurative language and sensory-based rhetorical strategies employed by the storyteller to construct a terrifying atmosphere. A descriptive qualitative method was applied, with the data sourced from transcribed audio narration. Data were collected through documentation and note-taking techniques, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s interactive analysis model. The findings reveal that the narrator employs various stylistic devices such as hyperbole, simile, irony, and personification to emphasize extreme conditions and intensify psychological tension. The study also identifies the use of visual, auditory, kinesthetic, and temporal imagery, all of which enhance the listener’s imagination and reinforce the eerie atmosphere. These results demonstrate that the horror effect in the podcast is not solely derived from the storyline but is significantly shaped by expressive oral language. This research contributes to stylistic studies in audio-digital media and highlights how rhetorical and figurative devices function in constructing modern horror narratives ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan figur bahasa dan citraan dalam podcast horor Lentera Malam episode “Uji Nyali di Rumah Iblis Berujung Meninggal” pada platform YouTube. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi jenis figur bahasa serta strategi retorika berbasis citraan yang digunakan pencerita untuk membangun suasana horor. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa transkripsi narasi audio. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencerita memanfaatkan berbagai perangkat stilistika, antara lain hiperbola, simile, ironi, dan personifikasi untuk menegaskan kondisi ekstrem dan membangun ketegangan psikologis. Selain itu, ditemukan penggunaan citraan visual, auditori, kinestetik, dan temporal yang berfungsi memperkuat imajinasi pendengar serta menciptakan atmosfer mencekam. Temuan ini menegaskan bahwa efek horor dalam podcast tidak hanya dihasilkan oleh alur cerita, tetapi secara signifikan dibentuk oleh bahasa lisan yang digunakan secara ekspresif. Studi ini memberikan kontribusi terhadap kajian stilistika pada media audio-digital serta memperlihatkan bagaimana retorika dan figur bahasa bekerja dalam konstruksi narasi horor modern.
THE INFLUENCE OF SELF-PRESENTATION THROUGH ROBLOX AVATARS ON ADOLESCENTS’ SELF-EFFICACY Iqomul Ma'wah
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.10866

Abstract

ABSTRACT Advances in digital technology have transformed the way adolescents express themselves and construct identities through virtual interactions, particularly on the Roblox platform. This study aims to analyze the influence of self-presentation through Roblox avatars on adolescents’ self-efficacy. The research employed an associative quantitative approach involving 101 adolescents aged 15–18 years in Surabaya selected through purposive sampling. The research instruments consisted of the Online Self-Presentation Scale and the General Self-Efficacy Scale. Simple linear regression analysis revealed a significant positive effect of avatar self-presentation on adolescents’ self-efficacy (F=202.022, p<0.001). The coefficient of determination (R²) value of 0.671 indicates that self-presentation contributes 67.1% to the variance in adolescents’ self-efficacy. These findings indicate that self-representation through virtual avatars plays a role in strengthening adolescents’ confidence in their abilities within digital social contexts. This study contributes to the development of digital social psychology studies, particularly regarding the relationship between virtual identity and adolescents’ psychological development in the era of interactive media. ABSTRAK Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara remaja mengekspresikan diri dan membangun identitas melalui interaksi virtual, khususnya pada platform Roblox. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-presentation melalui avatar Roblox terhadap self-efficacy remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 101 remaja berusia 15–18 tahun di Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas Online Self-Presentation Scale dan General Self-Efficacy Scale. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara self-presentation avatar terhadap self-efficacy remaja (F=202.022, p<0.001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,671 menunjukkan bahwa self-presentation memberikan kontribusi sebesar 67,1% terhadap variasi self-efficacy remaja. Temuan ini mengindikasikan bahwa representasi diri melalui avatar virtual berperan dalam memperkuat keyakinan remaja terhadap kemampuan dirinya pada konteks sosial digital. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian psikologi sosial digital, khususnya terkait hubungan identitas virtual dan perkembangan psikologis remaja di era media interaktif.
LATIHAN OPEN PASSING SLALOM COURSE MENINGKATKAN SHORT PASS PEMAIN BRILIANT FC BAYAN R. Yoendy Pranata Demung Melela; Soemardiawan Soemardiawan; Nurdin Nurdin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10972

Abstract

ABSTRACT This study aimed to analyze the effect of open passing training based on a slalom course on the short pass skills of Club Briliant FC Bayan players aged 8–14 years. The study was motivated by the players’ low passing ability, which was indicated by inaccurate passes, poor ball control, and limited variation in technical training during the coaching process. The research employed a quantitative approach using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players selected through purposive sampling. The research instrument used a passing and stopping ball test conducted for 30 seconds to measure the players’ short pass skills before and after the treatment. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week through open passing activities combined with a slalom course pattern implemented gradually and progressively. The data were analyzed using a t-test at a 5% significance level. The results showed an improvement in short pass skills after the players participated in the training program, as indicated by higher posttest scores compared to the pretest scores. Statistical analysis also revealed that open passing (slalom course) training had a significant effect on the players’ short pass skills. This training model can be used as a variation of soccer technical training to improve movement coordination, passing accuracy, and player engagement in youth training sessions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan open passing berbasis slalom course terhadap keterampilan short pass pemain Club Briliant FC Bayan usia 8–14 tahun. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan passing pemain yang terlihat dari ketidaktepatan arah umpan, kontrol bola yang kurang baik, serta rendahnya variasi latihan teknik selama proses pembinaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes passing dan stopping bola selama 30 detik untuk mengukur keterampilan short pass pemain sebelum dan sesudah perlakuan. Program latihan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali latihan setiap minggu melalui aktivitas open passing yang dipadukan dengan pola slalom course secara bertahap dan progresif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan short pass setelah pemain mengikuti program latihan yang ditandai dengan peningkatan skor posttest dibandingkan pretest. Hasil analisis statistik juga menunjukkan bahwa latihan open passing (slalom course) memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan short pass pemain. Latihan ini dapat digunakan sebagai variasi latihan teknik sepak bola untuk membantu meningkatkan koordinasi gerak, ketepatan umpan, dan keterlibatan pemain usia dini dalam proses latihan.